Vol. No. 2, 2024, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202424928 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2476-9886 (Prin. ISSN: 2477-0302 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jppi Pengembangan media gambar berbasis metode global untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar Febri Elsa Manora Simamora*). Andina Halimsyah Rambe Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Membaca merupakan keterampilan yang dibutuhkan oleh siswa tingkat SD. dengan menggunakan media gambar siswa akan lebih mudah memahami dan lebih bersemangat dalam pembelajaran membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan dan keefektifitasan media gambar berbasis metode global guna meningkatkan kemampuan membaca dan menciptakan proses belajar yang lebih menarik dan menyenangkan siswa kelas I SD Negeri 101500 Batugana. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yaitu: Analysis . Design . Development . Implementation . , dan Evaluation . Teknik pengumpulan data dengan lembar validasi, angket dan tes. Teknik Analisa data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Analisa data kualitatif untuk mendeskripsikan pendapat, saran, dan tanggapan validator, sedangkan data kuantitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi penilaian produk dan tes kelas. Dari hasil validitas oleh ahli materi, ahli media serta uji coba lapangan yang dilakukan oleh guru dan siswa dapat diketahui masuk kedalam kategori sangat layak. Hasil tes pre test 57,5 dan post test 87,9 menunjukkan kenaikan sebesar 30,4, sehingga diperoleh hasil N-Gain sebesar 0,13 dengan kategori Maka dapat disimpulkan bahwa media gambar yang dikembangan sangat layak, sangat praktis serta efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I. Received Sept 28th, 2024 Revised Oct 26th, 2024 Accepted Nov 24th, 2024 Keywords: Kepraktisan Keefektifitasan Media gambar Membaca siswa Metode Global A 2024 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Febri Elsa Manora Simamora. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: febri. elsamanorasimamora@uinsu. Pendahuluan Pembelajaran merupakan kegiatan pendidikan di sekolah yang berfungsi membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar tumbuh ke arah positif. Maka cara belajar siswa . ubyek belaja. di sekolah diarahkan dan tidak dibiarkan berlangsung sembarangan tanpa tujuan. Meningkatkan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak Yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan terutama bagi guru pada tingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) karena pada tingkat inilah Yang pertama dan paling utama dalam membentuk peserta didik (Rambe. Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan memungkinkan orang tersebut mampu mempertinggi daya pikirannya, mempertajam pandangannya, dan memperluas wawasannya. Oleh karena itu, pembelajaran membaca di sekolah mempunyai peranan yang Simamora. M & Rambe. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Dalam pembelajaran membaca, guru dapat memilih wacana-wacana yang berkaitan dengan tokoh nasional, kepahlawanan, kenusantaraan, dan kepariwisataan. Selain itu melalui contoh pembelajaran membaca, guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar, dan kreativitas anak didik (Irdawati et al. , 2. Pondasi dasar kemampuan akademik adalah keterampilan membaca. Membaca adalah fungsi tertinggi yang berasal dari otak manusia, sehingga dapat dikatakan bahwa setiap proses belajar didasarkan pada kemampuan Membaca menjadi media bagi anak untuk mengetahui dan mencari informasi. Pengenalan huruf merupakan salah satu langkah awal mengajarkan anak agar mampu membaca dengan baik. Pengenalan huruf ini merupakan dasar yang diperlukan agar anak mampu membaca serangkaian huruf dengan baik. Tanpa mengenali huruf, anak tidak mungkin dapat membaca suatu teks kalimat ataupun membaca kata dengan baik. Ditambah lagi huruf-huruf vokal merupakan pelajaran mendasar yang harus dikuasai oleh anak/peserta didik. Membaca permulaan merupakan suatu materi yang terdapat pada pelajaran Bahasa Indonesia yang memiliki ruang lingkup dari beberapa aspek seperti: mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis (Azkia & Rohman, 2. Dalman . mengemukakan bahwa Aumembaca permulaan merupakan suatu keterampilan awal yang harus dipelajari atau dikuasai oleh pembaca. Ay Maksudnya ialah, tahap membaca permulaan merupakan tahapan awal atau jenjang awal seseorang dalam menguasai beberapa teknik dalam membaca dari awal sampai seseorang tersebut benar-benar mampu membaca dan mengetahui makna atau memperoleh sebuah informasi dari sebuah bacaan tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa membaca permulaan merupakan ajang awal seseorang dalam membaca dengan lantang dan percaya diri. Hal ini karena kegiatan tersebut telah dipelajari dari awal dengan tahap-tahap yang runtut dan dengan metode yang benar dan tepat. Tahap membaca permulaan pada umumnya dimulai sejak anak memasuki sekolah dasar. Tahap membaca permulaan ini bertujuan untuk mengenalkan huruf kepada siswa. Apabila siswa telah mengetahui huruf dan dapat memadukannya menjadi kata maka selanjutnya siswa diajarkan untuk melafalkan kata-kata tersebut. Pada membaca permulaan, fokus utama pembelajarannya adalah siswa mampu melek huruf. Artinya, siswa harus mampu mengenal huruf, mengidentifikasi, mengklasifikasikan huruf, mampu merangkai huruf menjadi suku kata, kata, serta kalimat. Membaca permulaan ini dimulai dengan pengenalan huruf vokal dan huruf konsonan. Setelah siswa mengenal huruf vokal dan huruf konsonan, siswa dikenalkan untuk merangkai huruf-huruf tersebut menjadi sebuah suku kata. Selanjutnya, suku kata yang telah dikenalkan kemudian dirangkai menjadi sebuah kata dan kalimat sederhana. Dapat disimpulkan bahwa membaca permulaan merupakan tahap awal yang diberikan kepada siswa sekolah dasar kelas awal untuk belajar mengenal huruf atau simbol bunyi dan menyuarakannya sebagai dasar siswa untuk membaca selanjutnya. Jika siswa memiliki kemampuan membaca permulaan yang baik maka Akan mudah untuk menguasai materi (Herianti et al, 2. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh seorang guru yaitu harus tepat dalam memilih suatu model/metode dalam proses pembelajarannya agar dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa menjadi lebih bermakna dan akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagaimana yang diketahui bahwasanya model pembelajaran itu termasuk alat untuk melakukan interaksi antara siswa dengan guru menjadi lebih aktif dan Jika guru salah dalam memilih model pembelajaran maka bisa membuat siswa menjadi bosan dan jenuh (Rambe. Terdapat beberapa model pembelajaran yang bisa diterapkan guru dalam pembelajaran seperti model metode global (Harianja, & Sapri. Metode Global merupakan metode yang mudah untuk dipahami oleh siswa. Menurut Depdikbud dalam Permatasari . metode ini memulai pengajaran membaca permulaan dengan membaca kalimat secara utuh yang ada di bawah gambar, membaca kalimat tanpa gambar, menguraikan menjadi kata, menguraikan kata menjadi suku kata, dan menguraikan suku kata menjadi huruf. Sejalan dengan pendapat Hairuddin dalam Dewi . Menyatakan bahwa metode global adalah metode kalimat. Dalam metode ini disajikan pertama kali kepada murid adalah kalimat seutuhnya. Kalimat tersebut dituliskan di bawah gambar yang sesuai dengan isi kalimatnya. Gambar itu ditunjukkan untuk mengingatkan murid kepada kalimat yang ada dibawahnya. Setelah berkali-kali membaca, murid dapat membaca kalimat-kalimat itu secara global tanpa gambar. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode Global merupakan metode pengajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan membaca kalimat secara utuh kemudian diuraikan menjadi sebuah kata, suku kata dan menjadi sebuah huruf. Media pembelajaran bervariasi seperti media gambar ini sangat membantu dalam penerapan metode Global, karena media gambar ini juga sesuai dengan metode yang akan diterapkan. Menurut Hamalik dalam Siregar . menyatakan Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual ke dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan atau pikiran yang bermacam -macam seperti lukisan, potret, slide dan lain-lain, sehingga dengan adanya media gambar ini akan menarik perhatian Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Pengembangan media gambar berbasis metode globalA siswa lebih serius dan juga dengan media ini dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa terutama pada kemampuan membaca siswa kelas I (Herianti et al. ,2. Rendahnya kemampuan membaca siswa juga ditemukan di SDN 101500 Batugana. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas I yang dilakukan di SDN 101500 Batugana, peneliti menemukan permasalahan diantaranya: . terdapat beberapa siswa yang belum lancar dalam membaca. siswa masih kesulitan dalam mengeja dan membaca perkata. kurangnya motivasi siswa untuk membaca sehingga kemampuan membaca yang dimiliki siswa sangat rendah. pada proses pembelajaran masih kurangnya variasi pembelajaran seperti penggunaan model/metode dan penggunaan media pembelajaran sebagai pendukung dalam proses mengajar sehingga siswa kurang bersemangat/tertarik dalam mengikuti proses Berdasarkan dari beberapa permasalahan yang ditemui maka diperlukan suatu upaya melalui mengimplementasikan metode, media pembelajaran utuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Media pembelajaran adalah semua alat atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud dan tujuan untuk menyampaikan informasi pembelajaran dari guru kepada anak didik (Rambe. Metode yang dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa yaitu metode yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Hal ini dilakukan agar dalam pembelajaran siswa akan bersemangat dan tidak cepat Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca khususnya pada membaca permulaan yaitu menggunakan Metode Global. Dengan permasalahan yang dihadapi siswa kelas I SDN 101500 Batugana, diperlukan media pembelajaran yang dirasa cocok untuk diterapkan yaitu media gambar. Pemilihan media gambar yang dilakukan oleh guru tidak tanpa alasan, media gambar dirasa sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran siswa kelas rendah karena sederhana, efisien dan mudah digunakan. Selain itu siswa kelas rendah, lebih senang bermain daripada belajar membaca, sehingga guru harus memfasilitasi proses pembelajaran dengan cara bermain sambil belajar. Penggunaan media gambar dapat diasumsikan sebagai proses pembelajaran sambil bermain, karena gambar merupakan benda konkrit yang dapat disentuh seperti sedang bermain (Oktaviyanti et al. , 2. Berdasarkan hasil pengamatan yang saya lakukan di SDN 101500 Batugana untuk materi membaca di kelas I, guru tidak memanfaatkan media pembelajaran. Guru hanya sekedar menjelaskan menggunakan metode ceramah dan metode Tanya jawab kepada siswa. Hal ini menjadikan siswa menjadi sangat bosan dalam belajar dan masih banyak lagi siswa yang belum bisa membaca. Hal inilah yang memotivasi peneliti untuk menciptakan dan mengembangkan media pembelajaran gambar berbasis metode global yang bisa digunakan untuk mengembangakan kemampuan membaca siswa di kelas I. Penggunaan metodologi Global ini sangat efektif dan baik digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Cara yang dilakukan dalam metode global ini adalah guru menampilkan kalimat dibawah gambar, tetapi metode global ini juga dapat dilakukan dengan cara, menampilkan sebuah kalimat, kemudian dibawahnya diuraikan menjadi suku kata, kemudian dibawahnya diuraikan lagi menjadi huruf. Melalui metode global ini pembelajaran membaca mejadi lebih menarik dan membuat siswa lebih aktif. Sehingga siswa yang belum dapat membaca merasa terbantu dengan adanya media gambar dan kartu-kartu huruf bagi siswa yang sudah dapat membedakan huruf akan lebih jelas dalam menyambung suku kata menjadi kalimat dan siswa juga dapat mengerti isi yang dibaca, karena siswa membaca kalimat atau kata berdasarkan gambar (Sadue, 2. Melalui permasalahan yang sudah diuraikan, untuk meningkatakan kemampuan membaca siswa kelas I bisa menerapkan metode global. Penelitian ini bertujuan guna melihat bagaimanakah pengaruh pemberian metode global untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas I SDN 101500 Batugana (Yani et al. , 2. Berdasarkan dari penjelasan diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian pengembangan dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Gambar Berbasis Metode Global Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas I Di SDN 101500 Batugana bertujuan untuk memastikan kelayakan media gambar sebagai alat bantu mengajar bagi siswa berdasarkan Metode Global. Melalui penelitian ini, diharapkan guru semakin kreatif dalam menciptakan media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan peneliti diberi nama AuMedia GambarAy berbasis metode global agar lebih mempermudah siswa dalam materi membaca. Selain itu, dengan menggunakan media pembelajaran ini diharapkan proses belajar mengajar akan semakin menarik dan membuat siswa lebih bersemangat untuk belajar. Metode Media pembelajaran gambar ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Research and Development (R&D) merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Metode penelitian dan pengembangan atau dalam Bahasa inggris Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Pada penelitian pengembangan ini peneliti membuat Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Simamora. M & Rambe. Vol. No. 2, 2024, pp. sebuah media pembelajaran berupa Media Gambar berbasis metode global yang akan membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan membaca dengan menggunakan kartu-kartu huruf yang sesuai dengan bacaan siswa, menguraikan kalimat menjadi kata menjadi suku kata. menjadi huruf. Sehingga siswa yang belum dapat membaca merasa terbantu dengan adanya media gambar tersebut. Metode penelitian R&D memiliki 5 langkah, dikenal dengan pendekatan ADDIE yaitu singkatan dari Anaysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation (Widyowati et al. , 2. Tahap analisis dari penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan observasi di kelas I SD Negeri 101500 Batugana tahun pembelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tahap persiapan hingga selesai tahap pelaksanaan, dimulai pada bulan Agustus 2024 sampai dengan November 2024. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas lembar validasi, pemberian angket dan tes kelas. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: intrumen tes awal dan akhir, lembar observasi guru dalam pelaksanaan penggunaan media gambar. Penelitian ini menggunakan angket validasi. Pengujian validasi yang dilakukan oleh ahli materi adalah Ibu Dr. Zunidar. Pd dan ahli media yaitu Ibu Aufa. Pd. I sehingga kelayakan media gambar dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan membaca siswa kelas I di SD Negeri 101500 Batugana. Analisis data dilakukan untuk melihat nilai masing masing aspek. Data diperoleh dari angket yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, angket respon guru & siswa, dan hasil tes kelas peserta didik. Tehnik analisis data mempunyai langkah langkah sebagai berikut: Data kuantitatif digunakan untuk mengolah data berbentuk angka-angka yang diperoleh melalui angketangket penilaian produk menggunakan skala likert yaitu. sangat baik (SB), baik (B), cukup (C), kurang (K), dan sangat kurang (SK) Tabel 1. Ketentuan Pemberian Skor Kategori Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) Sangat Kurang (SK) Sumber: Sugiyono . Skor Angka-angka yang diperoleh melalui angket-angket menggunakan skala likert kemudian dianalisis melalui perhitungan persentase skor item pada setiap pertanyaan dalam angket. Adapun rumus persentase yang peneliti gunakan adalah sebagai berikut: Ocycu ycy = Oc ycu100% ycuIO Keterangan: : Persentase kelayakan / kevalidan Ocx : Jumlah skor yang diperoleh dari validator Ocxi : Jumlah skor maksimal Hasil yang diperoleh dari perhitungan persentase kemudian ditentukan tingkat kelayakan dan kevalidannya menggunakan konversi skala tingkat pencapaian sebagai berikut: Tabel 2. Konversi Tingkat Pencapaian dengan Skala Lima Skala Likert Skor (%) Kategori Sangat kurang Kurang Layak Cukup layak Layak Sangat layak Sumber: Purwanto . Kriteria Produk gagal, revisi totalisi produk Revisi dengan meneliti kembali bagian yang kurang baik Produk dapat dipakai dengan merevisi bagian yang merupakan kelemahan Produk dapat dilanjutkan dengan menambahkan hal-hal yang dianggap kurang Produk siap dipakai dilapangan tanpa revisi Tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas penggunaan produk yang Tes diberikan sebanyak 2 kali berupa pretest dan postest. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Pengembangan media gambar berbasis metode globalA Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tahap persiapan hingga selesai tahap pelaksanaan, dimulai pada bulan Agustus 2024 sampai dengan November 2024 di SD Negeri 101500 Batugana. Metode penelitian dan pengembangan memiliki 5 langkah, dikenal dengan pendekatan ADDIE yaitu singkatan dari Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation (Agustien et al. , 2. Berikut ini adalah hasil dari penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan sebagai berikut: Analysis (Analisi. Langkah awal ini dilakukan dengan melakukan identifikasi masalah belajar di kelas. Beberapa permasalahan pada pembelajaran membaca di kelas I SD Negeri 101500 Batugana berdasarkan observasi dan wawancara, dapat diterangkan sebagai berikut: . Guru tidak menggunakan media pembelajaran pada saat poses belajar, sehingga terdapat beberapa siswa yang belum lancar dalam membaca. Beberapa siswa juga kesulitan dalam mengeja dan membaca perkata. Pada proses pembelajaran masih kurangnya variasi pembelajaran seperti penggunaan model/metode dan penggunaan media pembelajaran sebagai pendukung dalam proses mengajar sehingga siswa kurang bersemangat/tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran. Metode yang di pakai guru dalam pembelajaran hanya metode ceramah dan Tanya jawab, sehingga membuat siswa kurang termotivasi dalam belajar membaca dan kemampuan membaca yang dimiliki siswa sangat rendah. Setelah dilakukan analisis. Media yang akan dibuat dan dikembangkan untuk menyelesaikan masalah yang diidentifikasi, yaitu dengan memanfaatkan penggunaan media gambar berbasis global. Media gambar berbasis global dapat membantu menjelaskan lebih detail tentang mengeja dan membaca perkata. Media gambar ini di desain dengan menarik agar siswa lebih