CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 3 No. PP 52-56 Hompage: https//journal. id/index. php/care Pengembangan Kompetensi Peternak Muda Melalui Kolaborasi Kontes Ternak Kambing dan Domba DI SMK N 1 Bangun Purba *1Danang Saputra, 2Jiyanto, 3Siti Zainab, 4Dwiky Andryawan Yusuf, 5Taufik Ristumoyo Rambe 1,2,3,4,5 Universitas Rokania *Koresponden: saputradanang667@gmail. com, danangsaputra@rokania. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peternak muda melalui pendekatan edukatif dan kompetitif yang diwujudkan dalam bentuk kolaborasi kontes ternak kambing dan domba di SMK Negeri 1 Bangun Purba. Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya peningkatan keterampilan dan wawasan siswa sebagai calon peternak, agar mampu bersaing dalam dunia usaha peternakan yang semakin berkembang. Metode yang digunakan meliputi pelatihan manajemen pemeliharaan ternak, penilaian performa ternak, serta pelaksanaan kontes yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk praktisi peternakan dan alumni. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kontes memberikan motivasi tinggi, meningkatkan pemahaman terhadap standar kualitas ternak, serta mendorong inovasi dalam pengelolaan usaha peternakan. Dengan pendekatan kolaboratif ini, pengembangan kompetensi siswa menjadi lebih aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri peternakan. Kata kunci: kompetensi peternak muda, kontes ternak, kambing dan domba, kolaborasi edukatif. Abstract This community service activity aims to develop the competence of young farmers through an educational and competitive approach, realized in the form of a goat and sheep livestock contest collaboration at SMK Negeri 1 Bangun Purba. The background of this activity is the importance of improving the skills and insights of students as prospective farmers, so that they are able to compete in the rapidly developing livestock business The methods used include livestock maintenance management training, livestock performance assessment, and the implementation of contests involving various stakeholders, including livestock practitioners and alumni. The results of the activity show that the active involvement of students in the contest provides high motivation, increases understanding of livestock quality standards, and encourages innovation in livestock business management. With this collaborative approach, the development of student competencies becomes more relevant and aligned with field needs, while strengthening the synergy between vocational education and the livestock industry. Keywords: young breeder competencies, livestock, goat and sheep contests, educational collaboration. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris dengan potensi peternakan yang sangat besar, terutama pada subsektor ternak kecil seperti kambing dan domba. Kedua jenis ternak ini memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan dan menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat pedesaan. Namun, potensi besar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, terutama oleh generasi muda. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterampilan praktis dan wawasan manajerial yang memadai untuk mengelola usaha peternakan secara profesional. Dalam konteks inilah, pendidikan vokasi seperti yang diselenggarakan di SMK menjadi sarana strategis dalam menyiapkan peternak muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri peternakan modern. SMK Negeri 1 Bangun Purba sebagai lembaga pendidikan kejuruan di bidang pertanian dan peternakan memiliki peran penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil dalam praktik. Namun, proses pembelajaran di sekolah CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 3 No. PP 52-56 Hompage: https//journal. id/index. php/care masih perlu disinergikan dengan pendekatan yang aplikatif dan kontekstual agar siswa mampu menyerap keterampilan yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Salah satu pendekatan inovatif yang dapat mendorong peningkatan kompetensi tersebut adalah melalui penyelenggaraan kontes ternak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang adu kualitas ternak, tetapi juga sarana edukasi, evaluasi, dan pemicu semangat berprestasi bagi siswa. Kontes ternak kambing dan domba merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dengan praktisi, peternak lokal, dan instansi terkait dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor peternakan. Melalui kontes ini, siswa dapat belajar mengenai standar mutu ternak, teknik seleksi bibit unggul, penilaian performa, serta aspek kesehatan dan manajemen pakan. Selain itu, mereka juga dapat menjalin jejaring dengan para pelaku usaha, yang pada gilirannya membuka peluang kerja atau wirausaha di bidang peternakan. Kolaborasi semacam ini memperkaya pengalaman belajar siswa serta memperluas wawasan mereka terhadap dinamika industri ternak secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi dunia kerja yang semakin Kompetensi teknis yang dimiliki siswa perlu diasah melalui pengalaman nyata dan didukung dengan semangat kompetisi yang sehat. Dengan adanya kontes ternak yang dirancang secara edukatif, siswa didorong untuk lebih aktif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap hasil pemeliharaan ternak mereka. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan vokasi yang menekankan pada keterampilan kerja berbasis kompetensi, pembentukan karakter wirausaha, serta penguatan kemitraan antara sekolah dan industri. Kegiatan kolaborasi kontes ternak kambing dan domba di SMK N 1 Bangun Purba bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang berdampak nyata terhadap pengembangan kompetensi peternak muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terbentuk generasi baru peternak yang memiliki keahlian, daya saing, dan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha ternak yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah kejuruan lainnya dalam mengintegrasikan pembelajaran praktis dengan kegiatan pengembangan masyarakat yang produktif dan bermakna. METODE Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Forum Group Discussion (FGD) yang dipadukan dengan observasi partisipatif dan evaluatif, guna mendapatkan data yang lebih menyeluruh mengenai dampak kegiatan terhadap peningkatan kompetensi peserta. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan terjadinya interaksi aktif antar peserta, fasilitator, dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga proses penggalian informasi, refleksi, dan evaluasi dapat berlangsung secara mendalam dan konstruktif. Pengabdian ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan proses berjalan sistematis dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tahap pertama adalah pengumpulan data awal, yang dilakukan melalui survei dan wawancara terhadap siswa atau peternak muda calon peserta kontes. Tujuannya adalah untuk mengetahui latar belakang pengetahuan dan keterampilan mereka dalam hal pemeliharaan ternak, manajemen pakan, kesehatan ternak, serta pemahaman terhadap kualitas ternak kambing dan domba. Selain itu, data awal ini juga digunakan untuk CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 3 No. PP 52-56 Hompage: https//journal. id/index. php/care memetakan kebutuhan pengembangan kompetensi, sehingga pelaksanaan kontes dapat dirancang secara lebih tepat sasaran dan edukatif. Tahap kedua adalah pelaksanaan kontes ternak kambing dan domba, yang menjadi inti dari kegiatan pengabdian ini. Kontes dirancang dengan mempertimbangkan aspek edukatif, kompetitif, dan kolaboratif. Mekanisme kontes mencakup proses registrasi, penilaian kesehatan dan performa ternak, serta sesi presentasi dari peserta tentang manajemen pemeliharaan ternak yang mereka lakukan. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tenaga ahli, praktisi, dan pendidik di bidang peternakan. Selain berfungsi sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata kepada peserta untuk mengukur kemampuan teknis mereka dan belajar dari peserta lainnya. Tahap ketiga adalah pengumpulan data selama dan setelah pelaksanaan kontes, yang dilakukan melalui observasi langsung, pengisian kuesioner, dan sesi FGD. Fokus pada tahap ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan dalam keterampilan teknis, komunikasi, kerja sama tim, serta pola-pola interaksi sosial dan kepemimpinan yang berkembang selama kegiatan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengevaluasi sejauh mana kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi peserta, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan bahwa setelah mengikuti kontes ternak, peternak muda mengalami peningkatan yang signifikan dalam keterampilan teknis, seperti pemeliharaan ternak, manajemen kesehatan ternak, dan pemilihan bibit dan berjejaring. Sebagian besar peserta juga melaporkan adanya peningkatan dalam kemampuan mereka untuk bekerja dalam tim dan berbagi pengetahuan dengan peternak lain. Berdasarkan survei, 80% peserta merasa lebih percaya diri dalam mengelola usaha peternakan mereka setelah mengikuti kontes dengan bertambahnya pengetahuan dan jejaring yang diperoleh dapat membantu dalam usaha ternak kambing dan dombanya. Gambar 1. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat Pembahasan Pengabdian ini mengkonfirmasi bahwa kontes ternak yang dilakukan di Kabupaten Rokan Hulu dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kompetensi peternak muda, baik dalam hal keterampilan teknis maupun sosial. Hal ini sejalan dengan temuan pada pengabdian kepada masyarakat sebelumnya yang menunjukkan bahwa kompetisi dan kolaborasi antara peternak dapat mempercepat pembelajaran dan transfer pengetahuan. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 3 No. PP 52-56 Hompage: https//journal. id/index. php/care Model pembelajaran berbasis kontes yang dikembangkan di Kabupaten Rokan Hulu dapat diterapkan secara luas dalam pengembangan peternakan muda di daerah lain dengan penambahan formulasi menyesuaikan dengan kondisi daerah setempat yang akan menjadi objek pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kontes ternak kambing dan domba sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan sosial peternak muda di SMK N 1 Bangun Purba. Berdasarkan hasil observasi dan data survei, terlihat bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap standar kualitas ternak, teknik pemeliharaan yang baik, serta pentingnya pencatatan manajemen usaha ternak. Hal ini mencerminkan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung mampu memberikan dampak lebih kuat dibanding pembelajaran teori semata. Kontes ternak yang dirancang secara edukatif memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif dalam menyiapkan, mempresentasikan, dan mempertahankan ternak yang mereka rawat. Proses ini melatih keterampilan berpikir kritis, tanggung jawab terhadap hewan ternaknya, serta kemampuan untuk menilai dan meningkatkan kualitas secara Di samping itu, keterlibatan juri dari kalangan profesional juga menjadi nilai tambah, karena peserta mendapatkan masukan langsung yang objektif terkait kelebihan dan kekurangan ternak yang mereka bawa. Dari sisi sosial dan manajerial, kegiatan ini juga menunjukkan dampak yang signifikan. Melalui forum group discussion (FGD), peserta dapat mengemukakan pengalaman mereka selama mengikuti kontes, termasuk tantangan dan pembelajaran yang didapatkan. FGD menjadi ruang reflektif yang memperkuat interaksi sosial antar peserta serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan berbagi pengetahuan. Dalam diskusi tersebut teridentifikasi pula adanya peningkatan kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, dan kemampuan menyusun argumentasi teknis secara logis keterampilan penting yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa kolaborasi antara sekolah, pelaku industri, dan komunitas peternak lokal memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan kompetensi siswa. Para praktisi yang hadir tidak hanya menjadi juri, tetapi juga berperan sebagai mentor dan sumber inspirasi bagi siswa. Kolaborasi lintas sektor ini memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai dunia kerja di sektor peternakan serta membuka peluang jejaring yang berguna bagi masa depan mereka. Gambar 2. Dokumentasi Tim Pengabdian. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 3 No. PP 52-56 Hompage: https//journal. id/index. php/care KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui kolaborasi kontes ternak kambing dan domba di SMK N 1 Bangun Purba telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kompetensi peternak muda, khususnya siswa pendidikan vokasi di bidang Pendekatan berbasis pengalaman langsung . xperiential learnin. yang diterapkan melalui kontes ternak mampu meningkatkan pengetahuan teknis siswa mengenai kualitas ternak, manajemen pemeliharaan, dan kesehatan hewan, sekaligus menumbuhkan kemampuan manajerial serta jiwa kewirausahaan. Hasil observasi dan diskusi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mendorong siswa untuk aktif, percaya diri, dan lebih bertanggung jawab terhadap proses pemeliharaan ternak yang mereka kelola. Selain itu, kontes ternak menjadi wadah yang efektif dalam membangun komunikasi, kerja sama, serta jejaring antara siswa, guru, praktisi, dan pelaku usaha peternakan lokal. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pengabdian yang dirancang secara partisipatif dan kolaboratif mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. DAFTAR PUSTAKA