PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . ISSN . PEMANFAATAN APLIKASI SUPERSMART TERHADAP PEMAHAMAN VOCATIONAL PLACEMENT PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA THE USE OF SUPERSMART APPLICATION TOWARDS VOCATIONAL PLACEMENT UNDERSTANDING IN SPECIAL SCHOOL TEACHERS Subagya. Priyono. Erma Kumala Sari. Arsy Anggrelanggi. Ravik Karsidi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret subagya@fkip. id*, priyono@fkip. id, ermakumalasari@fkip. arsy@staff. id, ravik@staff. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi SUPERSMART terhadap pemahaman vocational placement peserta didik berkebutuhan khusus pada guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Salatiga. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Subjek penelitian melibatkan 25 guru SLB, yaitu 22 guru perempuan dan 3 guru laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman vocational placement secara online. Data penelitian dianalisis menggunakan uji beda T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest dengan t = -3,988. dengan taraf signifikansi p = 0,001. Dengan demikian, pemanfaatan aplikasi SUPERSMART berpengaruh terhadap pemahaman vocational placement untuk peserta didik berkebutuhan khusus pada guru SLB Negeri Salatiga. Oleh karena itu, aplikasi SUPERSMART dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pemahaman vocational placement untuk peserta didik berkebutuhan khusus pada guru SLB Negeri Salatiga. Kata Kunci: aplikasi supersmart, guru sekolah luar biasa, pemahaman vocational ABSTRACT This research aims to determine the effect of SUPERSMART application on vocational placement understanding for student with special needs among teachers of Salatiga state special school. This is quantitative research with one group pretest-posttest design. The subjects were 25 teachers, consisting of 22 female teachers and 3 male teachers. The data collection technique in this research was carried out through a vocational placement understanding test in the form of an online form. Next, the research data was analyzed using the T-Test difference test. The research results show that there is a difference in the pretest and posttest results with t = -3. with a significance level of p = 0. Thus, the use of the SUPERSMART application influences the understanding of vocational placement for student with special needs among teachers of Salatiga state special school. Therefore, the SUPERSMART application can be used to increase understanding of vocational placement for student with special needs among teachers of Salatiga state special school. Keywords: special school teachers, supersmart application, vocational placement http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . ISSN . PENDAHULUAN Peserta didik berkebutuhan khusus adalah peserta didik dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan peserta didik pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi ataupun fisik (Heward, 2. Tujuan utama dari pendidikan adalah terciptanya kemandirian untuk hidup dalam Masyarakat (Pendidikan Karakter & Pembelajaran Vokasional, n. Dengan demikian, peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) di sekolah luar biasa (SLB) juga diharapkan dapat mandiri setelah lulus dari SLB. Salah satu bentuk kemandirian dari PDBK setelah lulus dari SLB adalah memiliki pekerjaan. Namun demikian, masih banyak peserta didik dengan disabilitas yang tidak mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah. Berdasarkan data Sakernas periode Februari 2021 yang diolah Pusdatik Kemnaker diperoleh bahwa jumlah penyandang disabilitas yang berada pada usia kerja atau berusia 15 tahun ke atas sebanyak 16,52 juta orang atau sekitar 8,04 persen dari total penduduk usia kerja di Indonesia. Sementara itu, jumlah penyandang disabilitas yang bekerja sebanyak 6,88 juta orang atau sekitar 5,25 persen dari total penduduk yang bekerja di Indonesia (Bidang Pengelolaan Data Ketenagakerjaan, 2. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja dengan disabilitas di Indonesia mencapai 720. 