Jurnal Bimbingan dan Konseling SULUH JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING UMP http://journal. id/index. php/suluh Volume 7 Nomor 2. Maret 2022 . MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK MATERI BUDAYA HIDUP SEHAT DENGAN PENDEKATAN TAKTIS MENGGUNAKAN TEST TERTULIS PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PENDAHARA Improving Learning Outcomes Of Healthy Living Culture Materials With A Tactical Approach Using Written Test In Class IV Students Of SDN 1 Pendahara Sarjuyu SDN 1 Pendahara. Katingan. Kalimantan Tengah. Indonesia. ARTIKEL INFO Diterima Januari 2022 Dipublikasi Maret 2022 ABSTRAK Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Pendahara materi budaya hidup sehat dengan menerapkan pendekatan taktis menggunakan test tertulis pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,8 ketuntasan belajar mencapai 31 % atau 4 siswa sudah tuntas belajar dari 13 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 9 orang dengan persentase ketidak tuntasan sebesar 59 %, ini dikarenakan guru masih belum menggunakan pendekatan taktis dengan baik sehingga banyak siswa belum mampu menjawab soal tertulis dengan baik materi budaya hidup sehat. klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou 80 belum tercapai. Test tertulis diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa nilai rata-rata hasil belajar siswa 85,4 pada siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 92 % atau ada 12 siswa sudah tuntas belajar dan 1 orang belum tuntas dengan persentase sebesar 8 %. , bisa menjawab soal tertulis dengan baik materi budaya hidup sehat. Begitu juga dengan ketuntasan klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou 80 sudah tercapai. Dalam pembelajaran sangatlah tepat guru pendekatan taktis menggunakan test tertulis pada materi budaya hidup sehat. Kata Kunci : Hasil Belajar. Budaya Hidup Sehat. Pendekatan Taktis. Test Tertulis. ABSTRACT *e-mail : sarjuyuyupu@gmail. This research is Classroom Action Research (CAR). This research was carried out at SDN 1 Pendahara material on healthy living culture by applying a tactical approach using a written test in the first cycle, the average value of student learning outcomes was 8 learning completeness reached 31% or 4 students have completed learning from 13 students and 9 students who have not completed with a percentage of incompleteness of 59%, this is because teachers still have not used a tactical approach properly so that many students have not been able to answer written questions properly on healthy living culture classical completeness required of 80 has not been achieved. The written test obtained the average value of student learning outcomes, the average value of student learning outcomes was 85. 4 in cycle II with learning mastery reaching 92% or there were 12 students who had finished studying and 1 person had not finished with a percentage of , can answer well-written questions about healthy living culture. Likewise, the classical completeness required of 80 has been achieved. In learning, it is very appropriate for teachers to use a tactical approach using written tests on healthy living culture material. Keywords: Learning Outcomes. Healthy Living Culture. Tactical Approach. Written Test. A Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 Jurnal Bimbingan dan Konseling PENDAHULUAN Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan bagian integral dari program pendidikan nasional untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat Pengembangan aspek-aspek dilakukan melalui pembekalan pengalaman belajar menggunakan aktivitas jasmani terpilih serta dilakukan secara sistematis dilandasi nilai-nilai Pembekalan pengalaman belajar dilakukan dengan menjadikan siswa sebagai subjek Proses dan hasil pembelajaran diukur melalui penilaian kinerja untuk Kompetensi PJOK dikembangkan berdasarkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Pengembangan kompetensi ranah fisik dan motorik didasarkan prinsip pertumbuhan serta perkembangan fisik dan gerak hal ini sangat penting dalam masa Belajar Dari Rumah (BDR) di masa pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan sekolah sekolah pada umumnya sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran dan kesehatan guru, siswa dan seluruh warga sekolah. Pada masa sekarang ini sekolah harus mempunyai kepedulian terhadap kesehatan siswa yang ada di dalam maupun yang ada di luar dirinya, peran guru diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan