KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah PENDIDIKAN INTEGRATIF INKLUSIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: INOVASI. MEDIA. DAN PENGENDALIAN DIRI SISWA Annisa Nur Baeti1. Misbah2 Universitas Islam Negeri Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto. Indonesia1,2 e-mail: 254120600002@mhs. id1, misbah@uinsaizu. Diterima: 06/06/2026. Direvisi: 11/06/2026. Diterbitkan: 17/06/2026 ABSTRAK Perkembangan teknologi digital, meningkatnya keberagaman peserta didik, serta munculnya Generasi Alpha menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih adaptif, inovatif, dan inklusif. Namun, berbagai penelitian sebelumnya masih cenderung mengkaji inovasi digital, media pembelajaran, perkembangan peserta didik, dan self-control secara terpisah sehingga belum menghasilkan pemahaman yang utuh mengenai pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, dan tantangan pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI melalui sintesis berbagai kajian yang berkaitan dengan inovasi digital, media audio-visual, karakteristik perkembangan peserta didik, serta pembentukan self-control. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI dibangun atas empat pilar utama, yaitu integrasi teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan media audio-visual yang mendukung pembelajaran interaktif, penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik perkembangan peserta didik, serta penguatan nilai-nilai Islam sebagai fondasi pembentukan self-control dan karakter. Sinergi keempat pilar tersebut berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan, aksesibilitas, pemahaman, serta kemampuan pengendalian diri peserta didik. Dengan demikian, pendidikan integratif inklusif berpotensi menjadi pendekatan pembelajaran PAI yang holistik, relevan, dan responsif terhadap tuntutan pendidikan abad ke-21. Kata Kunci: Pendidikan Integratif Inklusif. Pendidikan Agama Islam. Inovasi Digital. Media Audio-Visual. Self-Control. Generasi Alpha. ABSTRACT The rapid advancement of digital technology, increasing diversity among learners, and the emergence of Generation Alpha have created the need for a more adaptive, innovative, and inclusive approach to Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI). However, previous studies have generally examined digital innovation, learning media, student development, and self-control as separate domains, resulting in a limited understanding of integrative inclusive education within PAI. This study aims to analyze the concept, implementation, and challenges of integrative inclusive education in PAI through a synthesis of literature related to digital innovation, audio-visual learning media, student developmental characteristics, and the development of self-control. The research employed a qualitative literature review using content analysis of relevant scholarly articles. The findings reveal that integrative inclusive education in PAI is built upon four main pillars: the integration of information and communication technology, the use of audio-visual media to support interactive learning, the adaptation of instructional strategies to studentsAo developmental characteristics, and the reinforcement of Islamic values as the foundation of self-control and character development. The synergy of these four pillars contributes to improving student Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah engagement, accessibility, understanding, and self-regulation. Therefore, integrative inclusive education has the potential to serve as a holistic, relevant, and responsive approach to PAI learning in meeting the demands of twenty-first-century education. Keywords: Integrative Inclusive Education. Islamic Religious Education. Digital Innovation. Audio-Visual Media. Self-Control. Generation Alpha. PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi berbagai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam konteks abad ke-21, pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, literasi digital, kemampuan berkolaborasi, kreativitas, dan pembentukan karakter peserta didik (Rayfansyah & Murhayati, 2025. Hoeruman et al. , 2. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah mengubah pola belajar peserta didik sehingga menuntut adanya transformasi dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Transformasi tersebut perlu dilakukan melalui pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman serta selaras dengan kebijakan pendidikan nasional yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan karakter peserta didik (Suwadji et al. , 2. Di sisi lain, pendidikan modern juga dituntut untuk memberikan layanan yang setara dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, kemampuan, maupun kondisi fisik mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran PAI yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi, karakter, dan prinsip inklusivitas secara seimbang sehingga mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 (Rayfansyah & Murhayati, 2025. Hoeruman et al. , 2. Secara ideal, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) diharapkan mampu memadukan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh sehingga peserta didik tidak hanya memahami nilai-nilai Islam secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran PAI juga diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar peserta didik melalui penggunaan media pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital saat ini (Suseno & Ritonga. Namun, kondisi yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI masih menghadapi berbagai tantangan. Sebagian praktik pembelajaran masih berpusat pada guru, kurang memanfaatkan media pembelajaran yang inovatif, dan belum sepenuhnya memperhatikan keberagaman karakteristik peserta didik. Selain itu, meningkatnya penggunaan teknologi digital di kalangan Generasi Alpha juga menimbulkan tantangan baru terkait pembentukan karakter, etika bermedia, serta kemampuan pengendalian diri . peserta didik dalam lingkungan digital yang semakin kompleks (Rosyidah et al. , 2. Di sisi lain, penerapan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten keislaman masih belum optimal sehingga tujuan pembelajaran yang holistik belum sepenuhnya tercapai (Suriyani & Halid, 2. Kesenjangan antara harapan ideal dan realitas tersebut menunjukkan perlunya pengembangan model pembelajaran PAI yang lebih integratif dan inklusif agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital secara efektif. Berbagai penelitian dalam lima tahun terakhir telah mengkaji sejumlah aspek yang relevan dengan pengembangan pembelajaran PAI. Penelitian oleh MaAoarif dan Nursikin . menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital seperti platform e-learning dan aplikasi interaktif mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik serta memperdalam pemahaman Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah materi PAI, meskipun masih dihadapkan pada tantangan akses teknologi dan kesiapan guru. Penelitian Susanti dkk. menemukan bahwa pemanfaatan media digital dan media sosial dalam pembelajaran PAI dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Selanjutnya. Julaiha Hsb . menegaskan bahwa penggunaan sumber belajar digital, seperti e-book, video pembelajaran, dan platform pembelajaran daring, mampu memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Sementara itu. Reksiana dkk. menunjukkan bahwa kompetensi literasi digital guru PAI menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis teknologi. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, inovasi media pembelajaran, pemanfaatan sumber belajar digital, dan peningkatan kompetensi guru merupakan komponen penting dalam pengembangan pembelajaran PAI kontemporer. Meskipun demikian, penelitian-penelitian terdahulu masih memiliki keterbatasan karena umumnya membahas masing-masing aspek pembelajaran secara terpisah. Kajian mengenai inovasi digital dalam Pendidikan Agama Islam lebih banyak berfokus pada perkembangan media digital dan pemanfaatannya sebagai sarana pembelajaran tanpa mengaitkannya secara komprehensif dengan aspek perkembangan peserta didik dan pembentukan karakter (Adedo & Deriwanto, 2. Sementara itu, penelitian mengenai media audio-visual cenderung menitikberatkan pada efektivitas media dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran (Andalas, 2. Pengembangan media berbasis video animasi juga menunjukkan kontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa, namun kajiannya masih berorientasi pada efektivitas media pada mata pelajaran tertentu dan belum mengintegrasikan dimensi inklusivitas maupun penguatan karakter peserta didik secara menyeluruh (Risna, 2. Di sisi lain, penelitian mengenai karakteristik perkembangan peserta didik dan self-control dalam pembelajaran PAI masih banyak dilakukan secara parsial sehingga hubungan antarkomponen tersebut belum dijelaskan secara utuh. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini menawarkan kebaruan berupa penyusunan kerangka konseptual pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI yang menghubungkan empat pilar utama, yaitu teknologi digital, media audio-visual, pendekatan berbasis perkembangan peserta didik, dan penguatan self-control. Keempat aspek tersebut tidak diposisikan sebagai komponen yang berdiri sendiri, melainkan sebagai elemen yang saling mendukung dalam menciptakan pembelajaran PAI yang holistik dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . bagaimana konsep pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI dapat dibangun berdasarkan hasil sintesis literatur. bagaimana hubungan antara inovasi digital, media audio-visual, karakteristik perkembangan siswa, dan pembentukan self-control dalam pembelajaran PAI. apa saja tantangan implementasi pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mensintesis, dan mengembangkan kerangka konseptual pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, responsif terhadap keberagaman peserta didik, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan pengendalian diri Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis maupun praktis bagi pengembangan pembelajaran PAI yang lebih komprehensif dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi literatur . iterature revie. dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari empat artikel jurnal ilmiah yang dipilih secara purposif berdasarkan kesesuaian dengan fokus kajian, yaitu pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel yang dianalisis membahas empat aspek utama, yaitu inovasi digital dalam pembelajaran PAI, pemanfaatan media audiovisual, karakteristik perkembangan peserta didik, dan pembentukan self-control siswa Generasi Alpha. Sumber data dikumpulkan melalui penelusuran dokumen elektronik pada jurnal ilmiah yang relevan dan telah dipublikasikan. Instrumen penelitian berupa lembar analisis dokumen yang digunakan untuk mengidentifikasi tema, konsep, temuan, dan rekomendasi dari setiap artikel yang dikaji. Prosedur penelitian dilakukan melalui empat tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan dan seleksi artikel berdasarkan relevansi topik, tujuan penelitian, serta keterkaitannya dengan pendidikan integratif inklusif dalam PAI. Tahap kedua adalah membaca dan mengkaji isi artikel secara mendalam untuk mengidentifikasi data yang sesuai dengan fokus penelitian. Tahap ketiga adalah pengelompokan data ke dalam empat tema utama, yaitu teknologi digital, media audio-visual, perkembangan peserta didik, dan self-control. Tahap terakhir adalah sintesis dan interpretasi data untuk menemukan keterkaitan antartema serta menyusun kerangka konseptual pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI. Hasil analisis kemudian disajikan secara deskriptif untuk menjawab tujuan penelitian yang telah ditetapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian ini diperoleh melalui kajian terhadap beberapa artikel ilmiah yang relevan dengan tema pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Literatur yang dianalisis mencakup kajian mengenai inovasi pembelajaran PAI di era digital, pemanfaatan media audio-visual, karakteristik perkembangan peserta didik, serta peran pembelajaran PAI dalam pembentukan self-control siswa. Keempat kajian tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan dengan upaya pengembangan pembelajaran PAI yang mampu menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Meskipun masing-masing penelitian memiliki fokus yang berbeda, seluruhnya memberikan kontribusi penting dalam memahami berbagai faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran PAI. Analisis terhadap literatur tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi konsep, temuan, serta implikasi yang dapat mendukung pengembangan pendidikan integratif inklusif. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis literatur, ditemukan sejumlah temuan yang menunjukkan adanya hubungan antara pemanfaatan teknologi digital, penggunaan media pembelajaran, karakteristik perkembangan peserta didik, dan penguatan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI. Temuan-temuan tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai komponen yang berkontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis, hasil sintesis literatur disajikan dalam bentuk temuan-temuan utama yang dirangkum pada Tabel 1 dan 2 berikut. Tabel 1. Hasil Sintesis Literatur Temuan Sintesis Sumber Literatur Implikasi Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Integrasi teknologi digital dalam Rahayu et al. pembelajaran PAI meningkatkan Bela et al. aksesibilitas, fleksibilitas, dan efektivitas Ahwani . proses belajar peserta didik. Teknologi mendukung pemerataan akses dan efisiensi pembelajaran PAI. Pemanfaatan platform digital seperti elearning, aplikasi mobile, dan media sosial mendukung pembelajaran PAI yang lebih interaktif dan kolaboratif. Rahayu et al. Bela et al. Pembelajaran menjadi lebih partisipatif dan berpusat pada siswa. Media audio-visual terbukti meningkatkan motivasi, perhatian, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI. Meningkatkan kualitas Mete et al. interaksi dan minat Miranda et al. belajar