Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 DAMPAK LIKUIDITAS. TANGGUNGJAWAB SOSIAL. LEVERAGE, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Sofia Prima Dewi Universitas Tarumanagara sofiad@fe. ABSTRACT This research aims to determine the role of liquidity, social responsibility, leverage, profitability and company size on company value in the non-primary goods consumption sector listed on the Indonesia Stock Exchange for 3 years. The sample was selected using a purposive sampling method and 51 valid data were selected. Data processing was carried out using multiple regression analysis using the Eviews 12 program. It turned out that the research gave results that only profitability had a positive impact on company value. This proves that a company's ability to generate profits in a period is a positive signal for investors in predicting the value of a The research results also show that liquidity has no impact on company value in a negative direction, social responsibility has no impact on company value in a negative direction, and company size has no impact on company value in a negative direction. On the other hand, leverage has no impact on company value in a positive direction. Keywords: Corporate Value. Profitability. Social Responsibility. Leverage. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran likuiditas, tanggungjawab sosial, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada sektor konsumsi barang non primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 3 tahun. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dan terpilih 51 data yang valid. Pengolahan data dilakukan dengan analisis regresi berganda melalui program Eviews 12. Ternyata penelitian memberikan hasil hanya profitabilitas yang memiliki dampak positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode merupakan signal yang positif bagi investor dalam melakukan prediksi nilai suatu perusahaan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa likuiditas tidak memiliki dampak terhadap nilai perusahaan dengan arah negatif, tanggungjawab sosial tidak memiliki dampak terhadap nilai perusahaan dengan arah negatif, dan ukuran perusahaan tidak memiliki dampak terhadap nilai perusahaan dengan arah negatif. Sebaliknya leverage tidak memiliki dampak Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 terhadap nilai perusahaan dengan arah positif. Kata kunci: Nilai Perusahaan. Profitabilitas. Tanggungjawab Sosial. Leverage. PENDAHULUAN Dalam menjalankan kegiatan usaha, setiap perusahaan pasti memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba. Laba perusahaan menjadi salah satu ukuran kinerja dan tentunya menjadi pertimbangan bagi para investor dalam pengambilan keputusan investasi serta bagi para kreditur dalam memberikan tambahan dana buat perusahaan. Informasi laba menjadi sangat penting bagi pemakai laporan keuangan, namun seringkali laba perusahaan tidak menunjukkan informasi yang sebenarnya tentang kinerja manajemen. Hal ini tentu saja dapat menyesatkan para pemakai laporan keuangan. Untuk memperoleh kepercayaan dari para pemakai laporan keuangan, ukuran yang bisa dipakai oleh perusahaan antara lain adalah nilai perusahaan. Bagi perusahaan yang berkecimpung di dunia pasar modal, tentunya kepercayaan ini sangat penting. Melalui pasar modal, perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Tujuan perusahaan berdiri adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan agar dapat memaksimalkan laba guna memaksimalkan kesejahteraan para pemangku kepentingan. Perusahaan tidak hanya sekedar bertanggungjawab terhadap para pemangku kepentingan internal saja, namun juga sudah mulai bergeser ke ranah sosial kemasyarakatan yang selanjutnya disebut dengan tanggungjawab sosial. Tanggungjawab sosial adalah kewajiban perusahaan karena wajib diungkapkan pada laporan perusahaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Apabila perusahaan menerapkan tanggungjawab sosial diharapkan tindakan tidak etis dapat dikurangi karena adanya laporan yang transparan. Apalagi jika ukuran perusahaan semakin besar, tentunya perusahaan akan menjadi sorotan publik. Dengan laporan keuangan yang transparan diharapkan ada peningkatan kepercayaan dari para pemakai laporan keuangan, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan. Selain tanggungjawab sosial dan ukuran perusahaan, masih banyak faktor-faktor lain yang diduga memili dampak terhadap nilai perusahaan, diantaranya rasio Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 keuangan seperti likuiditas, leverage, maupun profitabilitas. Penelitian ini dilakukan dengan mereplikasi penelitian Radja dan Artini . Adapun penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian Radja dan Artini . , diantaranya: . Terdapat dua variabel baru yaitu likuiditas dan tanggungjawab sosial, . Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan sektor barang konsumen non primer, sedangkan penelitian sebelumnya menggunakan sampel perusahaan sektor barang konsumsi, . Periode penelitian ini adalah 2020-2022, sedangkan penelitian sebelumnya menggunakan periode 2017-2019. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti termotivasi untuk melakukan kembali penelitian mengenai peran likuiditas, tanggungjawab sosial, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. TELAAH LITERATUR Teori Agensi Pada dasarnya, menurut Jensen dan Meckling . teori agensi menjelaskan mengenai dua pihak yang memiliki motivasi yang berbeda. Satu sisi ialah prinsipal yaitu pihak yang memberi kontrak atau pemegang saham, dan di sisi lain ialah agen yaitu pihak yang menerima kontrak dan mengelola dana yang dipercayakan oleh prinsipal. Kedua pihak ini memiliki motivasi yang berbeda. Pihak prinsipal berharap kelangsungan hidup perusahaan dapat terus terjaga dan return atas investasi yang sudah dilakukan bisa sebesar mungkin. Pihak agen dalam hal ini manajemen perusahaan juga memiliki agenda tersendiri yaitu mendapatkan kompensasi berupa bonus yang besar atas kinerja yang sudah dilakukan, termasuk di dalamnya melakukan tindakan tidak etis demi memperoleh laba yang besar. Dengan adanya motivasi yang berbeda ini, tentu akan muncul yang namanya konflik kepentingan. Guna meminimalisasi masalah keagenan ini, perusahaan mengeluarkan biaya keagenan demi memenuhi kesejahteraan para pemangku Teori Signal Brigham dan Houston . mendefinisikan teori signal sebagai sebuah tindakan Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 yang diambil oleh manajemen perusahaan untuk memberikan signal kepada para investor mengenai bagaimana manajemen memandang prospek keuangan perusahaan di masa yang akan datang. Setelah investor menerima informasi yang diberikan oleh pihak manajemen dalam bentuk laporan keuangan, maka investor akan melakukan interpretasi dan menganalisis laporan tersebut, lalu akan memutuskan apakah itu akan menjadi kabar baik atau buruk. Nilai Perusahaan Radja dan Artini . menjelaskan nilai perusahaan ialah kondisi tertentu yang sudah dicapai oleh perusahaan sebagai cerminan dari kepercayaan publik, sesudah beberapa tahun melakukan kegiatan operasional. Sembiring dan Trisnawati . menjelaskan nilai perusahaan ialah pencapaian dari perusahaan sebagai dampak dari kepercayaan masyarakat sesudah perusahaan tersebut melalui proses waktu yang cukup lama, yaitu mulai dari perusahaan tersebut berdiri sampai saat ini. Apriyani dan Sutjahyani . menjelaskan nilai perusahaan ialah penilaian pasar bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik di masa depan berdasarkan peningkatan harga sahamnya. Likuiditas Titman et al. berpendapat likuiditas itu ialah kemampuan finansial dari perusahaan dalam membayar tagihannya secara tepat waktu. Menurut Sandi dan Andayani . likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Menurut Safitri et al. likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk menjual aset guna mendapatkan kas pada waktu yang singkat. Tanggungjawab Sosial Widiawati dan Linawati . berpendapat tanggungjawab sosial ialah suatu aksi yang dilakukan oleh perusahaan yang berangkat dari pertimbangan etis, dan aksi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi, kualitas hidup para karyawan beserta keluarganya, serta kualitas hidup masyarakat di sekitarnya Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 maupun masyarakat luas. Yudha et al. menjelaskan tanggungjawab sosial merupakan komitmen dan kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan di dalam upaya melakukan pengembangan ekonomi yang terus menerus dengan tetap memperhatikan tanggungjawab sosial perusahaan yang muncul dari aktivitas