Shinta Rosalina. Carolyn Lukita & Devi Astriani/ Determinasi Penerimaan Dana Kredit Pada Umkm Di Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat DETERMINASI PENERIMAAN DANA KREDIT PADA UMKM DI KECAMATAN KARAWANG TIMUR KABUPATEN KARAWANG PROVINSI JAWA BARAT Shinta Rosalina1 Universitas Buana Perjuangan Karawang shintarosalina@mhs. Carolyn Lukita2 Universitas Buana Perjuangan Karawang carolyn@ubpkarawang. Devi Astriani3 Universitas Buana Perjuangan Karawang astriani@ubpkarawang. Revisions Required 2024-05-31 | Revisions Required 2024-06-22 | Revisions Required 2024-07-08 | Accept Submission 2024-07-10 Indonesia's economic growth raises various challenges that must be faced by MSME workers. The majority of challenges faced by MSMEs are related to a lack of capital to develop their business, so they require financial support from financial institutions. The aim of this research is to find out whether the implementation of SAK EMKM, socialization of SAK EMKM, business size, and perceived usefulness have an influence on the receipt of credit funds. The method applied in the research is a quantitative approach. The population studied consisted of 3,157 MSMEs in East Karawang. The sample was selected purposively with 97 respondents who met certain criteria. The respondents who were the research subjects were MSMEs in East Karawang District. Karawang Regency. Data analysis was carried out using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS version 4. The model analyzed includes measurement and structural aspects, as well as hypothesis testing. The research results show that the implementation of SAK EMKM, business size, and perceived usefulness have a significant influence on the receipt of credit funds. However, the socialization of SAK EMKM has no influence on the receipt of credit funds for MSMEs. Keywords: SAK EMKM. Business size, perception, credit funds PENDAHULUAN Pemerintah mengakui secara serius peranan yang penting dari Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah dalam struktur ekonomi Indonesia, yang ditunjukkan dengan penempatan UMKM di bawah kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Selain itu. UMKM telah menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi Indonesia. Pendorong ekonomi dari sektor UMKM diperkuat dan diakui sebagai elemen kunci dalam memperkuat fondasi ekonomi Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Shinta Rosalina. Carolyn Lukita & Devi Astriani/ Determinasi Penerimaan Dana Kredit Pada Umkm Di Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan upaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan perkembangan UMKM di Indonesia dengan memanfaatkan secara maksimal potensi ekonominya (Asaidah & Izzaty, 2. Setiap UMKM membutuhkan bantuan modal untuk mengembangkan bisnisnya. Kekurangan modal membuat pengusaha UMKM kesulitan memperluas usahanya, dan modal ini bisa diperoleh dari lembaga keuangan (Mubiroh & Ruscitasari, 2. Lembaga keuangan seperti bank memiliki peran yang sangat signifikan dalam menyediakan dana untuk mendukung perkembangan UMKM melalui modal kerja. Fungsi lembaga keuangan, khususnya perbankan, dalam konteks ini adalah memberikan pendanaan kepada pelaku usaha mikro melalui penyediaan kredit modal. BI telah mencatat bahwa penyaluran kredit perbankan kepada sektor UMKM terus meningkat dari tahun 2019 hingga Juni 2023. Tabel 1 Proporsi Kredit UMKM Posisi Kredit Proporsi Kredit UMKM Terhadap Total Kredit (Triliun Rupia. Mikro Kecil Menengah Total UMKM 277,23 332,12 488,79 1098,14 278,16 344,54 472,34 1095,04 365,01 1241,31 532,72 466,71 351,82 1351,25 Sumber : Bank Indonesia, 2023 . iolah penelit. Pemberian pinjaman kepada UMKM telah meningkat sekitar 3,22% pada bulan Juni 2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, jumlah kredit yang disalurkan kepada UMKM mencapai hingga Rp1. 