JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 889-899 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN DI SMK MUHAMMADIYAH 3 TERPADU PEKANBARU Cindy Alia Tasya1. Jenni Akmal2. Nurhalimah3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Indonesia Email: 12210322309@students. uin-suska. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: Academic Supervision Learning Quality ABSTRAK This study aims to describe the implementation of academic supervision and its impact on the quality of learning at SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research participants included the principal, the vice principal for curriculum affairs, and Data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that academic supervision at SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru is implemented systematically through the stages of planning, implementation, and follow-up. The planning stage involves structured scheduling, the formation of a supervision team, and the use of supervision instruments. The implementation stage is carried out through classroom observations using an objective and collaborative approach. Follow-up activities include reflective discussions, coaching, and professional development training for teachers. Academic supervision has a positive impact on learning quality, as reflected in improvements in lesson planning and instructional practices, enhanced teachersAo pedagogical competence, and the development of a culture of quality learning within the school. Thus, academic supervision plays a strategic role in supporting sustainable improvement in learning ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi supervisi akademik serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Perencanaan supervisi disusun secara terprogram dengan pembentukan tim supervisi dan penggunaan instrumen yang terstruktur. Pelaksanaan supervisi dilakukan melalui observasi pembelajaran di kelas dengan pendekatan objektif dan kolaboratif. Tindak lanjut supervisi diwujudkan melalui diskusi reflektif, pembinaan, dan pelatihan peningkatan kompetensi Supervisi akademik memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran, yang terlihat pada peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, peningkatan kompetensi pedagogik guru, serta terbentuknya budaya mutu pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, supervisi akademik berperan strategis dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Kata kunci: Supervisi akademik. Kualitas. Pembelajaran. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru PENDAHULUAN Mutu pembelajaran merupakan salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan(Sugiar et al. , 2. Pembelajaran yang bermutu tidak hanya diukur dari capaian hasil belajar peserta didik, tetapi juga dari kualitas proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Proses pembelajaran yang efektif ditandai oleh keterlibatan aktif peserta didik, penggunaan strategi pembelajaran yang variatif, serta kemampuan guru dalam mengelola kelas dan melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan (Astuti, 2017. Senang et al. , 2. Oleh karena itu, peningkatan mutu pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari upaya peningkatan profesionalisme guru sebagai aktor utama dalam proses pendidikan. Guru memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang relevan, melaksanakan pembelajaran yang interaktif, serta melakukan penilaian yang objektif akan sangat memengaruhi mutu pembelajaran yang dihasilkan (Muhsin et al. , 2. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan terkait kualitas pembelajaran, seperti pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, kurangnya variasi metode pembelajaran, serta ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan perlunya mekanisme pembinaan guru yang berkelanjutan dan sistematis. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenjang pendidikan menengah lainnya. SMK dirancang untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu, pembelajaran di SMK dituntut tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga aspek keterampilan dan sikap kerja. Tantangan pembelajaran di SMK menjadi semakin kompleks ketika guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan pembelajaran teoritis dengan praktik kejuruan secara seimbang (Karnati, 2. Dalam konteks ini, mutu pembelajaran di SMK sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik (Karnati, 2. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran adalah melalui supervisi akademik (Suryanto et al. , 2. Supervisi akademik merupakan proses pembinaan yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. Supervisi akademik mencakup kegiatan observasi pembelajaran, analisis perangkat pembelajaran, pemberian umpan balik, serta tindak lanjut berupa pembinaan dan pelatihan. Supervisi akademik tidak dimaksudkan sebagai kegiatan pengawasan yang bersifat mencari kesalahan, melainkan sebagai proses pendampingan profesional yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan (Saihu, 2. Berbagai penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa supervisi akademik memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian yang dilakukan di tingkat sekolah menengah menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan secara terencana melalui observasi kelas dan diskusi reflektif mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran guru, khususnya dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang lebih sistematis dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, supervisi akademik juga mendorong guru untuk lebih siap dan percaya diri dalam melaksanakan pembelajaran di kelas (Prasetyono et al. , 2. Penelitian lain mengungkapkan bahwa supervisi akademik berpengaruh positif Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru terhadap pelaksanaan pembelajaran. Guru yang memperoleh supervisi akademik secara rutin cenderung menunjukkan peningkatan dalam penggunaan metode pembelajaran yang variatif, pengelolaan kelas yang lebih efektif, serta peningkatan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Supervisi akademik juga membantu guru dalam merefleksikan praktik pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga guru mampu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pembelajaran secara objektif (Usman et al. , 2. Selain berdampak pada proses pembelajaran, supervisi akademik juga dilaporkan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melalui supervisi akademik, guru menjadi lebih terampil dalam melakukan evaluasi pembelajaran, menyusun instrumen penilaian, serta memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya (Fendi et al. , 2. Dengan demikian, supervisi akademik berfungsi sebagai sarana pembinaan yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh. Meskipun demikian, tidak semua pelaksanaan supervisi akademik di sekolah berjalan secara optimal. Sejumlah penelitian mencatat bahwa supervisi akademik masih sering dipahami sebagai kegiatan administratif atau formalitas, sehingga belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Keterbatasan waktu kepala sekolah, jumlah guru yang cukup banyak, serta minimnya tindak lanjut supervisi menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi akademik yang efektif. Selain itu, sebagian guru masih memandang supervisi sebagai kegiatan evaluatif yang menimbulkan tekanan psikologis, bukan sebagai proses pembinaan profesional (Nasution & Siregar, 2. Dalam konteks tersebut, praktik supervisi akademik yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan menjadi penting untuk dikaji. SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang telah melaksanakan supervisi akademik secara terjadwal dan sistematis. Supervisi akademik di sekolah ini dilakukan melalui observasi pembelajaran di kelas oleh tim supervisi yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta guru senior. Pelaksanaan supervisi tidak hanya berfokus pada pengamatan pembelajaran, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi reflektif dan tindak lanjut berupa pembinaan serta pelatihan peningkatan kompetensi guru. Keberadaan tim supervisi dan program tindak lanjut yang terstruktur menunjukkan adanya upaya sekolah untuk menjadikan supervisi akademik sebagai instrumen peningkatan mutu pembelajaran. Namun demikian, sejauh mana implementasi supervisi akademik tersebut memberikan dampak terhadap mutu pembelajaran masih perlu dikaji secara mendalam. Penelitian mengenai supervisi akademik di SMK, khususnya yang mengkaji hubungan antara implementasi supervisi akademik dan mutu pembelajaran secara empiris, masih relatif terbatas. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini penting untuk dilakukan guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai implementasi supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian supervisi akademik serta kontribusi praktis bagi sekolah dalam mengoptimalkan pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran di pendidikan kejuruan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi supervisi akademik serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti menggali informasi secara komprehensif mengenai proses, pengalaman, serta pandangan subjek penelitian terkait pelaksanaan supervisi akademik. Penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu pihak-pihak yang dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan supervisi akademik. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta guru yang telah mengikuti kegiatan supervisi akademik. Pemilihan informan tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan dengan fokus Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur untuk memperoleh informasi mendalam mengenai perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut supervisi akademik, serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung proses supervisi akademik dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data pendukung berupa dokumen sekolah, seperti program supervisi, instrumen supervisi, perangkat pembelajaran guru, serta arsip hasil supervisi akademik. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi direduksi dengan cara memilih dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif untuk memudahkan pemahaman terhadap temuan penelitian. Tahap akhir adalah penarikan kesimpulan yang dilakukan secara terus-menerus selama proses penelitian berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Supervisi Akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru Perencanaan supervisi akademik dipandang sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan supervisi yang efektif dan berkelanjutan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perencanaan supervisi tidak hanya berkaitan dengan penyusunan jadwal, tetapi juga mencakup analisis kebutuhan guru, penentuan tujuan supervisi, serta penyusunan instrumen yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran. Perencanaan yang matang memungkinkan supervisi berjalan secara sistematis, terarah, dan fokus pada peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian hasil belajar (Lalupanda, 2. Perencanaan supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru dilaksanakan secara sistematis dan terintegrasi dengan program kerja sekolah. Supervisi akademik dirancang sebagai kegiatan rutin yang terjadwal dalam setiap tahun pelajaran, dengan ketentuan bahwa setiap guru memperoleh supervisi minimal satu kali dalam satu Penjadwalan supervisi disusun berdasarkan kalender akademik sekolah dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan guru, sehingga pelaksanaan supervisi dapat dilakukan secara bertahap dan merata. Dalam tahap perencanaan, sekolah menetapkan tim supervisi akademik yang terdiri atas kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama, wakil kepala sekolah bidang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru kurikulum, serta guru senior yang dinilai memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang baik. Pembentukan tim supervisi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan supervisi akademik mengingat keterbatasan waktu kepala sekolah dan banyaknya guru yang harus disupervisi. Selain itu, keterlibatan guru senior mencerminkan pendekatan supervisi yang bersifat kolaboratif, di mana pengalaman dan praktik baik dalam pembelajaran dapat dibagikan kepada guru lain. Perencanaan supervisi akademik juga mencakup penyiapan instrumen supervisi yang digunakan dalam observasi pembelajaran. Instrumen tersebut disusun untuk menilai berbagai aspek pembelajaran, mulai dari kelengkapan dan kualitas perangkat pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran di kelas, pengelolaan kelas, hingga interaksi guru dan peserta Dengan adanya instrumen yang jelas, supervisi akademik diharapkan dapat dilaksanakan secara objektif, sistematis, dan terarah pada perbaikan pembelajaran. Penelitian relevan lainnya menegaskan bahwa perencanaan supervisi akademik yang dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan guru dan tim sekolah, dapat meningkatkan kesiapan serta penerimaan guru terhadap kegiatan supervisi (Letari et al. , 2. Supervisi yang direncanakan dengan baik cenderung dipersepsikan sebagai kegiatan pembinaan profesional, bukan sebagai alat kontrol semata (Wahyuningsih et al. , 2. Dengan demikian, perencanaan supervisi akademik yang terprogram dan berbasis kebutuhan nyata guru berkontribusi besar dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif serta mendorong peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Pelaksanaan supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Supervisi dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan dilaksanakan oleh tim supervisi akademik. Dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka, kegiatan supervisi akademik di sekolah ini lebih sering disebut sebagai observasi pembelajaran, meskipun secara substansi kegiatan yang dilakukan tetap sama, yaitu mengamati dan menilai proses pembelajaran guru di kelas. Selama observasi pembelajaran berlangsung, tim supervisi berperan sebagai pengamat yang tidak melakukan intervensi langsung terhadap jalannya pembelajaran. Guru diberikan kebebasan untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, sehingga supervisi dapat menggambarkan kondisi pembelajaran yang sebenarnya. Observasi dilakukan dengan menggunakan instrumen supervisi yang telah disiapkan, sehingga setiap aspek pembelajaran dapat diamati dan dicatat secara sistematis. Aspek yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan supervisi akademik meliputi kesesuaian antara perangkat pembelajaran dengan praktik pembelajaran di kelas, penggunaan metode dan strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, serta tingkat keaktifan peserta didik. Selain itu, supervisi juga memperhatikan keseimbangan peran guru dan peserta didik dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak didominasi oleh guru Pelaksanaan supervisi akademik yang berfokus pada proses pembelajaran ini menunjukkan bahwa sekolah menempatkan supervisi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran guru. Penelitian relevan menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang efektif umumnya dilakukan melalui observasi langsung ke kelas dengan menggunakan instrumen yang terstruktur dan sistematis (Yuningsih et al. , 2. Supervisi dilaksanakan dengan prinsip objektivitas dan profesionalitas, di mana supervisor berperan sebagai pengamat proses pembelajaran tanpa melakukan intervensi selama kegiatan berlangsung. Pendekatan ini memungkinkan supervisor memperoleh gambaran autentik mengenai praktik Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru pembelajaran guru, mulai dari pengelolaan kelas, penggunaan metode dan media pembelajaran, hingga keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar (Gratrix & Barrett, 2. Studi lain menegaskan bahwa pelaksanaan supervisi akademik sebaiknya dilaksanakan secara kolaboratif melalui pembentukan tim supervisi yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru senior (Handriadi et al. , 2. Model supervisi kolaboratif ini dinilai lebih efektif karena dapat mengatasi keterbatasan waktu kepala sekolah serta memperkaya sudut pandang dalam menilai pembelajaran guru (Gohar & Qouta, 2. Selain itu, pelaksanaan supervisi yang terjadwal dan berkelanjutan mendorong terciptanya budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan, sehingga supervisi tidak dipandang sebagai kegiatan insidental, melainkan sebagai bagian integral dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah (Singerin, 2. Tindak lanjut merupakan bagian penting dalam pelaksanaan supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru. Setelah observasi pembelajaran selesai, tim supervisi dan guru yang disupervisi melakukan diskusi reflektif untuk membahas hasil Diskusi ini dilakukan secara dialogis dan konstruktif, dengan tujuan memberikan umpan balik yang dapat membantu guru dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas Dalam diskusi reflektif tersebut, tim supervisi menyampaikan hasil observasi berdasarkan instrumen supervisi, termasuk kelebihan dan aspek yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran. Guru diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Proses ini menunjukkan bahwa supervisi akademik tidak diposisikan sebagai kegiatan penilaian yang bersifat satu arah, melainkan sebagai proses pembinaan profesional yang mendorong guru untuk melakukan refleksi dan perbaikan secara mandiri. Selain diskusi reflektif, tindak lanjut supervisi akademik juga diwujudkan dalam bentuk pembinaan dan pelatihan peningkatan kompetensi guru. Sekolah secara rutin menyelenggarakan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru dan kebijakan pendidikan yang berlaku. Di awal tahun pelajaran, pelatihan difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran, sementara pada periode tertentu dilaksanakan pelatihan terkait kebijakan baru, seperti pembelajaran mendalam dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, hasil supervisi akademik tidak berhenti pada tahap evaluasi, tetapi ditindaklanjuti melalui program pengembangan profesional guru yang berkelanjutan. Hasil supervisi akademik juga didokumentasikan dan diarsipkan sebagai bagian dari administrasi sekolah. Setiap akhir semester, tim supervisi mengumpulkan lembar hasil observasi beserta perangkat pembelajaran guru untuk disimpan sebagai dokumen sekolah. Dokumentasi ini berfungsi sebagai bahan evaluasi dan rujukan dalam pelaksanaan supervisi akademik pada periode berikutnya. Penelitian relevan menegaskan bahwa tindak lanjut supervisi akademik merupakan tahap krusial yang menentukan keberhasilan supervisi dalam meningkatkan mutu pembelajaran (Pambudi & Gunawan, 2. Tindak lanjut umumnya dilakukan melalui kegiatan refleksi dan diskusi antara supervisor dan guru setelah observasi pembelajaran Melalui forum tersebut, guru memperoleh umpan balik konstruktif terkait kelebihan dan kekurangan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa umpan balik yang bersifat dialogis dan solutif lebih efektif dalam mendorong guru untuk melakukan perbaikan praktik pembelajaran dibandingkan dengan pendekatan evaluatif yang bersifat satu arah (Pramasari et al. , 2. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru Penelitian lain juga menunjukkan bahwa tindak lanjut supervisi akademik tidak hanya berhenti pada pemberian masukan, tetapi perlu ditindaklanjuti dengan program pembinaan berkelanjutan, seperti pelatihan, workshop, atau pendampingan profesional (Imamah & Churrahman, 2. Tindak lanjut yang terprogram dan berkesinambungan membantu guru meningkatkan kompetensi pedagogik serta memperkuat komitmen terhadap peningkatan kualitas pembelajaran (Mujiati et al. , 2. Dengan demikian, tindak lanjut supervisi akademik berperan sebagai jembatan antara hasil evaluasi supervisi dan upaya nyata peningkatan mutu pembelajaran di sekolah secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, implementasi supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru menunjukkan adanya keterpaduan antara perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi. Supervisi akademik tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi bagian dari sistem pembinaan guru yang berkelanjutan. Temuan ini menguatkan pandangan bahwa supervisi akademik yang dilaksanakan secara sistematis dan disertai tindak lanjut yang jelas dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran di Dampak Supervisi Akademik terhadap Mutu Pembelajaran Pelaksanaan supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Supervisi akademik yang dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan berkontribusi dalam mendorong perbaikan praktik pembelajaran guru di kelas. Berdasarkan hasil wawancara, supervisi tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pengawasan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan profesional yang membantu guru merefleksikan dan memperbaiki proses pembelajaran yang dilaksanakan. Salah satu dampak nyata supervisi akademik terlihat pada peningkatan kualitas perencanaan pembelajaran guru. Guru menjadi lebih serius dalam menyiapkan perangkat pembelajaran karena perangkat tersebut menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam Kewajiban pengumpulan perangkat pembelajaran di awal tahun pelajaran melalui media daring juga mendorong guru untuk menyusun perencanaan pembelajaran secara lebih sistematis dan sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dengan perencanaan pembelajaran yang lebih baik, proses pembelajaran di kelas menjadi lebih terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Supervisi akademik berdampak pada perbaikan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Melalui