2107 ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Efektivitas Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di UPT SMP Negeri 13 Medan Elya Sisca Anggraini1. Jesika Febrianty Manalu2. Syarifah Nurmasyittah3. Rika Hayani4 1,2,3,4 Universitas Negeri Medan. Indonesia E-mail: elyasiskaanggrainin@unimed. id1, manalujesika3@gmail. syarifahnurmasyittah@gmail. com3, rikahayani44@gmail. Article History: Received: 16 Juni 2025 Revised: 30 Juli 2025 Accepted: 01 Agustus 2025 Keywords: Efektivitas. Bimbingan Konseling. Siswa SMP. Prestasi. Motivasi Belajar. Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di UPT SMP Negeri 13 Medan. Bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran, terutama dalam membantu siswa mengatasi berbagai masalah pribadi, sosial, dan akademik yang dapat menghambat kemajuan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui wawancara terhadap enam siswa kelas Vi-5 untuk mengetahui pengalaman dan persepsi mereka terhadap layanan bimbingan dan konseling yang diterima. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan konseling memiliki efek positif pada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, kesadaran diri, dan kemampuan memecahkan masalah untuk menghadapi tantangan Siswa melaporkan merasa lebih terbantu dan termotivasi untuk belajar setelah sesi konseling. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala, antara lain kurangnya tindakan nyata dari guru bimbingan dan konseling serta perlunya perhatian lebih terhadap kebutuhan individu siswa. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan agar institusi pendidikan dapat mengembangkan program bimbingan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan siswa, sehingga efektivitas layanan bimbingan konseling dapat ditingkatkan dan berkontribusi lebih optimal terhadap prestasi belajar Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi pengembangan kebijakan bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah. PENDAHULUAN Bimbingan dan konseling (BK) memiliki peranan penting dalam mendukung proses pembelajaran siswa, salah satunya pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Melalui layanan bimbingan, siswa dibantu dalam mengatasi masalah pribadi, sosial, akademik, dan karier yang mungkin mereka hadapi selama proses pembelajaran. BK berfungsi sebagai pendamping dalam perjalanan siswa mencapai potensi dan prestasi mereka, baik dalam aspek akademik a. ISSN: 2810-0581 . ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 maupun non-akademik. Setiap siswa memiliki kemampuan kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, dan kondisi fisik yang berbeda-beda, sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda-beda dalam mencapai prestasi akademik yang optimal (Wildansyah Lubis. Simaremare Arman 2. Oleh karena itu, bimbingan konseling memiliki peran yang sangat penting dalam membantu siswa mengenali dan mengembangkan potensi mereka secara optimal. Dengan dukungan yang tepat, siswa-siswi dapat meningkatkan konsentrasi, motivasi, pengembangan bakat, dan strategi belajar, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan hasil belajar mereka. BK memproses pembelajaran dalam ruang lingkupnya dan telah berkontribusi dalam berbagai cara, seperti melalui konseling individu, bimbingan kelompok atau dengan merujuk pada guru atau orang tua. Hal ini dapat membantu siswa dalam mengenali faktor-faktor apa yang menghambat pembelajaran mereka dan bagaimana cara terbaik untuk memecah masalah ini. Dengan demikian, keefektifan praktik di atas tidak hanya membantu siswa secara individu dalam proses pembelajaran tetapi juga seluruh lingkungan belajar berkontribusi terhadap manfaat yang diperoleh siswa-siswi secara keseluruhan. Peran guru pembimbing dalam pembentukan karakter siswa pada masa sekolah sangat Bimbingan konseling memiliki peran tidak hanya mengarahkan siswa dalam mewujudkan cita-cita namun juga membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi siswa dalam proses pendidikan. BK memproses pembelajaran dalam ruang lingkupnya dan telah berkontribusi dalam berbagai cara, seperti melalui konseling individu, bimbingan