tertarik dalam belajar khususnya pada materi membaca dan juga melibatkan siswa dalam penggunaannya. Sehingga dapat memotivasi siswa untuk lebih bersemangat dalam membaca dan mengembangkan kemampuan membaca siswa karena tersedia banyak gambar dan huruf, sehingga siswa bisa belajar sambil bermain. Design (Desai. Perencanaan pembuatan produk digunakan peneliti bertujuan untuk memudahkan mengembangkan media pembelajaran yang akan dilakukan serta memudahkan siswa dalam belajar. Perencanaan dan pengembangan alat peraga yang akan peneliti lakukan yaitu: Menganalisis karakteristik siswa dan mewawancarai guru kelas I SD Negeri 101500 Batugana serta menentukan tujuan belajar, membuat instrumen penilaian untuk mengevaluasi kelayakan, kepraktisan dan keefektivitasan media gambar validitas materi dan validitas media dengan dosen, dan melakukan uji lapangan serta pretest dan postest. Pada langkah ini, peneliti menetapkan tujuan belajar, menentukan isi materi pelajaran, membuat desain media gambar, membuat penilaian kelayakan media gambar, dan melakukan uji coba lapangan. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, media gambar dinyatakan sangat valid/layak untuk digunakan namun juga direvisi sesuai Adapun saran perbaikannya yaitu Auhuruf pada media gambar di tebalkan dan dilapisi dengan plastik kaca agar tahan lama dan tahan airAy. Menurut ahli media mengenai produk media gambar berbasis metode global ini layak diterapkan dengan beberapa revisi kecil. Berdasarkan hasil yang dapat peneliti simpulkan bahwasanya media gambar ini layak dipakai sesuai dengan karaktersitiknya. Gambar 1. Media Gambar Sebelum Revisi Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Simamora. M & Rambe. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Gambar 2. Media Gambar Setelah Revisi Development (Pengembanga. Peneliti membuat media pembelajaran gambar berupa papan kata. Komponen pada media pembelajaran yaitu kertas karton, kertas manila, kardus, gambar benda atau lainnya seperti gambar baju dan bola, dan gambar huruf-huruf abjad. Setelah semua selesai dibuat, untuk mengukur kelayakan media gambar yang telah dibuat akan dilakukan uji validitas kepada ahli media dan ahli materi. Validitas Produk Validasi media gambar penting dilakukan untuk menentukan layak atau tidaknya media gambar sebagai perangkat untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I di SD Negeri 101500 Batugana (Rahmi et , 2. Andira . menyatakan bahwa validasi produk dilakukan agar cacat produk dapat diidentifikasi dan produk ajar yang sesuai dapat dihasilkan. Hasil validitas oleh ahli materi Untuk mendapatkan umpan balik terhadap materi yang dikembangkan, dilakukan validitas materi ini. Ahli materi dalam media gambar ini adalah Ibu Dr. Zunidar. Pd. Proses validasi dilakukan sampai media dinyatakan sangat layak oleh ahli materi. Adapun hasil validitas produk media gambar oleh ahli materi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Validasi Ahli Materi Aspek Yang Dinilai Kejelasan materi Kesesuaian materi dengan tingkat kemampuan siswa sekolah dasar Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran Kemenarikan materi untuk menumbuhkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Kemudahan siswa memahami materi Kesesuaian materi dengan media yang digunakan kesesuaian bahasa yang mudah digunakan Kemudahan dalam pengolahan Jumlah Skor Persentase Kriteria Penilaian Sangat Valid Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka hasil penilaian dari ahli materi keseluruhan mencapai 92%. Jika persentase yang diperoleh mencapai 86%-100% maka media gambar dikategorikan sangat layak. Dari perhitungan di atas diperoleh persentase 92% maka media gambar dikategorikan sangat layak. Hasil validitas oleh ahli media Ahli media dalam media gambar ini adalah Ibu Aufa. Pd. Validasi media dilakukan sampai media dinyatakan sangat layak oleh ahli media. Adapun hasil validitas produk media gambar oleh ahli media dapat dilihat pada tabel berikut: Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Pengembangan media gambar berbasis metode globalA Tabel 4. Validasi Ahli Media Aspek Yang Dinilai Ketepatan pemilihan bahan Ketepatan ukuran gambar Kejelasan Gambar Penempatan Gambar Penempatan Kotak Jawaban Ketepatan pemilihan warna kertas Kesesuaian ukuran kotak jawaban dengan ukuran gambar Keamanan bahan untuk anak usia sekolah dasar Pemilihan jenis huruf Kemudahan penggunaan media Kesesuaian gambar yang mendukung materi Kepraktisan media . udah disimpan dan dipindahka. Jumlah Skor Persentase Kriteria Penilaian Sangat Valid Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa aspek penilaian ahli media terdiri dari 11 