Jl. Beringin Entrop. Kota Jayapura, papua Vol. No. September 2024, pp. e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598. DOI : https://doi. org/10. 55049/cnd. Sosialilasi Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Menabung Sejak Dini di Panti Asuhan Rodhatul Jannah Agus Sunaryo* *Dosen Program Studi Keuangan dan Perbankan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Alamat Email : agusunaryo093@gmail. ARTICLE INFO Riwayat Artikel: Diterima 1 September 2024 Disetujui 30 September 2024 Keywords: Literasi Keuangan. Menabung Sejak Dini. Panti Asuhan. Edukasi Keuangan. Kemandirian Finansial. ABSTRAK Abstract : This community service activity aims to raise awareness and understanding among children at Rodhatul Jannah Orphanage about the importance of saving from an early age as a foundation for developing independent financial character. The low level of financial literacy among children was the main background for this program. Through interactive educational approaches such as lectures, saving simulations, and the use of educational tools like personal piggy banks and daily saving control sheets, the activity successfully fostered active participation and basic comprehension of the benefits of saving. Evaluation results showed that the children began to internalize values such as discipline, responsibility, and financial planning. This initiative is expected to become a sustainable development model and be replicated in other orphanages as part of a broader child financial literacy strategy. Abstrak : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak Panti Asuhan Rodhatul Jannah tentang pentingnya menabung sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter finansial yang mandiri. Rendahnya literasi keuangan di kalangan anak-anak menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Melalui pendekatan edukatif yang interaktif seperti ceramah, simulasi menabung, serta penggunaan media edukatif seperti celengan pribadi dan lembar kontrol tabungan, kegiatan ini berhasil mendorong partisipasi aktif dan membentuk pemahaman dasar tentang manfaat menabung. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mulai menginternalisasi nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan perencanaan finansial. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan dan direplikasi di panti asuhan lain sebagai bagian dari strategi penguatan literasi keuangan anak. Open access article under the CC BY-SA license. Pendahuluan Kebiasaan menabung merupakan fondasi penting dalam membangun perilaku finansial yang sehat, tidak hanya pada tataran individu tetapi juga dalam konteks sosial yang lebih luas. Menabung bukan sekadar aktivitas menyisihkan uang, melainkan mencerminkan pola pikir yang matang dalam merencanakan masa depan, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Lebih dari itu, menabung mencerminkan kemampuan mengendalikan diri, menunda kepuasan, serta menyusun prioritas penggunaan sumber daya. Dalam jangka panjang, kebiasaan menabung yang konsisten dapat membantu seseorang lebih siap menghadapi kondisi darurat dan peluang investasi, sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas keuangan rumah tangga dan masyarakat secara keseluruhan. Sayangnya, literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, indeks literasi keuangan Indonesia baru mencapai 38,03%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum memahami prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan, termasuk pentingnya menabung. URL Jurnal: https://cendisia. stie-portnumbay. id/index. php/cnd/ Agustinus. Dkk, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Kesenjangan ini semakin terlihat di kalangan anak-anak dan remaja, yang belum memperoleh pembelajaran keuangan secara sistematis, baik di lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan formal. Banyak sekolah belum memasukkan literasi keuangan dalam kurikulum secara eksplisit. Akibatnya, anak-anak tumbuh tanpa pemahaman yang memadai mengenai cara mengelola uang secara bijak. Padahal menurut teori Financial Literacy yang dikembangkan oleh Lusardi dan Mitchell . , keterampilan pengelolaan uang sangat dipengaruhi oleh edukasi keuangan sejak usia dini. Literasi keuangan merupakan kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan berbagai konsep serta instrumen keuangan dalam pengambilan keputusan yang efektif, demi kesejahteraan hidupnya. Kondisi ini menjadi semakin kompleks bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Mereka hidup dalam lingkungan sosial yang berbeda dari anak-anak pada umumnya, dengan akses terbatas terhadap informasi, bimbingan, dan pengasuhan personal. Di panti asuhan, perhatian utama umumnya terfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, dan pendidikan formal. Akibatnya, aspek pengembangan karakter, keterampilan hidup, dan wawasan ekonomi sering kali belum mendapatkan porsi yang memadai. Padahal, masa kanak-kanak dan remaja merupakan periode krusial dalam pembentukan karakter dan kebiasaan hidup. Menurut Jean Piaget dalam teori Developmental Psychology, pada usia 7Ae15 tahun anak mulai mampu memahami konsep-konsep abstrak dan berpikir logis mengenai hubungan sebab-akibat. Artinya, masa ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk menanamkan pemahaman tentang nilai dan manfaat menabung, serta melatih keterampilan mengelola uang secara bertanggung jawab. Lebih lanjut, teori Social Learning dari Albert Bandura juga menggarisbawahi pentingnya peran lingkungan dan model peran dalam pembentukan perilaku. Anak-anak akan lebih mudah menginternalisasi nilai positif jika mereka melihat langsung contoh konkret dan menerima dukungan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, sosialisasi menabung di panti asuhan bukan hanya sekadar penyuluhan, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter melalui pembelajaran sosial yang berkesinambungan. Salah satu strategi untuk menjawab tantangan ini adalah dengan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi keuangan berbasis praktik. Program ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya menabung serta mengajarkan metode sederhana yang bisa diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menyisihkan uang jajan, membuat celengan dari bahan daur ulang, atau mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana. Penelitian Mandell & Klein . menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar pendidikan keuangan sejak dini memiliki kemungkinan lebih besar untuk menabung dan menghindari keputusan finansial yang merugikan di masa depan. Dalam konteks ini. Panti Asuhan Rodhatul Jannah dipilih sebagai mitra kegiatan karena memenuhi beberapa kriteria strategis. Selain memiliki jumlah anak usia sekolah yang signifikan, pengelola panti menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program pemberdayaan dan edukasi non-formal. Lingkungan panti juga relatif stabil, sehingga mendukung pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan partisipatif dan Kegiatan ini dirancang menggunakan pendekatan edukatif yang menyenangkan dan komunikatif, dengan mempertimbangkan usia, tingkat pemahaman, dan pengalaman peserta. Materi dikemas melalui metode interaktif seperti permainan edukatif, simulasi sederhana, kuis keuangan, dan praktik langsung membuat celengan serta menyusun rencana menabung mingguan. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menyampaikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang dapat ditanamkan dalam rutinitas anak-anak. Lebih dari sekadar menyasar aspek finansial, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter positif seperti disiplin, rasa tanggung jawab, serta kemampuan menyusun tujuan jangka panjang. Semua ini merupakan bagian dari proses membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan hidup di masa depan. Secara lebih luas, literasi keuangan anak-anak merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat. Individu yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan cenderung menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan, tidak mudah terjerat utang, dan memiliki kecenderungan untuk merencanakan masa depan melalui investasi produktif. Oleh karena itu, kegiatan Pemberdayaan Ekonomi danA( Agustinus. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 pengabdian ini bukan hanya bermanfaat secara individual, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Perumusan Masalah Berdasarkan analisis situasi, permasalahan utama yang dihadapi Panti Asuhan Rodhatul Jannah adalah belum adanya edukasi yang sistematis mengenai pentingnya menabung bagi anak-anak, sehingga mereka belum memiliki pemahaman dan kebiasaan menabung yang baik. Selain itu, belum tersedia media, metode, atau sistem pembinaan yang mendukung kegiatan menabung secara rutin dan terstruktur, baik dari sisi anak maupun pengurus, sehingga aktivitas keuangan anak-anak belum dapat dipantau dan diarahkan secara Pemecahan Masalah Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk menawarkan solusi atas rendahnya kesadaran dan pemahaman anak-anak Panti Asuhan Rodhatul Jannah mengenai pentingnya menabung sejak dini. Sosialisasi dan edukasi tentang kebiasaan menabung dilakukan sebagai solusi awal untuk memberikan alternatif pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif dalam menanamkan literasi keuangan dasar. Kegiatan ini dirancang untuk membantu anak-anak memahami manfaat menabung dan membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Selain itu, melalui media edukatif seperti celengan pribadi, modul sederhana, dan sistem pemantauan tabungan oleh pengasuh, diharapkan pengelolaan dan pendampingan terhadap aktivitas menabung dapat dilakukan secara lebih