Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA Volume 4. Nomor 1. Januari 2023, pp. 01 Ae 16 ISSN 2720-8842 (Onlin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. EFEKTIFITAS METODE APLIKASI ANDROID SEBAGAI MEDIA EDUKASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA DI PALANGKA RAYA Seri Wahyuni A . Greiny Arisani Program Studi D. i Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palangkaraya ARTICLE INFO Article history Submitted : 2022-01-26 Revised : 2022-09-05 Accepted : 2022-10-31 Keywords: Application Leaflets Knowledge Attitude Practice Kata Kunci: Aplikasi Leaflet Pengetahuan Sikap Praktik ABSTRACT Breast cancer is a cancer that regularly happens in ladies. One of the causes of the high rate of breast cancer is the lack of knowledge about the early detection of breast cancer. Objective: To analyze the differences in the effectiveness of the application method as an educational medium for breast self-examination in adolescents based on knowledge, attitudes, and practices before and after the intervention. This research design is a Quasy Experiment with a Pre-Posttest with a Control Group design. The number of samples is 54 people, with 27 people as the control group, and 27 people as the intervention group. The research instrument was a questionnaire containing demographic data, knowledge, attitudes, and technique of breast self-examination. Different test with the Mann-Whitney test obtained knowledge education with the conscious application is more effective than l leaflet with p-value = 0. Attitude education with an aware application is more effective than leaflet with p-value = 0. Education of awareness practice with an application is more effective than leaflet with p-value 0. It's concluded that educating knowledge, attitude, and technique is more effective with the application of awareness than using a Kanker payudara merupakan penyakir kanker yang banyak terjadi pada wanita tidak terkecuali remaja putri. Salah satu penyebab tingginya angka kanker payudara adalah karena kurangnya pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara. Menganalisis perbedaan efektifitas metode aplikasi sebagai media edukasi pemeriksaan payudara sendiri pada remaja berdasarkan pengetahuan, sikap dan praktik sebelum dan sesudah Desain penelitian ini Quasy Experiment dengan rancangan Pre-Posttest with Control Group. Jumlah sampel sebanyak 54 orang, 27 orang sebagai grup control dan 27 orang grup intervensi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang berisi data demografi, pengetahuan, sikap, dan praktik pemeriksaan payudara sendiri. Uji beda dengan uji mannwhitney diperoleh edukasi pengetahuan dengan aplikasi sadari lebih efektif dibanding l leaflet dengan p Value = 0,01. Edukasi sikap dengan aplikasi sadari lebih efektif dibanding leaflet dengan P value = 0,000. Edukasi praktik sadari dengan aplikasi lebih efektif dibanding leaflet dengan p value 0,000. Kesimpulan Edukasi pengetahuan, sikap, dan praktik lebih efektif dengan aplikasi sadari dibanding leaflet. A Corresponding Author: Seri Wahyuni Program Studi D-i Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palangkaraya Telp. Email: seriwahyuni@poltekkes-palangkaraya. https://doi. org/10. 33490/b. This is an open access article under the CC BY-SA Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA PENDAHULUAN Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Salah satu jenis kanker yang umum pada wanita adalah kanker Kanker payudara merupakan jenis kanker yang memberikan kontribusi signifikan teradap prevalensi kanker pada wanita di Indonesia (KemenKes, 2. Tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara, termasuk kelenjar, saluran, jaringan lemak, dan jaringan ikat (Rahyani et al. , 2. Faktor penyebab kanker diduga karena perubahan pola hidup seperti kebiasaan makan cepat saji, sering terpapar radiasi dari media elektronik, dan perubahan kondisi lingkungan. Penyebab lain dari kanker payudara adalah keterbatasan pengetahuan umum tentang risiko kanker payudara, tanda-tanda awal, factor risiko, dan cara mengatasinya (Lubis, 2. Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. , prevalensi tumor/kanker di Indonesia meningkat dari 1,4 per 1. penduduk pada tahun 2013 menjadi 1,79 per 000 penduduk pada tahun 2018 (Kemenkes RI. Jumlah kasus kanker payudara di Kalimantan Tengah tahun 2013 sebanyak 112 kasus (Pusat Data dan Informasi, 2. Pada tahun 2019 di Kota Palangka Raya terdapat temuan kasus positif kanker payudara sebesar 5,22% yang berawal dari benjolan, meningkat dibandingkan pada tahun 2018 terdapat kasus positif kanker payudara sebesar 2% . Jumlah kasus kanker terus meningkat dan Kementerian Kesehatan telah menetapkan program skrining kanker payudara yang dikenal dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) (Kemenkes RI, 2. SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri dengan tujuan untuk mengetahui apakah seorang wanita memiliki gejala kanker payudara. Penerapan SADARI dapat dilakukan pada remaja putri. Terutama pada remaja yang sudah pubertas sebagai upaya deteksi awal untuk kanker payudara, oleh karena itu jika terdeteksi lebih dini, tindakan kuratif/pengobatan dapat memperpanjang usia pasien (Aeni & Yuhandini. Edukasi kesehatan disekolah disertai dengan metode atau alat edukasi kesehatan yang tepat pada pelaksanaan/implementasi dan mengaplikasi langkah-langkah yang strategis https://doi. org/10. 33490/b. masyarakat (Handayani et al. , 2. Hal ini merupakan lembaga untuk membina dan meningkatkan sumber saya manusia tidak hanya tidak hanya fisik tetapi juga mental dan spiritual. Media edukasi berupa aplikasi di android tidak hanya sekedar alat bantu, tetapi juga dapat dipakai sebagai alat untuk menyampaikan informasi/pesan informasi/pesan (Ayu Annisa et al. , 2. Penggunaan aplikasi android SADARI dapat memberikan gambaran tentang pentingnya pemeriksaan payudara sendiri, diadalam aplikasi ini dijelaskan langkah langkah pemeriksaan payudara sendiri tidak hanya berupa tulisan tetapi juga disertai dengan gambar yang bergerak dan juga suara. Hal ini dasarkan pada konsep pembelajaran Edgar Dale bahwa orang belajar lebih dari 50 hal dari apa yang mereka lihat dan dengar. Hasil survei pendahuluan terhadap 20 siswi SMA di Kota Palangka Raya tahun 2019 menemukan 17 dari 20 siswi mengetahu gambaran kanker payudara, tetapi tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Eksperimen semu (Quasy Experimen. , rancangan penelitian pretest dan posttest with control grup (Sugiyono. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang bersekolah di Madarasah Aliyah darul ulum Palangka Raya. Penentuan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria usia 15-19 tahun, bersedia menjadi responden, dapat berkomunikasi dan bertempat tinggal di Kota Palangka Raya. Dari 100 siswa perempuan yang menjadi sasaran dalam subjek penelitian, didapat 54 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Kemudian 54 responden dibagi menjadi 2 kelompok, 27 orang sebagai kelompok Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA intervensi yang mendapatkan edukasi dan 27 orang sebagai kelompok kontrol. Semua peserta menyetujui protokol penelitian dan memberikan informed consent frekuensi yang dinyatakan dengan angka angka maupun prosentase. Selanjutnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Selanjutnya dianalisis dengan uji beda pada variable Uji Wilcoxon digunakan pada 2 kelompok berpasangan yaitu grup kontrol variabel pengetahuan, sikap dan praktik sebelum dan sesudah, serta grup intervensi yang diedukasi dengan media Aplikasi android sebelum dan sesudah. Selanjutnya uji beda 2 kelompok yang tidak berpasangan menggunakan uji Mann-whitney untuk melihat efektifitas media edukasi yang berdampak pada variabel pengetahuan, sikap dan praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Analisis data dilakukan dengan program komputer perangkat lunak statistic SPSS versi 23. 