JURNAL REKAYASA MESIN (JRM) Hal: 99-99 Vol. XX. No. XX. April 2024 e-ISSN: 2988-7429. p-ISSN: 2337-828X https://ejournal. id/index. php/jurnal-rekayasa-mesin Rancang Bangun Mesin Pengaduk Adonan Bolu Menggunakan Motor Listrik A HP Rafly Budi Prasetyo1. Dyah Riandadari2. Andita Nataria Fitri Ganda3. Diah Wulandari4, 1,2,3,4 Teknik Mesin. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia 60231 . E-mail: dyahraiandadari@unesa. Abstrak: Dengan kemajuan teknologi manusia semakin menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi. Mesin pengaduk adonan bolu merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk memudahkan mengaduk adonan. Mesin pengaduk adonan bolu membantu mempercepat pembuatan adonan dan menghemat tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengetehui kinerja mesin pengaduk adonan. Desain mesin pengaduk adonan bolu menggunakan motor listrik dengan Rpm input 1400 dan Rpm output 600 Rpm dilengkapi dengan pengaduk berbahan ass stainless dengan panjang 47 cm lebar 18 cm dan tinggi 20 cm, menggunakan transmisi pulley 3 inci dan 7 inci dan v-belt A49. Berdasarkan desain yang dibuat didapatkan yaitu mesin memiliki dimensi panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 80 cm dengan menggunakan material besi berukuran 3,5 mm x 3,5 mm tebal 1,2 mm dan plat 2 mm. Wadah berdiameter 50 cm x 50 cm. Poros pengaduk terbuat dari ass besi dengan radius 0,1 m dengan daya mesin sebesar 0,5 hp. Setelah d uji coba kinerja mesin pengaduk adonan bolu berjalan dengan kecepatan linier sebesar 9,56 m/s dan kecepatan angular sebesar 2,39 rad/s. Kata kunci: mesin pengaduk adonan, motor listrik, rancang bangun, teknologi tepat guna. Abstract: With advances in technology, humans are increasingly showing higher levels of creativity. sponge dough mixer machine is a tool that can be used to make it easier to mix the dough. Sponge dough mixer machines help speed up dough making and save energy. This research aims to design and determine the performance of a dough mixer machine. The design of the sponge dough mixer machine uses an electric motor with an input Rpm of 1400 and an output Rpm of 600 Rpm equipped with a stainless steel stirrer with a length of 47 cm, a width of 10 cm and a height of 20 cm, using a 3 inch and 7 inch pulley transmission and an A51 v-belt. Based on the design, it was found that the machine has dimensions of 100 cm long, 80 cm wide and 80 cm high using iron material measuring 3. 5 mm x 3. 5 mm and 2 mm plate. The container has a diameter of 50 cm x 50 cm. The stirring shaft is made of iron shaft with a radius of 0. 1 m with an engine power of 0. 5 hp. After testing the performance of the sponge dough mixer machine it runs with a linear speed 56 m/s and an angular speed of 2. 39 rad/s. Keywords: dough mixer machine, electric motor, design, appropriate technology. A 2024. JRM (Jurnal Rekayasa Mesi. dipublikasikan oleh ejournal Teknik Mesin Fakultas Vokasi UNESA. proses agar lebih menghemat waktu dan tenaga. Hal ini disebabkan mesin pengaduk adonan dapat mempercepat dan mengurangi jumlah tenaga yang dibutuhkan dalam proses produksi (Dewi dkk, 2. Seperti UMKM Bolu milik Bapak Sukamto di Dusun Njajar. Desa Campursari. Kabupaten Magetan yang proses pengadukan adonan masih memakan waktu hingga 2 jam dan sangat menguras tenaga karena harus menggunakan hand mixer. Dimana setiap harinya harus mengaduk adonan sebanyak 12 kg, dan biasanya semakin meningkat