J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. Sosialisasi Dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri Smp Muhammadiyah 3 Banyuwangi Anung Kustriyania*. Dita Amanda Devianib. Azmi Prasatic a,b,c STIKES Banyuwangi. Banyuwangi. Indonesia Email*: AKustriyani@gmail. Article Hystory Received:11-03-2023 Revised:28-03-2023 Accepted: 07-04-2023 Kata kunci: Anemia. Remaja Putri. Tablet Tambah Darah. Keywords: Anemia. Blood Supplement Tablets. Female student. Abtrak: Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebbakan gangguan pada remaja putri. Remaja putri dapat mengalami anemia akibat menstruasi. Untuk mencegah kejadian anemia pada remaja putri, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi Tablet Tambah Darah. Tablet Tambah Darah yang dianjurkan Pemerintah mengandung zat besi 60 mg dan asam folat 0,4 Konsumsi Tablet Tambah Darah rutin satu kali seminggu selama 52 minggu. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan dan pemberian serta pendampingan minum Tablet Tambah Darah. Metode: Pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui permsalahan mitra. Selain itu dilakukan pemutaran video, sosialiasi, pemberian dan pendampingan minum Tablet Tambah Darah. Hasil: Semua siswi dapat mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan antusias hingga akhir. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri saat diskusi. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah sebesar 82%. Seluruh peserta . %) telah meminum Tablet Tambah Darah. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan penjelasan dan pemutaran video edukasi mampu meningkatkan pengetahuan dan motivasi remaja terhindar dari anemia dengan mengkomsumsi tablet tambah darah (TTD). Abstract: Background: Anemia is a condition that can cause disturbances in young women. Young women can experience anemia due to menstruation. To prevent the occurrence of anemia in young women, one thing that can be done is to consume Blood Supplement Tablets. The Government's recommended Blood Supplement tablets contain 60 mg of iron and 0. 4 mg of folic acid. Consumption of Iron Blood Tablets regularly once a week for 52 weeks. Purpose: To provide knowledge and provision and assistance in taking Blood Supplement Tablets. Method: Community service begins with conducting a preliminary survey to find out partner problems. Apart from that, video screenings, outreach, giving and accompanying taking Blood Supplement Tablets were carried out. Result: All female students can participate in community service activities with enthusiasm until the end. There were several questions asked to the speaker during the There was an increase in the participants' knowledge about the benefits and importance of consuming iron tablets by 82%. All participants . %) had taken Blood Supplement Tablets. Conclusion: Community service activities with explanations and educational video screenings can increase the knowledge and motivation of adolescents to avoid anemia by taking Blood Supplement Tablets. https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. usia 10-19 tahun yang pernah mendapat TTD sejumlah 29,7%. Remaja putri dapat memperoleh TTD dari sekolah sejumlah 83,7%. Namun jumlah remaja putri yang mengkonsumsi TTD < 52 tablet masih Alasan mengkonsumsi TTD yaitu lupa, rasa dan bau tidak enak, muncul efek samping, dan merasa tidak membutuhkan TTD (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Latar belakang diatas menyebutkan bahwa penggunaan TTD pada remaja putri perlu dilakukan peningkatan. Remaja putri dapat diberi pengetahuan kembali dan pendampingan ketika mengkonsumsi TTD. Dengan demikian. Dosen dan mahasiswa dari Program Studi D3 Farmasi STIKes Banyuwangi mengadakan pengabdian masyarakat mengenai sosialisasi dan pemberian serta pendampingan minum obat TTD. Sasaran pada kegiatan ini adalah siswi SMP Muhammadiyah 3 Kabupaten Banyuwangi. Survei pendahuluan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa dari total 47 siswi, sebagian besar tidak mengetahui tentang TTD dan manfaatnya walaupun siswi tersebut sudah pernah mendapatkan dari sekolah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi tentang Anemia dan TTD serta melakukan pendampingan minum TTD. Manfaatnya siswi-siswi mengkonsumsi TTD secara mandiri dengan membeli TTD di Apotek. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga sebagai bentuk integrasi dengan mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dan Promosi Kesehatan. PENDAHULUAN Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan kadar Hemoglobin di dalam darah. Anemia dapat terjadi akibat hilangnya darah salah satunya saat menstruasi (Alldredge et al. Prevalensi Anemia di Indonesia tahun 2018 pada remaja putri sebesar Jumlah Anemia di Puskesmas Kelir Kabupaten Banyuwangi tercatat sebesar 65,33%. Berdasarkan hal tersebut maka Dinas Kesehatan Banyuwangi bekerjasama dengan PKK Kabupaten Banyuwangi membentuk kader Ausi jari merahAy (Generasi remaja putri merdeka dari kurang dara. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan jumlah kejadian Anemia dan mengatasi masalah kesehatan gizi (Dinkes Banyuwangi, 2. Kekurangan asam folat dan Vitamin B12 dapat menyebabkan pematangan sel darah merah terganggu (Chisholm-Burns et , 2. Anemia pada remaja putri dapat menyebabkan gejal lemah, letih, lesu, lelah, lalai, sakit kepala, pusing, dan sulit Hal membawa dampak negatif pada remaja putri terutama menurunkan prestasi belajar di sekolah (Kemenkes, 2. Upaya pencegahan Anemia dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi. Namun hal ini belum tentu bisa dilaksanakan oleh remaja Upaya lain yaitu dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Keuntungan pemberian TTD adalah praktis dalam penggunaan dan dosis yang diperlukan sesuai kebutuhan (Kemenkes, 2. TTD yang diberikan pada remaja putri terdiri dari 60 mg elemental iron dan 400 mcg asam folat (Kemenkes, 2. TTD dapat diberikan satu kali seminggu selama 52 minggu. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, remaja putri METODE Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan selama 1 bulan oleh Dosen dan mahasiswa Prodi D3 Farmasi STIKes Banyuwangi dengan judul Sosialisasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) di SMP Muhammadiyah 3 https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. Banyuwangi terdapat beberapa metode Survei Survei adalah salah satu jenis penelitian deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi melalui wawancara atau angket (Hardani dkk. , 2. Survei dilakukan pengetahuan siswi mengenai TTD. Survei mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswi. Pemutaran video TTD Video merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran berupa gambar bergerak disertai suara (Baktiono, 2. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dimulai dengan pemutaran video mengenai Anemia dan TTD. Sosialisasi Sosialisasi memberikan materi dengan judul AuTablet Tambah Darah (TTD) Untuk Remaja PutriAy oleh Dosen D3 Farmasi STIKes Banyuwangi. Materi yang disampaikan meliputi definisi Anemia, gejala Anemia, penyebab Anemia, dan Tablet Tambah Darah (TTD). Pemberian dan pendampingan minum TTD Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga dibagikan TTD kepada siswi. Mahasiswa melakukan pendampingan minum TTD ke setiap siswi masing-masing sejumlah 1 tablet. Banyuwangi, dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Hasil Survei Pengetahuan TTD No. Pertanyaan Benar Salah 1 Pengertian TTD 2 Manfaat TTD 3 Aturan pakai TTD pada 41 remaja putri 4 Cara konsumsi TTD 5 Cara memperoleh TTD: Apotek = 22 siswi Sekolah = 25 siswi Survei yang disebarkan ke siswi-siswi Pada pertanyaan 1 dan 2 sejumlah masingmasing 6 siswi dan 3 siswi menjawab Pertanyaan 3 sejumlah 41 siswi menjawab benar. Pertanyaan 4 sejumlah 23 siswi menjawab benar dan 24 siswi menjawab salah. Pertanyaan 5 mengenai cara memperoleh TTD. Siswi-siswi memperoleh TTD dari Apotek sejumlah 22 siswi dan dari sekolah sejumlah 25 Pemutaran video TTD Video TTD diperoleh dari website Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . ttps://youtu. be/Oz68Kn2VdNE). Durasi video yang ditayangkan adalah 5 menit 22 detik. Informasi yang didapatkan yaitu prevalensi Anemia di Indonesia, fungsi sel darah merah, akibat Anemia pada remaja putri, cara mencegah Anemia, kandungan TTD, alasan konsumsi remaja putri minum TTD, manfaat konsumsi TTD, cara konsumsi TTD, efek samping TTD, dan cara memperoleh TTD. Pemutaran video sebelum pemberian materi akan menarik perhatian dan minat siswisiswi. Sosialisasi Sosialisasi dilakukan oleh Dosen Prodi D3 Farmasi STIKes Banyuwangi dengan meyampaikan materi melalui HASIL Hasil kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi sebagai berikut: Survei Hasil dilakukan kepada 47 siswi SMP Muhammadiyah Kabupaten https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. PEMBAHASAN Anemia ditandai dengan kadar Hemoglobin < 12 g/dL pada wanita. Klasifikasi Anemia patofisiologisnya adalah hilangnya darah akibat menstruasi. Menstruasi mempunyai peranan dalam metabolisme zat besi. Volume darah yang hilang selama menstruasi diketahui sejumlah 50 mL. Namun jumlah tersebut dapat menjadi 5 kali lebih besar pada beberapa orang (Papadakis & McPhee. , 2. Untuk menjaga kecukupan zat besi maka diperlukan makanan kaya zat besi. Zet besi total yang diserap tubuh meningkat mg/hari Namun dikonsumsi sering kali tidak bisa memenuhi kecukupan zat besi yang diperlukan. Untuk itulah diperlukan tambahan zat besi dari sumber yang lain misalnya TTD (Katzung & Trevor, 2. Dampat buruk dapat terjadi akibat Anemia. Dampak tersebut dapat terjadi secara langsung berupa penurunan (Kemenkes, 2. Dampak tidak langsung atau jangka panjang juga akan dialami yaitu masalah kesehatan dan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan akibat calon ibu tidak mempersiapkan gizi yang baik selama kehamilan termasuk remaja putri. Target pemerintah untuk pencapaian pemberian TTD secara mandiri adalah 90% (Kemenkes RI, 2. Jenis TTD masyarakat bervariasi. Tidak semua TTD dapat dikonsumsi oleh remaja putri. Beberapa TTD yang ada di Apotek diperuntukkan untuk masyarakat yang mengalami anemia dan ibu hamil. Kandungan bahan aktif obat TTD akan berbeda untuk setiap kondisi pasien. TTD program yang diberikan oleh Pemerintah mengandung zat besi (F. 60 mg dan asam folat 0,4 mg (Kemenkes RI, 2. Untuk itu diperlukan informasi kepada siswi Pada saat presentasi. Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan tanya Siswi diberikan kesempatan disampaikan meliputi bahaya anemia, akibat jika konsumsi TTD lebih dari 1 tablet sehari, dan pertanyaan lain terkait menstruasi. Gambar 1. Sosialisasi Tablet Tambah Darah Untuk Remaja Putri Pemberian dan pendampingan minum TTD Kegiatan lain yang dilakukan dalam adalah memberikan TTD ke masingmasing siswi. Setiap siswi mendapat 1 TTD. Selain TTD, disediakan air mineral dan makanan Hal tersebut bertujuan untuk menghindari efek samping mual akibat TTD. Mahasiswa Farmasi melakukan pendampingan TTD. Mahasiswa memastikan bahwa setiap siswi telah mengkonsumsi TTD yang telah Gambar 2. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) https://jurnal. id/index. php/JHIC/index E-ISSN: 2830-7828 J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 April 2023, hal. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa D3 Farmasi STIKes Banyuwangi di SMP Muhammadiyah 3 Kabupaten Banyuwangi berjalan dengan baik. Semua siswi dapat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. TTD yang diberikan dapat diminum oleh semua siswi. Selain itu dalam kegiatan ini mengajarkan kepada mahasiswa D3 Farmasi STIKes Banyuwangi mengenai media yang digunakan dalam promosi SMP Muhammadiyah Kabupetan Banyuwangi terkait TTD yang dapat dibeli mandiri di Apotek. Tujuannya agar mereka dapat secara rutin mengkonsumsi TTD seminggu sekali selama 52 minggu sehingga manfaat pemberian TTD dapat Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi sosialisasi dan pemberian serta pendampingan minum TTD. Metode yang permasalahan yang dialami mitra. Hal ini diketahui dari hasil survei pendahuluan. Siswi SMP Muhammadiyah 3 pernah TTD TTD konsumsi TTD terhenti. Mitra juga turut masyarakat yang dilakukan oleh Prodi D3 Farmasi STIKes Banyuwangi. Mitra memberikan fasilitas ruang pertemuan mewajibkan kehadiran semua siswi. Kegiatan dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan siswi untuk mengetahui kadar Hemoglobin. Selain itu dapat dilakukan donasi pemberian TTD untuk kebutuhan 52 minggu yang diberikan kepada pihak Pihak sekolah dapat melakukan pemantauan minum TTD. Siswi yang telah mengkonsumsi TTD akan diberi kartu Siswi juga dapat mendownload aplikasi CERIA (Cegah Anemia Remaja Indonesi. dan melakukan pengisian jika telah mengkonsumsi TTD. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah publikasi artikel. Selain itu dapat menjadi tambahan referensi pada mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) dan Promosi Kesehatan mengenai media yang dapat digunakan dalam melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat (Wardani. , & Asih. , 2. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Kabupaten Banyuwangi memberikan kesempatan, kepada ketua prodi dan tim pengabdi prodi D3 Farmasi STIKes Banyuwangi kepada masyarakat. DAFTAR PUSTAKA