Open Access Bunyan al-Ulum. Page 111 Ae 127. Vol. 2 No. DOI : 10. E-ISSN 3109-5275 P-ISSN 3063-2048 id/index. php/bunyanal-ulum Definition. Theory and Concept. Scope of Contemporary Issues in Islamic Education Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam Sukari1. Munawar Kholil2. Abdur Rahman3 IIM Surakarta. Surakarta IIM Surakarta. Surakarta IIM Surakarta. Surakarta sukarisolo@gmail. munawarkholil884@gmail. Aanzuhda@gmail. Received: 19 Ae 05 Ae 2025 Accepted : 08 Ae 06 Ae 2025 Published: 31 Ae 07 Ae 2025 Abstract Contemporary issues in Islamic education have emerged in response to civilizational and cultural changes that influence the formation of childrenAos personalities. This study aims to analyze the forms of reform in Islamic education in the face of modern sociocultural The method used is a qualitative approach involving a literature review through the analysis of various sources related to contemporary Islamic education. The results of the study indicate that the renewal of Islamic education encompasses the development of a values-based curriculum, the enhancement of educatorsAo competencies, innovations in the learning process, as well as the strengthening of educational management, including budgeting, facilities and infrastructure, and student guidance. In conclusion. Islamic education must adapt constructively to cultural changes while remaining grounded in Islamic values in order to foster a generation that is both virtuous and religious. Keywords: Definition. Theory. Concept. Islamic Education Abstrak Isu kontemporer dalam pendidikan Islam muncul sebagai respons terhadap perubahan peradaban dan budaya yang memengaruhi pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pembaharuan pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika sosial budaya modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis berbagai literatur terkait pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaharuan pendidikan Islam mencakup pengembangan kurikulum berbasis nilai, peningkatan kompetensi pendidik, inovasi dalam proses pembelajaran, serta penguatan manajemen pendidikan meliputi penganggaran, sarana prasarana, dan pembinaan kesiswaan. Kesimpulannya, pendidikan Islam perlu beradaptasi secara konstruktif terhadap perubahan budaya dengan tetap 111 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2025 Some rights reserved Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta berlandaskan pada nilai-nilai Islam agar mampu membentuk generasi yang berkarakter dan Kata Kunci: Pengertian. Teori. Konsep. Pendidikan Islam Pendahuluan Seiring dengan perkembangan pendidikan islam di Indonesia, menyebabkan pemikiran-pemikiran yang berbeda pula dikalangan akademisi pendidikan islam itu Menurut Abdul Wahid, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, . pendidikan islam yang ada saat ini dikembangkan oleh sistem ataupun substansi yang cenderung diambil dari Barat, . peninggalan karya klasik pada masa kejayaan islam, yang merupakan sumber referensi pendidikan islam saat ini jarang sekali dijumpai (Shiren Destrianjasari, 2. Adanya perbedaanperbedaan pemikiran tersebut, mengundang banyak paradigma dari kalangan akademisi maupun masyarakat. Banyak kepentingan kepentingan diluar ranah pendidikan yang kemudian masuk dan mempengaruhi esensi pendidikan islam yang Mulai dari kepentingan politik, sosial budaya, ekonomi bisnis, dan lain Sehingga keberadaan pendidikan islam yang diharapkan tegak sesuai fungsi dan tujuannya, menjadi kehilangan arah dan tujuan, tidak lagi berpijak pada dasar-dasar pendidikan islam, yaitu Al QurAoan dan As Sunnah. Paradigma pendidikan islam perlu dikembalikan jati dirinya. Kesisteman dalam pendidikan islam juga harus diperhatikan dalam upaya memudahkan tercapainya target, visi dan misi pendidikan islam itu sendiri. Disisi lain, kebijakan pemerintah pun berpengaruh terhadap kondisi pendidikan islam, sehingga regulasi regulasi pemerintah seputar pendidikan perlu dipertimbangkan guna meningkatkan eksistensi pendidikan islam di Indonesia, semakin maju dan berkembang (Alisyah Pitri, 2. Dari keterangan di atas, terdapat beberapa hal yang melatar belakangi isu-isu kontemporer pendidikan Islam. Sehingga hal ini akan dibahas di dalam makalah yang berjudul AuPengertian. Teori dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-isu KontemporerAy. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. 1 2025 | 112 Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian library research, yakni jenis penelitian yang menjadikan sumber perpustakaan sebagai sumber data utama melalui beberapa literatur yang dianggap urgent dan sesuai dengan tema penelitian. Jenis penelitian riset kepustakaan mengharuskan peneliti memilih beberapa sumber yang kemudian dijadikan sumber primer sebagai sumber data utama dan beberapa literatur lainnya sebagai buku-buku sumber pendukung atau sekunder. Hasil dan Pembahasan Pengertian. Teori dan Konsep isu-isu kontemporer pendidikan islam Isu adalah suatu bentuk informasi kontradiktif atau polemik tentang seseorang atau organisasi yang dianggap sebagai masalah, dapat berupa opini atau ungkapan melalui gerak tubuh atau kata-kata yang mempunyai arti Kontemporer dalam KBBI berarti serentak, semasa, saat ini (Encep Syarifudin, 2. Sedangkan pendidikan adalah usaha manusia dalam membantu dan mengarahkan fitrah manusia kepada capaian maksimal dari apa yang dicita citakan. Sedangkan agama Islam merupakan agama yang kaffah, yang di dalamnya mencakup segala urusan manusia di dunia, termasuk dalam hal pendidikan. Agama Islam merupakan agama yang kaffah, yang di dalamnya mencakup segala urusan manusia di dunia, termasuk dalam hal pendidikan. Ibn Maskawaih berpendapat bahwa tujuan pendidikan islam adalah dapat terwujudnya sikap spontan dari seseorang dalam melakukan perbuatanperbuatan baik, guna memperoleh kebahagian dan kesempurnaan hidupnya. Adapun al-Qabisy, berpendapat bahwa dengan pendidikan islam, seseorang akan terbangun rasa cinta terhadap agama islam, yang akan terlihat dari segala tingkah lakunya, yang selalu berpedoman dengan nilai-nilai agama islam, yaitu bersumber kepada Al QurAoan dan Hadits Rasulullah shallallaahu Aoalaihi wa sallam sebagai pedomannya (Heri Surikno, 2. Maka, peneliti dapat tarik kesimpulan bahwa isu-isu kontemporer pendidikan islam adalah masalah-masalah atau polemik yang terjadi saat ini, 113 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta terkait dengan perubahan fungsi, tujuan, dan komponen komponen pendidikan islam yang lainnya, yang menimbulkan perbedaan pandangan dan pemikiran seseorang atau organisasi. Teori dan Konsep isu-isu kontemporer pendidikan islam Cara Berpikir Studi Islam Kotemporer Dalam sudut pandang Islam kontemporer, pada pada hakikatnya dapat dilihat dari munculnya kesadaran baru karena adanya dua sisi yang berbeda yaitu pada satu sisi dari segi budaya dan di sisi lain adalah modrenitas hasil dari perkembangan zaman. Oleh karena itu, budaya dan modernitas adalah masalah penting dari pemikiran Islam modern. Perbedaan dalam perspektif pemikiran Islam tradisional memperhitungkan modernitas pemikiran Islam sebagai dunia lain dengan modernitas pemikiran Islam yang mengubah tradisi pembaruan. Pengembangan ide ditandai oleh ciptaan pendidikan dan pengembangan para ilmuwan sebagai referensi ke warisan budaya Islam dan intelektualisme. Kisah modern dalam pemikiran Islam ini adalah kenyataan bahwa ia mendukung dukungan di zaman sekarang dan memberikan semangat penelitian Islam menjadi warna baru. Lebih dari 4. 444 jam, perubahan baru menjadi budaya yang diawetkan oleh semua penduduk di daerah tersebut. Tidak ada keraguan bahwa pendidikan telah berubah dan harus dicapai beberapa kali. Jika mereka tidak disesuaikan dengan kondisi waktu atau daerah, ini akan mempengaruhi keterlambatan dalam kehidupan, masyarakat, ekonomi dan pendidikan. Kritik Epistimologi. Proyek Besar Pemikiran Studi Islam Kontemporer Berdasarkan pandangan Bolluta, terdapat tiga kelompok yang mencoba memberikan wacana pemikiran mengenai tradisi dan budaya vis a vis modernitas: . Kelompok perubahan, di mana kelompok tersebut mengharapkan agar dunia Arab tidak mengikuti budaya sebagaimana telah diajarkan oleh orang-orang terdahulu. Karena budaya yang diajarkan pada masa lampua tidak sesuai dengan kehidupan kontemporer. Tokoh-tokoh yang mengharapkan perubahan dari kelompok ini pada umumnya berhaluan Marxis BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. 