Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: DimaSTIKa e-ISSN: 3109-1148 Vol. No. Tahun 2025. Hal. Efektivitas Pelajaran PAI. Budi Pekerti, dan Aswaja dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Nur Lintang Kedu Achmad Yusuf1*. Husni Musyaffa2. Bagas Wisnu Mufti3. Ahmad Hazim Najah Annafi4. Septiawan5. Fatih MutohaA. Lailiya Mukaromah7. Rosy Khilia Diana8. Nur Malikah9. Nur Hidayah10 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 Sekolah Tinggi Islam Kendal Email Corespondensi: achmadyusuf@stikkendal. *Corespondensi Author Abstrak Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan intrakurikuler yang wajib diikuti mahasiswa calon guru sebagai bentuk penerapan teori ke dalam praktik nyata di sekolah. Artikel ini membahas pelaksanaan PPL mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) di SMA Nur Lintang Kedu Temanggung tahun 2025. Tujuan PPL adalah memberikan pengalaman faktual dalam kegiatan mengajar dan administrasi pendidikan, meningkatkan kompetensi profesional calon guru, serta mempererat hubungan antara LPTK dengan sekolah mitra. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode dokumentasi dari laporan PPL. Hasil menunjukkan bahwa PPL dilaksanakan melalui tahap pembekalan, observasi, praktik mengajar, dan administrasi sekolah. Mahasiswa menghadapi kendala seperti keterbatasan sarana LCD, kurangnya disiplin siswa, serta tantangan dalam penguasaan kelas. Pemecahan masalah dilakukan melalui penggunaan media alternatif, pembiasaan disiplin, serta peningkatan komunikasi dengan guru pamong. Kesimpulannya. PPL berkontribusi signifikan dalam membekali mahasiswa menjadi calon pendidik yang profesional sekaligus memberi dampak positif bagi sekolah mitra. Kata kunci: Praktik Pengalaman Lapangan. PAI. Kompetensi Guru. SMA Nur Lintang. Abstract Field Experience Practice (PPL) is an obligatory extracurricular activity for prospective teacher students as a form of applying theory into real practice in schools. This article discusses the implementation of PPL for students of the Islamic Education Program (PAI) at Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) at SMA Nur Lintang Kedu Temanggung in 2025. The purpose of PPL is to provide factual experience in teaching and educational administration activities, improve the professional competence of prospective teachers, and strengthen the This is an open access article under the CCAeBY-SA license http://creativecommons. org/licenses/bysa/4. Saifuddin Zuhri. relationship between Higher Education Institutions (LPTK) and partner schools. The research uses a descriptive qualitative approach with the documentation method from the PPL report. The results show that PPL is carried out through stages of training, observation, teaching practice, and school administration. Students face challenges such as limited LCD equipment, lack of student discipline, and challenges in classroom management. Problem-solving is carried out through the use of alternative media, discipline habituation, and improved communication with supervising teachers. In conclusion. PPL contributes significantly to equipping students to become professional educators while also providing positive impacts for partner Keywords: Field Experience Practice. PAI. Teacher Competence. SMA Nur Lintang. PENDAHULUAN Pendidikan pada hakikatnya merupakan sarana fundamental dalam membentuk generasi bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan tidak cukup hanya menekankan pada aspek pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan nilai moral, spiritual, dan karakter peserta 1 Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung 2 Dengan demikian, pendidikan agama memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam upaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan ajaran agama. Karena hal itu, pendidikan akhlak dan karakter harus diajarkan sedini mungkin. Melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti (BP). Karena PAI BP mengajarkan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentukkan akhlak dan Azka Salmaa Salsabilah. Dinie Anggraeni Dewi, and Yayang Furi Furnamasari. AuPeran Guru Dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 5, no. : 7158Ae63. Mokh Iman Firmansyah. AuPendidikan Agama Islam: Pengertian. Tujuan. Dasar. Dan Fungsi,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam -TaAolim 17, no. : 79Ae90. Ahmad Tantowi. Pendidikan Islam Di Era Transformasi Global (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2. Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi PekertiA. karakter siswa. 4 Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan manusia dengan melakukan bimbingan, pembelajaran, dan latihan, yang dilakukan di sekolah dan di luar sekolah. Pendidikan akan lebih sempurna apabila pendidikan tersebut berlandaskan pada nilai-nilai agama. 5 Pembentukan akhlak dan karakter siswa memiliki manfaat untuk mereka agar menjadi individu yang lebih dekat, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dan bisa mewujudkan potensi diri masing-masing sesuai dengan ajaran dalam nilai-nilai Islam. 6 Apalagi pada saat ini spiritualitas siswa semakin menurun, hal ini didukung dengan semangat ibadah yang menurun. Dalam konteks ini, mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti memiliki posisi yang sangat penting di sekolah. PAI bukan hanya menekankan pada pengamalan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. 7 Sedangkan Budi Pekerti diarahkan untuk membentuk perilaku yang sopan, etis, serta mencerminkan akhlak yang terpuji. Integrasi keduanya diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki perilaku yang dilandasi nilai keislaman dan keindonesiaan. Lebih lanjut, dalam tradisi Islam di Indonesia, ajaran Ahlussunnah wal JamaAoah (Aswaj. menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter moderat, toleran, dan seimbang. Nilai-nilai Aswaja yang meliputi tawassuth . , tasamuh . , tawazun . , dan iAotidal . sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti degradasi moral, pergeseran budaya, hingga ancaman radikalisme. Dengan menanamkan ajaran Aswaja, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki akidah yang kuat, tetapi juga mampu Santri Di et al. AuImplementasi Pendidikan Spiritual Dalam Meningkatkan AkhlakAy 3, no. : 197Ae212. M Judrah et al. AuPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik,Ay Journal of Instructional and Development Researches 4, no. : 25Ae37. Nehru Millat Ahmad. AuKONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH LUQMAN (APLIKASI INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA Q. AL-LUQMAN AYAT 12-. ,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. : 82Ae96, https://doi. org/https://doi. org/10. 62509/ji. Sarah Amalia. Winarto Eka Wahyudi, and Dwi Aprilianto. AuStrategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus,Ay Jurnal Penelitian Pendidikan Islam 10, no. : 215, https://doi. org/10. 36667/jppi. Hithna Rohadatul Aisyi. Putry Mardiana, and Dini Anjani. AuAnalisis Pendidikan Holistik Ditinjau Dari Aspek Intelektual. Emosional. Psikomotorik. Dan Spiritual,Ay An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Studi Islam 12, no. : 113Ae21. Saifuddin Zuhri. menampilkan sikap sosial yang harmonis, menjunjung tinggi persatuan, serta menolak segala bentuk ekstremisme. Hal ini penting karena sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, melainkan juga sebagai institusi yang membentuk identitas, moralitas, dan karakter bangsa. SMA Nur Lintang Kedu sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah memiliki komitmen kuat untuk mengintegrasikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Budi Pekerti, serta ajaran Ahlussunnah wal JamaAoah ke dalam kurikulum Melalui berbagai kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, sekolah berusaha mencetak siswa dan siswi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap kondisi sosial saat ini, di mana arus globalisasi dan kemajuan teknologi membawa dampak yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Tidak jarang, perkembangan tersebut menimbulkan pergeseran nilai, penurunan etika sosial, serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja. 10 Oleh karena itu, penguatan pendidikan agama Islam dan nilai Aswaja menjadi sangat urgen dalam membentengi siswa dari pengaruh negatif sekaligus membekali mereka dengan nilai-nilai luhur untuk menghadapi tantangan zaman. Namun demikian, efektivitas pelaksanaan pendidikan agama Islam. Budi Pekerti, serta pengajaran Ahlussunnah wal JamaAoah dalam membentuk akhlak dan karakter siswa masih memerlukan kajian lebih mendalam. Apakah materi yang diajarkan benar-benar mampu diinternalisasi oleh peserta didik? Apakah pembelajaran tersebut berdampak nyata pada perilaku siswa baik di lingkungan Dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut agar relevan dengan kebutuhan siswa di era modern? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi latar belakang pentingnya dilakukan penelitian lebih lanjut. Nehru Millat Ahmad and Lau Han Sein. AuPenanaman Nilai-Nilai Aswaja an-Nahdliyin Dan Tradisi Keagamaan Masyarakat (Upaya Untuk Melestarikan Praktek Keagamaan Masyarakat Dan Filterisasi Terhadap Gejolak Aliran Lain Di Era Moder. ,Ay Journal of Islamic Studies and Humanities 9, 2 . : 132Ae52, https://doi. org/10. 21580/jish. Saichul Anam. AuISLAM. INKLUSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN,Ay Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. : 89Ae105. Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi PekertiA. Dengan adanya penelitian mengenai efektivitas pelajaran Pendidikan Agama Islam. Budi Pekerti, dan Ahlussunnah wal JamaAoah di SMA Nur Lintang Kedu, diharapkan dapat ditemukan gambaran yang lebih komprehensif mengenai sejauh mana pembelajaran tersebut berkontribusi dalam membentuk akhlak dan karakter Hasil penelitian ini diharapkan bukan hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga praktis bagi pihak sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam upaya bersama membangun generasi yang religius, berkarakter kuat, serta mampu menjaga nilai-nilai luhur bangsa dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan saat pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan calon guru. Berdasarkan keputusan Mendikbud No. 014/UU/1975, lembaga pendidikan tenaga kependidikan dituntut untuk mengintegrasikan teori dan praktik agar menghasilkan tenaga pendidik profesional. PPL berfungsi sebagai sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di Di Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK), khususnya Jurusan Tarbiyah. PPL bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman mengajar, administrasi, dan kegiatan kependidikan lain. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan PPL mahasiswa PAI STIK Kendal di SMA Nur Lintang Kedu. Temanggung, tahun 2025, serta tantangan dan solusi yang ditemui. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data utama adalah laporan PPL mahasiswa PAI STIK Kendal di SMA Nur Lintang Kedu. Data tambahan diperoleh melalui observasi langsung, wawancara informal dengan guru pamong, dan dokumentasi . adwal mengajar, foto kegiatan, dan catatan administras. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil SMA Nur Lintang Saifuddin Zuhri. SMA Nur Lintang Kedu merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah swasta yang berada di bawah naungan Yayasan Nur Lintang Salafi. Sekolah ini berlokasi di Jl. Traji Ae Bandunggede Km 02. Dusun Bendosari. Desa Bandunggede. Kecamatan Kedu. Kabupaten Temanggung. Provinsi Jawa Tengah. Lingkungan sekolah terletak tidak jauh dari kawasan pedesaan dengan atmosfer yang sejuk dan religius, karena berdampingan dengan Pondok Pesantren Karang Santri, yang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam di daerah tersebut. Keberadaan sekolah yang menyatu dengan kultur pesantren inilah yang menjadikan SMA Nur Lintang memiliki identitas khas sebagai lembaga pendidikan formal yang juga menekankan penguatan nilai-nilai religiusitas, akhlak, dan moralitas peserta didik. SMA Nur Lintang resmi berdiri dan memperoleh izin operasional pada 28 April 2016 melalui Surat Keputusan Nomor 420/3396/2016. Sejak berdiri, sekolah ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan baik dari sisi akademik maupun kelembagaan. Pada tahun 2019, sekolah ini telah memperoleh akreditasi Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Nomor 489/BAN-SM/SK/2019 yang berlaku sejak 27 Mei 2019. Hal ini menjadi bukti bahwa SMA Nur Lintang telah memenuhi standar mutu pendidikan yang ditetapkan pemerintah, baik dari segi manajemen sekolah, sarana prasarana, kurikulum, maupun tenaga pendidik. Secara administratif, sekolah ini tercatat dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 69945827, dan menjadi salah satu sekolah swasta yang cukup berkembang di wilayah Kedu. Temanggung. Berdasarkan data Kemendikbudristek, jumlah siswa yang belajar di SMA Nur Lintang sekitar 171 peserta didik, yang terdiri dari 71 siswa laki-laki dan 100 siswa perempuan. Jumlah ini didukung oleh tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 15 guru profesional, yang memiliki kualifikasi sesuai bidangnya masing-masing. Rasio jumlah guru dan siswa ini cukup ideal sehingga memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan SMA Nur Lintang Kedu memiliki visi untuk mencetak lulusan yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, dan berkarakter kuat sesuai dengan tuntutan zaman. Visi ini diwujudkan melalui berbagai misi, antara lain Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi PekertiA. menyelenggarakan pendidikan yang berbasis nilai-nilai religius, meningkatkan mutu pembelajaran dengan pendekatan kurikulum yang relevan, membiasakan siswa pada praktik keagamaan sehari-hari, serta menanamkan nilai kebangsaan dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, kurikulum yang diterapkan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga dipadukan dengan program pembiasaan religius yang khas. Salah satu keunggulan sekolah ini adalah integrasi pembelajaran formal dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal JamaAoah (Aswaj. Kegiatan pembiasaan keagamaan dilakukan setiap hari, meliputi tadarus Al-QurAoan sebelum pelajaran dimulai, pembacaan doa pagi . oa SaAoalt. , serta salat dzuhur berjamaah. Selain itu, siswa juga dibiasakan untuk mengikuti salat dhuha, memperingati hari-hari besar Islam, serta aktif dalam kegiatan pesantren yang berada di sekitar sekolah. Dengan cara ini. SMA Nur Lintang tidak hanya mencetak siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, berakhlak mulia, disiplin, serta bertanggung jawab. Dalam bidang akademik. SMA Nur Lintang Kedu telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Melalui program ini, siswa dilatih untuk memiliki kompetensi abad 21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Tema-tema proyek yang dijalankan cukup variatif, seperti gaya hidup berkelanjutan, anti-bullying, hingga program kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Program ini bukan hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga memperkuat jati diri mereka sebagai pelajar yang berkarakter, berintegritas, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Dari sisi sarana prasarana, meskipun masih terdapat keterbatasan seperti jumlah LCD proyektor yang belum memadai. SMA Nur Lintang Kedu terus berupaya meningkatkan fasilitas belajar mengajar. Kelas-kelas dilengkapi dengan peralatan dasar pembelajaran, perpustakaan, ruang guru, serta area kegiatan keagamaan yang mendukung aktivitas ibadah berjamaah. Lingkungan sekolah yang religius sekaligus kondusif menjadi nilai tambah bagi siswa dalam membentuk karakter yang disiplin, sopan, serta mampu berinteraksi positif dengan sesama. Saifuddin Zuhri. Sebagai lembaga pendidikan yang berada di daerah pedesaan. SMA Nur Lintang Kedu telah berhasil menempatkan dirinya sebagai pusat pembelajaran sekaligus pembinaan karakter generasi muda. Kombinasi antara pendidikan formal, pembiasaan keagamaan, dan penguatan nilai Aswaja menjadikan sekolah ini unik dibandingkan sekolah lainnya. Dengan semangat kebersamaan antara guru, siswa, yayasan, serta masyarakat sekitar. SMA Nur Lintang Kedu berkomitmen untuk terus berkembang sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaannya. Efektivitas Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Hasil observasi menunjukkan bahwa guru PAI dan Budi Pekerti menerapkan variasi metode pembelajaran, seperti ceramah, diskusi. Problem Based Learning (PBL), dan studi kasus. Materi yang diajarkan dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa, seperti menghormati orang tua, guru, tetangga, serta menjaga pergaulan yang baik. Sebagian besar siswa antusias mengikuti pelajaran, terutama ketika materi disampaikan dengan contoh yang relevan. Hal ini terbukti dalam keterlibatan mereka pada kegiatan ibadah, seperti salat dhuha dan salat dzuhur berjamaah, yang diikuti secara tertib. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan, khususnya pada jam pelajaran terakhir. Peneliti mewawancarai guru PAI dan BP. Guru ASWAJA, guru BK, serta beberapa siswa untuk menghasilkan data yang akurat mengenai penelitian yang Berikut Pembelajaran PAI BP dan ASWAJA sangat efektif untuk membentuk akhlak dan karakter siswa SMA Nur Lintang Kedu, karena pengaruhnya sangat besar bagi pembentukan akhlak dan karakter siswa SMA Nur Lintang Kedu. Hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam itu sendiri, mengajarkan beberapa elemen akhlak untuk membentuk kepribadian akhlak siswa yang berakhlakul karimah. Karena meteri didalamnya sangat menunjang pembentukan Wawancara dengan Ahmat Yuliyanto selaku guru PAI, diakses pada tanggal 10 Agustus 2025 Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi PekertiA. akhlak dan karakter siswa SMA Nur Lintang Kedu. Jadi pengaruhnya sangat besar Tantangan Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Kendala yang sering dihadapi dalam membimbing siswa agar berakhlak mulia melalui pembelajaran PAI BP dan ASWAJA biasanya dari unsur intrisik siswa seperti kurangnya motivasi dari diri siswa, bisa juga pengaruh dari lingkungan keluarga. Karena biasanya sebagian siswa dilingkungan keluarganya jauh dari ayah dan ibu Ada juga beberapa Siswa yang dirumahnya tidak diberi contoh cara beribadah yang baik sehingga siswa tersebut ketika di Sekolah ada yang belum lancar membaca Al QurAoan. Padahal Agama itu harus diajarkan sejak usia dini. Ketika kita mau membentuk Siswa yang sudah masuk usia SMA itu sangat sulit bagi siswa untuk memerima ajaran dari guru. Evaluasi keberhasilan pembelajaran PAI BP dan ASWAJA dalam membentuk akhlak dan Karakter siswa SMA Nur Lintang Kedu, dengan cara melihat kepribadian siswa dalam kesehariannya disekolah. Karena pembelajaran PAI BP dan ASWAJA itu tidak hanya dalam ruang lingkup ibadah tapi juga pembentukan karakter, kepribadian dan akhlak tentunya. Yang selama ini saya lihat selama disekolah bagaimana kepribadian, keberanian, kejujuran mereka. Ketika siswa dirasa sudah memenuhi aspek akhlak dan karakter yang baik, maka saya akan selalu memberikan motivasi dan semangat lagi untuk hal yang lainnya selain akhlak, seperti bagaimana beribadahnya, apa sudah sesuai dengan syariat Islam, rukun Islamnya sudah dilakukan apa belum. Jadi walaupun sholat itu tidak hanya disekolah tapi juga merekamelaksanakan sholat 5 waktu. Karena sholat itu yang disekolah kan hanya dhuha dan dzuhur, untuk sholat yang dilaksanakan dirumah saya mengevaluasinya dengan memberi pertanyaan kepada setiap siswa yang saya ajar. Nah biasanya saya mengajukan pertanyaan Wawancara dengan Aina Azizah selaku guru Aswaja, diakses pada tanggal 10 Agustus 2025 Wawancara dengan Ahmat Yuliyanto selaku guru PAI, diakses pada tanggal 10 Agustus 2025 Ahmad Fauzi. AuModel Manajemen Islamic Boarding School Dalam Meningkatkan Sikap Religius Siswa Di SMA Al Wafi Depok,Ay Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu 3, no. 1 SE-Articles (January 2. : 227Ae35, https://doi. org/10. 59435/gjmi. Saifuddin Zuhri. tersebut pada jam pelajaran PAI BP dan ASWAJA. Selain jam pelajaran saat ini ada program pemerintah yaitu Auanak Indonesia hebatAy yang didalamnya ada 7 kebiasaan yang salah satunya adalah beribadah, hal ini saya sebagai wali kelas melakukan evaluasi keberhasilan pembelajaran PAI BP dan ASWAJA dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa kelas saya. Karena sebagai guru wali saya harus memastikan siswa melakukan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. Pembelajaran PAI BP dan ASWAJA membantu dalam membentuk sikap dan akhlak siswa dalam kehidupan sehari-hari karena dengan adanya pembelajaran PAI BP dan ASWAJA, dapat memperkuat keimanan dan menjadikan siswa memiliki akhlak yang lebih baik. Pembelajaran PAI BP dan ASWAJAmembantu dalam membentuk sikap dan akhlak siswa dalam kehidupan sehari-hari karena pembelajaran PAI