terarah, konsisten, dan terpantau, sehingga berdampak positif bagi perkembangan kemandirian finansial anak-anak di masa depan. Tujuan Memberikan edukasi kepada anak-anak Panti Asuhan Rodhatul Jannah tentang pentingnya menabung. Menumbuhkan semangat dan kebiasaan menabung melalui media yang interaktif. Manfaat Manfaat dari kegiatan adalah : Anak-anak menjadi lebih sadar dan paham akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini. Pihak pengelola panti dapat melanjutkan pembinaan dalam bentuk kegiatan rutin. Dampak Kegiatan Yang Diharapkan Dampak dari kegiatan adalah Terbentuknya kebiasaan menabung yang berkelanjutan. Terbentuknya kesadaran kolektif di lingkungan panti asuhan mengenai perencanaan keuangan pribadi. Target Luaran Target luaran yang dihasilkan dalam kegiatan sosialisasi ini adalah peningkatan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan dasar tentang pentingnya menabung sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter kemandirian finansial pada anak-anak di Panti Asuhan Rodhatul Jannah. Adapun target dari luaran lainnya adalah: Anak-anak panti menjadi lebih paham tentang manfaat dan cara menabung secara sederhana. Terbangunnya karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola uang saku atau donasi. Terciptanya kebiasaan menabung yang berkelanjutan melalui media seperti celengan pribadi dan pencatatan sederhana. Solusi Adapun solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan sosialisasi menggunakan pendekatan Partisipatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif dari anak-anak panti asuhan dan pengasuh sebagai mitra kegiatan. Selama sosialisasi, mitra diberikan pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan dasar mengenai pentingnya menabung sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter finansial yang mandiri. Agustinus. Dkk. Vol. No. September 2024:22-31 Agustinus. Dkk, e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 Kegiatan ini dirancang secara interaktif dan aplikatif, dengan menggunakan media edukatif seperti celengan pribadi, simulasi menabung, serta diskusi kelompok. Selain itu, pengasuh juga diberikan panduan sederhana untuk memantau dan membimbing anak-anak dalam membentuk kebiasaan menabung secara Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan perubahan perilaku positif yang berkelanjutan melalui keterlibatan aktif dan pemberdayaan langsung kepada para peserta. Metode Kegiatan Metode pelaksanaan dan tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah: Melakukan sosialisasi secara langsung dengan anak-anak di Panti Asuhan Rodhatul Jannah. Menyampaikan materi tentang pentingnya menabung sejak dini, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, serta cara-cara sederhana untuk mulai menabung. Melibatkan anak-anak secara aktif dalam sesi diskusi interaktif, permainan edukatif, serta simulasi kegiatan menabung. Memberikan media belajar seperti celengan pribadi dan lembar pencatatan tabungan untuk mendukung pembiasaan menabung. Melakukan tindak lanjut melalui sesi tanya jawab dan refleksi, serta memberikan motivasi agar anak-anak terus melanjutkan kebiasaan menabung secara mandiri. Pendekatan atau metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi ini adalah ceramah, diskusi interaktif, simulasi, dan pemberian motivasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak memperoleh pemahaman yang lebih luas dan menyenangkan tentang pengelolaan keuangan pribadi serta tumbuhnya karakter disiplin dan mandiri melalui kebiasaan menabung. Hasil Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi pentingnya menabung sejak dini di Panti Asuhan Rodhatul Jannah merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap rendahnya literasi keuangan di kalangan anak-anak, khususnya terkait pembentukan kebiasaan menabung dan kemandirian finansial. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2024, bertempat di aula utama Panti Asuhan Rodhatul Jannah, dan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah sebagai peserta utama. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil yang sangat positif. Anak-anak terlihat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari penyampaian materi, diskusi kelompok, hingga kegiatan praktik langsung. Dalam sesi materi, anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar menabung, manfaat menabung untuk masa depan, serta cara sederhana memulai kebiasaan menabung, bahkan dari nominal kecil Materi disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif melalui ceramah interaktif, permainan edukatif, serta simulasi kegiatan keuangan yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman peserta. Selain pemahaman teoretis, kegiatan ini juga menekankan aspek praktikal. Setiap anak diberikan celengan pribadi yang dapat digunakan sebagai media latihan menabung di lingkungan panti. Anak-anak