Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi P-ISSN 2809-4174 | E-ISSN 2808-084X Vol. 5 No. 2 Ae Desember 2025 DOI: 10. 52352/makardhi. Publisher: P3M Politeknik Pariwisata Bali Available online: https://ejournal. id/index. php/makardhi Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Muchammad Satrio Wibowo1*. Herman Novry Kristiansen Paninggiran2. Desika Nur Jannah3. Almas Nabili Imanina4. Riza Dewi Nurfitriani5. Evita Aminati6 1,2,3,4,5,6 Prodi Pariwisata. Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi. Universitas Semarang. Semarang. Indonesia. 1 m. satriowibowo@usm. id *, 2 herman@usm. id , 3 desika@usm. id , 4 almasnabili@usm. 5 rizadewi25@gmail. com , 6 evitaaminati01@gmail. * Penulis Korespondesi Received: Juli, 2025 Accepted: Oktober, 2025 Published: Desember, 2025 Abstract A tour guide is someone who provides information related to the destinations visited. A guide must continuously improve their knowledge, skills, and attitudes in carrying out their duties. Producing highly dedicated guides can be done through stages. One way is through Vocational High Schools (SMK) with a major in tourism. SMK Negeri 2 Semarang is one of the schools that has a Tourism Service Business Expertise Program (ULP). One of its concentrations is tour A program is needed to improve students' understanding of tour guiding techniques. This community service activity is one option for providing training for students. The goal is to improve students' understanding and skills in tour guiding techniques. The method used is a lecture by the community service team and direct practice by participants. The level of understanding was measured using a Likert scale calculation through a pre-test and post-test. The pre-test results showed a percentage index value of 77. 71% - 83. 43%, and the post-test ranged from 88. 57% - 90. There was an increase in the participants' understanding Improving understanding is crucial for mastering a material. Understanding the material is essential in the learning process so that participants can practice correctly. This will ensure the desired results and reduce errors. Keywords: Tour Guide. Community Service. Understanding Abstrak Pemandu wisata adalah seseorang yang memberikan informasi yang berkaitan dengan destinasi yang dikunjungi. Seorang pemandu harus secara terus menerus meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dalam melaksankan kewajibannya. Menghasilkan seorang pemandu yang berdedikasi tinggi, bisa dilakukan secara berjenjang. Salah satunya melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki jurusan di bidang pariwisata. SMK Negeri 2 Semarang merupakan salah satu sekolah yang memiliki Program Keahlian Usaha Layanan Pariwisata (ULP). Salah konsentrasinya adalah kepemanduan wisata. Diperlukan suatu program peningkatan pemahaman teknik pemanduan wisata bagi siswanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu pilihan untuk memberikan pelatihan bagi siswa. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam hal Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo. Paninggiran. Jannah. Imanina. Nurfitriani. Aminati teknik pemanduan wisata. Metode yang digunakan adalah dengan metode ceramah oleh tim pengabdian dan praktik langsung oleh peserta. Pengukuran tingkat pemahaman menggunakan perhitungan skala likert lewat pre-test dan post-test. Hasil pre-test menyatakan bahwa nilai indeks presentase 77,71% - 83,43% dan saat post-test berkisar antara 88,57% - 90,29%. Terdapat peningkatan nilai pemahaman dari peserta. Peningkatan pemahaman menjadi hal penting untuk menguasai suatu materi. Pemahaman materi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agar peserta dapat melakukan praktik dengan benar. Sehingga, akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Selain itu, juga akan mengurangi kesalahan yang ditimbulkan Kata kunci: Pemandu Wisata. Pengabdian Masyarakat. Pemahaman PENDAHULUAN Indikator keberhasilan sebuah destinasi pariwisata salah satunya adalah terciptanya kepuasan wisatawan. Kepuasan wisatawan merupakan salah satu bentuk sikap yang dihasilkan dari pengalaman yang dimiliki. Kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor yang dapat mendatangkan kepuasan wisatawan. Apabila pelayanan terhadap wisatawan dilakukan secara profesional, maka dapat menghasilkan citra destinasi yang baik karena dapat memenuhi kebutuhan wisatawan (Sitohang et al. , 2. Pariwisata selalu berkaitan dengan sebuah perjalanan dari tempat asal ke sebuah destinasi, hingga kembali lagi ke tempat asal. Sebuah perjalanan wisata ke sebuah destinasi kurang lengkap jika tidak hadirnya seorang pemandu wisata. Mereka adalah seseorang yang memberikan sebuah informasi yang berkaitan dengan destinasi yang dikunjungi. Selain itu, pemandu juga mengatur wisatawan agar perjalanan berlangsung dengan lancar. Seorang pemandu wisata juga memiliki kewajiban untuk memberi edukasi kepada wisatawan terkait peraturan yang berlaku pada objek wisata. Secara umum pemandu memiliki peran sebagai pemberi informasi dan sebagai pendidik wisatawan selama berada di sebuah destinasi (Rusmiati et al. , 2. Seorang pemandu wisata harus mentaati kode etik yang sudah ditulisakan sebagai pengikat dan acuan dari pramuwisata. Selain itu, pemandu harus secara terus menerus meningkatkan kemampuan, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dalam melaksankan kewajiban pramuwisata (Ismayanti, 2. Menghasilkan seorang pemandu yang memiliki dedikasi tinggi, bisa dilakukan secara berjenjang dan dimulai dari usia dini. Salah satunya melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki jurusan di bidang pariwisata. SMK Negeri 2 Semarang merupakan salah satu sekolah yang memiliki Program Keahlian Usaha Layanan Pariwisata (ULP). Program tersebut memiliki konsentrasi di bidang pengelolaan MICE, perencanaan dan pengelolaan perjalanan wisata, dan kepemanduan wisata. Program keahlian ini telah berdiri sejak tahun 1992 dan terus berkembang dengan berbagai fasilitas pendukung, kurikulum terintegrasi dengan industri, dan guru yang memiliki kompetensi di bidang usaha layanan pariwisata. Tahun ajaran 2025-2026 memiliki siswa sejumlah 214 siswa. Jumlah tersebut dibagi menjadi 3 kelas yaitu 10,11, dan 12. Dari masing-masing tingkatan tersebut, terdapat 2 kelas. Fasilitas yang tersedia antara lain laboratorium ULP yang terinstall dengan Sabre Red Networking atau Online Reservation, ruangan dengan desain bus kapasitas 38 kursi yang membuat kegiatan praktik mendekati situasi lapangan. Praktik perhotelan memiliki kamar hotel dengan 3 tempat tidur . ouble bed, 2 twin be. untuk siswa praktik housekeeping, dan counter yang digunakan untuk praktik simulasi ticketing. Guru yang ada pada program ini memiliki linieritas dengan memiliki sertifikat asesor kompetensi dan sertifikat uji Kurikulum yang digunakan merupakan hasil sinkronisasi dengan dunia industri yang menjadi mitra sekolah. Dalam kegiatan pembelajaran juga menggunakan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo. Paninggiran. Jannah. Imanina. Nurfitriani. Aminati kombinasi terori di kelas, praktik di laboratorium dan praktik langsung di lapangan. Program keahlian ULP sudah memiliki LSP P-1 Usaha Perjalanan Wisata yang sudah terlisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profes. Tujuan program keahlian ini untuk menyiapkan para peserta didik untuk menjadi lulusan yang dapat diserap di dunia kerja bidang perhotelan dan jasa pariwisata . Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan suatu program peningkatan pemahaman teknik pemanduan wisata bagi siswa SMK Negeri 2 Semarang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu pilihan kegiatan untuk memberikan pelatihan dan praktik langsung bagi siswa agar mereka lebih siap dalam menghadapi dunia kerja di industri pariwisata. Berdasarkan latar belakang di atas dan untuk mendukung program menghasilkan pemandu wisata yang handal, melalui program Tri Dharma Perguruan tinggi dengan kegaitan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuPeningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan ketrampilan siswa SMK Negeri 2 Semarang yang berkiatan dengan teknik pemanduan wisata. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian terbagi menjadi 2 yaitu metode pembelajaran dengan ceramah dan perhitungan nilai dengan menggunakan skala likert. Pemberian materi dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Metode ini merupakan suatu cara dalam menjelaskan suatu ide, pengertian, atau pesa secara lisan kepada sekelompok peserta pengabdian. Sehingga, mereka memperoleh informasi tentang sebuah materi. Metode ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan demonstrasi (Galaresa et al. , 2. Selanjutnya, praktik bertujuan untuk memberikan keterlibatan dari Keterlibatan tersebut nantinya akan memberikan pengalaman nyata kepada Diskusi dan tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena memungkinkan mereka untuk mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi hal-hal yang belum mereka pahami (Risnajayanti et al. , 2. Kegiatan pemberian ceramah tentang materi berlangsung selama 30 menit. Materi yang disampaikan antara lain tentang pengertian pemandu wisata, karakteristik pemandu wisata professional, tugas seorang pemandu, dan keterampilan yang wajib dimiliki seorang pemandu wisata. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung tentang bagaimana memperkenalkan diri saat bertemu dengan wisatawan dalam Bahasa Inggris. Terakhir, sesi diskusi dengan membahas materi secara keseluruhan dari awal hingga akhir. Metode kedua adalah perhitungan skala likert tentang pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Skala ini digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap sikap (Simamora, 2. Penilaian Skala likert mengetahui nilai yang berhubungan dengan persepsi dari pemahaman peserta ketika sebelum . re-tes. dan sesudah materi diberikan . ost-tes. Adapun pertanyaan adalah sebagai berikut: . Apakah siswa paham pengertian tentang pemandu wisata?. Apakah siswa paham tentang standar menjadi pemandu wisata yang kompeten?. Apakah siswa paham tentang cara memandu dengan benar?. Apakah siswa paham tentang cara berpenampilan baik saat memandu wisatwan?. Apakah siswa paham tentang pelayanan prima saat memandu wisata? Teknik skala likert dengan 5 skala jawaban merupakan metode yang dipilih untuk melakukan penilaian perhitungan. Skala jawaban tercantum pada Tabel 1 di bawah ini: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo. Paninggiran. Jannah. Imanina. Nurfitriani. Aminati Tabel 1. Nilai Skala Likert (Sumber: Sugiyono, 2. Jawaban Sangat Tidak Paham Tidak Paham Kurang Paham Paham Sangat Paham Nilai Rumus perhitungan interpretasi skor perhitungan adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2. adalah sebagai berikut: Interpretasi Skor perhitungan Langkah awal untuk mendapatkan hasil iterpretasi adalah dengan menghitung skor maksimum dan skor minimum. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut: Skor Maksimum = jumlah responden x nilai tertinggi likert Skor Minimum = jumlah responden x nilai terendah likert Total Skor Likert Perhitungan skor ini dilakukan pada setiap nomor soal, dengan rumus sebagai berikut: Jawaban sangat tidak paham (STP) = jawaban responden x 1 Jawaban tidak paham (TP) = jawaban responden x 2 Jawaban kurang paham (KP) = jawaban responden x 3 Jawaban Paham (P) = jawaban responden x 4 Jawaban Sangat Paham (SP) = jawaban responden x 5 Setelah itu, lakukan penjumlahan pada masing-masing nilai jawaban tersebut. Indeks Presentase jawaban Perhitungan nilai indeks presentase menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai indeks presentase jawaban (%) merupakan nilai yang didapat dari pembagian antara total skala likert dibagi dengan skor maksimum. Selanjutnya dikalikan dengan 100%. Perhitungan ini dilakukan pada setiap nomor soal yang diberikan saat pre-test dan post-test. Interval Penilaian Jawaban Interval kriteria interpretasi skor berdasarakan presentase adalah sebagai berikut: 0 % - 19,99 % = Sangat Tidak Paham 20 % - 39,99 % = Tidak Paham 40 % - 59,99 % = Kurang Paham 60 % - 79,99 % = Paham 80 % - 100 % = Sangat Paham Perhitungan nilai skala likert dilakukan pada setiap nomor pernyataan pada pre-test dan post-test. Dari penilaian ini akan dapat disimpulkan posisi jawaban responden pada setiap nomor soal yang diberikan. Dari penilaian ini, dapat menggambarkan tingkat pemahaman pada setiap peserta kegiatan pengabdian (Sugiyono, 2. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo. Paninggiran. Jannah. Imanina. Nurfitriani. Aminati HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2025 dan diikuti oleh 35 siswa kelas XI ULP 1. Kegiatan ini berlangsung di ruang Lab Komputer. SMK Negeri 2 Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama 90 menit yang terdiri dari pembukaan, pengisian pre-test, penyampaian materi, praktik, pengisian post-test, dan Sebelum masuk ke materi, para peserta mengisi pre-test yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman tentang pemandu wisata. Hasil jawaban dari pre-test ditampillan dalam Tabel 2 berikut ini: Tabel 2. Hasil Jawaban Pre Test Peserta