Jurnal JAPS Volume 6. Nomor 1 April 2025 P-ISSN: 2722-161X E-ISSN: 2722-1601 DOI: 10. 46730/japs. Cyber Bullying Pasukan Siber (Buzze. Media Sosial Dalam Upaya Menjatuhkan Kredibilitas Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Zakly Hanafi Ahmad1. Fajar Alan Syahrier2. M Wira Anshori3. Hatta Abdi Muhammad4 1,3,4 Program Studi Ilmu Politik. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia Program Studi Ilmu Pemerintahan. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia Email: zaklyhanafi@unja. Kata kunci Abstrak Cyberbullying. Buzzer. Media Sosial. Twitter, dan Opini Pemanfaatan media sosial yang awalnya sebagai sarana bersosialisasi dan berbagi informasi kini berkembang menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan opini masyarakat, termasuk pandangan sosial politik. Para aktor politik memanfaatkan media sosial untuk branding, kampanye, dan membangun opini publik. Pasukan siber atau buzzer terlibat aktif dalam menyebarkan isu, publikasi politisi, hingga mengkritik oposisi. Salah satu contoh adalah cyber bullying terhadap Ketua BEM SI pasca demonstrasi mahasiswa 11 April 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk cyber bullying terhadap Ketua BEM SI, struktur gerakan, dan bahasa yang digunakan Metode yang digunakan adalah etnografi digital dengan data primer dari wawancara mendalam secara virtual dan data sekunder dari big data media sosial, media online, serta data institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buzzer berhasil menggiring opini publik dengan menyebarkan berita negatif dan komentar provokatif untuk merusak kredibilitas Ketua BEM SI. Keywords Cyberbullying. Buzzer. Social Media. Twitter, and Opinion Abstract The use of social media, which initially was a means of socializing and sharing information, has now developed into a forum for conveying people's aspirations and opinions, including socio-political views. Political actors use social media for branding, campaigns and building public opinion. Cyber troops or buzzers are actively involved in spreading issues, publishing politicians, and even criticizing the One example is cyber bullying against the Chair of BEM SI following the student demonstration on April 11 2022. This research aims to identify the form of cyber bullying against the Chair of BEM SI, the structure of the movements, and the language used by the The method used is digital ethnography with primary data from virtual in-depth interviews and secondary data from big data on social media, online media and institutional data. The research results show that the buzzer succeeded in swaying public opinion by spreading negative news and provocative comments to damage the credibility of the Chair of BEM SI. Pendahuluan Indonesia merupakan negara demokrasi, salah satu prinsip terpenting dalam negara demokrasi adalah adanya kebebasan pers atau media massa yang memiliki hak untuk menyatakan pendapat atau menyebar informasi (Budiardjo, 2. Kemerdekaan berserikat, berkumpul serta menyatakan pendapat secara lisan maupun tulisan yang diatur pada UUD 1945 Pasal 28, secara rinci kebebasan pers dijelaskan dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Transparansi dalam informasi sebagai wujud pemenuhan terhadap hak warga negara juga diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, hak atas informasi juga merupakan hak fundamental yang diakui dalam instrumen hak asasi manusia, baik secara nasional dan internasional. Pers atau media adalah pranata . di luar organisasi penyelenggara negara. Pers juga dikatakan sebagai bentuk pranata sosial . nstitusi publi. Dengan demikian tidak tepat menempatkan pers atau media sejajar dengan kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif, atau satuan organisasi penyelenggara negara lainnya. Menurut (Manan & Harijanti, 2. pers atau media juga bukan sekedar penyalur opini, ada berbagai fungsi negara lain yang dijalankan pers atau media yang dijabarkan sebagai berikut, . Pers sebagai media komunikasi antara negara . enyelenggara negar. dengan publik. Pers sebagai pembentuk Telah dikemukakan, pers atau media bukan sekedar penyalur opini. Tidak kalah penting bahkan makin penting-fungsi pers atau media sebagai pembentuk opini yang berpengaruh bahkan menentukan perjalanan publik atau perjalanan pengelolaan negara. Pers sebagai sumber gagasan, baik sebagai pencipta atau sebagai penyalur gagasan. Pers atau media adalah salah satu sarana penting sebagai agent of change atau agent of reform. Pers sebagai cermin tata kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pers sebagai sarana kontrol, baik sebagai pengontrol maupun