Journal of Economics and Management 2023. Vol. No. 2, 95-102 https://doi. org/10. 55681/ecoma. Teknik Job Order Costing dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi pada UD. Nirwana Khori Nur Diana1*. Lis Setyowati2. Muhammad Afiq Zulkarnain3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda. Indonesia 3University of Malaya. Malaysia *Corresponding Author: khorinurdiana@gmail. Received: 16/04/2023 | Revised: 14/05/2023 | Accepted: 25/07/2023 | Published: 10/08/2023 Abstract: Purpose of this study was to determine the accuracy of the cost of goods produced at UD. Nirwana Furniture. This research uses a qualitative method with a comparative descriptive approach. Data collection in this study uses the results of interviews and The analysis is carried out by calculating the cost of production at the company. The results showed that the company did not fully understand the job order costing method. There is a discrepancy between the calculation of cost of production according the company and according to the job order costing method. This is due to differences in the concepts of calculating factory overhead costs, so that the resulting calculation using the job order costing method is higher than according the company. Keywords: cost of goods manufactured, factory overhead, job order costing PENDAHULUAN Kayu merupakan bahan material alami yang berasal dari tumbuhan dan memiliki manfaat luas dalam memenuhi kebutuhan manusia. Potensi ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang mebel. Melihat penggunaan kayu yang cukup besar serta dapat dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian, para pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas dan kreativitas produk agar mampu bersaing di pasar mikro maupun makro (Hidayat & Prasetyo, 2. Prospek industri mebel yang sangat menjanjikan juga diiringi dengan persaingan yang semakin ketat, sehingga menimbulkan beragam biaya yang harus dikeluarkan. Kondisi ini menuntut pengusaha mebel untuk aktif dalam mengumpulkan data sebagai dasar pengambilan keputusan dan melakukan efisiensi dalam perhitungan harga pokok produksi guna memperoleh keuntungan yang optimal. Salah satu pendekatan penting dalam konteks ini adalah penggunaan metode job order costing, yang memungkinkan perusahaan menghitung biaya produksi secara spesifik untuk setiap pesanan (Hansen & Mowen, 2. Menurut Emy dan Iryanie . , biaya produksi terdiri atas biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, serta biaya produksi lainnya yang dikeluarkan dalam proses penciptaan barang atau jasa. Agar perhitungan harga pokok produksi dapat dipercaya, diperlukan sistem penghitungan yang akurat dan terstruktur. This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of Economics and Management Vol. 1 No. August 2023 | E-ISSN: 2987-7407 | DOI: https://doi. org/10. 55681/ecoma. Metode job order costing berfungsi untuk mengumpulkan seluruh biaya produksi berdasarkan pesanan tertentu, kemudian menghitung harga pokok produksi dengan membagi total biaya produksi terhadap jumlah unit yang diproduksi dalam periode tertentu (Drury, 2. Metode ini sangat relevan diterapkan oleh perusahaan yang memproduksi barang berdasarkan pesanan pelanggan . ustomized productio. Dalam konteks usaha kecil seperti mebel, metode ini memberikan kemudahan dalam menelusuri biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik untuk setiap jenis pesanan (Mahmudi, 2020. Horngren. Datar, & Rajan, 2. UD. Nirwana Meubel merupakan salah satu UMKM di bidang produksi mebel yang berlokasi di Ploso Lor 1. Karangjati. Ngawi. Dalam praktiknya. UD. Nirwana Meubel menggunakan sistem pemesanan langsung dari pelanggan untuk menentukan harga pokok produksinya. Namun, dalam pelaksanaannya, perusahaan belum sepenuhnya memahami dan menerapkan perhitungan harga pokok produksi sesuai prinsip akuntansi biaya yang berlaku. Perusahaan lebih mengandalkan pengalaman masa lalu dalam menentukan harga produksi, sehingga sering terjadi kekeliruan dalam pengelompokan biaya dan penentuan biaya produksi secara akurat. Kondisi serupa umum ditemukan pada industri kecil, di mana alokasi biaya overhead seringkali tidak diperhitungkan secara tepat (Novyk et al. Cokins & Angel, 2. Melihat pentingnya peranan penentuan harga pokok produksi dalam keberlangsungan usaha, penelitian ini difokuskan pada AuAnalisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Job Order Costing pada UD. Nirwana Meubel Karangjati. Ay Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai penerapan metode tersebut serta manfaatnya dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi perhitungan biaya produksi. Akuntansi biaya merupakan sistem pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan penentuan biaya untuk memproduksi