00 (IBM. Cor. Pengumpulan Data Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan praktik remaja tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan intrumen penelitian berupa kuesioner. Kuesioner penelitian ini dibagi menjadi 4 bagian yakni bagian pertama data demografi, bagian kedua kuesioner pengetahuan sebanyak 10 item pertanyaan, bagian ketiga berupa kuesioner sikap sebanyak 13 item pernyataan dan kuesioner keempat berupa kuesioner tindakan sebanyak 11 item pernyataan. Pengetahuan, sikap dan praktik siswa diukur sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Pada grup kontrol diedukasi dengan menggunakan leaflet SADARI sedangkan grup intervensi diedukasi dengan menggunakan aplikasi android SADARI. Penelitian ini telah disetujui Komite Etik Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dengan nomor 009/i/KE. PE/2020 tanggal 16 Maret 2020 dan memperhatikan prinsip prinsip dalam proses penelitian. Ijin penelitian ini dengan nomor 072/0367/Bapplitbang tanggal 29 Mei HASIL Tabel 1 menunjukkan hasil penelitian bahwa usia remaja pada kelompok kontrol sebagian besar berusia 16 tahun sebesar 66,7%, usia paling muda 15 tahun dan tertua 17 tahun. Pada kelompok intervensi terbanyak pada usia 16 tahun sebesar 59,3%, usia paling muda 15 tahun dan tertua 19 tahun. Status pernikahan baik pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi semua remaja belum kawin masing masing sebesar 100%. Pada kelompok kontrol ada riwayat keluarga menderita kanker sebesar 7,41% dan kelompok intervensi ada riwayat menederita kanker sebesar 11,11%. Pengolahan dan Analisis Data Analisis data meliputi analisis univariat pada data demografi menggunakan distribusi Variabel Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden . Kelompok Kontrol Intervensi Usia . Status pernikahan Kawin Belum Kawin Riwayat keluarga menderita kanker Ada Tidak ada https://doi. org/10. 33490/b. 7,41 92,59 11,11 88,89 Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA Tabel 2. Perbedaan nilai mean, minimum, maksimun, standar deviasi, varian skor pengetahuan pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Kontrol Intervensi Pengetahuan Pretest Posttest Selisih Pretest Posttest Selisih Mean 5,96 6,93 0,97 6,63 8,15 1,52 Minimum Maksimum Standar Deviasi 1,605 1,591 1,334 0,864 Variance 2,575 2,533 1,781 0,746 Pada tabel 2. Menunjukkan ada perbedaan hasil skor dari kedua kelompok perlakuan tersebut. Hal ini terlihat dari hasil ratarata (M) pada kelompok intervensi dengan Media Aplikasi Sadari memiliki selisih 1,52 lebih besar dibanding media leaflet sadari dengan selisih mean 0,97. Hal ini berarti bahwa pemberian pendidikan kesehatan dengan Media Aplikasi Sadari lebih efektif daripada Media Leaflet terhadap penambahan pengetahuan tentang Sadari. Tabel 3. Perbedaan nilai mean, minimum, maksimun, standar deviasi, varian skor sikap pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Sikap Mean Minimum Maksimum Standar Deviasi Variance Pretest 37,15 2,583 6,670 Kontrol Posttest 39,00 2,896 8,385 Dari tabel 3. diatas dapat diketahui bahwa ada perbedaan hasil skor dari kedua kelompok perlakuan tersebut. Hal ini terlihat dari hasil rata-rata (M) pada kelompok dengan Media Aplikasi SADARI memiliki selisih sikap Selisih 1,85 Pretest 36,59 2,135 4,558 Intervensi Posttest Selisih 42,22 5,63 3,130 9,795 5,63 lebih besar dibanding media leaflet SADARI dengan selisih 1,85. Hal ini berarti bahwa pemberian pendidikan kesehatan dengan Media Aplikasi SADARI lebih efektif daripada Media Leaflet terhadap Sikap SADARI. Tabel 4. Perbedaan nilai mean, minimum, maksimum, standar deviasi, variance skor praktik SADARI pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Praktik Mean Minimum Maksimum Standar Deviasi Variance Leaflet SADARI Pretest Posttest Selisih 4,93 5,96 1,03 1,639 1,160 2,687 1,345 https://doi. org/10. 