kelompok atau dengan merujuk pada guru atau orang tua. Hal ini dapat membantu siswa dalam mengenali faktorfaktor apa yang menghambat pembelajaran mereka dan bagaimana cara terbaik untuk memecah masalah ini. Dengan demikian, keefektifan praktik di atas tidak hanya membantu siswa seacara individu dalam proses pembelajaran tetapi juga seluruh lingkungan belajar berkontibusi terhadap manfaat yang diperoleh siswa-siswi secara keseluruhan. Bimbingan konseling berperan dalam meningkatkan kecerdasan bangsa dengan memberikan berbagai layanan kepada siswa. Tujuannya adalah untuk membantu pengembangan diri dan potensi siswa secara maksimal, serta meningkatkan motivasi mereka dalam belajar agar dapat mencapai prestasi yang lebih baik. (Harita. Laia, dan Zagoto 2. Dengan demikian, penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi seberapa efektif bimbingan dan konseling dalam meningkatkan prestasi akademik siswa di SMP Negeri 13 Medan. Penelitian ini juga mempertimbangkan berbagai faktor, seperti perbedaan dalam kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, dan kondisi fisik siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menguraikan bagaimana BK mampu meningkatkan pendidikan jenjang SMP dan juga dapat menjadi kritik dalam perumusan program bimbingan yang lebih baik. Melalui penelitian ini, peneliti berharap untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat memberikan saran yang berguna untuk pengembangan program bimbingan konseling di sekolah. Dengan cara ini, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendukung siswa dalam mencapai potensi mereka. METODE PENELITIAN Konsep diri dapat diibaratkan sebagai sistem yang mengendalikan pikiran seseorang, berfungsi seperti perangkat lunak yang memengaruhi cara berpikir individu. (Rahmulyani 2. Dalam dunia pendidikan, terutama di tingkat SMP, bimbingan konseling memiliki peran yang a. ISSN: 2810-0581 . ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 sangat penting dalam mendukung siswa untuk mengembangkan konsep diri yang positif dan menghadapi berbagai tantangan, baik akademik maupun pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran bimbingan konseling dalam meningkatkan kesadaran dan potensi siswa, serta memberikan sumbangsih terhadap pengembangan pendidikan yang lebih efektif. Untuk memahami peran bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah, peneliti melakukan penelitian langsung di UPT SMP Negeri 13 Medan. Dalam penelitian ini, peneliti menyadari bahwa setiap siswa memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda, termasuk dalam hal bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik, dan latar belakang keluarga. Oleh karena itu, peneliti ingin menggali lebih dalam bagaimana bimbingan konseling dapat berkontribusi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dengan memperhatikan keunikan masingmasing individu. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif Penelitian adalah proses pencarian kebenaran dan pengetahuan tentang suatu hal melalui pengumpulan data dan analisis yang dilakukan dengan cara-cara ilmiah yang tepat. (Ummah 2. Peneliti melakukan observasi langsung terhadap sekolah dan melakukan penelitian di sana. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif, menggambarkan fenomena secara detail dan mendalam. Meskipun memiliki tantangan, penelitian ini tetap populer karena memberikan wawasan yang kaya dan detail. (Safrudin et al. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mendapatkan wawasan yang lebih mendalam dan rinci mengenai peran bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Peneliti juga ingin mengetahui secara faktual bagaimana perasaan siswa terkait dengan layanan bimbingan konseling yang mereka terima. Melalui penelitian ini, peneliti berharap dapat mengidentifikasi strategi dan praktik bimbingan konseling yang efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Peneliti juga berharap dapat memperoleh wawasan yang lebih baik tentang bagaimana bimbingan konseling dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah tersebut, serta bagaimana perasaan siswa terkait dengan layanan yang mereka terima. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Peneliti juga melakukan analisis data secara kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang fenomena yang diteliti. Dengan demikian, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lengkap tentang peran bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan teori dan praktik bimbingan konseling di sekolah. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan program bimbingan konseling di sekolah, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam rangka memahami peran bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi akademik siswa peneliti melakukan penelitian di UPT SMP Negeri 13 Medan yang berlokasi di Jl. Sampali No. Pandau Hulu II. Kec. Medan Area. Kota Medan. Sumatera Utara 20233. Peneliti melakukan wawancara dengan 6 siswa kelas Vi-5. Data yang peneliti kumpulkan melalui wawancara ini memberikan informasi yang berharga tentang persepsi siswa tentang efektivitas bimbingan konseling. Melalui analisis data ini, peneliti akan memaparkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan dan menganalisis data tersebut untuk memahami peran bimbingan konseling dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. ISSN: 2810-0581 . ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Hasil Wawancara Data hasil wawancara yang diperoleh dari enam orang siswa SMP Negeri 13 Medan yang bersedia menjadi narasumber pada penelitian ini. Berikut hasil wawancara dari narasumber: Narasumber pertama Nama: Fahri Hermansyah Kelas: Vi-5 Pewawancara: Jesika Febrianty Manalu Hasil Wawancara: Berdasarkan hasil wawancara dengan Fahri Hermansyah dari kelas Vi-5, dapat disimpulkan bahwa bimbingan konseling yang dilakukan oleh ibu guru BK-nya memiliki dampak positif bagi Fahri. Fahri memahami bimbingan konseling sebagai upaya untuk memajukan pendidikan dan merasa terbantu untuk maju ke depan dan belajar lebih banyak. Setelah mengikuti bimbingan konseling. Fahri merasakan kemajuan dalam belajarnya, menjadi lebih baik dan lebih Fahri juga menilai bimbingan konseling yang dilakukan cukup bagus dan memberikan saran agar ibu guru BK lebih sering mengajari mereka. Secara keseluruhan, hasil wawancara menunjukkan bahwa Fahri memiliki persepsi positif tentang bimbingan konseling dan merasakan manfaat dari layanan tersebut. Narasumber kedua Nama: Adit Kelas: Vi-5 Pewawancara: Jesika Febrinty Manalu Hasil Wawancara: Berdasarkan hasil wawancara dengan Adit, dapat disimpulkan bahwa Adit memahami bimbingan konseling sebagai layanan yang dapat membimbingnya menjadi lebih baik. Adit merasa bahwa bimbingan konseling dapat membantu dalam menangani permasalahan seperti bullying dengan berkonsultasi kepada guru BK. Setelah mengikuti bimbingan. Adit merasakan perasaan senang meskipun kadang merasa kurang cocok. Adit menilai metode bimbingan konseling yang dilakukan oleh ibu guru BK efektif. Keseluruhan hasil wawancara menunjukkan bahwa Adit memiliki persepsi positif tentang bimbingan konseling dan merasakan manfaat dari layanan tersebut, meskipun Adit merasa ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Narasumber ketiga Nama: Sisi Novelin Kelas: Vi-5 Pewawancara: Syarifah Nurmasyittah Hasil wawancara: Berdasarkan hasil wawancara dengan Sisi Novelin, dapat disimpulkan bahwa Sisi memutuskan untuk melakukan bimbingan konseling di sekolah karena memiliki masalah terkait peraturan sekolah. Bimbingan konseling membantu Sisi menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memberikan arahan dan solusi. Setelah mengikuti bimbingan konseling. Sisi merasa lebih lega dan termotivasi untuk mematuhi peraturan sekolah, seperti menggunakan atribut sekolah dengan lengkap dan tidak ribut saat guru memberikan arahan. Sisi menilai bahwa bimbingan konseling yang diterimanya sudah bagus. Saran Sisi untuk meningkatkan kualitas bimbingan konseling adalah dengan memberikan sanksi yang sepadan kepada mereka yang melanggar peraturan. Keseluruhan hasil wawancara menunjukkan bahwa Sisi memiliki persepsi positif tentang bimbingan konseling dan merasakan manfaat dari layanan tersebut. ISSN: 2810-0581 . ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Narasumber keempat Nama: Sesilia Nurvana Simanjuntak Kelas: Vi-B Pewawancara: Syarifah Nurmasyittah Hasil wawancara: Berdasarkan hasil wawancara dengan Sisilia Nurvana Simanjuntak, dapat disimpulkan bahwa Sisilia memutuskan untuk melakukan bimbingan konseling karena ingin dibimbing dan menyelesaikan permasalahan yang dialaminya. Melalui bimbingan konseling. Sisilia dapat menyelesaikan masalahnya, termasuk masalah konflik dengan teman, dan merasa lebih tenang. Setelah melakukan bimbingan konseling. Sisilia merasakan perubahan positif, yaitu jarang berantem dengan teman. Sisilia menilai bahwa bimbingan konseling yang diberikan oleh guru BK sudah memadai. Saran Sisilia adalah agar bimbingan konseling dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dan memberikan sanksi yang sepadan kepada murid yang melakukan pelanggaran, sehingga mereka dapat merasa jera. Keseluruhan hasil wawancara menunjukkan bahwa Sisilia memiliki persepsi positif tentang bimbingan konseling dan merasakan manfaat dari layanan Narasumber kelima Nama: Albert Dinola Dolok Kelas: Vi-5 Pewawancara: Rika Hayani Hasil wawancara: Berdasarkan hasil wawancara dengan Albert Dinola Dolok Seribu, dapat disimpulkan bahwa Albert memutuskan untuk melakukan bimbingan konseling untuk memperbaiki perilakunya yang sebelumnya kurang baik. Melalui bimbingan konseling. Albert merasa bahwa dirinya menjadi lebih baik dan lebih rajin belajar karena proses evaluasi diri yang dilakukan. Albert merasakan perubahan positif setelah melakukan bimbingan konseling. Namun. Albert menilai bahwa bimbingan konseling di sekolahnya terkadang kurang efektif karena hanya berupa diskusi tanpa tindakan nyata. Saran Albert adalah agar bimbingan konseling tidak hanya berupa pembicaraan, tetapi juga diikuti dengan tindakan yang nyata dan perhatian yang lebih. Keseluruhan hasil wawancara menunjukkan bahwa Albert memiliki harapan untuk perbaikan bimbingan konseling di sekolahnya. Narasumber keenam Nama: Muhammad Iman Tegar Kelas: Vi-5 Pewawancara: Rika Hayani Hasil wawancara: Berdasarkan hasil wawancara dengan Muhammad Imam Tegar, dapat disimpulkan bahwa Imam memutuskan untuk mengikuti bimbingan konseling karena merasa bahwa layanan ini penting dan dapat mengarahkannya ke arah yang lebih baik. Setelah melakukan bimbingan konseling. Imam merasa lebih baik dan lebih mampu untuk belajar serta mengevaluasi diri. Namun. Imam menilai bahwa efektivitas bimbingan konseling di sekolahnya terkadang sesuai dan terkadang tidak sesuai, tergantung pada guru yang melakukannya. Saran Iman adalah agar guru bimbingan konseling tidak melakukan tekanan atau kekerasan terhadap muridnya, sehingga proses bimbingan dapat berjalan dengan lebih baik. Keseluruhan hasil wawancara menunjukkan bahwa Imam memiliki harapan untuk perbaikan dalam pelaksanaan bimbingan konseling di a. ISSN: 2810-0581 . ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 Alasan Siswa Mengikuti Bimbingan Konseling Berdasarkan hasil wawancara, siswa mengikuti bimbingan konseling karena berbagai alasan yang terkait dengan pengembangan diri dan penyelesaian masalah. Alasan-alasan ini mencakup keinginan untuk memajukan budaya dan pendidikan, membimbing diri menjadi lebih baik, serta menyelesaikan masalah yang dihadapi. Siswa juga mengikuti bimbingan konseling karena merasa perlu untuk memperbaiki diri dan mendapatkan arahan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan akademik dan nonakademik. Keinginan untuk menjadi lebih baik dan lebih percaya diri juga menjadi alasan bagi beberapa siswa untuk mengikuti bimbingan konseling. Bimbingan Konseling Membantu Mengatasi Masalah Siswa Bimbingan konseling membantu siswa mengatasi masalah mereka dengan memberikan solusi dan arahan yang tepat. Siswa merasa bahwa bimbingan konseling membantu mereka menjadi lebih baik, lebih rajin belajar, dan lebih tenang dalam menghadapi masalah. Bimbingan konseling juga membantu siswa menyelesaikan masalah akademik dan non-akademik. Melalui bimbingan konseling, siswa dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, bimbingan konseling juga mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan dan strategi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Perasaan Siswa setelah Mengikuti Bimbingan Konseling Setelah mengikuti bimbingan konseling, siswa merasa lebih baik, lebih lega, dan lebih Mereka juga merasa bahwa bimbingan konseling membantu mereka menjadi lebih baik dan lebih percaya diri. Perasaan positif ini menunjukkan bahwa bimbingan konseling memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan siswa. Namun, beberapa siswa juga merasa bahwa bimbingan konseling terkadang kurang efektif karena hanya bicara-bicara saja tanpa tindakan nyata. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan dalam proses bimbingan konseling untuk meningkatkan efektivitasnya. Penilaian Siswa terhadap Efektivitas Bimbingan Konseling Berdasarkan hasil wawancara, siswa merasa bahwa bimbingan konseling yang ada di sekolah mereka sudah memadai, tetapi ada juga yang merasa bahwa bimbingan konseling terkadang kurang efektif. Siswa merasa bahwa bimbingan konseling perlu ditingkatkan agar lebih efektif dalam membantu siswa menyelesaikan masalah mereka. Penilaian siswa terhadap efektivitas bimbingan konseling menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan konseling di sekolah. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari bimbingan konseling dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Saran Siswa dalam Meningkatkan Bimbingan Konseling Siswa memberikan saran untuk meningkatkan bimbingan konseling, seperti agar guru BK lebih sering mengajari dan memberikan arahan yang lebih baik. Siswa juga menyarankan agar bimbingan konseling tidak hanya bicara-bicara saja, tetapi juga diikuti dengan tindakan nyata. Saran lainnya adalah agar guru BK tidak menekan dan melakukan kekerasan terhadap muridnya. Dengan demikian, siswa dapat merasa lebih nyaman dan aman dalam mengikuti bimbingan konseling, agar mereka dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari layanan ini. ISSN: 2810-0581 . ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. No. Agustus 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil wawancara dengan enam siswa, dapat disimpulkan bahwa bimbingan konseling memiliki peran penting dalam membantu siswa mengatasi masalah dan meningkatkan kesadaran diri. Siswa-siswa tersebut merasakan manfaat dari layanan bimbingan konseling, seperti peningkatan kesadaran diri, perbaikan perilaku, dan kemampuan untuk menyelesaikan Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah, seperti perlunya tindakan nyata, perhatian yang lebih dari guru BK, dan penghindaran tekanan atau kekerasan terhadap murid. Dengan demikian, bimbingan konseling dapat menjadi lebih efektif dalam membantu siswa mencapai tujuan dan mengatasi masalah, sehingga perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam proses penyusunan penelitian ini. Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada UPT SMP Negeri 13 Medan atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan penelitian. Penulis juga menghaturkan apresiasi kepada siswa-siswi kelas Vi-5 yang telah bersedia menjadi narasumber dalam wawancara serta turut serta mendampingi jalannya proses penelitian dengan sukarela. Tak lupa, terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam proses penelitian ini, serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan dan bantuan. Peneliti berharap bahwa hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca dan menjadi referensi yang berguna bagi pengembangan pendidikan di masa depan. Saran untuk meningkatkan kualitas bimbingan konseling di sekolah adalah dengan memberikan perhatian yang lebih kepada siswa, melakukan tindakan nyata untuk membantu siswa mengatasi masalah, dan menghindari tekanan atau kekerasan terhadap murid. Bimbingan konseling juga perlu dirancang untuk memenuhi kebutuhan individu siswa dan bekerja sama dengan guru lain dan orang tua untuk memantau kemajuan siswa dan memberikan dukungan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, bimbingan konseling dapat menjadi lebih efektif dalam membantu siswa mencapai tujuan dan mengatasi masalah. DAFTAR PUSTAKA