aspek. Hasil perhitungan validasi ahli media mencapai 90%. Dari perhitungan di atas diperoleh persentase 90% Maka media gambar tersebut dikategorikan sangat layak untuk digunakan dalam mengembangkan kemampuan membaca siswa kelas I di SD Negeri 101500 Batugana. Implementation (Implementas. Uji coba lapangan akan dilakukan oleh peneliti kepada siswa kelas I SDN 101500 Batugana. Subjek pada uji coba ini kepada semua siswa kelas I yang berjumlah 24 siswa dan 1 guru yaitu wali kelas I. Setelah media gambar ini digunakan, survei diserahkan kepada siswa dan guru untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Pada tahapan ini siswa dari kelas I SDN 101500 Batugana yang mengikuti uji coba, peneliti memberikan angket kepada guru untuk mengukur kelayakan media gambar yang telah peneliti buat. Uji coba pengembangan dilakukan sebagai bagian dari penelitian dan pengembangan agar tahu bagaimana reaksi guru dan siswa terhadap media gambar yang dihasilkan. Uji coba media dilakukan kepada seluruh siswa kelas I SD Negeri 101500 Batugana. yang berjumlah 24 siswa, 10 laki-laki dan 14 perempuan. Sebelum melakukan uji coba, peneliti terlebih dahulu menjelaskan dan mengenalkan huruf abjad kepada siswa. Kemudian peneliti menjelaskan kepada siswa tentang membaca per huruf, per suku kata, dan per kalimat. Setelah siswa sudah mengenal huruf abjad, siswa diminta satu-satu kedepan untuk menebak sebuah gambar dan menyusun kata sesuai dengan gambar tersebut. Setelah itu siswa diberi media dan tugas untuk menguji kelayakan media pembelajaran yang di buat. Siswa akan dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok diberi satu media yang berisi gambar dan huruf yang masih acak. Siswa akan berdiskusi dan bekerja sama dengan kelompoknya untuk menjawab soalan dengan menyusun huruf sesuai dengan gambar yang telah diberikan. Selama kegiatan uji coba siswa tidak merasa kesulitan dan mereka sangat bersemangat untuk menyelesaikan tugas kelompoknya masing-masing. Kepraktisan Media Gambar Hasil uji coba penggunaan media gambar oleh guru dan siswa. Pada uji coba ini, peneliti membuat angket respon guru dan siswa, berikut hasil respon guru dan siswa terhadap media gambar. Penilaian Jumlah Skor Skor Maksimal Presentase Kriteria Tabel 5. Respon Guru Dan Siswa Respon Siswa Sangat Layak Respon Guru Sangat Layak Dari tabel di atas didapat informasi bahwa media gambar yang telah di validasikan pada guru dan siswa kelas I SD Negeri 101500 Batugana dikategorikan sangat layak digunakan. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Simamora. M & Rambe. Vol. No. 2, 2024, pp. Efektivitas Media Gambar Berbasis Metode Global Analisis data keefektifan diperoleh dari hasil posttest dan pretest peserta didik yang Menurut Meltzer dalam (Sundari & Siregar, 2. untuk menentukan keefektifan media gambar dapat menggunakan rumus N-Gain . sebagai berikut : Keterangan: N-Gain: metode ukur efektivitas Skor Ideal: nilai maksimal yang diperoleh Setelah menghitung N-Gain maka hasil skor keefektifan dapat diklasifikasikan sesuai tabel dibawah ini Hake dalam (Aktorida et al. , 2. Tabel 6. Keefektifan Presentase N-Gain > 0. 0,3 O N-Gain < 0. N-Gain <0. Klasifikasi Efektif Kurang Efektif Tidak Efektif Uji keefektifan media gambar berbasis metode global dilakukan dengan memberikan pre test dan post test berupa 10 butir soal berbasis metode global pada siswa kelas I SD Negeri 101500 Batugana. Hasil dari pretest dan posttest tersebut dijadikan patokan keefektifan media gambar berbasis metode global yang dikembangkan Tabel 7. Hasil Pre Test dan Post Test Butiran Soal Jumlah peserta didik Jumlah skor Rata-rata skor Pre Test Post Test Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa peningkatan skor post test sebesar 30,4 pada siswa kelas I SD Negeri 101500 Batugana. Adapun untuk mengetahui keefektifan dari media gambar berbasis metode global yang dikembangkan maka dilakukan uji N-Gain ternormalisasi (Siregar & Siregar, 2. Tabel 7. Uji N-Gain Ternormaliasi Jumlah peserta didik Total skor N-Gain Rata-rata skor N-Gain 0,13 Pada tabel diatas diperoleh hasil uji N-Gain ternormalisasi dengan rata-rata 0,13. Berdasarkan kriteria NGain termasuk kedalam kategori efektif. hal ini membuktikan bahwa media gambar berbasis metode global efektif untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD Negeri 101500 Batugana. Media gambar dapat dikatakan efektif karena hasil posttest lebih baik dari hasil pretest. Dengan kata lain efektivitas adalah derajat kesuksesan yang tercapai melalui penggunaan suatu media belajar. Dalam situasi ini, hasil belajar siswa digunakan untuk mengukur keberhasilan media belajar apabila terjadi peningkatan atau perubahan hasil belajar, maka media belajar tersebut bisa terbilang efektif. Sebaliknya, jika hasil belajar siswa tetap tidak berubah, maka media belajar dianggap tidak efektif (Citra & Rosy, 2. Evaluation (Evaluas. Pada tahap ini, peneliti memeriksa umpan balik yang diterima dari guru dan siswa selama tes lapangan. Jika media gambar yang dikembangkan memiliki kekurangan, peneliti harus memperbaikinya untuk meningkatkan hasil akhir. Pada penelitian ini, validitas ahli materi dan media, percobaan lapangan, serta pretest dan posttest digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data (Salahuddin et al. , 2. Tahap evaluasi merupakan tahap akhir dari model pengembangan ADDIE dan merupakan tahap untuk memperbaiki produk yang dihasilkan. Hasil validasi dari validator materi dan validator media menjadi indikator perbaikan media gambar berbasis metode global untuk siswa kelas I di SD Negeri 101500 Batugana. Penilaian pendidik dan uji coba produk pada siswa kelas I bertujuan untuk melihat kelayakan, kepraktisan dan keefektivan media gambar yang dikembangkan melalui respon guru dan peserta didik. Kekurangan media gambar yang Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Pengembangan media gambar berbasis metode globalA dikembangkan tersebut tercantum pada kolom komentar dan saran validator ahli. Setelah produk diperbaiki sesuai dengan komentar dan saran validator, produk dapat dikatakan valid dan praktis. Berdasarkan proses validasi dan dilanjutkan dengan uji coba produk yang telah dilakukan, didapatkan peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan media gambar di kelas I. Sehingga tidak perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap media gambar yang dikembangkan, dalam hal ini media gambar dikatakan efektif dan layak digunakan, sebagai bahan ajar untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas Media gambar yang telah dikembangkan dan dinyatakan layak untuk uji oleh dosen ahli media, dosen ahli materi dan guru kelas I. Berdasarkan hasil observasi oleh guru wali kelas I, dapat dideskripsikan bahwa media gambar sebelumnya belum pernah dilakukan di kelas I. Minimnya pembinaan yang dilakukan oleh guru wali kelas I tersebut disebabkan karena biaya dan fasilitas di sekolah yang kurang memadai. Oleh karena itu, guru wali kelas I Menyatakan sangat mengharapkan adanya upaya penelitian pengembangan media pembelajaran berpusat pada siswa. Guru wali kelas I memberikan kesempatan dan dukungan kepada peneliti untuk mengembangkan media pembelajaran gambar yang berpusat kepada siswa. Keefektifan proses belajar mengajar . sangat dipengaruhi oleh faktor metode dan media pembelajaran yang digunakan. Keduanya saling berkaitan, di mana pemilihan metode tertentu akan berpengaruh terhadap jenis media yang akan Dalam arti bahwa harus ada kesesuaian di antara keduanya untuk mewujudkan tujuan Walaupun ada hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam pemilihan media, seperti: konteks pembelajaran, karakteristik pebelajar dan tugas atau respon yang diharapkan dari murid (Jauhari. Demikian pula dalam masalah penerapan media pembelajaran pendidik harus memerhatikan perkembangan jiwa keagamaan anak didik, karena faktor inilah yang justru menjadi sasaran media pembelajaran. Tanpa memerhatikan serta memahami perkembangan jiwa anak atau tingkat daya pikir anak didik, guru akan sulit diharapkan untuk dapat mencapai sukses. Firman Allah Swt. dalam surah al-Naul ayat 125 yaitu: a A a eO aE a aEa a eEa eE aI a aO eE aI eO aA AyAu aA a eOE naN aON aaO a eEa aI a eE aI eN a aOeIA a A a eA a A acEA a A a aI acaI aacEa N aaO a eEa aI a aI eIA a A eIA a eAaO aA a A a eE aA a A aEOA a AIa a aO a eaE aN eI aEac a eO NA AuSerulah . kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baikAy. Penafsiran tertuang dalam Tafsir Alquran Hidayatul Insan yang menyebutkan: . Jalan Tuhanmu. Yang yang di dalamnya mengandung ilmu yang bermanfaat dan amal yang shaleh. Hikmah. artinya tepat sasaran, yakni dengan memposisikan sesuatu pada tempatnya. Termasuk ke dalam hikmah adalah berdakwah dengan ilmu, berdakwah dengan mendahulukan yang terpenting, berdakwah memerhatikan keadaan madAou . rang yang didakwah. , berbicara sesuai tingkat pemahaman dan kemampuan mereka, berdakwah dengan kata-kata yang mudah dipahami mereka, berdakwah dengan membuat permisalan, berdakwah dengan lembut dan halus. Adapula yang menafsirkan hikmah di sini dengan Alquran. Pelajaran yang baik. Yakni nasehat yang baik dan perkataan yang menyentuh. Termasuk pula memerintah dan melarang dengan targhib . dan tarhib . enakut-nakut. Bantahlah mereka dengan cara yang baik. Jika orang yang didakwahi menyangka bahwa yang