jika ada pesanan untuk acara. Untuk pemasaran setiap harinya di beberapa pasar-pasar di wilayah magetan, namun menggunakan hand mixer mengakibatkan suatu permasalahan yaitu proses pengadukan yang masih memakan waktu cukup lama. Banyak mesin atau alat yang dibuat untuk membantu pekerjaan manusia di bidang pertanian, rumah tangga, dan industri. Ini karena manusia menyadari keterbatasan waktu, tenaga, dan ruang gerak mereka, sehingga PENDAHULUAN Perkembangan teknologi saat ini tidak dapat dipungkiri telah berkembang dengan pesat. Hampir sebagian besar industri rumah tangga, baik kecil, menengah, maupun besar, telah memanfaatkan Dengan kemajuan teknologi, manusia menjadi lebih kreatif, yang menghasilkan ide-ide yang bermanfaat bagi pekerjaan manusia, seperti dalam sektor industri rumah tangga. Usaha makanan seperti roti, kue, bolu, donat yang berskala kecil biasanya tidak memiliki mesin pengaduk yang cukup, sehingga proses produksi masih saja ada yang menggunakan hand mixer yang menyebabkan proses produksi membutuhkan waktu yang lama. Karena hand mixer biasanya digunakan untuk mengaduk adonan kue ringan, selain itu hand mixer mempunyai bentuk dan berat yang kecil. Sehingga tidak dapat memproduksi adonan dengan kapasitas yang banyak dalam sekali pengadukan. Maka diperlukan sebuah inovasi yang dapat membantu proses pengadukan adonan dengan kapasitas yang besar untuk satu kali Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX penggunaan mesin telah memungkinkan efisiensi kerja yang lebih baik. Namun kebanyakan mesin atau alat yang di produksi pabrikan memiliki harga yang mahal sehingga cukup memberatkan industri-industri kecil. Berdasarkan hal tersebut penulis mengangkat judul Ay RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK ADONAN BOLU MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK A HP. Ay Dengan dibuatnya alat ini diharapkan dapat membantu efisiensi waktu dan tenaga karena cukup satu kali proses pengadukan adonan dapat menampung kapasitas sebanyak 12 kg dengan waktu lebih cepat karena menggunakan motor Listrik A hp dengan putaran yang lebih cepat dan disalurkan dengan pulley dan v-belt untuk menggerakan poros pengaduk, serta komponen yang sederhana untuk meminimalisir biaya. DASAR TEORI Rancang Bangun Pengertian rancang bangun dapat dijelaskan berdasarkan perspektif para ahli di berbagai bidang. Berikut adalah beberapa definisi atau pandangan dari beberapa ahli di beberapa bidang tertentu: Menurut F. Warren McFarlan, seorang profesor di Harvard Business School, rancang bangun adalah proses pengorganisasian sumber daya untuk mencapai suatu tujuan atau solusi tertentu. Menurut Henry Petroski, seorang ahli teknik sipil, rancang bangun adalah suatu proses yang melibatkan kreativitas dalam merancang, menguji, dan memperbaiki produk atau sistem. Rancang bangun adalah tahap awal dari membuat gambaran dan bentuk sketsa yang belum pernah dibuat sama sekali lalu di Kelola menjadi gambaran diinginkan(Hayati, 2. Dari beberapa pengertian rancang bangun di atas dapat disimpulkan Rancang bangun adalah pendekatan sistematis untuk mengatasi suatu masalah atau menciptakan sesuatu yang baru. Penerapannya dapat berbeda-beda tergantung pada konteksnya, baik itu dalam pengembangan perangkat lunak, desain produk, atau bidang lainnya. Motor Listrik Motor listrik adalah komponen standar pada sistem penggerak yang digunakan pada mesin pencacah serabut kelapa (Priono dkk, 2. Pada motor