siswa serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat pada saat pandemi covid-19 yang terjadi pada saat ini. Materi budaya hidup sehat kelas 4 di sekolah dasar adalah upaya untuk memperdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah Perilaku hidup bersih dan sehat juga Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat (Depkes RI, 2. Gagasan begitu pentingnya kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat siswa dalam lingkungan hidup sehat sehingga dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis sehingga diharapkan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah keadaan individu dalam rumah tangga . masyarakat Indonesia telah melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rangka, mencegah timbulnya penyakit, menanggulangi penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain, mengembangkan, dan menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber masyarakat (Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 pasal . Budaya hidup sehat yang harus dilakukan oleh setiap siswa dimulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali. Budaya hidup sehat merupakan melatih kesadaran yang dipraktekkan atas dasar pembelajaran yang menjadikan siswa dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan budaya bersih dalam bentuk perwujudan paradigma sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan jasmani yang diterapkan pada berbagai jenajng pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa dari aspek kognitif, afektif dan keterampilan . Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan berbagai macam Jurnal Bimbingan dan Konseling metode dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa proses pembelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan guru selama pembelajaran pendidikan jasmani memegang peran penting dalam mencapai Model perkembangannya bukan hanya berpusat kepada guru, akan tetapi sudah mengalami perkembangan bahwa proses mengajar dalam pendidikan jasmani lebih menekankan untuk berpusat kepada siswa, sehingga siswa memiliki peran yang lebih besar dalam proses pembelajaran. Pengunaan berbagai model pembelajaran yang bervariasi dan disesuaikan dengan karakteristik siswa serta materi ajar itu sendiri perlu untuk diterapkan dan dikembangkan. Pada makalah ini akan dijelaskan mengenai berbagai model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru penjas untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran di sekolah. Menyajikan tugas. Penyajian menggambarkan tugas bahwa peserta didik akan ditanyakan untuk memecahkan pada tugas pembelajaran. Penyajian tugas dibawa dalam bentuk pertanyaan bahwa guru berkomunikasi untuk menstimulasi peserta didik pengajaran dan gerak. Guru akan mempunya sebuah peningkatan materi yang direncanakan untuk beberapa kelas, dan menggunakan penyajian tugas/pertanyaan melewati peningkatan itu. Hal itu penting bahwa penyajian sebaiknya melengkapi peserta didik dengan informasi cukup untuk mengklarifikasi tugas dan parameter itu. guru sebaiknya berhenti sejenak untuk memberikan peserta didik informasi bahwa dia mengharapkan peserta didik untuk belajar untuk dirinya sendiri. Pada kenyataannya perlu disadari bahwa peningkatan kualitas kebersihan dalam lingkungan sekolah merupakan kewajiban Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 untuk menjaganya agar tetap bersih dengan membuang sampah pada tempatnya dan menjadi siswa yang peduli terhadap kebersihan lingkungan setelah mengetahui manfaat kebersihan dan bahaya yang Berdasarkan hasil penilaian formatif yang dilakukan di SDN 1 Pendahara di kelas 4 materi budaya hidup sehat dengan sub materi kebersihan rumah dan sekolah, menjaga kebersihan rumah dan sekolah. Membuang sampah pada tempatnya, permasalahan sampah dan cara mengatasi sampah yang diikuti oleh 13 orang siswa ternyata hasilnya masih jauh dari yang diharapkan dari 13 orang peserta yang tuntas hanya 5 orang dengan persentase ketuntasan sebesar 38% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 8 orang dengan persentase sebesar 62 %, sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal yang dipatok SDN 1 Pendahara, mata pelajaran PJOK tahun pelajaran 2019/2020 adalah 70 dengan ketuntasan klasikal yang dipatok sebesar Ou 80 METODOLOGI PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini peneliti mengumpulkan informasi dan data dari guru kelas terutama yang berkaitan dengan data siswa, situasi dan kondisi kesehatan dan lingkungan