Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian Smartphone IPhone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut Dede Hikmatulloh1. Irfan Nabhani2. Oktri Mohammad Firdaus3 1, 2, 3 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut dedehikmat27@gmail. irfannabhani@uniga. firdaus@uniga. Abstrak Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat. Indonesia. Menurut data dari Garutkab. id, demografi Generasi Z adalah yang terbesar di daerah ini. Keputusan Generasi Z untuk membeli iPhone di Kabupaten Garut yaitu efek dari gaya hidup, citra merek, dan kelompok kelompok referensi. Penurunan harga saham Apple dan pendapatan dikarenakan munculnya iPhone refurbished, iPhone high definition copy & iPhone internasional mempengaruhi kualitas iPhone di pasaran. Keputusan pembelian smartphone iPhone oleh Generasi Z baik itu unit bekas internasional, refurbished, atau resmi sering kali dipilih demi memenuhi gaya hidup mereka tanpa mempertimbangkan harga, kualitas dan isu-isu negatif yang mempengaruhi citra merek iPhone. Sementara itu. Generasi Z belum mampu membeli smartphone iPhone. Diantisipasi bahwa metodologi deskriptif dan asosiatif penelitian ini akan mengklarifikasi dan mengevaluasi kejadian yang diperiksa dengan cermat. Metodologi dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan basis menganalisis populasi dan sampel pada setiap variabel. Random Sampling merupakan prosedur pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner melalui penggunaan Google Form. Google Spreadsheet, dan e-mail dengan skala Penelitian ini melibatkan Generasi Z yang menggunakan iPhone sebagai Seratus responden adalah bagian dari populasi yang ditetapkan menggunakan metode sampel non-probabilitas. Aplikasi pengolahan data statistik seperti SEM-PLS dan SmartPLS 4 akan digunakan untuk teknik analisis data yang akan digunakan. Kata Kunci: Citra Merek. Gaya Hidup. Kelompok Referensi. Proses Keputusan Pembelian. Pendahuluan Teknologi berkembang lebih cepat di Indonesia, di mana orang dapat memperoleh pengetahuan lebih cepat berkat pemahaman masyarakat tentang internet. Jumlah pengguna Internet di Indonesia data dari HootSuite, 73,7% dari 202,6 juta, sebagian besar menggunakan internet dan media sosial. Data dari We Are Social . Indonesia memiliki populasi pengguna internet yang sangat tinggi, melampaui total populasi nasional. Di Indonesia, sejumlah brand besar seperti Oppo. Vivo. Xiaomi. Samsung. Realme. Apple dan lainnya telah mengikuti persaingan di bidang teknologi smartphone. Apple. Inc. merupakan salah satu produsen smartphone terkemuka di pasar Indonesia sejak peluncuran perdananya pada 2007. Pada April 2024, nilai perusahaan Apple masih menempati posisi kedua terbesar secara global. Hikmatulloh, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Menurut survei yang dilakukan oleh Marketeers pada tahun 2023, iPhone berada di peringkat ketiga sebagai merek telepon yang paling populer di kalangan remaja Indonesia. Survei ini 005 responden yang aktif dalam mengakses internet dan aplikasi e-commerce. umber: https://w. com/top-3-smartphone-gen-z-pilihan merek/). Menurut data yang dikumpulkan dalam penelitiannya pada tahun 2015 oleh (Kesumo. Agus Mulyo, 2. , sekitar 48 juta individu di Indonesia menggunakan iPhone wilayah Jawa Barat . %). Kabupaten Garut adalah wilayah di Provinsi Jawa Barat. Indonesia. Kabupaten Garut sebagai lokasi yang memiliki Gen Z yang dapat mendominasi kelompok masyarakat terbesar di Kabupaten Garut menurut data Garutkab. Sementara beberapa anggota Generasi Z memang menghasilkan antara 2 juta Rupiah sampai dengan 5 juta Rupiah sebagai kompensasi, mayoritas tidak memiliki sumber pendapatan yang stabil. Jika kita bandingkan dengan UMR (Upah Minimum Regiona. di Kabupaten Garut yang saat ini sekitar Rp 2. 