listrik, tenaga mekanik dihasilkan dari tenaga Motor listrik umumnya digunakan di rumah tangga sebagai penggerak kipas angin, mesin cuci, blender, pompa air, dan mixer. Dan di bidang industry digunakan sebagai penggerak bor listrik, gerinda, blower, menggerakan kompresor, dan mengangkat bahan. Cara kerja dari motor listrik Setiap jenis motor memiliki mekanisme kerja yang Gambar 1. Motor Listrik (Effendi&Setiawan,2. Motor Listrik AC Motor Listrik Arus Bolak-balik (AC) adalah menggunakan sumber tegangan arus listrik bolakbalik untuk beroperasi. Motor listrik AC merupakan arus listrik bolak-balik yang dikembangkan oleh nikola tesla bekerja sama dengan perusahaan westinghouse dan digunakan secara umum pada tahun 1900-an (Assiddiq dkk, 2. Induksi elektromagnetik, atau generator AC adalah sumber arus AC yang paling umum. Motor AC dapat bekerja dengan tegangan sumber AC, jadi konstruksinya berbeda dari gulungan rotor dan statornya. Pada motor listrik satu fasa, motor diklasifikasikan menjadi tiga jenis motor: motor induksi kapasitor, motor shaded pole, dan motor universal (Febrian Fatahillah,2. Motor AC dapat dilengkapi dengan penggerak frekuensi variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus mengurangi daya. Motor induksi AC memiliki rasio daya terhadap berat yang cukup tinggi, dan harganya setengah atau kurang dari motor DC (Effendi & Setiawan, 2. Motor Listrik yang digunakan tipe Maestro YC80-4 0,5hp dengan Rpm 1400. Tegangan 220V. Frekuensi 50Hz. Daya 375 Watt. Terlebih dahulu menghitung gaya benda dengan rumus persamaan untuk menghitung gaya beban (Effendi&Setiawan, 2. dibawah ini. F=mxg . Setelah itu menghitung torsi yang bekerja mesin pengaduk adonan bolu ini menggunakan persamaan (Effendi&Setiawan, 2. dibawah ini. T=mxg . Dimana: T = Torsi (N. F = Beban Putaran . r = jari-jari . Daya yang dibutuhkan oleh mesin untuk proses pengadukan adonan didapatkan dengan persamaan (Joseph E. Shigle,1984:. dibawah ini. ycy!"#"$ = 2. 3,14. ycN!"#"$ . Dimana: ycy!"#"$ = yccycaycyca ycoycuycycuyc . n = putaran akibat motor listrik . utaran/deti. ycN!"#"$ = ycoyceycayceycyycaycycaycu ycycaycuyci ycayceycoyceycycyca . cAyc. Pulley Pulley adalah suatu roda berlekuk atau berulir yang dipasang pada poros, bersama dengan sabuk atau tali yang melewatinya. Pulley digunakan untuk mentransfer gerakan rotasi dari satu bagian mesin atau perangkat ke bagian lainnya. Pulley berfungsi Rafly Budi Prasetyo, dkk. | Rancang Bangun Mesin pengaduk AdonanA Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX untuk mentransmisikan torsi dan gerakan berputar dari suatu komponen ke komponen lain (Pratiwi & Sasongko, 2. Pulley sering digunakan dalam kombinasi dengan sistem sabuk atau rantai untuk menghubungkan dua poros yang berjarak jauh. Sistem ini memungkinkan transmisi gerakan rotasi dengan lebih efisien dan memungkinkan penggunaan daya atau tenaga yang dihasilkan di satu tempat untuk melakukan pekerjaan di tempat lain. Mesin yang menggunakan pulley atau V-belt memiliki kelebihan yaitu tidak terlalu berisik dan biaya perawatan yang relatif lebih rendah dibandingkan penggerak yang menggunakan roda gigi atau rantai, namun kelemahannya adalah tenaga yang dihasilkan tidak sekuat mesin Gearbox dengan roda gigi (Haris Mahmudi,2. Gambar 2. Pulley (Pratiwi&Sasongko, 2. Untuk menentukan ukuran pully yang digerakan dapat dihitung dengan persamaan . ularso,2004:. dibawah ini. = &" Dimana: ycu' = ycoyceycayceycyycaycycaycu