Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5. No. April 2025, pp 5-8 E-ISSN : 2808-9073 PENYULUHAN KELOMPOK ISTRI NELAYAN DALAM MENUNJANG KETRAMPILAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DUSUN KALAMALEA KELURAHAN MADALE KECAMATAN POSO KOTA UTARA KABUPATEN POSO Abstrak Moh Rusly Syuaib1. Hendrayanto2* . Jurusan Perencanaan Pembangunan Wilayah Pedesaan . Universitas Sintuwu Maroso Jl. Timor No. 1 Poso. Sulawesi Tengah - Indonesia Article history Received : 12-03-2025 Revised : 20-03-2025 Accepted : 23-03-2025 *Corresponding author Pilih penulis yang akan menjadi korespondensi author Email : rusli@unsimar. Program pengabdian kepada masyarakat dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahunan dan ketrampilan Kepada istri para nelayan tentang bagaimana meningktkan pendapatan rumah tangga. Adapun metode pelaksanaan dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat yaitu penyuluhan Kegiatan Pelaksanaan PKM dilakukan dalam 3 tahapan yaitu persiapan, pelatihan dan evaluasi. Instrument evaluasi berupa daftar pertanyaan yang dideskripsikan setelah datanya diolah. Hasil analisis data daftar pertanyaan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan para istri nelayan tentang bagaimana meningkatkan pendapatan rumah tangga. Kata Kunci: Kelompok . Nelayan,. rumah tangga Abstract The community service program was conducted with the aim of enhancing the knowledge and skills of fishermen's wives on how to increase household income. The implementation method was through community empowerment, namely outreach. The PKM implementation activities were carried out in three stages: preparation, training, and evaluation. The evaluation instrument was a list of questions that were described after the data was processed. The results of data analysis of the list of questions showed that there was an increase in the knowledge of fishermen's wives about how to increase household income. Keywords: Group. Fishermen,. PENDAHULUAN Kelurahan Madale termasuk wilayah Kecamatan Poso Kota Utara Kabupaten Poso yang berjarak 7 Km dari Kota Poso dengan jumlah penduudk sebanyak 1046 Jiwa (Poso Kota dalm angka 2024 ) Sumber penghasilan utama masyarakat adalah dari sektor perikanan khususnya Ikan. Masyarakat nelayan di Kelurahan Madale khusunya dusun kalamalea Kecamatan Poso Kota Utara banyak mengalami keterbatasan pemenuhan kebutuhan hidup, terutama kebutuhan dasar. Hal ini terlihat pada pola kehidupan dan aktivitas nelayan beserta keluraganya yang sederhana dan serba terbatas serta tempat tinggal yang terlihat kumuh. Hal ini menyebabkan masyarakat nelayan hidup dalam kondisi yang memprihatinkan kemiskinan nelayan salah satunya adalah tidak memiliki ketrampilan yang memadai sehingga diperlukan penanganan yang serius dari berbagai pihak terutama Pemerintah dalam menetapkan kebijakan program program dan kegitan khususnya bagi istri nelayan di Kelurahan Madale Dusun Kalamalea Kecamatan Poso Kota Utara. Ikan pendapatan rumah tangga para istri nelayan di Kelurahan Madale khususnya dusun kalamalea Kecamatan Poso Kota. oleh sebab itu dengan dilakukan penyuluhan tersebut tentang tata cara pengolahan ikan yang ada menjadi salah satu ketrampilan yang menjadi sumber A 20xx Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Syuaib, et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 01 April Tahun 2025 : 5-8 pendapatan untuk istri para nelayan. Sebagaimana hal ini di kemukakan oleh oleh Abdi Zainal, . 8: . yaitu pada nelayan di Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala menyimpulkan faktor penyebab kemiskinan nelayan salah satunya adalah tidak memiliki ketrampilan yang Indonesia adalah Negara Bahari dengan luas lautnya 5,8 juta km2 dan panjang garis pantai 95. 181 km memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya nelayan dalam meningkatkan pendapatan dan memperbaiki ekonomi rumah tangga Kekayaan sumber daya laut yang di dalamnya mengandung berbagai potensi ekonomi khususnya di bidang perikanan, namun sampai saat ini kehidupan nelayan tetap saja masih berada dalam jurang Hal ini sejalan dengan pemikiran Mubyarto. Soetrisno dan Dove . , mengatakan bahwa masyarakat pesisir pantai dalam hal ini adalah nelayan sebagai kelompok masyarakat termiskin. Di beberapa negara sedang berkembang seperti Indonesia, masalah kemiskinan adalah suatu persoalan yang sangat serius yang penanganannya harus mendapat perhatian utama. Kemiskinan masyarakat nelayan dan bukan nelayan selain memiliki kesamaan, terdapat pula beberapa perbedaan. Determinan berupa tingkat pendapatan, pengeluaran . , tingkat pendidikan, dan pelayanan kesahatan. Selain itu, masih banyak faktor penyebab lainnya yang harus disesuaikan dengan keadaan kemiskinan suatu daerah atau kelompok masyarakat yang bersangkutan (Asnawi dalam Yenny, 2006:. Menurut Mubyarto. Soetrisno dan Dove . terpuruknya kondisi nelayan tentunya tidak terlepas dari kondisi ekologis dimana mereka berbeda. Pada umumnya nelayan berada dan menjadi penghuni desa pantai dengan tingkat pendidikan formal yang diterima secara jauh lebih rendah dari masyarakat yang tidak menghuni Sarana sosial ekonomi yang tersedia seperti sarana pendidikan, kesehatan dan sarana perhubungan serta komunikasi, umumnya masih sangat rendah, penyebaran penduduk tidak merata dan sebagian besar terkonsentrasi di daerah pantai yang landai dan daerah muara sungai Hasil penelitian yang disampaikan adalah Kemiskinan nelayan di Kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Utara ah satunya para nelayan kurang menguasi keterampilan-keterampilan sehingga menyulitkan mereka untuk mencari atau membuka usaha-usaha lain untuk menambah pendapatan mereka selain melaut. Selain itu faktor ekonomi, faktor ini sangat lemah dimana nelayan kurang memiliki asset seperti modal, tanah dan teknologi yang memadai. faktor kelmbagaan, peran kelambagaan juga masih dirasakan belum bahkan tidak Koperasi yang diharapkan membantu tidak berkembang bahkan tidak aktif. Adapun tujuan pelaksanaan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan isrri para nelayan dengan memperkenalkan pembuatan abon ikan, bakso ikan serta kripik ikan. Dengan meningkatnya pengetahuan serta ketrampilan istri para nelayan diharapkan teknik pengolahan ikan dapat diterapkan secara berkelanjutan. BAHAN DAN METODE Kegiatan pelatihan dilaksanakan di dusun Kalamalea kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso pada bulan Februari 2025. Adapun Pelaksanaan program pengabdian dilakukan dengan bahan yaitu Ikan Segar. Minyak garam. Selain itu metode yang digunakan dalam 3 tahap, yaitu persiapan, pelatihan , dan evaluasi. Sosialisasi Sosialisasi dilakukan pada kelompok istri nelayan di dusun Kalamalea kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso. Kegiatan ini difasilitasi oleh seorang mahasiswa yang telah melakukan penelitian dan tentang program yang akan dilaksanakan, yang berdomisili di dusun Kalamalea kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso Disepakati bahwa kegiatan akan dilaksanakan pada bulan desember 2024 akan tetapi karena beberapa kendala kegiatan PKM dilaksnakan pada Februari 2025. Penyuluhan dilaksanakan terhadap mitra yaitu anggota kelompok Istri Nelayan, yang dihadiri oleh 8 orang. Materi penyuluhan terdiri tema yaitu bagaimana cara pengolahan ikan . Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan mulai dari ceramah, diskusi dan tanya jawab. Evaluasi Untuk mengukur tingkat pemahaman anggota kelompok istri nelayan tentang bagaimana cara pengolahan ikan, dilakukan pre-test dan posttest. Tujuan Pre Test adalah untuk mendapatkan parameter kompetensi awal, seberapa banyak anggota kelompok mengetahui tentang materi penyuluhan yang akan dibawakan. Post Test Tujuannya adalah untuk memperoleh kompetensi akhir, seberapa banyak anggota kelompok menguasai materi yang sudah disampaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyuluhan. Penyuluhan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menindaklanjuti hasil penelitian yang telah menarik bagi istri para nelayan karena selama ini pengolahan ikan yang dilakuan mempunyai arti penting pada masyarakat karena sebagian besar istri para nelayan sebagai mata pencaharian selain itu juga pengolahan ikan dilakukan untuk mendapatkan hasil atau panen ikan yang banyak. Pengolahan ikan dilakukan dengan pembersihan memasak dan Penyuluhan pengolahan ikan sangat menarik minat para istri nelayan karena selain penyuluhan juga dilakukan tentang bahan pengolahan Ikan yang tepat (Gambar 2 ) dan Hasil pengolahan ikan berupa abon Ikan (Gambar . Syuaib, et al. Mosintuwu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume 05 Nomor 01 April Tahun 2025 : 5-8 Tabel 2. Hasil Post Test Pertanyaan Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Gambar 2. Bahan Pembuatan Abon Ikan Apakah Anda mengetahui Metode pengolahan ikan yang tepat ? Apakah pengolahan ikan yang tepat ? Apakah keuntungan pengolahan ikan yang tepat Apakah anda mengetahui apa jenis jenis pengolahan ikan? Apakah anda mengetahui tentang manfaat pengolahan ikan ? Apakah anda mengetahui tentang tata cara pengolahan ikan secara tradisional Apakah anda mengetahui tentang pemasaran pengolahan ikan? Apakah anda mengetahui tentang pengolahan ikan agar awet ? Apakah anda mengetahui tentang beberapa jenis bahan pengolahan ikan? Apakah anda mengetahui tentang jenis jenis pengolahan ikan? Responden yang menjawab (%) Tidak KESIMPULAN Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan istri Nelayan di dusun Kalamalea kelurahan Madale Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso tentang pengelohan ikan. Terjadi peningkatan pengetahuan ketrampilan Istri Nelayan sebesar 100% Gambar 3. Abon Ikan Evaluasi UCAPAN TERIMA KASIH Pre test dan post test dilaksanakan setelah kegiatan Terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sintuwu Maroso yang telah memfasilitasi penulis untuk mendapatkan dana untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Kuesioner dibagikan kepada peserta untuk mengetahui peningkatan pemahaman pengolahan Tabel 1. Hasil Pre Test DAFTAR PUSTAKA