perusahaan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sandi dan Andayani . menjelaskan tanggungjawab sosial merupakan suatu bentuk tanggungjawab dalam menjaga serta melestarikan lingkungan sekitar yang terkena dampak dari kegiatan perusahaan, sehingga perusahaan wajib bertanggungjawab atas aktivitasnya. Leverage Menurut Yudha et al. leverage yaitu kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan, baik kewajiban jangka pendek ataupun jangka panjang, dan leverage bisa mengukur sampai sejauhmana perusahaan bisa dibiayai oleh hutang. Radja dan Artini . berpendapat leverage yaitu sejauhmana perusahaan menggunakan pembiayaan utang. Menurut Atmaja dan Astika . leverage yaitu pengukuran besarnya aset yang dibiayai dengan hutang. Profitabilitas Widiawati dan Linawati . menyebutkan profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau ukuran efektivitas pengelolaan manajemen perusahaan. Meivinia . menyebutkan profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aset, maupun modal sendiri. Safitri et al. menyebutkan profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Ukuran Perusahaan Menurut Radja dan Artini . ukuran perusahaan ialah pengelompokkan beberapa kelompok perusahaan menjadi perusahaan besar, menengah, atau kecil. Menurut Tan dan Hadi . ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya satu perusahaan. Menurut Tassia dan Fidiana . ukuran perusahaan dapat Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 dilihat dari total aset yang dimiliki oleh perusahaan, yang dapat digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan. Menurut Sandi dan Andayani . ukuran perusahaan ialah skala yang mengklasifikasikan besar atau kecilnya suatu Menurut Wufron . ukuran perusahaan ialah skala pengukuran dimana total aset mencerminkan besar kecilnya satu perusahaan. Pengembangan Hipotesis Penelitian Terdahulu Hasil penelitian Sandi dan Andayani . , serta Yudha et al. menyatakan bahwa likuiditas berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Sukmawardini dan Ardianari . Nuswandari et al. Damayanti dan Sucipto . , dan Imaama et al. menyatakan bahwa likuiditas berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Meivinia . , serta Husna dan Satria . menyatakan bahwa likuiditas tidak berdampak positif pada nilai Hasil penelitian Sari dan Sedana . , serta Afinindy et al. menyatakan bahwa likuiditas tidak berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil Nuswandari et al. Chabachib et al. Sandi dan Andayani . Lukman et al. , dan Yudha et al. menyatakan bahwa tanggungjawab sosial berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Apriyani dan Sutjahyani . , serta Widiawati dan Linawati . menyatakan bahwa tanggungjawab sosial berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Wahyuni . menyatakan bahwa tanggungjawab sosial tidak berdampak positif pada nilai perushan. Hasil penelitian Atmaja dan Astika . menyatakan bahwa tanggungjawab sosial tidak berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Atmaja dan Astika . Karina dan Evendi . Radja dan Artini . , dan Yudha et al. menyatakan bahwa leverage berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Lukman et al. menyatakan bahwa leverage berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Husna dan Satria . , serta Butar et al. menyatakan bahwa leverage tidak berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Tassia dan Fidiana . menyatakan bahwa leverage tidak berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 penelitian Atmaja dan Astika . Chabachib et al. Husna dan Satria . Sandi dan Andayani . Sari dan Sedana . Jaya . Radja dan Artini . Tassia dan Fidiana . Afinindy et al. Butar et al. Damayanti dan Sucipto . , serta Widiawati dan Linawati . menyatakan bahwa profitabilitas berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Meivinia . menyatakan bahwa profitabilitas berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Nuswandari et al. Wahyuni . , serta Yudha et al. menyatakan bahwa profitabilitas tidak berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Sukmawardini dan Ardianari . , serta Amin . menyatakan bahwa profitabilitas tidak berdampak negatif pada nilai Hasil penelitian Chabachib et al. Husna dan Satria . Sandi dan Andayani . Radja dan Artini . Tassia dan Fidiana . , serta Lukman et