BP dan ASWAJA mengajarkan perilaku, sikap serta adab yang baik kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari Pembelajaran PAI BP dan ASWAJA membantu dalam membentuk sikap dan akhlak siswa dalam kehidupan sehari- hari karena adanya pembelajaran PAI BP dan ASWAJA. Siswa jadi lebih memahami islam dengan memperdalam keimanan dengan melakukan tadarus Al-QurAoan mengerti hukum Tajwid, membimbing siswa menjadi anak yang sholeh. Penyampaian guru PAI BP dan ASWAJA dalam menyampaikan materi mengenai akhlak mudah dipahami, karena guru memberikan contoh langsung akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Guru PAI BP dan ASWAJA sabar dan tegas dalam menyampaikan materi mengenai akhlak, sehingga materi lebih mudah dimengerti dan bias diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang paling dibutuhkan dari guru PAI BP, dan ASWAJA serta guru BK untuk menjadikan siswa berakhlak dan berkarakter baik disekolah maupun dirumah adalah guru BK lebih ramah dan lemah lembut dalam menghadapi siswa agar siswa tidak takut kepada guru BK. Guru PAI BP dan ASWAJA serta guru BK untuk menjadikan siswa berakhlak dan berkarakter baik disekolah maupun dirumah yaitu guru PAI BP dan Dwi Runjani Juwita. AuPendidikan Akhlak Anak Usia Dini Di Era Millennial,Ay At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah 7, no. : 282Ae314. Wawancara dengan siswa kelas XII, diakses pada tanggal 12 Agustus 2025 Efektivitas Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi PekertiA. ASWAJA serta guru BK menekankan peraturan yang tegas dan hukuman yang keras untuk menekan siswa agar taat peraturan sekolah. Efektivitas Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMA Nur Lintang Hasil observasi menunjukkan bahwa guru PAI dan Budi Pekerti menerapkan variasi metode pembelajaran, seperti ceramah, diskusi. Problem Based Learning (PBL), dan studi kasus. Materi yang diajarkan dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa, seperti menghormati orang tua, guru, tetangga, serta menjaga pergaulan yang baik. Sebagian besar siswa antusias mengikuti pelajaran, terutama ketika materi disampaikan dengan contoh yang relevan. Hal ini terbukti dalam keterlibatan mereka pada kegiatan ibadah, seperti salat dhuha dan salat dzuhur berjamaah, yang diikuti secara tertib. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan, khususnya pada jam pelajaran terakhir. Selain melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. SMA Nur Lintang Kedu juga menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal JamaAoah (Aswaj. melalui berbagai kegiatan pembiasaan. Nilai-nilai tawassuth . , tasamuh . , tawazun . , dan iAotidal . diinternalisasikan melalui rutinitas keagamaan yang dilaksanakan setiap hari. Pembiasaan ini meliputi kegiatan tadarus Al-QurAoan sebelum pelajaran dimulai, membaca doa pagi, serta melaksanakan salat dzuhur Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan agama secara teoritis, tetapi juga membiasakan diri dalam praktik religius yang Kegiatan menumbuhkan sikap disiplin, kebersamaan, serta kepekaan spiritual siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti sangat efektif untuk membentuk akhlak dan karakter siswa SMA Nur Lintang Kedu. Karena pembelajaran PAI BP dan ASWAJA mengandung elemen akhlak untuk membentuk kepribadian akhlak siswa yang berakhlakul karimah. Karena meteri didalamnya sangat menunjang pembentukan akhlak dan karakter siswa. Apalagi dengan kolaborasi Wawancara dengan siswa kelas XI, diakses pada tanggal 12 Agustus 2025 Saifuddin Zuhri. antara guru PAI BP. ASWAJA, dan guru BK menjadikan siswa lebih menyadari pentingnya akhlak dan karakter yang baik untuk mereka sendiri,baik dilingkungan sekolah maupun rumah. Walaupun ada beberapa hambatan atau kendala yang dihadapi dalam pembentukan akhlak dan karakter siswa SMA Nur Lintang Kedu seperti pergaulan, kebiasaan siswa dirumah, tetapi hal ini tidak memberi batasan bagi guru untuk membentuk akhlak dan karakter siswa disekolahan. Program pembiasaan dari sekolah juga merupakan penunjang pembentukan akhlak dan karakter siswa dari beberapa pembiasaan itu dapat memperkuat iman seperti tadarus Al-QurAoan, dan Sholat berjamaAoah. Daftar Pustaka