351,25 triliun pada bulan Desember Dalam kategori skala usaha, penyaluran kredit terbesar dialokasikan untuk usaha mikro, dengan jumlah Rp621,3 triliun atau setara dengan 44,6%. Sementara itu, kredit yang disalurkan kepada usaha kecil mencapai Rp449,1 triliun atau 32,2%. Pada bulan Juni 2023, jumlah kredit yang diberikan kepada usaha menengah mencapai Rp324,3 triliun, yang setara dengan 23,3% dari total kredit yang diberikan kepada UMKM (Bank Indonesia, 2. Pemerintah Kabupaten Karawang mendata hingga tahun 2022, dari realisasi kredit senilai Rp128 miliar, hanya merangkul 091 pelaku usaha atau sekitar 35%. Mereka datang dari berbagai sektor antara lain pertanian, peternakan, manufaktur, transportasi, industri rumahan dan sektor Artinya sekitar 65% dari sektor UMKM belum mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dari lembaga perbankan (Kompas, 2. Para pelaku UMKM dihadapi oleh berbagai permasalahan yang rumit. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa berbagai transaksi bisnis ada dan terus berkembang seiring dengan aktivitas bisnis. Kegiatan operasional juga semakin beragam, selain kegiatan bisnis yang semakin kompleks dan transaksi yang beragam. Oleh karena itu, untuk mengendalikan kegiatan operasional secara efektif, perlu dilakukan pengelolaan kegiatan usaha (Parhusip & Herawati, 2. Bank dan lembaga keuangan adalah sumber pembiayaan sehingga UMKM bisa mendapatkan cadangan kredit. Namun. UMKM tanpa catatan akuntansi dan keuangan yang memadai mempersulit bank dan lembaga keuangan lainnya untuk mengevaluasi persyaratan pinjaman. Salah satu alasannya adalah individu atau anggota Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Shinta Rosalina. Carolyn Lukita & Devi Astriani/ Determinasi Penerimaan Dana Kredit Pada Umkm Di Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat keluarganya biasanya membentuk struktur kepemilikan UMKM. Oleh karena itu, tidak ada akuntabilitas publik, tidak ada peraturan yang mendukungnya, tidak ada audit atas laporan keuangan, atau sumber daya (Mubiroh & Ruscitasari, 2. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah disumbangkan kepada masyarakat pada tahun 2009 diharapkan program KUR ini akan memungkinkan adanya suntikan modal dan pembiayaan bagi UMKM merupakan salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah untuk mengatasi persoalan yang Namun, kenyataannya program KUR yang telah berjalan cukup lama belum dapat mengatasi persoalan tersebut (Uno et , 2. Untuk mengarahkan penerimaan kredit ke UMKM, bank membutuhkan data yang dapat dipercaya dalam mengevaluasi kelayakan usaha. Oleh karena itu, dapat dikatakan tingkat penerimaan kredit bank dipengaruhi oleh kualitas laporan keuangan UMKM. Bukti pasti yang terkait dengan metode perbankan dalam meminjamkan berdasarkan data keuangan dari peminjam atau dikenal sebagai laporan keuangan (Sarwani et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, untuk mengevaluasi kondisi aktual mengenai penerimaan dana kredit di wilayah Adiarsa Timur, dilakukan sebuah pra-survey dengan menyebarkan kuesioner sementara kepada 20 pemilik UMKM. Dari hasil pra-survey tersebut, terungkap bahwa penerimaan dana kredit di kelurahan Adiarsa Timur secara keseluruhan belum memenuhi ekspektasi yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa indikator yang menunjukkan kecenderungan