Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Pemberdayaan Masyarakat Desa Mekar Laras Melalui Program Kesehatan dan Pendidikan Mhd Nazar Alfian Hrp1. Dinda Absi Harahap2. Nadia Salsabilla3. Yana Puspita Ningrum4. Kristalia5. Bambang Hermanto6. Sari Wulandari7 1,2,3,4,5,6,7 Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah. Indonesia Corresponding Author : nazarharahap26@gmail. ABSTRACT Pembangunan masyarakat desa tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Desa Mekar Laras, wilayah pesisir, masih menghadapi tantangan pada kedua bidang tersebut, terutama kesehatan orang tua dan pendidikan anak- anak SD. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan mahasiswa bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan orang tua melalui pemeriksaan kesehatan, senam bersama, dan penyuluhan hipertensi serta diabetes, sekaligus mendukung pendidikan anak melalui belajar sore di posko KKN dan mengaji malam di musholla desa. Program kesehatan diikuti oleh 32 warga pada pemeriksaan awal dan 27 pada penyuluhan, dengan tingkat antusiasme mencapai 84,38%. Data menunjukkan hipertensi dan diabetes merupakan penyakit paling banyak ditemui, sebagian warga bahkan mengalami keduanya sekaligus. Program pendidikan dilakukan 15 kali pertemuan dengan rata-rata kehadiran 14,5 siswa untuk belajar sore dan 13,5 siswa untuk mengaji malam, menunjukkan antusiasme yang positif meski terjadi fluktuasi kehadiran. Hasil kegiatan menunjukkan sinergi antara peningkatan kualitas kesehatan orang tua dan pendampingan pendidikan anak dapat menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan mendukung perkembangan akademik serta karakter anak. Keberhasilan program ini menekankan pentingnya keterlibatan puskesmas, pemerintah desa, orang tua, dan tokoh masyarakat untuk keberlanjutan upaya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter di Desa Mekar Laras. Keywords Kuliah Kerja Nyata. Kesehatan Orang Tua. Pendidikan Anak PENDAHULUAN Pembangunan masyarakat desa pada hakikatnya tidak hanya berfokus pada peningkatan aspek ekonomi, tetapi juga harus menyentuh bidang kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Dalimunthe, 2. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (Julismin, 2. Desa Mekar Laras sebagai salah satu wilayah pedesaan pesisir masih menghadapi berbagai tantangan dalam kedua aspek tersebut. Pada bidang kesehatan, banyak masyarakat, khususnya para orang tua yang telah beranjak usia lanjut, kurang Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan dirinya sendiri (Widianingsih, 2. Faktor usia memang menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit, namun minimnya pengetahuan dan kesadaran dalam menjaga pola hidup sehat semakin memperparah kondisi tersebut. Tidak jarang, orang tua yang masih berada pada usia produktif harus kehilangan aktivitas sehari- harinya dan lebih banyak berdiam di rumah akibat penyakit yang diidapnya. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup orang tua, tetapi juga memengaruhi peran mereka dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak di lingkungan keluarga. Di sisi lain, bidang pendidikan juga masih menyisakan permasalahan yang cukup serius, terutama pada anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD). Pendidikan yaitu tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiian setinggi- tingginya (Pristiwanti, 2. Masih banyak anak-anak yang memandang pendidikan sebatas kegiatan belajar di sekolah, tanpa adanya kesadaran untuk melanjutkan proses belajar di rumah. Fenomena lain yang kerap muncul adalah kecenderungan anak-anak untuk lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gawai dibandingkan mengulang pelajaran atau membaca Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka akan berdampak buruk pada perkembangan akademik mereka. Anak-anak pada usia sekolah dasar sejatinya harus dibimbing dan dibentuk karakternya sejak dini, agar anak tidak terlalu banyak menggunakannya dan berkembang dengan baik dan menjadi anak yang cerdas, aktif, dan interaktif dengan orang lain (Hafidzah. Dan juga kelak menjadi generasi yang cerdas, disiplin, serta memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai untuk membangun desa dan Hubungan antara kesehatan orang tua dan pendidikan anak sangat erat Hubungan yang baik antara orang tua dengan anak akan membantu mengembangkan kepribadian dan perilaku anak (Kurniawati. Orang tua yang sehat dan masih produktif akan mampu mendampingi anak-anaknya dalam belajar di rumah, memberikan perhatian penuh, serta