Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Dikirim: 27 Mei 2022. Diterima: 1 Juni 2022 ISSN: 2527-2772 PERAN KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Triska Purwiyanti 1*. Jihad Lukis Panjawa 2 Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Tidar Jl. Kapten Suparman No. 39 Potrobangsan. Kec. Magelang Utara. Kota Magelang. Jawa Tengah - 56116 *Korespondensi Penulis: triska077@gmail. Abstract: Economic instability has the potential to slow down the achievement of a countryAos development and prosperity. An unstable economy can be seen from the decrease economic growth and will create This study aims to analyze the factors that influence economic growth in Indonesia. The determinants used include interest rates, exchange rate, tax ratio, and labor. The method used in this research is Ordinary Least Square (OLS) with multiple linear regression analysis tools. The results showed that interest rates has no significant on economic growth. While the ecxchange rates, tax redistribution, and labor have a positive significant on economics growth in Indonesia. Keywords: Economic Growth. Interest Rates. Exchange Rate. Tax Redistribution. Labor ________________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam menilai suatu keberhasilan perekonomian. Ekonomi dinyatakan mengalami pertumbuhan apabila produksi barang dan jasa meningkat dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi menjadi tujuan bangsa agar dapat pula meningkatkan pembangunan nasional yang dapat meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kemampuan nasional (Sukirno, 2. Pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun menggambarkan bahwa perekonomian di suatu negara atau suatu wilayah berkembang dengan Salah satu indikator untuk mengukur pertumbuhan ekonomi secara makro yaitu dengan menggunakan nilai Gross Domestic Product (Mankiw, 2. Menurut Latumaerissa . GDP adalah jumlah nilai suatu barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu atau satu tahun termasuk barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut dan oleh penduduk negara lain yang tinggal di negara Pertumbuhan ekonomi Indonesia apabila dilihat dari pertumbuhan GDP selama 20 tahun terakhir . eriode 2000-2. , telah mengalami perkembangan yang signifikan. Perkembangan tersebut dapat dilihat pada gambar grafik berikut : Gambar 1. Grafik Perkembangan GDP dan Pertumbuhan GDP (%) tahun 2000 Ae 2019 Sumber: World Bank, diolah Berdasarkan Gambar 1. diatas dapat dilihat bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2000 Ae 2019 yang diukur dengan GDP cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Ketika GDP suatu negara pada tahun tertentu meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka perekonomian negara tersebut dikatakan mengalami pertumbuhan yang positif. Namun dapat dilihat pula pertumbuhan GDP pada tahun tersebut mengalami fluktuasi dan cenderung Pada tahun 2018 merupakan pertumbuhan GDP capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir yang telah dicapai oleh Indonesia. Dengan pertumbuhan GDP yang positif tersebut menyebabkan angka GDP 2018 juga turut meningkat dibandingkan dengan tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2019 terlihat laju pertumbuhan GDP mengalami penurunan, namun angka GDP tetap mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berada di arah yang benar, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Indonesia dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi tersebut sembari menjaga perbaikan kualitasnya. Meskipun demikian, baik buruknya pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui stabilitas pertumbuhan ekonomi, bukan dari besarnya laju pertumbuhan ekonomi yang dimaksud. Peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tentunya dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah suku bunga dan nilai tukar. Suku bunga dan nilai tukar merupakan variabel moneter dalam mencapai sasaran yang diinginkan yaitu pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, stabilitas harga, dan keseimbangan neraca pembayaran (Natsir, 2. Menurut Syahputra . nilai tukar berpengaruh terhadap besaran pertumbuhan ekonomi. Pengaruh nilai tukar terhadap pertumbuhan dapat dilihat baik melalui jalur aggregate supply (AS) yaitu melalui pembentukan capital, maupun melalui Aggregat Demand (AD) yaitu