PERAN SERTA PEREMPUAN DALAM PROGRAM TERPADU P2WKSS POKJA i DI DESA KERTAJAYA KECAMATAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR Oleh : Rosda Malia. SP. Si * dan Eva Vaulina Novianti S. P** RINGKASAN Program pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Untuk mengetahui sejauh mana peran serta perempuan dan manfaat yang dirasakan oleh peserta kegiatan maka dilakukan penelitian mengenai peran serta perempuan dalam Program Terpadu P2WKSS Pokja i yang dilaksanakan di Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dimana data primer maupun sekunder yang telah terkumpul diolah untuk dianalisis dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta perempuan dalam Program Terpadu P2WKSS Pokja i masih rendah atau minim dikarenakan waktu pelaksanaan penyuluhan atau pembinaan tidak sesuai dan rendahnya tingkat pendidikan serta modal yang Peran responden hanya sebatas anggota, namun tingkat motivasi dan manfaat yang dirasakan sudah cukup tinggi. Manfaat yang dirasakan oleh responden dari program ini berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Untuk meningkatkan peran serta hendaknya lebih melibatkan responden dalam setiap tahapan pelaksanaan, mulai dari perencanaan sampai dengan proses evaluasi. Kata Kunci : Perempuan. Peran serta. Program P2WKSS Implementation of the society, especially women empowerment program conducted as the governmentAos efforts to alleviate poverty. To determine the extent of women participation and benefits perceived by the participants of the activities carried out research on the role of women in the Integrated Program Working Group i P2WKSS held in the Village District Kertajaya Ciranjang Cianjur. The research method used is descriptive statistics which primary and secondary data that has been collected and processed for analysis is described. Results showed that women participation in the Integrated Program Working Group i P2WKSS low or minimal due to the time of the counseling or coaching is not appropriate and low levels of education and capital owned. The role of the respondent was limited to members, but the level of motivation ans perceived benefits are high enough. Benefits perceived by the respondents of this program include increased knowledge and skills. To increase the participation of respondents should be more involved in every stage of implementation, from planning to the evaluation process. Key Words : Womens. P2WKSS *Dosen Faperta UNSUR **Alumni Faperta UNSUR Peran Serta Perempuan Dalam Program P2WKSS Di Desa kertajaya Kecamatan Ciranjang Kab. Cianjur PENDAHULUAN Latar Belakang BPS Tahun 2011 mencatat bahwa penduduk laki-laki di Indonesia 913 jiwa . ,34 perse. dan perempuan sebanyak 118. ,66 Data menunjukkan bahwa konsentrasi jumlah penduduk masih ada di wilayah pedesaan dan jumlah perbandingan antara laki-laki dan perempuan yang hampir seimbang. Hal ini menunjukkan bahwa potensi sumberdaya manusia pedesaan masih sangatlah besar, tidak hanya kaum lakilaki tetapi juga kaum perempuan. Namun potensi perempuan Indonesia Paradigma yang berkembang tentang perbedaan gender di masyarakat sedikit banyak menghambat bagi kaum Indonesia Pemerintah sebagai pembuat mencanangkan berbagai program yang penanggulangan kemiskinan, namun juga sebagai jalan pemberdayaan perempuan, agar perempuan dapat berperan aktif dalam program-program pembangunan yang dilaksanakan. Dalam upayanya pemberdayaan perempuam yang sudah dimulai sejak tahun 1979 melalui Program Peningkatan Peranan Wanita (P2W). Program Peningkatan Peranan Wanita (P2W) kembali dicanangkan Pemerintah melalui Revitalisasi Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera atau disingkat P2WKSS. Program Terpadu P2WKSS Kabupaten Cianjur dilaksanakan di Kecamatan Ciranjang, tepatnya di Desa Kertajaya. Pemilihan Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Desa Kertajaya sebagai desa binaan Program Terpadu P2WKSS mengingat potensi desa khususnya perempuan masih kurang berkembang. Potensi perempuan Desa Kertajaya antara lain dari segi jumlah yang cukup banyak atau 536 jiwa atau setara 48% dari seluruh jumlah jiwa yang ada. Tingkat pendidikan perempuan Desa Kertajaya yang masih minim atau hanya setara pendidikan lanjutan, baik formal maupun Dari segi usia, umumnya berada pada usia produktif. Minimnya modal membuat potensi masyarakat dan wilayah sulit berkembang. Dalam perkembangan peranan perempuan inilah, penulis merasa perlu untuk perempuan dalam kegiatan penelitian ini. Program pemberdayaan perempuan yang dikaji adalah program P2WKSS yang Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang pada Tahun 2011, dilaksanakan oleh Pokja i yang mencakup kegiatan di bidang pangan, sandang serta perumahan dan tata laksana rumah tangga. Tujuan Penelitian : Mengetahui perempuan dalam program terpadu P2WKSS Pokja i di Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang. Mengetahui khususnya pada kegiatan Pokja i Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang. TINJAUAN PUSTAKA METODE PENELITIAN Menurut Achmad Wazir Ws . partisipasi bisa diartikan sebagai keterlibatan seseorang secara sadar ke dalam interaksi sosial dalam situasi Dengan pengertian itu, seseorang bisa berpartisipasi bila ia menemukan dirinya dengan atau dalam kelompok, melalui berbagai proses berbagi dengan orang lain dalam hal nilai, tradisi, perasaan, kesetiaan, kepatuhan dan tanggungjawab bersama. Partisipasi masyarakat menurut Isbandi . adalah keikutsertaan pengidentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi. Pemberdayaan sendiri dalam hal ini adalah memberikan kekuatan kepada perempuan untuk mengembangkan potensi diri sehingga perempuan mampu menjadi individu yang mandiri. Mengarusutamakan gender melalui Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dalam berbagai kehidupan yang merupakan salah satu upaya kongkrit dalam pencapaian penurunan angka kemiskinan (Ahmad Mushowir. Program Terpadu P2WKSS adalah program peningkatan peran perempuan yang mempergunakan pola pendekatan lintas bidang pembangunan, secara terkoordinasi, dengan upaya yang kesejahteraan keluarga guna mencapai tingkat hidup yang berkualitas (Pedoman Umum Revitalisasi Program P2WKSS. Penelitian dilaksanakan di Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Desa. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan Agustus 2012. Jenis data merupakan informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Data yang diperoleh dari dua sumber dan jenis data yaitu data primer dan data sekunder . Populasi menurut Singarimbun . adalah Aujumlah keseluruhan dari unit analisis yang ciri-cirinya akan didugaAy. Sesuai dengan pendapat tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan yang menjadi anggota kelompok binaan Program Terpadu P2WKSS. Sampel penelitian adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono 2. Sedangkan Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin dalam Riduwan . sebagai berikut : Keterangan : n =Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi = 100 d2= Presisi ( ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%) Setelah data-data terkumpul. Peran Serta Perempuan Dalam Program P2WKSS Di Desa kertajaya Kecamatan Ciranjang Kab. Cianjur selanjutnya diolah dan dianalisis. Sebelum melakukan analisis lebih lanjut terhadap data-data yang ada terlebih dahulu dilakukan uji reliabilitas terhadap instrument yang diteliti. Arikunto . , teknik uji reliabilitas dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain Cronbah Alpha dan Gutman Split-half. Teknik uji reliabilitas yang dilakukan adalah dengan teknik Gutman Split-half yakni dengan cara membagi item atau atribut menjadi dua bagian dari data yang telah Hasil uji reliabilitas data terhadap 50 orang sampel atau keandalan yang tinggi, sehingga sampel yang diambil dapat mewakili populasi yang ada. Selanjutnya data yang telah terkumpul akan diolah melalui Aplikasi Microsoft Excel serta dideskripsikan berdasarkan hasil pemusatan data berupa nilai mean . ata-rat. yang dihasilkan pada setiap kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Desa Kertajaya merupakan satu dari 12 desa yang terdapat di Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Desa ini memiliki luas 382. 447 Ha yang dihuni oleh kurang lebih 2. 239 KK yang terdiri 317 orang warga. Pendidikan warga umumnya setingkat SMP dan umumnya warga bermata pencaharian sebagai buruh tani. Desa Kertajaya juga memiliki beragam sumberdaya alam. Tidak hanya memiliki sumberdaya alam berupa lahan pertanian yang luas, di daerah ini juga terdapat Danau Calingcing yang memilki potensi perikanan air tawar yang cukup Perbandingan luas lahan pertanian dan daerah perairan sendiri seimbang. Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Gambaran Umum Perempuan Binaan Program P2WKSS Pada Program Terpadu P2WKSS terdapat 100 perempuan binaan yang merupakan bagian dari 100 KK yang menjadi binaan. Perempuan binaan yang berjumlah 100 orang tersebut umumnya berusia antara 19 sampai dengan 51 tahun. Dari segi pendidikan umumnya para perempuan binaan hanya mengenyam pendidikan setingkat sekolah dasar (SD). Kondisi keluarga para perempuan binaan umumnya masih memiliki permasalahan seputar tingkat perekonomian dan permodalan yang masih rendah (Laporan Hasil Kegiatan P2WKSS Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjan. Peran Serta Perempuan Dalam Kegiatan Pokja i Program Terpadu P2WKSS Pokja i melaksanakan kegiatan di bidang pangan, sandang serta perumahan dan tata laksana rumah Kegiatannya antara lain : Pembinaan dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pembuatan kebun percontohan. Pembuatan olahan makanan dari ikan dan tutut. Pembinaan Pembinaan tentang tata cara berpakaian yang baik dan benar. Penertiban pembuangan sampah rumah tangga. Pembinaan tentang rumah layak Pembinaan tentang tata ruang dalam rumah. Peran serta perempuan yang dianalisis meliputi variabel : Kehadiran Keaktifan dalam bertanya dan mencari informasi Keterlibatan Keterlibatan Keterlibatan dalam proses evaluasi Merasakan manfaat dari kegiatan Ikut serta dalam merekomendasikan kegiatan kepada masyarakat lain Motivasi untuk mengikuti kegiatan Dalam penelitian ini skala pengukuran yang digunakan adalah skala Pada skala ini telah dapat membedakan urutan dari skala, lebih besar dan lebih kecil tetapi kita tidak dapat mencari selisih atau perbedaan antar skala (Purbayu dan Ashari, 2. Skala ordinal yang digunakan memiliki ketentuan sebagai berikut: 1 = tidak 2 = kadang-kadang 3 = selalu Hasil penelitian peran serta perempuan dalam Program Terpadu P2WKSS Pokja i terdapat dalam tabel 1. Tabel 1. Rekapitulasi Nilai Rata-rata Tiap Kegiatan Olahan Penertiban Tata Cara Sampah Makanan Jemuran Berpakaian Variabel Toga Kebun Contoh Rumah Layak Huni Tata Ruang Dalam Rumah Ratarata Kehadiran Keaktifan Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi Manfaat Rekomendasi Motivasi Rata-rata Sumber : Data Primer Diolah, 2012. Peran serta perempuan pada setiap kegiatan dalam Pokja i relatif Rendahnya peran serta ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain waktu pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan kegiatan yang tidak tepat dan berbenturan dengan kegiatan responden sehari-hari seperti bekerja di sawah atau ladang. Oleh karena itu seorang penyuluh sebaiknya tahu kapan sasaran penyuluhan ada di lapangan, kapan ada di rumah dalam berkumpul bersama sesama petani lain dalam kegiatan kelompok (Lucie Setiana, 2. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan peran serta sasaran kegiatan. Zulhaeni . dalam hasil penelitiannya menemukan bahwa peran serta perempuan responden masuk dalam kategori partisipasi atau peran serta pasif yaitu hanya mengikuti atau melaksanakan apa yang ditugaskan Peran Serta Perempuan Dalam Program P2WKSS Di Desa kertajaya Kecamatan Ciranjang Kab. Cianjur tanpa melibatkan perempuan dalam setiap tahapannya. Hal ini sama seperti pada responden Program Terpadu P2WKSS Pokja i, dimana mereka hanya sebagai anggota. Faktor menjadi penyebab rendahnya peran serta responden adalah rendahnya tingkat pendidikan dan modal yang dimiliki responden. Sementara faktor keadaan lingkungan dan keadaan memberikan dampak pada peran serta Keterbatasan perekonomian dan keadaan alam yang kurang mendukung menyulitkan bagi responden dan hal ini menurunkan minat dan peran serta responden. Holil . mengemukakan bahwa ada 4 poin yang dapat mempengaruhi partispasi masyarakat yang berasal dari luar yakni : faktor iklim sosial. Sementara itu manfaat yang dirasakan oleh reponden cukup tinggi, program dijelaskan melalui proses penyuluhan serta kegiatan praktek No. dengan mengikutsertakan responden sehingga bisa lebih dipahami dan manfaat dapat lebih dirasakan. Sekalipun peran serta rendah, namun motivasi responden telah cukup tinggi karena didorong oleh adanya kemauan dan pemenuhan kebutuhan. Holil . mengemukakan bahwa kemauan dan kemampuan dapat mengubah atau memperbaiki keadaan dan membangun atas kekuatan sendiri. Selain itu, motif kebutuhan juga dapat mendorong