juga menerima lembar kontrol tabungan harian yang berfungsi untuk mencatat pemasukan dan nominal yang disisihkan setiap hari. Penerapan langsung ini bertujuan untuk menginternalisasi konsep menabung ke dalam rutinitas sehari-hari anak-anak. Beberapa peserta menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap kegiatan ini. Mereka secara sukarela menyampaikan rencana untuk mulai menabung dari uang saku atau pemberian donatur, dan berkomitmen untuk menyisihkan sebagian kecil setiap harinya. Respon positif juga datang dari para pengasuh panti, yang menyatakan kesiapan mereka untuk mendampingi anak-anak dalam memantau dan membina kebiasaan menabung secara berkelanjutan. Selama proses berlangsung, terlihat bahwa pendekatan partisipatif sangat efektif dalam mendorong keterlibatan aktif peserta. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi subjek yang aktif dalam proses pembelajaran. Mereka berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman pribadi terkait pengelolaan uang. Hal ini menciptakan suasana belajar yang hidup dan bermakna, serta membentuk ruang reflektif bersama antara peserta dan fasilitator. Dampak lain yang muncul dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran pengurus panti terhadap pentingnya pengembangan literasi finansial sebagai bagian dari pembinaan karakter. Kegiatan ini membuka ruang dialog antara fasilitator dan pengelola panti mengenai kemungkinan integrasi program menabung ke Pemberdayaan Ekonomi danA( Agustinus. Dk. A e-ISSN : 3063-6582, p-ISSN : 3064-0598 dalam kurikulum internal panti secara berkala. Hal ini mencerminkan potensi keberlanjutan dari kegiatan sosialisasi, yang tidak hanya berdampak sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem pembinaan yang lebih Secara teoritis, kegiatan ini sejalan dengan teori Jean Piaget yang menyatakan bahwa anak-anak pada tahap operasional konkret belajar secara efektif melalui pengalaman langsung. Dengan menyediakan sarana nyata seperti celengan dan simulasi, kegiatan ini membantu anak mengembangkan pemahaman terhadap konsep abstrak seperti perencanaan keuangan. Dukungan teori Vygotsky tentang zone of proximal development (ZPD) dan scaffolding juga memperkuat pendekatan ini, di mana peran pengasuh sebagai pendamping sangat penting dalam membantu anak-anak mengembangkan kemampuan baru yang belum dapat mereka capai sendiri. Harapan dari kegiatan ini adalah terciptanya budaya menabung yang berkelanjutan di lingkungan Panti Asuhan Rodhatul Jannah. Anak-anak yang memiliki pemahaman dan kebiasaan menabung sejak dini diharapkan tumbuh menjadi individu yang mandiri, disiplin, dan memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Seperti yang ditegaskan oleh Lusardi dan Mitchell . , literasi keuangan yang diperoleh sejak usia muda merupakan prediktor kuat dalam keberhasilan finansial individu di masa dewasa. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini bukan hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa pengetahuan baru, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda yang sadar dan cerdas dalam mengelola keuangannya. Kesimpulan Pengabdian masyarakat ini belum sepenuhnya mencapai semua tujuan yang telah ditetapkan, namun kegiatan sosialisasi menabung sejak dini di Panti Asuhan Rodhatul Jannah telah memberikan kontribusi positif bagi anak-anak di panti. Melalui kegiatan ini, anak-anak memperoleh pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai pentingnya menabung serta bagaimana memulai kebiasaan tersebut secara sederhana dan Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan keterampilan baru bagi anakanak panti untuk lebih disiplin dan mandiri dalam mengelola keuangan pribadi. Selain itu, sosialisasi ini juga meningkatkan kesadaran pengasuh panti dalam membimbing dan mendampingi anak-anak agar kebiasaan menabung dapat terus dipelihara dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan adanya bekal literasi keuangan dan pembentukan karakter mandiri sejak dini, diharapkan anak-anak panti asuhan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam mewujudkan generasi yang cakap secara finansial dan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya keuangannya. Saran Diharapkan pihak pengurus Panti Asuhan Rodhatul Jannah dapat terus mendukung dan memfasilitasi pembiasaan menabung sebagai bagian dari pembentukan karakter mandiri dan kesadaran finansial anakanak penghuni panti. Kepada pengasuh panti agar menerapkan program pembinaan literasi keuangan secara rutin dan terstruktur, sehingga anak-anak terbiasa mengelola keuangan pribadi sejak dini dan mampu mengembangkan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Disarankan untuk melibatkan orang tua asuh atau donatur dalam mendukung kegiatan edukasi menabung, sehingga program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi anak-anak panti. Daftar Pustaka