al. menyatakan bahwa ukuran perusahaan berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Susanti dan Restiana . menyatakan bahwa ukuran perusahaan berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Jaya . , serta Afinindy et al. menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Karina dan Evendi . menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berdampak negatif pada nilai perusahaan. METODOLOGI PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan sektor barang konsumen non primer yang terdaftar selama tahun 2020-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan tidak mengalami ekuitas negatif dan perusahaan mengungkapkan tangungjawab sosial selama periode penelitian. Sampel pada penelitian ini berjumlah 17 perusahaan sektor barang konsumsen non primer dengan total 51 data. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 Operasionalisasi Variabel Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan yang menggunakan proksi Price to Book Value (PBV), yaitu dengan cara membagi harga pasar per lembar saham dengan nilai buku per lembar saham. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu likuiditas, tanggungjawab sosial, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan. Likuiditas menggunakan proksi Current Ratio (CR), yaitu dengan cara membagi aset lancar dengan kewajiban lancar. Tanggungjawab sosial menggunakan proksi CSR, yaitu dengan cara membagi jumlah item informasi sosial yang diungkapkan oleh perusahaan dengan jumlah item informasi sosial yang wajib diungkapkan oleh perusahaan sesuai dengan index Global Reporting Initiative G4. Jumlah item tersebut sebanyak 91 item, dan akan diberi skor 1 untuk setiap item yang diungkapkan dan diberi skor 0 untuk item yang tidak diungkapkan. Leverage menggunakan proksi Debt to Asset Ratio (DAR), yaitu dengan cara membagi total hutang dengan total Profitabilitas menggunakan proksi Return on Asset (ROA), yaitu dengan cara membagi laba bersih dengan total aset. Ukuran perusahaan menggunakan proksi UP, yaitu logaritma natural dari total aset. Berikut disajikan ringkasan operasionalisasi variabel . ang terlihat di Tabel . Tabel 1 Ringkasan Operasionalisasi Variabel Variabel Nilai Perusahaan Ukuran Skala Sumber PBV = Rasio Radja dan Artini Rasio Radja dan Artini Rasio Sandi dan Andayani . Harga Saham per Lembar Likuiditas Tanggungjawab Sosial Nilai Buku per Lembar Saham yaycycycyceycuyc yaycycyceyc CR = yaycycycyceycuycyc yaycnycaycaycnycoycnycycnyceyc CSR = OcycUycnyc Leverage DAR = ycNycuycycayco yaycycyceyc ycNycuycycayco yayceycayc Rasio Radja dan Artini Profitabilitas ROA = Total Asset Net Income Rasio Ukuran Perusahaan UP = Ln (Total Asse. Rasio Radja dan Artini Radja dan Artini Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 Gambar 1 Kerangka Pemikiran Likuiditas Ha1 ( ) ()(((( ) (( ) Ha2 ( ) Tanggungjawab Sosial ()(((( ) (( )3 ( ) ()(((( ) Ha4 ( ) (( ) ()(((( ( ) )5 (( ) ()(((( ) (( ) Leverage Profitabilitas Ukuran Perusahaan Nilai Perusahaan HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Berikut disajikan statistik deskriptif untuk setiap variabel . ang terlihat di Tabel . Tabel 2 Statistik Deskriptif PBV CSR DAR ROA Mean 0,752989 1,168492 0,153846 0,530548 -0,012561 28,50239 Minimum 0,147651 0,295922 0,025641 0,142499 -0,122058 26,74645 Maximum 1,597784 2,596284 0,358974 0,820867 0,098302 31,56331 Standard Deviation 0,428447 0,536148 0,089927 0,184654 0,046556 1,256560 Adjusted R2 Berikut disajikan hasil uji Adjusted R2 . ang terlihat di Tabel . Tabel 3 Hasil Uji Adjusted R2 Nilai 0,823305 Adjusted R2 Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R2 sebesar 0,823305. Artinya peran likuiditas, tanggungjawab sosial, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan dalam mendeskripsikan nilai suatu perusahaan sebanyak 82,3305%. Sisanya sebanyak 17,6695% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada di model Hasil Pengujian Hipotesis Berikut disajikan hasil pengujian hipotesis . ang terlihat di Tabel . Tabel 4 Hasil Pengujian Hipotesis CR iPBV CSR iPBV DAR iPBV ROA iPBV UP i PBV Koefisien -0,032144 -1,354715 1,905878 3,029990 -0,648339 p-value 0,7030 0,0505 0,0526 0,0197 0,1371 Keterangan Ha1 tidak diterima Ha2 tidak diterima Ha3 tidak diterima Ha4 diterima Ha5 tidak diterima . Likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Koefisien regresi likuiditas (CR) terhadap nilai perusahaan (PBV) adalah negatif sebesar 0,032144. Adapun p-value senilai 0,7030 menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 5%. Artinya likuiditas tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif dan hipotesis kesatu tidak dapat diterima. Arah negatif menunjukkan bahwa likuiditas yang tinggi akan menurunkan nilai Perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi artinya perusahaan memiliki dana internal yang cukup untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya, sehingga perusahaan akan memprioritaskan penggunaan dana internal terlebih dahulu sebelum menggunakan hutang dan menerbitkan saham baru. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya merupakan signal yang positif bagi para investor. Ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa perusahaan dengan likuiditas yang tinggi memberikan signal negatif buat para Hal ini disebabkan investor menganggap banyak aset yang menganggur dan tidak adanya perputaran aset dalam menjalankan operasional perusahaan guna menghasilkan laba. Dengan menurunnya laba, tentu akan membuat para investor menarik diri karena menganggap kinerja perusahaan tidak baik, yang pada Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 akhirnya akan menurunkan nilai perusahaan. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa tinggi rendahnya likuiditas tidak akan memengaruhi nilai perusahaan. Likuiditas tinggi belum tentu menurunkan nilai suatu perusahaan, demikian pula likuiditas rendah belum tentu menaikkan nilai suatu perusahaan, karena likuiditas hanyalah menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Investor lebih melihat informasi lain pada laporan keuangan dalam menentukan nilai suatu perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan Sari dan Sedana . , serta Afinindy et al. yang menyebutkan bahwa likuiditas tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif. Tanggungjawab sosial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Koefisien regresi tanggungjawab sosial (CSR) terhadap nilai perusahaan (PBV) adalah negatif sebesar 1,354715. Adapun p-value senilai 0,0505 menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 5%. Artinya tanggungjawab sosial tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif dan hipotesis kedua tidak dapat diterima. Arah negatif menunjukkan bahwa tanggungjawab sosial yang tinggi akan menurunkan nilai perusahaan. Seharusnya semakin banyak pengungkapan tanggungjawab sosial dalam laporan tahunan perusahaan, nilai perusahaan dapat meningkat. Hal ini dikarenakan perusahaan yang menerapkan tanggungjawab sosial akan meminimalkan tindakan tidak etis dan tentunya ini akan meningkatkan kepercayaan para investor terhadap perusahaan dan membuat nilai perusahaan meningkat. Ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa tanggungjawab sosial yang tinggi malah menurunkan nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan pengungkapan tanggungjawab sosial membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan biaya ini akan mengurangi porsi laba bagi para investor. Dengan berkurangnya laba, tentunya investor akan merasa kecewa dan membuat nilai perusahaan mengalami penurunan. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa tinggi rendahnya pengungkapan tanggungjawab sosial tidak akan memengaruhi nilai perusahaan. Pengungkapan tanggungjawab sosial di Indonesia dianggap masih seputar hal-hal yang baik saja, belum menampilkan kebobrokan dan aib suatu perusahaan. Investor cenderung lebih mementingkan keuntungan jangka Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 pendek, seperti capital gain dan dividen dibandingkan hanya pengungkapan Selain tanggungjawab sosial juga merupakan strategi jangka panjang perusahaan yang manfaatnya baru bisa dirasakan oleh perusahaan dalam jangka panjang, bukan dalam jangka pendek. Hasil penelitian ini konsisten dengan Atmaja dan Astika . yang menyatakan bahwa tanggungjawab sosial tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif. Leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Koefisien regresi leverage (DAR) terhadap nilai perusahaan (PBV) adalah positif sebesar 1,905878. Adapun p-value senilai 0,0526 menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 