Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Sosialisasi etika komunikasi di media sosial pada kalangan siswa SMA sebagai antisipasi penyalahgunaan teknologi Lusia Naimnule*. Erlin Fatima Halek. Maria Naimnule Universitas Timor. Kefamenanu. Indonesia *Coresponding Author: uccyln123@gmail. Dikirim: 28-07-2025. Direvisi: 29-07-2025. Diterima: 30-07-2025 Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah siswa mendapat gambaran tentang Etika berkomunikasi di kalangan Siswa SMA Selain itu, sebagai transfer informasi dan ilmu pengetahuan kepada peserta didik di Sekolah Menengah Atas tentang Etika Komunikasi Media Sosial yang baik sebagai Antisipasi Penyalahgunaan Teknologi. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini siswa kelas X SMA Dharma Ayu diharapkan mendapatkan gambaran informasi terkait bagaimana mengelola media sosial dengan baik sehingga mengantisipasi dampak penyalahgunaan teknologi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi secara langsung kepada Siswa kelas X SMA Dharma Ayu tentang Etika Komunikasi Media Sosial sebagai Antisipasi Penyalahgunaan Teknologi dengan tahapan analisis dan identifikasi permasalahan mitra. Persiapan alat dan bahan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon positif dari pihak sekolah khususnya siswa sebab mendapatkan gambaran informasi dan pengetahuan terkait penggunaan Media Sosial yang baik sesuai etika Komunikasi sehingga tetap menjaga normanorma kesantunan dalam berkomunikasi, dan berdampak baik bagi masyarakat pengguna media sosial. Kata Kunci: Etika Komunikasi. Media Sosial. Teknologi Abstract: The purpose of this community service activity is for students to gain an understanding of communication ethics among high school students. Furthermore, it serves as a transfer of information and knowledge to high school students about proper social media communication ethics as an anticipation of technology misuse. With this service activity, students of class X at SMA Dharma Ayu are expected to gain information on how to manage social media properly in order to anticipate the impacts of technology misuse. The method used in this service is direct outreach to Class X students of SMA Dharma Ayu about Social Media Communication Ethics as an Anticipation of Technology Misuse, with stages of analysis and identification of partner problems, preparation of tools and materials, and implementation of service activities. This socialization activity received a positive response from the school, especially from the students, as it provided them with information and knowledge about the proper use of social media in accordance with communication ethics, thus maintaining norms of politeness in communication, and having a positive impact on the society of social media users. Keywords: Communication Ethics. Social Media. Technology. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi saat ini yang semakin pesat sangat berpengaruh dan menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat (Morissan, 2. Memasuki era baru yaitu revolusi 4. 0 ditandai dengan segala sesuatu yang dilakukan serba online, setelah adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih maka media pun ikut mengikuti perkembangan yakni media online (Akbar, 2. Adapun fungsi @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Naimnule dkk. Sosialisasi etika komunikasi di media sosial pada kalangan siswa SMAA media sosial selain menyebarkan informasi dengan cepat juga mempererat ikatan kerabat, sebab keluarga dapat berinteraksi dan tetap menjalin hubungan melalui media sosial meski dibatasi jarak (Ariani, 2. Pengguna media sosial memiliki tantangan dan tanggung jawab yang besar terkait bagaimana berkomunikasi dan berekspresi yang santu di media sosial (Turnip & Siahaan, 2. Melalui media sosial, masyarakat terbantu sebab tetap menjalin silahturami dan menjadi penghubung antar individu, antar kelompok meskipun berjauhan di daerah Dimasa sekarang masyarakat, dari kalangan remaja hingga usia lanjut, pada umumnya lebih dominan menggunakan jejaring media sosial untuk mendapatkan teman dan informasi (Dewi, 2. Media sosial merupakan perantara . online dimana para penggunanya difokuskan pada eksistensi saat beraktifitas maupun berkolaborasi, dan hal ini tentunya menguatkan ikatan sosial dan hubungan antar pengguna (Nasrullah, 2. Julukan bagi para pengguna media sosial