negatif dari pemilik UMKM, seperti adanya ketidakmampuan pemilik UMKM untuk mengatasi beban usaha bulanan dengan modal yang dimiliki. Hal tersebut menyebabkan lembaga keuangan seperti bank yang akan memberikan pinjaman menjadi kurang percaya terhadap debitur atau pemilik UMKM. Sebelum tahun 2016, pelaku UMKM berpedoman pada SAK ETAP, namun penggunaan SAK ETAP tidak relevan karena efisiensi dan efektivitasnya untuk usaha kecil. Setelah itu, munculah SAK EMKM yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh DSAK. Oleh karena itu, laporan keuangan entitas UMKM secara khusus diatur oleh standar SAK EMKM, akan tetapi jika dibandingkan dengan SAK ETAP. SAK EMKM diharapkan dapat mempermudah pembukuan pelaporan keuangan pelaku usaha UMKM (Parhusip & Herawati, 2. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, untuk mengevaluasi pelaksanaan SAK EMKM di kelurahan Adiarsa Timur, telah dilakukan pra-survey dengan menyebarkan kuesioner sementara kepada 20 pemilik UMKM. Dari hasil pra-survey tersebut, terungkap bahwa pemilik UMKM di kelurahan Adiarsa Timur masih menghadapi kendala dalam menerapkan SAK EMKM. Masalah utamanya adalah kesulitan dalam mempelajari dan menerapkan SAK EMKM pada saat menyusun laporan keuangan karena pelaku UMKM belum memiliki pengetahuan yang lebih terkait SAK EMKM. Oleh karena itu. SAK EMKM belum diterapkan secara efektif dalam laporan keuangan UMKM. Hal ini menjelaskan bahwa penerapan SAK EMKM di Kelurahan Adiarsa Timur masih kurang baik dan belum memenuhi harapan lembaga Sosialisasi SAK EMKM membantu individu memahami cara beradaptasi dengan lingkungannya dan berkoordinasi dengan orang lain sesuai peran dan aturan yang telah SAK EMKM memudahkan UMKM dalam membuat laporan keuangan. Ini membuka peluang bagi mereka untuk mengikuti program pendanaan yang tersedia, sehingga mendapatkan akses ke berbagai sumber dana dari lembaga keuangan (Lestari et al. , 2. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Shinta Rosalina. Carolyn Lukita & Devi Astriani/ Determinasi Penerimaan Dana Kredit Pada Umkm Di Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Dari penjelasan tersebut, untuk memahami dengan lebih baik bagaimana proses sosialisasi SAK EMKM dilakukan di kelurahan Adiarsa Timur, sebuah pra-survey telah dilaksanakan dengan cara mengirimkan kuesioner sementara kepada 20 pemilik UMKM. Kuesioner tersebut mencakup indikator-indikator terkait sosialisasi SAK EMKM, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran lebih rinci mengenai keadaan Hasil pra-survey menggambarkan kondisi sosialisasi SAK EMKM di Kelurahan Adiarsa Timur secara keseluruhan belum sesuai harapan. HaI ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pemilik UMKM yang cenderung menjawab tidak setuju dengan pernyataan yang diberikan. Dari data yang ada, terlihat bahwa dinas koperasi dan UMKM tidak secara rutin melakukan sosialisasi tentang standar akuntansi keuangan. selain itu juga pemahaman tentang pelaporan keuangan. Saat mengevaluasi kredit, industri perbankan juga mempertimbangkan ukuran Ukuran suatu perusahaan dapat diukur dari berbagai aspek, seperti jumlah total aset, pendapatan penjualan, dan ratarata tingkat penjualan dan total aset. Perusahaan yang besar umumnya memiliki akses yang lebih mudah dalam mengajukan kredit daripada yang kecil. Selain itu, perusahaan besar juga cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan yang lebih kecil, sehingga tingkat pengembalian kreditnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang berskala kecil. Dalam hal ini kemampuan mereka untuk membayar kembali kredit, usaha kecil