1 2025 | 114 Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam seperti Adonis. Salamah Musa. Zaki Najib Mahmud, dll. Kelompok reformasi, yaitu suatu kelompok yang menginginkan adanya penyesuai diri, yaitu merubah tradisi yang selama ini dihidupnya. Tokoh-tokoh dalam kelompok ini adalah Arkoun. Hasan Hanafi, al-Jabiri,dll. Kelompok idealistotalistik, di mana pada kelompok ini mengiginkan agar bangsa Arab kembali kepada Islam murni sebagaimana yang diajarkan oleh orang-orang terdahulu, khususnya manhaj salaf dengan slogan kembali kepada al-QurAoan dan hadist. Tokoh-tokoh dalam kelompok ini seperti Muhammad Ghazali. Sayyid Quthb. Muhammad Quthb, dll (Baitiyah et al. , 2. Dalam perkembangan pendidikan Islam, ada tiga pandangan di atas yang juga menjadi gambaran yang diterapkan oleh seluruh masyarakat Islam di seluruh dunia. Di mana, para penganutnya memiliki pandangan yang berbeda namun tetap berada di jalur pendidikan Islam sebagai mana yang telah diajarkan (Uyuni & Adnan, 2. Manajemen Pendidikan di Era Global Menurut Rue dan Byar dalam jurnal Masduki Ahmad, mendefinisikan pengertian dari manajemen yaitu sebagai berikut: Aumanagement as a form of work that involves a process of coordinating the organization, such as land, buildings, workers, and capital ti achieve organizational goals. Ay Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa: Manajemen adalah suatu bentuk pekerjaan yang melibatkan proses pengkoordinasian sumber daya yang ada dalam organisasi, seperti tanah, bangunan, pekerja, dan modal untuk mencapai tujuan organisasi. (Masduki Ahmad, 2. Artinya, untuk menciptakan manajemen yang baik di sebuah sekolah tidak hanya mengandalkan kepala sekolah saja, tetapi ada berbagai aspek yang harus diperhatikan seperti tanah, bangunan, dan sumber daya manusia yang harus memiliki visi dan misi yang sama agar tercipta manajemen yang baik. Globalisasi merupakan suatu gelombang yang menuntut adanya perubahan atau perkembangan pendidikan bertaraf internasional (Samrin. Implikasi dari dampak globalisasi pendidikan ini, terdapat beberapa model dalam Pendidikan sebagai berikut: . Sekolah dari rumah, yaitu 115 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta pemenuhan kebutuhan yang menjadi harapan orang tua dan peserta didik karena tuntutan di era global. Sekolah atau universitas virtual, yaitu belajar dari jarak jauh di mana pendidikan di bentuk oleh perguruan tinggi. Consumption Abroad, yaitu suatu bentuk penyediaan jasa dari instansi pendidikan tinggi dari suatu negara yang menjual jasa pendidikan ke konsumen dari negara lain dengan cara mahasiswa belajar di negara lain. Movement of Natural Persons, yaitu suatu bentuk dari penyedia menjual jasa pendidikan dari satu negara kepada konsumen dari negara lain dengan cara mengirimkan anggotanya kepada negara konsumen. Commercial Presence, yaitu penjual jasa pendidikan oleh lembaga suatu negara bagi konsumen yang berada di negara lain dengan mewajibkan kehadiran secara fisik lembaga penjual jasa dari negara tersebut. Dari keterangan diatas, menunjukkan bahwa perkembangan dari dunia pendidikan memiliki beberapa dampak pada perkembangan belajar sekolah yang dirasakan oleh para peserta didik dan juga pendidik sebagai pemberi materi bahan pembelajaran. Di mana masa sekarang ini, kegiatan belajar dan mengajar bisa dilakukan dari rumah masing-masing dan dilakukan secara Pendidik juga bisa mengajar di negara lain yang dikirim oleh suatu instansi pendidikan di negara konsumen sebagai bentuk penjualan jasa pendidik yang profesional kepada negara lain yang membutuhkan. Ruang Lingkup Isu-isu Kotemporer dalam Pendidikan Islam Penerapan Student Center Approach dalam Pendidikan Islam Hambatan dalam pendidikan Islam diantaranya karena siswa kurang dilatih untuk berfikir kritis. Metode pengajaran yang diimplementasikan selama ini lebih banyak memindahkan ilmu pengetahuan saja kepada peserta Siswa belum mampu mengembangkan daya fikir yang lebih baik. Selain itu juga, terdapat anggapan bahwa kurikulum dan gaya pengajaran di sekolahsekolah Islam sudah ketinggalan zaman. Padahal, saat ini sudah waktunya diterapkan sebuah pengembangan model pengajaran seperti student center learning, e-learning, experiental learning, game-based learning, dan lain-lain. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. 1 2025 | 116 Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam Silabus guru harus detail dan jelas, guru juga harus menjelaskan teori-teori yang disampaikan dalam praktek pembelajaran (Gazali & Pransisca, 2. Dengan sistem pembelajaran yang tradisional, akan membuat siswa kurang berkontribusi dan aktif untuk mengemukakan pertanyaan, sehingga hal ini kurang melatih siswa untuk berfikir kritis. Kurang aktifnya siswa di dalam kelas bisa jadi dikarenakan guru lebih aktif dan mengambil andil dalam penyampaian pembelajaran. Pengajaran seperti ini cenderung berlangsung satu Dalam pendidikan Islam, agar bisa berkembang dengan baik dan dapat memiliki dampak yang baik pula maka kita harus mengajarkan siswa agar tidak memiliki kepribadian dan akhlak yang mulia saja, kita juga harus bisa menerima tantangan dari zaman yang terus berubah ini, mampu menyelesaikan masalah, dan juga mampu membuat keputusan yang terbaik. (Slamet Sholeh. Pendidikan yang dilakukan dengan mengikuti perubahan atau perkembangan zaman sangat diperlukan demi tercapainya tujuan pendidikan yang efektif dan mengikuti perkembangan globalisasi sebagai daya saing dalam pendidikan. Kurikulum Pendidikan Islam Untuk mencapai upaya tuntutan zaman, pemerintah melakukan perubahan kurikulum pada periode-periode tertentu. Pada akhirnya, pemerintah mengubah kurikulum 2006 (KTSP) yang diubah lagi menjadi kurikulum 2013 (Fatoni. Santoso. Syarifuddin, & Hanani, 2. Di mana di kurikulum 2013 ini menjawab perubahan paradigma pada abad ke-20 ke abad-21. tujuan dari pembuatan kurikulum 2013 ini, siswa diharapkan agar siswa lebih beriman, kreatif, produktif, inovatif, dan efektif serta mampu memberikan kehidupan yang layak dalam bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Perubahan kurikulum memiliki fungsi untuk menyempurnakan kurikulum yang lama ke yang baru. Di mana dalam perubahan itu terdapat empat elemen yaitu: . Standar Kompetensi Lulusan (SKL), menyeimbangkan soft skills dan hard skills dengan mengasah 3 aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan . Standar Isi (SI), diturunkan dari kompetensi. Standar 117 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta proses, menggunakan pendekatan saintifik yaitu pengamatan, memberikan pertnanyaan, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Standar penilaian menggunakan pengukuran penilaian terhadap semua kompetensi baik itu dari pengetahuan, sikap, dan juga keterampilan yang didasarkan pada proses dan hasil. Dengan adanya perubahan kurikulum dari masa ke masa merupakan bentuk pembaharuan pemerintah dalam mengembangkan kurikulum dengan mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan kurikulum juga didasarkan pada kebutuhan murid yang selalu berubah sesuai dengan zamannya. (Zainal Arifin, 2. Tantangan zaman memberikan tuntutan terhadap pemerintah agar mengatur sistem pendidikan yang lebih baik dan berdampak positif terhadap perkembangan potensi diri peserta didik. Di dalam perkembangan kurikulum pendidikan Islam, terdapat beberapa prinsip kurikulum yaitu: . Berpegang pada potensi, pengembangan, kebutuhan, dan juga kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Menyeluruh dan berkesinambungan. Artinya, memiliki hubungan dan memiliki keterkaitan antara jenis program dan tingkatan dalam satuan . Memiliki respon dan tanggap terhadap teknologi, seni, dan ilmu pengetahuan. Di mana kurikulum ini dapat menyesuaikan minat dan juga . Adanya kesesuaian dengan kebutuhan kehidupan. Di mana dalam pengembangan kurikulum, melibatkan stakeholder sebagai jaminan relevansi kebutuhan di bidang kehidupan sosial, dunia usaha, dan dunia kerja. Beragam dan terpadu. Di mana tidak adanya perbedaan antara tradisi, suku, adat istiadat, dan status sosial ekonomi serta gender dalam mengembangkan . Belajar sepanjang hayat. Di mana kurikulum diberikan arah dalam proses pengembangan, tradisi, dan pemberdayaan peserta didik yang berlnagsung sepanjang hayat. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Dalam pengembangan kurikulum, memperhatikan kepentingan nasional dan juga kepentingan daerah dalam membangun BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. 1 2025 | 118 Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Khairil Anwar, 2. Dari beberapa uraian prinsip diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum memiliki peran penting terhadap perngembangan peserta didik baik itu dalam pengembangan kognitif maupun afektif melalui beberapa program yang disediakan oleh sekolah. Adanya respon dan tanggapan siswa terhadap perkembangan yang pesat sehingga sekolah berperan memberikan arahan positif terhadap penggunaan teknologi. Dalam perkembangannya, kurikulum memberikan pendidikan sepanjang hayat di mana ilmu yang disampaikan harus Peningkatan Kualitas Pendidik Penyebab dari permasalahan besar yang bisa dihadapi oleh sistem pendidikan yang ada di Indonesia salah satunya adalah sejak pada masa orde baru (Aristiyanto, 2. Di mana profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan masih belum bisa dikatakan memadai. Dalam meningkatkan tenaga kerja guru dalam pendidikan Islam harus melakukan kegiatan dengan rasa tanggungjawab dalam meningkatkan kompetensinya melalui: . Seleksi dan pengangkatan yang ketat melalui sistem perekrutan tenaga pendidik yang terstruktur dengan baik. Meningkatkan pendidikan dan juga pelatihan. Mengembangkan karir . Meningkatkan budaya kerja pendidik. Meningkatkan kesejahteraan pendidik, dan . Meningkatkan pengelolaan SDM. Maka, dalam meningkatkan kualitas pendidik yang bermutu maka status atau latar belakang pendidikan sangatlah penting. Selain jenjang pendidikan yang sesuai dengan jurusannya, pihak sekolah juga harus menyediakan pelatihanpelatihan yang memberikan ilmu tambahan terhadap peningkan kinerja guru. Pelatihan sangat berperan penting terhadap perkembangan guru, sehingga seorang guru mendapatkan bekal yang harus diterapkannya dalam proses belajar dan mengajar. Iklim kerja yang baik akan memberikan hasil 119 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta yang baik pula, di mana dalam penerapannya kepala sekolah harus pandai dalam mengatur dan mengelola sekolah. Pengelolaan Peserta Didik (Pembinaan Kesiswaa. Dalam pengelolaan peserta didik dipusatkan pada pengawasan, pengaturan, dan layanan terhadap peserta didik baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. Fungsi dari pengelolaan peserta didik harus diarahkan pada pengembangan diri peserta didik yang baik berdasarkan potensi, individu, sosial dan lainnya. (Slamet Sholeh, 2. Peserta didik mempunyai peranan yang sangat penting dalam pendidikan, maka dari itu pihak sekolah harus mempertimbangkan dengan baik apa yang harus diberikan kepada siswa. Merdeka belajar adalah slogan baru yang dibuat oleh Nadiem Makarim, menteri pendidikan Indonesia. Terdapat empat episode dari gagasan merdeka belajar ini yaitu sebagai berikut: . Episode Pertama. Pada episode pertama terdapat empat pokok kebijakan baru: USBN. UN. RPP, dan PPDB. Terkait USBN, dilakukan benar-benar dilakukan oleh sekolah. UN digantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survey Karakter yang dilakukan pada siswa kelas 4, 8, dan 11 untuk meningkatkan proses pembelajaran. Untuk RPP, diarahkan secara bebas dalam membuat dan merancang RPP sendiri yang lebih sederhana dan cukup satu halaman. Kemudian untuk PPDB, akan diberlakukan sistem zonasi yang lebih longgar seperti hanya 50% dari jumlah baru, jalur prestasi 30%, jalur afirmasi 15%, dan jalur perpindahan 5%. Di mana dari episode satu ini dibuat untuk memberikan kebebasan dan kemandirian kepada sekolah, guru, dan siswa dalam proses pendidikan. Episode Kedua. Pada episode kedua difokuskan kepada reformasi di perguruan tinggi, yang disebut dengan AuKampus MerdekaAy. terdapat empat kebijakan yaitu: . Perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A atau B dapat mendirikan secara langsung program studi baru. Program akreditasi akan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi yang ingin dan siap. Jika tidak, maka perguruan tinggi dapat menggunakan nilai akreditasi yang ada kecuali ada protes dari publik tentang kualitas perguruan tinggi tersebut. Perguruan Tinggi Negeri Layanan BLU dapat memutuskan sendiri apakah akan berubah ke PTN berbadan hukum. BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. 