peran serta seseorang seperti ditemukan dalam Teori Hierarki Kebutuhan Maslow tentang motivasi yaitu kebutuhan fisilogi . , kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk rasa memiliki . , kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri (Akhmad Sudrajat, 2. Peran serta tertinggi terjadi pada kegiatan penertiban pembuangan sampah rumah tangga . Hal ini karena kegiatan tersebut seusai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. Tabel 2. Daftar Rangking Kegiatan Kegiatan Nilai Rata-rata Peran Serta Penertiban Pembuangan Sampah Rumah Tangga 2,73 Pembinaan dan Penyuluhan tentang Penertiban Jemuran 2,70 Pakaian Pembinaan dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan 2,55 Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Pembinaan tentang Tata Cara Berpakaian Yang Baik dan 2,55 Benar Pembuatan Olahan Makanan dari Ikan dan Tutut 2,49 Pembinaan tentang Rumah Layak Huni 2,44 Pembinaan dan Penyuluhan tentang Tata Ruang Dalam 2,44 Rumah Pembuatan Kebun Percontohan 2,43 Sumber : Data Primer Diolah, 2012. Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Rangking Manfaat Pelaksanaan Program Terpadu P2WKSS Pokja i Manfaat yang dirasakan oleh para perempuan yang berperan serta dalam kegiatan P2WKSS ini adalah : Pembinaan dan pemanfaatan lahan pekarangan dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Menambah Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Penanaman TOGA pekarangan rumah membantu pemenuhan kebutuhan obat Membuat pekarangan rumah lebih sejuk dan segar. Pembuatan kebun percontohan. Menambah tentang tata cara mengolah kebun seperti mengolah tanah, penyiraman dan pemupukan. Menambah tentang persemaian, baik untuk hortikultura maupun tanaman Pembuatan olahan makanan dari ikan dan tutut. Menambah mengenai ragam makanan yang dapat dihasilkan dari olahan ikan dan tutut. Menambah menu makanan kandungan gizi cukup tinggi. Dapat dijadikan usaha karena memiliki nilai ekonomis yang Pembinaan dan penyuluhan tentang penertiban jemuran pakaian. Menambah mengenai penataan jemuran yang baik sehingga menjaga pakaian tetap bersih. Penataan jemuran membuat rumah lebih rapi. Pembinaan tentang tata cara berpakaian yang baik dan benar. Menambah tentang tata cara berpakaian yang baik dan benar sekaligus menjaga kebersihan pribadi. Penertiban pembuangan sampah rumah tangga. Menambah mengenai penanganan sampah rumah tangga yang baik. Mendapat mengenai pengolahan sampah Dengan pembuangan sampah rumah tangga, rumah menjadi lebih bersih dan lebih sehat. Pembinaan tentang rumah layak Menambah mengenai rumah layak huni sesuai kriteri kesehatan. Pembinaan rumah layak huni membuat rumah menjadi lebih sehat dan lebih layak untuk Pembinaan dan penyuluhan tentang tata ruang dalam rumah. Menambah mengenai penataan ruang dalam Mengetahui ciri-ciri rumah Dengan penataan ruangan dalam rumah yang baik, maka Peran Serta Perempuan Dalam Program P2WKSS Di Desa kertajaya Kecamatan Ciranjang Kab. Cianjur penghuni rumah dapat hidup dengan baik. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Peranserta Program Terpadu P2WKSS Pokja i masih rendah atau minim. Hal ini dikarenakan waktu pelaksanaan penyuluhan atau pembinaan yang pendidikan serta modal yang dimiliki. Peran responden baru sebatas Namun motivasi yang dimiliki sudah cukup tinggi. Mereka pun sudah dapat merasakan manfaat adanya program ini. Peran serta tertinggi terjadi pada kegiatan penertiban pembuangan sampah pembinaan dan penyuluhan tentang penertiban jemuran pakaian. Hal ini karena kegiatan tersebut seusai dengan kebutuhan dan kondisi Manfaat yang dirasakan oleh responden dari Program Terpadu P2WKSS i keterampilan, meliputi pengetahuan budidaya tanaman obat dan sayuran, pengetahuan pengolahan makanan dari ikan dan tutut, pengetahun tentang usaha kecil rumah tangga dari olahan makanan, pengetahuan pengelolaan sampah rumah tangga, pengetahuan penataan rumah dan lingkungan yang sehat. Saran Menyusun pembinaan dan penyuluhan yang disesuaikan dengan jadwal kegiatan Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Melibatkan responden dalam setiap tahapan kegiatan dan menciptakan menghindari dominasi. Menyesuaikan program dengan keadaan sosial ekonomi responden. Hendaknya dilaksanakan berkelanjutan dan tidak berhenti dalam satu tahun agar keterampilan yang diperoleh dapat DAFTAR PUSTAKA