dipegangnya adalah kebenaran atau sebagai penyeru kepada kebathilan, maka dibantah dengan cara yang baik. yakni cara yang dapat membuat orangtersebut mau mengikuti secara akal maupun dalil. Termasuk di antaranya menggunakan dalil yang diyakininya, karena hal itu lebih dapat mencapai kepada maksud, dan jangan sampai perdebatan mengarah kepada pertengkaran dan caci-maki yang dapat menghilangkan tujuan serta tidak menghasilkan faedah darinya, bahkan tujuannya adalah untuk menunjukkan manusia kepada kebenaran, bukan untuk mengalahkan atau semisalnya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. AuAllah AoAzza wa Jalla menjadikan tingkatan . berdakwah sesuai tingkatan manusia. bagi orang yang menyambut, menerima dan cerdas, di mana dia tidak melawan yang hak . dan menolaknya, maka didakwahi dengan cara hikmah. Tafsir tersebut menyatakan bahwa penggunaan media dalam pembelajaran harus mempertimbangkan aspek pesan yang disampaikan adalah positif, dan bahasa yang santun sebagai sarana penyampai pesan, dan jika dibantah pun seorang pendidik harus menjelaskannya dengan bahasa yang logis, agar peserta didik dapat menerima dengan baik. Dengan demikian, media dalam penyampaian pesan di sini adalah bahasa lisan sebagai pengantar pesan. Selanjutnya secara lebih detail, media pembelajaran mempunyai peran yang sangat penting untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar (Pito. Peran media sebagai alat komunikasi sangat penting dalam melaksanakan proses pembelajaran karena kurangnya pemanfaatan media dalam menjelaskan materi akan mempersulit siswa untuk membangun Hal ini tentu akan menghambat perkembangan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Simamora. M & Rambe. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. dikarenakan kurangnya pengetahuan siswa tentang materi yang diajarkan (Mardianto. , et al 2. Alasan guru menggunakan media dalam pembelajaran, hingga dapat meningkatkan proses pembalajaran. Guru yang menyatakan bahwa mereka sangat perlu dan mengharapkan adanya upaya pengembangan media pembelajaran, mereka memandang sangat perlu upaya itu dilakukan, mereka mendukung upaya pengembangan dan mereka akan menyiapkan diri untuk terlibat dalam proses pengembangan dan implementasi produk media Uji coba pemakaian media dilakukan oleh siswa kelas I SDN 101500 Batugana. Berdasarkan hasil observasi dengan guru wali kelas I, dapat disimpulkan bahwa media gambar berbasis metode global ini sangat efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran, terutama di kelas I yang gurunya tidak memakai media pembelajaran saat proses belajar berlangung. Guru hanya memakai metode ceramah dan Tanya jawab kepada siswa, hal inilah yang membuat para siswa merasa bosan dan tidak tertarik saat belajar. Berdasarkan hasil analisa diatas dapat disimpulkan bahwa media gambar termasuk efektif dan sangat layak digunakan. Hal ini berarti media pembelajaran gambar dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas Hasil analisis penelitian ini diatas dapat dibuktikan bahwa penggunaan media gambar berbasis metode global sangat efektif untuk siswa kelas I di SD Negeri 101500 Batugana. Simpulan Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan media pembelajaran gambar yang AuSangat LayakAy untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SDN 101500 Batugana. Hasil validitasi ahli media dan materi dengan kategori sangat layak. Adapun media yang dihasilkan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa pada kelas I terdiri dari, menyusun kata yang sesuai dengan gambar, menggabungkan huruf, membuat kalimat menjadi suku kata, membuat suku kata menjadi huruf. Data dari ahli media menunjukkan skor validitas sebesar 90% tergolong sangat valid, sedangkan ahli materi memberikan skor 92% juga tergolong sangat valid. Oleh karena itu berdasarkan penilaian kedua validator, media gambar dinilai sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Uji praktikalitas menunjukkan bahwa respon guru memperoleh 100% yang tergolong sangat praktis, dan respon siswa juga mencapai 100% yang juga dianggap sangat praktis. Hasil penelitian baik guru maupun siswa menunjukkan bahwa media gambar sangat praktis untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I di SD Negeri 101500 Batugana. Hasil uji keefektifan berdasarkan hasil pre test dengan rata-rata 57,5 dan post test 87,9 menunjukkan terdapat peningkatan sebesar 30,4, hasil uji N-Gain dengan hasil 0,13 termasuk dalam kategori efektif. Hal ini menunjukkan bahwa media gambar yang dikembangkan sangat layak, sangat praktis serta efektif untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I Di SD Negeri 101500 Batugana. Referensi