33490/b. Aplikasi SADARI Pretest Posttest Selisih 4,30 7,89 3,59 1,938 1,368 3,755 1,872 Jurnal Kebidanan Malakbi Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Dari tabel 4. ditunjukkan bahwa ada perbedaan hasil skor dari kedua kelompok perlakuan tersebut. Hal ini terlihat dari hasil rerata (M) pada kelompok dengan Media Aplikasi SADARI memiliki selisih 3,59 lebih besar dibanding media leaflet SADARI dengan selisih 1,03. Hal ini berarti bahwa pemberian pendidikan kesehatan dengan Media Aplikasi SADARI lebih efektif daripada Media Leaflet terhadap Praktik SADARI. Tabel 5. Nilai Pretest-Posttest Pengetahuan SADARI Kelompok Kontrol dan intervensi pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 0,97 Z tabel (=5%) 1,96 1,52 1,96 Media Data Mean Selisih Leaflet SADARI Pretest Posttest Pretest Posttest 5,96 6,93 6,63 8,15 Aplikasi SADARI Berdasarkan tabel 5. bahwa rata rata pengetahuan remaja sebelum mendapat intervensi dengan media leaflet sadari adalah 5,96 dan sebelum mendapat intervensi dengan aplikasi adalah 6,63. Setelah mendapat intervensi terdapat peningkatan pengetahuan dengan masing rata rata untuk kelompok kontrol yang menggunakan leaflet sadari sebesar 6,93 dan kelompok intervensi yang menggunakan Aplikasi Sadari sebesar 8,15. Dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,009 Z hitung -2,703 0,009 -3,785 0,000 pada kelompok control dengan media leaflet sadari dan pada kelompok intervensi dengan menggunakan Aplikasi Sadari diperoleh nilai significancy sebesar 0,000 (<0,. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum intervensi dan sesudah intervensi baik pada kelompok control dengan media leaflet maupun pada kelompok intervensi dengan menggunakan Aplikasi sadari. Tabel 6. Nilai Pretest-Posttest Sikap SADARI Kelompok Kontrol dan intervensi pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Z tabel Media Data Mean Selisih Z hitung (=5%) Leaflet SADARI Pretest 37,15 1,85 1,96 -2,801 0,005 Posttest 39,00 Aplikasi SADARI Pretest 36,59 5,63 1,96 -4,383 0,000 Posttest 42,22 Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa rata rata sikap remaja sebelum mendapat intervensi dengan media leaflet SADARI adalah 37,15 dan sebelum mendapat intervensi dengan aplikasi adalah 36,59. Setelah mendapat intervensi terdapat peningkatan sikap dengan masing rata rata untuk kelompok kontrol yang menggunakan leaflet SADARI sebesar 39,00 dan kelompok intervensi yang menggunakan Aplikasi SADARI sebesar 42,22. Dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,005 . pada https://doi. org/10. 33490/b. kelompok kontrol dengan media leaflet SADARI dan pada kelompok intervensi dengan menggunakan Aplikasi SADARI diperoleh nilai significancy sebesar 0,000 (<0,. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum intervensi dan sesudah intervensi baik pada kelompok control dengan media leaflet maupun pada kelompok intervensi dengan menggunakan Aplikasi SADARI. Jurnal Kebidanan Malakbi Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Tabel 7. Nilai Pretest-Posttest Praktik SADARI Kelompok Kontrol dan intervensi pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Z tabel Media Data Mean Selisih Z hitung (=5%) Leaflet SADARI Pretest 4,93 1,03 1,96 -2,666 0,008 Posttest 5,96 Aplikasi SADARI Pretest 4,30 3,59 1,96 -4,498 0,000 Posttest 7,89 Berdasarkan tabel 7. didapat dilihat bahwa rata rata pengetahuan remaja sebelum mendapat intervensi pada kelompok dengan media leaflet SADARI adalah 4,93 dan sebelum mendapat intervensi dengan media aplikasi SADARI adalah 4,30. Setelah mendapat intervensi terdapat peningkatan praktik dengan rata rata untuk kelompok kontrol yang menggunakan media leaflet SADARI sebesar 5,96 menggunakan Aplikasi SADARI sebesar 7,89. Dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai significancy 0,008 (,0,. pada kelompok control dengan media leaflet SADARI dan pada kelompok intervensi dengan menggunakan Aplikasi SADARI diperoleh nilai significancy sebesar 0,000 (<0,. , dari sini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi baik pada kelompok kontrol dengan media leaflet maupun pada kelompok intervensi dengan menggunakan Aplikasi SADARI. Tabel 8. Nilai Posttest pengetahuan SADARI antara Kelompok Kontrol dan intervensi pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Pengetahuan Leaflet SADARI Aplikasi SADARI Setelah Intervensi Mean 20,56 0,001 34,44 Berdasarkan tabel 8. bahwa sebelum intervensi tidak ada perbedaan pengetahuan yang bemakna antara kelompok dengan media leaflet dan aplikasi. Setelah