sebagai penyalur kontrol publik. Kontrol pers sangat kuat karena didukung oleh kapasitas pembentukan opini disertai daya tekan . yang kuat pula. Pers dengan fungsi lainnya, misalnya pers atau media sebagai pendidik, pengembangan social responsibility, social commitmen, dan lain-lain. Fungsi-fungsi di atas dapat dijalankan dengan baik dan berdampak terhadap kehidupan bernegara atau sosial pada umumnya diperlukan suatu syarat yang tidak dapat ditawar yaitu kemerdekaan atau kebebasan pers. Tanpa kemerdekaan atau kebebasan pers, fungsi-fungsi di atas hanyalah suatu kemewahan atau pajangan belaka. Dalam kaitan dengan penyelenggaraan negara, kemerdekaan atau kebebasan pers hanya akan hidup apabila ada Proses digitalisasi yang begitu cepat telah merubah sistem kerja pers atau media secara keseluruhan, pers tidak hanya tampil dalam bentuk cetak kertas, siaran radio maupun telivisi, perkembangan global teknologi informasi dan komunikasi telah memicu peningkatan komunikasi dan penyebaran informasi secara massif di dunia maya, baik itu pada kalangan pemerintah, swasta, kelembagaan sosial politik hingga masyarakat umum. Kemunculan Pandemi Covid-19 juga membuat transformasi digital bergerak semakin cepat, hampir seluruh aktivitas yang semulanya mengharuskan tatap muka langsung seperti diskusi, rapat, dan proses pendidikan, kini beralih pada dunia virtual (Muhammad Akbar, 2. Sebelum kemunculan pandemi. Google Indonesia telah merilis survei yang menyatakan bahwa ratarata orang di Indonesia menghabiskan waktu selama 5,5 Jam dalam sehari untuk menatap layar ponsel pintarnya (Reska K. Nistanto, 2. Pasca pandemi riset we are social menunjukkan bahwa kini sudah ada 204,7 juta orang atau sekitar 73,7% dari total penduduk Indonesia rata-rata menghabiskan waktu sekitar 8 jam lebih perhari untuk mengakses internet pada smartphone mereka (Wartaekonomi. id, 2. Perkembangan media online terhitung sejak 2021 menurut data Jurnal Dewan Pers, ada lebih dari 43. 000 media online yang tersebar di seluruh Indonesia. Perkembangan media online ini tidak terlepas dari perkembangan internet yang semakin membesar, jaringan internet saat ini juga sudah dapat dinikmati hingga pelosok desa. Berdasarkan perkembangan tersebut, banyak grup media besar yang mulai memfokuskan alihnya pada pengembangan media online, konsumen di Indonesia juga dinilai semakin berkurang minat terhadap media cetak selain itu juga minat baca orang Indonesia yang menurun cenderung lebih menyukai berita yang ringkas dan langsung masuk pada inti berita. Media online juga dinilai sebagai solusi yang lebih menarik dimata masyarakat, terlebih dengan tambahan video dan desain konten yang modern (Lita Lia, 2. Befokus pada perkembangan media sosial, beragam media sosial yang tengah berkembang dan muncul dalam bentuk software pada komputer maupun smartphone seperti situs Facebook. Twitter. Youtube. Instagram, dan lain Berdasarkan hasil survei dari kerjasama Reuters Institute dan Oxford University dalam Digital News Report 2022, masyarakat Indonesia memilih media online dan media sosial sebagai sumber berita yang paling populer. Sumber berita masyarakat Indonesia diperoleh dari media online . ermasuk media sosialny. sebesar 88%, media sosial 68%, telivisi 57% dan media cetak . oran, majalah, dan sejenisny. sebesar 17%, terlihat penurunan drastis angka minat terhadap media cetak dan tingginya minat terhadap media online dikarenakan kemudahan akses dan efisiensinya (Rosy Dewi Aprianti Saptoyo, 2. Media online juga banyak memiliki keunggulan lain, selain berfungsi sebagai penyalur informasi dan sarana teknis pekerjaan, media online berperan penting dalam pengembangan taraf kehidupan sosial politik masyarakat. Media berfungsi mengarahkan pemikiran dan opini masyarakat serta menjadi sarana pendidikan politik bagi para pembacanya, berkaca pada perkembangan media online saat ini, kampanye digital di Indonesia juga sudah mulai diterapkan pada perhelatan pemilihan Kepala Daerah sertentak tahun 2020, meskipun pada prakteknya sebelum itu kampanye online juga sudah cukup massif, akan tetapi secara resmi pandemi Covid-19 mendorong Komisi Pemilihan Umum membuat PKPU No 13 Tahun 2020 yang mendukung optimalisasi kampanye daring pada beberapa pasalnya (Sahupala, 2. Hadirnya peraturan tersebut juga berdasarkan pertimbangan pada jumlah pengguna internet di Indonesia yang dilaporkan oleh APJII sebesar 196,71 juta jiwa pertahun 2020, dan dari angka tersebut kelompok pengguna dengan rentang usia dibawah 40 tahun menjadi pengguna terbanyak (Riyanto, 2. Kelompok pengguna internet terbanyak pada hari ini didominasi oleh generasi Milenial dan generasi