menjadi teladan yang baik. Sebaliknya, orang tua yang sering mengeluhkan penyakit dan kurang peduli terhadap kesehatan diri akan kesulitan dalam menjalankan peran tersebut, sehingga anak-anak lebih mudah kehilangan arah dan terjerumus pada hal-hal negatif, salah satunya penggunaan gawai tanpa pengawasan. Kondisi ini tentu akan berdampak buruk pada perkembangan akademik dan karakter anak. Oleh karena itu, peningkatan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 kualitas kesehatan orang tua sekaligus pendampingan pendidikan anak perlu dilakukan secara beriringan agar tercipta lingkungan keluarga yang harmonis, sehat, dan mendukung proses belajar anak. Salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan di Desa Mekar Laras adalah hipertensi dan diabetes. Hipertensi dikategorikan sebagai the silent disease atau the silent killer karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi atau tidak mengetahui sebelum memeriksakan tekanan Insiden hipertensi meningkat seiring bertambahnya umur (Aripa. Banyak masyarakat baru mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, misalnya ketika ada program rutin dari puskesmas. Berdasarkan etiologinya ada dua faktor risiko yang menyebabkan hipertensi yaitu faktorrisiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin dan keturunan/genetik serta faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti kegemukan, merokok, kurang aktifitas fisik, konsumsi garam berlebih, dislipidemia, konsumsi alkohol serta psikososial dan stress (Putri, 2. Sementara itu, diabetes juga banyak ditemukan dan umumnya berkaitan dengan pola makan tinggi gula, kurangnya aktivitas fisik, serta minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengendalian kadar gula Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang berhubungan dengan sindrom metabolik yang memilikiciri meningkatnya kadar glukosa darah atau dikenal dengan istilah hiperglikemia (Aini, 2. Penyakit ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Kurangnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala serta pola hidup yang tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes di masyarakat. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius, terutama bagi para orang tua, karena dapat menurunkan produktivitas mereka dalam mengurus rumah tangga sekaligus mendampingi anak-anaknya. Selain permasalahan kesehatan, kondisi pendidikan anak-anak SD di Desa Mekar Laras juga masih memerlukan perhatian khusus. Pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya pendidikan yang berkaitan dengan kesehatan yang berlangsung di sekolah atau di luar sekolah (Darmawan. Sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam pelajaran dasar, seperti operasi hitung matematika, meskipun mereka sudah duduk di kelas tinggi, seperti kelas 4 SD. Bahkan, tidak sedikit anak-anak yang masih belum lancar dalam membaca Al-QurAoan. Hal ini menunjukkan perlunya pendampingan belajar tambahan di luar jam sekolah, sekaligus pembinaan keagamaan yang dapat memperkuat akhlak dan karakter anak sejak dini. Pendampingan dapat diartikan sebagai bimbingan yang sifatnya lebih dekat Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 dengan subjek yang dituju terutama dalam hal perkembangan belajar anak (Utami, 2. Menyikapi kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang hadir di Desa Mekar Laras berinisiatif untuk melaksanakan program penyuluhan kesehatan bagi orang tua, khususnya terkait penyakit hipertensi, serta program pendampingan pembelajaran bagi anak-anak SD. Kegiatan belajar mengajar diadakan di posko KKN untuk memperkuat pemahaman akademik, sementara kegiatan mengaji dilaksanakan di musholla desa pada malam hari untuk membiasakan anak-anak mencintai Al-QurAoan sejak dini. Pendidikan agama dan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian siswa (Elpayuni, 2. Dengan adanya kedua program tersebut, diharapkan masyarakat Desa Mekar Laras dapat merasakan manfaat yang nyata. Orang tua memperoleh pemahaman mengenai penyebab, pencegahan, dan cara mengatasi hipertensi sehingga lebih peduli terhadap kesehatan dirinya. Sementara itu, anak-anak mendapatkan tambahan pendampingan belajar yang membantu mereka menguasai pelajaran sekolah dan menjadi lebih disiplin dalam belajar. Kegiatan mengaji di musholla juga diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai religius, membentuk karakter, dan memperkuat ikatan spiritual anak-anak dengan Sinergi antara penyuluhan kesehatan bagi orang tua dan pendampingan pendidikan bagi anak-anak SD ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Desa Mekar Laras, sekaligus mewujudkan masyarakat desa yang sehat, cerdas, dan berkarakter. METODE PENELITIAN Kesehatan Program kesehatan di Desa Mekar Laras dilaksanakan di Puskesmas Pembantu (Pust. sebanyak dua kali. Kegiatan pertama berlangsung pada Rabu, 23 Juli 2025, pukul 09. 