peserta didik. Penggunaan media audio-visual membantu siswa memahami materi PAI yang bersifat abstrak melalui visualisasi yang lebih konkret. Miranda et al. Mete et al. Mempermudah pemahaman konsepkonsep keislaman yang Keberhasilan pembelajaran PAI dipengaruhi oleh kesesuaian metode pembelajaran dengan tahap perkembangan kognitif, afektif, dan sosial peserta didik. Nurjadid et al. Ahwani Pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan siswa. Pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik Generasi Alpha meningkatkan efektivitas pembelajaran dan partisipasi Amrullah et al. Ahwani Pembelajaran menjadi lebih relevan dengan karakteristik generasi Pembelajaran PAI berkontribusi positif terhadap penguatan self-control siswa dalam aspek perilaku, kognitif, dan pengambilan keputusan. Nuha et al. PAI berperan dalam pengendalian diri siswa. Nilai-nilai Islam seperti disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan pengendalian diri menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik. Judrah et al. Nuha et al. Pembelajaran PAI mendukung penguatan karakter dan moral Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Keterbatasan akses teknologi dan kompetensi digital guru masih menjadi hambatan utama implementasi pembelajaran PAI yang integratif dan Hamzah & Mudlofir . Rahayu et al. Diperlukan peningkatan infrastruktur dan kompetensi guru. Pendidikan integratif inklusif dalam PAI terbentuk melalui sinergi antara teknologi digital, media pembelajaran, pendekatan perkembangan siswa, dan penguatan karakter Islam. Ahwani . Rahayu et al. Nurjadid et al. Nuha et al. Menunjukkan perlunya pembelajaran yang holistik dan terpadu. Tabel 1 menyajikan hasil sintesis literatur yang diperoleh dari analisis empat artikel utama yang menjadi sumber data penelitian. Dari proses analisis tersebut diperoleh sepuluh temuan yang menggambarkan berbagai aspek pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Temuan-temuan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi digital, penggunaan media audio-visual, kesesuaian pembelajaran dengan perkembangan peserta didik, penguatan self-control, hingga tantangan implementasi pembelajaran berbasis teknologi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa setiap aspek memiliki kontribusi yang saling melengkapi dalam mendukung terciptanya pembelajaran PAI yang lebih adaptif, efektif, dan inklusif. Selain itu, temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi atau media pembelajaran semata, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik dan tujuan pembentukan karakter. Sepuluh temuan yang dihasilkan pada Tabel 1 selanjutnya dikelompokkan berdasarkan keterkaitan konsep dan substansi temuan. Proses pengelompokan ini dilakukan untuk mengidentifikasi pola hubungan antartemuan sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI. Hasil pengelompokan menunjukkan adanya keterhubungan yang kuat antara inovasi teknologi, media pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Temuan-temuan tersebut menjadi dasar dalam merumuskan sintesis konseptual yang lebih luas. Oleh karena itu. Tabel 1 berfungsi sebagai landasan empiris bagi penyusunan temuan utama penelitian yang disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Temuan Utama dan Kontribusinya terhadap Pendidikan Integratif Inklusif dalam Pembelajaran PAI Temuan Utama Hasil Sintesis Kontribusi terhadap Pendidikan Integratif Inklusif Pembelajaran PAI yang memanfaatkan teknologi digital mampu meningkatkan akses, fleksibilitas, dan kualitas Memperluas kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik serta mendukung pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Media audio-visual menjadi sarana efektif untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Mengakomodasi keberagaman gaya belajar dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif. Penyesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik perkembangan peserta didik, khususnya Generasi Alpha, meningkatkan efektivitas pembelajaran. Memperkuat prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan menghargai keberagaman kebutuhan Integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI berperan penting dalam membentuk self-control dan karakter Menghasilkan pembelajaran yang holistik dengan mengintegrasikan aspek akademik, moral, spiritual, dan sosial peserta didik. Tabel 2 menyajikan empat temuan utama yang diperoleh melalui proses sintesis terhadap sepuluh temuan pada Tabel 1. Keempat temuan tersebut merepresentasikan komponen inti pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI, yaitu integrasi teknologi digital, pemanfaatan media audio-visual, penyesuaian pembelajaran berdasarkan karakteristik perkembangan peserta didik, dan penguatan self-control melalui internalisasi nilai-nilai Islam. Hasil sintesis ini menunjukkan bahwa keempat komponen tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan membentuk suatu sistem pembelajaran yang utuh. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling mendukung dalam mencapai tujuan pendidikan Islam yang komprehensif. Dengan demikian, pendidikan integratif inklusif dipahami sebagai pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan pembentukan karakter secara simultan. Kontribusi utama dari hasil sintesis pada Tabel 2 adalah lahirnya kerangka konseptual pendidikan integratif inklusif yang lebih holistik dibandingkan penelitian-penelitian Jika penelitian terdahulu cenderung membahas teknologi digital, media pembelajaran, perkembangan peserta didik, atau self-control secara terpisah, penelitian ini menunjukkan bahwa keempat aspek tersebut memiliki hubungan yang saling memperkuat dalam praktik pembelajaran PAI. Integrasi teknologi memperluas akses pembelajaran, media audio-visual meningkatkan kualitas pengalaman belajar, pendekatan berbasis perkembangan peserta didik memastikan relevansi pembelajaran, sedangkan penguatan nilai-nilai Islam berfungsi membentuk karakter dan pengendalian diri siswa. Sinergi keempat komponen tersebut menjadi dasar dalam membangun pembelajaran PAI yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap berorientasi pada pembentukan akhlak. Oleh karena itu, hasil sintesis ini dapat dipandang sebagai kontribusi konseptual sekaligus kebaruan penelitian dalam pengembangan pendidikan integratif inklusif pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang integratif dan inklusif. Berbagai bentuk teknologi, seperti e-learning, aplikasi pembelajaran berbasis mobile, media sosial, serta platform pembelajaran daring, terbukti mampu meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas proses belajar peserta didik (Rahayu et al. , 2025. Bela et al. , 2025. Ahwani, 2. Kehadiran teknologi memungkinkan peserta didik Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah memperoleh materi pembelajaran tanpa dibatasi ruang dan waktu sehingga mendukung pemerataan kesempatan belajar. Selain itu, teknologi digital juga mendorong terciptanya interaksi yang lebih aktif antara guru dan peserta didik melalui berbagai fitur komunikasi dan kolaborasi (Rahayu et al. , 2025. Bela et al. , 2. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen untuk mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Temuan berikutnya menunjukkan bahwa media audio-visual memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Penggunaan video pembelajaran, animasi, presentasi interaktif, dan media berbasis suara serta gambar terbukti mampu meningkatkan motivasi, perhatian, dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung (Mete et al. , 2025. Miranda et al. , 2. Media audio-visual juga membantu menyederhanakan konsep-konsep keislaman yang bersifat abstrak sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik melalui visualisasi yang lebih konkret (Miranda et al. , 2. Selain meningkatkan pemahaman materi, media tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Dengan demikian, pemanfaatan media audio-visual menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mendukung pembelajaran PAI yang responsif terhadap keberagaman karakteristik dan gaya belajar peserta didik. Hasil sintesis juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI sangat dipengaruhi oleh kesesuaian strategi pembelajaran dengan karakteristik perkembangan peserta Pada jenjang sekolah dasar, peserta didik membutuhkan pendekatan yang konkret, kontekstual, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari mereka. Sementara itu, peserta didik Generasi Alpha memiliki karakteristik yang lekat dengan teknologi digital sehingga membutuhkan model pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan berbasis teknologi (Amrullah et al. , 2. Penyesuaian metode pembelajaran dengan kebutuhan perkembangan siswa terbukti mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan efektivitas pembelajaran (Nurjadid et al. , 2025. Ahwani, 2. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan integratif inklusif harus berorientasi pada kebutuhan peserta didik dengan mempertimbangkan aspek perkembangan kognitif, afektif, sosial, dan spiritual secara seimbang. Temuan terakhir menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI berkontribusi terhadap pembentukan self-control dan karakter peserta didik. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kesabaran, kejujuran, dan pengendalian diri menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku positif siswa (Judrah et al. , 2. Penelitian yang dianalisis menunjukkan bahwa pembelajaran PAI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan peserta didik dalam mengendalikan perilaku, berpikir secara rasional, dan mengambil keputusan yang tepat (Nuha et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan aspek moral dan spiritual peserta didik. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran menjadi elemen utama dalam mewujudkan pendidikan integratif inklusif yang holistik dan berkelanjutan. Berdasarkan keseluruhan hasil sintesis, dapat dipahami bahwa pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI dibangun melalui keterpaduan antara teknologi digital, media audio-visual, pendekatan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik, dan penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam (Ahwani, 2025. Rahayu et al. , 2025. Nurjadid et al. , 2025. Nuha et al. , 2. Keempat komponen tersebut saling melengkapi dan membentuk suatu sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan kompetensi, karakter, dan keterampilan hidup peserta didik. Temuan ini menghasilkan sebuah kerangka konseptual yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dengan tetap memperhatikan perkembangan teknologi dan nilai-nilai keislaman. Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Kerangka tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran PAI yang efektif harus mampu mengintegrasikan aspek pedagogis, teknologi, sosial, dan spiritual secara seimbang. Dengan demikian, pendidikan integratif inklusif dapat menjadi pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan Islam di era digital. Pembahasan Pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan respons terhadap perubahan paradigma pendidikan yang menuntut pengembangan kompetensi, karakter, dan kemampuan adaptasi peserta didik terhadap perubahan sosial serta teknologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital menjadi unsur penting dalam pengembangan pembelajaran PAI karena tidak hanya mengubah media pembelajaran, tetapi juga cara peserta didik memperoleh dan membangun pengetahuan. Dalam perspektif konstruktivisme, teknologi digital mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa pembelajaran PAI perlu mengintegrasikan nilai-nilai multikultural, inklusivitas, serta kompetensi abad ke-21 seperti literasi digital, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis (Mashuri & Syahid, 2024. Khalik, 2. Selain itu, pengembangan pembelajaran PAI yang inklusif juga menuntut penyediaan layanan yang mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal (Warosari, 2. Selain teknologi digital, pemanfaatan media audio-visual memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI. Berdasarkan teori Multimedia Learning Mayer, peserta didik lebih mudah memahami materi ketika informasi disajikan melalui kombinasi unsur visual dan verbal. Oleh karena itu, media audio-visual tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi PAI (Shafira et al. Dalam pembelajaran PAI, media audio-visual membantu memvisualisasikan konsepkonsep yang bersifat abstrak sehingga lebih mudah dipahami dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan media audio-visual dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan sekaligus mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dengan mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik (Miranda et al. , 2. Hasil sintesis menunjukkan bahwa karakteristik perkembangan peserta didik merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Sesuai teori perkembangan kognitif, kemampuan berpikir peserta didik berkembang secara bertahap sehingga strategi pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik mereka (Yuspiani & Subhan, 2. Dalam konteks Generasi Alpha, peserta didik tumbuh di lingkungan yang kaya teknologi, terbiasa memperoleh informasi secara cepat, dan lebih responsif terhadap pembelajaran yang interaktif. Kondisi ini menuntut guru untuk berperan aktif dalam merancang pembelajaran yang inovatif, partisipatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik (Noviani et al. , 2. Dengan demikian, pendidikan integratif inklusif tidak hanya berfokus pada pemerataan akses belajar, tetapi juga pada kemampuan pembelajaran dalam mengakomodasi keragaman kebutuhan, potensi, dan karakteristik peserta didik secara optimal. Temuan mengenai penguatan self-control menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter peserta didik. Dalam perspektif pendidikan Islam, nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kesabaran, kejujuran, dan pengendalian diri merupakan bagian penting dari pengembangan kepribadian yang utuh. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam mengembangkan self-control siswa melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan dan keteladanan dalam proses pembelajaran (Farhan, 2024. Hasibuan et al. , 2. Penguatan self-control menjadi semakin penting di era digital karena peserta didik dihadapkan pada berbagai pengaruh yang dapat memengaruhi perilaku dan perkembangan karakter mereka. Oleh karena itu, pembelajaran PAI perlu dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga untuk membentuk kemampuan peserta didik dalam mengelola perilaku dan mengambil keputusan secara bijaksana. Lebih jauh, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi digital, media audiovisual, pendekatan berbasis perkembangan peserta didik, dan penguatan karakter Islam merupakan komponen yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran PAI. Temuan ini memperkuat konsep pendidikan integratif yang menempatkan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual sebagai satu kesatuan utuh dalam proses pembelajaran. Dalam kerangka pendidikan inklusif, integrasi keempat komponen tersebut memastikan setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan Integrasi ini juga menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan hidup, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Dengan demikian, pendidikan integratif inklusif dalam PAI dapat dipandang sebagai pendekatan yang mampu menjembatani pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran dengan penguatan nilai-nilai keislaman secara seimbang (Syafitri, 2024. Suwahyu, 2. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka konseptual pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran PAI yang menghubungkan empat dimensi utama, yaitu teknologi digital, media pembelajaran, perkembangan peserta didik, dan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Berbeda dengan sebagian penelitian sebelumnya yang cenderung mengkaji masing-masing aspek secara terpisah, hasil sintesis ini menunjukkan bahwa keempat dimensi tersebut memiliki hubungan yang saling memperkuat dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai pendidikan integratif inklusif dengan menempatkan pembelajaran PAI sebagai ruang integrasi antara inovasi pedagogis dan pembentukan karakter. Dengan demikian, pendidikan integratif inklusif tidak hanya menjadi pendekatan pembelajaran yang relevan bagi kebutuhan pendidikan Islam kontemporer, tetapi juga menawarkan model konseptual yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran PAI di era digital. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan integratif inklusif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dibangun melalui keterpaduan empat komponen utama, yaitu teknologi digital, media audio-visual, pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik, serta penguatan self-control berbasis nilai-nilai Islam. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa keempat komponen tersebut memiliki hubungan yang saling mendukung dalam menciptakan pembelajaran PAI yang lebih adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era digital. Teknologi digital dan media audio-visual berperan dalam meningkatkan aksesibilitas, keterlibatan, dan pemahaman siswa, sedangkan pendekatan berbasis perkembangan peserta didik dan penguatan nilai-nilai Islam mendukung pembentukan karakter serta pengendalian diri. Dengan demikian, pendidikan integratif inklusif dapat dipahami sebagai kerangka pembelajaran holistik yang mengintegrasikan aspek pedagogis, teknologi, sosial, dan spiritual secara seimbang. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI yang efektif tidak hanya berfokus pada penguasaan Copyright . 2026 KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : 3125-0807 Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah materi keagamaan, tetapi juga pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa guru, sekolah, dan pengambil kebijakan perlu mengembangkan pembelajaran PAI yang mengintegrasikan teknologi, media inovatif, dan penguatan karakter dalam satu desain pembelajaran yang terpadu. Kerangka konseptual yang dihasilkan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan kurikulum, pengembangan media pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru untuk menghadapi kebutuhan Generasi Alpha. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas pemahaman mengenai hubungan antara inovasi pembelajaran dan pembentukan karakter dalam konteks pendidikan Islam. Bagi praktik pendidikan, hasil penelitian dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih inklusif, relevan, dan responsif terhadap keberagaman peserta didik. Ke depan, kerangka pendidikan integratif inklusif ini berpotensi menjadi dasar pengembangan model pembelajaran PAI yang dapat diuji dan diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik. DAFTAR PUSTAKA