5%. Hal ini berarti leverage tidak berdampak positif pada nilai perusahaan. Dengan demikian, hipotesis ketiga tidak dapat diterima. Arah positif menunjukkan bahwa leverage yang tinggi akan menaikkan nilai Pengelolaan leverage sangat penting, sebab keputusan dalam penggunaan hutang yang tinggi dapat meningkatkan nilai perusahaan. Apabila perusahaan bisa memanfaatkan dana yang diperoleh dari hutang secara maksimal guna meningkatkan laba perusahaan, maka hal ini akan menarik para investor dan tentunya akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa tinggi rendahnya leverage tidak akan memengaruhi nilai perusahaan. Investor tidak mempertimbangkan leverage dalam menentukan nilai perusahaan, karena leverage tinggi belum tentu menaikkan nilai perusahaan, demikian pula leverage rendah belum tentu menurunkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan Husna dan Satria . , serta Butar et al. yang menyebutkan leverage tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah positif. Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Koefisien regresi profitabilitas (ROA) terhadap nilai perusahaan (PBV) adalah positif sebesar 3,029990. Adapun p-value senilai 0,0197 menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih kecil dari 5%. Artinya profitabilitas berdampak pada nilai perusahaan dengan arah positif dan hipotesis keempat dapat diterima. Arah positif Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 menunjukkan bahwa profitabilitas yang tinggi akan menaikkan nilai perusahaan. Sesuai dengan teori signal, kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode merupakan signal yang positif bagi investor dalam melakukan prediksi nilai suatu perusahaan. Jika profitabilitas suatu perusahaan semakin tinggi, tentunya dividen yang akan diberikan pada para investor semakin tinggi. Apabila dividen yang dibagikan semakin besar tentunya akan membuat para investor melakukan investasi yang lebih banyak ke perusahaan, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan Atmaja dan Astika . Chabib et al. Husna dan Satria . Sandi dan Andayani . Sari dan Sedana . Jaya . Radja dan Artini . Tassia dan Fidiana . Afinindy et al. Butar et al. Damayanti dan Sucipto . , serta Widiawati dan Linawati . yang menyatakan bahwa profitabilitas berdampak positif pada nilai perusahaan. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Koefisien regresi ukuran perusahaan (UP) terhadap nilai perusahaan (PBV) adalah negatif sebesar 0,648339. Adapun p-value senilai 0,1371 menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 5%. Artinya ukuran perusahaan tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif dan hipotesis kelima tidak dapat diterima. Seharusnya perusahaan dengan aset yang besar cenderung akan lebih mudah masuk ke dalam pasar modal sehingga lebih cepat dalam melakukan pengembangan usaha. Perusahaan yang besar juga akan menarik para investor untuk menanamkan sahamnya, sehingga prospek perusahaan di masa yang akan datang lebih terjamin dan nilai perusahaan akan meningkat. Hasil penelitian menunjukkan arah negatif, yang artinya apabila ukuran perusahaan semakin besar justru akan menurunkan nilai perusahaan. Hal ini disebabkan semakin besar ukuran perusahaan biasanya menyebabkan efisiensi pengawasan dalam kegiatan operasional berkurang dan dapat mengurangi nilai perusahaan. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa besar kecilnya ukuran perusahaan tidak akan memengaruhi nilai suatu perusahaan. Investor tidak mempertimbangkan ukuran perusahaan dalam menentukan nilai perusahaan, karena ukuran perusahaan yang besar belum tentu menurunkan nilai Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 perusahaan, demikian pula ukuran perusahaan yang kecil belum tentu menaikkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan Karina dan Evendi . yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berdampak negatif terhadap nilai SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai peran likuiditas, tanggungjawab sosial, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Likuiditas tidak berdampak negatif pada nilai Hasil penelitian ini konsisten dengan Sari dan Sedana . , serta Afinindy et al. yang menyatakan bahwa likuiditas tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif, namun tidak konsisten