Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KEMUNDURAN DAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA PEMBAHARUAN Moh. Yusup Saepuloh Jamal1. Neng Marni 2. Miftah Farid Asy-syabany3. Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Email: mohyusupsi@gmail. com , 2 nengmarni597@gmail. com , 3 Miftahfarid0608@gmail. Abstrak Pendidikan Penelitian ini membahas sejarah pendidikan Islam pada masa kemunduran dan masa pembaharuan serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan pendidikan Islam dalam kedua periode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi pendidikan Islam pada masa kemunduran, faktor penyebab kemundurannya, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pembaharuan yang dilakukan untuk mengembalikan kejayaan pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunduran pendidikan Islam disebabkan oleh faktor internal seperti taklid, kejumudan berpikir, perpecahan politik, dan tertutupnya pintu ijtihad, serta faktor eksternal seperti serangan Mongol dan Perang Salib yang menghancurkan pusat-pusat pendidikan Islam. Dampak yang ditimbulkan antara lain hilangnya tradisi keilmuan, menurunnya kualitas pendidikan, dan tertinggalnya umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, muncul gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Jamaluddin Al-Afghani. Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Pembaharuan dilakukan melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum, pembukaan kembali pintu ijtihad, pembaruan kurikulum, serta reformasi lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, pembaharuan pendidikan Islam menjadi langkah strategis dalam membangkitkan kembali peradaban Islam agar mampu menjawab tantangan zaman dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam. Kata-kata Kunci: Pendidikan Islam. Kemunduran. Pembaharuan. Ijtihad. Sejarah Pendidikan Islam. Abstract This study discusses the history of Islamic education during the periods of decline and reform, as well as the factors that xinfluenced the development of Islamic education in both eras. The purpose of this study is to analyze the condition of Islamic education during the period of decline, the factors causing its deterioration, the impacts that arose, and Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 the reform efforts undertaken to restore the glory of Islamic education. The method employed is library research with a descriptive-analytical approach through the examination of various relevant literature sources. The findings indicate that the decline of Islamic education was caused by internal factors such as blind imitation . , intellectual stagnation, political fragmentation, and the closure of the gates of ijtihad, as well as external factors such as the Mongol invasions and the Crusades, which destroyed major centers of Islamic learning. The consequences included the loss of scholarly traditions, a decline in educational quality, and the lagging of Muslim societies in the fields of science and technology. In response to these conditions, a movement for the reform of Islamic education emerged, led by prominent figures such as Jamaluddin Al-Afghani. Muhammad Abduh, and Rashid Rida. The reforms were implemented through the integration of religious and secular sciences, the reopening of the gates of ijtihad, curriculum modernization, and the reform of Islamic educational institutions. Therefore, the reform of Islamic education became a strategic effort to revive Islamic civilization, enabling it to address contemporary challenges while remaining firmly grounded in Islamic values and teachings. Keywords: Islamic Education. Decline. Reform. Ijtihad. Islamic Civilization. PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan salah satu pilar utama dalam pembentukan peradaban Islam yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kehidupan sosial masyarakat dunia. Sejak masa awal perkembangan Islam, pendidikan menempati posisi yang sangat penting karena