lebih berisiko daripada usaha Kemungkinan menerima pinjaman kredit meningkat dengan ukuran perusahaan yang besar (Sarwani et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut untuk menggambarkan ukuran usaha di Kelurahan Adiarsa Timur, telah dilakukan penyebaran kuesioner sementara terhadap 20 pemilik UMKM. Hasil survey awal menunjukkan bahwa di Kelurahan Adiarsa Timur, masih terdapat beberapa indikator yang belum memenuhi harapan dalam hal ukuran usaha. Ini disebabkan oleh beberapa faktor negatif yang dirasakan oleh pemilik UMKM terkait dengan ukuran usaha mereka. Misalnya, beberapa pemilik UMKM belum memiliki tenaga kerja yang memadai untuk menyelesaikan pekerjaan, dan volume penjualan usaha mereka belum mencapai target bulanan. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya kepercayaan pelaku UMKM oleh lembaga keuangan. Persepsi tentang manfaat sebagai pandangan subjektif pengguna terhadap potensi peningkatan kinerja suatu sistem, seperti sistem pembayaran elektronik. Ketika SAK EMKM meningkatkan kinerjanya, minat mereka untuk menggunakan SAK EMKM juga akan semakin tinggi. Apabila perusahaan merasa bahwa dengan berpedoman kepada SAK EMKM akan membuat perusahaan semakin berkembang dalam pencatatan kualitas laporan keuangan dan meningkatkan peluang bagi UMKM untuk menerima kredit. Oleh berpengaruh terhadap penerimaan dana kredit (Sitinjak, 2. Berdasarkan hal tersebut untuk mengetahui gambaran sebenarnya mengenai persepsi kebermanfaatan di Kelurahan Adiarsa Timur, telah dilakukan penyebaran kuesioner sementara terhadap 20 pemilik UMKM. Hasil survey awal menunjukkan bahwa di Kelurahan Adiarsa Timur, tanggapan pemilik UMKM mengenai persepsi kebermanfaatan SAK EMKM di kelurahan Adiarsa Timur, pemilik UMKM sebagian besar setuju terkait persepsi kebermanfaatan SAK EMKM, tapi masih terdapat masalah. Permasalahan yang terjadi Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. , 2024 Shinta Rosalina. Carolyn Lukita & Devi Astriani/ Determinasi Penerimaan Dana Kredit Pada Umkm Di Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat yaitu penggunaan SAK EMKM tidak terlalu berpengaruh dapat menghemat waktu setiap pemilik UMKM, selain itu secara SAK EMKM bermanfaatan dalam pekerjaan para pemilik UMKM. Hal tersebut terjadi karena implementasi SAK EMKM di kelurahan Adiarsa Timur masih belum begitu dikenal oleh pemilik UMKM. Penelitian (Sarwani et al. , 2. menunjukkan hasil bahwa implementasi SAK EMKM berpengaruh signifikan terhadap penerimaan kredit UMKM. Berbeda dengan penelitian (Sarwani et al. implementasi SAK EMKM tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan kredit UMKM. Ketidakkonsistenan hasil peneliti tertarik untuk mengangkat topik dan tema tersebut untuk diteliti. Penelitian ini merupakan perluasan dari penelitian sebelumnya yang diteliti oleh Asaidah, et , . dan Sarwani et al. , . yang menunjukkan hasil bahwa pengaruh implementasi SAK EMKM dan ukuran usaha terhadap penerimaan dana kredit, dengan menambahkan variabel bebas lainnya yaitu sosialisasi SAK EMKM, dan persepsi kebermanfaatan. Dari penjelasan diatas, diharapkan penelitian ini dapat memberikan bukti mengevaluasi, membantu, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan guna implementasi pertumbuhan bisnis sebagai bahan pertimbangan lembaga keuangan untuk mendapatkan kemudahan dalam penerimaan dana kredit bagi UMKM. Sehingga terdapat beberapa tujuan penelitian penerimaan dana kredit bagi pengusaha UMKM diantaranya untuk mengetahui pengaruh implementasi SAK EMKM, sosialisasi SAK EMKM, ukuran usaha, dan penerimaan dana kredit. KAJIAN PUSTAKA