yang sering aktif di jejaring sosial disebut nitizen. Sesuka hati mereka bebas berkomentar, lebih mengutamakan subjektivitas dan ego, tanpa peduli dengan moral dan etika. Komentar dan respon para nitizen sangat tidak pantas dan jauh dari etika berkomunikasi yang baik melalui media sosial, terutama jika terdapat konten yang bersifat sensitif (Lubis, 2. Misalnya jika ada informasi negatif dan belum jelas kebenaranya, menyebabkan munculnya cacian dan hujatan dari para nitizen dan hal tersebut memicu penurunan moral dan etika dalam berkomunikasi di media sosial (Annur & Cindy, 2. Lunturnya norma-norma kesantunan dalam berkomunikasi di media sosial diakibatkan karena niitizen kurang bijak dalam berkomunikasi di media sosial dan hal tersebut berdampak buruk bagi pengguna media sosial,misalnya nitizen banyak berkomentar menggunakan bahasa yang kurang santun dan mengarah pada pelanggaran hukum. Salah satu faktor yang menyebabkan buruknya etika dan moral adalah kemajuan teknologi yang mudah diakses. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna media sosial kurang bijak dalam mengkases media sosial dan tidak paham dalam menyaring informasi yang akan diterima atau dibagikan yang dapat melanggar hukum dan merugikan moral diri sendiri dan pihak lainnya (Agustina, 2023. Sudibyo, 2. Terkait cara berinteraksi yang bijak melalui media sosial yaitu Instagram, peneliti menyoroti banyak orang yang melupakan etika dalam berkomunikasi, seperti berkomentar dengan menulis kalimat yang tidak pantas bahkan dapat menyakitkan hati orang lain. Hal ini tampak dengan adanya kata-kata yang tidak baik yang seharusnya tidak digunakan dalam berkomentar (Ainul & Saiful, 2. Berdasarkan uraian masalah diatas, maka tim pengabdian sepakat mengadakan kegiatan Sosialisasi tentang Etika Komunikasi di Media Sosial pada Kalangan Siswa SMA Sebagai Antisipasi Penyalahgunaan Teknologi dengan tujuan, agar siswa SMA dapat memahami etika yang baik dalam mengelola media sosial sebagai dampak penyalahgunaan teknologi. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa kelas X SMA Dharma Ayu Kefamenanu pada bulan Juni 2025. Kegiatan pengabdian ini memerlukan alat dan bahan berikut: Spidol. ATK. Laptop dan LCD. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Naimnule dkk. Sosialisasi etika komunikasi di media sosial pada kalangan siswa SMAA Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kepada Sosialisasi secara langsung pada siswa kelas X SMA Dharma Ayu tentang Etika Komunikasi dalam mengelola Media Sosial sebagai antisipasi penyalahgunaan teknologi. Tahapaan kegiatan pengabdian meliputi: Penyajian informasi tentang teknologi dan dampaknya bagi siswa . Deskripsi informasi tentang penggunaan media sosial dikalangan Siswa SMA . Deskripsi informasi tentang Etika Komunikasi yang baik di media sosial sebagai antisipasi penyalahgunaan teknologi. Skema tahapan pelaksanaan pengabdian dijabarkan sebagai berikut : Menganalisis dan permasalahan mitra Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian Pelaksanaan kegiatan pengabdian . Deskripsi teknologi dan dampaknya bagi . Deskripsi penggunaan media sosial dikalangan Siswa SMA . Deskripsi informasi tentang Etika Komunikasi yang baik di media penyalahgunaan teknologi. Gambar 1. Skema pelaksanaan kegiatan pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini yaitu : Kegiatan koordinasi. Koordinasi bertujuan untuk mendapatkan kesepakatan penetapan sekolah Tim pengabdian memutuskan SMA Darma Ayu Kefamenanu sebagai sekolah mitra pengabdian. Survei Sekolah Pelaksana kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk menganalisis situasi dan identifikasi permasalahan mitra sasaran pengabdian. Adapun tahapannya sebagai Wawancara langsung dengan Kepala Sekolah Membahas konsep terkait kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan dengan guru dan siswa. Deskripsi Permasalahan. Permasalahan yang ditemuka di sekolah mitra meliputi: @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Naimnule dkk. Sosialisasi etika komunikasi di media sosial pada kalangan siswa SMAA Siswa sebagai pengguna media sosial, belum cukup paham terkait etika komunikasi dalam bermedia sosial. Hal ini tentunya berdampak negatif terhadap dirinya sendiri, misalnya paparan konten yang menyinggung pengguna media sosial lainnya, perbandingan kehidupan sosial. Masalah lain yang ditemukan di sekolah adalah adanya ketergantungan dengan media sosial mengurangi komunikasi tatap muka dan interaksi sosial secara langsung dengan temannya. Pelaksanaan Kegiatan Melalui kegiatan pengabdian ini diperoleh hasil bahwa siswa belum paham terkait etika komunikasi yang baik melalui media sosial. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya. pengguna media sosial kurang memiliki kesadaran etis, artinya mereka kurang bertanggung jawab dan tak menyadari adanya dampak negative atas tindakan yang dilakukannya, misalnya menyebarkan berita palsu . dan melakukan perundungan terhadap temannya, . Identitas palsu . , artinya pengguna media sosial lebih berani mengungkapkan pendapat atau tanggaapan yang buruk pada status atau postingan orang lain tanpa merasa takut identitas yang bersangkutan akan terungkap, . Kurangnya sosialisasi dan literasi digital, artinya kurangnya pemahaman siswa terkait mengelola media sosial menyebabkan mereka kurang paham bagaimana cara berinteraksi secara sehat dan bertanggung jawab di media sosial. Minimnya kesadaran siswa terkait etika komunikasi dalam media sosial dapat memicu terjadinya konflik di media sosial bahkan kekerasan. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat diatasi dengan adanya sosialisasi dan bimbingan terhadap siswa sehingga memiliki etika komunikasi yang baik dalam bermedia Dampak dari kegiatan sosialisasi terkait hal ini adalah agar peserta didik mampu mengendalikan diri, emosi dan impulsif ketika berinteraksi di media sosial, memiliki sikap kepedulian yang tinggi terhadap perasaan pengguna media sosial lainnya, meminimalisir kecanduan media sosial sehingga fokus menggunakan medsos untuk keperluan tugas yang diberikan gurunya. Kegiatan sosialisasi dan literasi media adalah bentuk bimbingan yang mengajari pengguna media agar memiliki kemampuan menganalisis pesan media, memahami bahwa media memiliki tujuan komersial/bisnis dan politik sehingga mereka mampu bertanggungjawab dan memberikan respon yang benar ketika berhadapan dengan media (Rochimah, 2. Konsep kegiatan pengabdian ini terkait berupa sosialisasi secara langsung ke siswa terkait Etika berkomunikasi yang baik dalam media sosial meliputi: Penggunaan Bahasa yang santun Hal ini berarti ketika berinteraksi di media sosial, perlu menggunakan Bahasa yang baik dan sopan sehingga tidak menimbulkan resiko kesalahpahaman antar pengguna media sosial. Platform media sosial misalnya WhatsApp. Instagram, dan Tiktok. Hal lainnya adalah mereka memiliki lebih dari satu akun media sosial. Penggunaan media sosial adalah berbagi informasi dan pengalaman dengan temannya (Hymes, 1. Menghindari konten yang berisi penyebaran SARA, pornografi dan tindak Sebaiknya kita sebagai pengguna media sosial, tidak menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA (Suku. Agama dan Ra. , berita pornografi dan @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Naimnule dkk. Sosialisasi etika komunikasi di media sosial pada kalangan siswa SMAA kekerasan di media sosial (Mutiah, et al, 2. Hindari menyebarkan berita ataupun dokumentasi terkait korban kecelakaan, kekerasan yang dapat memicu kesedihan keluarga korban. Hal lain yang dapat memicu kekerasan adalah Cyberbullying dapat diartikan sebagai perundungan online, perundungan yang dilakukan dalam dunia digital atau dunia maya atau juga dalam media sosial. Perundungan ini dapat dilakukan melalui pesan teks, e-mail, pesan instan, permainan online, situs web, chat rooms, atau melalui jejaring sosial (Kowalski and Limber, 2. Meninjau kembali kebenaran berita yang akan di posting Hal ini penting diterapkan ketika berinteraksi di media sosial untuk mengatasi konflik yang bakal terjadi akibat penyebaran berita yang tidak benar. Sebagai pengguna sosial, tentunya kita perlu waspada dan tanggap terhadap informasi yang disebarkan di media sosial. Jika kita berniat untuk mebagikan suatu informasi atau konten, perlu meninjau kembali kebenaran informasi dan manfaat konten tersebut (Wahyudin & Karimah, 2. Menghargai Hasil karya orang lain Saat menyebarkan informasi berupa foto, tulisan maupun video milik orang lain, cantumkan juka dengan rujukannya sebagai bentuk penghargaan atas karya orang tersebut. Tidak mengumbar informasi pribadi Seringkali semua aktivitas yang kita lakukan di dunia nyata diunggah di media sosial tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Suka menunjukkan kemewahan, bahkan