JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 ANALISIS KECACATAN BAHAN BAKU IKAN TUNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX- SIGMA PADA PT WAHYU PRADANA MULIA Alfiyani Rahymi 1. Herliana 2. Rizal Syarifuddin3. Andrie4 Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Islam Makassar Jl. Perintis Kemerdekaan km. 9 No. 29 Makassar. Indonesia 90245 Email: alfiyani. rahymi@gmail. ABSTRAK Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kecacatan bahan baku ikan tuna dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk di PT. Wahyu Pradana Binamulia. Metode yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta analisis data Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan bahan baku ikan tuna disebabkan oleh empat faktor utama: manusia, material, metode, dan mesin. Jenis kecacatan dominan meliputi ikan terkena bakteri . ,94%), berlendir . ,49%), dan berjamur . ,56%). Nilai rata-rata DPMO sebesar 24. 004 dengan nilai sigma 3,47, yang masih berada pada rata-rata industri di Indonesia. Untuk mengatasi kecacatan, disarankan pengawasan ketat terhadap pekerja, perbaikan SOP, pemeliharaan mesin, pengontrolan suhu ruangan secara rutin, serta evaluasi pemasok bahan baku. Kesimpulannya, penerapan metode Six Sigma terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan meminimalkan kecacatan bahan baku. Perusahaan direkomendasikan untuk mengimplementasikan usulan perbaikan yang diberikan guna meningkatkan kualitas produk dan mengurangi kerugian akibat produk cacat. Kata kunci: Six Sigma. DMAIC. Kualitas ABSTRACT Increasingly tight industrial competition requires companies to produce high quality products to meet consumer This research aims to analyze the factors causing defects in tuna raw materials and provide recommendations for improvements to improve product quality at PT. Wahyu Pradana Binamulia. The method used is Six Sigma with the DMAIC approach (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. Data was collected through observation, interviews, and production data analysis. The research results show that defects in tuna raw materials are caused by four main factors: humans, materials, methods and machines. The dominant types of defects include fish affected by bacteria . 94%), slimy . 49%), and moldy . 56%). The average DPMO value is 24,004 with a sigma value of 3. 47, which is still within the industry average in Indonesia. To overcome defects, strict supervision of workers, improvement of SOPs, maintenance of machines, regular control of room temperature, and evaluation of raw material suppliers are recommended. In conclusion, the application of the Six Sigma method has proven to be effective in identifying and minimizing raw material defects. Companies are recommended to implement the proposed improvements provided to improve product quality and reduce losses due to defective products. Keywords: Six Sigma. DMAIC. Quality Copyright . Journal Industrial Engineering & Management (JUST-ME) 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. DOI: https://doi. org/10. 47398/just-me. JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 PENDAHULUAN Dalam era persaingan industri yang semakin ketat ini banyak perusahaan yang ingin menghasilkan sebuah produk yang berkualitas tinggi. Produk yang berkualitas tentunya menjadi nilai penting bagi konsumen dalam memilih sebuah produk, selain faktor harga yang bersaing. Produk berkualitas dan harga terjangkau, jika suatu perusahaan memiliki keduanya maka konsumen akan tertarik pada produk tersebut dan mampu bersaing dalam industri pasaran. Untuk menghasilkan suatu produk yang berkualitas tinggi maka dibutuhkan bahan baku yang juga Pemeriksaan bahan baku dapat dilakukan guna mengurangi atau mencegah terjadinya produk cacat jika dilakukan dari awal dengan benar oleh perusahaan. (Yusuf & Supriyadi, 2. Bahan baku yang digunakan berpengaruh besar dengan proses produksi yang akan dilaksanakan sehingga kualitas produk akhir hampir seluruhnya ditentukan oleh bahan baku. Kecacatan pada bahan baku tentu akan menurunkan kualitas dari produk akhir dan berpotensi menghasilkan sebuah produk cacat atau produk yang tidak sesuai standart yang telah ditentukan. PT. Wahyu Perdana Mulia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan frozen ikan tuna yang beroperasi di kota Makassar. Kecacatan yang sering ditemukan pada bahan baku ikan tuna yang digunakan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Ada beberapa kecacatan yang ditemukan pada ikan tuna yang digunakan yaitu ikan berjamur, berlendir, dan terkena bakteri. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui apa saja upaya atau hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki suatu kualitas bahan baku dan untuk menurunkan jumlah kecacatan bahan baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Six-sigma dengan pendekatan DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve. Contro. Metode Six-sigma adalah sebuah metodologi yang paling popular di seluruh dunia yang digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan serta pengendalian kualitas bahan baku. Metode ini merupakan metode Analisa proses dengan cara statistik untuk menyelesaikan suatu Metodologi ini berasal dari kurva lonceng statistika, dimana satu sigma melambangkan satu standard deiviasi dari mean atau rata-rata. Ada beberapa metode penyelesaian didalamnya, termasuk DMAIC yang akan digunakan dalam penelitian ini. DMAIC merupakan pendekatan 5 langkah yang sangat efektif dan berorientasi data , yang merupakan salah satu dari banyak komponen penting dari toolkit six-sigma yang dirancang untuk memberikan kinerja berkelanjutan tanpa cacat. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Variabel Penelitian: Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel Independent Variable (Variable beba. Variabel yang mempengaruhi variasi perubahan variabel terikat , dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah kecacatan bahan baku. Dependent Variable (Variabel terika. Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas, adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah kualitas produk. JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 Jenis Data: Jenis data penelitian berkaitan dengan sumber data serta pemilihan metode yang digunakan oleh penulis. Jenis data yang digunakan dalam penilitian ini adalah: Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari hasil observasi dari Data primer diambil dengan melakukan wawancara dibagian produksi. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang telah ada. Data sekunder diambil dari data historis pada bagian produksi perusahaan selama beberapa bulan terakhir. Teknik Pengumpulan Data: Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi dan data produksi CV. XYZ selama bulan-bulan tertentu. Untuk memeriksa dan memperbaiki metode yang disarankan, digunakan data pendukung. Analisa Data: Penelitian ini menggunakan metode six-sigma dalam pengolahan data yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecacatan terjadi serta usulan perbaikan untuk meminimalkan kecacatan pada bahan baku dengan pendekatan tahap Define. Measure. Analyze. Improve. Control (DMAIC). Tahap Define Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah, apa saja yang menjadi kerusakan pada bahan baku yang digunakan. Cara yang digunakan adalah sebagai berikut. Mengidentifikasi jenis-jenis kecacatan yang merupakan CTQ (Critical To Qualit. Melakukan pengumpulan data dan penyusunan kategori bahan baku cacat dari yang kecil sampai ke besar. Tahap Measure Pada tahap ini dilakukan pengukuran dengan melalui 2 tahap, yaitu: Membuat Analisis diagram kontrol P (P-Char. , diagram ini dapat disusun denganlangkah sebagai berikut : Pengambilan populasi atau sampel Pemeriksaan karakteristik dengan menghitung nilai mean. Rumus mencari nilai mean: p =Ocnp Ocn n : jumlah sampel np : jumlah kecacatan p : rata-rata proporsi kecacatan Menghitung deviasi standar Menentukan batas kendali terhadap pengawasan yang dilakukan dengan menetapkan JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 nilai UCL (Upper Control Limi. dan LCL (Lower Control Limi. Menganalisis tingkat sigma dan Defect Per Million Opportunities (DPMO). Tahap Analyze Pada tahap ini dilakukan identifikasi penyebab terjadinya kecacatan dalam bahan baku dengan menggunakan diagram Pareto,dan diagram sebab akibat. Tahap Improve Improve adalah tahap peningkatan kualitas Six sigma harus melakukan pengukuran . ihat dari peluang, kerusakan, proses kapabilitas saat in. , rekomendasi ulasan perbaikan, menganalisa kemudian tindakan perbaikan dilakukan Tahap Control Pada tahap ini dilakukan peningkatan kualitas berdasarkan six sigma yang hasilnya akan didokumentasikan dan disebarluaskan yang berguna sebagai pedoman dalam perbaikan proses berikutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN: Tahap implementasi peningkatan kualitas six sigma terdiri dari lima langkah yaitu menggunakan metode DMAIC (Define. Measure. Analyze. Improve, and contro. Tahap Define Tahap Define adalah tahap pertama dalam metode peningktan kualitas six Pada tahap ini didefinisikan masalah yang terjadi diperusahaan. Hal ini berguna untuk mengidentifikasi produk atau proses yang akan menjadi penelitian dengan menggunakan metode six sigma Sedangkan kriteria pemilihan proyek six sigma yaitu mengendalikan jumlah cacat pada produk yang memiliki presentase kecacatan terbesar dari total seluruh produk cacat. Untuk menentukan tipe produk yang akan dijadikan objek penelitian, dilakukan perhitungan presentase kecacatan untuk semua tipe produk berdasarkan data yang dikumpulkan. Mengidentifikasi CTQ (Critical to Qualit. CTQ (Critical to Qualit. merupakan kriteria produk yang telah ditetapkan standarnya sebagai patokan kualitas produk yang diproduksi oleh perusahaan agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam penelitian ini data jenis kecacatan yang dikelompokkan dapat dilihat pada tabel berikut. JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 Tabel CTQ Potensi kecacatan Bahan Baku CTQ (Critical To Qualit. Keterangan Terkena Bakteri Pertumbuhan adanya kontaminasi dari pekerja maupun Adanya laut yang Kontaminasi dari air dan es pada saat pencucian maupun perendaman. Sistem penanganan penangkapan ikan sewaktu dikapal kurang bagus. Dikarenakan ikan terlalu lama terendam air dengan suhu tinggi sehingga pada saat proses pemindahan ikannya sudah kurang membaik. Disebabkan karena pada saat proses Wrapping . tidak diteliti dengan baik, sehingga dapat mengalami kebocoran pada plastic. Itulah yang mengakibatkan tumbuhnya jamur. Ikan berlendir Ikan Berjamur Persentase Jumlah Cacat Dari tabel diatas, dapat dihitung persentase jumlah cacat secara Setelah didapat persentase untuk masing- masing produk diurutkan mulai dari persentase yang terbesar ke terkecil dan dihitung kumulatif. Persentase dapat dilihat dari tabel berikut. Tabel Persentase jumlah cacat Jenis Kecacatan Jumlah Cacat Persentase (%) Terkena Bakteri 230 Kg Ikan Berlendir 308 Kg Ikan Total 150 Kg 688 Kg Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa jenis kecacatan cacat dari produksi memiliki jumlah cacat terbesar yaitu sebesar 7230 Kg yang terkena bakteri, dengan presentasi 34,94% Tahap Measure Tahap pengukuran . adalah tahap kedua dalam metode ini. Dalam tahap ini akan ditentukan nilai DPMO dan nilai Sigma Level. DPMO (Defect Per Million Oppurtinit. adalah ukuran kegagalan dalam Six Sigma yang menunjukkan kegagalan persejuta Untuk nilai DPMO dan Sigma selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4. 5 dan perhitungan nilai DPMO dan Sigma terdapat di lampiran. JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 Tabel Nilai DPMO dan Sigma Periode Jumlah Produksi (K. Mei Juni Juli Total Jumlah Cacat (Produks. CTQ DPMO Sigma Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai DPMO rata-rata sebesar 24003. 98 dan nilai sigma sebesar 3. Menurut Vincent Gaspersz . diketahui bahwa rata Ae rata industri di indonesia masih berada pada tingkat sekitar 3 Ae 4 sigma dengan nilai DPMO 6. 210 Ae 66. Hal ini menunjukkan bahwa kapabilitas proses penyebab cacat produk ini masih pada tingkat rata Ae rata industri di Indonesia. Tetapi meskipun demikian, hal ini merupakan sebuah kerugian yang cukup besar apabila tidak ditangani sebab semakin banyak produk yang gagal dalam proses produksi tentunya mengakibatkan pembengkakan biaya produksi. Tahap Analyze Tahap analyze (Analisi. merupakan tahap ketiga dalam metode six sigma. Pada tahap ini dilakukan terhadap faktor penyebab cacat terkena bakteri yang memiliki jumlah cacat Sebelum dilakukan langkah-langkah perbaikan, maka terlebih dahulu harus dianalisa penyebab kecacatan bahan baku yang terkena bakteri pada ikan tuna dengan menggunakan diagram sebab-akibat (Cause and Effect Diagra. Diagram sebab-akibat untuk Ikan tuna yang memiliki jumlah cacat terbesar (Terkena bakter. dapat dilihat pada gambar berikut. Manusia Kebe rsihan pada tidak Fokus Material material yang Ikan Terkena Bakteri sesuai dengan SOP Metode proses kerja sesuai stadar SOP Mesin Mesin Facum Gambar Diagram sebab akibat JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 Tahap Improve Pada tahap ini dilakukan rencana atau tindakan