Z, rentang usia tersebut cenderung sangat dekat dengan teknologi digital sejak usia mudanya bahkan generasi Z sudah mengenal internet sejak umur dibawah 10 tahun, generasi ini merupakan pengguna smartphone yang secara aktif mengakses media online setiap harinya (Rizal, 2. Berangkat dari fakta tersebut, jika dilihat dan diamati penggunaan media digital dapat berpeluang secara signifikan dalam dunia sosial politik yang sangat membutuhkan publisitas, secara teknis media digital berperan untuk mempromosikan ketokohan dan citra positif para politisi yang berniat meraih popularitas serta menarik simpati masyarakat dalam kisah yang dinarasikan secara public (Saputra, 2. Sedangkan, media sosial hadir untuk hal-hal yang lebih bersifat personal, seperti foto kegiatan dan keseharian politisi, vlog video, sosialisasi, dan edukasi dengan tampilan infografik. Media pemberitaan juga tidak hanya mempublikasi beritanya pada situs web saja, akan tetapi mereka juga memiliki akun media sosial resmi yang secara real time mempublikasi headline berita terbaru secara real time, publikasi berita di media sosial juga terkesan simpel dan mudah dipahami tanpa harus membaca paragraf panjang seperti yang ada pada situs web. Berbicara tentang fungsi media digital sebagai penggiring opini, khususnya pada media sosial sudah sangat banyak terlihat, adapun salah satu media sosial yang sangat erat kaitannya dengan dunia politik adalah AuTwitterAy. Aplikasi Twitter sendiri lahir pada 21 Maret 2006, pada awalnya aplikasi ini lebih mirip layanan SMS dibandingkan media sosial seperti yang ada pada saat ini. Selanjutnya Twitter pada perkembangannya menjadi tempat berkicau yang terbatas dalam 140 karakter. Batasan jumlah karakter pada Twitter mengalami peningkatan pada perkembangannya hingga 280 karakter pada November 2017. Meski hanya terbatas untuk membuat kicauan. Twitter bukanlah media sosial sembarangan, banyak orang berpengaruh di dunia menggunakan Twitter dari mulai Presiden Amerika Serikat yang memiliki akun khusus @POTUS, dan diikuti oleh kepala negara lainnya, para pembisnis, tokoh sosial masyarakat, para politisi, hingga pemimpin keagamaan seperti Paus Fransiskus juga turut menggunakan Twitter dengan akun resminya @Pontifex (Zaenudin, 2. Perspektif mengenai media sosial menurut (Verweij & Van Noort, 2. terbagi menjadi dua kategori. Perspektif pertama, yaitu sebagai penyebar informasi, dan perspektif kedua sebagai pembentuk hubungan. Facebook adalah media sosial dengan perspektif kedua, sementara Twitter merupakan media sosial dengan perspektif pertama. Twitter dianggap sebagai platform penyebar informasi dikarenakan hampir setengah dari trending topics Twitter menjadi headline berita CNN. Twitter dinilai memiliki kekuatan menjadi referensi berita media konvensional yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh banyak pihak, terutama pada dunia politik. Secara fundamental Twitter digunakan oleh para politisi untuk mempengaruhi orang lain, terutama dalam mempengaruhi media konvensional dalam menentukan agenda berita. Kemenangan Donald Trump melawan Hillary Clinton pada Pilpres AS juga tidak terlepas dari pengaruh media sosial Twitter. Trump mengatakan bahwa kicauanya di Twitter dapat dijadikan alat untuk menyerang balik berbagai pemberitaan negatif terhadap dirinya (Fajrina, 2. Bahkan pengakuan jujur dalam wawancara dengan The New York Times dari salah satu pendiri Twitter. Evan Williams mengungkapkan penyesalannya jika media sosial Twitter membantu kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS (Rafie, 2. Sumber: Katadata. Popularitas Twitter juga memiliki pengaruh yang kuat di Indonesia, menurut laporan Statista terdapat 18,45 juta pengguna aplikasi ini di tanah air per Januari 2022. Angka tersebut membuat Indonesia menjadi negara dengan urutan ke-5 di dunia sebagai pengguna Twitter terbanyak (Annur, 2. Kalangan pengguna Twitter juga sangat beragam, mulai dari kalangan masyarakat umum, kalangan selebritis, hingga kalangan pejabat publik yang juga aktif berinteraksi pada platform ini. Berdasarkan survei TagihJanji yang dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2017 dengan menggunakan metode Frequency of Interaction Analysis (FIA) berhasil mengurutkan 10 pejabat negara di Indonesia yang paling interaktif di Twitter. Hasil survei menunjukkan Ridwan Kamil sebagai kepala daerah yang paling aktif berinteraksi dengan masyarakat di Twitter, disusul oleh Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Menteri Agama Lukman Hakim. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Bupati Trenggalek Emil Dardak. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Yordan, 2. Komunikasi publik yang dilakukan para pejabat publik pada platform ini tidak hanya berupa interaksi umum saja, akan tetapi juga banyak terdapat tweet politik yang berupa curahan pemikirannya terhadap kondisi sosial politik yang terjadi atau juga berupa sindir menyindir antar elit. Masyarakat juga cukup banyak berinteraksi dengan para pejabat publik maupun politisi, fenomena saling adu pendapat yang muncul juga tidak terhindarkan sehingga Twitter juga dinilai sebagai alat yang menunjang demokrasi karena seluruh penggunanya bebas berekspresi. Kebebasan berekspresi pada sosial media ini juga berbeda dengan sosial media lain seperti Instagram dan Facebook yang terkadang melakukan sensor terhadap postingan tertentu, sedangkan di Twitter informasi yang tersebar lebih detail dan bisa dilihat tanpa sensor apapun jenis kontennya (Hidayat, 2. Polarisasi politik Indonesia juga banyak diperankan oleh Twitter melalui akun-akun anonim yang berinteraksi secara aktif terhadap masyarakat, akun anonim tersebut bukanlah akun milik perseorangan pribadi dan juga tidak memilik identitas yang jelas. Akun itu disebut-sebut milik para buzzer yang dibayar sebagai penggiring opini publik di dunia maya oleh seseorang atau sekelompok yang memiliki kepentingan tertentu. Istilah buzzer pada awalnya dikenal sebagai alat kepentingan promosi oleh beberapa brand dan kemudian berkembang dan terlibat dalam peristiwa politik, keterlibatan buzzer secara luas dalam kepentingan politik terjadi pada Pilpres 2014 sebagai bentuk upaya menaikan citra positif Joko Widodo sebagai kandidat Presiden melawan Prabowo Subianto. Peran positif para buzzer seketika berubah menjadi negatif ketika gelaran Pilgub DKI 2017 dimana para buzzer menjadi penggiring opini yang membuat perdebatan dan perpecahan, kesalahan Basuki Thajaja Purnama atau Ahok saat kampanye dipropagandakan sebagai penista agama, buzzer menggiring opini publik untuk membenci orang yang berbeda agama dengan mayoritas penduduk Indonesia. Perang opini dan postingan negatif serta ujaran kebencian memuncak pada peristiwa ini yang mana pada akhirnya berhasil membuat masyarakat bergerak untuk melakukan demo besar-besaran agar Ahok dipenjara (Priyambodo, 2. Perhelatan debat pamungkas pilpres 2019 pada hari Sabtu tanggal 13 April antara pasangan Jokowi-MaAoaruf dan Prabowo-Sandi juga menjadi peristiwa politik besar di Twitter, kicauan tagar #DebatPilpres2019 mencapai jutaan tweet dan masuk dalam daftar trending topik di Twitter Indonesia, puncak percakapan terjadi sekitar pukul 22. 00 WIB, dengan lebih dari 167. 000 tweet per menit. Percakapan yang terjadi berupa dukungan, sindiran, makian, dan adu pendapat antar pendukung hingga ujaran kebencian untuk menjatuhkan pasangan calon (Fadilla, 2. Polarisasi istilah AucebongAy. AukampretAy, dan AukadrunAy sudah lumrah terucap di jagat dunia maya, kata ini bahkan terhitung lebih dari 300-400 ribu cuitan di Twitter berdasarkan penelitian menggunakan Drone Emprit. Istilah tersebut merupakan bentuk propaganda oleh para buzzer untuk membuat perpecahan di tengah Masyarakat (Bianda Ludwianto, 2. Dewasa ini pepecahan dan penggiringan opini oleh para buzzer semakin berkembang untuk menjatuhkan kredibilitas pribadi ataupun kelompok tetentu, upaya diskredibilitas ini menyasar pada perilaku cyberbullying yang menyerang personality dan latar belakang Perilaku cyberbullying menurut Persada . pada dasarnya memiliki motif untuk mempermalukan target berdasarkan identitasnya dengan cara mempermalukan karakter, menonjolkan kesalahan serta memfitnah atau melebihkan opini negatif ke orang yang dituju (Persada et al. , 2. Awal tahun 2022 ini tepatnya pada bulan April yang lalu, terdapat peristiwa besar terkait gerakan mahasiswa yang pada akhirnya cukup banyak diberitakan di berbagai media dan mengundang banyak pendapat di media sosial, peristiwa tersebut adalah gerakan mahasiswa yang berbentuk rencana aksi massa secara besar-besaran tersebut bertujuan untuk menolak isu perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode (Fajarta, 2. Aksi massa ini di pimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dengan koordinator pusat bernama Kaharuddin dari Universitas Riau, kesalahan Kaharuddin saat berargumentasi di acara Hot Room pada salah satu siaran telivisi mengundang cacian dan kecaman dari berbagai elemen masyarakat, cyberbullying yang menimpa Ketua BEM SI ini terjadi akibat kesalahan penyebutan bahwa pada era Orde Baru masyarakat Indonesia memperoleh kebebasan dan kesejahteraan, pernyataan tersebut langsung diralat dan ditentang oleh anggota komisi XI DPR RI Masinton Pasaribu