ycyycycoycoyc ycoycuycycuyc . ycu( = ycoyceycayceycyycaycycaycu ycyycycoycoyc ycyyceycuyciycayccycyco . ycc' = yccycnycaycoycyceyc ycyycycoycoyc ycoycuycycuyc . ycc( = yccycnycaycoycyceyc ycyycycoycoyceyc ycyyceycuyciycayccycyco . V-Belt V-belt adalah suatu elemen mesin yang terbuat dari bahan fleksibel yang dapat digunakan dengan mudah untuk mentransmisikan torsi dan gerakan berputar dari suatu komponen ke komponen lainnya, dimana belt tersebut dililitkan dengan pulley yang melekat pada poros yang akan berputar (Nugraha dkk, 2. V-belt sering digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti mesin penggerak kendaraan, mesin industri, mesin pertanian, dan banyak lagi. Mereka dapat memberikan daya yang efisien, memiliki daya tahan yang baik, dan relatif mudah dipasang dan Gambar 3. V-Belt (Nugraha dkk, 2. Setelah menentukan tipe v-belt yang digunakan disesuaikan dengan tipe pulley maka dapat mencari panjang v-belt yang dibutuhkan menggunakan persamaan (Nugraha dkk,2. dibawah ini. ya = 2ya ( . a' ya( ) * . a( Oe ya' )A . Dimana : L = panjang belt . C = jarak antar poros . ycc' = yaycnycaycoyceycyceyc ycyycycoycoyceyc ycoycuycycuyc. ycc( = yccycnycaycoyceycyceyc ycyycycoycoyceyc ycyyceycuyciycayccycyco . Setelah menemukan panjang v-belt,selanjutnya dapat menghitung kecepatan keliling v-belt menggunakan persamaan (Nugraha dkk,2. dibawah ini. &!. ycO = -. Dimana : ycc' = yccycnycaycoyceycyceyc ycyycycoycoyceyc ycoycuycycuyc ycu' = ycoyceycayceycyycaycycaycu ycoycuycycuyc Bantalan Bearing Bearing adalah suatu elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerak bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan berumur Panjang (Lubis dkk. Di mana bearing biasanya digunakan sebagai bantalan poros untuk mengurangi kehilangan daya karena gesekan selama pemindahan daya. Bearing harus cukup kokoh untuk menahan beban dari poros yang terhubung ke komponen mesin lainnya agar dapat berputar dan melakukan fungsinya. Bearing yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe PILLOW BLOCK BEARING yang dipasang di bagian rangka atas dengan diameter ass menyesuaikan dengan poros pengaduk yang digunakan. Gambar 4. Bearing (Lubis dkk, 2. Poros Poros adalah bagian yang berputar dan diam, dipasangnya roda gigi . , pulley, flywheel, engkol, sproket, dan elemen bergerak lainnya (Awali & Asroni,2. Hampir semua mesin mengirimkan tenaga melalui putaran, yang merupakan komponen terpenting dari mesin. Poros dapat memiliki puntiran, lenturan, tarikan, tekan, atau tarikan. ini dapat bekerja secara terpisah atau bekerja bersama-sama. Poros adalah bagian dari alat mekanis yang mengirimkan gerak berputar dan daya (Mananoma dkk, 2. Pada prinsipnya terdapat dua jenis beban pada poros yaitu puntiran akibat pembebanan torsi dan tekukan akibat pembebanan lateral pada roda gigi, katrol, atau sproket. Beban yang dihasilkan mungkin merupakan kombinasi keduanya. Sifat stres yang terjadi dapat bersifat konstan, berubah seiring berjalannya waktu, atau kombinasi keduanya. Tegangan dan defleksi merupakan parameter yang harus diperhatikan dalam perancangan poros. sering kali merupakan parameter penting, karena defleksi yang besar mempercepat keausan bantalan dan menyebabkan ketidakselarasan roda gigi, sabuk, dan rantai. Rafly Budi Prasetyo, dkk. | Rancang Bangun Mesin pengaduk AdonanA Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Sebelum mencari diameter poros terlebih dahulu dicari daya rencana dari poros tersebut dengan persamaan (Mananoma dkk,2. dibawah ini. ycy& = yce/ ycu ycy . Dimana: yce/ = yceycaycoycycuyc ycoycuycyceycoycycn . ,2 Oe 2,. ycy& = yccycaycyca ycyceycuycaycaycuyca . P = daya nominal output motor . Setelah didapatkan hasil daya rencana poros selanjutnya dicari momen puntir dari poros yang digunakan melalui persamaan 2. 