dan menjual barang jadi secara sistematis. Menurut Dewi et al. dan Kholmi . , akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajerial yang berperan dalam menyediakan informasi biaya untuk perencanaan, pengendalian, serta pengambilan keputusan manajerial. Sementara Kautsar . menegaskan bahwa fungsi utama akuntansi biaya adalah untuk mengendalikan, merancang, dan menilai efisiensi kegiatan produksi. Kuswandi . menyatakan bahwa harga pokok produksi memiliki peranan fundamental karena merupakan dasar penentuan harga jual dan laba perusahaan. Mulyadi . mendefinisikan harga pokok produksi sebagai pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan moneter untuk memperoleh barang atau jasa. Selanjutnya. Firmansyah . menegaskan bahwa harga pokok produksi merupakan akumulasi biaya produksi pada proses awal, dikurangi dengan persediaan dalam proses Biaya produksi terdiri atas tiga komponen utama, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (Harnanto, 2. Biaya bahan baku mencakup semua bahan yang secara langsung menjadi bagian dari produk jadi (Riwayadi. Mulyadi, 2. Biaya tenaga kerja langsung merupakan upah yang dibayarkan kepada karyawan yang secara langsung terlibat dalam proses produksi (Agus. Wibowo, & Sabaruddin, 2. Sedangkan biaya overhead pabrik mencakup seluruh biaya tidak langsung yang terkait dengan proses produksi, seperti penyusutan mesin, biaya listrik, dan This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of Economics and Management Vol. 1 No. August 2023 | E-ISSN: 2987-7407 | DOI: https://doi. org/10. 55681/ecoma. pemeliharaan (Kautsar, 2016. Cokins, 2. Metode job order costing menurut Mulyadi . dan Drury . adalah sistem yang mengakumulasikan biaya produksi untuk setiap pesanan, di mana harga pokok per satuan dihitung dengan membagi total biaya produksi terhadap jumlah unit produk dalam pesanan tersebut. Pendekatan ini memungkinkan manajemen untuk menelusuri setiap elemen biaya dan mengevaluasi profitabilitas setiap pesanan secara lebih akurat. Dengan demikian, penerapan metode job order costing pada UD. Nirwana Meubel diharapkan dapat meningkatkan keakuratan perhitungan harga pokok produksi serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih baik. Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa biaya produksi merupakan biaya pengolahan bahan baku menjadi produk siap jual. Biaya yang melekat pada biaya produksi meliputi biaya langsung maupun tidak langsung yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Kegiatan pengolahan tarif bahan pokok menjadi produk jadi disebut dengan tarif produksi. Tarif produksi terdiri tarif bahan pokok, tarif tenaga kerja langsung dan tarif overhead manufacture. Berikut penjelasan mengenai macam-macam tarif tersebut: Biaya bahan baku Menurut Riwayadi . biaya bahan baku merupakan bahan yang dapat ditelusuri dengan mudah dan akurat kebarang jadi. Menurut Mulyadi . bahan baku merupakan bahan yang membetuk bagian elemen produk jadi. Tarif Tenaga Kerja Langsung Menurut Mulyadi . Tarif yang diperuntukan kepada karyawan yang dipekerjakan oleh perusahaan secara langsung untuk mengubah bahan mentah menjadi produk yang siap dipasarkan. Daya fisik yang ataupun mental . yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa tertentu Agus Purwaji, dkk Tarif Overhead pabrik Menurut Kautsar . ) selain tarif bahan baku dan tenaga kerja langsung, perusahaan juga membayar tarif overhead pabrik yang dikumpulkan menjadi satu Menurut Mulyadi . adalah metode yang seluruh biaya produksinya diakumulasikan untuk pesanan tersebut dan harga produksinya per satuannya dihitung dengan cara total biaya produksi dibagi dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Suatu system dalam akuntansi yang kegiatannya melakukan penelusuran biaya tiap unit pekerjaan yang seluruh biaya produksinya diakumulasikan untuk pesanan tersebut dan harga produksinya per satuannya dihitung dengan cara total biaya produksi dibagi dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan (Sujarweni, 2. Dari pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa harga pokok pesanan adalah suatu sistem dalam akuntansi yang kegiatannya melakukan penelusuran biaya tiap unit pekerjaan yang seluruh biaya produksinya diakumulasikan untuk pesanan tersebut dan harga produksinya per satuannya dihitung dengan cara total biaya produksi dibagi dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of Economics and Management Vol. 1 No. August 2023 | E-ISSN: 2987-7407 | DOI: https://doi. org/10. 55681/ecoma. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian dari karya ilmiah ini kualitataif dengan pendekatan deskriptif Yang dimana hasil dari penelitian ini tidak diperoleh dari prosedur statistik bertujuan untuk mengungkap gejala secara konseptual melalui pengumpulan data dari latar alami serta menggambarkan fenomena yang ada, baik yang sedang berlangsung saat ini maupun fenomena yang sudah terjadi dimasa lalu dengan membandingkan kebenaran satu variable atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau pada waktu yang Jenis Data Jenis data dalam penelitian ini adalah data subjek yang diperoleh secara langsung melalui wawancara kepada pemilik UD. Nirwana Meubel dan meggunakan data dokumenter yang peneliti peroleh secara tidak langsung melalui dari bukti, buku, nota dan media lain pendukung penelitian ini. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Tempat penelitian ini dilaksanakan pada UD. Nirwana Meubel Karangjati yang beralamatkan Ds. Ploso Lor 1 Kec. Karangjati Kab. Ngawi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023-Juli 2023 Sumber Data Pemilik UD. Nirwana Meubel Peneliti langsung melakukan wawancara dan observasi secara langsung kepada pemilik UD. Nirwana Meubel dan melakukan observasi dengan mendatangi tempat penelitian di Ds. Ploso Lor 1 Kec. Karangjati Kab. Ngawi. Dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian ini penulis dapat melalui nota pembelian, nota penjualan, nota pesanan dan gambar-gambar foto yang ada di UD. Nirwana Meubel. Analisis Data Mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan berhubungan dengan biaya produksi, biaya bahan baku dan biaya overhead pabrik yang ditetapkan oleh perusahaan Setelah data-data biaya produksi terkumpul kemudian, data dipilih dan diklasifikasikan sesuai klasifikasi biaya. Setelah data terkumpul dan dipilih atau diklasifikasikan sesuai dengan masing-masing kelompok biaya, penulis kemudian menganalisis semua data yang ada kemudian mengelompokkan sesuai dengan kebutuhan penulis untuk menghitung harga pokok produksi dari setiap item barang yang diproduksi Setelah dianalisis data kemudian akan dilakukakan tahap simulasi perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan dan simulasi perhitungan dengan teori metode job order costing. Hal ini bertujuan untuk menentukan atau membandingkan perbedaannya dengan memberikan penjelasan serta uraian berdasarkan pemikiran logis serta memberikan argumentasi yang dapat ditarik kesimpulan keduanya. Tahap terakhir adalah penyimpulan data, melalui berbagai proses pengumpulan data dan data-data tersebut dianalisis kemudian akan ditarik kesimpulan sejauh mana perbandingan perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan dan This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of Economics and Management Vol. 1 No. August 2023 | E-ISSN: 2987-7407 | DOI: https://doi. org/10. 55681/ecoma. dengan metode job order costing. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat Perusahaan UD Nirwana Meubel merupakan msebuah jenis industri bergerak dibidang jasa produksi pengolahan kayu menjadi furniture rumah tangga/perkantoran dan penjulan Usaha dagang ini didirikan oleh Bapak Mohammad Erwan yang dulunya merupakan karyawan perusahaan dibidang mebelian. Berbekal ilmu yang didapat tahun 2004 beliau memberanikan diri untuk membeli peralatan dan perlengkapan mabel sendiri untuk usaha sampingan saja kerena beliau masih mempunyai pekerjaan tetap saat Dalam pengerjaan pak Mohammad Erwan ini hanya menerima pesanan dan dikerjakan masih dari rumah satu kerumah yang lain sesuai dengan pelanggan yang ingin menggunakan jasanya, tidak jarang beliau juga dibantu satu tukang. Ternyata usaha sampingannya ini dapat diterima masyarakat dengan baik. Sampai akhirnya beliau memutuskan untuk fokus ke usaha mebelianya dan membuka tempat khusus usaha mabel tersebut didepam rumah dan samping rumah. Persainganpun mulai bermunculan hongga akhirnya beliau medaftarakan Usaha dagangnya dan telah disetujui atau mendapatkan surat Usaha Dagang pada tanggal 31 mei 2021 usaha tersebut memiliki surat resmi bernama UD. Nirwana Meubel. Visi dan misi dari perusahaan UD. Nirwana sejak dahulu tidak berubah yaitu ingin menjadi industry dengan hasil penciptaan yang berkelas. Bermutu serta terpercaya dengan misinya membagikan produk bermutu dengan harga terjangkau serta Melaksanakan perdagangan universal dan spesial buat produk furniture ataupun mebelia dengan sasarana pasar domestic sampai internasional. Hasil Penelitian Dari hasil penelitian mengenai harga pokok produksi pada produk dua kusen dan dua daun pintu pada UD. Nirwana Meubel Karangjati, ditemukan harga pokok produksi menurut perusahaan dan menurut metode job order costing masing-masing adalah: Dua kusen dan dua daun pintu Tabel 1 Perhitungan Harga Pokok Produksi Produk 2 kusen dan 2 daun pintu Deskripsi Produk Jenis Perusahaan Job order Bahan Baku Rp. Rp. Biaya Tenaga Rp. Rp. Kerja Langsung Biaya Overhead Rp. Rp. Pabrik Total Rp. 000 Rp. This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of Economics and Management Vol. 1 No. August 2023 | E-ISSN: 2987-7407 | DOI: https://doi. org/10. 