1 2025 | 120 Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam Mahasiswa diberi kebebasan untuk belajar di luar kampus atau di masyarakat selama satu tahun dan di prodi di luar prodi sendiri selama setengah tahun. Episode Ketiga. Pada episode ketiga membahas mengenai peningkatan kualitas layanan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang meliputi penyaluran BOS langsung ke sekolah, penggunaan BOS lebih fleksibel, nilai satuan BOS meningkat, dan pelaporan BOS yang lebih diperketat agar lebih transparan dan . Episode Keempat. Pada episode ini pembentukan organisasorganisasi penggerak yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah yang berada di bawahbawahnya. (Raihani, 2. Dari ke empat episode diatas, merupakan perubahan dan kebijakan baru yang dibuat oleh menteri dalam melakukan perbaikan kurikulum saat ini. Dengan harapan, perubahan itu dapat memberikan hasil yang positif terhadao perkembangan pada dunia pendidikan. Penganggaran Peningkatan kualitas pada layanan satuan pendidikan membutuhkan dana yang sangat banyak (Fatimah. Fatoni, et al. , 2. Bahkan, dalam membagi anggaran pendidikan sangatlah minim yang memberikan dampak terhadap peserta didik untuk menjadi sumber utama pembiayaan pelaksanaan Pembiayaan pendidikan pada umumnya menitikbersarkan dalam mengupayakan distribusi benefit pendidikan dan beban yang harus di tanggung oleh msayarakat. Thomas berpendapat bahwa hal yang harus diperhatikan dalam pembiayaan pendidikan adalah jumlah dana yang harus dikeluarkan, sumber dana yang akan diperoleh, dan pengalokasian dana. (Hans Yans Hamadi, 2. Anggaran harus jelas kemana ia keluar dan mengapa harus dikeluarkan. Pengeluaran yang salah akan memberikan dampak yang buruk terhadap suatu Sebaliknya, pengeluaran yang baik dan efektif akan meberikan dampak baik dan keuntungan terhadap perkembanganinstansiitusendiri. Fattah berpendapat bahwa anggaran adalah suatu bentuk aktivitas dalam menyusun anggaran. Anggaran adalah suatu rencana operasional dalam bentuk satuan uang yang dimanfaatkan untuk pelaksanaan kegiatan suatu lembaga 121 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta pada kurun waktu yang telah ditentukan. Sedangkan Mac Donald dan Lawton berpendapat bahwa anggaran merupakan suatu rencana yang digambarkan dalam bentuk rangkaian tindakan atau suatu kegiatan dalam bentuk angka dalam segi uang dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Jadi, dalam pengelolaan anggaran itu dibutuhkan penanggung jawab yang memiliki kemampuan dalam memanajemen keuangan di suatu organisasi. Penanggung jawab diharapkan mampu mengatur, menganalisa, dan membuat catatan yang jelas Peningkatan Mutu Pembelajaran Mutu dalam pendidikan merupakan suatu usaha dalam pemberian layanan yang dapat memberikan kepuasan kepada semua pemakai jasa di suatu instansi pendidikan (Fatoni et al. , 2. Selain itu juga, berkaitan dengan bagiamana input peserta didik, proses dalam menyelenggarakan pendidikan yang berfokus pada layanan peserta didik, hingga pada output lulus yang di hasilkan dalam pendidikan tersebut. Menurut Sagala, mutu pendidikan merupakan suatu gambaran dan juga karakteristik secara menyeluruh yang dimiliki oleh jasa pelayanan pendidikan baik itu secara internal ataupun eksternal yang menunjukkan kemampuan, kepuasan kebutuhan yang diharapkan, yang mencakup input, proses, dan Terdapat beberapa Standar Nasional Pendidikan (SNP) mutu pendidikan yang harus dipenuhi, yaitu: . Lulusan yang memiliki kecerdasan secara . Kurikulum yang mengalami perubagan dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Proses pembelajaran berorientasi kepada peserta didik dan mengembangkan kreativitasnya. Proses pembelajaran harus mempunyai sistem penilaian dan evaluasi memenuhi kriteria dalam prinsip . pendidik dan tenaga kependidikan harus menjadi teladan yang . Sarana dan prasarana memenuhi standar kebutuhan dalam . Sistem manajemen yang akurat dan handal. Pembiayaan pendidikan yang efektif dan efisien. Jika suatu instansi pendidikan telah mencapai delapan kompetensi diatas, maka dapat dikatakan bahwa sekolah BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. 1 2025 | 122 Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam tersebut mampu mengikuti persaingan global dan memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik dan memadai. Standar pendidikan menjadi acuan bagi setiap sekolah dalam mencapai target pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan komponen dari kriteria pendidikan yang bermutu yaitu sebagai berikut:. dalam membuat bahan ajar harus memberikan manfaat terhadap pemakainya . eserta didi. sehingga hal tersebut memberikan wawasan dan pengalaman yang berharga dalam membentuk karakter yang baik. dalam perencanaan pendidikan juga harus memberikan bekal religius sehingga mempunyai kesiapan ketika menghadap Allah. mempunyai tata kelola yang baik. (Ali Wafa, 2. Dari ketiga komponen tersebut, memberikan arahan bahwa materi pembelajaran yang diterima dengan baik maka akan memberikan manfaat terhadap pengalaman, motivasi berlajar, daya pikir yang tinggi, dan memiliki akhlak yang baik. Pendidikan yang baik bukan hanya mengetahui tanggung jawab terhadap kebutuhan hidup di dunia saja, tetapi mengetahui tanggung jawab terhadap penciptanya. Tata kelola pendidikan yang baik akan memberikan kesinambungan antar komponen dengan baik. Terdapat beberapa peningkatan mutu dalam pembelajaran, hal-hal tersebut meliputi: . Peningkatan kualitas dari peserta didik. Pengembangan kualitas guru dan dosen. Kepemimpinan yang baik. Pengembangan kurikulum dan materi pelajaran. Penerapan metode pembelajaran yang . Perbaikan sarana dan prasarana. (Slamet Sholeh, 2. Kompetensi Lulusan. Kompetensi lulusan pendidikan yaitu menjadi lulusan yang memiliki keterampilan dan memenuhi KKNI seperti memiliki kemampuan dalam bekerja, memiliki ilmu pengetahuan, dapat memanajerial, dan memiliki rasa tanggungjawab Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Islam Soetopo berpendapat bahwa sarana pendidikan merupakan suatu perlengkapan dan peralatan yang dipakai untuk proses pendidikan. buku, gedung, alat peraga, kelas, kursi, dan meja. (Slamet Sholeh, 2. dalam jurnal Abdul Goffar mendefinisikan tentang manajemen sarana dan 123 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta prasarana pendidikan :AuEducational facilities and infrastructure are facilities used for the implementation of educational activities and supporting activities. Facilities and infrastructure cannot be ignored in the educational process. The succes of learning in schools is supported by the effective and efficient use of all educational facilities and infrastructure in schools. Facilities and infrastructure in schools need to be utilized and managed for the benefit of the learning process in schools. The management is intended so that the use of facilities and infrastructure in schools to run effectively and efficiently. Management offacilities and infrastructure is a very important activity, because its existence will greatly support the successof the learning process in schoolsAy. (Muid & Magfiroh, 2. Dari keterangan diatas dapat di analisa bahwa, sarana dan prasarana pendidikan merupakan penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan yang harus diperhatikan. Di mana seperti yang diketahui, bahwa sarana dan prasarana sekolah yang lengkap akan membantu proses pembelajaran jauh lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan sarana dan prasarana menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan dalam proses pembelajaran di sekolah. Hunt Pierce . berpendapat bahwa, terdapat beberapa prinsip dasar yang digunakan