Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Edukasi Konsumsi Pangan Halal. Thoyyib, dan Bergizi ala Rasululloh SAW melalui Buku Cerita Stiker untuk Anak Usia Dini Amalina Ratih Puspa1*. Zakia Umami1. Anisa Aulia1 Gizi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Al-Azhar Indonesia Jl. Sisingamangaraja. RT. 2/RW. Selong. Kec. Kby. Baru. Jakarta Selatan. DKI Jakarta 12110 Email Penulis Korespodensi: amalina. puspa@uai. Abstrak Pengetahuan tentang makanan yang halal, sehat dan bergizi perlu ditanamkan sejak dini kepada anak melalui peran orangtua/guru. Salah satu metode yang paling efektif, murah, serta mampu mendorong anak gemar membaca adalah edukasi melalui buku cerita. Buku cerita yang berjudul AuVita dan Amin Mengenal Pangan Halal dan ThoyyibAy disusun dengan disertai stiker dan permainan agar menarik dan mudah dipahami. Edukasi buku cerita terkait pangan halal dan thoyyib disosialisasikan kepada mitra Kelompok Bermain dan Belajar (KBB) AuPlaydate KitaAy yang terletak di Perumahan Tranboge Village Blok J no 20. Kelurahan Kedung Waringin. Kecamatan Bojong Gede. Kabupaten Bogor. Sebanyak 13 siswa/i KBB AuPlayDate KitaAy berusia 3-5 tahun mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menjawab benar . %) untuk pemahaman tentang pangan halal dan thoyyib melalui kegiatan menempelkan stiker. Sementara itu, evaluasi pemahaman terkait adab makan sesuai anjuran Rosululloh SAW menunjukkan bahwa separuh siswa/i . %) telah mengisi dengan benar permainan memberikan ceklis dan tanda silang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan siswa/i KBB AuPlaydate KitaAy. Pembuatan media edukasi yang lebih menarik dan besar sangat dibutuhkan saat edukasi dilaksanakan di area terbuka, selain itu dibutuhkan ruangan yang nyaman dan kondusif untuk menjaga konsentrasi anak usia dini. Kata kunci: Adab Makan. Anak Usia Dini. Buku Cerita. Halal. Thoyyib. PENDAHULUAN halal dan thoyyib . aik, bersih, bergizi, dan ama. sebagai bukti ketaqwaan manusia terhadap Allah SWT. Oleh karena itu, pengetahuan tentang makanan yang halal, sehat dan bergizi perlu ditanamkan sejak dini kepada anak melalui peran orangtua/guru. Berbagai metode telah digunakan untuk meningkatkan pemahaman anak tentang makanan halal dan bergizi. Menurut Baker et salah satu metode yang paling efektif, murah, serta mampu mendorong anak gemar membaca adalah edukasi melalui buku cerita (Baker et al. Kelompok bermain dan belajar AuPlaydate KitaAy didirikan pada tanggal 3 Maret 2021 yang bertempat di Perumahan Tranboge Village Blok J no 20. Kelurahan Kedung Waringin. Indonesia saat ini mengalami beban gizi ganda yakni stunting dan obesitas. Hasil Riskedas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi anak stunting dan obesitas di Indonesia berturut-turut sebesar 30. 8% dan 21. (Ministry of Health 2. Pengetahuan gizi orangtua/pengasuh yang kurang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya angka masalah gizi (Garcya Cruz et Orangtua/pengasuh/guru perlu memahami tentang konsep makan makanan yang halal dan thoyyib. Dalam Al Quran Surat (QS) Al Baqarah: 168. QS Al Maidah: 88, dll dijelaskan bahwa Allah memerintahkan umatnya agar mengkonsumsi makanan yang Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Kecamatan Bojong Gede. Kabupaten Bogor. Mayoritas anak-anak yang belajar disana adalah anak-anak yang bertempat tinggal di perumahan yang sama dengan Playdate. Rata-rata pekerjaan orangtua siswa adalah sebagai pekerja, baik ASN maupun pegawai swasta dengan kemampuan ekonomi rata-rata Mayoritas beragama muslim dan mushola di perumahan aktif mengadakan kegiatan kegiatan keagamaan. Playdate berlokasi dekat dengan stasiun yang memudahkan mobilitas, dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan pangan harian, akan tetapi jauh dari RS rujukan, di sekitar Playdate yang tersedia hanya klinik kesehatan Playdate didirikan sebagai wadah khususnya bagi anak-anak yang berada di Perumahan Tranboge Village. Hal ini dilatarbelakangi oleh keadaan pandemi covid-19 yang menyebabkan keterbatasan bersosialisasi tak terkecuali bagi anak-anak. Sehingga adanya Playdate ini menjadi wadah untuk anak-anak tetap bisa beraktifitas dan berkreasi namun tetap ada pengawasan dari pendamping/guru. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD), diperoleh informasi bahwa kegiatan yang dilakukan di Playdate Kita saat ini meliputi belajar bersama, senam bersama, dan belajar mengenal lingkungan sekitar. Kegiatan belajar bersama yang selama ini diadakan terbatas hanya mengenal dan menebalkan huruf dan angka. Namun begitu, belum pernah dilakukan edukasi terkait pentingnya konsumsi pangan halal, thoyyib, dan bergizi ala Rosululloh SWT, sehingga mitra sangat membutuhkan pengayaan materi terkait pangan halal dan thoyyib. Berdasarkan permasalahan dan kondisi mitra sebagaimana dipaparkan diatas, maka perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Adapun solusi yang akan dilakukan adalah berupa edukasi gizi terkait pentingnya konsumsi pangan halal, thoyyib, dan bergizi melalui buku cerita yang Solusi yang diberikan akan berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang pangan yang halal, thoyyib, dan bergizi pada anak. Target luaran dari kegiatan edukasi gizi ini adalah adanya meningkatnya pengetahuan gizi pada anak. Selain itu, luaran tambahan yang dapat dihasilkan dari kegiatan pengabdian masayarakat ini yaitu berupa perubahan kebiasaan makan yang lebih memperhatikan aspek kehalalan, thoyyib, dan bergizi. METODE Secara umum, metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat akan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, serta tahap pemantauan dan Buku Cerita AuVita dan Amin Mengenal Pangan Halal dan ThoyyibAy merupakan seri ke 2 dari kumpulan buku cerita Vita dan Amin. Seri ke 1 buku cerita Vita dan Amin berjudul AuMenu Gizi Seimbang Vita dan AminAy Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini diadakan pada Senin, 21 November 2022. Adapun tempat dilakukan di Perumahan Tranboge Village Blok J No. Kelurahan Kedung Waringin. Kecamatan Bojong Gede. Kabupaten Bogor. Alat dan Bahan: Alat dan bahan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah media edukasi berupa buku cerita dengan stiker, bolpen, kertas, lem, dan alat peraga. Langkah Pelaksanaan Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah . tahapan persiapan, . tahap pelaksanaan, dan . Tahap monitoring dan evaluasi. Tahap persiapan dimulai dengan observasi lingkungan sekitar Kelompok Bermain Playdate untuk dapat melihat kebiasaan makan dan jajan siswa/I, setelah itu pembuatan draft naskah buku cerita . arakter, teks, latar/situasi, alur cerita, pesan gizi yang ingin disampaika. Langkah pembuatan buku cerita dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Langkah Pembuatan Buku Cerita Vita dan Amin mengenal Pangan Halal & Thoyyib Tahap ke 2 kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah tahap pelaksanaan. Pada tahap ini Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 terdapat kendala penentuan jadwal kegiatan pengabdian yang dilakukan secara offline. Hal ini dikarenakan meningkatnya kembali kasus covid harian di Indonesia, sehingga untuk jangka waktu yang lama kelompok bermain ini tidak melakukan kegiatan belajar mengajar. Setelah terdapat jadwal yang disepakati oleh mitra dan pelaksana abdimas, maka pihak mitra melakukan sosialisasi kepada orangtua siswa/i melalui grup Whatsapp (Gambar . Materi yang disusun dalam buku cerita dikemas dengan gambar atau ilustrasi menarik disertai dengan warna cerah yang disukai oleh anak usia dini. Selain itu, bahasa yang digunakan juga sangat sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Buku