10 (Mananoma dkk,2. dibawah ini. ycN = 9,74 ycu 100 2$ . Dimana : T= torsi motor (N. ycy& = yccycaycyca ycyceycuycaycaycuyca . N = Putaran motor . Setelah didapat hasil dari momen punter selanjutnya untuk mencari diameter poros dapat diuraikan dengan persamaan 2. 9 (Mananoma dkk,2. dibawah ini % '- 4 5 6 7# 4 8 ya=M 9 4 :,'* Gambar 5. Desain Mesin Pengaduk Bolu TABEL I. Keterangan Desain Pengaduk Bolu Item Dimana : T = momen rencana . mmA) ya# = yceycaycoycycuyc ycoycuycyceycoycycn . ,5 Oe 3,. ya8 = yceycaycoycycuyc ycayceycaycaycu ycoyceycuycycyc . ,2 Oe 2,. yua = ycoyceycoycycaycycaycu ycycaycycnyco . coyciyce/ycoycoA METODE Studi Literatur Rancangan dan mesin ini dipelajari dengan mengambil rancangan dari Kelik Seno Prabowo dengan judul Au Perancangan Mesin Mixer Pengadon Kue Bolu Guna Meningkatkan ProduktivitasAy. Pada study literatur meliputi mencari dan mempelajari bahan Pustaka untuk mencari informasi mengenai alat yang telah dibuat atau direncanakan terdahulu melalui buku di perpustakaan, jurnal penelitian, dan melalui Desain Mesin Konsep desain alat pengaduk adonan sebagai berikut: Untuk rangka yang digunakan menggunakan hollow galvanis ukuran 3,5 mm x 3,5 mm dengan tebal 1,2 mm. Untuk wadah stainlees dengan diameter 50cm x Motor listrik menggunakan daya A hp. Untuk plat penutup samping dan bawah wadah menggunakan plat galvanis. Pully menggunakan tipe A1 3 inci dan 7 inci. Bearing menggunakan type pillow block V-belt yang digunakan type A49. QTY Part Number Rangka Karet kaki hollow Motor AC Wadah Rangka atas House bearing Pully kecil Pully besar Cover atas Van belt Engsel Lubang pengunci Poros pengunci Plate cover Pengunci panci HASIL DAN PEMBAHASAN Pengerjan Rangka Mesin Langkah-langkah pengerjaan rangka mesin pengaduk adonan bolu: Persiapan alat dan bahan Langkah pertama mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pengerjaan rangka. Alat dan bahan yang dipersiapkan adalah holow galvanis, plat galvanis, alat pengukuran, dan mesin las SMAW. Pengukuran bahan Langkah kedua dilakukannya pengukuran pada bahan seperti hollow galvanis dan plat galvanis yang nantinya akan di potong sesuai ukuran yang telat ditentukan. Tahapan Pemotongan Bahan Pada tahapan ini bahan yang telah diukur akan dilakukan pemotongan dengan mesin gerinda. Tahapan Penyambungan Rangka Setelah dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran yang ditentukan kemudian dilakukan penyambungan rangka dengan mesin las SMAW. Proses Pendempulan Pengelasan Setelah pengelasan sudah selesai langkah selanjutnya adalah mendempul hasil pengelasan agar terlihat rapih. Rafly Budi Prasetyo, dkk. | Rancang Bangun Mesin pengaduk AdonanA Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Proses Pengecatan Rangka Proses ini adalah proses terakhir dari bagian rangka yang dilakukan setelah bagian-bagian rangka telah tersambung. Proses pengecatan rangka dilakukan dengan kompresor. Sebelum mengecat dengan warna yang biru terlebih dahulu rangka di epoxy. Pemasangan Komponen Penggerak dan Produksi Pemasangan Komponen Penggerak Pada tahap ini dilakukan perakitan dan pemasangan