melalui transaksi perdagangan internasional dan investasi. Sedangkan penelitian sebelumnnya yang dilakukan oleh Prihatin et al. , . yang meneliti tentang keterkaitan suku bunga dan nilai tukar terhadap pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil bahwa suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel kurs tidak berpengaruh signifikan. Selain itu pajak dan tenaga kerja juga merupakan factor penting bagi pertumbuhan ekonomi. Pajak memegang peran penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara karena pajak digunakan untuk melaksanakan pembangunan di Indonesia (Syahputra, 2. Kebijakan perluasan kesempatan kerja merupakan kebijakan penting dalam pelaksanaan pembangunan karena tenaga kerja menjadi tolak ukur keberhasilan ekonomi suatu negara. Dikatakan berpengaruh negative atau positif terhadap pertumbuhan ekonomi adalah tergantung pada kemampuan system perekonomian tersebut dalam menyerap dan secara prduktif memanfaatkan pertambahan tenaga kerja tersebut (Menajang, n. Maka dari itu, penyerapan tenaga kerja yang dilakukan pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi guna mencapai pertumbuhan Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Larasati & Sulasmiyati . menyatakan bahwa tenaga kerja mempunyai pengaruh yang simultan signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tenaga kerja bertindak sebagai factor yang dapat menjelaskan perubahan Produk Domestik Bruto yang dijadikan indicator dalam mengukur pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh suku bunga, nilai tukar, pajak, dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Todaro & Smith . pertumbuhan ekonomi merupakan merupakan suatu proses peningkatan kapasitas produktif dalam suatu perekonomian secara terus-menerus atau berkesinambungan sepanjang waktu sehingga menghasilkan tingkat pendapatan dan output nasional yang semakin lama semakin besar. Dalam pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terdapat tiga komponen penentu utama yaitu: . akumulasi modal yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan sumberdaya manusia. pertumbuhan penduduk yang meningkatkan jumlah angkatan kerja di tahun-tahun mendatang. kemajuan teknologi. Menurut Nurina . tinggi atau rendahnya pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan menghitung gross domestic product (GDP) negara yang bersangkutan. Hal ini diperkuat oleh Syahputra . bahwa indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah tingkat Gross Domestic Product (GDP) terdapat beberapa alasan mengapa GDP digunakan sebagai indikator dalam mengukur pertumbuhan ekonomi, antara lain: GDP dihitung berdasarkan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas produksi di dalam perekonomian. Hal ini menyebabkan peningkatan GDP mencerminkan peningkatan balas jasa kepada faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. GDP dihitung atas dasar konsep siklus aliran . irculair flow concep. yaitu perhitungan GDP mencakup nilai produk yang dihasilkan pada suatu periode tertentu. Perhitungan ini tidak mencakup pada periode sebelumnya. Pemanfaatan konsep aliran dalam perhitungan GDP memungkinkan seseorang untuk membandingkan jumlah output antara tahun ini dan tahun Batas wilayah perhitungan GDP adalah perekonomian domestik. Hal ini memungkinkan untuk mengukur sampai sejauh mana kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah maupun mendorong aktivitas perekonomian domestik. GDP adalah jumlah nilai suatu barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu atau satu tahun termasuk barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut dan oleh penduduk negara lain yang tinggal di negara bersangkutan (Latumaerissa, 2. Suku bunga mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di suatu negara, yaitu dapat menjadi penentu pergerakan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Udoka & Roland . setuju bahwa interest rates merupakan salah satu faktor penentu pergerakan economic growth sebuah negara apabila dilihat dari sisi GDP, dimana peningkatan interest rates dapat berdampak pada penurunan GDP. Kenaikan suku bunga akan berdampak terhadap perekonomian dan sektor riil melalui Disisi lain, kenaikan suku bunga akan mengakibatkan kenaikan suku bunga perbankan. Seperti yang dikemukakan oleh Asnawi & Fitria . , bahwa pada saat level tingkat suku