https://doi. org/10. 61578/honai. Jurnal Pendidikan. Administrasi. Sains. Ekonomi, dan Pemerintahan STRATEGI KEBIJAKAN PENINGKATAN PEMBANGUNAN: STUDI EMPIRIS INDIKATOR EKONOMI DAERAH KABUPATEN JAYAWIJAYA. PAPUA. INDONESIA Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 Administrasi Publik. Pengelolaan Sumber Daya lahan. Ilmu Pemerintahan. Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik1,2. Fakultas Sains dan Teknologi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Jalan Hom-Hom Wamena Kab. Jayawijaya Papua 99511 Email Korespondensi: nuraini@unaim-wamena. Abstrak Perekonomian Kabupaten Jayawijaya Tahun 2018 telah memasuki tahapan normal dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin kuat. Peningkatan kinerja ekonomi ini didukung baik oleh kondisi perekonomian nasional maupun kondisi perekonomian regional Papua yang terus Selain itu, berbagai faktor regional dan lokal seperti kondisi sosial dan keamanan yang semakin kondusif juga turut mendukung sehingga harapan pelaku ekonomi ataupun investor asing di daerah ini semakin membaik. Diakui bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Jayawijaya ke depan masih menghadapi sejumlah tantangan, baik karena belum membaiknya kondisi infrastruktur ekonomi daerah maupun karena dampak perubahan kondisi eksternal perekonomian nasional akibat tidak stabilnya harga minyak dunia dan tidak stabilnya perubahan nilai tukar mata uang asing. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dalam rangka penghitungan angka inflasi di Kabupaten Jayawijaya adalah dengan melakukan survey. Teknik Analisa data dalam menghitung tingkat Inflasi dapat dihasilkan dengan menghitung Angka Indeks Harga dengan metode Relatif Harga. Distribusi pendapatan mencerminkan kemerataan atau ketimpangan pendapatan penduduk di suatu daerah. Indikator yang sering digunakan untuk mengetahui kemerataan atau ketimpangan distribusi pendapatan adalah Indeks Gini dan kriteria Bank Dunia. Kriteria Bank Dunia mendasarkan penilaian distribusi pendapatan atas pendapatan yang diterima oleh 40% penduduk berpenghasilan terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata rata Inflasi di Kabupaten Jayawijaya sampai dengan bulan oktober tahun 2018 sebesar 0,22. NTP di kabupaten Jayawijaya pada bulan oktober 2018 sebesar 102,30. Kontribusi terbesar terhadap NTP adalah sektor tanaman pangan. Ratio Gini Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,2638 dan masuk kategori Ketimpangan pendapatan rendah. Hasil perhitungan ratio gini memberikan hasil yang sama dengan kriteria yang ditetapkan oleh bank dunia. Sedangkan Pendapatan penduduk hampir dikeluarkan lebih tinggi untuk kebutuhan makanan. Keywords: Indikator. Ekonomi. Daerah. Jayawijaya Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 24 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia POLICY STRATEGIES FOR IMPROVING DEVELOPMENT: EMPIRICAL STUDY OF REGIONAL ECONOMIC INDICATORS OF JAYAWIJAYA DISTRICT. PAPUA. INDONESIA Abstract Jayawijaya Regency's economy in 2018 has entered a normal stage with increasingly strong regional economic growth. This increase in economic performance is supported by both national economic conditions and regional economic conditions in Papua which continue to improve. Apart from that, various regional and local factors such as increasingly conducive social and security conditions also support this so that the hopes of economic actors and foreign investors in this area are increasingly improving. It is acknowledged that the economic condition of Jayawijaya Regency in the future will still face a number of challenges, both because the condition of regional economic infrastructure has not yet improved and because of the impact of changes in external conditions of the national economy due to unstable world oil prices and unstable changes in foreign exchange In this research, the data collection method used to calculate inflation figures in Jayawijaya Regency is by conducting a survey. Data analysis techniques in calculating the inflation rate can be generated by calculating the Price Index Number using the Relative Price method. Income distribution reflects the equality or inequality of income of the population in an area. Indicators that are often used to determine the evenness or inequality of income distribution are the Gini Index and World Bank criteria. The World Bank's criteria base an assessment of income distribution on the income received by the lowest 40% of the population. The results of the research show that the average inflation in Jayawijaya Regency up to October 2018 was 0. 