000, maka Generasi Z belum dapat membeli smartphone iPhone, mengingat harga terendah iPhone adalah Rp Tabel 1: Pengguna Smartphone iPhone Generasi Z di Kabupaten Garut (Survei terhadap 100 Oran. Merek Smartphone Apple Samsung Xiaomi Lainnya TOTAL Total Persentase Berdasarkan data yang tercantum dalam Tabel 1, terlihat bahwa 63 orang atau 63% dari total 100 responden menggunakan iPhone. Gambar 1: Pertimbangan Generasi Z di Kabupaten Garut Ketika Membeli iPhone (Survei terhadap 63 oran. Hasil dari survei diatas secara jelas mendukung tema penelitian, dengan menyoroti faktor-faktor dari 4 variabel yang diteliti sebagai dampak utama dalam keputusan pembelian iPhone oleh Generasi Z di Kabupaten Garut. Hasil ini sejalan dengan temuan dari dua pra-survei yang Hikmatulloh, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. sebelumnya telah dilakukan. Untuk penelitian ini, identifikasi masalahnya adalah penurunan harga saham dan pendapatan Apple di kuartal kedua 2024 yang disebabkan oleh produk iPhone yang menurun, yang berdampak pada penjualan iPhone. karena iPhone tidak lagi menjadi produk eksklusif, reputasi merek iPhone mulai melemah. Munculnya produk refurbished, tiruan, dan produk internasional membuat masyarakat mulai ragu dengan kualitas pasar iPhone dan fakta bahwa harganya tidak sebanding dengan pesaingnya. Akan tetapi variabel-variabel tersebut ternyata tidak mempengaruhi keputusan pembelian yang dibuat oleh Generasi Z. Pelanggan Generasi Z terus memilih untuk membeli smartphone iPhone, apakah itu resmi, bekas, atau refurbished, tanpa mempertimbangkan harga, kualitas, atau masalah yang dapat memengaruhi reputasi merek iPhone. Hal ini tentunya masih bisa menjadi peluang bagi Apple dan reseller handphone untuk bisa meningkatkan penjualan. Dengan begitu penelitian ini dapat menjadi perhatian dan sangat tertarik untuk diteliti. Tinjauan Pustaka Gaya Hidup Pengertian gaya hidup yang di kemukakan Hardius Usman dan Nurdin Sobari . yaitu AuAktivitas, hobi, dan pendapat seseorang semuanya mencerminkan gaya hidup mereka. Selain itu, definisi ini menyoroti perilaku dan cita-cita yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya dan sering digunakan untuk mengkarakterisasi bagaimana orang menjalani hidup merekaAy. Sedangkan Menurut Al Shabiyah . AuGaya hidup seseorang mencakup semua aspek keberadaan mereka, seperti hal-hal yang mereka beli, cara mereka menggunakannya, dan emosi dan ide yang mereka miliki setelah melakukannya. Pendekatan ini menempatkan penekanan kuat pada hubungan antara gaya hidup dan cara pelanggan benar-benar menanggapi pembelian merekaAy. Puranda dan Madiawati . menyatakan bahwa gaya hidup diukur dari 3 komponen utama, yaitu sebagai berikut: Kegiatan: pekerjaan, hobi, hiburan, acara sosial, perjalanan, keanggotaan klub, olahraga, dan belanja adalah contoh kegiatan. Elemen pribadi yang berdampak pada proses pengambilan keputusan adalah minat. Opini, yang mencakup berbagai topik termasuk keyakinan sendiri, politik, bisnis, masalah sosial, pendidikan, ekonomi, barang, budaya, dan masa depan. Citra Merek Kotler dan Keller . , mendefinisikan sebagai "cara orang melihatnya. Untuk membangun kesan yang baik di mata audiens target mereka, penjual atau pemasar harus menunjukkan identitas dan ciri merek mereka di semua komunikasi merek yang tersedia dan interaksi potensil. Menurut Kotler & Keller dalam Juliet . , indikator atau pengukuran citra merek dapat ditinjau berdasarkan aspek-aspek berikut: Kekuatan (Strengthnes. , seperti penampilan, fungsionalitas, dan dukungan produk yang ada, kekuatan merujuk pada keunggulan fisik yang unik dari merek tertentu yang tidak dimiliki oleh merek lain. Keunikan (Uniquenes. , kemampuan sebuah merek untuk dapat membedakan diri dari merek lain di pasar. Faktor-faktor seperti fitur unik, variasi layanan, rentang harga. Hikmatulloh, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. penampilan fisik, dan nilai lainnya adalah karakteristik produk yang membedakan merek dari merek lain. Kesukaan (Favorabl. , sejauh mana merek dapat diingat oleh pelanggan, seperti kemudahan pengucapan, daya ingat, dan seberapa cocok merek tersebut dengan gambaran yang diinginkan perusahaan. Kelompok Referensi Menurut Kotler . , adalah organisasi antar individu apa pun yang baik dengan cara langsung atau sebaliknya mempengaruhi sikap dan perilaku individu. " Individu menggunakan kelompok referensi sebagai tolok ukur atau kode moral saat merumuskan tanggapan mereka. Norma dan nilai yang ditetapkan oleh kelompok referensi berdampak pada perilaku individu. Menurut Sumarwan . 1:307-. , kelompok referensi dipengaruhi tiga macam yaitu: Pengaruhi Normative Jika seseorang melihat penerimaan sosial sebagai dorongan yang signifikan, merasakan tekanan besar untuk mengikuti norma-norma sosial, dan meyakini bahwa barang serta jasa yang mereka beli mencerminkan norma-norma tersebut, mereka cenderung lebih patuh pada kelompok Pengaruh normatif muncul ketika kelompok referensi memegang prosedur sosial yang diyakini mesti ditaati oleh individu. Pengaruhi Ekspresi Nilai Peran golongan ini dalam mengkomunikasikan nilai-nilai memiliki dampak signifikan pada Seorang konsumen mungkin memilih untuk membeli mobil mewah dengan tujuan meningkatkan citra dirinya atau untuk menciptakan kesan kesuksesan di mata orang lain. Pengaruh Informasi Keputusan konsumen mengenai suatu produk atau merek akan dipengaruhi oleh kelompok referensi karena mereka adalah sumber saran yang dapat diandalkan karena keahlian dan data mereka yang unggul. Keputusan Pembelian Menurut Methiana . , individu yang terlibat secara langsung dalam bisnis memilih untuk membeli sebuah produk yang ditampilkan oleh penjual. Menurut Peter dan Olson yang dikutip oleh Methiana . , proses keputusan pembelian adalah Proses menggabungkan pengetahuan untuk menilai dan memilih di antara beberapa perilaku yang berbeda. Sunyoto dan Saksono . juga menjelaskan bahwa keputusan pembelian adalah Melakukan pembelian melibatkan memeriksa perilaku pelanggan untuk mengidentifikasi karakteristik audiens target, yang kemudian digunakan untuk membuat kampanye pemasaran yang menarikAy. Gambar 2: Tahapan Ae Tahapan Proses Pembelian Hikmatulloh, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Gambar 3: Kerangka Konseptual Penelitian Hipotesis: ya1 : Gaya Hidup berpengaruh positif terhadap Proses Keputusan Pembelian. ya2 : Citra Merek berpengaruh positif terhadap Proses Keputusan Pembelian. ya3 : Kelompok Referensi berpengaruh positif terhadap Proses Keputusan Pembelian. Metodologi Kegiatan pengumpulan dan pengolahan data ini mengadopsi pendekatan deskriptif juga asosiatif untuk memberikan penjelasan serta gambaran sistematis tentang fenomena yang dikaji. Metodologi yang digunakan bersifat kuantitatif, berfokus pada analisis populasi dan sampel untuk setiap variabel. Metode Random Sampling digunakan untuk melakukan prosedur pengambilan penyebaran kuesioner atau metode pengumpulan data lainnya yaitu kuesioner menggunakan Google Form. Google Spreadsheet, dan e-mail dengan skala Likert. Penelitian ini melibatkan Generasi Z yang menggunakan iPhone sebagai subjek, dengan 100 responden sebagai populasi dalam metode sampel non-probability. Alat statistik SEM-PLS dan program SmartPLS4 akan digunakan untuk menganalisis data. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan perolehan analisis data, nilai instrumen untuk setiap variabel telah memenuhi kriteria, karena hasil atau nilai dari setiap loading factor untuk setiap variabel lebih besar dari 0,700, yang menunjukkan validitasnya. Tabel 2: Loading Factor Variabel Gaya Hidup Citra Merek Indikator GH. GH. GH. GH. GH. GH. CM. Loading Factor Rule of Thumb Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hikmatulloh, et. Variabel Kelompok Referensi Proses Keputusan Pembelian Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Indikator CM. CM. CM. CM. CM. KF. KF. KF. PKP. PKP. PKP. PKP. PKP. Loading Factor Rule of Thumb Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jika nilai alfa Cronbach lebih besar dari 0,6 dan nilai reliabilitas komposit lebih besar dari 0,7, konstruksi dianggap dapat diandalkan. Menurut hasil pengukuran, setiap variabel memiliki nilai masing-masing lebih dari 0,7 dan 0,6, melebihi ambang batas. Tabel 3: Construck Reliability-Overview Variabel Citra Merek Gaya Hidup Kelompok Referensi Proses Keputusan Pembelian CronbachAos Alpha Composite Reliability Dengan menghitung nilai R-square untuk konstruk dependen, serta melakukan uji-t dan mengevaluasi signifikansi koefisien parameter jalur struktural, model struktural memperlihatkan hubungan kausal antara variabel laten yang telah dibangun berdasarkan teori yang ada. Tabel berikut menyajikan nilai R-square untuk variabel dependen: Tabel 4: R-square Overview Variabel Proses Keputusan Pembelian R-Square Dengan nilai 0,555, variabel gaya hidup, citra merek, dan kelompok referensi semuanya memiliki pengaruh 55,5% pada proses keputusan pembelian, menurut variabel proses keputusan Sisanya dipengaruhi oleh variabel yang tidak termasuk dalam penelitian. Setelah validitas, reliabilitas, dan R-square diuji, pengolahan data selanjutnya adalah untuk melihat hubungan antar variabel, yang dilakukan dengan bootsrapping dalam PLS. Hasil yang dihasilkan adalah sebagai berikut: Tabel 5: Path Coefficients-Mean. STDEV. T Statistics. P values Variabel Citra merek -> Proses Keputusan Pembelian Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviantion (STDEV) T Statistics (O/STDEV) Hikmatulloh, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Variabel Gaya Hidup -> Proses Keputusan Pembelian Kelompok Referensi -> Proses Keputusan Pembelian Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviantion (STDEV) T Statistics (O/STDEV) Pembahasan Dengan menggunakan tabel distribusi dengan tingkat = 0,05 dan derajat kebebasan . Ae. , statistik uji-t digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis. Nilai t-table 1,661 kemudian Setelah P-Nilai dan = 0,05 dibandingkan menggunakan aturan keputusan, dapat ditunjukkan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Gambar 4: Output Bootstrapping (H. Gaya Hidup Berpengaruh Positif terhadap Proses Keputusan Pembelian iPhone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut Proses keputusan pembelian ditemukan dipengaruhi secara positif oleh karakteristik gaya hidup, seperti yang ditunjukkan oleh hasil analisis uji-t, yang menunjukkan nilai ttabel > sebesar 7. > 1. 