00Ae11. 30 WIB dengan agenda pengecekan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolestrol, asam urat dan kondisi fisik Masyarakat (Zantika, 2. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama hingga pukul 12. 00 WIB. Senam ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan tubuh. Aktivitas fisik juga bermanfaat bagi kesehatan mental, menunda timbulnya demensia, dan dapat berkontribusi pada pemeliharaan berat badan yang sehat dan kesejahteraan umum (Wikandari, 2. Kegiatan kedua dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli 2025, dengan agenda penyuluhan kesehatan yang biasa ada pada orang tua yang berlangsung pukul 00Ae09. 30 WIB. Penyuluhan ini memberikan pemahaman tentang penyebab. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 risiko, dan cara pencegahan hipertensi. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan secara berkala yang kembali diikuti masyarakat Desa Mekar Laras. Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kesehatan diri serta mampu melakukan upaya pencegahan penyakit sejak dini. Pendidikan Program pendidikan di Desa Mekar Laras dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sehari sejak tanggal 15 Juli 2025 hingga 31 Juli 2025, dengan pengecualian pada hari Minggu. Kegiatan pertama berupa belajar sore di posko KKN yang didampingi oleh mahasiswa. Fokus pembelajaran diberikan sesuai kebutuhan anak-anak, yaitu pelajaran Matematika untuk siswa kelas 4 SD ke atas agar mereka lebih terampil dalam memahami operasi hitung, serta membaca dan menulis untuk siswa kelas 1 dan 2 SD sebagai bekal kemampuan dasar. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar di luar jam sekolah. Program kedua adalah kegiatan mengaji yang dilaksanakan setelah shalat Magrib di Musolla Miftahul Ibadah, yang berlokasi tidak jauh dari posko KKN. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak SD Desa Mekar Laras dengan tujuan membiasakan mereka membaca Al-QurAoan sejak dini. Dengan adanya kombinasi kegiatan belajar sore dan mengaji malam, program pendidikan ini menjadi upaya nyata dalam membentuk generasi muda desa yang memiliki kecerdasan akademik sekaligus dasar keagamaan yang kuat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesehatan Kegiatan program kesehatan pertama yang dilakukan di Puskesmas Pembantu (Pust. adalah pengecekan kesehatan yang kemudian dilanjutkan dengan senam bersama warga Desa Mekar Laras. Masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Pengecekan kesehatan diikuti oleh 30 orang, sedangkan senam sehat diikuti oleh 23 orang. Beberapa peserta tidak dapat mengikuti senam karena sudah pulang terlebih dahulu setelah selesai pemeriksaan kesehatan dan menerima obat dari pihak Pustu. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, diketahui bahwa hipertensi merupakan penyakit terbanyak yang dialami oleh masyarakat, disusul dengan diabetes. Dari 32 orang yang diperiksa, sebanyak 28 orang memiliki riwayat hipertensi, 25 orang memiliki riwayat diabetes, dan 23 orang di antaranya mengalami kedua penyakit tersebut sekaligus. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 Gambar 1. Mahasiswa KKN Bersama Warga Desa Setelah Senam Sehat Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN kemudian mengangkat tema penyuluhan kesehatan mengenai penyakit hipertensi dan diabetes. Penyuluhan dilaksanakan di Pustu sebelum pemeriksaan kesehatan, dengan tujuan agar masyarakat dapat mengikutinya sepenuhnya dan tidak pulang lebih awal. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan. Dari 27 orang yang diperiksa, sebanyak 26 orang memiliki riwayat hipertensi, 23 orang memiliki riwayat diabetes, dan 20 orang di antaranya mengalami kedua penyakit tersebut sekaligus. Materi penyuluhan meliputi penyebab, gejala, cara mengontrol, serta penanganan hipertensi dan diabetes. Selain itu, juga dijelaskan mengenai obat-obatan yang digunakan serta penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan. Buan. Pengetahuan DAGUSIBU sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan rasionalitas penggunaan obat. Edukasi dan simulasi DAGUSIBU juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk menciptakan keluarga sadar obat (Nurhidayah. Gambar 