komponen penggerak seperti motor listrik, pulley, v-belt. Pemasangan Komponen Produksi Pada tahap ini komponen produksi di pasang. Komponen yang dipasang yaitu, wadah, mata Gambar 6. Desain akhir Mesin Pengaduk Adonan Bolu Perhitungan Rancang Bangun Alat Menentukan Motor Penggerak Dikarenakan penulis sudah menentukan motor listrik yang digunakan. Motor listrik yang digunakan tipe Maestro YC80-4 dengan spesifikasi pada nameplat kecepatan putaran 1400 Rpm, tegangan 220V, frekuensi 50Hz, dan daya 370 watt/0,37 kw. = 39,24 N ya( = yco ycu yci = 1,2 x 9,81 m/yc ( = 11,7 N ya#"#>? = 39,24 11,7 = 50,94 N Perhitungan Torsi Motor (T) Untuk mencari torsi dari mesin pengaduk adonan bolu dengan beban 50,94 N dan jari jari pada pengaduk 0,1 m dengan persamaan 2. 2 di atas =Fxr = 50,94 N x 0,1 m = 5,09 Nm Perhitungan Nilai Daya (P) ycE=ycNycUyui 2yuU. ycu ycE = ycNycUW 3,14. ycE = 5,09 ycAyco ycU W ycE = 5,09 ycU 62,8 = 319,652 watt Perhitungan Perbandingan Rasio Menghitung rasio perbandingan untuk ukuran pulley dan kecepatan putaran rencana yang digunakan berdasarkan penelitian sebelumnya menggunakan 600 Rpm yaitu: Diketahui ycu' 1400 Rpm ycu( 600 Rpm ycu' 1400 ycycaycycnycu = = 2,4 = 1: 2,5 ycu( Perhitungan Pulley Menentukan diameter pulley besar yang digunakan untuk merubah putaran motor dari 1400 Rpm menjadi 600 Rpm dengan menggunakan persamaan 2. 4 yaitu: Diketahui ycc( 3 ycnycuycaycn ycu( 600 Rpm ycu' 1400 Rpm ycu' ycc( ycu( ycc' '*. = : @%/@ '*. Gambar 7. Series Motor Tecgnical Data Perhitungan Daya Rencana Berdasarkan tabel 2. 1 dengan asumsi motor bekerja selama 3 jam, sehingga menghasilkan daya rencana dengan persamaan2,7 yaitu: ycE& = ya/ ycu ycy 370 Watt = 1,2 x p :<. =>## = 308 ycycaycyc = 7 inci = 177,8 mm Perhitungan Momen Puntir Setelah di dapat hasil dari daya rencana poros selanjutnya mencari momen puntir dari poros yang digunakan melalui persamaan 2. 8 diatas Diketahui ycy& 0,308 Kw. N 1400 Rpm ycE& ycN = 9,74 ycu 100 ycA ,:. = 9,74 x 100 '*. = 230,93 kg. ',( = 0,308 Kw Perhitungan Nilai Gaya Diketahui total berat dari pengaduk 1,2 kg, maka untuk mengetahui kapasitas adonan untuk mengaduk adonan yaitu: ya' = yco ycu yci = 4 x 9,81 m/yc ( Perhitungan Diameter Poros Setelah didapat hasil dari momen puntir selanjutnya mencari diameter poros yang digunakan menggunakan persamaan 2. 9 diatas Rafly Budi Prasetyo, dkk. | Rancang Bangun Mesin pengaduk AdonanA Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Diketahui yco# . yua kekuatan tarik dari bahan poros yang digunakan 440 = 48,76 inci Panjang v belt yang digunakan sesuai dengan katalog ukuran v-belt maka menggunakan tipe A49/1258 mm % '- 4 5 6 7# 4 8 9 4 :,'* % 16 ycu 230,93 ycU 3,0 ycu 2,3 440 ycu 3,14 % 25494,672 = 4,29 ycoyco = 0,16 ycnycuycaycn Setelah mencari dengan rumus diameter poros didapat hasil 0,16 inci. Dimana diameter poros diatas 0,16 inci sudah aman. Perhitungan panjang V-Belt Memilih faktor koreksi berdasarkan tabel faktor dibawah ini: Karena mesin direncanakan beroperasi selama 3 jam perhari dan mesin dalam kategori variasi beban sangat kecil, maka didapatkan nilai yce/ 1,2 dikalikan dengan daya motor menghasilkan 0,308 kw, dan ycu' 1400 Dari diagram pemilihan tipe sabuk di atas dapat dipilih sabuk V tipe A Untuk menghitung Panjang v-belt yang digunakan menggunakan persamaan 2. 5 diatas Diketahui C 380 mm, ycc' 76,2, ycc( 177,8 yuU ycc( Oe ycc' ya = 2ya . a' ya( ) ( )A 4yca 3,14 ,2 177,8 ) ya = 2. 