bunga meningkat maka suku bunga kredit dan deposito juga akan cenderung meningkat. Ketika suku bunga deposito meningkat maka masyarakat memilih menyimpan uang pada bank-bank dan uang beredar di masyarakat akan berkurang. Ketika suku bunga meningkat, maka investasi menurun. Hal ini dikarenakan adanya perbandingan resiko investasi dengan tingkat bunga yang ditawarkan. Begitupun sebaliknya, apabila suku bunga menurun, maka investasi akan meningkat (Banerjee & Adhikary, 2. Sedangkan jumlah investasi merupakan cermin bagi perusahaan dalam menghasilkan produk. Ketika investasi meningkat, maka perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak produk yang kemudian menyebabkan penerimaan pajak oleh negara juga meningkat. Pertumbuhan ekonomi lewat peningkatan hasil produksi akan tercermin dalam GDP. Peningkatan hasil produksi dapat dikatakan sebagai peningkatan GDP (Rahmanta, 2. Suatu perubahan yang terjadi dalam aktivitas perekonomian suatu negara tercermin dalam perubahan fluktuasi nilai tukar atau kurs. Rodrik . menemukan bahwa terdapat relasi antara nilai tukar dengan economic growth dengan bentuk hubungan positif. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurina . yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara nilai tukar terhadap GDP atau apabila nilai tukar meningkat maka GDP juga ikut meningkat. Economic growth rates yang tinggi didukung oleh pertumbuhan ekspor yang memadai, sehingga dapat meningkatkan nilai kurs karena meningkatnya permintaan akan mata uang nasional (Ito et al. , 1. Kesepakatan nilai tukar yang baik akan membantu likuiditas pasar modal sehingga dunia investasi ikut bergerak maju yang kemudian berdampak pada tercapainya pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Studi yang dilakukan oleh Pratiwi et al . juga menimplikasikan bahwa dalam teori Mundell-Fleming, yang menyatakan terdapat pengaruh negatif antara kurs dengan pertumbuhan ekonomi, dimana semakin tinggi kurs maka ekspor neto . elisih antara ekspor dan impo. semakin rendah, penurunan tersebut akan memberikan dampak pada jumlah output yang semakin berkurang dan akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi . iukur dengan GDP) menurun. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Nilai tukar dirasa menjadi indikator yang penting dalam pertumbuhan perekonomian melalui perdagangan internasional, seperti ekspor dan impor. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purba & Magdalena . bahwa perubahan kurs secara parsial memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta perubahan nilai tukar dan perubahan ekspor memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Negara memerlukan modal guna mendukung pembangunan ekonomi agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi. Salah satu kebijakan fiskal yang digunakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah instrumen pajak. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Gebreegziabher . bahwasanya penerimaan pajak berdampak positif terhadap pertumbuhan Namun, berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Mdanat et al. , ditemukan bukti bahwa tidak selamanya peningkatan penerimaan pajak menyebabkan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Apabila penerimaan pajak digunakan untuk mendanai aktivitas atau proyek yang produktif, maka akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah atau negara (Saragih, 2. Beberapa temuan penelitian mengakui bahwa penerimaan pajak berpengaruh dalam pertumbuhan dan pemerataan perekonomian di suatu negara seperti penelitian yang dilakukan oleh Adriansyah . menemukan bahwa terdapat korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak, namun pertumbuhan penerimaan pajak tidak secepat pertumbuhan ekonomi . ang diukur dengan GDP Growt. Stoilova . melakukan penelitian mengenai tax structure and economic growth di negara-negara Eropa dan menemukan bahwa pajak atas barang konsumsi, pajak penghasilan, dan pajak atas properti mendukung pertumbuhan ekonomi suatu Serta penelitian yang dilakukan oleh Soli. Harvey, dan Hagan . dalam Saragih . juga membuktikan bahwa penerimaan pajak dari sektor perdagangan internasional berpengaruh positif pada economic growth, namun penerimaan pajak dari sektor lain tidak berdampak Dari berbagai temuan penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerimaan pajak