menjadi sarana utama dalam mentransmisikan nilai-nilai keagamaan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui pendidikan, umat Islam berhasil membangun peradaban yang maju dan melahirkan banyak ilmuwan terkemuka dalam berbagai bidang keilmuan, seperti filsafat, kedokteran, matematika, astronomi, serta ilmu-ilmu keagamaan. Kejayaan pendidikan Islam mencapai puncaknya pada masa Dinasti Abbasiyah ketika berbagai lembaga pendidikan berkembang pesat dan menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Pada masa kejayaannya, pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu-ilmu agama, tetapi juga mengembangkan berbagai disiplin ilmu Pendidikan Islam and Masa Modern. AoPendidikan Islam Masa Dinasti Abbasiyah Dan Perkembangan Pendidikan Islam Masa Modern 12Ao, 6. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 pengetahuan umum. Integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum melahirkan tradisi intelektual yang kuat sehingga dunia Islam menjadi pusat peradaban dan rujukan bagi bangsa-bangsa lain. Lembaga-lembaga pendidikan seperti masjid, madrasah, perpustakaan, dan pusat-pusat penelitian berkembang secara signifikan serta didukung oleh penguasa yang memberikan perhatian besar terhadap kemajuan ilmu Kondisi ini menjadikan pendidikan Islam sebagai motor penggerak kemajuan peradaban yang mampu menghasilkan berbagai inovasi dan penemuan ilmiah yang berpengaruh hingga saat ini. Namun demikian, kejayaan tersebut tidak berlangsung selamanya. Seiring berjalannya waktu, pendidikan Islam mengalami kemunduran yang ditandai dengan menurunnya aktivitas intelektual, melemahnya tradisi keilmuan, serta berkurangnya produktivitas ilmiah di kalangan umat Islam. Kemunduran pendidikan Islam dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam maupun luar umat Islam. 3 Faktor internal meliputi berkembangnya sikap taklid, tertutupnya pintu ijtihad, munculnya fanatisme mazhab, perpecahan politik, serta menurunnya semangat pengembangan ilmu pengetahuan. Sementara itu, faktor eksternal antara lain berupa serangan bangsa Mongol terhadap Baghdad pada tahun 1258 M dan Perang Salib menyebabkan hancurnya berbagai pusat perpustakaan, serta lembaga keilmuan yang selama berabad-abad menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Runtuhnya Baghdad sebagai pusat pemerintahan dan keilmuan Islam memberikan dampak yang sangat besar terhadap dunia pendidikan Islam. Kehancuran Baitul Hikmah beserta ribuan manuskrip yang tersimpan di dalamnya menyebabkan hilangnya banyak sumber ilmu pengetahuan yang sangat berharga. Selain itu, kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang tidak stabil turut memperburuk perkembangan pendidikan Islam. Akibatnya, dunia Islam mengalami stagnasi intelektual yang cukup panjang sehingga tertinggal dari bangsa-bangsa Barat yang Universitas Islam and others. AoJurnal Teori Dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Teori Dan Pengembangan PendidikanAo, 9. , 514Ae23. Ao232. Masa Kemunduran Pendidikan Islam_ Analisis Sejarah dan Faktor Sosial-Politik yang Berpengaruh . PdfAo. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 justru mulai mengalami kemajuan pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan Memasuki era modern, kesadaran akan keterbelakangan umat Islam mulai muncul seiring dengan semakin kuatnya pengaruh dan dominasi bangsa Barat terhadap dunia Islam. Kondisi ini mendorong lahirnya gerakan pembaharuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Para tokoh pembaharu Islam berupaya mencari solusi untuk mengatasi kemunduran yang dialami umat Islam melalui reformasi sistem pendidikan. Mereka berpendapat bahwa pendidikan harus dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Oleh karena itu, muncul berbagai gagasan pembaharuan yang menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum, pengembangan pemikiran kritis, pembukaan kembali pintu ijtihad, serta modernisasi lembaga pendidikan Islam. Tokoh-tokoh seperti Jamaluddin Al-Afghani. Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha menjadi pelopor gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan di dunia Islam. Gagasan-gagasan Jurnal Pendidikan. Islam Vol, and Edisi Juni. AoPENDIDIKAN ISLAM PADA ERA KEMUNDURAN PASCA KEJATUHAN BAGDAD DAN CORDOVA Dr . Komaruddin Sassi Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Quran Al Ittifaqiah Jln . Lintas Timu Km . 36 Indralaya A Bstract The Golden Age Experienced by the Islamic World in the Classicaal Era Brought Lesson as Well as Fresh Air for Forerunner to the Growthand Development of Western Civilization in Various Aspects Including Education . In Fact . It Has Become the Driving Force of the West in Realizing the Shortcomings and Deterioration That It Has Experienced . On the Contrary , the Humiliation and Chaos of the Conflict in the Daulah Islamiyah Body That Continued to Rage in That Era . Frustrated the Permanence of Islamic Education . Especially after the Fall of Bagdad and Key Words : Islamic Education , the Era of Decline . Bagdad and Cordova . A . Pendahuluan Kegemilangan Pendidikan Yang Diperkenalkan Dunia Islam Di Spanyol Dari Abad Ke VI Sampai Abad KeX Telah Menyadarkan Barat Akan Ketertinggalannya Selama Ini . Baru Terlahir Kesadaran Bagi Bangsa Eropa Dari Kondisi Keterpurukan Itu Pada Abad Ke XI Dengan Melakukan Upaya Pentransferan Ilmu Pengetahuan Yang Berkembang Di Dunia Islam Ke Dunia Barat Melalui Spanyol Islam , 1 Sicilia , 2 Dan Perang Salib . 3 Mencermati Data Sejarah Tersebut . Cukup Beralasan Asumsi Yang Menyatakan Bahwa Seandainya Islam Tidak Diseberangkan Dari Benua Afrika Bagian Utara Ke Semenanjung Iberia ( Andalusia-Spanyol ). Mungkin Eropa Tidak Akan Mengalami Kemajuan Dalam Peradabannya Seperti Yang Kita Saksikan Dewasa Ini . Tulisan Ini Mencoba Menelusuri Tinjauan Sosiologis Dan Historis Dinamika Pertumbuhan Dan Perkembangan Pendidikan Islam Formal Dan Non Formal Pada Periode Pertengahan , 4 Dan Faktor-Faktor Penyebab Jatuh Bangunnya Perkembangan Pendidikan IslamAo, 1. , 34Ae51. Kata Kunci. Pendidikan Islam, and A Pendahuluan. AoPembaharuan Sistem Pendidikan IslamAo, 1. , 1Ae16. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 mereka mendorong lahirnya sistem pendidikan yang lebih terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman. Pembaharuan tersebut kemudian berkembang ke berbagai negara Islam, termasuk Indonesia, yang ditandai dengan munculnya berbagai lembaga pendidikan modern dan reformasi kurikulum pendidikan Islam. Kajian mengenai sejarah pendidikan Islam pada masa kemunduran dan masa pembaharuan menjadi penting untuk memahami dinamika perkembangan pendidikan Islam dari masa ke masa. Melalui kajian ini dapat diketahui berbagai faktor yang menyebabkan kemunduran pendidikan Islam, dampak yang ditimbulkan, serta upaya-upaya yang dilakukan untuk membangkitkan kembali kejayaan pendidikan Islam. Pemahaman terhadap sejarah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan sumber inspirasi dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer agar mampu menghadapi tantangan global sekaligus mempertahankan identitas dan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan utamanya. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kondisi pendidikan Islam pada masa kemunduran, faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunduran tersebut, dampaknya terhadap perkembangan peradaban Islam, serta berbagai bentuk pembaharuan yang dilakukan guna mengembalikan peran pendidikan Islam sebagai sarana pembangunan umat dan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk mengkaji dan memahami perkembangan pendidikan Islam pada masa kemunduran dan masa pembaharuan melalui berbagai sumber tertulis yang relevan. Berkemajuan Perspektif and K H Ahmad Dahlan. AoGAGASAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAMAo, 12. , 1Ae19. Lalu Muhammad Iqbal and Asbullah Muslim. AoPembaharuan Pendidikan Di Dunia Islam : Geneologi Kemunduran Pendidikan Islam Dan Tantangannya Vis a Vis ModernitasAo, 9 . , 2348Ae59. Siti Nurhaliza. AoSejarah Pendidikan Islam Pendidikan Islam Masa PembaharuanAo, 1Ae11. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Data penelitian diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan berbagai literatur yang membahas sejarah pendidikan Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan membaca, mencatat, dan mengelompokkan informasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis . ontent Analisis membandingkan berbagai informasi dari sumber yang digunakan sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor kemunduran Islam mengembalikan kemajuan pendidikan Islam. PEMBAHASAN Pendidikan Islam Pada Masa Kemunduran Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam mengalami masa kemunduran yang berlangsung sejak abad ke-13 hingga abad ke-18 M. Kemunduran ini ditandai dengan menurunnya kualitas lembaga pendidikan, berkurangnya aktivitas ilmiah, dan melemahnya tradisi intelektual di dunia Islam. Pada masa sebelumnya, pendidikan Islam berkembang pesat dan menghasilkan berbagai ilmuwan besar dalam bidang agama maupun ilmu pengetahuan umum. Namun, setelah runtuhnya Dinasti Abbasiyah dan hancurnya Baghdad pada tahun 1258 M akibat serangan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan, perkembangan pendidikan Islam mengalami kemerosotan yang sangat signifikan. Hancurnya Baghdad tidak hanya menyebabkan kerugian politik dan ekonomi, tetapi juga mengakibatkan hilangnya pusat-pusat ilmu pengetahuan yang selama berabad-abad menjadi rujukan dunia. Perpustakaan, madrasah, dan pusat penelitian dihancurkan sehingga akses terhadap ilmu pengetahuan Winda Astuti. AoMASA KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM : ANALISIS SEJARAH DAN FAKTOR SOSIAL-Ao, 7 . , 18488Ae92. A Riswan Pratama and others. AoMasa Kemunduran Pendidikan Islam : Analisis Dampak Runtuhnya Baghdad Pada Tahun 1258 M STAI Sangatta Kutai Timur . Indonesia ( Maarif , 2018 ). Penelitian Ini Tidak Hanya Mengkaji Ciri-Ciri Fisik Kota Tetapi Juga MengkajiAo, 2025, 274Ae84. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan mengalami stagnasi dan perkembangan ilmu pengetahuan berjalan sangat Selain faktor eksternal, kemunduran pendidikan Islam juga dipengaruhi oleh faktor internal. Berkembangnya sikap taklid, fanatisme mazhab, dan tertutupnya pintu ijtihad membuat kreativitas berpikir umat Islam semakin berkurang. Masyarakat lebih banyak mengikuti pendapat ulama terdahulu tanpa melakukan kajian kritis terhadap berbagai persoalan baru yang muncul. Akibatnya, pendidikan Islam kehilangan semangat inovasi dan pembaruan yang sebelumnya menjadi ciri khas peradaban Islam. Faktor-Faktor Penyebab Kemunduran Pendidikan Islam Berdasarkan hasil penelitian, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan kemunduran pendidikan Islam, yaitu faktor eksternal dan faktor Faktor Eksternal Faktor eksternal yang paling berpengaruh adalah serangan bangsa Mongol terhadap Baghdad pada tahun 1258 M. Peristiwa menghancurkan pusat pemerintahan, pusat ilmu pengetahuan, serta berbagai lembaga pendidikan Islam. Ribuan buku dan manuskrip berharga musnah sehingga menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. 13 Selain itu. Perang Salib yang berlangsung selama hampir dua abad juga memberikan dampak besar terhadap dunia Islam. Perang tersebut menguras sumber daya Islam, perkembangan pendidikan dan kebudayaan Islam. Konflik berkepanjangan menyebabkan perhatian umat Islam lebih terfokus pada pertahanan wilayah dibandingkan pengembangan ilmu pengetahuan. Faktor Internal Pratama and others. Astuti. Pratama and others. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Faktor internal yang menyebabkan kemunduran pendidikan Islam meliputi munculnya dinasti-dinasti kecil yang memecah persatuan politik umat Islam, berkembangnya sikap taklid, menurunnya semangat ijtihad, serta munculnya kejumudan berpikir. Perpecahan politik menyebabkan kekuatan umat Islam melemah sehingga sulit menghadapi ancaman dari 14 Di samping itu, berkembangnya pandangan bahwa filsafat dan ilmuilmu rasional tidak penting menyebabkan kajian keilmuan menjadi terbatas pada ilmu-ilmu keagamaan tertentu. Kondisi ini menghambat lahirnya inovasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sebagaimana yang terjadi pada masa kejayaan Islam. Dampak Kemunduran Pendidikan Islam Kemunduran pendidikan Islam memberikan dampak yang sangat luas terhadap perkembangan peradaban Islam. Salah satu dampak terbesar adalah hilangnya tradisi keilmuan yang telah dibangun selama berabad-abad. Kehancuran Baitul Hikmah sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia Islam menyebabkan terputusnya proses pengembangan ilmu yang sebelumnya berlangsung secara dinamis. 15 Dampak lainnya adalah menurunnya kualitas lembaga pendidikan Islam. Banyak madrasah dan pusat pendidikan yang kehilangan dukungan politik dan ekonomi sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Akibatnya, kualitas lulusan dan produktivitas ilmiah umat Islam Kemunduran pendidikan menyebabkan dunia Islam tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan bangsa Barat. Ketika umat Islam mengalami stagnasi intelektual, bangsa-bangsa Eropa justru mengalami kemajuan melalui Renaissance dan Revolusi Ilmiah yang membawa mereka menuju era modern. Ahmad Diaz and Syahrezyah Makmur. AoEra Disintegrasi : Kebangkitan Dinasti-Dinasti Kecil Dan Kondisi Peradaban Islam Sangat Penting Dan Kompleks . Yang Ditandai Dengan Runtuhnya Kekhalifahan Besar Pertama . 2 Setelah Itu Dinasti Ini Mulai Menurun Terutama Di Bidan Politik . Semua Itu Tetapi Mereka Hanya Mengikut Kepentingan Pribadi Semata . Akhirnya Dengan TidakAo, 09 . , 22Ae31. Pratama and others. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Pendidikan Islam pada Masa Pembaharuan Kesadaran akan kemunduran yang dialami umat Islam mendorong munculnya gerakan pembaharuan pendidikan Islam pada abad ke-19. Pembaharuan ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan pendidikan Islam melalui reformasi sistem pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Gerakan pembaharuan muncul sebagai respons terhadap kemajuan Barat yang berkembang sangat pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Para pembaharu Islam menyadari bahwa umat Islam tidak dapat bersaing apabila tetap mempertahankan sistem pendidikan yang tertutup terhadap perkembangan Oleh karena itu, diperlukan pembaruan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern. Landasan Pembaharuan Pendidikan Islam Pembaharuan pendidikan Islam didasarkan pada keyakinan bahwa ajaran Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan dan penggunaan akal dalam memahami kehidupan. Al-Qur'an dan Hadis memberikan dorongan yang kuat kepada umat Islam untuk terus belajar, berpikir, dan melakukan penelitian. Para tokoh pembaharu berpendapat bahwa kemunduran umat Islam bukan disebabkan oleh ajaran Islam, melainkan karena umat Islam meninggalkan nilai-nilai Islam yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pembaharuan dilakukan dengan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis, membuka pintu ijtihad, serta mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Pola Pembaharuan Pendidikan Islam Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga pola utama pembaharuan pendidikan Islam. Pertama, pola yang berorientasi pada pendidikan modern Barat dengan mengadopsi sistem pendidikan yang dianggap berhasil dalam Nurhaliza. Asep Awaluddin. AoKepemimpinan Progresif Atasi Kemunduran Pendidikan Islam TradisionalAo, 2 . , 119Ae32. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 menghasilkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, pola yang berorientasi pada pemurnian ajaran Islam dengan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis serta membuka kembali pintu ijtihad. Pola ini menekankan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai apabila umat Islam kembali memahami ajaran Islam secara benar dan menyeluruh. Ketiga, pola yang berorientasi pada nasionalisme, yaitu pembaharuan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di masing-masing Pola ini berusaha menggabungkan nilai-nilai Islam dengan semangat kebangsaan dan pembangunan nasional. Tokoh-Tokoh Pembaharuan Pendidikan Islam Tokoh-tokoh pembaharuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membangkitkan kembali semangat intelektual umat Islam. Jamaluddin Al-Afghani mengajak umat Islam untuk meninggalkan sikap pasif dan kembali mengembangkan pemikiran rasional. Ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam dalam menghadapi tantangan modern. Rasyid Ridha melanjutkan gagasan pembaharuan dengan mendorong perubahan kurikulum pendidikan Islam. Menurutnya, pendidikan Islam harus memadukan ilmu agama dan ilmu umum agar mampu menghasilkan generasi yang memiliki kompetensi keagamaan dan keilmuan sekaligus. Selain itu, pembaharuan juga berkembang di Turki melalui gerakan modernisasi pendidikan dan di India melalui pemikiran Muhammad Iqbal yang menekankan pentingnya kebebasan berpikir, kreativitas, dan penguasaan ilmu pengetahuan modern. Pembaharuan Lembaga Pendidikan Islam Pembaharuan pendidikan Islam tidak hanya terjadi pada aspek pemikiran, tetapi juga pada aspek kelembagaan. Berbagai lembaga pendidikan Islam mulai melakukan reformasi kurikulum dengan memasukkan ilmu-ilmu umum ke dalam sistem pembelajaran. Di Indonesia, pembaharuan terlihat Arif Rahman. AoReformasi Dan Arah Pembaharuan Pendidikan Islam Arif RahmanAo. VII. , 75Ae88. Nurhaliza. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 melalui perkembangan madrasah, pesantren modern, serta perguruan tinggi Islam. Perubahan status beberapa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) menunjukkan upaya integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Langkah tersebut bertujuan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan identitas Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaharuan pendidikan Islam merupakan respons terhadap kemunduran yang pernah dialami dunia Islam. Pembaharuan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun mempersiapkan generasi Muslim yang mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai ajaran islam. PENUTUPAN Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam mengalami masa kemunduran yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan Faktor internal meliputi berkembangnya sikap taklid, tertutupnya pintu ijtihad, fanatisme mazhab, serta melemahnya semangat pengembangan ilmu Sementara itu, faktor eksternal berupa serangan Mongol dan Perang Salib menyebabkan hancurnya berbagai pusat pendidikan dan keilmuan Islam. Akibatnya, dunia Islam mengalami kemunduran dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan peradaban. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, muncul gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang bertujuan mengembalikan kejayaan umat Islam melalui reformasi sistem pendidikan. Pembaharuan dilakukan dengan mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, memperbarui kurikulum, mengembangkan pemikiran kritis, serta membuka kembali pintu ijtihad. Tokoh-tokoh pembaharu seperti Jamaluddin Al-Afghani. Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha memberikan kontribusi besar dalam mendorong modernisasi pendidikan Islam. Kunci. Islam, and Pendahuluan. Kunci. Islam, and Pendahuluan. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (Tarbiyatul Misba. Volume XIX No. 01, edisi Juni 2026, hal. P-IISN : 2089-4724 E-ISSN : 2722-6093 Dengan demikian, pembaharuan pendidikan Islam menjadi langkah penting dalam membangun kembali tradisi keilmuan dan meningkatkan kualitas pendidikan Islam agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Sejarah kemunduran dan pembaharuan pendidikan Islam memberikan pelajaran bahwa kemajuan suatu peradaban sangat ditentukan oleh perhatian terhadap pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan keterbukaan terhadap perubahan yang bersifat konstruktif. DAFTAR PUSTAKA