dilakukan intervensi ada perbedaan yang significan antara kelompok media leaflet dan media aplikasi. Peningkatan pengetahuan lebih efektif dengan menggunakan media aplikasi dibandingkan dengan media leaflet. Dengan uji Mann-whitney didapatkan singnificancy 0,001, karena nilai p < 0,05 disimpulkan bahwa ada perbedaan perubahan pengetahuan bermakna antara kelompok media leaflet dan media Tabel 9. Nilai Posttest Sikap SADARI antara Kelompok Kontrol dan intervensi pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Sikap Leaflet SADARI Aplikasi SADARI Berdasarkan tabel 9 didapatkan hasil bahwa sebelum intervensi tidak ada perbedaan sikap yang bemakna antara kelompok dengan media leaflet dan aplikasi. Setelah dilakukan intervensi ada perbedaan yang significan antara kelompok media leaflet dan media aplikasi. Perubahan sikap lebih efektif dengan https://doi. org/10. 33490/b. Setelah Intervensi Mean 18,93 0,000 36,07 menggunakan media aplikasi dibandingkan dengan media leaflet. Dengan uji Mann-whitney diperoleh angka singnificancy 0,000, karena nilai p > 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sikap bermakna antara kelompok media leaflet dan media aplikasi. Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA Berdasarkan tabel 10 didapatkan hasil bahwa sebelum intervensi tidak ada perbedaan dalam melakukan praktik sadari yang bemakna antara kelompok dengan media leaflet dan aplikasi , didapatkan nilai significancy 0,170 > dari 0,05 yang menunjukkan tidak ada perbedaan antara 2 kelompok. Setelah dilakukan intervensi ada perbedaan yang significan antara kelompok media leaflet dan media aplikasi. Praktik Sadari lebih efektif dengan menggunakan media aplikasi dibandingkan dengan media leaflet. Dengan uji Mann-whitney didapatkan angka singnificancy 0,000, karena nilai p < 0,05 dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan praktik sadari yang bermakna antara kelompok media leaflet dan media aplikasi. Tabel 10 Nilai Posttest Praktik SADARI antara Kelompok Kontrol dan intervensi pada siswi MA Darul Ulum Kota Palangka Raya Tahun 2020 Praktik Leaflet SADARI Aplikasi SADARI PEMBAHASAN Karakteristik Responden Responden Fudyartanta menjelaskan bahwa masa remaja merupakan masa penting agar dibekali dengan edukasi yang tepat. Perubahan fisik, psikologis dan social dimulai pada tahap ini (Jannah, 2. Perubahan yang diikuti dengan perkembangan tubuh yang pesat dan meningkatnya perkembangan mental yang cepat terutama pada masa pubertas dini menjadikan remaja sangat penasaran (Fitri & Adelya, 2. Semua perkembangan tersebut meningkatkan kebutuhan remaja akan adaptasi mental, sikap dan kepedulian terhadap apa yang mereka anggap baru (Saputro, 2. Karena pengetahuan SADARI erat kaitannya dengan perubahan fisik, mental, dan social, maka diharapkan wawasan SADARI dapat diterima sebagai pembaharuan pengetahuan. Akses internet yang mudah dalam mendapatkan informasi juga mempengaruhi Sebagian besar responden belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang cara mendeteksi Pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan mempunyai pengetahuan dengan kategori cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan skor dari dua kelompok dengan selisih rata rata . lebih besar pada kelompok. Hal ini menggambarkan bahwa sedikit remaja yang memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebelu penyuluhan. Setelah dilakukan perlakuan pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan. Hal ini terlihat dari hasil rata rata . pada kelompok dengan Media Aplikasi SADARI memiliki selisih mean sebesar 1,52 lebih dan kelompok control dengan media leaflet dengan mean sebesar 0,97. Hal ini didukung dengan uji bivariat pada dua kelompok berpasangan dengan uji Wilcoxon, dimana nilai significancy pada kelompok dengan media aplikasi sebesar 0,000 dan nilai significancy pada kelompok media leaflet sebesar 0,009, dimana nilai p < 00,5. Hal ini menunjukkan perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan baik pada kelompok dengan media aplikasi maupun pada kelompok dengan media leaflet. Namun