mempunyai kontribusi yang sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tenaga kerja atau ketenagakerjaan adalah hal yang sangat penting dalam aktivitas perekonomian di Indonesia. Dalam melaksanakan pembangunan nasional, perluasan lapangan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan (Indriani, n. Penelitian yang dilakukan oleh Pujiati . menunjukkan hasil bahwa Variabel tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mendukung teori pertumbuhan ekonomi neoklasik. Teori pertumbuhan neoklasik dalam Lubis . menyatakan pertumbuhan ekonomi bergantung pada perkembangan faktor-faktor produksi yaitu modal, tenaga kerja, dan teknologi. Semakin besar angkatan kerja, yang berarti semakin laju pertumbuhan penduduk tinggi maka semakin besar pula pendapatan nasional dan semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi. Ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun menyebabkan semakin terbukanya kesempatan kerja sehingga kegiatan perekonomian menjadi semakin produktif. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitis dengan pendekatan yang bersifat Menurut Sugiyono . , metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah yang memandang suatu realitas itu dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati dan terukur, hubungan variabel bersifat sebab akibat dimana data penelitiannya berupa angka-angka. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder berbentuk time series . untut wakt. yang merupakan data tahunan selama dua puluh tahun dari tahun 2000-2019 dengan lokasi penelitian di Indonesia. Data tersebut diperoleh dari World Bank dan Asian Development Bank. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Ordinary Least Square (OLS) dengan alat analisis regresi linear berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variable independent terhadap variable dependent dengan menggunakan bantuan program Eviews 10. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 yaycuyciyayaycEyayc = yu0 yu1 yaycIyc yu2 yaycOycIycIyc yu3 ycNyaycUyayaycEyc yu4 yaycAycEyc yuAyc Di mana LogGDPC adalah indikator untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu melalui Gross Domestic Product (GDP) per kapita atas dasar harga konstan (US$). IR adalah suku bunga depositu 12 bulan (%). KURS adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar. TAXGDP adalah rasio pajak terhadap GDP yang mempresentasikan redistribusi pajak dalam meningkatkan output. EMP adalah jumlah tenaga kerja di Indonesia. yu0 merupakan konstanta. A . ,2,3,. adalah nilai koefisien A merupakan Errors Term. dan t merupakan periode waktu penelitian. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa uji yaitu uji asumsi klasik, uji koefisien regresi secara parsial . , uji koefisien regresi secara simultan . ji F), dan uji koefisien determinasi (R. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan data time series dengan analisis model regresi linier berganda yang meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas dan uji Tabel 1. Hasil Estimasi Model Regresi Linear Berganda LogGDPCt = -1,582226 Ae 0,005118 IRt 1,31E-05 KURSt 0,013737 TAXGDPt 2,477360 LOG(EMP)t At . ,4. ,3. ,0. * . ,0. * . ,0. ** R = 0,991286. F-Statistic = 426,5745. Prob. F-Statistic = 0,000000** Uji Asumsi Klasik . Normalitas Jarque-Bera = 2,407662. Prob. = 0,300043 Heteroskedastisitas Prob. Chi-Square. = 0,9330 . Autokorelasi Prob. = 0,4994. Prob. Chi-Square. = 0,3261 . Multikolinearitas IR = 3,128511. KURS = 3,944336. TAXGDP = 1,110981. LOG(EMP) = 7,415556 Linearitas (Ramsey Rese. F-statistic = 0,5190 Keterangan: * signifikan pada 0,10. ** signifikan pada 0,01. ( ) angka dalam kurung adalah probabilitas empirik . t-statistik Sumber: Eviews 10 . iolah, 2. Uji Asumsi Klasik Uji normalitas residual metode OLS dapat diuji menggunakan Jarque-Bera dan nilai Dari tabel 1 diatas menunjukkan nilai Jarque-Bera sebesar 2,407662 dengan p value sebesar 0. 300043 > . Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan berdistribusi normal. Pada uji heteroskedastisitas ini model yang digunakan adalah White Test. Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance residual dalam model. Hasil uji white pada tabel 1 memperlihatkan bahwa nilai Prob. ChiSquare sebesar 0,9330 lebih besar dari . Dengan demikian maka dinyatakan bahwa varians adalah sama atau tidak ada gejala heteroskedastisitas. Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan model penganggu pada periode tertentu dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya. Berdasarkan Tabel 1. terdapat hasil perhitungan autorelasi menggunakan LM Test, dapat dilihat dari nilai Prob. Chi-Square sebesar 0,3261 lebih besar dari . berarti model tidak ada masalah dalam autokorelasi. Uji multikolinearitas dilihat dari nilai VIF. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan linear yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel. Pada tabel 1 variabel suku bunga memiliki nilai VIF 3,128511 < 10, variabel kurs memiliki nilai VIF 3,944336 < Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 10, variabel rasio pajak memiliki nilai VIF 1,110981 < 10, dan variabel tenaga kerja memiliki nilai VIF 7,415556 < 10. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan model dalam penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji linearitas merupakan uji yang dilakukan untuk menentukan apakah ada hubungan linier antara variabel independent dengan variabel dependennya. Penelitian ini menggunakan uji Ramsey Reset. Dari hasil uji Ramsey Reset Test menunjukkan bahwa nilai probabilitas pada table 1, nilai F-statistic pada probability F hitung 0,5190 atau lebih besar dari tingkat . , maka regresi memenuhi asumsi linearitas atau dapat disimpulkan bahwa variabel bebas linear dengan variabel Uji Hipotesis Uji t Berdasarkan Tabel 1. diperoleh t hitung tingkat suku bunga sebesar -1,060998 dengan nilai t table sebesar 1,75305 dan taraf signifikansi sebesar 0,3055 maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima karena nilai -1,060998 < 1,75305 dan untuk taraf signifikansinya 0,3055 > 0,05 artinya secara parsial tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Nilai t hitung kurs sebesar 1,781016 dengan nilai t table sebesar 1,75305 dan taraf signifikansi sebesar 0,0952 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak karena nilai 1,781016 > 1,75305 dan untuk taraf signifikansinya 0,0952 < 0,10 artinya secara parsial kurs berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Diperoleh t hitung rasio pajak sebesar 1,836656 dengan nilai t table sebesar 1,75305 dan taraf signifikansi sebesar 0,0862 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak karena nilai 1,836656 > 1,75305 dan untuk taraf signifikansinya 0,0862 < 0,10 artinya secara parsial rasio pajak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Nilai t hitung jumlah tenaga kerja sebesar 13,49130 dengan nilai t table sebesar 1,75305 dan taraf signifikansi sebesar 0,0000 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak karena nilai 13,49130 > 1,75305 dan untuk taraf signifikansinya 0,0000 < 0,05 artinya secara parsial jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Uji F Untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh antara variabel independen . uku bunga, kurs, taxgdp, dan tenaga kerj. secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen (Pertumbuhan Ekonom. maka dilakukan Uji F (Mundara dalam Eris, 2. Hasil Uji F pada tabel 1 menunjukkan bahwa nilai prob. F(Statisti. sebesar 0,000000 lebih kecil dari tingkat signifikansi . maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variable dependen. Kesimpulannya adalah Ho ditolak, ini berarti secara bersama-sama . variable suku bunga, kurs, rasio pajak, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap variable dependen . ertumbuhan ekonom. Koefisien Determinasi (R. Nilai koefisien determinasi R-squared adalah 0,988962 yang artinya 98,89% variasi dijelaskan oleh variabel independen yang terdapat di dalam model, sedangkan 1,11% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil estimasi regresi linear yang ditunjukkan pada Tabel 1. didapat persamaan sebagai berikut: LogGDPCt = -1,582226 Ae 0,005118 IRt 1,31E-05 KURSt 0,013737 TAXGDPt 2,477360 LOG(EMP)t At . Nilai konstanta sebesar -1,582226 yang artinya apabila nilai IR. KURS. TAXGDP, dan LOG(EMP)nya adalah 0, maka LOG(GDPC) nilainya sebesar -1,582226. Koefisien regresi IR sebesar Ae 0,005118, artinya apabila inflasi mengalami kenaikan sebesar 1%, maka GDP akan mengalami penurunan sebesar 0,00582226% dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap. Koefisien regresi KURS sebesar 1,31E-05, artinya apabila kurs atau nilai