yang juga ikut dalam acara tersebut. Pasca peristiwa itu terlihat secara tersistematis gerakan cyberbullying terhadap Kaharuddin di media digital, secara umum pemberitaan mengenai Kaharuddin sangat massif dilakukan oleh berbagai media, secara khusus pada media sosial Twitter banyak sekali akun anonim yang melontarkan kalimat negatif dan menggiring opini publik untuk menyudutkan Kaharuddin, bahkan tagar #KetuaBEMSI sempat menjadi tren nomor satu kala itu (Garjito. Berdasarkan fenomena cyberbullying diatas, maka dari itu penulis ingin mengulas lebih mendalam tentang bagaimana gerakan cyberbullying yang secara sistematis dilakukan pasukan siber atau buzzer dalam upaya menjatuhkan kredibikitas Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia. Metode Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnogarfi virtual, langkah ini dilakukan peneliti agar dapat mengidentifikasi perilaku dan pernyataan penghuni dunia maya sebagai fitur terpenting dari penelitian etnografi virtual. Pengumpulan data dari sumber sekunder berasal dari artikel jurnal, berita online, dan cuitan personal pada akun Twitter, selain dari itu peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam virtual dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Kaharuddin untuk mendapatkan persepsi dan sudut pandang korban terhadap cyberbullying yang menimpanya. Etnografi virtual berupaya untuk mengeksplorasi interaksi objek yang terjadi di dunia maya, sehinga memungkinkan tergalinya data dan fakta mengenai fenomena komunikasi yang terjadi secara virtual. Kegiatan observasi dan wawancara yang dilakukan secara online, teknik ini mencoba memaparkan tentang kebiasaan komunitas yang lebih spesifik dan penggunaan teknologi dalam berkomunikasi. Melalui studi etnografi virtual ini, memungkinkan peneliti untuk memahami dan menggali aktivitas para fujoshi secara lebih mendalam melalui interaksi yang dilakukan. Sehingga dapat dijelaskan bagaimana konstruksi identitas dapat terbentuk melalui komunikasi yang dilakukan secara virtual melalui media sosial (Gusri et al. , 2. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan analisis etnografi virtual tentang tindakan provokasi yang dilakukan oleh beberapa media online serta tindakan cyberbullying yang dilakukan oleh pasukan siber/ buzzer di media sosial, terlihat ada beberapa jenis media yang merilis berita bernada provokasi serta beberapa akun anonim yang membuat narasi kebencian untuk menggiring opini publik di media sosial. Sumber : Indotrends. pikiran-rakyat. Setelah dianalisis lebih mendalam ternyata laman pikiran-rakyat. com tergolong melakukan tindakan provokasi kepada Koordinator Pusat BEM SI. Kaharuddin. Tangkapan layar diatas laman berita ini memberikan asumsi bahwa klarifikasi yang telah diberikan oleh Koordinator Pusat BEM SI terkait pernyataan Orde Baru lebih bebas tidak dapat diterima Kesimpulan sepihak ini menurut penulis adalah usaha untuk menggiring opini publik yang mengakibatkan jatuhnya kepercayaan publik terhadap kapabilitas yang dimiliki aktivis mahasiswa saat ini (Pikiran Rakyat, 2. Sumber : Beritasatu. Selanjutnya, pada tangkapan layar diatas terlihat portal beritasatu. com merilis berita Ketua BEM SI yang mendapatkan tanggapan negatif dari pengguna media sosial akibat pernyataannya mengenai kebebasan pada masa orde baru. Media online beritasatu. memberitakan respon dari klarifikasi korpus BEM SI dengan nada yang cukup negatif dan Padahal jika dicermati yang menjadi substansi adalah usaha klarifikasi dari korpus BEM SI bukan respon negatif dari pengguna media sosial, namun berita yang dijelaskan masuk bersamaan dengan respon negatif . terhadap korpus BEM SI di media sosial. Media lainnya seperti laman suara. com juga memberitakan ulang kesalahan pernyataan ketua BEM SI yang sebenarnya sudah diklarifikasi pada acara di TV One (Beritasatu, 2. Sumber : Suara. Media online suara. com kembali mengutip pernyataan salah satu narasumber pada program catatan demokrasi tvone. Narasumber yang bernama Teddy Gusnaidi memberikan statement bahwa aktivis mahasiswa saat ini tidak punya ilmu. Pada acara tersebut juga diundang Kaharuddin. Korpus BEM SI sebagai narasumber. Suara. com memanfaatkan perdebatan antara Teddy Gusnaidi dengan Kaharuddin pada acara catatan demokrasi tv one, lalu kembali dikaitkan dengan kekeliruan pernyataan korpus BEM SI pada acara hot room Metro TV. Padahal antara acara hotroom Metro TV dan Catatan Demokrasi TV One ada jeda beberapa hari dan dihari jeda itu telah dilakukan klarifikasi oleh Korpus BEM SI. Tetapi meskipun telah diklarifikasi, suara. com menggunakan pernyataan Teddy Gusnaidi pada acara Catatan Demokrasi TV One untuk kembali dikaitkan dengan pernyataan keliru Korpus BEM SI pada acara hot room Metro TV. Pemberitaan yang sebenarnya terjadi pada dua acara yang tidak saling berkaitan, tetapi pada pemilihan judul dibuat seakan-akan berkaitan. Rilis berita com diatas patut diduga ada indikasi untuk melakukan cyberbullying kepada korpus BEM SI (Suara. com, 2. Sumber: Makassarterkini. Pemberitaan laman makassarterkini. id terhadap kekeliruan pernyataan korpus BEM SI lebih tidak substantif dan bisa dianggap mengarah kepada perundungan secara tidak langsung, kutipan berita diatas dirilis karena viralnya cuitan akun buzzer twitter yang menyandingkan foto Kaharuddin Korpus BEM SI dengan komedian Dede Sunandar. Selain itu, pada berita ini juga mengutip perbincangan antara Masinton dengan Hotman Paris yang mana isinya pada saat itu mengoreksi pernyataan Kaharuddin dan mengatakan seharusnya ketua BEM SI tersebut lebih banyak belajar dengan senior, kutipan lainnya juga berfokus pada pandangan perbedaan gerakan mahasiswa dulu dengan sekarang yang diucapkan Kaharuddin, padahal sebenarnya terkait kesalahan ucapan sebelumnya tidak berkorelasi secara langsung dengan pernyataan perbedaan pandangan tersebut. Pada foto yang viral ditwiiter tersebut juga diberikan keterangan AuKetua BEM SI lebih baik jadi pelawak saja mengikuti Dede Sunandar lagian kalau dilihat sepintas seperti kakak beradik. Ay. Narasi yang dibuat oleh akun buzzer tersebut tentu saja dapat memancing emosional para pembaca untuk turut menghujat ketua BEM SI tersebut, apa lagi narasi yang disampaikan juga berkaitan dengan body shaming ketika akun tersebut menilai oleh akun tersebut sepintas seperti kakak beradik (Makassarterkini. id, 2. Sumber: Inisiatifnews Perundungan terhadap Ketua BEM SI juga turut diramaikan oleh sejumlah publik figur, salah satunya aktor dan komedian Arie Keriting ikut mengomentari melalui tweet tendensius yang kemudian dipublikasikan oleh inisiatifnews. com melalui suatu berita. Pendapat publik figur tentu saja berpengaruh terhadap masyarakat, khususnya para penggemar figur tersebut. Arie Kriting sendiri dikenal sebagai sosok yang kritis atas berbagai fenomena sosial yang terjadi. Isi berita ini semakin memperkuat opini bahwa Ketua BEM SI tidak memiliki kapabilitas sebagai pemimpin gerakan mahasiswa. Meskipun pada kenyataannya Kaharuddin terlah memberikan klarifikasi atas kekeliruan pernyataannya (Inisiatifnews, 2. Sumber: https://twitter. com/doge_coeen/status/1514927214273626114?t=0LdmTcGEioq kQVmvHjKwlw&s=19 Tangkapan layar di atas memperlihatkan akun yang diketahui baru saja dibuat pada januari 2022 membuat tweet bernada provokatif. Akun yang bernama @doge_cooen kembali membagikan video singkat kekeliruan pernyataan Kaharuddin pada acara hotroom Metro TV dengan kalimat AuBEM SI itu maksudnya seluruh Indonesiakah? Kalau iya, terus kualitasnya gini? Ampun ampun seluruh Indonesia pakAy. Narasi provokatif oleh akun-akun anonim ini semakin masif dilakukan oleh para buzzer menjelang aksi demonstrasi 21 April, bahkan akun sosial media Instagram BEM SI juga diretas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, selain itu cyberbulyying terhadap Kaharuddin selaku Ketua BEM SI juga semakin masif dilakukan oleh para buzzer, tentu saja hal ini semua bertujuan untuk melumpuhkan semangat gerakan mahasiswa dan menggiring opini publik agar tidak mendukung aksi yang akan dilaksanakan pada 21 April 2022 tersebut (Doge_cooen, 2. Cyberbullying yang menimpa ketua BEM SI ternyata tidak hanya dilakukan oleh akun-akun anonim yang baru dibuat atau hanya memiliki sedikit followers saja, terlihat bahwa akun bernama @maya83206301 yang memiliki hampir 20 ribu pengikut . serta memiliki rekam jejak sebagai akun yang selalu mengcounter segala pernyataan yang mendiskreditkan pemerintah atau dapat dibilang sebagai akun pro pemerintah juga ikut mengambil peran dalam usaha menjatuhkan kredibilitas Ketua BEM SI tersebut. Penggiringan opini yang dilakukan oleh akun ini adalah dengan mengemukakan fakta dualism pada kepengurusan BEM SI yang memang sudah terjadi sejak 2021 lalu, selanjutnya akun ini menambahkan pernyataan sebagai berikut AuBEM SI terbagi dua, beda bandar/ bohirnya kah? #TangkapBohirPengacauNKRIAy dapat dilihat dari tweet yang dituliskan oleh akun tersebut memiliki indikasi usaha untuk memberikan pemahaman keliru kepada publik bahwa alinasi gerakan mahasiswa ini terbagi dari dua bandar/ pemodal yang ditunggangi oleh kepentingan tertentu (Maya83206301, 2. Sumber: https://twitter. com/Maya83206301/status/1515581287129518082?t=U2EGRrKOI-AdcvGzG44CA&s=19 Selanjutnya akun twitter @Marquez_93 yang juga terafiliasi sebagai akun buzzer pro pemerintah lainnya jika dilihat dari rekam jejak postingannya. Berselang satu hari dari tweet @doge_cooen yang diulas sebelumnya, akun yang menggunakan nama dan foto pembalap motogp ini juga membagikan konten video yang sama persis dengan akun @doge_cooen, dapat dianalisa bahwa potongan video berdurasi 2 menit ini memang sengaja dimasifkan secara terstruktur dan berkala sehingga publik semakin sering mengingat kesalahan pernyataan ketua BEM SI tersebut serta semakin sering membaca narasi-narasi negatif pada kolom perdebatan (MARQUEZ_93, 2. Sumber: https://twitter. com/jumianto_RK/status/1518286488999407616?t=wO9qrRZI JowLHTjlc9tnvw&s=19 Sepanjang penelusuran peneliti, tweet pada akun @jumianto_RK adalah tweet yang cukup berbeda dari akun yang lainnya yang memiliki pola narasi dan postingan tweet yang relatif sama. Terlihat postingan pada akun @jumianto_RK ini disertai dengan foto kartu iuran TVRI tahun 1999 dengan keterangan AuKetua BEM SI Kaharuddin era Orde Baru rakyat sejahtera, sejahtera gundul mu, nih rakyat yang punya Telivisi di suruh bayar iuran tiap Yang punya TV sekampung Cuma 3 orang itupun hitam putih belum ada listrik pakai akiAy. Pernyataan yang diutarakan pada tweet ini dinilai sebagai bentuk kemarahan dan penjelasan tentang masa-masa yang sulit pada era Orde Baru, akun ini menerangkan bahwa orang yang memiliki TV hanyalah orang kaya pada masa itu. Tweet ini juga mengandung kalimat celaan Ausejahtera gundulmuAy yang ditujukan kepada Kaharuddin, tentu saja tindakan cyberbullying ini dinarasikan senatural mungkin agar para pembaca dapat tergiring untuk ikut membenci dan mencela ketua BEM SI tersebut, jika dibandingkan dengan akun lain yang mencela ketua BEM SI tersebut, akun @jumianto_RK ini telah ada sejak tahun 2017 dan selalu aktif memberikan tweet yang bernada pembelaan terhadap pemerintah dan secara aktif melakukan retweet pada konten-konten serupa (Jumianto_RK, 2. Sumber:https://twitter. com/mochamadarip/status/1515995769324863488?t=sajJMTK9nXr0Adx86TYzQ&s=19 Kalimat umpatan lainnya juga peneliti temukan pada akun @mochamadarip. Kalimat ini diawali dengan kalimat tanya AuKok bisa dungu jadi koorinator BEM SI?Ay, kalimat selanjutnya yang diutarakan oleh akun ini adalah tentang perbandingan waktu tumbangnya Orde Baru dengan tahun lahirnya Kaharuddin. Kalimat celaan lainnya juga muncul diakhir tweet pertama dengan kalimat AuEntah siapa yang mendaulat, tiba-tiba anak ingusan ini menjadi ketua BEM SI, memimpin demoAy. Pada baris selanjutnya, kalimat bernada rasis juga muncul pada tweet akun itu AuApa sedangkal itu model gerakan mahasiswa di luar Jakarta?Ay, kalimat ini mengarah pada penghinaan terhadap kapasitas orang di luar Jakarta tentu saja kalimat ini menjadi cara untuk menggiring pemikiran publik bahwa mahasiswa pada kampus di luar Jakarta tidak memiliki kapabilitas yang kompeten. Secara spesifik thread twitter pada tangkapan layar ini berjumlah tiga tweet, bahkan pada tweet terakhir ada nama Anies . uat dugaan merujuk pada Gubernur DKI Anies Basweda. yang dikaitkan dengan Kaharuddin, ketua BEM SI AuAnies. Anies. salah pilih aktor jalanan, loe. !!!Ay, begitulah bunyi tweet penutup dari akun @mochamadarip. Kalimat yang dikaitkan dengan Anies tersebut dinilai sebagai bentuk penggiringan opini bahwa Kaharuddin ketua BEM SI merupakan komplotan dari tim pemenangan ataupun simpatisan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, narasi itu juga menuduh Anies sebagai orang dibelakang pergerakan mahasiswa khususnya aliansi BEM SI ketika demo pada bulan April yang lalu (Arip, 2. Selanjutnya tweet dari akun @alextham878 mengungkapkan fakta bahwa BEM SI yang dipimpin oleh Kaharuddin hanya beranggotakan 36 universitas saja, jauh jumlahnya jika dibandingkan dengan BEM SI versi Ketua Wahyu Suryono. Dapat kita Analisa bahwa akun @alextham878 mengarahkan perspektif publik bahwa BEM SI yang beranggotakan 132 universitas lebih layak dipercaya kredibelitasnya (Alextham878, 2. Sumber: https://twitter. com/alextham878/status/1513345115854565377?s=20&t=hQJhYjz R9FMXqdpGyaspgg,https://twitter. com/Asmaragadjayar1/status/15133475163637 26851?s=20&t=7Zb6AXNffr_g3GDmG93woA Selain itu ada juga akun @asmaragadjayar1 yang mengomentari tweet diatas dengan komentar tuduhan bahwa demonstrasi mahasiswa pada bulan April adalah skenario bohir . Tanggapan dilengkapi dengan foto yang dituduh sebagai pemodal BEM SI pimpinan Kaharuddin, terseret nama Anies Baswedan. Ridwan Kamil, dan Gatot Nurmantyo sebagai komplotan anti yang dinilai sebagai oposisinya rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Asmaragadjayara13579, 2. Sumber: https://twitter. com/karmelia08/status/1515685024602857473?t=L3Hi0tnDnKOlB _ a5Pj23dw&s=19 Selanjutnya, tangkapan layar pada tweet diatas menunjukkan tanggapan dari akun @karmelia08 terhadap akun resmi ketua BEM SI Kaharuddin @dinkaharud. Adapun tanggapan yang muncul dari akun @karmelia08 adalah upaya untuk menjatuhkan Kaharuddin dengan menjustifikasi bahwa ketua BEM SI tersebut sangat minim pengetahuan. Tindakan cyberbullying ini disertai dengan foto buku Saya Musuh Soeharto yang menurutnya hendak dikirimkan kepada ketua BEM SI itu. Tanggapan untuk mengirimkan buku tersebut juga ditanggapi oleh 19 komentar negatif terhadap Kaharuddin, jika ditelusuri tanggapan yang muncul selanjutnya adalah dari akun-akun baru yang dibuat pada rentang tahun 20212022. Akan tetapi pemilik akun @karmelia08 ini merupakan ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia Kec. Beji Depok yang ternyata juga berperan aktif di media sosial, dan turut berkontribusi aktif dalam upaya menjatuhkan kredibilitas ketua BEM SI tersebut (Sari, 2. Kesaksian Langsung Ketua BEM SI Kaharuddin Penjabaran sebelumnya dijelaskan bahwa tindakan cyberbullying dari para buzzer tidak hanya berupa celaan dan fitnah, akan tetapi terror dan ancaman langsung juga turut mengiringi perjalanan Kaharuddin pada bulan April hingga bulan Mei. Peneliti mendapatkan kesempatan langsung untuk mewawancarai ketua BEM SI tersebut melalui telfon untuk mempelajari lebih mendalam bagaimana terror dan ancaman yang muncul menjelang dan pasca demontrasi mahasiswa pada bulan April tersebut. Berdasarkan informasi yang peneliti dapatkan dari Kaharuddin, terror dan ancaman sudah muncul sejak bulan Maret 2022, tepatnya pada tanggal 28 Maret akun WhatsApp ketua BEM SI tersebut diretas dan diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Seterusnya pada awal April hingga menjelang waktu demonstrasi peretasan yang terjadi semakin masif mulai dari pengambil alihan media sosial Instagram dan Facebook milik Kaharuddin untuk menyebarkan informasi yang mengadu domba ataupun membingungkan gerakan mahasiswa, pada akun media sosialnya pihak peretas atau hacker menyalahgunakan akun milik ketua BEM SI tersebut untuk menginformasikan pembatalan demonstrasi. Terror secara langsung muncul ketika ada lima orang tidak dikenal mendatangi kediaman orang tua Kaharuddin di Kabupaten Indragiri Hilir. Provinsi Riau. Adapun tujuan kedatangan orang tidak dikenal ini adalah untuk memberikan peringatan kepada keluarga dan tetangga agar Kaharuddin menghentikan demonstrasi tersebut, terror selanjutnya muncul ketika Kaharuddin mendapatkan telfon dan pesan dari orang yang tidak dikenal dengan pesan bernada ancaman Aumau pulang nama, atau mau pulang sekarangAy. Mendekati hari demonstrasi konsolidasi akbar mahasiswa juga disusupi oleh orang yang tidak dikenal, tentu saja upaya ancaman dan terror ini sudah sangat nyata menimpa gerakan mahasiswa terkhusus Kaharuddin selaku ketua BEM SI. Ketua BEM SI tersebut juga memaparkan kepada peneliti bahwa puncak cyberbullying yang menimpanya terjadi dua hari pasca kesalahannya menyebutkan penjelasan tentang perbandingan Orde Baru. Selain dari media sosial yang diretas, ada puluhan ribu tweet yang membahas kesalahan Kaharuddin dan ribuan berita pada media online yang turut memperbesar informasi tentang dirinya, penyebaran data pribadi dan fotofoto yang mengarah kepada body shaming juga turut meramaikan cyberbullying ini. Pasukan siber berhasil membuat opini publik turut mengecam gerakan mahasiswa sekaligus mempermalukan kredibilitas ketua BEM SI Kaharuddin. Simpulan Berdasarkan analisis digital pada media online dan media sosial khususnya twitter, terungkap fakta bahwa pasukan siber atau buzzer sudah sangat banyak terlibat dalam kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia. Pola yang terstruktur dan terencana dalam melakukan penggiringan opini berhasil membuat pengguna media sosial terbawa arus Fenomena cyberbullying terhadap ketua BEM SI Kaharuddin menjadi bukti efektifnya kerja pasukan siber ini. Masyarakat yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan menilai bahwa pergerakan mahasiswa pada hari ini ternyata terkesan kurang ilmu, terlebih saat kesalahan ucapan membuat fatal penilaian terhadap gerakan tersebut. Peretasan dan tebaran ancaman juga cukup membuat perencanaan gerakan mahasiswa yang diinisiasi BEM SI menjadi kacau, pada akhirnya celaan dan fitnah yang dibuat oleh para pasukan siber menjadi natural pasca masyarakat umum pengguna media sosial bahkan publik figure ternama juga turut mengecam Kaharuddin selaku ketua BEM SI. Referensi