Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 5 No. August 2025, pp. ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346. DOI: 10. 57163/almuhafidz. Journal Homepage: https://jurnal. stiq-almultazam. id/index. php/muhafidz/index Emotions In The Qur'an: A Thematic Study of Verses on SelfControl (Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Dir. Siti Nurlaila,1* Muhammad Alif1 1Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Uncontrolled emotions often trigger a variety of psychological and social problems, such as impulsive behavior, conflict, anxiety, and spiritual imbalances. However, the majority of research to date has used a descriptive-normative approach and has not yet developed a model of emotional regulation based on the Qur'an. This research aims to fill that gap by analyzing the QurAoanAos verses that reflect basic human emotions, especially in terms of self-control strategies. qualitative approach based on literature review and thematic interpretation . is used, namely by grouping verses scattered in various surahs into the theme of emotion and selfcontrol. The data was analyzed through theory-based coding techniques based on the development of a conceptual framework of self-control according to the Qur'an. The results of the study state that the Qur'an not only acknowledges the existence of human emotions and desires, but also provides moral and spiritual guidance in managing them constructively. These values enrich the thematic discourse of Islamic interpretation and psychology, particularly in building the foundation of spiritual regulation to respond to modern psychiatric and social challenges. The research offers novelty by bridging thematic tafsir and grounded theoretical approaches to construct an emotion regulation model directly from revelation. Additionally, this study produces an e-book intented for academics, educators, and practitioners of Islamic counseling. It further recommends multidisciplinary research to integrate the QurAoanic concept of self-control into educational curricula, therapeutic models, and faith-based counseling frameworks. Received Jun 27, 2025 Revised Aug 1, 2025 Accepted Aug 1, 2025 Published Aug 26, 2025 Keywords: Emotions Qur'an Self-Control Thematic Qur'an How to Cite Nurlaila. Siti and Muhammad Alif. AuEmotions In The Qur'an: A Thematic Study of Verses on Self-ControlAy. Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir, 5. , 281-300. https://10. 57163/almuhafidz. This is an open access article under the CC BY license. Corresponding Author: Siti Nurlaila Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Jl. Raya Syeikh Nawawi Al-Bantani No. Curug. Kota Serang. Banten. Indonesia. Email: 231320109. siti@uinbanten. Copyright . 2025 Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 PENDAHULUAN Dalam kajian psikologi, istilah emosi berasal dari kata Latin movere yang berarti bergerak atau menggerakkan1, menegaskan fungsi emosi sebagai pendorong tindakan dan penentu interaksi manusia dalam berbagai konteks kehidupan. Individu senantiasa dihadapkan pada ragam emosi seperti marah, sedih, kecewa, bahagia, dan takut, yang jika tidak diatur dengan baik akan berpotensi memunculkan persoalan psikologis maupun sosial, seperti konflik interpersonal, stres, hingga gangguan keseimbangan spiritual. Hal ini sejalan dengan penelitian Syahidah Rena dalam Mengatasi Stres Melalui Spiritualitas Dan Regulasi Diri: Studi Pada Mahasiswa Kedokteran Di DKI Jakarta tahun 2018. Dalam studi tafsir kontemporer, aspek psikologis dalam Al-Qur'an mulai mendapat perhatian yang lebih luas seiring dengan minat yang meningkat terhadap pendekatan multidisipliner dalam studi keislaman. Dimensi emosional dalam teks wahyu adalah salah satu topik yang mendapat perhatian khusus, hal ini dianggap sebagai komponen penting dalam pembentukan etika dan spiritualitas Islam selain sebagai respons emosional manusia. Dalam perspektif Islam. Al-QurAoan tidak hanya mengakui eksistensi emosi sebagai fenomena mental dan spiritual, melainkan juga menegaskan bahwa emosi adalah bagian dari fitrah ciptaan Allah Swt. yang harus diarahkan sesuai nilai moral dan bimbingan ilahiah. Firman Allah Swt. pada QS. An-Najm . : 43. AE aOae EOA e aOIacN aN aO A a A aA AuDan Dialah yang menjadikan tertawa dan menangisAy. Dalam Tafsir Al-Munir, ayat ini menjelaskan bahwasanya Allah Swt. kekuasaan mutlak untuk membuat tertawa siapa saja yang dikehendaki-Nya dengan menjadikannya sebagai orang yang bahagia dan senang, dan membuat menangis siapa saja yang dikehendaki-Nya dengan menjadikannya sedih. Allah Swt. tidak hanya menciptakan kondisi tertawa dan menangis bagi para hamba-Nya, tetapi juga menetapkan segala faktor penyebab yang melatarbelakanginya. Dalam kebijaksanaanNya. Allah menyiapkan jalan menuju kebahagiaan melalui amal-amal saleh yang mendatangkan kegembiraan dan ketenteraman hati. Sebaliknya. Allah juga membiarkan adanya amal-amal buruk yang menjadi penyebab timbulnya kesedihan dan penderitaan. Ayat ini menunjukkan bahwa ekspresi emosi, baik positif maupun negatif, merupakan bagian dari tatanan penciptaan yang teratur dan sarat makna. Namun demikian, sebagian besar penelitian terdahulu masih bersifat parsial, seperti Diana . menekankan peran Al-QurAoan dalam mengendalikan konflik batin, namun belum menyusun klasifikasi tematik ayat-ayat emosi secara sistematis. Untuk mengisi celah ini, penelitian ini menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai model untuk mengatur emosi yang dilakukan dengan mengkategorikan berbagai jenis emosi dan menyelidiki struktur makna dan strategi pengendaliannya sebagaimana dipaparkan dalam teks wahyu. Dengan demikian, rumusan masalah yang diangkat adalah: Bagaimana Al-Qur'an menggambarkan emosi dasar manusia serta langkah pengendaliannya? Dan bagaimana konstruksi tematik model regulasi emosi QurAoani dapat dibangun secara 1 Sonia Dhea Syaviettry Rossellini. AuHubungan Ilmu Pengetahuan Dan Pengendalian Emosi Dalam Kehidupan Manusia: Analisis Kritis,Ay Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora 4, no. 3 (July 26, 2. : 65Ae69, https://doi. org/10. 56393/antropocene. 2 Syahidah Rena. Mengatasi Stres Melalui Spiritualitas Dan Regulasi Diri: Studi Pada Mahasiswa Kedokteran Di DKI Jakarta. Syria Studies. Cetakan Pertama (Kuningan. Jawa Barat: Nusa Litera Inspirasi, 2. , https://repository. id/dspace/handle/123456789/50109. 3 Wahbah Az Zuhaili. AuTafsir Al-Munir Jilid 14 (Juz 27 & . ,Ay Gema Insani, 2018, 83-84. Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 sistematis? Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan aplikatif untuk perkembangan studi keislaman kontemporer. Maka, tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari ayat-ayat Al-Qur'an yang mencakup ide-ide tentang emosi dan langkah pengendaliannya. Selanjutnya, penelitian ini merumuskannya ke dalam kerangka tematik yang dikombinasikan dengan teknik pengelompokan dan pengkodean ayat yang sistematis dan menawarkan kebaharuan berupa kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan studi tafsir tematik dan psikologi Islami, khususnya pada aspek regulasi emosi yang terintegrasi serta terapi spiritual kontemporer. Temuan penelitian ini diperkaya dengan penyusunan ebook praktis sebagai media bantu pembelajaran agar konsep regulasi emosi QurAoani lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh berbagai TINJAUAN PUSTAKA Topik mengenai regulasi emosi dalam Al-QurAoan merupakan kajian lintas disiplin yang mendapatkan perhatian luas dalam literatur keislaman. Meskipun secara historis tema ini banyak diulas dalam konteks religius, relevansinya melampaui batas-batas keagamaan dan dapat dianalisis melalui pendekatan psikologis maupun sosial secara lebih luas. Maka, eksplorasi terhadap regulasi emosi dalam perspektif Al-QurAoan penting untuk terus dikembangkan, terutama dalam merumuskan kerangka teoritis yang mengintegrasikan prinsip-prinsip wahyu dengan dinamika afeksi manusia. Beberapa kajian terdahulu yang membahas tentang emosi dalam Al-QurAoan antara lain: Pertama. Rachmy Diana . dalam penelitiannya yang dilakukan dengan pendekatan psikologi Islam dengan judul Pengendalian Emosi Menurut Psikologi Islam menyatakan bahwa Al-Qur'an memberikan panduan lengkap yang luar biasa bagi orangorang yang beriman tentang cara menangani konflik batin, mengendalikan dorongan bawah sadar yang dapat memicu perilaku negatif, dan melakukan tindakan positif yang membantu mengurangi ketegangan emosional sepanjang dinamika kehidupan. 5 Namun penelitian ini belum memetakan secara sistematis ayat-ayat Al-QurAoan dalam klasifikasi tematik tertentu. Kedua. Vegia Oviensy et. dengan judul penelitian Emosi dalam Pendidikan: Perspektif AlqurAoan dan Hadist dalam Mauriduna: Journal of Islamic Studies dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka yang mengeksplorasi dimensi emosi dalam konteks pendidikan Islam melalui pendekatan berbasis Al-QurAoan dan Hadis menunjukkan bahwa pendidikan emosional dalam Islam mencakup pengendalian emosi negatif sekaligus penguatan emosi positif seperti kasih sayang dan penghormatan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter emosional dalam pendidikan, dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW sebagai rujukan normatif yang menekankan praktik pengelolaan emosi melalui keteladanan dalam menahan marah, menjaga ketenangan, serta menumbuhkan empati namun dalam penelitiannya belum merumuskan suatu model regulasi emosi yang terstruktur. Ketiga, studi Pengendalian Emosi Perspektif Al-QurAoan yang dilakukan Siti Nurfitriani Wardah dan Muhtar Gojali . yang membahas pandangan Al-QurAoan tentang cara mengendalikan sebuah emosi yang dilakukan dengan metode kualitatif 4 Siti Nurlaila. Ebook Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri, 2025, https://drive. com/file/d/1xHsYhhwGlNd1tU-Rh4fpocjcgj7kSc0h/view?usp=drivesdk . 5 R. Rachmy Diana. AuPengendalian Emosi Menurut Psikologi Islam,Ay Unisia 37, no. 82 (October 2. 41Ae47, https://doi. org/10. 20885/unisia. 6 Vegia Oviensy et al. AuEmosi Dalam Pendidikan: Perspektif AlqurAoan Dan Hadist,Ay Mauriduna: Journal of Islamic Studies 5, no. 2 (December 10, 2. : 494Ae515, https://doi. org/10. 37274/mauriduna. Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 melalui studi pustaka dengan pendekatan analisis isi. Dikatakan bahwa emosi dapat dimaknai sebagai respons jiwa terhadap pengalaman tertentu, baik positif maupun negatif, yang mendorong individu untuk bertindak sesuai dengan nilai yang diyakininya, dan banyak ayat Al-QurAoan membahas permasalahan tersebut yang tentu dapat diaplikasikan dalam kehidupan,7 namun penelitian ini masih terbatas pada tataran konseptual deskriptif tanpa menyusun relasi antar tema atau ayat. Dari ketiga penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang emosi dari sudut pandang Al-Qur'an telah membantu mengidentifikasi nilai-nilai dasar pengelolaan emosi melalui psikologi Islam, pendidikan, dan tafsir normatif. Namun, metode yang digunakan masih fragmentaris, tidak dapat memberikan model konseptual yang dapat dioperasionalisasikan lebih lanjut karena tidak ada kerangka teoretis yang sistematis dan pengolahan data yang tidak berbasis struktur makna ayat. Untuk mengatasi celah tersebut, penelitian ini menawarkan pendekatan sintesis yang menggabungkan tafsir tematik dan strategi pengkodean untuk membangun model regulasi emosi Qur'ani secara sistematis. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kepustakaan . ibrary researc. yang secara khusus menitikberatkan pada eksplorasi ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan tema emosi serta mekanisme pengendalian Dalam mengumpulkan ayat, peneliti menerapkan metode tafsir tematik . awduAo. dengan merujuk pada model yang dikembangkan Muhammad Abduh al-Farmawi secara selektif dan adaptif sesuai dengan kebutuhan penelitian. Tahapan yang diterapkan meliputi: . menghimpun seluruh ayat yang berkaitan dengan tema emosi dan pengendalian diri, . mengelompokkan ayat-ayat berdasarkan jenis emosi . enang, marah, takut, sedi. , dan . menelaah makna masing-masing ayat menggunakan kitabkitab tafsir otoritatif. Beberapa tahapan lainnya tidak digunakan secara eksplisit karena tidak berkaitan langsung dengan tujuan riset, yaitu mengonstruksi model regulasi emosi QurAoani berbasis analisis empiris ayat. Seperti pemaparan Moh. Tulus Yamani dalam Memahami Al-QurAoan Dengan Metode Tafsir MaudhuAoi . bahwa dalam menerapkan metode mawduAoi minimal dilakukan dengan 2 langkah pokok, yaitu menghimpun ayatayat berdasarkan tema dan konteks turunnya, kemudian mengkaji korelasi antar ayat untuk menyusun kesimpulan induktif8 sehingga ayat-ayat tersebut dapat dianalisis dalam satu kerangka konseptual yang komprehensif. Sumber data didapatkan dari sumber data primer dan sekunder. Data primer bersumber dari analisis kontekstual ayat-ayat Al-Qur'an melalui rujukan tafsir-tafsir otoritatif seperti Tafsir al-Misbah. Tafsir al-Munir. Tafsir al-Tabari dan lainnya guna memperoleh pemahaman yang sesuai dengan ajaran para ulama. Sedangkan data sekunder berasal dari literatur pendukung, seperti artikel ilmiah dan psikologi Islam yang relevan. Teknik analisis data menggunakan pendekatan Straussian Grounded Theory yang dikembangkan oleh Strauss dan Corbin, digunakan untuk menganalisis data dalam tiga tahap utama. open coding, axial coding dan selective coding. Masing-masing ayat diklasifikasikan ke dalam kategori sesuai jenis emosi dan pola pengendalian diri yang terkandung di dalamnya, kemudian hubungan antar kategori diidentifikasi untuk 7 Siti Nurfitriani Wardah and Muhtar Gojali. AuControlling Emotions from the Al-QurAoan Perspective,Ay Gunung Djati Conference Series 4 . : 548. 8 Moh. Tulus Yamani. AuMemahami Al-Qur Ao an Dengan Metode Tafsir Maudhu`i,Ay J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 273Ae91, https://media. com/media/publications/321427memahami-al-quran-dengan-metode-tafsir-m-fcbe24b0. Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 membangun kerangka kerja regulasi emosi berlandaskan nilai-nilai QurAoani. Pada tahap akhir, keseluruhan hasil dianalisis dan disusun ke dalam suatu kerangka konseptual yang kemudian dituangkan dalam bentuk e-book praktis. Media pendukung ini diharapkan dapat mempermudah akses dan pemahaman temuan penelitian oleh berbagai kalangan yang berkepentingan, baik di ranah akademik, praktisi, maupun masyarakat luas. HASIL DAN DISKUSI Hasil penelitian ini menyoroti ayat-ayat Al-QurAoan terkait emosi dasar manusia sebagaimana yang dijelaskan oleh Paul Ekman . arah, sedih, senang, dan taku. 9 serta langkah pengendaliannya dalam perspektif Al-QurAoan. Sebanyak 31 ayat Al-QurAoan berhasil diidentifikasi melalui pendekatan pencarian tematik secara sistematis. Seluruh ayat tersebut memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung pencapaian tujuan kolektif yang relevan dan selaras dengan pembahasan mengenai sebuah emosi. Setelah proses klasifikasi dilakukan, setiap ayat dikodekan ke dalam tema-tema tertentu sehingga ayat-ayat tersebut dapat diorganisasi secara lebih terstruktur ke dalam tiga tema pokok. Masing-masing tema kemudian diuraikan lagi ke dalam beberapa subtema yang lebih spesifik. Tabel. 110: Tabel Olah Data Frasa/Ayat Al-QurAoan Open Code AE aOae EOA e aA aOIacN aN aO AAllah sebagai pencipta a A aA (QS. An-Najm . : . emosi manusia A Eac aEeOaE ae a eO a EO aI a aE eIAAnjuran Allah agar tidak larut dalam kesedihan A aOaE a eAa a eO acaae O aE eIAdan kesombongan saat (QS. Al-Hadid . : . Bahagia AEA ca A acEA e ACa eE aca a AacEEac aOaca eeaac acN ac aEA Kebahagiaan karena (QS. Yunus o AOA a AOA AEA a a a a karunia Allah Axial Code Emosi sebagai anugerah pemberian dari Allah Anjuran Allah agar manusia tidak mengekspresikan emosi secara berlebihan Kebahagiaan spiritual karena rahmat Allah : . AO eO uac aE Ca eOacI acNA a A Aa a a a aIAMarah yang dikendalikan o Aa aI aca UAA e A aAoleh nilai kebenaran Marah, sebagai bentuk emosi dasar manusia (QS. Thaha . : . AuacacacIa a e aEO aacO aO a eacaI uacaEA Sedih, sebagai bentuk cacEEA ca emosi dasar manusia Mengeluhkan kesedihan kepada Allah ca A OEaIa EaOIac aEI ac aO s acII eOATakut, sebagai bentuk a ea a e e a e a Ketakutan sebagai bentuk ujian emosional (QS. Yusuf . : . emosi dasar manusia Qibtiah Maria. AuEmosi Dalam Perspektif AlQuranAy . , https://repository. id/id/eprint/1393/1/Emosi dalam perspektif al-Qur'an - Maria Qibtiyah. 10 Siti Nurlaila. Tabel Olah Data - Emosi Dalam Al-QurAoan: Kajian Tematik Terhadap Ayat-Ayat Pengendalian Diri, https://drive. com/file/d/1WeBrPV4Cui9fP9JGfGBzZTmgCtiCVWz/view?usp=drivesdk. Untuk pengolahan data yang lebih lengkap dapat diakses melalui link ini. Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 (QS. Al-Baqarah . ca A aOaE a eA ac a eO acaA eaEaeALarangan berbuat AA (QS. Al-AAoraf . : . Kontrol perilaku sosial sebagai bentuk pengendalian diri ca A I eA acA ca A OaE a eaOABerbuat kerusakan ca AOIA a AeEA a (QS. Al-Baqarah . : merupakan katarsis yang dilarang Allah AE acI eI a aIa s Aa acI aIA a a a aA aIe ARefleksi bahwa can keburukan dari diri AE acI eI aOaca sA Pengalihan berupa a a a aA acEE aOaIe Asendiri, bukan Allah AEA a A Aa acI eI Iac eA acAsebagai proses intropeksi (QS. An-Nisa . : . menjadikan hati tenang sebagai pilar ca A aCacacIAShalat aAEAaEA keteguhan jiwa dalam (QS. Luqman . : . ca ca a A aaE ac eE ac acEE ae aI aiO acI Ee aCEa eOABerdzikir bisa (QS. Al-RaAod . : . Etika sosial dan pengendalian diri menghadapi tantangan ca A e aE aOAPerintah untuk acEEA (QS. Al-Ahzab . : . mengingat Allah Doa dengan kelembutan o A ac aO a eAOaA a aA eaO aac aE eI Amenunjukkan kontrol (QS. Al-AAoraf . : . batin dan adab Dengan berdzikir, hati menjadi tenang Shalat memperkuat kesabaran dan komitmen Dzikir sebagai penguat dan penenang batin Doa melatih rendah hati dan kendali emosi ACa e aae aEI acI eOacaU acII acac aE eIA Al-QurAoan ca AEA aA AO aO aNOA ca A aO ac aAU Eac aI acamenyembuhkan penyakit Al-QurAoan sebagai terapi dan petunjuk emosi ca ca ca AOA a A aOa eeaU E eE aI eIIAhati (QS. Yunus . : . AaO a a eO aI aEaeaNO aeOU aO aN aOA A a e UOU Eac aE eI na aO a a eO aI acaacOATidak langsung menarik kesimpulan berdasarkan A aeOUAapa yang dipikirkan Husnuzhan dalam menghadapi emosi (QS. Al-Baqarah . ca AacEEa Ia eA uacacaEA ca a a AaE Oa aEEA A aO e a aNABeban emosi sesuai (QS. Al-Baqarah . kapasitas diri ca a aA aOuacI Oa aE acAEmpati terhadap e aAOE Aa aC e aEA caA E acII CaEApengalaman batin AEA U U a a Menanamkan dalam hati bahwa kita mampu Penyesuaian kognitif dengan empati Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 (QS. FaTir . : . AEA a A a a U UE acII Ca eEA e aA aOEa aC e aEAKesabaran sebagai bentuk memahami AA aaO aEa O aI aE acaOA a a a penderitaan orang lain (QS. Al-AnAoam . : . secara emosional AA a aA aOuacI Oa aE acAEmpati terhadap e aAOE Aa aC e aE acA A Ca e Ea aN eIAperjuangan spiritual generasi sebelumnya Keteladanan dalam empati melalui kesabaran dalam menghadapi penolakan Empati sebagai bentuk keteguhan hati (QS. Al-Hajj . : . AaOOaeac aIO aI Eac a aI aEa O aac acNA an AacI eEac UOI aOOaac UOI aO acaOA AOA ca A uacacIa Iaeac aI aE eI EacaO e acNAMemberi tanpa pamrih a AacEEac na aE IaacA AacII aE eI aae U aOaE a aEOA Altruisme sebagai model penyesuaian kognitif (QS. Al-Insan . : 8Ae o caAEAEa OA ca AEA eaca aOA ca cacOIaO A e Sabar sebagai respon (QS. Al-Baqarah . : emosi A aO e aE aeO ac eaE aOaE a eE aA aeO acIASyukur sebagai penguat QS. Al-Baqarah . : kontrol batin ca ca a AO EeaeOA a A aOEe aEIAKontrol emosi negatif (QS. AoAli AoImran . : dengan menahan amarah Memaafkan ketika AA aeI aN eIA e aA AAdihadapkan dengan a AA (QS. AoAli AoImran . : orang yang membuat A acII Ca eOsE uacacaE Ea aOeacNA a AacI OaEe acAA caA CAMalaikat AO aacO UUA U a (QS. Qaf . : . Pengelolaan emosi negatif terhadap orang lain kontrol diri dalam interaksi dengan memaafkan kontrol emosi Kesadaran spiritual terhadap kehati-hatian menjaga lisan AaOaE aa ac aO aOaE Oa eaA Larangan ghibah dan A aEI a eA a A ac eAmencari-cari kesalahan Menjauhi ghibah sebagai langkah pengendalian diri A aOaE ea a eE ac eaA CaEa eOacIa ac aEALarangan saling Pengendalian emosi negatif dalam hati (QS. Al-Hujurat . Emosi Positif dan Penguatan Ruhani A aOCaOEaO Ca e UOaE a ac UOAJaga lisan dengan berkata Kendali verbal sebagai (QS. Al-Ahzab . : . yang baik dan benar Model coping dengan shalat QS. Al-Hasyr . : . Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir E-ISSN: 2807-6346 ca ca Aa a aIA e A aO aeEaI acEacaca N aO AMenghindari debat Berdebat dengan cara yang baik atau berhenti berdebat caca A EaceO aca aaIIacOac aE eI aOaEe aaIAPahala Allah bukan AI eaN acEA a dihasilkan dari ca aA eacAberangan-angan, dan A aII Oa e aI eE aeO U eaOaA orang yang berbuat A acacNAmaksiat atau keburukan Komitmen ketakwaan dan pengendalian diri seorang muslim dibuktikan dengan ia meninggalkan maksiat (QS. An-Nahl ISSN: 3062-6919 : sebagai bentuk pengendalian diri (QS. An-NisaAo . : . maka ia akan dibalas Selanjutnya, tahap selective code menunjukkan bahwa semua kategori dan subkategori terintegrasi dalam satu kategori inti, yaitu pengendalian emosi Qur'ani sebagai kerangka pengendalian diri etis-spiritual. Teori yang terbentuk menyatakan bahwa emosi dalam Islam dianggap sebagai fitrah yang perlu diarahkan melalui pendekatan kognitif, afektif, dan spiritual, serta direalisasikan dalam kehidupan seharihari, sebagaimana dijelaskan pada bagian berikut ini. Emosi dalam Perspektif Al-QurAoan Emosi mulai tumbuh dan berkembang sejak bayi sebagai bagian dari proses alami Konsep emosi dipahami sebagai respons psikologis terhadap rangsangan, dan regulasinya memerlukan keterampilan kognitif serta pengaruh nilai spiritual. 11 Dalam perspektif Islam, emosi bukanlah sebuah gangguan melainkan sebuah anugerah 12 yang Allah berikan kepada seluruh manusia sebagai bentuk kesempurnaan atas ciptaan-Nya,13 yang perlu dikendalikan melalui akal dan iman. Al-QurAoan hadir bukan untuk menafikannya, tetapi untuk membimbing manusia agar mampu mengelola emosi tersebut secara spiritual, proporsional, dan fungsional. Emosi tidak semata-mata terbatas pada ekspresi kemarahan, namun mencakup seluruh jenis respons afektif atau perilaku yang berasal dari dinamika batin seseorang yang dapat dikenali melalui gestur yang tampak. James, sebagaimana dikutip oleh Maria, mengatakan bahwa emosi adalah keadaan psikis yang tercermin dalam perubahan perilaku dan penampilan fisik seseorang. Dia juga mengatakan bahwa emosi adalah kondisi spiritual seseorang yang memengaruhi manifestasi fisiknya. 14 Dalam konteks ini, kemampuan mengelola emosi secara tepat menjadi sangat penting. Kemampuan untuk mengendalikan diri juga dikenal sebagai self-control yang mencakup kemampuan untuk menahan nafsu, mengelola dorongan emosional, dan bertindak berdasarkan nilai moral dan pertimbangan rasional. Setiap pengalaman hidup membentuk pemahaman individu tentang emosi mereka, yang membantu mereka mengekspresikan emosi mereka secara lebih kontekstual dan tepat. 15 Di sisi lain, dimensi ini sesuai dengan ajaran Al-Qur'an, yang berulang kali menekankan betapa pentingnya bersikap moderat dalam berbagai 11 Zulkarnain Zulkarnain. AuEmosional : Tinjauan Al-QurAoan Dan Relevansinya Dalam Pendidikan,Ay Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam (December 183Ae97, https://doi. org/10. 32923/tarbawy. 12 Maria. AuEmosi Dalam Perspektif AlQuran. Ay 13 Wardah and Gojali. AuControlling Emotions from the Al-QurAoan Perspective. Ay 14 Maria. AuEmosi Dalam Perspektif AlQuran. Ay 15 Safiruddin Al Baqi. AuEkspresi Emosi Marah,Ay Buletin Psikologi 23, no. 1 (June 1, 2. : 22, https://doi. org/10. 22146/bpsi. Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 Sebagaimana dalam QS. Al-Hadid . : 23 yang mengingatkan manusia agar tidak berlebihan dalam menanggapi situasi sebagai bentuk disiplin spiritual dan sosial. Dalam Tafsir at-Tabari, ayat tersebut menjelaskan bahwasanya Allah Swt. berfirman tentang semua musibah atau bencana yang terjadi pada harta dan diri manusia telah tertulis dalam sebuah kitab jauh sebelum manusia diciptakan dan keterangan ini diberitahukan agar manusia tidak terlalu larut dalam kesedihan ketika kehilangan harta benda atau hal duniawi lainnya sebab hal tersebut merupakan ketetapan Allah dan agar manusia tidak terlalu senang dengan harta benda atau hal duniawi lain yang dimilikinya karena mungkin saja harta itu telah dituliskan akan lenyap tanpa dapat diprediksi. Dilihat dari segi pengaruh yang dihasilkannya, emosi terdiri dari dua kategori, yaitu negatif dan positif. 17 Emosi negatif kerap menyebabkan ketidaknyamanan, ketegangan, dan potensi gangguan dalam relasi sosial dan kesejahteraan psikologis, sedangkan emosi positif cenderung menghasilkan efek yang menyenangkan, menenangkan, serta konstruktif bagi individu. Menurut penelitian Paul Ekman, emosi dasar manusia terdiri dari senang, marah, sedih, dan takut. 18 Keempat emosi tersebut muncul secara alami sebagai reaksi terhadap rangsangan baik dari dalam diri maupun dari luar, dan berpengaruh besar pada perilaku, pengambilan keputusan, serta keseimbangan spiritual Dalam hal pengendalian diri, keempat emosi tersebut tidak hanya dipandang sebagai potensi negatif, melainkan dapat menjadi sumber energi positif jika diarahkan dengan tepat. 19 Oleh karena itu, pengaturan emosi dalam perspektif QurAoani menekankan pentingnya keseimbangan . , yakni bagaimana mengekspresikan emosi secara proporsional, tanpa berlebihan maupun menekannya secara tidak sehat. Emosi senang atau bahagia Dalam bahasa arab, senang berarti AA Ae OA Ae AA. Kata adalam kitab Lisanul AoArab terdiri dari beberapa makna, seperti hati yang tenang, kebahagiaan, kesombongan, kesenangan, kegembiraan, juga merupakan antonim dari kesedihan. 21 Hasil penelusuran menggunakan MuAojam al-Mufahras li Alfae al-QurAoan al-Karim menunjukkan bahwa lafaz AufarhAy dan seluruh bentuk derivasinya, termasuk dalam bentuk verba . iAoi. , nomina . , serta bentuk infinitif . , tercatat muncul sebanyak 22 kali dalam AlQurAoan. 22 Kata mata`a yang dapat digunakan untuk menggambarkan kesenangan atau hal yang menyenangkan, as-surur, dan juga as-saAoadah. 23 Rasa senang dapat berupa bahagia, gembira, ataupun cinta, 24 yang merupakan perasaan yang lega dan bebas dari tekanan. 16 Abu JaAofar Muhammad bin Jarir Ath-Thabari. JamiAoAl Bayan an TaAowil Ayi Al QurAoan (Tafsir AthThabar. Versi Terjemahan. September (Jakarta: Pustaka Azzam, 2. 17 Shinta Mutiara Puspita. AuKemampuan Mengelola Emosi Sebagai Dasar Kesehatan Mental Anak Usia Dini,Ay SELING: Jurnal Program AJurnal Program Studi PGRA 5 . : 82Ae92. 18 Wisnu Agastya and Aripin. AuPemetaan Emosi Dominan Pada Kalimat Majemuk Bahasa Indonesia Menggunakan Multinomial Nayve Bayes,Ay Jurnal Nasional Teknik Elektro Dan Teknologi Informasi 9, no. : 171Ae79, https://doi. org/10. 22146/jnteti. 19 Ah. Yusuf Siti Khotijah and Verantika Setya Putri Titik Sumiatin. MASALAH PSIKOSOSIAL Konsep Dan Aplikasi Dalam Asuhan Keperawatan (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2. 20 Oviensy et al. AuEmosi Dalam Pendidikan: Perspektif AlqurAoan Dan Hadist. Ay 21 Ibn Manzur. Lisan Al-AoArab. Jilid i (Bairut: Dar al-MaAoarif, n. 22 Muhammad FuAoad AoAbd Al-Baqi. Al-MuAoJam Al-Mufahras Li Alfaz Al-QurAoan Al- Karim (Kairo: Dar Al-Hadith, 1. 23 Akhmad Zainul Arifin. AuEMOTIONAL INTELLIGENCE DALAM AL- QUR Ao AN ( KAJIAN TAFSIR TEMATIK ) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER EMOTIONAL INTELLIGENCE DALAM AL- QUR Ao AN ( KAJIAN TAFSIR TEMATIK ),Ay 2024. 24 Maria. AuEmosi Dalam Perspektif AlQuran. Ay Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 Emosi senang biasanya dilandasi oleh perasaan puas, gembira, dan sejahtera yang ditunjukkan dengan bahasa tubuh yang rilex, senyuman, atau nada yang ceria dan Kebahagiaan seringkali dikaitkan dengan kesehatan, karena kebahagiaan sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Emosi ini disebutkan dalam QS. Yunus . : 58. ca AE AaEeOa eAa aO o aN aO a eOU accIac aeaO aIaO aIA ca A acEA e ACa eE aca a AacEEac aOaca eeaac acN ac aEA AuKatakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. Ay (QS. Yunus . Menurut Tafsir Al-Misbah, setelah menjelaskan betapa besar dan bermanfaatnya alQur'an serta menolak tuduhan musyrikin bahwa itu mirip dengan sihir. Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk meminta semua orang untuk menyambutnya dengan senang hati. "Karunia Allah" . i-fadlilla. diartikan sebagai AlQur'an, dan "rahmat-Nya" . diartikan sebagai ajaran Islam dalam ayat Oleh karena itu, kegembiraan yang benar-benar patut ditunjukkan oleh manusia tidak terkait dengan hal-hal duniawi yang fana, tetapi lebih pada petunjuk Ilahi, yang memiliki nilai dan martabat yang jauh lebih tinggi daripada kemewahan materi yang dikumpulkan oleh kaum musyrik. Menurut tafsir ini. Al-Qur'an mengarahkan emosi positif, seperti kegembiraan untuk dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual daripada tujuan Marah Marah atau AAmerupakan bentuk masdar dari kata A Ae O Ae Ayang muncul 22 kali dalam Al-QurAoan, dan bisa diistilahkan juga dengan AOAyang derivasinya muncul sebanyak 11 kali. 26 Keadaan yang mengganggu dapat menyebabkan kemarahan dan perilaku agresif sebagai respons emosional terhadap stresor eksternal. Kemarahan bisa diekspresikan dengan cara verbal . maupun non-verbal . elalui ekspresi tubu. 27 seperti mata melotot, atau dengan perilaku agresif jika berlebihan28 seperti merusak sesuatu dengan membanting dan lainnya. Emosi ini disebut dalam firman Allah QS. Thaha . : 86. Aac aI acaO acEA a aAE Oa aC eOacI aaEe Oaac e aE eI aac aE eI aO e U a a UI o a a a aI aca UA o CA e AO eO uac aE Ca eOacI acN aA e AE aEaeO aE aI Ee a eN a eaI a a a a a a aIA ca U AA AaEa eAaI acI eOac acOA e A II acac aE eI a U a AaEaeO aE eI aA AuMaka Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah dan sedih. Dia berkata. AuWahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu janji yang baik? Apakah terasa lama masa perjanjian itu bagimu, atau kamu ingin kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu sehingga kamu mengingkari janjiku?Ay 25 M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah: Pesan. Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan (Surah Yunus Surah Yusuf Surah Hud Surah Ar-RaAoD). Vol. 6 (Jakarta: Lentera Hati, 2. 26 Al-Baqi. Al-MuAoJam Al-Mufahras Li Alfaz Al-QurAoan Al- Karim. 27 Miftah Ulya. AuKonstruk Emosi Marah Perspektif Al-QurAoan,Ay El-AoUmdah 3, no. : 23Ae46, https://doi. org/10. 20414/el-umdah. 28 Izura Rochma Yoven. Regina Athia Mayalianti. Arsila Chairunnisa. AuLITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS ANGER MANAGEMENT DALAM MENGONTROL PERILAKU,Ay Jurnal Ilmiah Zona Psikologi Universitas Batam, 22Ae33, https://ejurnal. id/index. php/zonapsikologi/article/view/1449/1200. Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 Dalam Tafsir Al-Qurtubi, istilah asifa pada ayat ini memiliki makna benar-benar marah satu tingkat lebih kuat daripada ghadiba seperti penjelasan Abu ad-Darda' bahwa kata tersebut menunjukkan tingkat kemarahan yang lebih dahsyat, yaitu jenis kemarahan yang disertai dengan emosi yang mendalam, seperti kesedihan, kekecewaan, dan amarah yang meluap. Sedih Sedih merupakan antonim dari senang30 yang dalam bahasa arab berarti Ae AIA A aOI Ae IAatau A. sifa/asaf. sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Kata huzn adalah rasa sedih karena tidak bisa melakukan sesuatu atau kehilangan sesuatu, sedangkan asifa adalah rasa sedih yang mendalam yang dibarengi dengan penyesalan atau amarah. Seseorang yang sedang mengalami kesedihan dapat dilihat dari sikapnya yang lesu, terisolasi, atau menangis . api menangis tidak selalu menunjukkan kesedihan. Sedih yang berkepanjangan dapat menyebabkan stres, penurunan kekebalan tubuh, dan penurunan harapan hidup. Allah Swt. befirman dalam QS. Yusuf . : 86. AacEEac aI aE a eEa aIO aIA a aACA ca AacEEac aO eaEa aI acI aIA ca AE uacacIa a e aEO aacO aO a eacaI uacaEA AuIa berkata: AoSesungguhnya aku hanya mengeluh kesedihan dan kekhawatiranku kepada Allah, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahui . Ay Ayat tersebut menunjukkan seberapa tulus ketundukan seorang hamba yang hatinya selalu terhubung dengan Tuhannya. Hakikat spiritual ini tidak hanya terlihat dalam jiwa Nabi YaAoqub, tetapi juga dalam tanda-tanda kebesaran dan keagungan Ilahi yang nyata. Ini adalah hasil dan makna dari keimanan dan pengenalan yang benar kepada Allah, meningkatkan pengetahuan tentang kekuatan dan pilihan-Nya, merasakan kasih sayang dan perlindungan-Nya, dan menumbuhkan rasa kehambaan yang mendalam dalam kelompok hamba yang saleh. Takut Dalam dunia spiritual, takut adalah emosi naluriah yang menjaga manusia dari bahaya dan dapat diarahkan menjadi rasa takwa kepada Allah. Dalam bahasa arab diartikan dengan A OAA- AA Ae Oatau AO Ae OO Ae OA. Kata khawf menjelaskan ketakutan yang disertai dengan kecemasan dan kekhawatiran tentang keselamatan dirinya sehingga menyebabkan perasaan lemah dan tidak berani menantang. Sedangkan khasyyah bukan menunjukkan ketakutan dari lemah fisiknya, tetapi karena dalam dirinya terdapat sebuah rasa kagum dan penghormatan yang mendalam sehingga membuatnya berhati-hati dalam berbagai tindakan dan ucapannya. 34 Takut yang muncul 29 Abu Abdillah Muhammad ibn Ahmad al-Anshari Al-Qurthubi. Tafsir Al-JAmiAo Li AukAm Al-QurAoAn (Versi Terjemaha. , n. 30 Ahmad Zaini Dahlan. AuKamus Al-QurAoan Jilid 1,Ay in Terjemah Kitab Al-Mufradat Fi Gharibil QurAoan. Cet. ke-1 (Depok: Pustaka Khazanah FawaAo id, 2. 31 Luthviyah Romziana and Siti Musriatul Muhimmah. AuAsafa Dalam Al-Qur Ao an,Ay Pendidikan Dan Sosial 10 . : 354Ae75, https://ejurnal. id/index. php/nurelislam/article/view/570. 32 Sayyid Quthb. Tafsir Fi Zhilalil QurAoan Terj. AsAoad Yasin. Dkk. Jilid 6 (Jakarta: Gema Insani Press, 33 Amira Fauziah et al. AuANXIETY DISORDER DALAM AL-QURAoAN (Telaah Lafadz Khauf. HaluAo Dan Huz. ,Ay Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial . 77Ae106, https://ejournal. org/index. php/triwikrama/article/view/48. 34 Genaro Noer Fushshilat. AuKORELASI ANTARA ULAMA DAN KHASSYAH KEPADA ALLAH (ANALISIS QS. FAIR/35: . Ay (UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA, 2. Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 secara alamiah dapat didefinisikan sebagai takut yang disadari oleh insting sebagai makhluk hidup karena muncul berdasarkan fakta sehingga dapat mendorongnya untuk melakukan tindakan antisipasi. Secara objektif, rasa takut memiliki sisi positif dan Sisi positifnya akan mendorongnya untuk melindungi atau menjauhkan diri dari bahaya atau rangsangan luar yang dapat melukai diri sendiri. Sedangkan negatifnya akan menyebabkan perasaan dan gejala tubuh yang menegangkan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah . : 155. ca e AOEaIa EaOIac aEI ac aO s acIIA ca A OEacI A ca s AeEOac OIa eCA ca A aOa ac ac A AEAac acaOe aIA a a ca AA I aI eaEa eI aOE aO eaEaIe a a eae AeEaeOA aOA a e e ae a AuKami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah . ahai Nabi Muhamma. kabar gembira kepada orang-orang sabarAy Ayat ini mengisyaratkan bahwa hakikat kehidupan dunia memang tidak terlepas dari berbagai ujian dan cobaan. Tidak peduli seberapa besar ujian yang disebutkan dalam ayat tersebut, pada kenyataannya hanyalah sedikit dibandingkan dengan ganjaran yang diberikan Allah kepada mereka yang sabar. Fakta bahwa Allah memberitahu manusia tentang berbagai jenis ujian ini memungkinkan manusia untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi hal tersebut dengan cara yang bijak dan sabar. Dalam perspektif ini, ujian bukanlah sesuatu yang buruk namun justru merupakan sarana meningkatkan kualitas diri. 35 Allah berfirman demikian agar hati kaum mukminin menerima dalam menghadapi kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan, dan agar mereka ridha dengan qadha dan qadar Allah apabila tertimpa musibah. Model Regulasi Emosi dalam Al-QurAoan Mengendalikan emosi berarti memahami penyebab suatu perasaan dan menemukan cara untuk mengendalikannya. 37 Respon seseorang dalam menanggapi situasi tertentu sangat bergantung pada hatinya, karena baik buruknya perilaku seseorang diarahkan oleh hatinya. 38 Setiap individu harus bisa mengendalikan dirinya terutama ketika sedang merasakan emosi, karena emosi yang tidak dikendalikan dapat berdampak buruk baik pada diri mereka sendiri maupun orang lain. Dalam kajian Wardah dan Gojali, terdapat beberapa model pengendalian emosi dasar manusia dapat dikelola secara adaptif dan sesuai dengan nilai-nilai QurAoani. Sebelum itu, penting untuk dicatat bahwa meskipun emosi negatif seperti marah, sedih, dan takut sering menjadi fokus utama dalam pembahasan regulasi emosi, namun faktanya Al-QurAoan juga memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan emosi positif seperti kebahagiaan dan harapan yang berpotensi memicu munculnya sikap sombong, lalai dan lain sebagainya apabila tidak dikendalikan dengan bijaksana, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hadid . : 23. Maka, emosi positif juga perlu diperhatikan dan diarahkan agar tetap harmonis dengan nilai-nilai tawaduAo, syukur, serta pengharapan yang aktif namun tetap berpijak pada realitas. Dengan demikian, pendekatan Al-QurAoan 35 M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah: Pesan. Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan (Surah Al-Fatihah- Surah Al-Baqara. Vol. 1 (Jakarta: Lentera Hati, 2. 36 Wahbah Az-Zuhaili. At-Tafsiirul-Muniir: Fil Aqidah Wasy-SyariAoah Wal Manhaj. Terj. Abdul Hayyie Al Kattani. Dkk. Cetakan Ke-8 (Damaskus: Darul Fikr, 1426 H - 2005 M). 37 Akhmad Fajar Prasetya and I made Sonny Gunawan. Mengelola Emosi. K-Media. Januari (Yogyakarta: K-Media, 2. 38 Muhammad Hilmi Jalil. AuKonsep Hati Menurut Al-Ghazali,Ay Reflektika 11, no. : 61Ae62. Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 terhadap emosi bersifat seimbang. Berikut adalah beberapa model regulasi emosi Model Pengalihan (Displacemen. Merupakan model penyaluran gejolak emosi kepada objek lain. Model ini terdiri dari katarsis . enunjukkan apa yang dirasakan melalui ekspresi fisik dan emosional untuk meredakan ketidaknyamanan menta. , 39 rasionalisasi . anajemen anggur asa. dan zikrullah . engingat Alla. Pengalihan model katarsis adakalanya ditunjukkan dengan pelampiasan amarah yang meledak-ledak atau merusak sesuatu, dan ada juga pengalihan dengan menjauhi sumber konflik. Allah dengan jelas melarang pengalihan ca AOaE a eAA cara pertama karena termasuk perbuatan yang merugikan, sebagaimana frasa A a eOA ca ca ca AOaE a O acaA eEaAdalam QS. Al-Baqarah . : 60. dalam QS. Al-A'raf . : 56 dan AOIA e ae a a A aI eAA Pengalihan selanjutnya adalah rasionalisasi, istilah ini digunakan untuk mengganti kegagalan dalam mencapai tujuan menjadi penilaian baru yang lebih dapat diterima secara emosional. Persepsi bahwa "anggur itu asam" adalah contoh jenis rasionalisasi tertentu, yaitu upaya untuk menenangkan diri dengan alasan yang tampaknya logis, an ca ca s ca a AIe a meskipun sebenarnya tidak. Dalam QS. An-Nisa . : 79 AEA a a a aAE I eI aIa AaI aI acEE aOaIe A aa a ca AEA a AI eI aOa AaI eI Iac eAAmenunjukkan bahwa rasionalisasi dapat digunakan secara positif: percaya bahwa manusia adalah sumber keburukan dan Allah adalah sumber semua yang Pemahaman ini membuka jalan bagi proses introspeksi dan perbaikan diri. Model selanjutnya adalah zikrullah. Berdzikir atau mengingat Allah adalah hal yang mulia yang didalamnya terdapat unsur keluhuran dan sebagai bentuk penghormatan kepada Allah40 dan dapat menjadikan hati tenang, sebagaimana dalam QS. Al-Ra'd . ca ca 28 AA a aE ac eE ac acEE ae aI aiO acI Ee aCEa eOAseperti shalat (QS. Luqman . : . , wirid/dzikir (QS. Al-Ahzab . : . , berdoa (QS. Al-AAoraf . : . , dan membaca Al-Qur'an (QS. Yunus . : . Model Penyesuaian Kognitif (Cognitive Adjusmen. Model ini merupakan pendekatan yang digunakan untuk menilai berdasarkan paradigma individu yang disesuaikan dengan pemahaman yang diinginkan. Penyesuaian kognitif terdiri dari atribusi kognitif, empati, dan altruisme. Latar belakang teori ini adalah kenyataan bahwa sikap dan perilaku seseorang secara signifikan dipengaruhi oleh kognisi mereka. Teori model ini banyak ditemukan dalam Al-Qur'an, seperti sifat kognitif yang baik seperti berprasangka baik . usnu al-za. tertulis dalam QS. Al-Baqarah . : 216 A aO a a eO aI aEaeaNO aeOU aO aN aO a e UOU Eac aE eI na aO a a eO aI acaacO aeOU aO aN aO a U Eac aEIAdan 286, sikap empati dalam QS. Fathir . : 4. QS. Al-AnAoam . : 34, dan QS. Al-Hajj . : 42, dan altruisme . engutamakan kepentingan orang lain tanpa mengharapkan imbalan, terkadang ca mengorbankan kepentingan diri sendir. pada QS Al-Insan . : 8Ae9 AI aEa OA a AaOOae aIO aI Eac aA an AacEEac na aE IaacO a acII aE eI aae U aOaE a aEOA ca AuacacacIa Iaeac aI aE eI EacaO e acNA. A aac acN acI eEac UOI aOOaac UOI aO acaOA. Model Coping 39 Tim Asosiasi Psikologi Islam. Psikologi Islam Kajian Teoritik Dan Penelitian Empirik, ed. Ph. D Dr. Ahmad Rusdi. MA. Si. Prof. Subandi. MA. Cet. 1 (Yogyakarta: CV. ISTANA AGENCY Istana Publishing, 2. 40 Maulaya KhurunAoin. AuREGULASI EMOSI DALAM AL Ae QURAoAN (KAJIAN TAFSIR TEMATIK ANALISIS KOPING RELIGIUS)Ay (INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO, 2. 41 Diana. AuPengendalian Emosi Menurut Psikologi Islam. Ay Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 Model ini mencakup sikap menanggulangi, menerima, atau menguasai. 42 Manusia seringkali dihadapkan pada berbagai hal yang tidak disukai dalam kehidupannya, mulai dari perilaku orang lain ataupun peristiwa yang tidak menyenangkan, sedangkan manusia harus mampu menghadapinya. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya bersabar (QS. Al-Baqarah . : . , bersyukur (QS. Al Baqarah . , menahan amarah (QS. Ali AoImran . : . , serta memberi maaf (QS. Ali 'Imran . Model Lainnya Selain model-model di atas, ada model pengendalian diri misalnya dengan regresi . ekanisme kembali ke kebiasaan atau cara berpikir sebelumnya saat mengalami stre. , represi . enekanan perasaan atau pikiran yang menyakitkan ke alam bawah sada. , supresi . enekanan sadar pada perasaan atau pikiran agar tidak muncul karena ada hal lain yang dianggap lebih pentin. , relaksasi . roses menenangkan pikiran dan tubuh untuk menurunkan stre. , dan penguatan . , yang dapat berupa saran atau sugesti dari diri sendiri maupun orang lain. Langkah-Langkah Praktis Pengendalian Diri menurut Al-QurAoan Pengendalian diri merupakan suatu tindakan yang berupaya untuk menghasilkan perilaku yang sesuai dengan norma moral, nilai, dan aturan masyarakat. 43 Pengendalian diri dalam Al-QurAoan bukan hanya dimaknai sebagai pengekangan terhadap dorongandorongan impulsif semata, tetapi merupakan proses aktif untuk menata emosi dan perilaku agar selaras dengan nilai-nilai ilahiah. Emosi manusia dalam Al-QurAoan dapat menjadi sumber kebaikan atau keburukan tergantung pada bagaimana ia dikelola. Oleh karena itu. Al-QurAoan memberikan panduan untuk mengendalikan diri yang dihubungkan dengan emosi-emosi dominan yang melatarbelakanginya. Menjaga Lisan Lisan adalah salah satu anugerah pancaindra yang sangat penting bagi kehidupan manusia44 namun juga bisa menjadikan bencana. Sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah, umat Islam diminta untuk mengucapkan perkataan yang baik dan tidak menyakiti hati karena akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Dalam tafsir QS. Al-Ahzab . : 70 ditekankan betapa pentingnya mengontrol percakapan dalam kehidupan sehari-hari sebagai representasi dari moralitas dan spiritualitas yang baik. ca AacEEa aOCaOEaO Ca e UOaE a ac UOA ca AOI a aIIaO ac aCOA a AOeaOac aN EacA AuWahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Ay Frasa Auucapkanlah perkataan yang benarAy maksudnya adalah perintah untuk berkata benar mengenai Rasulullah SAW dan kaum mukminin, yaitu ucapan yang lurus, 42 Juli Andriyani. AuSTRATEGI COPING STRES DALAM MENGATASI PROBLEMA PSIKOLOGIS,Ay At- Taujih : Bimbingan Dan Konseling Islam (October https://doi. org/10. 22373/taujih. 43 Zulfah. AuKarakter: Pengembangan Diri,Ay IQRA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. 28Ae33. 44 Munirah. AuHadis Tentang Menjaga Lisan Dan Tangan (Suatu Kajian Tahlil. ,Ay 2016, 105. 45 Geri Hummull Hafiz. AuPerintah Menjaga Lisan Dalam Perspektif Hadis,Ay Gunung Djati Conference Serie 16 . : 270Ae71. Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 tidak menyimpang, serta bebas dari kebatilan. Dalam beberapa riwayat, kata Aa ac UOA memiliki arti tepat, jujur, adil, dan mengucapkan La ilaha illa Allah. Dalam upaya pengendalian diri, menggabungkan kontrol diri dengan disiplin verbal sangatlah penting. Larangan terhadap ucapan yang kasar, menyulut konflik, atau menyakitkan menunjukkan bahwa komunikasi harus dikelola secara etis. Perkataan yang lurus menunjukkan kejernihan nalar, kestabilan emosional, dan tanggung jawab moral terhadap orang lain. Sejalan dengan sunnah Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. s ca cacEEA ca A I acaa AUa a AE a aA a aAE CA a aA CAUaA a eI acaa aNaOe aAUAAEac sA ca AOEA e A aacaIa aaO eEAUacaIa Caa eO aa e aI aOA a A a eI acaUAOA e a ca Aa aOA ca A OII aE aI O eacII aca acacEEac OEeO OacIAUAE ac aEa O eac NA ca AAEO NEE EON OEI " II aE aI O eacII aca acacEEac OEeO OacIA ca AE ac AaEeOaEA AeeIA e a a aa a a ea ea a ea a a a a a ca ca ca ca ca "AA e AA aIA e aA aOaI eI aE aI Oa eI aI aca acacEE aOEeOa eOI E ac AaEeOa aC eE a eO eaO EOAUaAeO aANA AuQutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami: Abul Ahwash menceritakan kepada kami, dari Abu Hashin, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. AuSiapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tamunya. Dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ucapkanlah perkataan yang baik atau diam. Ay Allah juga mengingatkan bahwa malaikat terus mengamati dan mencatat setiap perkataan manusia, sebagaimana dalam QS. Qaf . : 18. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian lisan bukan hanya bagian dari etika sosial, tetapi juga upaya pendekatan diri terhadap Allah dan agar menjadi lebih baik secara spiritual. Menghindari Ghibah . embicarakan keburukan orang lai. 48 Ghibah merupakan fenomena yang seringkali dianggap normal di masyarakat karena dorongan emosional, sosial, dan ketidaksadaran akan efek buruknya. Al-Qur'an secara tegas melarang ghibah karena ghibah bukan sekadar pelanggaran etika sosial, tetapi juga jenis dosa yang memiliki konsekuensi abadi, merugikan orang yang dibicarakan dan mencemari integritas moral pelakunya. Bahkan suatu riwayat mengatakan bahwa orang yang mengghibah diancam tidak akan masuk surga kecuali mereka terlebih dahulu mendapatkan balasan atas apa yang mereka lakukan. Sebagaimana dalam tafsir QS. Al-Hujurat . : 12. ca ca ca AOeaOacN Eac acOI IIaOA A aEI a eA a A Eac acI uac UeU na aOaE aa ac aO aOaE Oa ea ac eA a AaIaO aE UO I aI Eac acI o uac acI a eA e aa a a a AuWahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah menggunjing satu sama lain. Ay Ayat ini menegaskan larangan berprasangka buruk karena prasangka seringkali mendorong seseorang untuk mencari-cari kesalahan orang lain terutama jika pelakunya telah menyembunyikannya. Larangan ini bahkan diperluas dengan peringatan agar tidak 46 Abu JaAofar Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Katsir bin Ghalib al-Amali Ath-Thabari. JamiAo Al- Bayan Fi TaAowil Al-QurAoan (Tafsir Ath-Thabari Jilid . Versi Terjemahan (Jakarta: Pustaka Azzam, 2. 47 Ach Puniman. AuKeutamaan Menjaga Lisan Dalam Perspektif Hukum Islam,Ay Jurnal Yustitia Fakultas Hukum Universitas Madura Pamekasan . 165Ae75, https://core. uk/download/pdf/196255896. 48 Ujang Rohman. Shalahudin Ismail, and Reva Savela. AuStrategi Pengendalian Diri Dalam Perspektif Al-QurAoan Surat Al-Hujurat Ayat 12,Ay PSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi 3, no. 1 (December 31, 2. : 35Ae40, https://doi. org/10. 35316/psycomedia. Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 saling menggunjing. Dengan perumpamaan yang menggugah. Al-Qur'an menunjukkan betapa keji dan menjijikkannya perbuatan ini. Oleh karena itu. Allah menganjurkan untuk menghindari pergunjingan. 49 Ayat ini tidak hanya menetapkan batas etika, melainkan juga berbicara tentang mengendalikan emosi kolektif, yang seringkali tidak terkendali. Larangan ini pada dasarnya adalah bentuk ajakan untuk menyucikan batin dari hal yang dapat merusak stabilitas batin dan keharmonisan sosial. Menghindari Sikap Saling Membenci Membenci termasuk hal yang dapat merusak hubungan dan keharmonisan sosial. Salah satu bentuknya adalah rasa dengki. Sifat seperti ini dalam Islam termasuk penyakit hati yang berbahaya, karena dapat mendorong seseorang untuk bertindak tidak adil, menyakiti sesama, atau menyebarkan fitnah. Al-QurAoan melarang hal ini sebagaimana dalam QS. Al-Hasyr . : 10. AO CaEa eO aIa aUcE aEEac aOeIa aIIa eOA e aOaE a e a eE AA Au. dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ay Ayat ini menekankan bahwa pengendalian perilaku tidak cukup untuk mengelola emosi, namun pengendalian emosi juga harus mencakup aspek purifikasi hati. Ini relevan dengan konteks regulasi emosi Qur'ani, di mana kebersihan batin merupakan syarat utama untuk membangun hubungan sosial yang ikhlas dan kokoh. Menghindari Perdebatan Debat merupakan salah satu masalah yang sering muncul selama proses 51 Menyampaikan kebenaran dan mengingkari kemungkaran merupakan tanggung jawab moral setiap Muslim. Namun, jika justru menyebabkan konflik tanpa hasil maka sebaiknya dihindari. Islam melarang perdebatan yang berlarut-larut52 terutama jika hanya untuk kepentingan pribadi. Allah Swt berfirman dalam QS. An-Nahl . : 125. a A aO aE a aEa a eEa eE aI a aO eE aI eO aA A aIA a AaO a eA a A a eE aA a Aea auEa OA a AIa a n aO a A a eE aNI aEacaO NA AuSerulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik. Ay Dalam ayat ini. Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk mengajak umat manusia dengan cara yang bijaksana dalam menyembah Allah. Menurut Ibnu Jarir, seruan tersebut merujuk pada ajaran wahyu yang diterima Nabi yang mengandung pelajaran dari kisah-kisah kehidupan manusia serta ajakan dan larangan. Kandungan tersebut dimaksudkan untuk menjadi pengingat bahwa akan ada ganjaran dan hukuman bagi mereka yang menentang kebenaran atau tidak mengikuti perintah-Nya. 53 Dengan 49 M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah: Pesan. Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan (Ad-DukhAn. AlJAtsiyah. Al-AuqAf. Muuammad. Al-Fatu. Al-ujurAt. QAf. Adz-DzAriyAt. A-r. An-Najm. Al-Qamar. ArRaumAn. Al-WAqiAoA. , vol. 13 (Jakarta: Lentera Hati, 2. 50 Diah Imaningrum Susanti. AuKEBEBASAN BEREKSPRESI DAN UJARAN KEBENCIAN: KAJIAN FILSAFAT HUKUM TERAPAN,Ay Jurnal Sapientia et Virtus 7 no. : 17Ae42, https://jurnal. id/index. php/SEV/article/download/363/264. 51 Ahmad Khoirul Anam. Rumba Triana, and Aceng Zakariaa. AuDebat Dalam Perspektif Al-QurAoan (Studi Tematik Ayat-Ayat Tentang Deba. ,Ay ProsA IAT: Prosiding Al Hidayah Ilmu Al-Quran Dan Tafsir 8, no. 1Ae18, http://jurnal. id/index. php/piat/article/view/580http://jurnal. id/index. php/piat/article/viewFile/580/458. 52 Muhammad Zulfunun. AuJidal (Deba. Sebagai Salah Satu Metode Dakwah: Menimbang Dalam Perspektif Hukum Islam,Ay Komunika: Journal of Communication Science and Islamic Dakwah 3, no. (December 1, 2. : 108, https://doi. org/10. 32832/komunika. 53 Abu al-FidaAo Imadud Din IsmaAoil bin AoUmar bin Kathir al-Qurashi Al-Busrawi. Tafsir Al-QurAoAn AlAoAem (Tafsir Ibn Kathi. Juz 14 Surat Al-Hijr 2 s. an-Nahl 128 Versi Terjemahan, n. Kampungsunnah. Emotions In The Qur'an: A Thematic StudyA ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 kata lain, ayat ini menggarisbawahi bahwa komunikasi dakwah yang efektif secara emosional tidak berasal dari kemarahan atau sifat superioritas, tetapi dari perpaduan antara ketegasan nilai dan pendekatan yang ramah. Oleh karena itu, dalam model regulasi emosi Qur'ani, ayat ini dapat dianggap sebagai strategi pengendalian eksternal, yaitu mengontrol cara berkomunikasi agar tidak menimbulkan resistensi atau tanggapan emosional negatif. Meninggalkan Perbuatan Maksiat Salah satu bentuk nyata dari komitmen seorang Muslim terhadap nilai-nilai kebajikan dan ketakwaan adalah meninggalkan maksiat. Kesungguhan, pengendalian diri, dan kesadaran akan tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT diperlukan dalam upaya ini. Seseorang yang menahan diri dari melakukan dosa menunjukkan kepeduliannya pada kebenaran dan kesucian jiwa, dan berusaha untuk mempertahankan integritas spiritualnya dalam setiap aspek kehidupannya. QS. An-NisaAo . : 123. ca aAI eaN acE eacA caca AEaceO aca aaIIacOac aE eI aOaEe aaIA A aII Oa e aI eE aeO U eaOa acacNA AuPahala dari Allah itu bukanlah menurut angan-angan kalian dan bukan pula anganangan Ahli Kitab. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas Ay Setiap individu bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan dan Allah akan membalasnya. Karena itu, orang yang beriman harus selalu mempertimbangkan bagaimana mereka bertindak agar selaras dengan petunjuk Allah, karena tidak ada yang dapat membantu mereka selain Allah. Setan yang mengklaim akan melindungi juga tidak dapat melakukannya. 54 Jelas bahwa Al-Qur'an menekankan bahwa pengendalian emosi perlu didukung oleh evaluasi kritis atas amal perbuatan. KESIMPULAN Studi ini menemukan bahwa Al-Qur'an secara komprehensif menggambarkan berbagai emosi dasar manusia, baik melalui lafadz yang jelas maupun makna yang tersembunyi dalam struktur ayat. Dalam konteks pengalaman spiritual, sosial, dan moral, emosi seperti al-farh . , al-khawf . , al-huzn . , dan alghadab . beserta derivasinya muncul sebagai respons psikologis. Penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa emosi dalam Al-QurAoan tidak hanya dikenali sebagai respons jiwa, tetapi diposisikan dalam kerangka nilai: dibimbing, disaring, dan diarahkan agar tidak merusak keseimbangan akal dan akhlak. Dengan demikian, terbentuklah model regulasi emosi QurAoani yang terdiri dari tiga komponen utama: identifikasi emosi . ognisi QurAoan. , pengendalian diri dan ekspresi perilaku yang selaras dengan nilai spiritual dan sosial Islam. Refleksi metodologis penggabungan metode tafsir mawdu'i dan grounded theory masih perlu penyesuaian terutama theoretical sampling yang tidak dapat digunakan sepenuhnya karena keterikatan pada teks Al-QurAoan sebagai data statis. Namun proses coding tetap dilakukan secara sistematis untuk menghasilkan konsep penting dari ayatayat yang dianalisis. Keterbatasan utama terletak pada fokus pada emosi yang jelas Akibatnya, dimensi emosional Qur'ani yang lebih kompleks mungkin belum Oleh karena itu, riset lanjutan direkomendasikan menggunakan pendekatan tafsir interdisipliner untuk memperluas aplikasi model regulasi emosi Qur'ani. 54 Tim Kemenag (Kementerian Agam. atau Depag (Departemen Agam. Republik Indonesia. ALQURAoAN DAN TAFSIRNYA (Edisi Yang Disempurnaka. Jilid II, (Jakarta: Widya Cahaya, 2. Vol. 5 No. August 2025, pp. Siti Nurlaila and Muhammad Alif Al-Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir ISSN: 3062-6919 E-ISSN: 2807-6346 REFERENSI