tukar rupiah terhadap Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 dollar mengalami kenaikan sebesar 1%, maka GDP akan mengalami peningkatan sebesar 1,31E05% dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap. Koefisien regresi TaxGDP sebesar 0,013737, artinya apabila rasio pajak terhadap GDP mengalami kenaikan sebesar 1%, maka GDP akan mengalami peningkatan sebesar 0,013737% dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap. Koefisien regresi LOG(EMP) sebesar 2,477360, artinya apabila tenaga kerja mengalami kenaikan sebesar 1%, maka GDP akan mengalami peningkatan sebesar 2,477360% dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap. PEMBAHASAN Pengaruh Tingkat Suku Bunga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Beberapa hasil penelitian terdahulu yang membahas tentang pengaruh suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi, diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Tuwonusa et al. , . yang menunjukkan bahwa Suku Bunga Kredit Investasi memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Murialti . menunjukkan bahwa tingkat suku bunga memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Satya . yang telah melakukan penelitian sebelumnya mengenai Dampak Penurunan Bi Rate Terhadap Perekonomian Nasional memberikan hasil bahwa penurunan BI Rate dapat memacu pertumbuhan ekonomi, akan tetapi hal ini juga dapat memicu terjadinya defisit neraca berjalan dan inflasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Kusmiarso dkk . di Indonesia yang menemukan bahwa suku bunga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui pengaruhnya terhadap investasi. Pengaruh Kurs (Nilai Tuka. Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil menunjukkan bahwa koefisien regresi kurs yang bernilai positif menunjukkan adanya hubungan positif antara Kurs dengan pertumbuhan ekonomi, yaitu jika tingkat nilai tukar rupiah mengalami peningkatan, maka tingkat pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Syamsuyar . menunjukkan bahwa variabel nilai tukar rupiah terhadap dollar (Rp/Dolla. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengaruh Redistribusi Pajak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Koefisien regresi redistribusi pajak yang bernilai positif menunjukkan adanya hubungan yang searah antara redistribusi pajak dengan pertumbuhan ekonomi, yaitu jika pajak mengalami peningkatan, maka pertumbuhan ekonomi meningkat pula. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Barro dan Scully, yaitu bahwa penerimaan pajak akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi. Pengaruh Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerja mempunyai dampak yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, karena dengan bertambahnya jumlah tenaga kerja di Indonesia maka produktivitas tenaga kerja akan semakin meningkat sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini sesuai dengan teori pertumbuhan yang dikemukakan oleh Solow . bahwa pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh pertumbuhan tenaga kerja yang dilihat dari jumlah populasi. Populasi meningkatkan jumlah labor dan dengan sendirinya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan yaitu: Berdasarkan uji F yang dilakukan diperoleh hasil bahwa secara bersama Ae sama . variabel suku bunga, nilai tukar, redistribusi pajak dan jumlah tenaga kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Suku bunga berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kurs . ilai tuka. , redistribusi pajak dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut berarti bahwa apabila terjadi peningkatan pada variabel-variabel tersebut maka pertumbuhan ekonomi juga akan mengalami Dengan masih tingginya suku bunga pinjaman di Indonesia yang dapat menghambat investasi sehingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi menurun, untuk itu dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi diperlukan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif dan kondusif bagi investasi. Pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat dalam mengelola pajak agar dapat berpengaruh positif pada tingkat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dalam hal kesempatan kerja perlu mendapatkan perhatian yang lebih agar penyerapan tenaga kerja dapat terserap secara lebih maksimal. DAFTAR PUSTAKA