belajar siswa. Sumber data diperoleh dari hasil test tertulis siswa pada materi budaya hidup sehat pelajaran 5 kelas 4 SD semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 dengan membuat sejumlah pertanyaan tertulis pada siswa (Nawawi,2. dan juga teknik pengumpulan data dengan cara membuat seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada responden dalam hal ini yang menjadi responden adalah siswa untuk menjawabnya (Sugiono,2. Untuk membedakan kapan waktu melaksanakan test tertulis maka dibagi menjadi 2 . bagian yaitu: Pretest . est Jurnal Bimbingan dan Konseling awa. yaitu test dilakukan pada saat siklus I pertanyaan pilihan ganda dan isian untuk mengukur kemampuan siswa dalam budaya hidup bersih di kelas 4 semester 1 tahun pelajaran 2020/2021. Postest . est awa. yaitu test dilakukan pada siklus II dilakukan setelah perbaikan yang dilakukan guru dengan tujuan untuk mengukur dan membandingkan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I pembelajaran dengan menggunakan pertanyaan pilihan ganda dan isian untuk mengukur kemampuan siswa dalam budaya hidup bersih di kelas 4. Sesuai dengan judul, rumusan masalah dan tujuan penelitian maka jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Arikunto,2006. Penelitian ini akan dilakukan di SDN 1 Pendahara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Pendahara Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan berjumlah 13 siswa terdiri dari 7 siswa lakiAe laki dan 6 siswa perempuan. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua siklus dalam tiap siklus akan dilakukan beberapa tahap yaitu: Perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refisi dan refleksi. Sebagaimana pada gambar siklus dibawah ini:Memberikan pertanyaan pada saat melakukan aktivitas jasmani yang harus dipraktekan oleh siswa, akan mendorong pada kemampuan perkembangan kognitif sekaligus psikomotor siswa. Maka seorang guru harus pembelajaran dengan baik (Metzler, 2. Pendekatan menekankan kepada keaktifan bergerak dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran pendidikan jasmani (Iskandar & Agustan. Pendekatan taktis dapat menjadi salah Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 satu alternatif untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, serta memberi banyak ruang bagi siswa untuk keterampilan teknik dalam situasi bermain, seperti yang dikemukakan oleh (Subroto, 2. menjelaskan bahwa: Pendekatan taktis adalah suatu cara untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang konsep bermain melalui penerapan teknik yang tepat sesuai dengan masalah atau situasi permainan. Dengan menggunakan pendekatan taktis menyadari ketertarikan teknis dan peningkatan performa bermain, sedangkan pendekatan taktik bermain membantu memikirkan guru untuk menguji kembali pandangan filosofis mereka pada pendidikan bermain. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Model pembelajaran dalam pendidikan jasmani menjadi bagian penting untuk dapat mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran pembelajaran penjas terdiri dari berbagai macam model yang dapat diterapkan oleh guru, diantaranya yaitu model pembelajaran konvensional, model inkuiri, model kooperatif dan model pembelajaran taktis. Setiap model pembelajaran memiliki karakteritik dan tujuan capaian yang berbeda, sehingga perlu diterapkan oleh guru penjas di sekolah. Penerapan berbagai model pembelajaran pada pendidikan jasmani dapat membantu untuk menciptakan kondisi belajar yang kebih efektif, efisien dan menyenangkan. Pemilihan dan penerapan model pembelajan yang tepat juga dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki, baik dari segi kognitf, afektif dan psikomotor. Model mengajar taktis memungkinkan guru Jurnal Bimbingan dan Konseling berkarakter, diantaranya adalah sebagai berikut: . Cinta Tuhan dan segenap ciptaannya, . Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, . Kejujuran /amanah dan kearifan, . Hormat dan santun, . Dermawan, suka menolong dan gotong royong/ kerjasama, . Percaya diri, kreatif dan bekerja kerja, . Kepemimpinan dan keadilan, . Baik dan rendah hati, . Toleransi kedamaian dan kesatuan karakter bangsa merupakan aspek penting dari pembentukan kualitas sumber daya manusia karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa dan negara. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat ditempuh melalui perbaikan sistem pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter siswa sejak tingkat pra sekolah sampai perguruan tinggi. Pembentukan meningkatkan perilaku individu dilaksanakan secara berkesinambungan yang melibatkan aspek knowledge, feeling dan acting (Tadkiroatun Musfiroh, 2008: . Karakter mengacu pada serangkaian . , . , dan ketrampilan . , dengan usaha yang sengaja dilakukan untuk membantu masyarakat, memahami perilaku orang lain, peduli dan bertindak serta memiliki ketrampilan atas nilai-nilai etika, untuk mengajarkan nilai-nilai tradisional tertentu yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Tujuan pembelajaran budaya hidup bersih untuk memperdayakan setiap peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tau, mau, dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan menerapkan budaya hidup sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat, meningkatkan pengetahuan tentang budaya hidup sehat bagi setiap siswa, guru, dan masyarakat lingkungan meningkatkan peran serta aktif setiap siswa, guru, dan masyarakat lingkungan Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 sekolah berbudaya hidup sehat di sekolah. Memandirikan setiap siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah berbudaya hidup sehat. Manfaat pembelajaran budaya hidup bersih untuk meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit, meningkatkan semangat belajar, meningkatkan produktivitas belajar, menurunkan angka absensi karena sakit, manfaat bagi warga sekolah, meningkatnya semangat belajar siswa berdampak positif terhadap pencapaian target dan tujuan, menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan oleh orangtua, meningkatnya citra sekolah yang positif, adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan budaya hidup sehat di sekolah, adanya dukungan buku pedoman dan media promosi budaya hidup sehat di , mempunyai lingkungan sekolah yang sehat, dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh sekolah Pembentukan Karakter Pemerintah melalui UU no 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter bangsa yang bermartabat. Dalam membentuk, menumbuhkan, karakter dan kepribadian anak, dapat dilakukan melalui pola perilaku hidup bersih dan sehat melalui indikator di sekolah agar siswa dapat menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam tindakan nyata seharihari. Kebersihan adalah hal yang sangat penting bagi manusia, baik kebersihan diri maupun lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih akan membuat penghuninya sehat. Sebaliknya, lingkungan yang kotor membuat penghuninya akan mudah terserang penyakit. Lingkungan yang kotor akan menjadi tempat hidup dan berkembangnya kuman dan bibit Begitu pentingnya kebersihan ini, kita semua berkewajiban untuk menjaganya agar lingkungan di sekitar kita tetap bersih. Kebersihan akan membuat kita sehat Jurnal Bimbingan dan Konseling dan terhindar dari penyakit. Ciri-ciri lingkungan yang bersih antara lain bersih dari sampah, sanitasi atau saluran air lancer, memiliki air bersih, artinya air tersebut tidak kotor, tidak berwarna, tidak bau, dan tidak berasa, ruang terbuka banyak ditumbuhi pohon yang memberi kesejukan dan keasrian. Rumah yang sehat adalah rumah yang bersih. Kita harus selalu berusaha menjaga kebersihan rumah sebab rumah adalah tempat tinggal menetap sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan. Di rumahlah semua anggota keluarga bisa berkumpul juga Berarti, rumah yang sehat bukan harus yang mewah. Rumah yang sederhana pun akan menjadi rumah sehat bila dipelihara dengan baik dan selalu dijaga kebersihannya. Rumah sehat membuat nyaman untuk dihuni dan akan membuat penghuninya sehat juga. Ciri-ciri rumah sehat, antara lain rumah cukup mendapat sinar matahari sehingga tidak pengap, rumah memiliki ventilasi udara yang cukup, sehingga selalu mendapat udara yang segar, rumah yang sehat adalah rumah yang Kita harus selalu berusaha menjaga kebersihan rumah sebab rumah adalah tempat tinggal menetap sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan. Di rumahlah semua anggota keluarga bisa berkumpul juga beristirahat, rumah yang sehat bukan harus yang mewah. Rumah yang sederhana pun akan menjadi rumah sehat bila dipelihara dengan baik dan selalu dijaga kebersihannya. Rumah sehat membuat nyaman untuk dihuni dan akan membuat penghuninya sehat juga. Agar kondisi rumah terjaga kebersihannya, kita harus rutin membersihkannya. Cara yang dapat kita lakukan untuk membersihkan lingkungan rumah antara lain, bersihkanlah secara rutin lantai rumah dan usahakan mengepelnya, bukalah jendela setiap pagi agar cukup terkena sinar matahari dan udara segar, bersihkanlah kamar mandi minimal seminggu sekali, tanami pekarangan dengan pepohonan agar lingkungan menjadi asri. Jadi. Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 jagalah lingkungan rumahmu agar tetap bersih. Kebersihan rumah adalah tanggung jawab semua anggota keluarga di rumah tersebut. Agar pekerjaan membersihkan lingkungan rumahmu terasa ringan dan cepat sebaiknya dikerjakan bersama-sama dengan semua anggota keluarga. Sekolah adalah tempat untuk kita belajar bersama menuntut ilmu dan juga tempat bermain bersama teman-teman Untuk itu, selain lingkungan rumahmu, kita pun harus menjaga kebesihan lingkungan sekolahmu. Kewajiban membersihkan lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab semua warga sekolah. Sekolah biasanya memiliki ruang kelas, ruang guru, kamar mandi, kantin, ruang perpustakaan, dan lain-lain. Jagalah kebersihan semua ruangan dan lingkungan sekolahmu. Sekolah yang bersih dan tertata dengan rapi akan membuat nyaman dan warga sekolah betah Jadi tidak hanya kewajiban penjaga sekolah saja untuk membersihkan lingkungan sekolah. Kamu sebagai warga Cara menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang dapat kamu lakukan antara lain biasakanlah buang sampah pada tempatnya dan jangan buang sampah sembarangan, uang air besar dan kecil di kamar mandi atau kamar kecil yang disediakan, buatlah jadwal piket kebersihan di kelasmu sehingga kamu merasa bertanggung jawab menjaga kebersihan, kegiatan-kegiatan membersihkan lingkungan sekolah bersamasama, misalnya dengan menjalankan program jumat bersih. Kebersihan sekolah akan memberi banyak manfaat bagimu. Beberapa manfaat yang kamu rasakan antara lain lingkungan sekolah menjadi bersih, kelihatan indah, nyaman untuk ditempati, kebiasaan menjaga kebersihan di sekolahmu akan menjadi kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan di mana saja, kegiatan belajar Jurnal Bimbingan dan Konseling mengajar di sekolah menjadi lancer, terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan sekolah yang kotor seperti, demam berdarah, diare, dan lain-lain Sampah adalah benda-benda yang sudah tidak dipakai lagi. Sampah bisa berupa limbah rumah tangga, limbah industri, limbah bekas olahan manusia, dan sebagainya. Sampahsampah ini bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu: sampah basah atau sampah organik adalah sampah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, pembusukan secara alami. Misalnya, daundaunan, sisa sayuran, sisa buah-buahan, dan lain-lain. Sampah kering atau sampah anorganik adalah sampah yang tidak Misalnya, plastik, karet, botol, logam, dan lain-lain. Sampah berbahaya adalah sampah yang sangat membahayakan bagi lingkungan Misalnya, limbah beracun dari industri, baterai bekas, dan lain-lain. Sampah basah atau sampah organik adalah sampah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, sisa makanan, dan bisa mengalami pembusukan secara alami. Misalnya, daun-daunan, sisa sayuran, sisa buah-buahan, dan lain-lain. Sampah kering atau sampah anorganik adalah sampah yang tidak mengalami pembusukan secara alami. Misalnya, plastik, karet, botol, logam, dan lain-lain. Sampah berbahaya adalah sampah yang sangat membahayakan bagi lingkungan Misalnya, limbah beracun dari industri, baterai bekas, dan lain-lain. Sampah basah atau sampah organik adalah sampah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, sisa makanan, dan bisa mengalami pembusukan secara alami. Misalnya, daun-daunan, sisa sayuran, sisa buah-buahan, dan lain-lain. Sampah kering atau sampah anorganik adalah sampah yang tidak mengalami pembusukan secara alami. Misalnya, plastik, karet, botol, logam, dan lain-lain. Sampah berbahaya adalah sampah yang sangat membahayakan bagi lingkungan Misalnya, limbah beracun dari industri. Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 baterai bekas, dan lain-lain. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa hasil belajar PJOK materi budaya hidup sehat dengan menerapkan pendekatan taktis menggunakan test tertulis diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,8 pada siklus I ketuntasan belajar mencapai 31 % atau 4 siswa sudah tuntas belajar dari 13 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 9 orang dengan persentase ketidak tuntasan sebesar 59 %, ini dikarenakan guru masih belum menggunakan pendekatan taktis dengan baik sehingga banyak siswa belum mampu menjawab soal tertulis dengan baik materi budaya hidup sehat. Begitu juga dengan ketuntasan klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou 80 belum tercapai maka dengan demikian penelitian dilanjutkan ke siklus Dari hasil analisa data pada siklus II setelah dilakukan perbaikan pembelajaran dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pendekatan taktis menggunakan test tertulis diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa nilai rata-rata hasil belajar siswa 85,4 pada siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 92 % atau ada 12 siswa sudah tuntas belajar dan 1 orang belum tuntas dengan persentase sebesar 8 %. , bisa menjawab soal tertulis dengan baik materi budaya hidup sehat. Begitu juga dengan ketuntasan klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou 80 sudah tercapai maka dengan demikian penelitian ini dihentikan sampai pada siklus II. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Pendahara Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan dengan materi budaya hidup sehat dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 13 siswa diperoleh hasil belajar PJOK materi budaya hidup sehat dengan menerapkan pendekatan taktis menggunakan test tertulis diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,8 pada siklus I ketuntasan belajar mencapai 31% atau 4 siswa sudah tuntas belajar dari 13 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 9 Jurnal Bimbingan dan Konseling orang dengan persentase ketidak tuntasan sebesar 59 %, ini dikarenakan guru masih belum menggunakan pendekatan taktis dengan baik sehingga banyak siswa belum mampu menjawab soal tertulis dengan baik materi budaya hidup sehat. Begitu juga dengan ketuntasan klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou 80 belum tercapai belum tercapai maka dengan demikian penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya. Hasil analisa data dapat dijelaskan bahwa dengan menggunakan pendekatan taktis materi budaya hidup sehat diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa 85,61 pada siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 92 % atau ada 12 siswa sudah tuntas belajar dan 1 orang belum tuntas dengan persentase sebesar 8 %, bisa memamfaatkan waktu dengan baik. Begitu juga dengan ketuntasan klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou 80 sudah tercapai maka dengan demikian penelitian ini dihentikan sampai pada siklus II. Dari hasil belajar yang diperoleh dari siklus I ke siklus II terus menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan, dimana pada siklus I diperoleh rata Ae rata hasil belajar mencapai 67,6 kemudian meningkat pada siklus II menjadi 85,61, terjadi peningkatan sebesar 18 poin, kemudian jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 4 orang dengan persentase sebesar 31 %, kemudian pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 12 orang dengan persentase sebesar 92 % terjadi peningkatan sebesar 61 poin, demikian juga dengan ketuntasan klasikal materi budaya hidup sehat pada semester I tahun pelajaran 2020/2021 dengan demikian materi budaya hidup sehat menerapkan tertulisyang dipatok sebesar Ou80 % juga sudah tercapai, maka dengan demikian, semua indikator yang dipersyaratkan terpenuhi maka penelitian ini dihentikan sampai pada siklus II. Sarjuyu Issn :2460-7274 E-Issn :26858045 KESIMPULAN Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Pendahara materi budaya hidup sehat dengan menerapkan pendekatan taktis menggunakan test tertulis pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,8 ketuntasan belajar mencapai 31 % atau 4 siswa sudah tuntas belajar dari 13 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 9 orang dengan persentase ketidak tuntasan sebesar 59 %, ini dikarenakan guru masih belum menggunakan pendekatan taktis dengan baik sehingga banyak siswa belum mampu menjawab soal tertulis dengan baik materi budaya hidup sehat. Begitu juga dengan ketuntasan klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou 80 belum tercapai. Menerapkan pendekatan taktis menggunakan test tertulis diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa nilai rata-rata hasil belajar siswa 85,4 pada siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 92 % atau ada 12 siswa sudah tuntas belajar dan 1 orang belum tuntas dengan persentase sebesar 8 %. , bisa menjawab soal tertulis dengan baik materi budaya hidup sehat. Begitu juga dengan ketuntasan klasikal yang di persyaratkan sebesar Ou80 sudah tercapai. Dalam pendekatan taktis menggunakan test tertulis pada materi budaya hidup sehat. DAFTAR PUSTAKA