55681/ecoma. Satu set meja kursi makan Tabel 2 Perhitungan Harga Pokok Produksi Satu Set Meja Kursi Makan Deskripsi Produk Jenis Perusahaan Job order Bahan Baku Rp. Rp. Biaya Tenaga Rp. Rp. Kerja Langsung Biaya Overhead Rp. Rp. Pabrik Total Rp. 000 Rp. Dari kedua tabel tersebut, terdapat perbedaan hasil perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan dengan perhitungan harga pokok produksi menurut Job order costing. Penyebab perbedaan tersebut dikarenakan perbedaan dalam pengelompokan dalam biaya overhead pabrik (BOP) dimana terdapat beberapa biaya yang tidak dimasukkan dalam perhitungan seperti biaya penyusutan gedung, penyusutan mesin dan penyusutan peralatan. Besarnya harga pokok produksi produk dua kusen dan dua daun pintu menurut perusahaan dan job order costing masing-masing adalah Rp. 000 dan Rp. 166 dengan selisih Rp. Sedangkan harga produksi satu set meja kursi makan menurut perusahaan job order costing adalah Rp. Rp. dan Rp. Rp. 166 dengan selisih Rp. Pembahasan Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri Sekar Tanjung Sari . yang menyatakan adanya ketidaksesuaian antara cara perusahaan menghitung harga pokok produk menurut perusahaan dan cara menghitung menggunakan metode job order costing. Selanjutnya oleh Dewi. Tripalupi, and Zukhri . menyatakan bahwa dalam menentukan harga pokok produksi dihitung dengan menggunakan metode job order costing biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang dihitung untuk setiap pesanan bertujuan untuk tidak mengahasilkan nilai yang lebih tinggi dari perhitungan menggunakan metode perusahaan. Kemudian penelitian ini sejalan dengan penelitian Abdullah . yang menyatakan bahwa perusahaan menghitung harga pokok produksi dengan memperkirakan semua biaya yang diperlukan untuk menghasilkan produk, sehingga biaya tersebut diinterpretasikan dengan benar dan perhitungannya cukup sederhana sehingga sulit untuk dilakukan menentuan harga yang tepat untuk produk yang dipesan. Hal ini juga sejalan dengan penelitian menurut Marhubi . yang mengklaim bahwa cara terbaik untuk memperhitungkan hal tersebut ini adalah dengan melakukan penyesuaian pada teknik manual dan metode job order costing yang digunakan untuk menghitung biaya produksi. This is a Creative Commons License. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of Economics and Management Vol. 1 No. August 2023 | E-ISSN: 2987-7407 | DOI: https://doi. org/10. 55681/ecoma. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian analisis perhitungan metode job order costing pada UD. Nirwana Meubel Karangjati, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: . Dalam penerapan harga pokok produksi. UD. Nirwana Meubel sudah hampir mendekati metode job order costing, namun UD. Nirwana Meubel tidak memasukan unsur-unsur biaya secara terperinci khususnya biaya overhead pabrik. Penentuan harga pokok produksi yang tidak akurat mengakibatkan dalam penentuan harga jual juga tidak tepat. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan metode job order costing untuk 2 kusen dan dua daun pintu yaitu Rp. 166 dan untuk satu set meja makan yaitu Rp. 166 harga pokok produksi dengan menggunakan metode job order costing. Harga pokok produksi dengan metode job order costing lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan menurut Perusahaan. Perhitungan harga pokok produksi dengan hanya menaksir seluruh biaya yang dibutuhkan oleh UD. Nirwana Meubel, untuk memproduksi suatu produk, sehingga kurang akurat untuk menentukan harga yang tepat suatu produk yang dipesan. Saran Berdasarkan h a s i l penelitian y a n g telah d i l a k u k a n , maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut: . Berdasarkan hasil analisis, perusahaan hendaknya dalam menetapkan harga pokok produksi menggunakan metode job order costing sehingga perhitungan harga pokok produksi menjadi lebih akurat karena semua biaya dikelompokan dalam biaya produksi dan biaya non produksi. Perbedaan dalam perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan dengan metode job order costing harus menjadi perhatian khusus dari pemilik perusahaan dalam menentukan harga pokok produksinya serta untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan unsurunsur administrasi agar biaya-biaya terkait dengan biaya overhead pabrik ini mudah untuk dipahami dan terperinci, hal ini berpengaruh terhadap perhitungan harga pokok pesanan . etode job order costin. Adanya perhitungan biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya penyusutan, perusahaan akan mengetahui umur ekonomis sehingga dapat dirawat dan diganti jika peralatan dan mesin tersebut sudah habis pakai. DAFTAR PUSTAKA