380ycoyco 177,8 Oe 76,2 ya = 380 1,57 . ,0. A ya = 380 478,536 0,133 ya = 1. 258,659 ycoyco Perhitungan Kecepatan Linier Selanjutnya dapat menghitung kecepatan linear dari v belt menggunakan persamaan 2. 6 diatas Diketahui ycc' 76,2, dan ycu' 600 Rpm yuU. ycu' ycO= 3,14 ycu 76,2 ycu 600 ycO= ycO= ycO = 2,39 yco/yc Perhitungan Kecepatan Sudut Setelah dihitung didapatkan kecepatan v-belt adalah 2,39 m/s. maka untuk mengetahui kecepatan sudut didapatkan dengan persamaan diatas yaitu: yui= yc (,:B = . = 9,56 ycycaycc/yc Perhitungan Suduk Kontak Pulley & C& yuE = 180A Oe 2 sinC' c "( ! d 177,8 Oe 76,2 = 180A Oe 2 ycycnycuC' e C' . = 180A Oe 2 sin = 180A Oe 16 = 157A Proses Uji fungsi Setelah semua tahapan-tahapan telah dilakukan dan semua komponen telah terpasang maka selanjutnya akan dilakukan proses uji fungsi yang bertujuan mengetahui mesin dapat bekerja dengan baik. Uji Komponen Penggerak Komponen penggerak yang telah terpasang akan dilakukan pengujian apakah berjalan sesuai apa yang diharapkan pembuat atau Jika komponen telah berjalan dengan baik dan aman maka selanjutnya akan dilakukan uji fungsi secara keseluruhan Rafly Budi Prasetyo, dkk. | Rancang Bangun Mesin pengaduk AdonanA Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Uji Fungsi Keseluruhan Mesin Setelah uji fungsi komponen penggerak selesai kemudian dilakukan uji keseluruhan mesin, hal ini dilakukan agar semua komponen yang ada di mesin pengaduk adonan bolu berjalan dengan baik. Langkah menyambungkan pada listrik kemudian aktifkan mesin motor, setelah berjalan masukan bahan-bahan adonan ke dalam wadah kemudian tunggu hingga adonan rata dan mengembang. Berdasarkan hasil uji coba mesin pengaduk adonan bolu menggunakan motor listrik A Pembahasan Setelah semua perhitungan selesai maka mesin pengaduk adonan bolu memiliki dimensi panjang 100 cm. Lebar 80 cm, dan tinggi 80 cm. Rangka mesin ini dibuat menggunakan hollow galvanis dengan ukuran 3,5 mm x 3,5 mm dan tebal 1,2 mm. Bahan yang digunakan sebagai cover rangka adalah plat galvanis dengan tebal 1,5 mm. untuk wadah yang digunakan memiliki diameter 50 cm x 50 cm berbahan stainless Mesin pengaduk adonan bolu ini menggunakan tipe transmisi pulley dan vbelt, dimana ukuran pulley yang digunakan ialah 3 inci dan 7 inci yang dihubungkan dengan v-belt tipe A49 dengan daya yang disalurkan 370 watt dan daya yang dibutuhkan untuk mengaduk adonan 308 Untuk kecepatan ouput dari mesin sebesar 600 Rpm, dengan kecepatan linier 2,39 m/s dan kecepatan sudut 9,56 rad/s. SIMPULAN Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan: Desain mesin pengaduk adonan bolu menggunakan motor listrik dengan Rpm input 1400 dan Rpm output 600 Rpm dilengkapi dengan pengaduk berbahan ass stainless dengan panjang 47 cm lebar 18 cm dan tinggi 20 cm, menggunakan transmisi pulley 3 inci dan 7 inci dan v-belt A49. Berdasarkan desain yang dibuat didapatkan yaitu mesin memiliki dimensi panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 80 cm dengan menggunakan material besi berukuran 3,5 mm x 3,5 mm tebal 1,2 mm dan plat galvanis 1,5 mm. Wadah berdiameter 50 cm x 50 cm. Poros pengaduk terbuat dari ass besi dengan radius 0,1 m dengan daya mesin sebesar 0,5 hp. Setelah d uji coba kinerja mesin pengaduk adonan bolu berjalan dengan kecepatan linier sebesar 9,56 m/s dan kecepatan angular sebesar 2,39 rad/s. Dengan menggunakan kecepatan 600 Rpm menghasilkan adonan yang mengembang namun membutuhkan waktu 43 menit. REFERENSI