keintiman lebih parahnya menonjolkan aurat, sehingga sesuatu yang tidak perlu diawasi menjadi tontonan publik (Howey & DeLucia, 2. Sebagai pengguna media sosial sebaiknya kita tidak menyebarkan konten yang mengandung informasi pribadi . kita, misalnya menyebarkan nomor handphone, alamat rumah, kartu identitas diri yang dapat memicu pengguna media sosial lain melakukan tindak kejahatan terhadap kita. Etika bermomunikasi yang baik di media sosial juga berkaitan erat dengan moralitas seorang siswa. Secara tidak langsung jika moral seorang siswa tidak baik maka siswa tersebut tidak memiliki etika berkomentar yang baik. Seluruh tindakan dalam media sosial selalu memerlukan etika dan tanggung jawab dalam Berkomunikasi dalam media sosial umumnya memiliki etika yang tidak jauh berbeda dengan berkomunikasi langsung di publik. Ada banyak poin yang mengatur etika dalam menggunakan media sosial. Seperti yang tercantum pada Undang-undang No 19 Tahun 2016 sebagai Perubahan Atas Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), terdapat lima pasal yang mengatur etika bermedia sosial, mulai pasal 27 sampai 30. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 20 orang siswa SMA Dharma Ayu Kefamenanu. Kegiatan pengabdian diawali dengan analisis kebutuhan awal di sekolah mitra pengabdian. Metode yang digunakan dalam tahap ini adalah wawancara secara langsung dengan kepala sekolah, guru dan siswa serta identifikasi permasalahan disekolah terkait konsep kegiatan pengabdian. Setelah menyepakati waktu kegiatan pengabdian, selanjutnya tahap pelaksanaan kegiatan, siswa terlibat dengan penuh semangat dalam kegiatan sosialisasi ini. Hal ini ditunjukkan dengan respon positif siswa menanggapi konsep yang dibahas oleh tim pengabdian. Siswa @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Naimnule dkk. Sosialisasi etika komunikasi di media sosial pada kalangan siswa SMAA merasa bahwa konsep yang dibahas dalam kegiatan pengabdian ini, sangat menarik dan dapat digunakan sebagai bekal untuk berinteraksi dalam media sosial. Diakhir kegiatan pengabdian, kepala sekolah dan guru menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dengan tim pengabdian dari Universitas Timor. Pihak sekolah mengharapkan tindak lanjut dari kegiatan ini secara berkesinambungan untuk mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran dari berbagai faktor pendukung. Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan pengabdian yang diselenggarakan di SMA Dharma Ayu Kefamenanu. Gambar 2. Dokumentasi Sosialisasi Kegiatan Pengabdian di SMA Dharma Ayu Kefamenanu Gambar 3. Dokumentasi bersama Guru dan siswa di SMA Dharma Ayu Kefamenanu setelah kegiatan pengabdian KESIMPULAN Kehadiran teknologi yang semakin canggih mendorong bahkan membantu manusia dalam berkegiatan sehari-hari dan berinteraksi lewat jejaring sosial media. Internet menjadi sebuah tali penghubung antar individu. Media online pun beragarm jenisnya, dari yang menyajikan berita hingga yang dapat mendekatkan kerabat atau keluarga yang jauh, salah satunya adalah media sosial. Dengan hadirnya media sosial @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Naimnule dkk. Sosialisasi etika komunikasi di media sosial pada kalangan siswa SMAA tersebut, interaksi antar sesama manusia dapat terus terjalin dengan baik dan Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa yang berdampak pada memahami terkait Etika bermomunikasi yang baik di media sosial juga berkaitan erat kualitas moral seorang siswa. Seluruh tindakan dalam media sosial selalu memerlukan etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Konsep kegiatan pengabdian ini terkait berupa sosialisasi secara langsung ke siswa terkait Etika komunikasi yang baik dalam media sosial meliputi. Menggunakan Bahasa yang baik. Menghindari konten yang berisi penyebaran SARA, pornografi dan tindak kekerasan. Meninjau kembali kebenaran berita yang akan di posting, menghargai karya orang lain dan tidak mengumbar informasi pribadi UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Lembaga Universitas Timor terutama pada LPPM yang telah mengijinkan tim untuk melakukan kegiatan Terima kasih juga disampaikan kepada pihak sekolah SMA Dharma Ayu dalam hal ini kepala sekolah yang telah mengijinkan, guru mitra yang telah mendampingi tim, dan semua siswa yang terlibat aktif selama kegiatan Pengabdian di sekolah. DAFTAR PUSTAKA