dengan penelitian Nuswandari et al. Sukmawardini dan Ardianari . Damayanti dan Sucipto . , serta Imaama et al. yang menyebutkan bahwa likuiditas berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Sandi dan Andayani . , serta Yudha et al. yang menyebutkan bahwa likuiditas berdampak pada nilai perusahaan dengan arah Hasil penelitian ini juga tidak konsisten dengan Meivinia . , serta Husna dan Satria . yang menyatakan bahwa likuiditas tidak berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Tanggung jawab sosial tidak berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan Atmaja dan Astika . yang menyebutkan bahwa tanggungjawab sosial tidak berdampak negatif pada nilai perusahaan, namun tidak konsisten dengan penelitian Apriyani dan Sutjahyani . , serta Widiawati dan Linawati . yang menyebutkan bahwa tanggungjawab sosial berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Nuswandari et al. Chabib et al. Sandi dan Andayani . Lukman et al. , serta Yudha et al. yang menyebutkan bahwa tanggungjawab sosial berdampak positif pada nilai Hasil penelitian ini juga tidak konsisten dengan Wahyuni . yang menyatakan bahwa tanggungjawab sosial tidak berdampak positif terhadap nilai Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 Leverage tidak berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan Husna dan Satria . , serta Butar et al. yang menyatakan leverage tidak berdampak positif pada nilai perusahaan, namun tidak konsisten dengan penelitian Atmaja dan Astika . Karina dan Evendi . Radja dan Artini . , serta Yudha et al. yang menyatakan bahwa leverage berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Lukman et al. yang menyatakan bahwa leverage berdampak negatif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga tidak konsisten dengan Tassia dan Fidiana . yang menyatakan leverage tidak berdampak negatif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan Atmaja dan Astika . Chabib et al. Husna dan Satria . Sandi dan Andayani . Sari dan Sedana . Jaya . Radja dan Artini . Tassia dan Fidiana . Afinindy et al. Butar et al. Damayanti dan Sucipto . , serta Widiawati dan Linawati . yang menyatakan bahwa profitabilitas berdampak pada nilai perusahaan dengan arah positif, tetapi tidak konsisten dengan penelitian Nuswandari et al. Wahyuni . , serta Yudha et al. yang menyebutkan bahwa profitabilitas tidak berdampak positif pada nilai Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Meivinia . yang menyebutkan bahwa profitabilitas berdampak negatif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian ini juga tidak konsisten dengan Sukmawardini dan Ardianari . , serta Amin . yang menyebutkan bahwa profitabilitas tidak berdampak negatif pada nilai perusahaan. Ukuran perusahaan tidak berdampak negatif terhadap nilai Hasil penelitian ini konsisten dengan Karina dan Evendi . yang menyebutkan bahwa ukuran perusahaan tidak berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif, tetapi tidak konsisten dengan penelitian Susanti dan Restiana . yang menyebutkan bahwa ukuran perusahaan berdampak pada nilai perusahaan dengan arah negatif. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan Chabib et al. Husna dan Satria . Sandi dan Andayani . Radja dan Artini . Tassia dan Fidiana . , serta Lukman et al. yang menyebutkan bahwa ukuran perusahaan berdampak positif pada nilai perusahaan. Hasil penelitian Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 33-50 ini juga tidak konsisten dengan Jaya . dan Afinindy et al. yang menyebutkan bahwa ukuran perusahaan tidak berdampak positif terhadap nilai Penelitian ini hanya menggunakan variabel likuiditas, tanggungjawab sosial, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan untuk menentukan nilai Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya perlu menambah variabel lain seperti sustainability report yang diduga dapat memengaruhi nilai perusahaan. Adanya sustainability report memungkinkan perusahaan memperkirakan dampak operasi perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat/sosial, dan ekonomi. Selain itu sustainability report adalah bukti bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap para stakeholder, dimana dengan adanya pertanggungjawaban ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas dan nilai perusahaan. DAFTAR PUSTAKA