setelah dilakukan uji beda antara dua kelompok tidak berpasangan antara kelompok dengan media aplikasi dan kelompok dengan media leaflet, didapatkan hasil bahwa singnificancy 0,001, karena nilai p < 0,05 dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Pengetahuan adalah area yang sangat penting untuk membentuk perilaku seseorang. Pengalaman, tingkat pendidikan, kepercayaan, sarana prasarana/fasilitias, pendapatan, maupun sosial budaya dapat mempengaruhi pengetahuan Beberapa responden pada kelompok control dan intervensi memiliki pengetahuan yang baik tentang kanker payudara dan SADARI pada saat prapenyuluhan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, anatar lain latar belakang pendidikan sebagai siswi MA, dan menerima informasi tentang SADARI, pengalaman turut serta berkontribusi terhadap pengetahuan seseorang tentang kanker payudara. https://doi. org/10. 33490/b. Setelah Intervensi Mean 18,20 0,000 36,80 Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA ada perbedaan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan antara kelompok dengan media leaflet, dan media aplikasi. Dimana peningkatan pengetahuan lebih bermakna pada kelompok dengan aplikasi sadari dibanding dengan kelompok dengan media leaflet. Penyusuna alat bantu didasarkan pada kemampuan panca inder untuk menerima dan menangkap pengetahuan yang disampaikan. Optimalisasi indera yang difungsikan akan semakin berdampak baik dalam mendapatkan Selaras dengan penelitian yang dilakukan pada siswi di SMA Futuhiyyah Mranggen Demak, meningkatnya pengetahuan setelah penyuluhan SADARI, siswi mempunyai level pengetahuan yang baik (Salmiyah et al. , 2. Penambahan pengetahuan remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri dengan tujuan deteksi dini kanker payudara pada individu dapat dikenali sehingga dapat ditangani lebih awal (Wardhani et al. , 2. Pemakaian sarana pembelajaran yang real atau interaksi langsung akan memudahkan pesan tersebut diterima dengan baik oleh siswa (Nursalam. Media menyampaikan pesan kesehatan akan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan mudah diterima. Media (Yulinda & Fitriyah. Dimana dianggap mampu menyampaikan pesan yang terkandung dalam media dengan baik kepada audience. dan sesudah intervensi pada kelompok dengan media aplikasi serta pada kelompok dengan media leaflet. Namun setelah dilakukan uji beda antara dua kelompok tidak berpasangan antara kelompok dengan media aplikasi dan kelompok dengan media leaflet, didapatkan hasil bahwa singnificancy 0,000, disebabkan nilai p < 0,05 dapat diambil kesimpulan, terdapat perbedaan perubahan sikap menjadi lebih positif dan bermakna antara kelompok media leaflet dan media aplikasi. Dimana perubahan sikap lebih efektif pada kelompok dengan aplikasi SADARI dibanding dengan kelompok dengan media Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku siswi mengenai SADARI dapat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan (Wijayanti & Ani, 2. Sikap positif mengenai SADARI yang dimiliki remaja mengalami peningkatan yang semula hanya 32,5% pada meningkat menjadi 90% remaja (Yulinda & Fitriyah, 2. Hasil analisis didapatkan perubahan bermakna pada sikap remaja putri di SMK Negeri 5 Surabaya dengan ilai p value . , . Diantara perubahan yang bermakna terhadap sikap setelah penyuluhan SADARI yaitu SADARI penting untuk dilakukan secara rutin, memegang payudara bukan hal tabu, pemeriksaan SADARI yang mudah dimengerti untuk dilaksanakan. Praktik Hasil menunjukkan mean pada praktik ada selisih hasil skor pada kelompok media leaflet dan media aplikasi. Hal ini terlihat dari hasil rerata (M) pada kelompok dengan Media Aplikasi SADARI memiliki selisih 3,59 dan kelompok media leaflet sadari dengan selisih 1,03. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai bermakna sebesar 0,005 (,0,. pada kelompok kontrol dengan media leaflet SADARI dan pada kelompok intervensi dengan menggunakan Aplikasi Sadari diperoleh nilai dengan kemaknaan sebesar 0,000 (<0,. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum intervensi dan pasca intervensi pada kelompok kontrol dengan media leaflet maupun pada kelompok perlakuan dengan menggunakan Aplikasi SADARI. Namun setelah dilakukan uji beda antara dua kelompok tidak berpasangan antara kelompok dengan media aplikasi dan kelompok dengan media leaflet, didapatkan nilai singnificancy 0,000, karena nilai p < 0,05 dapat Sikap Sikap digambarkan oleh Ahmadi sebagai kesediaan seseorang untuk bereaksi positif dan negatif terhadap objek dan situasi teryayadantentu (Kholid, 2. Tanggapan individu yang tertutup mengenai suatu hal baik objek atau stimulus disebut dengan sikap (Pakpahan et al. , 2. Berdasarkan dari hasil penelitian ditemukan ada perubahan sikap sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini terbukti dari hasil rata-rata (M) pada kelompok dengan Media Aplikasi SADARI memiliki selisih sikap 5,63 dan kelompok dengan media leaflet dengan selisih 1,85 Hal ini didukung dengan uji bivariat pada dua kelompok berpasangan dengan uji Wilcoxon, dimana nilai significancy pada kelompok dengan media aplikasi sebesar 0,000 dan nilai significancy pada kelompok media leaflet sebesar 0,005 hal ini menunjukkan adanya disparitas yang bermakna antara sebelum https://doi. org/10. 33490/b. Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Efektivitas Metode Aplikasi Android sebagai media edukasiA disimpulkan ada perbedaan praktik yang bermakna antara kelompok media leaflet dan media aplikasi. Dimana praktik sadari lebih rutin dilakukan pada kelompok dengan media aplikasi dibanding kelompok dengan media leaflet. Menurut penelitian Salmiyah, menunjukkan keterampilan kelompok intervensi lebih baik dari kelompok kontrol (Salmiyah et al. , 2. Sejalan dengan penelitian Salmiyah dkk, dimana terdapat perbedaan rata rata pengetahuan dan praktik Sadari sebelum dan setelah diberi (Salmiyah Pemeriksaan payudara sendiri melalui edukasi kesehatan yang dilakukan secara professional efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik SADARI. Adanya fakta bahwa pengetahuan dan sikap yang baik, maka hal ini memberikan implikasi pada praktik SADARI yang dilakukan oleh remaja putri. Handayani. Husna. Septiyani. Mona. La. Mahendra. MaAoruf. Khusna. , & Hariyono. Edukasi Kesehatan Menggunakan Permainan Leghezo (LetAos Go To The Health Zon. Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat, 2. , 1Ae9. https://doi. org/10. 20884/1. Jannah. Remaja Dan Tugas-Tugas Perkembangannya Dalam Islam. Psikoislamedia : Jurnal Psikologi, 1. , 243Ae256. https://doi. org/10. 22373/psikoislamedia. KemenKes. Profil Kesehatan Indonesia https://doi. org/10. 1524/itit. Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan . Kemenkes RI. http://labdata. id/images /download/laporan/RKD/2018/Laporan_N asional_RKD2018_FINAL. Kemenkes RI. Hari Kanker Sedunia Tahun https://w. id/article/view/19 020100003/hari-kanker-sedunia2019. Kholid. Promosi Kesehatan Dengan Pendekatan Teori Perilaku. Media. Dan Aplikasinya. PT. RajaGrafindo Persada. Lubis. Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan Perilaku Sadari. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2. , 81Ae https://doi. org/10. 30604/jika. Nursalam. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. (P. Lestari. Ed. ) . th ed. Salemba Medika. Pakpahan. Siregar. Susilawaty. Tasnim. Ramdany. Manurung. Sianturi. Tompunu. Sitanggang. , & Maisyarah. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Yayasan Kita Menulis. http://repositori. id/19791/1/2021_Book Chapter_Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Pusat Data dan Informasi. Situasi Penyakit Kanker. Rahyani. SiT. Lindayani. Suarniti. Mahayati. Astiti. KESIMPULAN DAN SARAN Penggunaan Aplikasi Android lebih efektif dibanding media leaflet SADARI. Terbukti ada perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik pada remaja sebelum dan sesudah dilakukan edukasi SADARI. Melakukan edukasi secara terus menerus kepada remaja putri (SADARI) agar para remaja terbiasa melakukan SADARI secara rutin setiap bulannya,serta untuk mendeteksi kanker payudara dengan biaya yang sangat murah dan terbukti efektif. DAFTAR PUSTAKA