manajemen sarana dan prasarana di sekolah adalah: . Perlengkapan perabot sekolah dan lahan bangunan harus sesuai dengan harapan, cita, dan citra dari masyarakat sebagaimana hal nya pernyataan dalam tujuan dan filsafat pendidikan. Perencanaan yang dibuat untuk lahan pembangunan, serta beberapa perlengkapan peralatan sekolah sebaiknya menjadi pancaran dari keinginan bersama melalui pertimbangan yang cukup baik yang ada pada masyarakat. Penyediaan lahan bangunan dan beberapa perlengkapan sekolah haruslah ada penyesuaian yang memadai untuk kepentingan para peserta didik, agar tercapainya pembentukan karakter mereka dan dapat memberikan pelayanan serta jaminan terhadap diri mereka di waktu bekerja, belajar, dan juga di waktu bermain sesuai dengan bakat yang . Lahan dari bangunan dan beberapa perlengkapan peralatan sekolah harus menyesuaikan terhadap beberapa kepentingan pendidikan yang BUNYAN AL-ULUM. Vol. 2 No. 1 2025 | 124 Pengertian. Teori Dan Konsep. Ruang Lingkup Isu-Isu Kontemporer Pendidikan Islam memiliki sumber dari kepentingan dan juga keutamaan bagi peserta didik dan . Sebagai pemilik wewenang terhadap pendidikan di sekolah, maka program sekolah harus dibantu secara efektif dan efisien dalam memberikan pelatihan terhadap semua anggota serta memilih cara agar mereka dapat melakukan penyesuaian diri serta mampu dalam pelaksanaan tugasnya sesuai dengan profesi yang sesuai pada bidangnya. Seorang pemangku wewenang di sekolah harus memiliki kecakapan untuk mengenal, baik kuantitatif atau kualitatif serta mampu memanfaatkan dengan baik semua fungsi dari bangunan dan semua alat perlengkapannya. Sebagai seseorang yang menjandi penanggung jawab di sekolah, harus bersedia dan memiliki kemampuan dalam memelihara dan memakai tanah dan bangunan di sekitarnya. Sehingga hal itu dapat membantu terwujudnya kebahagiaan, keamanan, keindahan, dan kesehatan, serta kemajuan dari sekolah dan juga masyarakat. Sebagai seseorang yang diberikan tanggung jawab sekolah, bukan saja hanya untuk mengetahui seberapa banyak kekayaan sekolah yang dipercayakan kepadanya, tetapi juga harus menjaga seluruh peralatan sekolah yang diperlukan oleh anak (Tubagus Djaber Abeng Ellong, 2. Eliot dan Mosier menyatakan, tahapan-tahapan dalam proses perencanaan sarana dan prasarana pendidikan yaitu sebagai berikut: . membuat tujuan berdasarkan pendidikan yang bersifat sementara. Membuat perencanaan keadaan yang dibuthkan pada saat ini. Membuat program khusus yang sesuai dengan tujuan sekolah. Menetapkan rangkaian tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Mewujudkan rencana yang telah dibuat menjadi suatu tindakan. Merencanakan kembali apabila penilaian menyatakan adanya keperluan tambahan ataupun yang diinginkan. Dapat disimpulkan bahwa, dalam proses perencanaan sarana dan prasarana pendidikan ini harus mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh pendidik dan peserta didik yang dapat menunjang kebutuhan belajar. Dari setiap perencanaan kebutuhan itu, harus diproses sehingga pengadaan barang data segara terlaksanakan. Setelah pemenuhan kebutuhan itu, maka di evaluasi 125 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Sukari. Munawar Kholil. Abdur Rahman Institut Islam MambaAoul AoUlum Surakarta apakah kebutuhan itu sudah cukup terpenuhi atau ada lagi yang harus Kesimpulan Isu kontemporer dalam Islam merupakan permasalahan yang terjadi pada masa kini mengenai perubahan pendidikan Islam terhadap anak melalui suatu bimbingan yang bertujuan agar memiliki kepribadian yang tunduk dan taat pada aturan Islam. Pemikiran Islam kontemporer merupakan pengaruh dari perubahanperubahan peradaban yang menghasilkan suatu kebiasaan atau dikenal dengan Dalam pembaharuan Isu-isu kontemporer pendidikan Islam ini menjadi sebuah pertimbangan dalam memperbaiki keadaan. Perubahan budaya yang semakin hari harus semakin membawa kita kepada kebaikan. Di mana dalam dunia pendidikan meliputi pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pendidik, peningkatan mutu dalam pembelajaran, penganggaran, pengelolaan sarana dan prasarana, dan pembinaan kesiswaan. Daftar Pustaka