2. Mahasiswa KKN Memberikan Penyuluhan Kesehatan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 Tabel 1. Jumlah Warga yang Mengikuti Program Kesehatan Riwayat Riwayat Riwayat Kegiatan Jumlah Warga Hipertensi Diabetes 32 orang 28 orang 25 orang 23 orang 27 orang 26 orang 23 orang 20 orang ycoyceycuyciEaycnycycycuyci ycycnycuyciycoycayc ycaycuycycycycnycaycycoyce = yuAEyu y 100 % = 27AE32 y 100 % = 84,375 % . yu = ycycycoycoycaEa ycaycuycycycycnycaycycoyce ycyceycycycayccycn yu = yccycaycyca ycyceycycycnycuyciyciycn ycoyceEaycayccycnycycaycu ycycaycyciyca Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa tingkat antusiasme masyarakat Desa Mekar Laras dalam mengikuti program kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Pembantu (Pust. mencapai 84,375%. Angka ini menunjukkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat terhadap kegiatan kesehatan yang Pendidikan Pendampingan pembelajaran diadakan setiap sore hari di posko KKN selama 15 kali pertemuan dalam rentang waktu kegiatan Kuliah Kerja Nyata, yaitu sejak tanggal 14 Juli 2025 hingga 02 Agustus 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menumbuhkan semangat belajar siswa di Desa Mekar Laras. Materi pembelajaran yang diberikan adalah operasi matematika untuk siswa SD kelas atas dan belajar membaca dan menulis untuk siswa SD kelas bawah yang disisipi kegiatan latihan soal, hingga bimbingan tambahan sesuai dengan kebutuhan siswa. Setelah kegiatan belajar sore selesai, seluruh siswa dan mahasiswa KKN melaksanakan shalat Magrib berjamaah di musholla. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengaji bersama di Musholla Miftahul Ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dalam kegiatan ini. Gambar 3. Kegiatan Belajar Sore di Posko Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 Gambar 4. Kegiatan Mengaji di Musholla Jumlah kehadiran siswa pada kegiatan belajar sore dan mengaji tidak selalu sama. Beberapa siswa mengikuti belajar sore, tetapi tidak dapat hadir dalam kegiatan mengaji karena berbagai alasan. Selain itu, jumlah siswa yang hadir juga bervariasi setiap harinya sehingga tidak menentu. Meskipun demikian, rata-rata partisipasi siswa cukup baik dan menunjukkan adanya antusiasme terhadap kegiatan yang diadakan. Tabel 2. Jumlah Siswa Hadir Dalam Kegiatan Belajar Sore Di Posko Hari I II i IV V VI VII Vi IX X XI XII Xi XIV XV Jumla 18 16 15 16 12 14 11 13 13 11 12 15 Siswa Hari Jumla Siswa Tabel 2. Jumlah Siswa Hadir Dalam Kegiatan Mengaji di Musholla i IV V VI VII Vi IX X XI XII Xi XIV XV 16 14 13 10 12 11 11 13 11 11 12 Berdasarkan data pada Tabel 2 dan Tabel 3, dapat dilihat bahwa jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar sore dan mengaji mengalami fluktuasi selama 15 kali pertemuan. Jumlah kehadiran tertinggi tercatat pada pertemuan ke-15 dengan 21 siswa hadir baik pada kegiatan belajar sore maupun mengaji malam. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa pada akhir program, yang dapat dikaitkan dengan semakin terbiasanya mereka mengikuti kegiatan yang diadakan. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 290-299 Rata-rata jumlah siswa yang hadir pada kegiatan belajar sore adalah 14,5 orang per hari, sedangkan pada kegiatan mengaji rata-rata kehadiran adalah 13,5 orang per hari. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ada sebagian siswa yang lebih konsisten mengikuti belajar sore dibandingkan kegiatan mengaji. Meskipun demikian, tingkat kehadiran secara umum tetap menunjukkan antusiasme yang positif dari anak-anak Desa Mekar Laras terhadap program pendidikan yang dijalankan mahasiswa KKN. KESIMPULAN Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Mekar Laras menunjukkan bahwa bidang kesehatan dan pendidikan merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius. Melalui pemeriksaan kesehatan, senam bersama, serta penyuluhan mengenai hipertensi dan diabetes, masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan diri. Di sisi lain, pendampingan belajar sore dan mengaji malam berhasil meningkatkan semangat belajar serta membiasakan anak-anak dalam membaca Al-QurAoan. Secara umum, tingkat partisipasi masyarakat tergolong tinggi, baik pada program kesehatan . ,37%) maupun pendidikan dengan rata-rata kehadiran 14Ae15 siswa per hari. Untuk keberlanjutan, kegiatan ini perlu dilanjutkan melalui program rutin puskesmas, dukungan pemerintah desa, serta keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat agar tercipta masyarakat desa yang sehat, cerdas, dan berkarakter. DAFTAR PUSTAKA