Jurnal Keperawatan Degeneratif E-ISSN : x-x http://journal. id/index. php/jkd Vol. No. Januari 2025 Received December 2024. Accepted December 2024 Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah Buntar Handayani1. Widya Naralia2. Ajeng Lare Karisma Putri3 1 Akademi Keperawatan Pelni, handayanibuntar@gmail. Akademi Keperawatan Pelni, widya. naralia@gmail. Akademi Keperawatan Pelni, ajenglarekarismap@gmail. Abstract: Physical abuse, loss of loved ones, rejection by family and repeated failures are phenomena that can cause mental problems in the form of low self-esteem. Low self-esteem is an evaluation of each individual that leads to negative feelings or aspects of oneself. The prevalence of nursing diagnosis of low self-esteem in Soeharto Heerdjan Hospital Jakarta in January-June 2022, is 18 patients, increasing to 20 patients in 2023. This research aims to identify increased self-esteem in mental disorder patients with low self-esteem after being given occupational drawing This research method is a case study of three respondents using occupational therapy intervention for four days with a duration of 15-25 minutes. The research instrument used was an observation sheet for signs and symptoms of low self-esteem. The results of the research obtained from the self-esteem level scores which had been observed for four days, proving that two of the three respondents experienced an increase, namely respondent II from a score of 2 to a score of 5, then respondent i from a score of 3 to a score of 6. The results of this study show that occupational therapy draws able to help patients with low self-esteem in increasing self-esteem. The conclusion of this research is that occupational therapy drawing has been proven to be able to increase the self-esteem of patients with low self-esteem. Researchers recommend that mental health nurses apply occupational therapy as a form of therapy for patients with low self-esteem. Key Words: Low Self-Esteem. Mental Disorders. Occupational Drawing Therapy. Self-Esteem Levels Abstrak: Penganiayaan fisik, kehilangan orang yang dicinta, penolakaan oleh keluarga serta kegagalan berulang merupakan fenomena yang dapat memungkinkan timbulnya masalah kejiwaan berupa harga diri rendah. Harga diri rendah merupakan evaluasi setiap individu yang mengarah pada perasaan atau aspek negatif terhadap diri. Prevalensi diagnosis keperawatan harga diri rendah di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta pada bulan Januari-Juni tahun 2022 yakni sebanyak 18 pasien meningkat menjadi 20 pasien pada tahun Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan harga diri pada pasien gangguan jiwa dengan harga diri rendah setelah diberikan terapi okupasi menggambar. Metode penelitian ini merupakan studi kasus pada tiga responden dengan penerapan intervensi terapi okupasi menggambar selama empat hari dengan durasi 15-25 menit. Instrumen penelitian yang digunakan yakni lembar observasi tanda dan gejala harga diri rendah. Hasil penelitian yang didapatkan skor tingkat harga diri yang telah diobservasi selama empat hari membuktikan bahwa dua dari tiga responden mengalami peningkatan yakni responden II dari skor 2 menjadi skor 5, kemudian responden i dari skor 3 menjadi skor 6. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terapi okupasi menggambar mampu membantu pasien dengan harga diri rendah dalam meningkatkan harga Simpulan dari penelitian ini terapi okupasi menggambar terbukti mampu meningkatkan harga diri pasien dengan harga diri rendah. Peneliti merekomendasikan kepada perawat jiwa untuk menerapkan terapi okupasi ini sebagai salah satu terapi pada pasien dengan harga diri rendah. Kata Kunci: Gangguan Jiwa. Harga Diri Rendah. Terapi Okupasi Menggambar. Tingkat Harga Diri __________________________________________________________________________________ Pendahuluan kesehatan fisik, mental, spiritual, dan sosial untuk mengenali potensi diri, mengatasi Kesehatan jiwa adalah suatu keadaan ketika individu stres atau hambatan, bekerja secara mampu meningkatkan Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 kontribusi di masyarakat menurut Undang- kualitas hidup setiap individu (Baron & Undang Nomor 18 Tahun 2014. Don Byrne, 2. Prevalensi orang dengan gangguan jiwa Pasien yaitu depresi sebanyak 35 juta orang, ditandai dengan mengkritik diri, memiliki bipolar terdapat 60 juta orang, skizofrenia perasaan atau menilai diri tidak memiliki terdapat 21 juta orang dan demensia kemampuan, selalu memandang hidup sebanyak 47,5 juta orang menurut (World Health Organization Gangguan jiwa di Indonesia yang tercatat kemampuan yang dimiliki, kebingungan, oleh Kementerian Kesehatan RI sebanyak perlahan menarik diri dari lingkungan, 236 juta orang (Kemenkes RI, 2. berkurangnya sosialisasi serta bisa sampai Pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Dr. merusak diri (Mustofa et al. , 2. Soeharto Heerdjan Jakarta Pasien peningkatan mencakup seluruh ruang dibutuhkan terapi yang dapat digunakan rawat inap dari bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2022 dan 2023. Pada kepercayaan diri, harga diri dan mampu tahun 2022 pasien rawat inap sebanyak membantu dalam berkomunikasi. Terapi 862 pasien dan pada tahun 2023 jumlah okupasi menggambar merupakan salah satu pasien rawat inap meningkat sebanyak cara agar individu dapat mengungkapkan 159 pasien (Rumah Sakit Jiwa Dr. emosi, pikiran serta perasaan yang tidak Soeharto Heerdjan, 2. mampu diungkapkan secara verbal, terapi okupasi menggambar mampu membantu Penganiayaan fisik, kehilangan orang yang dicinta, penolakaan oleh keluarga memvisualisasikannya (Agung et al. , 2. beberapa fenomena yang sering terjadi Hasil penelitian yang telah dilakukan dalam kehidupan. Fenomena ini dapat oleh Fitri et al. kreasi seni menggambar dapat menurunkan tanda kejiwaan salah satunya harga diri rendah. dan gejala yang dialami oleh pasien Harga diri merupakan hal yang dapat dengan harga diri rendah. Penelitian yang Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 (Hidayat, 2. dilakukan oleh Mulyawan et al. yang Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit berjudul penerapan terapi menggambar Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta selama pada pasien harga diri rendah membuktikan empat hari pada tanggal 28 Juni-01 Juli bahwa setelah mendapatkan terapi okupasi 2023 dengan 3 Responden dan terapi menggambar, pasien dengan harga diri okupasi memggambar dilakukan satu hari rendah mampu menunjukan kegiatan positif satu kali pertemuan berdurasi 15-25 menit yang dapat dilakukan tanpa bantuan orang setiap satu kali pertemuan. Responden yang digunakan pasien dengan diagnosis Tujuan dalam penelitian ini agar dapat keperawatan harga diri rendah dengan meningkatkan terapi okupasi menggambar kriteria inklusi pasien dengan harga diri menjadi salah satu terapi yang diterapkan rendah ringan sampai sedang, pasien yang pada pasien dengan harga diri rendah tidak mengalami gangguan kognitif, pasien dalam upaya meningkatkan harga diri yang mampu berkomunikasi dengan baik, serta menurunkan tanda dan gejala yang pasien yang mau melakukan aktivitas menggambar dan kooperatif. Instrumen Metode Penelitian lembar data demografi, lembar Standar Metode penelitian yang digunakan yakni Operasional Prosedur Terapi Menggambar metode deskriptif dengan studi kasus yang dan lembar observasi tanda dan gejala bertujuan untuk menggambarkan secara harga diri rendah yang terdiri dari 12 sistematis, realistis dan akurat mengenai pernyataan dengan skala guttman AuYa dan fakta, ciri dan fenomena (Rukajat, 2. TidakAy digunakan untuk menilai tingkat Penelitian menggunakan pendekatan studi harga diri pada pasien dengan harga diri kasus dilakukan secara terfokus, metodis. Teknik mendalam untuk memperoleh pengetahuan digunakan dalam penelitian ini yaitu tahap tentang suatu peristiwa, atau kegiatan wawancara dan observasi langsung yang tertentu, baik dilakukan sebelum dan sesudah diberikan Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 semakin tinggi skor yang didapat menunjukan tingkat harga diri yang tingg. Etika penelitian yang digunakan menghormati harkat martabat manusia Gambar di atas Menunjukan skor dari (Respect For Perso. Keyakinan mampu ketiga responden sebelum dan sesudah selama 4 hari. Pada hari pertama sebelum mandiri. Prinsip berbuat baik . dilakukan terapi didapatkan hasil observasi . on ketiga responden dengan skor kisaran 1-3, malaficenc. , prinsip keadilan . , setelah diberikan terapi didapatkan hasil serta prinsip kerahasiaan . responden I skor 1, responden II skor 2. Peneliti telah melakukan uji etik dan responden i skor 3 disimpulkan bahwa dinyatakan lolos uji etik. Hasil Penelitian diberikan terapi okupasi menggambar di hari pertama, sesuai dengan tingkat harga Tabel 1. Karakteristik Responden Pasien Harga Diri Rendah diri pada lembar observasi, tingkat harga diri ketiga responden di hari pertama masih dalam kategori harga diri rendah. Pada hari kedua sebelum dilakukan terapi okupasi menggambar didapatkan hasil observasi ketiga responden dengan skor tingkat harga diri menunjukan tidak ada peningkatan dari setelah diberikan Sumber : Data Primer . Setelah responden I meningkat dari skor 1 menjadi skor 2, responden II meningkat dari skor 2 menjadi skor 3, responden i meningkat dari skor 3 menjadi skor 4 disimpulkan bahwa adanya peningkatan skor tingkat Gambar 1. Skor Tingkat Harga Diri Responden Sebelum dan Sesudah Diberikan Terapi (Ket : harga diri setelah diberikan terapi okupasi Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 menggambar di hari kedua, sesuai dengan menggambar di hari keempat, didapatkan tingkat harga diri pada lembar observasi, hasil responden I skor 3, responden II skor tingkat harga diri ketiga responden di hari 5, responden i skor 6, dapat disimpulkan kedua masih dalam kategori harga diri bahwa ketiga responden menunjukan peningkatan pada skor tingkat harga diri Sebelum diberikan terapi di hari ketiga, yakni responden I dari skor 2 menjadi skor didapatkan hasil skor tingkat harga diri 3, responden II dari skor 4 menjadi skor 5 masih sama dengan skor setelah diberikan dan responden i dari skor 5 menjadi skor terapi okupasi menggambar di hari kedua. Sesuai dengan tingkat harga diri yang Setelah ada pada lembar observasi, 1 dari 3 menggambar di hari ketiga, didapatkan responden masih dalam kategori tingkat hasil responden I skor 2, responden II skor harga diri rendah, yakni responden I, 4, responden i skor 5, dapat disimpulkan sedangkan responden II dan responden i bahwa 2 dari 3 responden menunjukan sudah masuk ke dalam tingkat harga diri peningkatan pada skor tingkat harga diri yakni responden II dari skor 3 menjadi Pembahasan skor 4 dan responden i dari skor 4 menjadi skor 5. Sesuai dengan tingkat responden, dengan usia responden I 31 observasi, 2 dari 3 responden masih tahun, responden II 21 tahun dan dalam kategori tingkat harga diri rendah, responden i 19 tahun, umur dari yakni responden I dan responden II, responden I dan responden II berada pada sedangkan responden i sudah masuk ke dalam tingkat harga diri sedang. sedangkan responden i berada pada Sebelum Penelitian tahap perkembangan remaja. Diketahui menggambar di hari keempat, didapatkan bahwa responden I yang berumur 31 hasil skor tingkat harga diri masih sama sampai kini belum menikah hal ini dapat dengan skor setelah diberikan terapi mempengaruhi harga diri pada responden okupasi menggambar di hari ketiga. I, dibuktikan dengan penelitian oleh Setelah dilakukan terapi okupasi Rahayu et al. peneliti Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 mengemukakan bahwa status pernikahan untuk bunuh diri dengan menyayat terhadap munculnya masalah harga diri tajam, karena merasa malu terhadap rendah pada diri seseorang terutama yang hidup yang dijalani, merasa tidak memiliki belum menikah. tujuan hidup, dan merasa bahwa dirinya Hasil wawancara yang telah dilakukan tidak berharga. Hal ini dibuktikan dengan peneliti didapatkan bahwa 2 dari 3 hasil penelitian yang dilakukan oleh Ratih responden tidak memiliki pekerjaan, yakni & Tobing . membuktikan bahwa responden II dan responden i, sedangkan salah satu faktor yang mempengaruhi responden I pernah bekerja namun sekarang berhenti karena merasa lelah. perilaku bunuh diri dan percobaan bunuh Penelitian yang dilakukan oleh yAlvaro et diri adalah konsep diri yang negatif atau . dengan judul Unemployment, harga diri rendah. self-esteem, and depression: Differences Mekanisme koping yang digunakan between men and women membuktikan oleh responden I dan responden II dalam bahwa semakin lama seseorang tidak melindungi dirinya yakni dengan cara menganggur akan menimbulkan masalah mengisolasi diri, menghindar, menjauh dengan harga diri yang berujung pada dari sumber masalah, serta mencoba harga diri yang rendah, harga diri rendah untuk tidak mau tahu apa yang terjadi yang disebabkan menganggur atau tidak sesuai Afnuhazi . bahwa mekanisme memiliki pekerjaan banyak terjadi pada koping isolasi merupakan salah satu laki-laki dewasa muda. mekanisme koping yang digunakan pasien Respoden I. II dan i tinggal di Kota dengan harga diri rendah. Responden i Jakarta bersama orangtuanya, lingkungan mempunyai mekanisme koping dengan tempat tinggal dari ketiga responden bermain game online. Responden penduduk, ketiga responden diketahui tidak mendapatkan dukungan dan peran orang tua yang cukup, sedangkan responden i NAPZA. mengatakan bahwa tidak dihargai saat Responden I mengatakan sering mencoba Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 berada di rumah, apapun pencapaian sebelumnya, keturunan, trauma kepala yang dicapainya tidak diberi apresiasi oleh dan penyakit kronis. keluarga, keluarga selalu membanding- Responden I. II, dan i belum bandingkan responden i dengan anak diberikan terapi non-farmakologi maka orang lain. Responden i mengatakan ketiga responden masih belum mampu untuk mengenali dan menilai aspek positif dirumah serta sering kali responden i yang dimiliki dan terjadi perubahan yang disebut sebagai anak yang tidak berguna, signfikan setelah dilakukan intervensi dan tidak bisa diharapkan. Sejalan dengan terapi okupasi menggambar,pernyataan hal yang dialami responden i menurut ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Mulyawan et al. Baharuddin membuktikan bahwa salah satu faktor membuktikan bahwa setelah mendapatkan yang mempengaruhi harga diri yakni terapi okupasi menggambar, pasien dengan adanya dukungan dan peran orang tua harga diri rendah mampu menunjukan dalam keluarga. Orang tua yang sering kegiatan positif yang dapat dilakukan tanpa bantuan orang lain. dengan tanpa disertai alasan, serta tidak Widiyanti. memberikan apresiasi atas apa yang telah Keperawatan jiwa didapatkan tujuan dari dicapai anak akan menyebabkan anak terapi okupasi menggambar bagi pasien merasa tidak berharga atau memiliki harga diri yang rendah. Responden I. II, i tidak ada riwayat gangguan jiwa pada keluarga, dan riwayat dengan orang lain, dapat membantu pernah dirawat di rumah sakit jiwa sesuai memberikan suatu dorongan emosi secara dengan penelitian yang dilakukan oleh wajar, membangkitkan dan meningkatkan Rinawati & Alimansur . tentang kemauan dan motivasi pasien, membantu Analisa Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Jiwa kemampuan pekerjaan bagi pasien yang predisposisi gangguan jiwa dari faktor sesuai dengan bakat dan minatnya. biologi meliputi gangguan jiwa Dibuktikan dengan hasil penelitian yang Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 peneliti lakukan menunjukan bahwa ketiga pasien dengan harga diri rendah. berkomunikasi, 2 dari 3 responden yakni Kesimpulan responden II dan i mau memulai percakapan terlebih dahulu ke peneliti. Intervensi serta dibuktikan dengan pengakuan ketiga menggambar cukup memiliki pengaruh responden bahwa mereka sudah mampu terhadap pasien yang mengalami harga melakukan kegiatan. diri rendah untuk meningkatkan harga Keberhasilan dirinya walaupun tidak signifikan. Dengan didapatkan hasil sebagai berikut : intervasi terapi okupasi menggambar pada pasien dengan harga diri rendah yang Tanda dan gejala sebelum dilakukan dilakukan selama 4 hari dibuktikan dengan terapi okupasi menggambar pada adanya peningkatan skor tingkat harga diri pada 2 dari 3 responden yakni responden II terdapat 10 tanda dan gejala dan . dengan keterangan harga diri sedang. responden i terdapat 9 tanda dan Penelitian yang dilakukan oleh Mustofa et Menggambar Pada Penerapan gejala yang dialami, responden II keterangan harga diri rendah menjadi skor responden I terdapat 11 tanda dan dan responden i dari skor . dengan Terapi Diri Tanda dan gejala setelah diberikan Rendah membuktikan bahwa terapi okupasi terapi okupasi menggambar yakni Pasien Harga responden I dari 11 menjadi 9 tanda menggambar ini mampu menurunkan tanda gejala yang masih dialami, responden dan gejala yang dialami pasien dengan II dari 10 menjadi 7 tanda dan gejala yang masih dialami dan responden i penelitian Mulyawan et al. tentang dari 9 menjadi 6 tanda dan gejala yang Terapi Kreasi Seni Menggambar Terhadap Kemampuan Melakukan masih dialami Menggambar Sebelum Bentuk pada Pasien Harga Diri Rendah menggambar responden I. II dan i membuktikan bahwa terapi telah diobservasi memiliki tingkat Buntar Handayani, et al. Studi Kasus: Terapi Okupasi Menggambar dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 10-19 Agung. Setiana. Wiyani. , & Erwanto. Pengaruh Art Therapy Terhadap Stres Pada Lansia. Kebidanan Dan Keperawatan. Vol. yAlvaro. Garrido. Pereira. Torres, , & Barros. Unemployment, self-esteem, depression: Differences between men and women. Spanish Journal of Psychology, 1Ae9. https://doi. org/10. 1017/sjp. Baharuddin. Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Self-Esteem Anak. AnNisa, 15. , 18Ae22. Baron. , & Don Byrne. Psikologi Sosial (K. Wisnu J . )). Erlangga. Fitri. Lutfiatil. Utami. , & Indhit. Pengaruh Penerapan Kreasi Seni Menggambar Terhadap Tanda Dan Gejala Harga Diri Rendah Klien Di Ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Jurnal Cendikia Muda, 1. , 338Ae344. Hidayat. Pembahasan Studi Kasus Sebagai Bagian Metodologi Penelitian. ResearchGate. August, 1Ae13. https://w. net/publicati on/335227300_Pembahasan_Studi_Kasu s_Sebagai_Bagian_Metodologi_Penelitia Kemenkes RI. Laporan Riskesdas 2018 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. In Laporan Nasional Riskesdas 2018 (Vol. Issue 9, pp. 154Ae. http://w. id/assets /downloads/PMK No. 57 Tahun 2013 tentang PTRM. Mulyawan. Muhammad. Agustina, & Marisca. Terapi Kreasi Seni Menggambar Terhadap Kemampuan Melakukan Menggambar Bentuk pada Pasien Harga Diri Rendah. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 8. , 380Ae387. https://doi. org/10. 33221/jiiki. Mustofa. Bisri. Fitri. Hasanah. , & Uswatun. Penerapan Terapi Menggambar Pada Pasien Harga Diri Rendah. Jurnal Cendikia Muda, 2, 227Ae harga diri rendah yakni dengan hasil skor responden I adalah skor 1, responden II adalah skor 2, responden i adalah skor 3. Setelah menggambar selama 4 hari terdapat peningkatan harga diri yang dibuktikan dengan peningkatan skor tingkat harga diri pada 2 dari 3 responden, yakni responden II dan i. Responden II dari skor 2 menjadi skor 5 dengan hasil tingkat harga diri rendah menjadi responden i dari skor 3 menjadi 6 dengan hasil tingkat harga diri rendah menjadi tingkat harga diri sedang. Ucapan Terima Kasih Bagi Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta menerapkan tindakan keperawatan Terapi Okupasi Menggambar dan menambahkan Terapi Okupasi Menggambar menjadi salah satu terapi aktivitas kelompok untuk meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah. Daftar Pustaka