observasi langsung, supervisor dapat mengidentifikasi kelemahan guru dalam mengelola kelas, mengatur waktu pembelajaran, serta menciptakan interaksi belajar yang aktif antara guru dan siswa. Masukan yang diberikan setelah supervisi membantu guru menyadari pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sehingga aktivitas pembelajaran tidak lagi didominasi oleh guru. Dampak ini terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dan penggunaan variasi metode pembelajaran yang lebih inovatif. Dampak supervisi akademik juga terlihat pada peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik guru. Tindak lanjut supervisi dalam bentuk diskusi reflektif dan pelatihan berkelanjutan memberikan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan pengetahuan dan Pelatihan yang dilaksanakan, seperti pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran dan pembelajaran mendalam, menjadi wadah bagi guru untuk memperkuat pemahaman terhadap strategi pembelajaran yang efektif. Hal ini menunjukkan bahwa supervisi akademik berperan sebagai pemicu pengembangan profesional guru secara Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru Supervisi akademik juga berkontribusi dalam menciptakan budaya mutu di sekolah. Guru mulai memandang supervisi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sebagai kegiatan yang menakutkan atau bersifat menilai semata. Meskipun secara manusiawi guru merasa cemas saat disupervisi, secara umum respon guru bersifat positif karena adanya umpan balik yang konstruktif. Budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan yang terbentuk melalui supervisi akademik ini menjadi faktor penting dalam peningkatan mutu pembelajaran secara menyeluruh. Berbagai kajian terdahulu menempatkan supervisi akademik sebagai salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Supervisi akademik yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan mendorong guru untuk melakukan refleksi kritis terhadap praktik pembelajaran yang dijalankan (Nuryani et al. , 2. Melalui proses refleksi tersebut, guru menjadi lebih peka terhadap kualitas perencanaan pembelajaran, efektivitas metode yang digunakan, serta kemampuan dalam mengelola kelas dan mengaktifkan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung (Herman & Khalaf. Dari sisi profesionalisme guru, supervisi akademik berperan dalam memperkuat kompetensi pedagogik melalui pemberian umpan balik yang bersifat konstruktif dan solutif (Odularu & Akande, 2. Masukan yang diberikan oleh supervisor tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai stimulus bagi guru untuk memperbaiki dan mengembangkan kualitas pembelajaran. Ketika supervisi diikuti dengan tindak lanjut berupa pembinaan, pendampingan, atau pelatihan, guru cenderung menunjukkan peningkatan motivasi dan komitmen dalam melaksanakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik (Darmayanti, 2. Dalam konteks kelembagaan, supervisi akademik turut berkontribusi dalam membangun budaya mutu pembelajaran di sekolah (Alwis et al. , 2. Supervisi yang dilaksanakan secara humanis dan kolaboratif membantu mengubah paradigma guru terhadap supervisi, dari yang semula dipandang sebagai kegiatan pengawasan menjadi sarana pengembangan profesional (Effendi & Sahertian, 2. Budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan yang tumbuh melalui supervisi akademik ini berdampak pada terciptanya pembelajaran yang berkualitas secara konsisten, sehingga mutu pembelajaran di sekolah dapat meningkat secara berkelanjutan (Gordeeva et al. , 2. Dengan demikian, supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun hasil pembelajaran. Supervisi akademik yang dilaksanakan secara konsisten dan ditindaklanjuti dengan pembinaan yang berkelanjutan mampu mendorong guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa implementasi supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru telah dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Perencanaan supervisi akademik disusun secara terprogram melalui penjadwalan yang jelas, pembentukan tim supervisi, serta penyediaan instrumen supervisi yang terstruktur. Pelaksanaan supervisi dilakukan melalui observasi langsung pembelajaran di kelas dengan pendekatan objektif dan kolaboratif, sementara tindak lanjut supervisi diwujudkan melalui diskusi reflektif, pembinaan, serta pelatihan peningkatan kompetensi guru. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Supervisi Akademik Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru Supervisi akademik yang dilaksanakan tersebut memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran. Dampak tersebut terlihat pada peningkatan kualitas perencanaan pembelajaran guru, perbaikan pelaksanaan pembelajaran di kelas, serta meningkatnya kompetensi pedagogik dan profesional guru. Selain itu, supervisi akademik juga berkontribusi dalam membangun budaya mutu di sekolah, di mana guru mulai memandang supervisi sebagai sarana pembinaan dan pengembangan profesional, bukan sekadar kegiatan Supervisi akademik di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru dapat dipahami sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Supervisi akademik yang dilaksanakan secara konsisten, humanis, dan disertai tindak lanjut yang berkelanjutan mampu mendorong perbaikan praktik pembelajaran guru serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah secara berkelanjutan Contoh: REFERENSI