748 orang pada 2022. Jumlah ini mencapai sekira 0,53% dari total penduduk yang bekerja RI yang sebanyak 131,05 juta pada tahun lalu (Annur, 2023. Menurut laporan Indikator Pekerjaan Layak di Indonesia 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS), mayoritas pekerja disabilitas di dalam negeri menjalankan wirausaha. Pada tahun 2022, proporsi pekerja disabilitas dengan status berwirausaha sendiri mencapai 0,81% dari total penduduk bekerja secara nasional (Annur, 2023. Selain itu, terdapat kesenjangan kerja antara PDBK dengan peserta didik tanpa kebutuhan khusus setelah mereka lulus sekolah dengan PDBK cenderung mendapatkan pekerjaan yang lebih rendah dibandingkan peserta didik tanpa kebutuhan khusus setelah mereka lulus sekolah (Gold et al. , 2. Untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus dari SLB. PDBK perlu dibekali dengan keterampilan kerja, salah satunya berupa keterampilan vokasional (Berliana & Supriyanto, n. Keterampilan vokasional merupakan hal penting bagi PDBK sebagai bekal kemandiriannya pada masa depan (Aprilia et al. , 2. Keterampilan vokasional adalah suatu bentuk keterampilan yang berhubungan dengan suatu bidang http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 kejuruan yang meliputi keterampilan fungsional yang diperlukan peserta didik sebagai bekal hidup saat terjun di dunia kerja atau masyarakat. Beberapa contoh keterampilan vokasional yang dapat diberikan pada PDBK di SLB antara lain tata busana, tata boga, tata rias, perkayuan, komputer, otomotif, hantaran (Zahroh et al. , 2. Setiap PDBK membutuhkan keterampilan vokasional yang berbeda disesuaikan dengan jenis disabilitasnya (Jaya et al. , 2. Dengan demikian, sekolah perlu mempersiapkan keterampilan vokasional PDBK dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Emanuelsson, 2. bahwa kemungkinan karir peserta didik perlu ditentukan sedari dini di sekolah. Begitu juga dengan PDBK di SLB. Dalam hal tersebut, guru memegang peranan penting untuk dapat memberikan keterampilan vokasional bagi PDBK di SLB yang sesuai dengan bakat-minat mereka masing-masing. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan (Emanuelsson, 2. bahwa guru memegang peranan penting dalam mendukung karir peserta didik. Menurut (Leconte & Neubert, n. ), asesmen serta dukungan terkait keterampilan vokasional yang tepat dan sesuai bagi PDBK di SLB adalah dua hal yang penting untuk dilakukan oleh sekolah agar tercapai keberhasilan pada PDBK. Keterampilan vokasional yang tepat dan sesuai bagi PDBK di SLB perlu mempertimbangkan bakat dan minat PDBK (Fatuhrahmah et al. , 2. Oleh karena itu, guru perlu melakukan asesmen terkait bakat dan minat PDBK terlebih dahulu sebelum menentukan keterampilan vokasional yang akan dilatihkan pada PDBK. Dengan mengetahui bakat dan minat peserta didik, guru dapat memberikan dukungan keterampilan vokasional yang sesuai bagi PDBK di SLB. Dukungan terkait keterampilan vokasional bagi PDBK di SLB dapat dilakukan guru dengan cara melakukan vocational placement yang sesuai dengan bakat dan minat PDBK (Jauhari & Sunarya, n. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Leconte & Neubert, )bahwa dukungan vokasional perlu didasarkan atas hasil asesmen vokasional. Selanjutnya, dukungan terkait keterampilan vokasional bagi PDBK di SLB dalam bentuk vocational placement dapat dilakukan dengan cara menentukan keterampilan vokasional yang tepat bagi PDBK, menempatkan PDBK pada kelas keterampilan vokasional yang sesuai dengan bakat dan minat PDBK, serta menentukan program pengembangan keterampilan vokasional yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Untuk dapat melakukan vocational placement sesuai bakat dan minat PDBK, guru perlu memiliki pemahaman terkait kurikulum vokasional, konsep keberbakatan, serta alat untuk http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 melakukan asesmen bakat dan minat agar dapat melakukan vocational placement dengan baik pada PDBK di SLB. Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa ternyata masih banyak guru SLB yang mengalami kesulitan dalam melakukan vocational placement sesuai dengan bakat dan minat masing-masing peserta didik. Akibatnya, vocational placement kurang dilakukan dengan optimal. Vocational placement yang dilakukan guru pada PDBK di SLB hanya cenderung didasarkan atas ketersediaan keterampilan vokasional yang diajarkan di sekolah, belum didasarkan atas bakat dan minat PDBK. Guru juga mengalami kesulitan dalam melakukan vocational placement pada PDBK di SLB dikarenakan beberapa hal, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menentukan bakat dan minat PDBK, keberagaman jenis bakat dan minat PDBK, keberagaman jenis disabilitas dari PDBK, serta keberagaman keterampilan vokasional di SLB (Sehana et al. , 2. Selain itu, asesmen bakat dan minat pada PDBK di SLB selama ini belum dilakukan secara optimal. Belum ada alat bantu khusus berupa instrumen untuk membantu melakukan asesmen bakat dan minat PDBK di SLB. Asesmen bakat dan minat PDBK di SLB cenderung hanya didasarkan atas hasil pengamatan sehari-hari yang belum dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Belum ada instrumen untuk membantu melakukan vocational placement yang terstandar yang dapat digunakan oleh guru, khususnya yang berbasis aplikasi digital yang dapat membantu guru dalam melakukan vocational placement sesuai bakat dan minat PDBK di SLB. Sementara itu, instrumen merupakan hal penting yang dibutuhkan bagi guru dalam memberikan bimbingan pada peserta didik (Dipeolu, 2. Sementara itu, sebuah aplikasi digital bernama SUPERSMART telah dikembangkan untuk mengidentifikasi bakat dan minat peserta didik berkebutuhan khusus (Subagya et , 2. Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu guru dalam menjalankan salah satu tugasnya yaitu melakukan asesmen dalam bidang non-akademik berupa bakat dan minat pada PDBK di SLB. Aplikasi digital SUPERSMART merupakan aplikasi pertama yang dikembangkan secara digital dalam membantu guru melakukan asesmen bakat dan minat PDBK di SLB. Dengan demikian, aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu guru dalam melakukan vocational placement sesuai dengan bakat dan minat PDBK di SLB. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan aplikasi SUPERSMART terhadap http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 pemahaman vocational placement untuk peserta didik berkebutuhan khusus pada guru SLB Negeri Salatiga. Dalam penelitian ini, aplikasi SUPERSMART yang telah dikembangkan oleh peneliti dalam penelitian sebelumnya dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman guru terkait vocational placement untuk peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Negeri Salatiga. Dengan meningkatnya pemahaman guru terkait vocational placement untuk peserta didik berkebutuhan khusus, diharapkan guru SLB Negeri Salatiga dapat menentukan keterampilan vokasional yang tepat dan sesuai bagi PDBK di SLB tersebut. Selanjutnya, guru diharapkan dapat menyusun dan merencanakan program pengembangan keterampilan vokasional peserta didik berkebutuhan khusus secara tepat dan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-posttest design (Cresswell, 2. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 bertempat di SLB Negeri Salatiga dengan melibatkan 25 guru SLB Negeri Salatiga, yang terdiri dari 22 guru perempuan dan 3 guru laki-laki, sebagai subjek penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemanfaatan aplikasi SUPERSMART, sementara variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemahaman vocational placement untuk PDBK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tes pemahaman vocational placement yang berbentuk tes objektif yang disajikan dalam bentuk form Tes pemahaman vocational placement untuk PDBK terdiri dari 15 soal pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban. Aspek yang diukur dalam tes pemahaman vocational placement terdiri dari pemahaman kurikulum vokasional SLB untuk PDBK . , pemahaman konsep keberbakatan untuk PDBK . , dan pemahaman penggunaan aplikasi SUPERSMART dalam vocational placement untuk PDBK . Secara lebih jelas, contoh soal dalam tes pemahaman vocational placement dapat dilihat pada tabel 1. Selanjutnya, data penelitian dianalisis dengan menguji perbedaan hasil pretest dan posttest terkait pemahaman vocational placement untuk PDBK dengan menggunakan uji beda T-Test (Diekhoff, 1. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 1. Contoh Soal Tes Pemahaman Vocational Placement Aspek 1 Pemahaman kurikulum vokasional SLB untuk PDBK Jumlah 5 soal Pemahaman konsep keberbakatan untuk PDBK 5 soal Pemahaman penggunaan aplikasi SUPERSMART dalam vocational placement untuk PDBK 5 soal Jumlah Total 15 soal Contoh Soal Pada mata pelajaran seni budaya, setiap satuan pendidikan menyediakan A jenis seni . eni musik, seni rupa, seni teater, dan/atau seni tar. sesuai pilihan peserta didik. Harus 1 Minimal 1 Minimal 2 Minimal 3 Suatu kemampuan bawaan sejak lahir dan masih perlu mendapatkan latihan serta pengembangan supaya mencapai sebuah prestasi disebut sebagai A . Inteligensi Bakat Minat Kepribadian Identifikasi pada aplikasi SUPERSMART didasarkan pada . Pengamatan Wawancara Dokumentasi Semua teknik pengumpulan data HASIL PENELITIAN Data Demografi Berdasarkan tabel demografi pada tabel 2, dapat dilihat bahwa sebagian besar guru di SLB Negeri Salatiga berjenis kelamin perempuan . %), sementara hanya terdapat 16% guru laki-laki. Selanjutnya, guru SLB Negeri Salatiga memiliki keragaman status kepegawaian yang terdiri dari 48% guru PNS, 32% guru pK, 16% guru kontrak, dan 4% status lainnya. Berdasarkan lama bekerja, dapat dilihat bahwa 36% guru di SLB Negeri Salatiga telah bekerja selama >15 tahun, 24% telah bekerja selama >10 Ae 15 tahun, 24% telah bekerja selama >5 Ae 10 tahun, dan 16% telah bekerja selama 0 Ae 5 tahun. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 2. Data Demografi Subjek Penelitian Aspek Kategori Jenis Kelamin Status Kepegawaian Lama Bekerja Laki-laki Perempuan Guru PNS Guru pK Guru Kontrak Lainnya 0-5 tahun >5Ae10 tahun >10Ae15 tahun >15 tahun Jumlah Total Persentase (%) Total (%) Data statistik deskriptif hasil penelitian ini dapat dilihat secara rinci pada tabel 3. Dapat dilihat bahwa nilai rerata . hasil pretest adalah 13,67, sementara nilai rerata . hasil posttest adalah 20,80. Nilai pretest bergerak antara 4 sampai 22 dengan kisaran range 18 dan nilai tengah . 13, sementara nilai posttest bergerak antara 9 hingga 24 dengan kisaran range 15 dan nilai tengah . Tabel 3. Statistik Deskriptif Descriptives Kelompok Hasil Mean 95% Confidence Interval for Mean Statistic 13,67 Lower Bound 9,97 Upper Bound 17,37 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Mean Lower Bound 13,74 13,00 44,667 6,683 ,021 -1,725 20,80 http://journal. id/TIT Std. Error 1,726 ,580 1,121 ,977 18,70 PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 95% Confidence Upper Bound Interval for Mean 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis 22,90 21,28 22,00 14,314 3,783 -2,424 6,911 ,580 1,121 Uji Normalitas Berdasarkan tabel 4, dapat dilihat bahwa hasil uji normalitas nilai pretest dengan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan hasil 0,188 dengan taraf signifikasi 0,164. Sementara itu, hasil uji normalitas nilai posttest dengan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan hasil 0,254 dengan taraf signifikasi 0,010. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data nilai pretest dan posttest dalam penelitian berada dalam sebaran normal. Data uji normalitas hasil penelitian ini dapat dilihat secara rinci pada tabel 4. Tabel 4. Uji normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Kelompok Statistic Sig. Statistic Hasil 1 ,188 ,164 ,886 ,254 ,010 ,730 Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Sig. ,058 ,001 Uji Hipotesis T-Test Berdasarkan tabel 5, dapat dilihat bahwa hasil uji beda dengan T-Test menunjukkan bahwa t = -3,988, dengan taraf signifikansi 0,001. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara data nilai pretest dengan data nilai posttest. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan aplikasi SUPERSMART berpengaruh terhadap pemahaman vocational placement untuk PDBK pada guru SLB Negeri Salatiga. Data uji hipotesis T-Test hasil penelitian ini dapat dilihat secara rinci pada tabel 5. http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 5. Uji hipotesis t-test Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair PRETEST POSTTEST 7,133 Std. Deviati Std. Error Mean 6,927 1,788 Confidence Interval of the Difference Lower Upper 10,96 -3,297 Sig. -3,988 ,001 DISKUSI Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara data nilai pretest dengan data nilai posttest. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan aplikasi SUPERSMART berpengaruh terhadap pemahaman vocational placement untuk PDBK pada guru SLB Negeri Salatiga. Pemanfaatan aplikasi SUPERSMART dalam penelitian ini dilakukan dalam bentuk penggunaan aplikasi SUPERSMART oleh guru SLB Negeri Salatiga dalam mengidentifikasi bakat PDBK untuk menentukan keterampilan vokasional yang tepat guna melakukan vocational placement bagi PDBK di SLB Negeri Salatiga. Untuk mengetahui efektivitas dari pemanfaatan aplikasi SUPERSMART terhadap pemahaman vocational placement untuk PDBK dalam penelitian ini, maka dilakukan pretest dan posttest terkait pemahaman vocational placement untuk PDBK pada guru SLB Negeri Salatiga. Hasil uji beda dengan T-Test menunjukkan bahwa t = -3,988, dengan taraf signifikansi 0,001. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara data nilai pretest dengan data nilai posttest. Pemahaman vocational placement untuk PDBK pada guru dalam penelitian ini terdiri dari pemahaman kurikulum vokasional untuk PDBK, pemahaman konsep keberbakatan untuk PDBK, serta pemahaman penggunaan aplikasi SUPERSMART dalam vocational placement untuk PDBK. Sebelum menentukan keterampilan vokasional bagi PDBK, guru SLB perlu memahami konsep terkait kurikulum vokasional untuk PDBK, http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 konsep keberbakatan untuk PDBK, serta penggunaan aplikasi SUPERSMART dalam vocational placement untuk PDBK. Hal tersebut dilakukan agar guru SLB dapat memiliki pemahaman yang komprehensif terkait vocational placement untuk PDBK di SLB. Dengan memahami kurikulum vokasional SLB, guru SLB dapat membantu PDBK untuk menentukan keterampilan vokasional yang sesuai dengan kondisi PDBK. Menurut (Plotner & Dymond, 2. , kurikulum merupakan bagian yang penting dalam menentukan keberhasilan vokasional peserta didik. Oleh karena itu, salah satu hal penting yang perlu dipahami guru dalam melakukan vocational placement adalah pemahaman terkait kurikulum vokasional. Selain itu, guru SLB juga perlu memahami konsep keberbakatan PDBK agar guru memiliki pemahaman tentang bakat yang dimiliki PDBK sehingga dapat membantu PDBK untuk menentukan keterampilan vokasional yang sesuai dengan kondisi PDBK. Selanjutnya, guru SLB juga perlu untuk dapat memanfaatkan aplikasi SUPERSMART yang dapat membantu guru dalam mengidentifikasi bakat yang dimiliki PDBK sehingga dapat membantu PDBK untuk menentukan keterampilan vokasional yang sesuai dengan hasil identifikasi bakat PDBK. Pemahaman pada ketiga aspek tersebut membuat guru memiliki pemahaman yang menyeluruh terhadap vocational placement untuk PDBK di SLB. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Dutta et al. , 2. yang menjelaskan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan pelatihan merupakan prediktor dari kualitas kerja guru dalam memberikan dukungan vokasional pada peserta didik. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi SUPERSMART berpengaruh terhadap pemahaman vocational placement pada guru SLB Negeri Salatiga. Oleh karena itu, aplikasi SUPERSMART dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan pemahaman vocational placement pada guru SLB Negeri Salatiga sebagai Langkah awal untuk membantu tugas guru dalam melakukan vocational placement pada PDBK di SLB Negeri Salatiga. Namun demikian, penggunaan metode penelitian one group pretest-posttest design yang digunakan dalam penelitian ini memunculkan kelemahan akibat tidak adanya kelompok pembanding, yaitu belum dapat dikatakan secara pasti bahwa pemanfaatan aplikasi SUPERSMART adalah satu-satunya faktor atau bahkan faktor http://journal. id/TIT PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Februari 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 utama yang menimbulkan perbedaan antara nilai pretest dan posttest pada tes pemahaman vocational placement. Faktor lain yang juga dapat berperan dalam mempengaruhi pemahaman vocational placement pada guru antara lain adalah masa kerja dan latar belakang pendidikan guru. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat mengetahui secara lanjut terkait pengaruh pemanfaatan aplikasi SUPERSMART terhadap pemahaman vocational placement dengan metode dan subjek penelitian yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA