p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 http://mediteg. id/index. php/mediteg Pemanfaatan Aplikasi Digital Keuangan dan Digital SDM di Kecamatan Riattang Barat Kabupaten Bone Asriani Hasan1*. Andi Risfan Rizaldi2. Rini Sulistiyant3. Safril Farman4. Andreas Junaedi Abdulah5 1,3,4Program Studi Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Makassar Jl. Sultan Alauddin No. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia 1*asriani. hasan@unismuh. sulistiyanti@unismuh. 4farmansafril@gmail. 2,5Program Studi Manajemen. Universitas Muhammadiyah Makassar Jl. Sultan Alauddin No. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia 2 andi. risfan@unismuh. 5andreasjunaedi20@gmail. Abstrak Mitra pada kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah UMKM DonatAoQu yang berlokasi di Kecamatan Riattang Barat Kabupaten Bone. Beberapa masalah yang dihadapi mitra PKM terdiri yakni keterbatasan alat produksi dalam menghasilkan produksi donat atau roti dan waktu yang kurang efisien dalam proses proofing saat adonan sudah dibentuk. Selanjutnya, mitra masih melakukan pencatatan secara manual untuk transaksi keuangan dan minimnya informasi tentang pelatihan UMKM digital. Masalah selanjutnya yaitu mitra belum memilki HKI Legalitas merek dagang. Adapun solusi yang diberikan dari permasalahan yang dihadapi yaitu memberikan bantuan alat berupa mixer dan proofer, yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan menggunakan aplikasi SIAPIK untuk melakukan pencatatan transaksi keuangan dan memberikan pelatihan dan pendampingan menggunakan aplikasi Digitalent mengikuti pelatihan UMKM digital,memberikan sosialisasi dan pelatihan HKI Legalitas Merek Dagang menggunakan Aplikasi DJKI. Tujuan kegiatan PKM adalah memberikan solusi kepada mitra untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah sosialisasi,pelatihan,pendampingan, penerapan teknologi, dan evaluasi keberlanjutan program. Kata Kunci: Aplikasi DJKI. Digitalent. Produksi. SIAPIK Abstract The partner in this Community Partnership Program (PKM) activity is MSME Donat'Qu which is located in West Riattang District. Bone Regency. Some of the problems faced by PKM partners include limited production equipment in producing donuts or bread and inefficient time in the proofing process when the dough has been formed. Furthermore, partners still record financial transactions manually and there is minimal information about digital MSME training. The next problem is that the partner does not yet have trademark legal IPR. The solutions provided for the problems faced are providing assistance with tools in the form of mixers and proofers, namely providing training and assistance using the SIAPIK application to record financial transactions and providing training and assistance using the Digitalent application, taking part in digital MSME training, providing socialization and training on Brand Legality IPR. Trade using the DJKI Application. The aim of PKM activities is to provide solutions to partners to solve the Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg problems they face. The methods used in this PKM activity are socialization, training, mentoring, application of technology, and evaluation of program sustainability. Keywords: DJKI Aplication. Digitalent. Production. SIAPIK PENDAHULUAN Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah otonomi di provinsi Sulawesi Selatan. Ibu kota Kabupaten ini terletak di Watampone dengan luas wilayah 4. km2 dan memiliki penduduk A 801. Letak astronomi Kabupaten Bone bera pada 4A13Ao- 5 A6Ao lintang selatan dan antara 119 A42 - 120 A40 bujur timur. Daerah ini memiliki ragam penggunaan lahan seperti persawahan, ladang, tambak, perkebunan, hutan, dan padang rumput (BPS Kabupaten Bone, 2. Salah satu sumber penghasilan yang signifikan bagi penduduk Kabupaten Bone berdagang atau menjadi pengusaha. Hal ini terbukti dengan adanya sekitar 60. pelaku usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bone (Kurniawan. Diantara beragam UMKM tersebut, usaha kuliner mendominasi, terutama dengan jumlah UMKM kuliner 6. 956 hingga Dari segi geografisnya. Kecamatan Riattang Barat menjadi pusat UMKM kuliner dengan jumlah terbanyak 215 pelaku usaha. Oleh karena itu. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini memilih mitra UMKM dari kecamatan Riattang Barat. Salah satu UMKM yang dipilih pada kegiatan PKM ini adalah UMKM DonatAoQu yaitu sebuah usaha yang bergerak dibidang kuliner yang berfokus pada produksi varian donat dan roti. Usaha ini berdiri sejak tahun 2020 yang dipimpin oleh Bapak Fajar. Selain penjualan donat dan roti. UMKM ini juga menjual berbagai varian jenis burger, serta beragam kue kering. Selain itu. UMKM ini juga menjual berbagai jenis varian kekinian seperti milk buns, kue sus, brownies dan lainnya. Informasi yang diperoleh dari owner DonatAoQu, penjualan produksi jenis kue dapat mencapai ratarata Rp. 500 per minggu hingga omset per bulan dapat di peroleh rata-rata berkisar Rp 66. UMKM ini juga berperan sebagai pusat oleh-oleh bagi para pelanggan yang berkunjung ke Kabupaten Bone. Saat ini. UMKM DonatAoQu memiliki tiga outlet. Outlet pertama berdiri pada tahun 2020 yang berada di Jl. Mt Haryono Kabupaten Bone. Outlet kedua terletak di Bajoe yang berdiri pada tahun 2021, dan outlet ketiga terletak di Jl. Biru yang berdiri pada tahun 2023. saat ini. UMKM DonatAoQu memiliki 10 karyawan yang terdiri atas 5 karyawan berfokus pada bagian produksi dan 5 karyawan berfokus sebagai penjaga Agar penjualan produksi memiliki pengelolaan keuangan yang baik, maka dibutuhkan catatan administrasi yang rapi. Hal ini adalah salah hal yang sangat penting dan wajib menjadi perhatian bagi para pelaku UMKM. Secara real, banyak UMKM yang memiliki omset tinggi, namun tidak memliki laporan keuangan yang memadai atau sesusai dengan standar (Dinanti & Nugraha, 2. Selain itu, masih terdapat banyak UMKM yang telah melakukan pencatatan administrasi, namun masih mengandalkan sistem manual pada era Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Hasan. Rizaldi. Sulistiyant. Farman & Abdulah digitalisasi saat ini. Diketahui bahwa terotomatisasi atau berbasis digital dengan menggunakan bahasa dan metode sederhana, diharapkan dapat membantu pelaku Usaha. Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengelola administrasi (Rahma Sugihartati, 2. Selain itu permasalahan yang dihadapi UMKM yaitu transformasi digital. Menurut (Rahma Sugihartati, 2. bahwa kendala awal UMKM di era digital ini adalah keterbatas dan keterampilan literasi digital yang dimiliki oleh pelaku UMKM. Hal inilah yang menjadi kendala para pelaku UMKM di Kabupaten Bone. Selain permasalahan di atas, kendala lainnya yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Kabupaten Bone adalah terkait kepemiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), lemahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kompetensi, dan Keterbatasan Akses Pemasaran sehingga hal ini membatasi penjualan prosuk secara lokal dan menghambat ekspor dan permasalahan kuantitas produk (Bone Terkini, 2. Berdasarkan informasi sebelumnya, maka permasalahn yang dimiliki oleh mitra UMKM DonatAoQu antara lain : Aspek Produksi : permasalahan mitra yang dihadapi pada aspek ini adalah Berdasarkan hasil observasi ke mitra bahwa jumlah produksi donat atau roti yang dihasilkan masih Hal ini dikarenakan mitra hanya memiliki alat produksi dengan kapasitas yang standar yakni hanya menggunakan mixer berukuran 2kg dalam satu kali pembuatan adonan. Selain itu kendala berikutnya, terkait proses profing adonan setelah adonan Proses produksi akan terhalang jika cuaca kurang mendukung seperti hujan atau mendung dimana waktu yang diperlukan untuk proses profing dapat membutuhkan waktu hingga 4 . Aspek Manajemen : terdapat dua permasalahan yang dihadapi mitra pada aspek ini, yaitu . pencatatan transaksi administrasi khususnya pencatatan transaksi keuangan masih Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan mitra