perbaikan untuk melakukan peningkatan kualitas. Pada dasarnya rencana-rencana tindakan akan mendeskripsikan tentang alokasi sumber-sumber daya serta prioritas dan atau alternatif yang dilakukan dalam implementasi dari rencana tersebut. Perbaikan dilakukan terhadap semua sumber yang berpotensi untuk menciptakan produk cacat berdasarkan hasil analisis dari diagram sebab-akibat (Cause and effect Factor manusia/Operator Faktor manusia merupakan salah satu penyebab terjadi kecacatan bahan baku ikan tuna yang terkena bakteri, oleh karena itu diperlukan beberapa perbaikan terhadap kinerja dari manusia atau operator, sehingga potensi yang menyebabkan kecacatan dapat dicegah dengan memberikan arahan kepada para pekerja agar lebih menjaga kebersihan. Mengasah keterampilan pekerja, karena dalam beberapa kejaadian, pekerja tidak sepenuhnya ahli dalam pekerjaannya walaupun sudah bergelut selama bertahun-tahun. Untuk pekerja junior diberikan pemantauan secara bertahap dari pekerja senior hingga pekerjaan dapat terkendali dengan baik dan mengurangi permasalahan yang terjadi saat bekerja. Faktor metode Faktor metode pada PT. Wahyu Pradana Binamulia pengendalian kualitas yang dilakukan sudah sesuai standar operasional prosedur. Faktor Mesin Faktor mesin merupakan salah satu penyebab terjadinya kecacatan ikan tuna. Oleh karena itu diperlukan beberapa perbaikan, perawatan dan pengawasan terhadap mesin agar bekerja optimal, sehingga potensi yang menyebabkan kecacatan dapat Melakukan pelatihan agar operator mesin lebih terampil dan lebih teliti dalam settingan mesin pendingin di ruang pendingin. Faktor material. Material merupakan bagian terpenting dalam suatu proses produksi, sehingga perusahaan harus menggunakan material yang operasional prosedur. Pada PT. Wahyu Pradana Binamulia sudah sesuai dengan SOP, dan dikontrol oleh pihak GMP. Tahap control Tahap control . sebagai proyek six sigma yang menekankan terhadap pendokumentasian dan penyebarluasan tindakan yang dilakukan dan mempunyai tujuan untuk mengevaluasi proses perbaikan yang telah di lakukan dengan efektif dan efisien serta untuk menjaga kondisi proses agar tetap stabil dan tidak mengalami penurunan kembali. Karena pada penelitian ini tindakan perbaikan masih berupa usulan. Jadi control dilakukan setelah usulan perbaikan Adapun tindakan-tindakan yang perlu dilakukan: Pengawasan pada pekerja yang lalai dan tidak fokus Pada mesin sebaiknya dilakukan pengecekan mesin oleh bagian teknisi pada saat slesai digunakan, selain bagian teknisi yang melakukan pengecekan sebaiknya karyawan/operator JOURNAL INDUSTRIAL ENGINEERING AND MANAGEMENT (JUST-ME) ISSN : 2723-0341 ISSN : 2745-7303 VOL. No. 02 Desember - 2025 yang bertugas dalam mesin Vacum juga selalu melakukan pengecekan pada mesin Vacum baik sebelum maupun sesudah mesin beroperasi. Sebaiknya operator selalu menjaga kebersihan tangan maupun alat-alat yang digunakan. Selalu mematuhi aturan selama bekerja di dalam proses produksi, selain itu operator harus menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup sebelum bekerja. KESIMPULAN: Pengendalian kualitas dengan metode six sigma merupakan pengendalian kualitas yang dilakukan secara terus menerus, dengan harapan dapat memperbaiki kualitas produk reject atau cacat. Peneliti telah menerapkan metode six sigma di perusahaan PT. Wahyu Pradana Binamulia yang bergerak dalam bidang perikanana Ikan Tuna. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa cacat Bahan baku yang terkena bakteri merupakan jenis cacat yang paling Cacat terkena bakteri di pengaruhi oleh faktor manusia, mesin dan material. Adapun Rekomendasi/Usulan untuk pengendalian kerusakan pada PT. Wahyu Pradana Binamulia Sebelum masuk ke ruang proses produksi harus mencuci tangan menggunakan sabun, memotong kuku dan pakaian yang digunakan harus bersih dan celemek yang dignakan wajib dicuci setelah pemakaian. Alat yang dipakai seperti pisau sarung tangan tidak boleh dibawah keluar ruang proses Dan sarung tangan hanya boleh dipakai sekali sehari. Meningkatkan keterampilan pekerja. Melakukan pengecekan pada mesin Vacum sebelum digunakan Selain mesin vacuum, mesin penggiling juga hendak dibersihkan berulang kali agar bekas daging ikan tuna tidak menempel pada mesin. Melakukan pengawasan secara berkala pada mesin dibagian sebelum dan sesudah Mentaati segala aturan yang ada dialam ruang proses produksi Maintanance secara berkala DAFTAR PUSTAKA: