Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 UPAYA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 3 PETERONGAN JOMBANG DIDIN SIROJUDIN CHUSNUL CHOTIMAH DZIKRUL HAKIM AL GHOZALI Universitas KH. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang ABSTRAKSI Dalam kehidupan manusia pendidikan merupakan faktor yang sangat esensial, karena pendidikan disini adalah proses sosialisasi yakni manusia harus mampu menterjemahkan konsep pendidikan dalam realitas kehidupan untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut dibutuhkan adanya lembaga pendidikan yang respek terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Permasalahan di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang adalah keberadaan Pendidikan Agama Islam belum banyak mengubah keadaan karena terjadinya sistem dikotomi pendidikan, pelajaran umum yang menomorduakan Pendidikan Agama Islam, sehingga guru agama kehilangan nyali untuk terus mengembangkan strategi Pendidikan Agama Islam. Dari permasalahan tersebut, maka tujuan pembahasan ini adalah tentang upaya yang dilakukan sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang. Metode penelitian yang di gunakan dalam peneliti ini adalah metode penelitian kualitatif, studi kasus. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa Guru SMP Negeri 3 Peterongan. Jombang konsen pada pembelajaran PAI. Terbukti dengan berbagai upaya yang dilakukan demi berhasilnya strategi sekolah dalam peningkatan pembelajaran PAI di sekolahan umum secara makro, dengan melakukan strategi-strategi khusus yang jitu antara lain: penyampaian pelajaran PAI secara integral, mengadakan latihan-latihan berupa kegiatan ekstra kurikuler, serta mengadakan evaluasi bersama setelah pembelajaran menjadikan siswa mudah dalam memahami pelajaran PAI serta dpat meminimalisisr bahkan terhapusnya dikotomi pendidikan disekolah. Kata Kunci: Upaya sekolah. Pengembangan Pembelajaran PAI. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 PENDAHULUAN Dalam hubungannya dengan manusia sebagai mahluk sosial, terkandung satu maksud manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antara manusia akan berlansung dalam berbagai bentuk komonikasi dan situasi. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi . Dari berbagai bentuk interaksi, khususnya mengenai interaksi yang disengaja, ada istilah interaksi idukatif. Interaksi idukatif adalah interaksi yang berlansung di dalam ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. Yang secara khusus disebut interaksi belajar mengajar (Sardiman, 1990: . Proses belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Agar tujuan pendidikan dan pengajaran berjalan dengan benar, maka perlu mengadministrasikan kegiatan-kegiatan belajar mengajar yang lazim disebut administrasi Bidang mengadministrasian ini sebenarnya merupakan pusat dari suatu kegiatan di sekolah. Menurut James B. Brow dalam (B. Subroto, 1997: . mengemukakan bahwa tugas dan peran guru antara lain menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. Joyci La Weil, berpendapat dalam (Usman, 1995: . mengatakan bahwa proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang utama. Peristiwa belajar mengajar banyak berakal pada berbagai pandangan dan konsep. Oleh karena itu, perwujudan proses belajar mengajar dapat terjadi dalam berbagai model Bruce dan Marsal Weil mengemukakan 22 model mengajar yang di kelompokkan kedalam hal, yaitu: . proses informasi, . perkembangan pribadi, . interaksi sosial, . modifikasi tingkah laku. Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi idukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mempunyai arti luas, tidak sekedar hubungan antara guru dan siswa, tetapi berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar (Usman, 1995: . Proses belajar mengajar mempunyai makna dan pengertian yang lebih luas dari pada pengertian mengajar. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin yang saling menunjang (Usman, 1995: . Pemahaman akan pengertian dan pandangan mengajar akan banyak mempengaruhi peranan dan aktifitas guru dalam mengajar. Sebaliknya, aktifitas guru dalam mengajar serta aktifitas siswa dalam belajar sangat bergantung pada pemahaman guru terhadap Mengajar bukan sekedar proses penyampaian ilmu pengatahuan, melainkan mengandung makna yang lebih luas, yakni terjadinya interaksi manusiawi dengan aspeknya yang cukup komplek (Usman, 1995: . Dalam praktek, pengajaran merupakan suatu proses yang sangat komplek, agar pengajaran dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang dirancang. Guru perlu mempertimbangkan strategi mengajar yang efektif. Dua macam pendekatan dalam strategi mengajar yaitu: pertama, strategi mengajar pendekatan kelompok dan kedua, strategi mengajar pendekatan individual (Ali, 1996: . Strategi mengajar pendekatan kelompok berkenaan dengan pengajaran suatu bahan pelajaran sama dalam waktu bersamaan untuk sekelompok siswa. Focus pembahasan tentang strategi ini berkaitan dengan bagaimana melakukan entry behavior yaitu . engenal kemampuan awal siswa dalam berlangsungnya proses belajar mengaja. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 bagaimana memilih metode yang efektif, bagaimana memilih alat pelajar yang relevan dan bagaimana melakukan pengendalian waktu (Ali, 1996: . METODE Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif, yaitu nilai dari perubahan-perubahan yang tidak dapat dinyatakan dalam angka-angka (Sumarsono 2003:. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui bagaimana upaya pengembangan pembelajaran pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang. Sedangkan jenis penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendiskripsikan apa-apa yang saat ini berlaku. Di dalamnya terdapat upaya mendiskripsikan, mencatat, analisis dan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang sekarang ini terjadi (Mardalis 2003: . Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Setelah melakukan pengumpulan data, maka peneliti melakukan analisis data dan dibagi menjadi dua tahap, yaitu: Pertama, analisis data di lapangan pada waktu pengumpulan data. Hal ini memberikan kesempatan terutama bagi peneliti lapangan untuk memikirkan data yang ada dan menyusun strategi guna mengumpulkan data yang kualitasnya lebih baik. Data-data yang peneliti analisis di lapangan . nalisis sementar. adalah: data tentang upaya-upaya pengembangan pembelajaran PAI, serta strategi sekolah dalam pengembangan pembelajaran PAI. Kedua, analisis data setelah proses pengumpulan data selesai dilaksanakan. Analisis ini merupakan kegiatan menyusun sistem sandi, yaitu memeriksa data, menuliskan, mengedit, mengklasifikasikan, mereduksi, dan menyajikan data. PEMBAHASAN DAN HASIL Hakekat Belajar dan Pembelajaran Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama Belajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek yang menerima pelajaran . asaran didi. , sedangkan mengajar menunjukkan pada apa yang harus dilakukan oleh seorang guru sebagai pengajar (Sudjana, 1983: . Dua konsep tersebut menjadi terpadu dalam suatu kegiatan manakah terjadi interaksi guru dengan siswa pada saat pengajaran itu berlangsung. Inilah makna belajar dan mengajar sebagai suatu proses. Interaksi guru dengan siswa sebagai makna utama proses pengajaran memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pengajaran yang Mengingat kedudukan siswa sebagai subyek dan sekaligus juga sebagai obyek dalam pengajaran. Makna inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai suatu tujuan pengajaran (Sudjana, 1983: . Belajar bukan menghafal dan bukan pula mengingat. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditemukan dalam berbagai bentuk seperti, pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilannya, kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya pemahaman penerimanya dan lain-lain aspek yang ada pada individu (Sudjana, 1983: . Oleh karena itu, belajar adalah proses yang aktif, belajar adalah proses mereaksi terhadap semua satuan yang ada di sekitar individu. Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar adalah melihat. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 mengamati, memahami sesuatu, apabila kita berbicara tentang belajar maka kita berbicara bagaimana mengubah tingkah laku seseorang. Berikut ini kami tuliskan beberapa pandangan . para pakar tentang masalah belajar dan proses belajar mengajar. Skinner berpendapat bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak belajar maka responnya menurun. Menurut Gagne, belajar merupakan kegiatan yang komplek. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memilih keterampilan pengetahuan, sikap dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar. Menurut Plage bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka fungsi intelek semakin berkembang (Mudjiono, 1998: 13-. Sedangkan proses belajar mengajar menurut Uzer Usman dalam (B. Suryosubroto, 1997: . adalah suatu yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu selanjutnya dalam buku pedoman guru pendidikan Agama Islam terbitan Depag RI, proses belajar mengajar adalah proses yang mengandung dua pengertian yaitu rentetan tahapan atau fase dalam mempelajari sesuatu, dan dapat pula berarti sebagai rentetan kegiatan perencanaan oleh guru, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsurunsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga laboratorium. Material meliputi buku-buku, papan tulis, fotografi, slider dan flum, audio dan video, tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruang kelas, perlengkapan audio visual, dan juga komputer. Prosedur meliputi, jadwal dan metode penyampaian informasi, praktek, belajar, ujian dan sebagainya (Hamalik, 2001: . Masalah-Masalah Dalam Belajar dan Pembelajaran Pembelajaran yang menimbulkan interaksi belajar-mengajar antara siswa mendorong perilaku belajar siswa. Siswa merupakan kunci terjadinya belajar dan ketercapaian sasaran belajar. Dengan demikian, bagi siswa perilaku belajar merupakan proses belajar yang dialami, dihayati dan sekaligus merupakan aktivitas belajar tentang bahan dan sumber belajar di lingkungannya. Bagi siswa dalam kegiatan belajar tersebut ada tiga tahapan, yaitu sebelum belajar, kegiatan selama proses belajar, dan kegiatan sesudah belajar. Pada tahapan sesudah belajar diharapkan siswa memiliki hasil belajar sebagai sesuatu kemampuan yang lebih baik. Sedangkan bagi guru, perilaku belajar siswa tersebut merupakan hal yang dapat diamati dan dievaluasi. Bagi guru yang bertindak membelajarkan siswa. Kegiatan belajar siswa tersebut merupakan akibat tingkat pengorganisasian belajar. Bahan belajar dan sumber belajar, serta tindakan evaluasi Interaksi belajar-mengajar yang dilakukan oleh siswa sebagai pelajar dan guru sebagai pembelajaran dapat menimbulkan masalah-masalah belajar. Dari siswa yang bertindak belajar akan menimbulkan masalah-masalah inter belajar. Dari sisi guru yang memusatkan perhatian pada pembelajaran yang belajar maka akan muncul faktor-faktor eksternal yang memungkinkan terjadinya belajar (Mojiono, 1998: . Faktor-faktor internal yang dialami dan dihayati oleh siswa meliputi sikap terhadap belajar, motivasi belajar dan konsentrasi belajar, kemampuan mengelola belajar, kemampuan menyimpan perolehan hasil belajar, kemampuan mengendalikan hasil Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 belajar yang tersimpan, kemampuan berprestasi atau untuk hasil belajar, rasa percaya diri siswa, intelegensi dan kepribadian belajar, kebiasaan belajar dan cita-cita siswa. Faktorfaktor intern akan menjadi masalah sejauh siswa tidak dapat menghasilkan tindak belajar yang menghasilkan belajar yang lebih baik (Mujiono, 1998: . Faktor-faktor eksternal belajar meliputi hal-hal sebagai berikut: guru sebagai pembina belajar, prasarana dan sarana pembelajaran, kebijakan penilaian, lingkungan sosial siswa di sekolah dan kurikulum sekolah. Dari itu, guru sebagai pembelajar maka peranan guru dalam mengatasi masalah-masalah eksternal belajar merupakan persyaratan terlaksananya belajar. Guru sebagai pembelajar memiliki kewajiban mencari, menemukan dan diharapkan memecahkan masalah-masalah belajar siswa. Dalam pencarian dan penemuan masalahmasalah tersebut guru dapat melakukan langkah-langkah berupa, pengamatan perilaku belajar, analisis hasil belajar dan melakukan tes hasil belajar. Dengan langkah-langkah tersebut guru memperoleh peluang penghimpunan data siswa berkenaan dengan proses belajar dan hasil belajar. Sebagai guru profesional diharapkan guru mempunyai kemampuan melakukan penelitian secara sederhana agar dapat menemukan masalahmasalah belajar dan memecahkan masalah belajar (Mujiono, 1998: . Pengertian Pendidikan Agama Islam Istilah pendidikan berasal dari kata Au didik Au dengan memberinya awalan AupeAy dan akhiran AuanAy mengandung arti AuperubahanAy . al, cara dan sebagainy. Istilah pendidikan dalam bahasa Yunani, yaitu AupaedagogiesAy yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Kemudian didalam bahasa Inggris disebut dengan AueducationAy yang berarti pengembangan atau bimbingan dalam PAI istilah ini sering diterjemahkan dengan AutarbiyahAy yang berarti pendidikan (Ramayulis, 1994: . Jadi yang dimaksud dengan pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan (Purwanto, 1997: . Sedangkan Marimba mengatakan pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama (Marimba, 1989: . Jadi dalam pendidikan terdapat unsur-unsur. Usaha . usaha itu bersifat bimbingan . impinan atau pertolonga. dan dilakukan secara sadar. Ada pendidik. Ada yang di didik atau si terdidik. Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan. Dalam usaha itu tertentu ada alat-alat yang dipergunakan (Marimba, 1989: . Kita memakai istilah bimbingan atau pimpinan. Oleh karena itu, istilah ini dapat menunjukkan sifat hubungan yang kita perlukan dalam usaha-usaha pendidikan. Dalam istilah pimpinan atau bimbingan tersiratlah dua subyek yang AulebihAy dengan yang AukurangAy yang membimbing memiliki sifat AulebihAy daripada yang dibimbing, tentu saja dalam hal-hal yang berhubungan dengan tujuan pendidikan, pihak yang AulebihAy atau si pendidik memberi bimbingan kepada pihak yang AukurangAy atau si terdidik. Dalam dunia pendidikan yang lazim disebut pendidik adalah orang tua, guru dan pimpinan masyarakat atau tugasnya orang-orang yang telah dewasa (Marimba, 1989: . Sedangkan yang dimaksud dengan Pendidikan Islam adalah merupakan konsep berfikir yang bersifat mendalam dan terperinci tentang masalah kependidikan yang bersumberkan ajaran Islam, dimana rumusan-rumusan tentang konsep dasar, pola sistem, tujuan, metode dan materi kependidikan Islam disusun menjadi suatu ilmu yang bulat (Unbiyati, 1997: . Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Adapun istilah Pendidikan Agama Islam menurut Muhaimin, timbul sebagai akibat logis dari pandangan bahwa agama Islam adalah nama bagi agama yang menjadi anutan dan pandangan hidup umat Islam. Agama Islam diyakini oleh pemeluknya sebagai ajaran yang berasal dari Allah, yang memberikan petunjuk ke jalan yang benar menuju keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Pendidikan Agama Islam, dalam hal ini bisa dipahami sebagai Auproses dan upaya serta cara mendidikkan ajaran Agama Islam tersebut agar menjadi anutan dan pandangan hidup . ay of lif. bagi seseorang Au. Penekanannya adalah pada pendidikan terhadap seseorang atau pribadi, agar menjadi orang atau pribadi yang muslim (Muhaimin, 1993: . Beberapa pengertian pendidikan Islam adalah sebagaimana dipaparkan oleh beberapa pakar sebagai berikut: Menurut Burlian Somad dalam (Djamaluddin, 1997: . mengemukakan bahwa: Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri, berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya adalah mewujudkan tujuan itu, yaitu ajaran Allah. Secara terperinci, beliau mengemukakan pendidikan itu disebut pendidikan Islam apabila memiliki dua ciri khas, yaitu: Tujuannya membentuk individu menjadi bercorak diri tertinggi menurut ukuran Al-QurAoan. Isi pendidikannya adalah ajaran Allah yang tercantum dengan lengkap di dalam Al-QurAoan yang pelaksanaannya di dalam praktek hidup sehari-hari sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW (Djamaluddin, 1997: . Menurut Syekh Muhammad AN-Naquib Al-Attas dalam (Djamaluddin, 1997: . mengemukakan: Pendidikan Islam adalah usaha yang dilakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan keberadaan. Hasil seminar pendidikan Islam se-Indonesia tanggal 7 sampai dengan 11 Mei 1960 Cipayung Bogor: Pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarah, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya pelajaran ajaran Islam (Djamaluddin, 1997: Dari beberapa pendapat diatas dapat kita simpulkan bahwasanya pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk individu, membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan Tuhan, serta penghargaan terhadap makhluk lain dan alam sekitar yang muaranya pada insan Al-Kamil. Tujuan dan Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam Tujuan adalah sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau kelompok orang yang melakukan suatu kegiatan. Oleh karena itu, tujuan ilmu pendidikan Islam yaitu sasaran yang akan dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang yang melaksanakan pendidikan Islam. Menurut Marimba . 9: . memaparkan fungsi tujuan itu ada 4 macam yaitu: . Mengakhiri usaha . Mengarahkan usaha . Merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain, baik tujuan baru maupun tujuan lanjutan dari tujuan pertama. Memberi nilai . pada usaha-usaha. Dikatakan oleh Zakiyah Darajat dalam (Uhbiyah, 1997: . bahwa pendidikan Islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan Al-Kamil dengan pola takwa, insan Al-Kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT. Ini mengandung arti bahwa pendidikan Islam diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakat serta senang dan gemar mengamalkan serta mengembangkan ajaran Islam. Dalam hubungan dengan Allah dan sesamanya, dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta untuk kepentingan hidup di dunia kini dan akhirat kelak. Tujuan ini kelihatannya terlalu ideal sehingga sukar dicapai, tetapi dengan kerja keras yang dilakukan secara berencana dengan kerangkakerangka kerja yang konsepsional mendasar, pencapaian tujuan itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Adapun ruang lingkup bahan pelajaran pendidikan Islam meliputi 7 unsur pokok yaitu: . Keimanan . Ibadah . Al-QurAoan . Akhlak . Muamalat . Sejarah . Tarikh (GBPP PAI, 1. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam proses pendidikan diperlukan suatu perhitungan tentang kondisi dan situasi dimana proses tersebut berlangsung dalam jangka panjang. Dengan perhitungan tersebut, maka proses pendidikan Islam akan lebih terarah kepada tujuan yang hendak dicapai, karena segala sesuatunya telah direncanakan secara matang. Itulah sebabnya pendidikan memerlukan strategi yang menyangkut pada masalah bagaimana melaksanakan proses pendidikan terdapat sasaran pendidikan dengan melihat situasi dan kondisi yang ada, dan juga bagaimana agar dalam proses tersebut tidak terdapat hambatan serta gangguan baik internal maupun eksternal yang menyangkut kelembagaan atau lingkungan sekitarnya. Jadi, yang dimaksud strategi adalah segala cara dan daya untuk menghadapi sasaran tertentu dalam kondisi tertentu agar memperoleh hasil yang diharapkan secara maksimal. Sedangkan strategi pendidikan pada hakekatnya adalah pengetahuan atau seni mendayagunakan semua faktor kekuatan untuk mengamankan sasaran kependidikan yang hendak dicapai melalui perencanaan dan pengarahan dalam operasionalisasi sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan yang ada, termasuk pula perhitungan hambatan-hambatan baik berupa fisik atau non fisik (M. Arif n, 1994: . Bahan atau Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Sebagaimana diketahui, bahwa ajaran pokok Islam meliputi: Masalah keimanan (Aqida. Masalah keislaman (SyariAoa. Masalah ikhsan (Aka. Aqidah: adalah bersifat IAotikad batin, mengajarkan keesaan Allah. Esa sebagai Tuhan yang mencipta, mengatur dan meniadakan alam ini. SyariAoat: adalah hubungan dengan alam lahir dalam rangka mentaati semua peraturan dan hukum Tuhan, guna mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan dan mengatur pergaulan hidup dan kehidupan bangsa. Akhlak: adalah suatu amalan yang bersifat pelengkap penyempurnaan bagi kedua diatas dan yang mengajarkan tentang tata cara pergaulan hidup manusia (Zuhairini, 1983: . Ruang lingkup pembahasan, luas mendalam pembahasan tergantung kepada jenis lembaga pendidikan yang bersangkutan, tingkatan kelas, tujuan kemampuan anak-anak sebagai konsumennya. Untuk sekolah-sekolah Agama tentunya pembahasannya lebih luas, mendalam dan terperinci dari pada sekolahan umum, demikian pula perbedaan untuk tingkatan rendah dan tingkatan kelas yang tinggi. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Upaya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang Waktu yang disediakan untuk materi Pendidikan Agama Islam cukup memadai dikarenakan kurikulum yang dibuat hasil perpaduan kurikulum diknas dan kurikulum dari pondok atau disebut juga muatan lokal dilaksanakan dengan baik sebagaimana aturan yang telah ditetapkan, namun ada lagi upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas atau keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam diantaranya : Menggunakan penyampaian Pendidikan Agama Islam secara integral. Artinya dalam setiap mata pelajaran baik yang umum maupun pelajaran agama, maka dalam penyampaian itu disilipkan juga nilai-nilai Islam supaya terjadi kesinambungan antara pelajaran pendidikan agama Islam dengan pendidikan umum. Dengan begitu siswa akan berfikir bahwa antara pendidikan Agama Islam dengan pendidikan umum samasama penting untuk dipelajari. Dengan demikian dapat dipahami bahwa Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang sudah disampaikan secara integral. Mengingat Pendidikan Agama Islam dan pendidikan umum sama-sama memiliki peran penting dalam keidupan, untuk dipelajari secara sungguh-sungguh dalam upaya pemberantasan buta huruf dan menghindarkan diri dari kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi yang semakin hari semakin pesat berkembang. Diadakannya bimbingan khusus berupa baca tulis Al-QurAoan, praktek sholat untuk semua kelas antara kelas 1 sampai kelas 3. juga dikembangkan latihan-latihan dalam kegiatan ekstra kurikuler untuk menunjang anak didik dalam memahami materi Pendidikan Agama Islam lebih muda dan cepat di mengerati. Dengan upaya-upaya ini hasil konkrit yang dapat di pahami adalah: A Siswa rata-rata bisa baca al-QurAoan secara baik dan benar A Siswa rata-rata memiliki akhlakul karimah yang baik, hal ini dapat dilihat, tidak pernah terjadi kasus siswa yang terlibat dengan obat-obatan terlarang, sex bebas dan A Siswa rata-rata berbusana sopan, baik dan rapi. Upaya Guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang Adapun upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang adalah guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran PAI dengan menggunakan metode campuran sepeti: diskusi, tanya jawab, dan lain-lain. Dalam muatan lokal/kurikulum yang berasal dari pondok, guru juga ikut andil didalamnya seperti dalam baca tulis al-QuarAoan, pengajian keagamaan, praktek, untuk semua kelas, semua ini tidak terlepas dari tanggung jawab guru sebagai pendidik. Tujuan diadakan muatan lokal di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang yaitu untuk menciptakan peserta didik yang memiliki ilmu pengetahuan agama sehingga mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari uraian diatasa dapat dipahami bahwa upaya guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang dengan meliputi. kegiatan pra instuksional dan kegiatan instruksional . ujuan, materi, metode, evaluas. Kegiatan pra instruksional . ebelum guru mengaja. A Mempersiapkan bahan yang akan diajarkan A Mempersiapkan alat-alat peraga yang dibutuhkan A Mempelajari kesiapan siswa A Motivasi siswa untuk aktifitas belajar dengan pertanyaan-pertanyaan. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Kegiatan instruksional . ahapan pelaksanaa. A Menetapkan Tujuan Tujuan umum pendidikan agama Islam di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang yaitu: untuk meningkatkan keimanan, pemahamn, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, seingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Sedangkan tujuannya adalah meciptakan anak didik yang memiliki ilmu pengetahuan dibidang agama dengan baik. Sehingga memiliki prilaku yang baik dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Jelas bahwa tujuan pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang sarat dengan muatan moral islam seabagai pengamalan pancasila. Kenyataannya disini titik tekan tujuan pendidikan agama islam adalah nilai-nilai budi, tingkah laku masing-masing sisawa dalam kehidupan sehari-hari. A Materi Materi pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang berpedoman pada kurikulum yang merupakan materi pokok yang disampaikan adalah aspek rasionalnya dan terkait erat relevansinya dengan kehidupan sosial dewasa ini. A Metode Seiring dengan gambaran tujuan dan materi diatas, maka metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran PAI adalah metode campuran seperti. ceramah, diskusi, tanya jawab, dan lain-lain. Ini dimaksudkan supaya siswa tidak bosan di dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam lebih banyak metode yang digunakan bersifat rasional, menantang dan membuka pikiran siswa untuk berfikir kedepan dan mereka merasa terpaggil untuk menghadirkan agama dalam kehidupan Dalam arti agama yang diidealkan mampu mencari dan meemukan kebenaran dan menembus kegelapan. Ia tidak hanya benar dalam tatanan idiologis atau iman, akan tetapi ia juga benar dalam tatanan empirik dalam kehidupan Dalam hal ini khusus kelas 3 diadakan praktikum supaya pembelajaran PAI lebih mendalam dan terarah. A Evaluasi Berdasarkan denga evaluasi ini, maka guru memberikan pekerjaan rumah, tugas lain untuk pengelaman, tes lapanagn . eneliti masyarakat sekitar tentang kebiasaan shola. Penilaian Di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang ini menggunakan sistem yang beragam meliputi: kognitif, efektif, psikomotorik. Tindak lanjut Selanjutnya dalam pengembangan pembelajaran ini untuk menambah pengetahuan anak didik dalam bidang agama, maka diadakan kegiatan ekstra kurikuler dalam bentuk: Kegiatan peringatan hari-hari besar Agama Islam Pengajian keagamaan (Kerohania. untuk semua kelas Baca tulis Al-QurAoan untuk semua kelas mulai kelas 1 sampai kelas 3 Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 Mengenai penilai ekstra lebih ditekankan hasil kegiatan tersebut yang dilakukan berdasarkan pengamatan guru oleh petugas yang telah dijadwalkan Hasil penilain kegiatan ekstra kurikuler tidak menjadi bahan dalam menentukan keberhasilan sisawa, akan tetapi dapat dipakai sebagai perkembangan dalam memperbesar prosentasi kehadiran komolatif bagi siswa yang belum menemukan presensi 90% serta dapat dipakai untuk meningkatkan siswa. Hasil penilaian kegiatan ekstra kurikuler ini dinyatakan secara kualitatif, yang dinyatakan dengan baik, cukup, dan kurang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang AuUpaya Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 3 Peterongan JombangAy dapat disimpulkan sebagai berikut: Terintegrasinya dengan baik antara kurikulum dari DIKNAS dan muatan lokal/ kurikulum dari Pondok yang berbasis keagamaan sehingga memudahkan Tujuan atau visi dan misi pendidikan di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang tercapai. Dalam menyampaikan pesan pendidikan Agama Islam diperlukan pembelajaran yg memadai. Media pembelajaran pendidikan agama adalah perantara atau pengantar pesan dari guru agama kepada penerima pesan yakni siswa. Kendala yang masih ada di dalam proses Pembelajaran di SMP Negeri 3 Peterongan Jombang, yaitu mengenai Media Pembelajaran PAI masih perlu di tambah Lingkungan disekitar SMP Negeri 3 Peterongan Jombang yaitu Pondok Pesantren Darul Ulum memberi dorongan atau dapat memberikan motivasi dan rangsangan terhadap siswa agar supaya berbuat baik. Sehingga dengan demikian jiwa keagamaan anak akan selalu terpupuk dan terbina dengan baik. Seminar Nasional Islam Moderat ISSN : 2622-9994 UNWAHA Jombang, 13 Juli 2018 DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Marimba. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandng: PT MaAoarif. Ahmad. Tafsir. Methodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ahmadi. Abu. Metodek Khusus Pendidikan Agama (MKPA). Bandung: Arunco. Abin. Syamsuddin. Makmun. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dimayati & Mojiono. Belajar & Pembelajaran. Jakarta : PT. Reneka Cipta. Djamaluddin & Abdullah Ali. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Bandung: PT. Pustaka