661 dan nilai P < 0,000 < 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa di kalangan pelanggan Generasi Z di Kabupaten Garut, gaya hidup berdampak pada keputusan yang mereka buat saat membeli iPhone. Setiadi dalam Setiawan et al. memberikan dukungan untuk hipotesis ini dengan menyatakan bahwa gaya hidup mencakup kepentingan, pendapat, dan tindakan Mengingat cara hidup kontemporer mereka. Generasi Z biasanya menyukai iPhone. Keputusan mereka dipengaruhi oleh keinginan mereka untuk gaya hidup yang mengutamakan teknologi mutakhir selain kemampuan mereka untuk membeli iPhone. Hikmatulloh, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. (H. Citra Merek Berpengaruh Positif terhadap Proses Keputusan Pembelian iPhone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut Variabel citra merek berdampak positif pada pilihan untuk membeli, menurut hasil studi uji-t. Seperti yang dapat diamati. H1 disetujui dan H0 ditolak berdasarkan nilai perhitungan ttable > 622 > 1. 661 dan nilai P < 0,005 < 0,05. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pelanggan Generasi Z di Kabupaten Garut dipengaruhi oleh citra merek saat melakukan pembelian iPhone. Pembenaran ini sejalan dengan teori Tjiptono . 0: . , yang berpendapat bahwa citra merek mewakili kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan psikologis atau sosial pelanggan. Studi oleh Bambang. Ridha, dan Fahrurrazi . , yang menunjukkan bahwa gaya hidup dan citra merek seseorang, baik bersama-sama maupun terpisah, memiliki dampak yang signifikan pada keputusan mereka untuk membeli apa pun, mendukung temuan ini. Citra merek dapat secara langsung dibentuk oleh pengalaman konsumen atau keterlibatan langsung dengan merek. Karena mereka percaya iPhone memiliki gambar dan video yang unggul, memproyeksikan gambar yang lebih halus, dan menumbuhkan kepercayaan pengguna. Generasi Z di Kabupaten Garut menempatkan nilai tinggi pada merek iPhone dan bahkan dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka. (H. Kelompok Referensi Berpengaruh Positif terhadap Proses Keputusan Pembelian iPhone pada Konsumen Generasi Z di Kabupaten Garut Hasil studi uji-t menunjukkan bahwa variabel pada kelompok referensi berdampak positif terhadap pilihan untuk membeli, dengan nilai P < . ,007 < 0,. dan nilai tcount > ttabel . ,691 > 1,. Ini menunjukkan bahwa H1 disetujui sementara H0 ditolak. Akibatnya, keputusan pelanggan Generasi Z Garut Regency untuk membeli iPhone dipengaruhi secara positif oleh citra Hal ini konsisten dengan pernyataan Kotler . bahwa kelompok referensi memiliki kemampuan untuk memengaruhi pendapat dan tindakan seseorang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Individu sering kali mengambil keputusan dengan mengacu pada kelompok referensi sebagai model atau panduan moral. Ini menunjukkan bahwa lingkungan media sosial dapat mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup seseorang. Pengaruh dari kelompok maya ini dapat mendorong seseorang yang awalnya tidak memilih iPhone sebagai ponsel, akhirnya memilih untuk membelinya. Strategi Apple di Kabupaten Garut Dengan berkembangnya teknologi di seluruh dunia, tidak terkecuali khususnya di Kabupaten Garut, selain dari hal-hal yang berkaitan dengan keunggulan iPhone. Maka untuk lebih mengembangkan kembali produk serta perusahaan maka kehadiran agen resmi penjual iPhone seperti iBox yang berada di Mall Ciplaz dan Citimall menambah antusias baru kepada para calon Ekspansi agen resmi ke daerah ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan minat masyarakat dalam membeli produk iPhone, khususnya di wilayah Garut. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa respons responden terhadap variabel gaya hidup, citra merek, dan kelompok referensi dalam proses pengambilan keputusan pembelian tergolong baik. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan dan pernyataan Hikmatulloh, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. responden bersifat positif. Berdasarkan analisis statistik, nilai t-hitung untuk variabel gaya hidup, citra merek, dan kelompok referensi lebih tinggi dibandingkan nilai t-tabel. Daftar Pustaka