22, the NTP in Jayawijaya Regency in October 2018 was 102. The largest contribution to NTP was the food crop sector, the Jayawijaya Regency Gini Ratio was 0, 2638 and is in the low income inequality The Gini ratio calculation results provide the same results as the criteria set by world Meanwhile, the population's income is almost spent on food needs. Keywords: Indicators. Economy. Region. Jayawijaya Pendahuluan Semangat otonomi daerah yang dinaungi oleh Undang-undang No. 23 Tahun 2014 memberi nuansa baru dalam pembangunan daerah. Setiap daerah, berlomba meningkatkan daya saing daerah dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi yang merupakan salah satu indikator kinerja pembangunan daerah. Sebagai bagian dari pembangunan nasional, pembangunan daerah merupakan pencerminan kehendak untuk terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan daerah yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila (Kartasasmita. G, 1. Perekonomian Kabupaten Jayawijaya Tahun 2018 telah memasuki tahapan normal dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin kuat. Peningkatan kinerja ekonomi ini didukung baik oleh kondisi perekonomian nasional maupun kondisi perekonomian regional Papua yang terus Selain itu, berbagai faktor regional dan lokal seperti kondisi sosial dan keamanan yang semakin kondusif juga turut mendukung, sehingga harapan pelaku ekonomi ataupun investor asing di daerah ini semakin membaik. Diakui bahwa kondisi perekonomian Kabupaten Jayawijaya ke depan masih menghadapi sejumlah tantangan, baik karena belum membaiknya kondisi infrastruktur ekonomi daerah maupun karena dampak perubahan kondisi eksternal perekonomian nasional akibat tidak stabilnya harga minyak dunia dan tidak stabilnya perubahan nilai tukar mata uang asing. Untuk mengetahui seberapa besar kemajuan yang telah dicapai pembangunan ekonomi di Kabupaten Jayawijaya. Perlu mengetahui beberapa indikator ekonomi daerah yang mencakup: Inflasi. Nilai Tukar Petani dan Indeks Gini. Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 25 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Tinjauan Pustaka Inflasi adalah suatu proses tingkat harga dan pendapatan mengalami kenaikan sedangkan daya beli uang berkurang, artinya permintaan lebih tinggi atau lebih cepat daripada persediaan/penawaran (Ridjal Ismail, 2. Pengertian lain, inflasi secara sederhana dapat diartikan sebagai terjadinya kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Sedangkan salah satu indikator kesejahteraan petani adalah kemampuan daya beli dari pendapatan petani untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rumah tangga petani. Peningkatan kesejahteeraan dapat diukur dari peningkatan daya beli dari pendapatan petani terhadap kebutuhan konsumsi maka semakin tinggi nilai tukar petani maka secara relatif petani lebih sejahtera. Petani yang dimaksud dalam konsep NTP oleh BPS adalah petani yang berusaha di sub sektor tanaman pangan . adi dan palawij. , tanaman perkebunan rakyat,. elapa,kopi,cengkeh, tembaka. , peternakan. ernak besar, keernak kecil,unggas dan hasil peternakan serta sub sektor perikanan baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Disrtibusi pendapatan merupakan salah satu aspek kemiskinan yang perlu dilihat karena pada dasarnya merupakan ukuran kemiskinan. Distribusi pendapatan mencerminkan kemerataan atau ketimpangan pendapatan penduduk di suatu daerah. Indikator yang sering digunakan untuk mengetahui kemerataan atau ketimpangan distribusi pendapatan adalah Indeks Gini dan kriteria Bank Dunia. Metode Penelitian Metode pengumpulan data dalam rangka penghitungan angka inflasi di Kabupaten Jayawijaya adalah dengan melakukan survey harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen pada beberapa pasar baik di pedesaan maupun di perkotaan yang ada di wilayah Kabupaten Jayawijaya dan penghitungan angka Nilai Tukar Petani di Kabupaten Jayawijaya adalah dengan melakukan survey harga-harga komoditas produksi dan biaya-biaya produksi di tingkat produsen dan hargaharga komoditas kebutuhan