terkait catatan transaksi keuangan sehingga saat ini mitra belum memiliki laporan keuangan, . selain itu, mitra juga masih minim informasi tentang pelatihan Ae pelatihan UMKM digital sehingga keterampilan yang dimiliki oleh mitra masih minim tentang UMKM digital. Aspek Sosial Kemasyarakatan : permasalahan mitra yang terkait aspek ini adalah belum memiliki HKI legalitas merek dagang untuk UMKM DonatAoQu sehingga hal ini sangatlah beresiko jika ada pihak yang dapat melakukan sabotase pada merek dagang dari produk yang dimiliki. Tujuan PKM ini adalah memberikan solusi kepada mitra untuk memecahkan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg masalah yang dihadapinya. Berdasarkan permasalahan di atas, solusi yang ditawarkan antara lain : Aspek Produksi : memberikan bantuan alat berupa mixer dengan kapasitas 5kg atau setara 20 liter untuk pembuatan adonan dan proofer untuk profing agar waktu yang dibutuhkan pada proses tersebut lebih efisien. Aspek Manajemen : memberikan pendampingan penggunaan aplikasi digital keuangan yaitu Aplikasi SIAPIK dan aplikasi digital SDM yaitu aplikasi Digitalent. Aspek Sosial Kemasyarakatan : memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan HKI merek dagang menggunakan Aplikasi DJKI. Dengan memberikan solusi di atas, maka hal ini dapat membantu mitra dalam menyelesaikan masalahnya. Jika produksi donat yang dihasilkan meningkat, maka hal ini juga dapat mempengaruhi tingkat penjualan donat mitra. Dengan demikian, produk UMKM DonatAoQu dapat menjadi produk unggulan Kabupaten Bone sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi Hal ini juga dinyatakan oleh (Asngali & Andriani, 2. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penopang utama perekonomia daerah dan terbukti mendukung aliran keuangan dari kota ke daerah. (Yuliani & Widyakanti, 2. menyatakan bahwa memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM dapat menembus pasar modern sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun manfaat yang diperoleh dalam kegiatan PKM ini adalah . meningkatkan produk yang dihasilkan oleh mitra sehingga hal ini dapat meningkatkan produktivitas seperti mendorong motivasi karyawan dalam bekerja. Dengan demikian, hal ini dapat mengurangi turnover karyawan. manfaat penggunaan aplikasi SIAPIK dapat membantu mitra dalam proses pencatatan transaksi keuangan hingga menghasilkan laporan keuangan standar. Hal ini juga dinyatakan oleh (Firdausi Mustoffa et al. bahwa menggunakan aplikasi SIAPIK akan mempermudah dalam pencatatan transaksi bisnis yang terdiri atas pembelian, persediaan, penjualan barang dagang, piutang, hutang, dan lainnya sampai menyusun laporan keuangan. Selanjutnya Penggunaan Aplikasi Digital SDM yaitu Penggunaan Aplikasi Digitalent dapat meningkatkan literasi digital mitra sehingga menambah pengetahuan pada era transformasi digital khususnya pada bidang UMKM. (Rahmawati, 2. menyatakan bahwa peningkatan literasi digital kesenjangan dibidang teknologi informasi. Manfaat selanjutnya yaitu terkait HKI legalitas merek dagang yaitu mitra pentingnya pembuatan HKI legalitas merek dagang ketika memiliki usaha. (Semaun, 2. menyatakan bahwa merek dagang maupun jasa sangat penting diletakkan perlindungan hukum yaitu sebagai objek Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Hasan. Rizaldi. Sulistiyant. Farman & Abdulah yang terhadapnya terkait hak-hak perseorangan atau badan hukum. Dampak dari kegiatan PKM adalah pada . aspek produksi mitra dapat meningkatkan produksi dan penjualan produksi donat,. pada aspek manajemen mitra mampu menghasilkan laporan keuangan yang standar dan memilki pelatihan-pelatihan UMKM digital,. kemasyarakatan yaitu mitra memiliki pengetahuan tentang pengurusan HKI legalitas merek dagang. Adapun rekomendasi dari kegiatan PKM ini adalah mitra diharapkan apa yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan ini dapat mengaplikasikan seluruh pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan sehingga luaran dari kegiatan ini dapat II. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini yaitu : Observasi Langkah awal yang dilakukan sebelum Program Kemitraan Masyarakat (PKM) adalah melakukan Beberapa hal yang diperlu diobservasi dalam kegiatan ini yaitu : Permasalahan tentang Aspek Produksi. Bentuk observasi yang dilakukan yaitu dengan menanyakan hal terkait produksi yang dihasilkan dengan menggunakan alat yang sederhana. Permasalahan Aspek Manajemen. Bentuk observasi yang dilakukan yaitu bagaimana mitra Selanjutnya Tim PKM juga melakukan observasi tentang pelatihan apa saja yang diikuti oleh mitra selama ini. Permasalahan tentang Aspek Sosial Kemasyarakatan. Bentuk observasi yang dilakukan adalah terkait legalitas merek dagang yang dimiliki oleh mitra. Ceramah Setelah observasi dilakukan. Tim PKM juga menggunakan metode ceramah dalam pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Adapun metode ceramah yang dilakukan antara lain : Membawakan Materi Sosialisasi Tentang Pembuatan Legalitas Merek Dagang. Adapun materi yang diberikan pada kegiatan sosialisasi ini yaitu materi dalam bentuk power point yang dibuat oleh narasumber. Selain itu, narasumber juga memberikan materi https://w. Membawakan Materi Sosialisasi Tentang Peningkatan Produktivitas. Materi yang diberikan pada kegiatan sosialisasi ini yaitu dalam bentuk file power point. Membawakan Materi Sosialisasi Tentang Penggunaan Aplikasi Digital Keuangan (SIAPIK) dan Aplikasi Digital SDM (Digitalen. Materi sosialisasi tentang Penggunaan Aplikasi Digital Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Keuangan dalam hal ini Penggunaan Aplikasi SIAPIK diberikan dalam bentuk power point yang bersumber dari Buku Pedoman Aplikasi SIAPIK diterbitkan oleh Bank Indonesia. Selanjutnya, materi yang diberikan pada sosialisasi tentang penggunaan Aplikasi Digital SDM dalam hal ini Aplikasi Digitalent yaitu dalam bentuk power point yang https://digitalent. id/ . Pelatihan dan Pendampingan Rangkaian pelaksanaan kegiatan PKM selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan Dalam kegiatan ini, terdapat tiga kegiatan pelatihan yang dilaksanakan yaitu . Pelatihan Penggunaan Aplikasi DJKI. Adapun keberlanjutan pada kegiatan pelatihan ini adalah tetap memantau mitra dalam pengurusan legalitas merk dagang nya. Prose pengurusan membutuhkan waktu yang cukup . Pelatihan Pendampingan Penggunaan Aplikasi SIAPIK. Selanjutnya, pelatihan penggunaan Aplikasi SIAPIK dilaksanakan, akan dilanjutkan dengan proses pendampingan penggunaan aplikasi tersebut. Pendampingan ini dilaksanakan kurang lebih 3 bulan. Adapun pendampingan yang akan dilakukan yaitu mengarahkan mitra untuk membuat akun, penginputan data hingga menghasilkan laporan melalui aplikasi SIAPIK. Pelatihan Penggunaan Pendampingan Aplikasi Digitalent. Setelah Aplikasi Digitalent, selanjutnya dilakukan pendampingan Kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi ini adalah mengarahkan mitra untuk melakukan pembuatan akun hingga ditawarkan pada aplikasi Digitalent. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan HKI Merek Dagang Menggunakan Aplikasi DJKI Sosialisasi dan Pelatihan pembuatan HKI merek dagang ini dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 17 Agustus 2024. Kegiatan ini diikuti oleh Owner dan Mitra UMKM DonatAoQu. Selain itu. Tim PKM juga mengundang pihak guru dan mahasiswa. Adapun materi yang disampaikan pada sosialisasi ini yaitu : Aspek Hukum dalam Kegiatan Kewirausahaan . Pentingnya Memahami Legalitas Produk yang Dipasarkan . Apa itu HKI . Praktek penginputan HKI jalur gratis dan berbayar Setelah materi sosialisasi selesai dipaparkan, dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan Pembuatan HKI Merek Dagang menggunakan Aplikasi DJKI. Pada pelatihan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Hasan. Rizaldi. Sulistiyant. Farman & Abdulah penggunaan aplikasi DJKI, mitra dan beberapa peserta lainnya diajarkan cara mendaftarkan merek dagang pada aplikasi DJKI. Adapun alur proses pendaftaran merek dagang yaitu : Melakukan registrasi akun melalui . Isi seluruh formulir yang tersedia . Unggah data dukung yang dibutuhkan . Peromohonan Anda ( sudah diterima DJKI) . Jika semua dirasa sudah benar klik . Lakukan pembayaran sesuai dengan kode billing . Pesan kode pembayaran dengan klik Generate Kode Billing Berdasarkan informasi dari pelatihan pembuatan HKI merek dagang, pengurusan merek dagang secara umum, memakan waktu antara 4 hingga 18 bulan. Proses yang dibutuhkan cukup lama, karena proses verifikasi berkas Ae berkas nya bertahap dan komprehensif. Berbeda lagi jika pengurusan merek dagang melalui jalur . anpa memungkinkan bisa membutuhkan waktu lebih dari 18 bulan. Jalur gratis ini dapat diproses melalui dinas koperasi dan UKM yang bekerja sama dengan Pihak DJKI. Gambar 1 Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan HKI Legalitas Merek Dagang Gambar 2 Foto Bersama Peserta dan Tim PKM dalam Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Merk Dagang Menggunakan Aplikasi DJKI Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Digital Keuangan Menggunakan Aplikasi SIAPIK Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi SIAPIK dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 14 Ae 15 September 2024. Pada pelaksanaan kegiatan ini, diawali dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan materi tentang Pengenalan Aplikasi SIAPIK. Adapun materi sosialisasi yang diberikan yaitu : Apa itu Aplikasi SIAPIK BI. Apa Saja Manfaat Laporan Keuangan. Keunggulan Aplikasi SIAPIK . Sektor Usaha dalam Aplikasi SIAPIK Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Selanjutnya, pada pelaksanaan kegiatan pelatihan diawali dengan pembuatan akun mitra pada aplikasi SIAPIK. Adapun langkah pembuatan akun tersebut yaitu : Pada menu beranda klik Daftar . Kemudian pada menu syarat dan ketentuan centang kolom AySaya setuju dengan syarat dan ketentuanAy lalu klik . Isi kolom nama lengkap, username, email, nik dan buat password dengan ketentuan password terdiri minimal 8 karakter, menggunakan kombinasi huruf besar, nomor, dan spesial . Setelah semua kolom tersebut terisi klik daftar sekarang. Apabila pendaftaran akun telah sukses, langkah selanjutnya adalah login dengan username dan password yang telah di buat tadi . Setelah login maka akan terdapat menu penambahan usaha apa yang akan kita buat, dengan pilihan berbagai sektor, sebagai contoh kali ini kita akan menggunakan sektor manufaktur . Setelah memilih sektor manufaktur maka akan mucul beberapa kolom yang harus di isi seperti logo usaha, nama badan usaha, alamat badan Usaha, nomor telepon, nama pemilik, deskripsi usaha dan NIK . Menu selanjutnya adalah menentukan periode awal transaksi . Setelah menentukan periode awal transaksi, klik usaha yang akan di input . Setelah login input data aset . Pada menu data aset, klik tambah kemudian input nama aset, pilih kelompok aset, pilih sub kelompok aset dan input nilai perolehan dari aset . Jika seluruh aset yang di miliki telah di input, selanjutnya kita menginput data pemasok. Klik menu data kemudian klik data pemasok lalu tambah, untuk data pemasok kita perlu menginput Nama pemasok dan alamatnya. Untuk penambahan saldo awal kita dapat mengklik menu data kemudian klik data saldo awal, tekan tanda tambah kemudian pilih akun yang ingin di tambahkan misalnya kas lalu . Jika seluruh data ataupun transaksi yang kita miliki telah di Input kita dapat melihat kondisi laporan keuangan kita apakah terjadi kerugiaan atau keuntungan pada menu laporan, ada beberapa laporan keuangan yang tersedia di antaranya Laporan Neraca keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas dan lain-lain. Dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan SIAPIK yang pertama, hasil yang telah diperoleh adalah laporan keuangan yaitu Neraca dan Laporan Aset yang telah diinput pada aplikasi SIAPIK. Selanjutnya, laporan keuangan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas juga telah selesai setelah pelatihan dan pendampingan pertama telah dilaksanakan. Laporan laba rugi dan laporan arus kas ini diselesaikan kurang lebih dua bulan selama proses Setelah Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Hasan. Rizaldi. Sulistiyant. Farman & Abdulah dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penggunaan Aplikasi SIAPIK. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024 melalui hybrid. Tindak lanjut dari kegiatan monitoring yang dilaksanakan adalah diharapkan mitra tetap melanjutkan untuk menggunakan SIAPIK pencatatan keuangan pada kegiatan Gambar 3 Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi SIAPIK Gambar 4 Foto Bersama Peserta Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi SIAPIK Gambar 5 Monitoring dan Evaluasi Penggunaan Aplikasi SIAPIK Pelatihan dan Pendampingan Aplikasi Digital SDM (Penggunaan Aplikasi Digitalen. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan ini dilaksanakan selama dua hari setelah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan SIAPIK dilaksanakan. Dalam kegiatan ini, diawali dengan memberikan sosialisasi tentang pengenalan aplikasi Digitalent dan Digital Talent Scholarship (DTS). Aplikasi Digitalent merupakan salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh Kominfo yang perusahaan yang menjadi mitranya. Fitur pada aplikasi Digitalent ini dapat di manfaatkan oleh masyarakat untuk mengakses kegiatan seminar maupun pelatihan secara gratis. Untuk program dapat mengikuti pelatihan tersebut dapat mendaftar diri melalui program Digital Talent Scholarship (DTS). Adapun manfaat dari digitalent ini adalah dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada bidang digital sehingga mampu bersaing di era digitalisasi. Selain itu, digitalent ini juga memiliki manfaat untuk meningkatkan daya saing nasional sehingga dapat mempersiapkan tenaga kerja yang terampil juga memiliki keterampilan teknis. Adapun struktur untuk dapat mengakses aplikasi digitalent ini yaitu : Tahap seleksi : Pada tahap ini, memiliki proses seleksi yang ketat untuk memilih calon peserta yang memiliki potensi dan motivasi tinggi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg . Pelatihan : Program pelatihan yang intensif dengan kurikulum yang dirancang untuk mengembangkan berbasis digital. Magang : para calon peserta memiliki pengalaman kerja pada perusahaan yang menjadi mitra dari digitalent scholarship ini. Penempatan Kerja : Dengan mengikuti Digitalent Scholarship, maka alumni dapat menjadikan sertfikat yang diperoleh untuk mencari kerja di perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja Secara garis besar. Program DTS ini dibagi menjadi delapan akademi yaitu Fresh Graduate Academy (FGA). Vocatinal School Graduate Academy (VSGA). Thematic Academy (TA). Profesional Academy (PROA). Government Transformation Academy (GTA),Digital Enterpreneurship Academy (DEA). Digital Leadership Academy (DLA),Digitalent Scouting Academy (TSA). Hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan menggunakan Aplikasi Digitalent membuat proses pembuatan akun. Pada proses pembuatan akun, dibutuhkan beberapa berkas untuk proses verifikasi yaitu Warga Negara Indonesia (WNI). Memiliki No Telepon yang Aktif. Memiliki KTP. Email, dan Ijazah. Pas Photo Setelah proses pembuatan akun selesai, dilanjutkan dengan memilih pelatihan yang dapat di daftar oleh mitra sesuai dengan Untuk mitra UMKM DonatAoQu Digital Enterpreneurship Academy (DEA) karena Wirausaha. Gambar 6 Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Digitalent Hasil dari kegiatan pelatihan dan Penggunaan Aplikasi Digitalent ini adalah mitra telah memiliki akun pada aplikasi Digitalent. Dengan menggunakan akun tersebut, mitra mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan yang ditawarkan pada aplikasi Digitalent. Adapun tema pelatihan yang diikuti yaitu Pelatihan Fintech Syariah. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, mitra memperoleh pengetahuan baru, jejaring UMKM, dan mengikuti Post-Test untuk memperoleh sertifikat. Namun pada saat mitra mengikuti Post-Test, standar nilai yang diperoleh tidak memenuhi. Penyerahan Serah Terima Bantuan Alat Produksi ke Pihak Mitra Selesainya tiga kegiatan pelatihan dan pendampingan di tanggal 18 Agustus dan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Hasan. Rizaldi. Sulistiyant. Farman & Abdulah 14-15 September 2024, rangkaian kegiatan berikutnya yaitu Tim PKM menyerahkan bantuan alat produksi kepada pihak mitra UMKM DonatAoQu. Bantuan alat yang diberikan berupa Mixer berkapasitas 5 kg atau setara 20 Liter dan Proofer Pengembang Adonan yang berkapasitas hingga memuat 15 loyang. Dengan adanya bantuan alat produksi ini, mitra berterima kasih kepada tim PKM khususnya pemberi dana DRTPM Diktiristek. Kemdikbudristek Tahun anggaran 2024. mitra juga mengatakan bahwa alat ini akan membantu dalam peningkatan produksi, khususnya untuk pembuatan donat dan Dengan meningkatnya produksi yang dihasilkan, maka penjualannya juga akan ikut meningkat. Gambar 7 Serah Terima Bantuan Alat Kepada Mitra PKM IV. PENUTUP Kesimpulan Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul Ay UMKM Donatqu Dalam Memanfaatkan Aplikasi Digital keuangan dan Peningkatan Kualitas SDM Dalam Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Di Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten BoneAy berjalan dengan lancar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi sosialisasi, pelatihan dan Sosialisasi dan Pelatihan Pertama, dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2024 dengan Tema Ay Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Legalitas Merek Dagang Menggunakan Aplikasi DJKIAy. Selama kegiatan ini berlangsung, antusias peserta kegiatan sangat positif dimana peserta memperoleh pengetahuan baru tentang pentingnya legalitas ketika ingin menjadi pengusaha. Selanjutnya pelatihan dan pendampingan kedua dilaksanakan pada tanggal 14 Ae 15 September 2024. Tema pada kegiatan ini yaitu AyPelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Digital Keuangan dan Aplikasi Digitalent Dalam Meningkatkan Kualitas SDM Pendapatan EkonomiAy. Selain mitra, terdapat juga peserta lainnya dalam pelatihan ini seperti guru dan mahasiswa. Antusias peserta saat mengikuti kegiatan ini, sama halnya dengan pelaksanaan kegiatan sebelumnya. Dengan mengikuti diharapkan mitra dan peserta lainnya menerapkan tentang Aplikasi SIAPIK dan Aplikasi Digitalent. Dari pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi SIAPIK yang diberikan ke mitra, output yang dihasilkan yaitu mitra dapat laporan keuangan secara lengkap. Adapun laporan keuangan yang dimaksud yaitu Laporan Posisi Keuangan (Nerac. Laporan Rincian Aset Tetap. Laporan Laba Rugi Priode Januari dan Februari 2024, dan Laporan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 2. November 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Arus Kas. Selanjutnya penggunaan aplikasi Digitalent hasil yang diperoleh yaitu mitra telah mengikuti salah satu pelatihan yang ditawarkan pada aplikasi tersebut. Adapun tema pelatihan yang diikuti mitra adalah Pelatihan Fintech Syariah. Penggunaan Aplikasi DJKI mendaftarkan HKI legalitas merek Berdasarkan informasi yang diperoleh dari mitra bahwa legalitas merek dagang telah dilakukan pengurusan. Namun proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah Sosialisasi. Pelatihan, dan Pendampingan, rangkaian dari kegiatan ini dilanjutkan dengan serah terima bantuan alat produksi kepada mitra UMKM DonatAoQu. Harapan setelah adanya bantuan alat ini, mitra dapat meningkatkan produksi donat/roti sehingga mampu meningkatkan penjual produksinya. Saran Beberapa saran yang diberikan antara . Dalam meningkatkan aspek higienitas . Adanya perluasan pasar . Perlu lebih memanfaatkan materi pelatihan yang sesuai kebutuhan yang disediakan oleh Digitalent. Tetap menggunakan aplikasi SIAPIK dalam menghasilkan laporan keuangan memudahkan dalam memperoleh bantuan dari pemerintah. Selain itu catatan laporan keuangan yang dimiliki mitra terstandarisasi. UCAPAN TERIMA KASIH