Pengabdian (Sumber: Hasil Pengabdian, 2. Nomor sangat tidak paham Total Jawaban . tidak paham kurang paham sangat paham Berdasarkan hasil untuk 5 pertanyaan yang diajukan kepada peserta kegiatan pengabdian, secara mayoritas memilih jawaban dengan kategori paham dan sangat paham (Tabel . Hal tersebut membuktikan mereka sudah paham akan materi yang berkaitan dengan pemandu wisata, yang mereka dapat di bangku sekolah. Kegiatan selanjutnya yaitu penyampaian materi secara ceramah. Materi yang diberikan meliputi tentang definisi pemandu wisata, syarat-syarat menjadi pemandu wisata, tugas-tugas pemandu wisata dan kemampuan yang harus dimiliki seorang pemandu Tim pengabdi secara bergantian menyampaikan materi tersebut di atas. Kegiatan penyampaian materi ditampilkan dalam Gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Penyampaian Materi (Sumber: Dokumentasi Kegiatan, 2. Materi-materi yang diberikan oleh tim, diiperhatikan dengan seksama oleh para Secara garis besar, materi pengabdian ini membahas lebih dalam tentang tugas pemandu wisata. Banyak hal yang harus dikuasai oleh seorang pemandu antara lain pengetahuan tentang objek wisata, manajemen waktu, dan menjaga penampilan di depan Keterampilan lain yang harus dikuasai yaitu berbicara di depan umum. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo. Paninggiran. Jannah. Imanina. Nurfitriani. Aminati menggunakan bahasa asing, dan kemampuan untuk menyampaikan cerita kepada Praktik menjadi kegiatan setelah penyampaian materi. Peserta diajak untuk praktik langsung yang berkaitan dengan kegiatan pemanduan wisata. Pada kesempatan ini, peserta melakukan praktik dengan Bahasa inggris untuk bagian pengenalan pemandu dan bagian perpisahan dengan para wisatawan. Terakhir, adalah melakukan penilaian dengan cara post-test. Kegiatan ini untuk bertujuan mengukur tingkat pemahaman siswa setelah kegiatan pengabdian telaksana. Hasil jawaban post-test tersaji dalam Tabel 3 di bawah ini: Tabel 3. Hasil Jawaban Post-Test Peserta Pengabdian (Sumber: Hasil Pengabdian, 2. Nomor sangat tidak paham Total Jawaban (Sisw. tidak paham kurang paham paham sangat paham Berdasarkan hasil di atas, terdapat peningkatan pemahaman oleh peserta pengabdian kepada masyarakat (Tabel . Hal tersebut dibuktikan terdapat kenaikan jawaban sangat paham dibandingkan dengan hasil pre-test (Tabel . Artinya, kegiatan ini menambah pemahaman yang dimiliki oleh para peserta. Perhitungan Pre-Test dan Post-Test Skala likert dipilih dalam perhitungan test ini dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman para peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta dari kegiatan ini adalah sebanyak 35 siswa, sehingga nilai maksimum dari penilaian adalah 175. Hasil perhitungan pada pre-test dan post-test ditampilkan pada Tabel 4 di bawah ini Tabel 4. Hasil Penilaian Pre Test dan Post Test (Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2. Nomor Soal Pre Test Total Indeks Skala Presentase Likert Jawaban (%) 82,86 80,57 77,71 83,43 80,00 Kriteria Interpretasi Skor Nomor Soal Sangat Paham Sangat Paham Paham Sangat Paham Sangat Paham Post Test Total Indeks Skala Presentase Likert Jawaban (%) 89,14 88,57 89,14 90,29 88,57 Kriteria Interpretasi Skor Sangat Paham Sangat Paham Sangat Paham Sangat Paham Sangat Paham Berdasarkan hasil di atas. Indeks presentase jawaban saat pre-test berkisar pada 77,71% - 83,43%. Terdapat 4 nomor soal . ,2,4, dan . yang termasuk dalam kriteria sangat paham dan 1 nomor soal yaitu nomor 3 yang termasuk dalam kriteria paham. Untuk indeks presentase jawaban saat post-test berkisar antara 88,57% - 90,29%. Kriteria interpretasi skor pada nomor soal 1-5 yaitu termasuk dalam kategori sangat paham. Peningkatan presentase ditampilkan dalam Gambar 2 di bawah ini Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo. Paninggiran. Jannah. Imanina. Nurfitriani. Aminati Nilai Indeks Skort Likert (%) Skort Likert Pengabdian Kepada Masyarakat SMK Negeri 2 Pertanyaan Pre test dan Post Test Pre test post test Gambar 2. Penilaian Skala Likert (Sumber: Olah Data, 2. Kegiatan pengabdian ini memberi dampak berupa penambahan tingkat pemahaman siswa yang berkaitan dengan materi pemandu wisata. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya indeks presentase jawaban pada pre-test dan post-test (Tabel . Hal tersebut terjadi pada setiap nomor pertanyaan. Peningkatan tidak dapat secara signifikan karena para peserta sudah memiliki dasar pengetahuan tentang pemandu wisata yang mereka dapat di bangku sekolah. Pembahasan Dosen dari Program Studi Pariwisata Universitas Semarang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan. Pemilihan lokasi dan tema disesuaikan dengan kebutuhan oleh mitra. Ketepatan pemilihan menjadi pondasi penting dalam kelancaran kegiatan pengabdian ini. Materi yang dipilih yaitu tentang bagaimana menjadi pemandu wisata yang Tugas pemandu tidak hanya memimpin dari awal hingga akhir perjalanan yang dilakukan oleh wisatawan. Pernyataan Irawati . dalam Soraya et al. , . menyatakan bahwa tugas pemandu wisata yaitu pertama adalah to conduct to direct. Artinya, mengatur dan menjalankan kegiatan perjalanan wisatawan yang sesuai dengan program yang telah disusun. Kedua, to point out yaitu menunjukkan dan mengantarkan perjalanan wisatawan ke objek wisata yang diinginkan. Hal tersebut membuat wisatawan merasakan kenyamanan dalam beriwsata. Ketiga, to inform yaitu memberi informasi dan penjelasan yang berkaitan dengan daya tarik wisata. Informasi yang bisa dijelaskan seperti Sejarah, budaya, dan lainnya. Tugas-tugas tersebut memerlukan beberapa keterampilan yang dapat menunjang performa dari seorang pemandu wisata. Beberapa keterampilan yang disajikan oleh pemateri yaitu keterampilan berbicara di depan umum, penguasaan bahasa asing, dan penyampaian informasi dengan cerita. Kemampuan komunikasi antara pemandu dengan wisatawan merupakan salah satu hal yang harus dimiliki. Pemandu yang mampu melakukan kontak mata dan menampilkan ekspresi wajah positif, akan mendapatkan respon yang lebih baik dari wisatawan. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardi Vol. No. Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo. Paninggiran. Jannah. Imanina. Nurfitriani. Aminati interaktif dan komunikatif sangat dihargai. Pemandu yang mampu menjelaskan materi dengan jelas dan peka terhadap pertanyaan, akan mendapat penilaian positif (Herienda et , 2. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi pemanduan wisata. Hal tersebut terlihat dari kenaikan presentase jawaban peserta dari hasil pre-test dan post-test (Tabel . Artinya, peserta memperhatikan dan mengerti tentang materi yang disampaikan dalam kegiatan ini. Pemahaman akan sesuatu materi, merupakan hal yang penting karena menjadi dasar seseorang menguasai sebuah materi. Pemahaman materi sangat diperlukan dalam proses pembelajaran yang diharapkan, agar peserta dapat melakukan praktik dengan benar. Sehingga, akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Selain itu, juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan (Ayuwardani, 2. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menajadi salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh seorang dosen. Mitra yang dipilih adalah SMK Negeri 2 Semarang yang memiliki jurusan Usaha Layanan Pariwisata. Melalui kegiatan ini. Program Studi Pariwisata Universitas Semarang mencoba meningkatkan pemahaman Peserta mengalami peningkatan pemahaman setelah mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terlihat dari peningkatan indeks presentase jawaban dari pre-test dan post-test. Peningkatan tersebut menjadi indikasi bahwa para peserta memberi perhatian yang lebih terhadap kegiatan ini. Kegiatan pengabdian dengan tema peningkatan pemahaman, menjadi langkah awal untuk membantu pengembangan pengetahuan dari mitra. Pemahaman menjadi pondasi yang penting agar menguasai suatu materi yang dilakukan. Harapannya dengan pemahaman tersebut, peserta dapat melakukan praktik dengan benar. Sehingga, akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan dan akan mengurangi kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan. Kegiatan selanjutnya perlu diperbanyak praktik langsung di lapangan. Mitra akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang lebih dibanding pemberian materi di PERNYATAAN PENGHARGAAN Tim pengabdian ingin mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM) atas kesempatan dan pembiayaan yang diberikan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada pihak SMK Negeri 2 Semarang, atas kerjasama yang terjalin dengan baik selama kegiatan pengabdian kepada Sehingga acara ini berjalan dengan lancar. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa, yang membatu kelancaran kegiatan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA