Jurnal Akademi Akuntansi Indonesia Padang e-ISSN: 2775-9768 p-ISSN: 2777-0974 Vol. No. Oktober 2024 Analisis Dampak Assets Growth. Debt to Asset Ratio. Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Price To Earning Ratio. Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang Terdaftar di BEI Periode 2014-2023 Jhonni Sinaga1. Dita Puspitasari2. Supriyanto3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia Corresponding Author: ditapsari60@gmail. Info Artikel Direvisi, 15/02/2025 Diterima, 10/03/2025 Dipublikasi, 19/03/2025 Kata Kunci: Pertumbuhan Aset. Rasio Utang terhadap Aset. Margin Laba Bersih. Rasio Utang terhadap Ekuitas. Rasio Harga terhadap Pendapatan, dan Harga Saham. Keywords: Assets Growth. Debt To Asset Ratio. Net Profit Margin. Debt To Equity Ratio. Price to Earning Ratio, and Stock Price Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Assets Growth (AG). Debt to Asset Ratio (DAR). Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER), dan Price to Earning Ratio (PER) terhadap harga saham pada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2014 Ae 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dalam menentukan sampel perusahaan yang relevan. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial, variabel DAR dan NPM memiliki pengaruh signifikan terhadap harga Sebaliknya. AG. DAR, dan PER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Namun, secara simultan, variabel AG. DAR. NPM. DER, dan PER berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi harga saham. Nilai koefisien determinasi model (R Squar. sebesar 0,518, menunjukkan bahwa 51,8% dari variasi harga saham dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut. Abstract This study aims to analyze the effect of Assets Growth (AG). Debt to Asset Ratio (DAR). Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER), and Price to Earning Ratio (PER) on stock prices of palm oil plantation companies listed at the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period of 2014 Ae 2023. The research method used is purposive sampling to determine the relevant sample companies. The data analysis techniques include descriptive statistical analysis, multiple linear regression, classical assumption tests, and hypothesis testing were conducted using SPSS software. The results of the hypothesis testing show that, partially, the variables of DAR and NPM have significant effects on the stock On the contrary. AG. DAR, and PER do not have significant effects on the stock prices. However, simultaneously, the variables AG. DAR. NPM. DER, and PER together have significant effect on the stock price. The coefficient of determination (R Squar. This indicates that 51. 8% of the variation in the stock prices can be explained by these five variables. PENDAHULUAN Pada era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan-perusahaan dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing. Salah satu langkah yang diambil banyak perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar adalah dengan menjadi perusahaan publik . o Keputusan ini memungkinkan perusahaan mendapatkan tambahan modal yang besar melalui penawaran saham kepada masyarakat. Di sisi lain, pasar modal menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik bagi investor karena potensi capital gain dan dividen yang DOI: https://doi. org/10. 31933/gn21kz76 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Page 365 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 dapat diperoleh. Namun, sebelum berinvestasi, investor harus mampu menganalisis performa keuangan perusahaan yang tercermin pada laporan keuangannya ((Suryawuni et al. , 2. Salah satu sektor yang menjadi perhatian investor adalah sektor perkebunan kelapa sawit. Indonesia sebagai produsen utama kelapa sawit dunia menawarkan potensi besar bagi investor. Namun, harga saham perusahaan perkebunan kelapa sawit sering mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal seperti performa keuangan, maupun eksternal seperti harga minyak kelapa sawit dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang komprihensif terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham. Harga Saham 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 000,00 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 SGRO DSNG SSMS TBLA SMART AALI Gambar 1. Grafik Fluktuasi Harga Saham Tahun 2014 Ae 2023 Sumber: Diolah Peneliti . Dari grafik, dapat dilihat bahwa harga saham mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Saham AALI dan SMART menunjukkan penurun yang cukup tajam sekitar tahun 2015, kemudian SMART mengalami kenaikan dan stabil di beberapa tahun terakhir. Sedangkan AALI terus mengalami fluktuasi yang tajam pada setiap tahunnya. SGRO. SSMS. TBLA juga memperlihatkan pola fluktuasi serupa dengan penurunan yang terlihat pada beberapa tahun Di sisi lain. DSNG memiliki tren yang relatif stabil dibandingkan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Assets Growth. Debt to Asset Ratio. Net Profit Margin. Debt to Equity Ratio, dan Price to Earning Ratio terhadap fluktuasi harga saham perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). TINJAUAN LITERATUR Harga Saham Harga saham adalah harga yang terbentuk di bursa dan dapat berfluktuasi dalam waktu singkat karena adanya pengaruh permintaan dan penawaran. Peningkatan harga saham suatu perusahaan menandakan kinerja yang baik dan mencerminkan prestasi perusahaan tersebut (Hafizi, 2. Page 366 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Assets Growth Assets Growth mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mengembangkan asetnya dari tahun ke tahun. Peningkatan aset yang signifikan diharapkan mampu meningkatkan harga saham perusahaan, karena aset yang berkembang menunjukkan pertumbuhan yang baik (Ranti & Damayanti, 2. Rumus untuk menghitung AG adalah: H1: AG berpengaruh terhadap harga saham. Debt to Assets Ratio Debt to Asset Ratio mengukur seberapa besar aset perusahaan yang didanai oleh utang. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar risiko yang dihadapi perusahaan dalam menanggung beban utang (Siahaan et al. , 2. Rumus untuk menghitung DAR adalah: 0*1&2 !"#A%&D#A() !"#A%&* ,# -&. H2: DAR berpengaruh terhadap harga saham. Net Profit Margin Net Profit Margin menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualannya. NPM yang lebih tinggi mencerminkan perusahaan yang lebih efisien, tetapi dalam konteks tertentu, peningkatan NPM yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan biaya operasional yang tinggi yang memengaruhi harga saham (Jhonni Sinaga, 2. Rumus untuk menghitung NPM adalah: !"#"$B&'()*$ &,&-"*$. "L"M$ S$7889 &NL2"-"N H3: NPM berpengaruh terhadap harga saham. Debt to Equity Ratio Debt to Equity Ratio mengukur sejauh mana perusahaan menggunakan utang untuk membiayai modalnya dibandingkan dengan ekuitas. Rasio ini membantu investor dalam menilai keseimbangan struktur modal Perusahaan (Veronika Dora Wesso et al. , 2. Rumus untuk menghitung DER adalah: !"#$%&DE#$)* !"#$%&H",$%&-. ),/M/& R&STT8 H4: DER berpengaruh terhadap harga saham. Page 367 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Price Earning Ratio Price to Earning Ratio adalah indikator yang digunakan untuk menilai apakah harga saham perusahaan terlalu tinggi atau terlalu rendah dibandingkan dengan pendapatan per saham yang dihasilkan (Bode et al. , 2. Rumus untuk menghitung PER adalah: )H,%- !"#$"%&"'"E !"#$"%)*#%&"'"E H5: PER berpengaruh terhadap harga saham. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis pengaruh Assets Growth (AG). Debt to Asset Ratio (DAR). Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER), dan Price to Earning Ratio (PER) terhadap fluktuasi harga saham perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014 Ae 2023. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari situs resmi BEI. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kelengkapan data selama periode penelitian (Sinaga & Hayatunisa. Pengukuran dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data serta regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Keberhasilan penelitian dinilai dari signifikansi uji statistik . value < 0,. dan nilai koefisien determinasi (Adjusted RA) yang menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan fluktuasi harga saham. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Assets Growth -,15 ,73 ,1092 Debt to Asset Ratio ,22 ,83 ,5497 Net Profit Margin -,05 ,34 ,0902 Debt to Equity Ratio ,28 4,93 1,4323 Price Earning Ratio 3,00 687,00 31,4667 Stock Price 410,00 24250,00 3781,3500 Valid N . Sumber: Data sekunder, diolah SPSS 27 Std. Deviation ,13570 ,14698 ,07541 ,81436 90,71943 4941,73656 Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa dari 60 sampel perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dianalisis, nilai rata-rata . dan variasi data sebagai berikut: Assets Growth: Nilai minimum -0,15, nilai maksimum 0,73, dengan rata-rata 0,1092 dan simpangan baku 0,13570. Artinya, rata-rata perusahaan mengalami pertumbuhan aset sebesar 10,92% per tahun. Debt to Asset Ratio: Nilai minimum 0,22, nilai maksimum 0,83, dengan rata-rata 0,5497 dan simpangan baku 0,14698. Rata-rata menunjukkan bahwa 54,97% aset perusahaan dibiayai oleh utang. Page 368 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 . Net Profit Margin: Nilai minimum -0,05, nilai maksimum 0,34, dengan rata-rata 0,0902 dan simpangan baku 0,07541, menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh keuntungan bersih rata-rata sebesar 9,02% dari pendapatan. Debt to Equity Ratio: Nilai minimum 0,28, nilai maksimum 4,93, dengan rata-rata 1,4323 dan simpangan baku 0,81436. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan menggunakan utang lebih banyak dibanding ekuitas dalam mendanai operasinya. Price Earning Ratio: Nilai minimum 3, nilai maksimum 687, dengan rata-rata 31,4667 dan simpangan baku 90,71943. Rata-rata PER yang tinggi menunjukkan bahwa secara umum, investor bersedia membayar 31 kali lipat dari laba per saham perusahaan. Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,75555894 Most Extreme Differences Absolute ,085 Positive ,065 Negative -,085 Test Statistic ,085 Asymp. Sig. -taile. c ,200d Sumber: Data sekunder, diolah SPSS 27 Berdasarkan tabel 2. hasil output uji normalitas di atas, menunjukkan hasil Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam uji normalitas yang dihasilkan berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Assets Growth Debt to Asset Ratio Net Profit Margin Debt to Equity Ratio Price Earning Ratio Dependent Variable: Stock Price ,830 ,195 ,792 ,207 ,946 1,205 5,119 1,263 4,835 1,058 Sumber: Data sekunder, diolah SPSS 27 Berdasarkan tabel 3. hasil output uji multikolinearitas di atas, menunjukkan bahwa nilai Tolerance keseluruhan > 0,10 dan nilai VIF < 10. Dapat disimpulkan bahwa hasil output membuktikan tidak terjadi dan bebas dari gejala multikolinearitas. Page 369 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan tabel 4. hasil output uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa nilai sig. seluruh indikator > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil data di atas tidak terjadi atau tidak ada gejala heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. ,732 ,348 Assets Growth ,199 ,495 ,058 Debt to Asset Ratio ,153 ,941 ,048 Net Profit Margin -,998 ,911 -,162 Debt to Equity Ratio -,081 ,165 -,142 Price Earning Ratio -,001 ,001 -,228 Dependent Variable: ABRESID 2,100 ,402 ,163 -1,095 -,491 -1,687 Sig. ,040 ,689 ,871 ,279 ,626 ,097 Berdasarkan tabel 5. hasil output uji autokorelasi menunjukkan nilai Durbin-Watson sebesar 0,938. Nilai Durbin-Watson terletak di antara -2 dan 2 atau -2 O 0,938 O 2, maka dapat disimpulkan bahwa pada hasil data di atas tidak terjadi autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 21202,585 2662,017 Assets Growth 7123,722 3778,287 ,196 Debt to Asset Ratio -34716,164 7189,671 -1,033 Net Profit Margin -19239,657 6960,944 -,294 Debt to Equity Ratio 1862,691 1261,116 ,307 Price Earning Ratio -1,581 5,295 -,029 Dependent Variable: Stock Price 7,965 1,885 -4,829 -2,764 1,477 -,299 Sig. ,000 ,065 ,000 ,008 ,145 ,766 Sumber: Data sekunder, diolah SPSS 27 Harga Saham = 21. 202,585 7. 123,722 X1 Ae 34. 716,164 X2 Ae 19. 239,657 X3 1. 862,691 X4 Ae 1,581 X5 e Persamaan regresi tersebut di atas dapat diintepretasikan sebagai berikut: Assets Growth sebesar 7123,722 menunjukkan pengaruh positif terhadap harga saham. Peningkatan AG sebesar 1 unit diperkirakan meningkatkan harga saham sebesar 7. 123,722, dengan asumsi variabel lain tetap. Ini berarti semakin tinggi AG, harga saham cenderung . Sebaliknya. Debt to Asset Ratio memiliki koefisien -34716,164, menunjukkan pengaruh Peningkatan 1 unit DAR akan menurunkan harga saham sebesar 34716,164 yang menjelaskan bahwa semakin besar rasio utang atas aset, harga saham cenderung turun. Page 370 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 . Net Profit Margin dengan koefisien -19239,657 juga menunjukkan pengaruh negatif signifikan, artinya semakin tinggi margin laba bersih, harga saham cenderung menurun. Debt to Equity Ratio memiliki koefisien 1862,691, menunjukkan pengaruh positif terhadap harga saham. Peningkatan DER sebesar 1 unit akan meningkatkan harga saham sebesar 1862,691. Price Earning Ratio dengan koefisien -1,581 menunjukkan berpengaruh negatif terhadap harga saham. Dengan kata lain, meskipun PER menunjukkan tren hubungan negatif, efeknya sangat kecil dan tidak signifikan dalam memengaruhi harga saham. Koefiensi Determinasi . Tabel 7. Hasil Koefiensi Determinasi . Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson ,719a ,518 ,473 3587,50310 ,938 Predictors: (Constan. Price Earning Ratio . Debt to Equity Ratio . Assets Growth . Net Profit Margin . Debt to Asset Ratio Dependent Variable: Stock Price Sumber: Data sekunder, diolah SPSS 27 Tabel 7. dapat dilihat bahwa variabel assets growth, debt to asset ratio, net profit margin, debt to equity ratio, dan price earning ratio memiliki nilai r square sebesar 0,518 artinya variabilitas dapat dijelaskan oleh AG. DAR. NPM. DER, dan PER hanya sebesar 51,8% dan bermakna masih terdapat variabel independen lain yang dapat mempengaruhi harga saham. Hal ini menjelaskan masih terdapat 48,2% variabilitas harga saham yang dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diteliti pada penelitian ini. Uji Simultan (Uji F) Tabel 8. Hasil Uji Simultan (Uji F) Model Regression Residual Total ANOVAa Sum of Squares 745835213,956 694989637,694 1440824851,650 Mean Square 149167042,791 12870178,476 11,590 Sig. ,000b Dependent Variable: Stock Price Predictors: (Constan. Price Earning Ratio. Debt to Equity Ratio. Assets Growth. Net Profit Margin. Debt to Asset Ratio Sumber: Data sekunder, diolah SPSS 27 Berdasarkan tabel 8 diperoleh Fhitung sebesar 11,590, sementara hasil perhitungan untuk Ftabel yang dihitung menggunakan rumus df1 = k-1 dan df2 = n-k-1 . = jumlah variabel independen, n = jumlah sampe. adalah df1 = 5-1 = 4 dan df2 = 60-5-1 = 54. Dengan menggunakan perhitungan tersebut, maka nilai ftabel yang diperoleh adalah 2,543. Dari hasil output uji hipotesis yang dilakukan secara simultan menunjukkan nilai sig. 0,000 atau tingkat signifikansi < 0,05. Sedangkan untuk nilai fhitung sebesar 11,590 > ftabel 2,543, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang terdiri dari AG. DAR. NPM. DER, dan PER berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel dependen, yaitu harga Page 371 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Uji Parsial (Uji T) Tabel 9. Hasil Uji Parsial (Uji T) Sumber: Data sekunder, diolah SPSS 27 Diketahui: ttabel = . - . = 0,05 . Ae . = 0,05 . ttabel = 1,673 Berdasarkan tabel 9 dapat diketahui bahwa pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Ha diterima jika angka signifikansi lebih kecil dari = 5 %. Hal tersebut menunjukkan variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Ho ditolak jika angka signifikansi lebih besar dari = 5 %. Hal tersebut menunjukkan variabel independen tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Pengujian pengaruh Assets Growth menghasilkan thitung . > ttabel . dengan nilai signifikansi 0,065 > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa AG berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap harga saham. Oleh karena itu. HCA ditolak. Pengujian pengaruh Debt to Asset Ratio menghasilkan thitung (-4,. < ttabel . dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa DAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Oleh karena itu. HCC diterima. Pengujian pengaruh Net Profit Margin menghasilkan thitung (-2,. < ttabel . dengan nilai signifikansi 0,008 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa NPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Oleh karena itu. HCE diterima. Pengujian pengaruh Debt to Equity Ratio menghasilkan thitung . < ttabel . dengan nilai signifikansi 0,145 > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa DER tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap harga saham. Oleh karena itu. HCE ditolak. Pengujian pengaruh Price to Earning Ratio menghasilkan thitung (-0,. < ttabel . dengan nilai signifikansi 0,766 > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa PER tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap harga saham. Oleh karena itu. HCI ditolak. Pembahasan Pengaruh Assets Growth terhadap Harga Saham AG berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap harga saham, dengan thitung 1,885 > ttabel 1,673 dan nilai signifikansi 0,065 > 0,05. Meskipun nilai thitung lebih besar dari ttabel, yang dalam beberapa kasus bisa mengindikasikan pengaruh, hal ini tidak cukup jika nilai signifikansi tidak mendukung. Artinya, meskipun ada peningkatan pertumbuhan aset, perubahan tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap harga saham pada tingkat keyakinan 95% . Page 372 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Lestari, 2. yang menyatakan bahwa AG berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Debt to Asset Ratio terhadap Harga Saham DAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, dengan thitung -4,829 < ttabel 1,673 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien negatif menunjukkan hubungan yang berlawanan, di mana peningkatan rasio utang terhadap aset cenderung menurunkan harga Hal ini mencerminkan bahwa perusahaan dengan beban utang yang tinggi lebih dianggap berisiko oleh investor, sehingga menyebabkan penurunan nilai saham. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Khairunisyah & Pratiwi, 2. yang menyatakan bahwa DAR tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Net Profit Margin terhadap Harga Saham NPM berpengaruh negatif tetapi signifikan terhadap harga saham, dengan thitung -2,764 < ttabel 1,673 dan nilai signifikansi 0,008 < 0,05. Koefisien negatif menunjukkan bahwa hubungan antara NPM dan harga saham bersifat negatif. Artinya, ketika NPM perusahaan meningkat, harga saham cenderung menurun. Sebaliknya, jika NPM menurun, harga saham justru cenderung naik. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh NPM terhadap harga saham signifikan secara statistik. Dapat diartikan bahwa investor mungkin menganggap ini sebagai sinyal positif atau negatif terhadap kemampuan jangka panjang perusahaan menghasilkan keuntungan. Investor mungkin menilai kemampuan perusahaan untuk meningkatkan margin laba bersih sebagai tanda manajemen yang baik, yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan perusahaan. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Alifatussalimah & Sujud, 2. yang menyatakan bahwa NPM tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham DER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan thitung 1,477 < ttabel 1,673 dan nilai signifikansi 0,145 > 0,05. Peningkatan rasio DER cenderung dikaitkan dengan kenaikan harga saham, namun hubungan ini sangat lemah atau tidak cukup signifikan untuk menarik kesimpulan yang tegas. Hal ini berarti bahwa struktur modal berbasis utang bukanlah faktor penentu yang signifikan dalam penilaian harga saham di sektor tersebut. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Putri & Muzakki, 2. yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Price Earning Ratio terhadap Harga Saham PER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan t-hitung -0,299 < t-tabel 1,673 dan nilai signifikansi 0,766 > 0,05. Pengaruh negatif PER terhadap harga saham berarti bahwa investor mungkin melihat PER yang tinggi sebagai tanda risiko atau valuasi yang berlebihan, sehingga menyebabkan harga saham menurun. Sebaliknya. PER yang rendah mungkin dianggap menarik karena menunjukkan saham undervalued, yang dapat mendorong kenaikan harga saham. Meskipun ada kecenderungan negatif, hubungan antara PER dan harga Page 373 Vol. No. Oktober 2024 e-ISSN: 2775-9768 | p-ISSN: 2777-0974 saham sangat lemah atau mungkin terjadi secara kebetulan, sehingga tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar keputusan yang meyakinkan. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Mutiarani et al. , 2. yang menyatakan bahwa PER tidak berpengaruh terhadap harga saham. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara simultan, faktor-faktor seperti Assets Growth (AG). Debt to Asset Ratio (DAR). Net Profit Margin (NPM). Debt to Equity Ratio (DER), dan Price to Earning Ratio (PER) memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan perkebunan kelapa sawit. Namun, secara parsial, hanya DAR dan NPM yang memiliki pengaruh signifikan, masing-masing dengan arah negatif terhadap harga saham, sedangkan AG. DER, dan PER tidak menunjukkan pengaruh signifikan. DAFTAR PUSTAKA