pokok di tingkat konsumen pada beberapa pasar di wilayah pedesaan yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Sedangkan untuk penghitungan koefisien Gini/Gini rasio di Kabupaten Jayawijaya adalah dengan melakukan survey pendapatan penduduk pada beberapa wilayah di Kabupaten Jayawijaya. Survey tersebut mengidentifikasi pendapatan-pendapatan penduduk yang berasal dari pendapatan gaji/upah, pendapatan usaha, pendapatan kepemilikan dan pendapatan yang berasal dari penerimaan transfer baik dari pemerintah maupun non pemerintah serta konsumsi makanan dan non makanan. Teknik Analisa data dalam menghitung tingkat Inflasi dapat dihasilkan dengan menghitung Angka Indeks Harga dengan metode Relatif Harga. NTP merupakan rasio indeks harga yang diterima petani (I. terhadap indeks harga yang dibayar petani (I. Secara konseptual NTP mengukur kemampuan tukar atas barang-barang . pertanian yang dihasilkan petani terhadap barang/jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan dalam memproduksi hasil pertanian. Indeks harga yang diterima petani, sebagai indeks harga produsen merupakan indeks harga dari berbagai komoditas hasil produksi pertanian . arm gate pric. , sedangkan indeks harga yang dibayar petani, sebagai indeks harga konsumen, merupakan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani serta biaya produksi yang dikeluarkan petani dalam memproduksi hasil pertanian . etail pric. Formulasi penghitungan It dan Ib berasal dari Indeks Laspeyres yang dikembangkan menjadi Modified Laspeyres Indices Distribusi pendapatan mencerminkan kemerataan atau ketimpangan pendapatan penduduk di suatu daerah. Indikator yang sering digunakan untuk mengetahui kemerataan atau ketimpangan distribusi pendapatan adalah Indeks Gini dan kriteria Bank Dunia. Kriteria Bank Dunia mendasarkan penilaian distribusi pendapatan atas pendapatan yang diterima oleh 40% penduduk berpenghasilan terendah. Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 26 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Hasil Dan Pembahasan Inflasi Indeks Harga Pergerakan indeks harga barang dan jasa yang dikeluarkan masyarakat per kelompok pengeluaran sejak januari 2018 sampai dengan oktober 2018 dapat dilihat pada gambar 1 dibawah Gambar 1. Grafik Pergerakan Indeks Harga Tujuh Kelompok Pengeluaran sejak Januari sampai dengan November 2018. Dari grafik di atas terlihat bahwa indeks harga, untuk kelompok bahan makanan dan kelompok sandang tampak relatif lebih aktif pergerakannya dibanding indeks harga pengeluaran kelompok lainnya. Faktor pendorong pergerakan harga untuk kelompok makanan dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini : Gambar 2. Grafik Pergerakan Indeks Harga Kelompok Makanan sejak Januari sampai dengan November 2018. Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 27 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Dari grafik di atas terlihat pergerakan harga kelompok makanan ini, didominanasi oleh perubahan harga makanan pokok dan lauk pauk. Faktor pendorong pergerakan harga untuk kelompok makanan dapat dilihat pada gambar 3 di bawah ini : Gambar 3. Grafik Pergerakan Indeks Harga Kelompok Sandang sejak Januari sampai dengan November 2018. Dari gambar 3 diatas terlihat pergerakan harga kelompok sandang ini, pergerakan harganya dipicu oleh perubahan pakaian wanita dan pakainan anak. Pergerakan indeks harga rata rata . selama januari sampai dengan oktober 2018 dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini : Gambar 4. Grafik Pergerakan Indeks Harga Gabungan kelompok pengeluaran sejak Januari sampai dengan oktober 2018. Dari gambar 4 diatas terlihat bahwa indeks harga mulai nampak naik sejak april sampai dengan juli, kemudian pergerakannya menurun sedikit di bulan agustus- september. Tingkat Inflasi Pergerakan perubahan harga sejak Januari sampai dengan Oktober dapat dilihat pada gambar 5 di bawah ini. Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 28 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Gambar 5. Grafik Pergerakan perubahan Harga . nflasi-deflas. kelompok pengeluaran sejak Januari sampai dengan Oktober 2018. Dari gambar 5 diatas nampak yang paling fluktuatif mengalami perubahan adalah sandang, kemudian disusul pangan. Sedang kelompok makanan jadi, perumahan dan transpor mengalami fluktuasi yang relatif sama namun tidak se fluktuatif sandang dan pangan. Untuk kelompok pengeluaran kesehatan dan pendidikan sedikit sekali fluktuasinya. Inflasi untuk keseluruhan kelompok pengeluaran . dapat dilihat pada gambar 6 dibawah ini. Gambar 6. Inflasi sejak Januari sampai dengan oktober 2018 Dari gambar 6 diatas terlihat inflasi yang tinggi terjadi pada periode april ke juni, dan teringi pada mei ke juni. Hal ini dapat terjadi karena hari raya idul fitri. Periode Juni ke september mengalami penurunan dan terlihat cenderung akan naik kembali mulai oktober. Inflasi rata rata sejak bulan Januari sampai dengan Oktober 2018 sebesar 0,22 persen. Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 29 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Nilai Tukar Petani Nilai Tukar Petani(NTP) merupakan alat ukur Kemampuan tukar barang-barang . pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga petani dan keperluan dalam memproduksi barang-barang pertanian(Hendaya,2. NTP merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil survei yang dilakukan sejak Januari sampai dengan Oktober tahun 2018, diperoleh Nilai Tukar Petani di Kabupaten Jayawijaya sebesar 102,3. Nilai Tukar Petani ini diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan tahun dasar Desember 2017. NTP tahun 2018 didapatkan dari indeks harga yang diterima petani sampai dengan bulan Oktober 2018 sebesar 104,25 dibandingkan dengan Indeks harga yang dibayarkan oleh petani sebesar 101,86. Jadi secara keseluruhan dari perhitungan Nilai Tukar Petani menunjukkan masih dapat membiayai kebutuhan pokok hidup petani di kabupaten Jayawijaya. Tabel 1 menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani mengalami fluktuasi dan berada pada tingkat kesejahteraan yang berbeda. Dimana NTP pada bulan Januari ke maret mengalami kenaikan dari 101,0 ke 101,6 ,namun Pada April sampai dengan Mei turun sebesar 101,5. Pada bulan Juni meningkat menjadi 102,5. Pada bulan Juli sebesar 102,3. Dan pada bulan Agustus meningkat sebesar 102,4 dan sampai dengan bulan oktober mengalami penurunan sebesar 102. Gambar 7 IT. IB dan NTP periode Januari sd Oktober 2018 104,00 104,25 105,00 101,00 100,00 102,60 102,5 102,3 102,4 102,3 102,3 102,3 102,14 102,44 101,86 101,95 101,95 101,86 101,86 101,49 101,4 101,6 101,5 101,50 101,0 100,73 100,81 101,10 100,53 104,00 103,00 102,00 104,41 104,34 104,25 104,25 Secara keseluruhan nilai NTP tanaman pangan pada Oktober tahun 2018 sebesar 104,10. mengalami kenaikan dimana dari indeks harga yang diterima petani di oktober 2018 sebesar 106,115, jika dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar sebesar 101,94 sebesar 102,18. Perbandingan Harga yang diterima petani pada semua sektor dapat dilihat pada gambar berikut ini: Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 30 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Dari gambar grafik diatas menunjukkan bahwa Sektor tanaman pangan merupakan penyumbang tertinggi pada harga yang diterima petani, kemudian sektor perikanan menjadi penyumbang terbesar kedua dan disusul sektor perkebunan, kemudian perternakan dan yang terakhir adalah sektor hortikultura. Rata rata NTP sejak selama sepuluh bulan . anuari sampai dengan oktober 2. pada lima sektor tergambar sebagai berikut. Gambar 9 NTP-rata rata 104,00 103,24 103,03 103,00 101,92 102,00 101,00 101,33 100,34 100,00 99,00 98,00 Tan Pangan Hortikultura Perkebunan Peternakan Perikanan Dari gambar grafik diatas terlihat bahwa yang memberikan nilai NTP tertinggi yaitu pada sektor Tanaman pangan sebesar 103,24, kemudian disusul berikutnya perikanan 103,03. Selanjutnya perkebunan 101,92, kemudian sektor peternakan sebesar 101,33 dan terakhir sektor hortikultura 100,34. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa perubahan Nilai Tukar Petani tahun 2018 mengalami fluktuasi dimana dari bulan Januari ke bulan April,nilai tukar petani mengalami penurunan sampai dengan -0,13% dan mengalami peningkatan pada bulan Mei sebesar 0,98% dan turun pada bulan Juni sebesar 0,06%. Dan mengalami penurunan sebesar -0,07% di bulan Agustus. Sedangkan pada Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 31 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia bulan September ke Oktober sebesar 0,00% yang menunjukkan bahwa nilai tukar petani tidak mengalami perubahan atau stabil. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa Hasil perhitungan untuk sektor tanaman pangan dari indeks harga yang diterima sebesar 106,115, sedangkan untuk indeks harga yang dibayarkan sebesar 101,94, sehingga nilai tukar petani untuk sektor tanaman pangan sebesar 104,10 atau 4,10%. Dengan demikian pada sektor tanaman pangan mengalami surplus. Juga pada sektor Hortikultura dengan indeks harga yang diterima petani sebesar 102,23 dan indeks harga yang dibayarkan sebesar 101,94. Sehingga Nilai Tukar Petani sebesar 100,29 atau mengalami surplus sebesar 0,29%. Pada sektor perkebunan juga mengalami surplus dari Nilai Tukar Petani sebesar 101,91 atau 1,91%. Dan untuk sektor Peternakan maka Nilai Tukar petani sebesar 101,53 atau 1,53%. Sedangkan untuk sektor Perikanan dengan indeks harga yang diterima sebesar 105,6,sedangkan indeks harga yang dibayarkan sebesar 101,64, sehingga nilai Tukar petani untuk sektor perikanan sebesar 103,89 atau surplus sebesar 3,89%. Penyumbang NTP paling besar adalah pada sektor tanaman pangan sebesar 4,10%, yang berikutnya adalah sektor perikanan sebesar 3,89%, sedangkan penyumbang NTP berikutnya sektor perkebunan sebesar 1,91% dan sektor peternakan sebesar 1,53% dan yang terakhir adalah sektor hortikultura sebesar 0,29%. Indeks Gini Ketimpangan yang besar dalam distribusi pendapatan atau kesenjangan ekonomi dan tingkat kemiskinan merupakan dua masalah besar di banyak daerah otonom. Berawal dari distribusi pendapatan yang tidak merata yang kemudian memicu terjadinya ketimpangan pendapatan sebagai Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 32 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia dampak dari kemiskinan. Hal ini akan menjadi sangat serius apabila kedua masalah tersebut berlarut-larut dan dibiarkan semakin parah, pada akhirnya akan menimbulkan konsekuensi sosial yang dampaknya cukup negatif. Oleh karena itu pembangunan yang dilakukan diharapkan tidak hanya untuk mencapai target tingkat pertumbuhan, tetapi juga menghasilkan pemerataan bagi Kemiskinan berkaitan erat dengan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori serta pemenuhan kebutuhan dasar sepererti perumahan, pendidikan, dan lingkungan hidup. Oleh karenanya diperlukan informasi yang jelas tentang pola konsumsi masyarakat terutama melalui peningkatan akses terhadap informasi tentang permasalahan ini. Komposisi pengeluaran penduduk dapat dijadikan salah satu ukuran tingkat kesejahteraan masyarakat suatu wilayah. Semakin kecil pengeluaran penduduk untuk konsumsi makanan merupakan indikasi tingkat kesejahteraan yang semakin baik. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan Makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat. Di banyak wilayah yang sedang berkembang, pemenuhan kebutuhan makanan masih menjadi prioritas utama, karena untuk memenuhi kebutuhan gizi. Pola konsumsi rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan rumah tangga/keluarga. Rata-rata pengeluaran rumah tangga didapat dengan membagi jumlah seluruh pengeluaran rumah tangga baik makanan, pendidikan, kesehatan, perumahan dan lain-lainnya dengan jumlah anggota rumah tangga keseluruhan. Rata-rata pengeluaran rumah tangga dapat digunakan untuk melihat pola konsumsi dan tingkat kesejahteraan dari rumah tangga yang Pola Konsumsi Selama ini berkembang pengertian bahwa besar kecilnya proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga dapat memberikan gambaran kesejahteraan rumah tangga tersebut. Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran yang lebih besar untuk konsumsi makanan mengindikasikan rumah tangga yang berpenghasilan rendah. Makin tinggi tingkat penghasilan rumah tangga, makin kecil proporsi pengeluaran untuk makanan terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa rumah tangga/keluarga akan semakin sejahtera bila persentase pengeluaran untuk makanan jauh lebih kecil dibandingkan persentase pengeluaran untuk non makanan. Kelompok pengeluaran terbesar untuk jenis pengeluaran makanan terjadi pada kelompok 999 rupiah yang mencapai 431. 000 rupiah dengan persentase penduduk sebanyak 49,67 persen dari total penduduk Kabupaten Jayawijaya, sedangkan untuk jenis pengeluaran non makanan terjadi pada kelompok pengeluaran 1. 999 rupiah rupiah yang mencapai 294. 000 rupiah dengan persentase penduduk sebanyak 35,00 persen. Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 33 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Total pengeluaran untuk kelompok makanan mencapai 1. 000 milyar dan untuk pengeluaran non makanan mencapai 980. 000 rupiah dari seluruh pengeluaran yang dikonsumsi oleh penduduk Kabupaten Jayawijaya. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa konsumsi makanan penduduk Kabupaten Jayawijaya lebih besar dibandingkan konsumsi non Hal ini berarti bahwa kebutuhan pokok masih menjadi pemenuhan kebutuhan yang utama yang harus dipenuhi oleh penduduk di Kabupaten jayawijaya. Gini Rasio (Gini Rati. Visualisasi dengan Kurva Lorenz menjelaskan distribusi pendapatan penduduk tanpa memberikan nilai kuantitatif yang dapat dibandingkan. Dengan Gini Rasio, ukuran tinggi atau rendahnya ketimpangan distribusi pendapatan penduduk secara kuantitatif, lebih terbandingkan. Pada Tabel 6, menunjukkan bahwa hasil perhitungan gini rasio sebesar 0,2638. Jika disesuaikan dengan teori yang disampaikan Oshima, kurang dari 0,3 sehingga masuk dalam katerogi ketimpangan yang rendah. Artinya bahwa distribusi pendapatan penduduk ketimpangannya tidak terlalu menyolok antara penduduk. Kurva Lorenz Pergeseran yang terjadi pada Kurva Lorenz cukup signifikan, sehingga pola yang tampak pada Gambar 2 menunjukkan bahwa pendapatan penduduk Kabupaten Jayawijaya yang diukur melalui pengeluaran per kapita tahun 2018, memberikan gambaran bahwa tingkat pemerataan pendapatan dari penduduk Kabupaten Jayawijaya tidak berbeda jauh dibandingkan tahun sebelumnya, yang terindikasikan Kurva Lorenz di tahun 2011 bergeser sedikit jaraknya ke garis diagonal yang menyiratkan bahwa distribusi pendapatan masih merata. Kriteria Bank Dunia Pemerataan pendapatan masyarakat, sebagai suatu sasaran merupakan masalah yang sulit dicapai, padahal pengamatan mengenai fenomena tersebut sangat diperlukan, sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan. Bank Dunia memberikan 3 . kriteria penyebaran pendapatan penduduk yaitu 40 persen penduduk berpendapatan rendah, 40 persen penduduk berpendapatan sedang dan 20 persen penduduk berpendapatan tinggi. Menurut Kriteria Bank Dunia, jika 40 persen penduduk terendah memperoleh: kurang dari 12 persen dari total pendapatan maka distribusi pendapatan dikatakan buruk . ingkat ketimpangan tingg. antara 12 persen sampai dengan 17 persen dikatakan berketimpangan sedang. lebih dari 17 persen berketimpangan rendah. Kelompok yang menjadi fokus dalam penghitungan berdasar Kriteria Bank Dunia adalah kelompok 40 persen penduduk dengan pendapatan terendah. Semakin besar persentase pendapatan yang dinikmati oleh kelompok ini menunjukkan distribusi pendapatan penduduknya semakin merata. Copyright A 2023 Telly Nancy Silooy1. Agus Sumaryadi2. Rudihartono Ismail3. Tiomy Butsianto Adi4 34 Lisencee Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena Submitted: 28/10/2023. Accepted: 5/11/2023. Published: 31/12/2023 Strategi Kebijakan Peningkatan Pembangunan: Studi Empiris Indikator Ekonomi Daerah Kabupaten Jayawijaya. Papua. Indonesia Berdasarkan tabel diatas bahwa Pada tahun 2018 kelompok 40 persen penduduk berpendapatan terendah di Kabupaten Jayawijaya menikmati 23,15 persen pendapatan. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Bank Dunia bagian pendapatan yang dinikmati oleh kelompok 40 persen penduduk berpendapatan rendah ini tergolong tinggi, sehingga termasuk pada kategori ketimpangan rendah. Meskipun begitu, 40 persen penduduk lapisan sedang/menengah dan 20 persen penduduk lapisan atas/tinggi masih menerima pembagian pendapatan relatif lebih tinggi dibandingkan 40 persen penduduk terendah. yaitu berkisar antara 36,06 persen sampai dengan 40,79 persen dari total pendapatan. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata Inflasi di Kabupaten Jayawijaya sampai dengan bulan oktober tahun 2018 sebesar 0,22. NTP di kabupaten Jayawijaya pada bulan oktober 2018 sebesar 102,30. Kontribusi terbesar terhadap NTP adalah sektor tanaman pangan. Ratio Gini Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,2638 dan masuk kategori Ketimpangan pendapatan rendah. Hasil perhitungan ratio gini memberikan hasil yang sama dengan kriteria yang ditetapkan oleh bank Pendapatan penduduk hampir dikeluarkan lebih tinggi untuk kebutuhan makanan. Referensi