cerita mengambil tokoh anak perempuan dan laki-laki bernama Vita dan Amin, kakak beradik usia 6 dan 3 tahun, serta tokoh ibu dan ayah. Di akhir buku cerita disertai dengan evaluasi pemahaman siswa/i melalui stiker dan permainan benar/salah. Buku cerita Vita dan Amin direncanakan dijual di Program Studi Gizi. Universitas Al-Azhar Indonesia dan juga Tajeer. Gambar 2. Sosialisasi pihak mitra kepada orangtua siswa/i PlayDate Kita Setelah dilakukan edukasi gizi pada anak terkait pangan halal, thoyyib, dan bergizi melalui buku cerita dengan stiker. Tahap terkahir yaitu tahap pengukuran pemahaman siswa/i terkait isi buku cerita dengan melihat persentase siswa/I yang menjawab benar untuk kegiatan menempel stiker pengetahuan tentang pangan halal dan haram dan juga adab makan sesuai anjuran Rosululloh SAW. Gambar 3. Materi Edukasi Edukasi Konsumsi Pangan Halal. Thoyyib, dan Bergizi ala Rasululloh SAW melalui Buku Cerita Stiker untuk Anak Usia Dini Sebanyak 13 siswa/i Kelompok Bermain AuPlayDate KitaAy masyarakat ini. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan gabungan kelas A dan B dengan rata-rata usia adalah 3 sampai dengan 5 tahun. Para peserta sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan pengabdian masyarakat karena cerita dibacakan dengan metode Interactive Story Telling. Hal ini masyarakat yang dilakukan pada anak usia dini, menurut pelaksana abdimas, praktik yang Developmentally Appropriate Practice yang perkembangan umum anak, membacakan buku cerita dapat memberikan pengalaman yang menarik dan mudah dipahami oleh anak. (Rahmat 2. Evaluasi pemahaman materi dengan menggunakan stiker juga, membuat siswa/i sangat bersemangat mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini hingga akhir Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa tantangan, diantaranya kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Materi yang disampaikan dalam buku cerita yang berjudul AuVita dan Amin Mengenal Pangan Halal dan ThoyyibAy meliputi pengetahuan tentang: . bahan pangan halal, . bahan pangan haram, . pangan thoyyib . dengan mencuci tangan, serta tentang . adab makan sesuai anjuran Rosululloh SAW (Gambar . Materi yang disampaikan dalam seri ke-2 ini mengacu kepada hasil dari pengabdian masyarakat AuBuku Cerita Menu Gizi Seimbang Vita dan AminAy yang menekankan pentingnya edukasi terkait gizi. Pada seri ke-2 ini dilakukan pembaharuan tema dengan memasukkan unsur halal dan adab Selain itu, pada pengabdian masyarakat seri ke 2 ini, sasaran yang dilibatkan adalah guru dan siswa (Fitria and Puspa 2. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 edukasi ini perlu didampingi oleh bu guru agar anak tidak malu-malu. Gambar 6 menunjukkan bahwa lebih dari separuh siswa/i . %) telah mengisi dengan benar permainan memberikan ceklis dan tanda silang pada tugas adab makan sesuai anjuran Rosululloh SAW, dan sebesar 31% siswa masih belum menjawab benar dan sebesar 15% tidak mengisi lengkap. Masih ditemukannya siswa/I yang belum menjawab benar dan belum mengisi tugas secara lengkap dikarenakan rentang usia peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini yang bervariasi antara 3 sampai dengan 5 tahun. Beberapa siswa/i masih belum terlalu paham bagaimana menuliskan ceklis ataupun tanda silang dalam kotak yang telah Dokumentasi kegiatan edukasi disajikan dalam Gambar 7. Menempel stiker Halal Haram Benar Belum Benar Gambar 5. Hasil Evaluasi Pemahaman pangan Halal dan Haram Gambar 5 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menjawab benar . %) untuk pemahaman tentang pangan halal dan thoyyib Sementara, sebesar 23% siswa belum menjawab benar, hal ini dikarenakan konsentrasi siswa saat dilakukannya edukasi masih seringkali terpecah dengan adanya distraksi lainnya seperti panas, suara bising, dan mainan yang dibawa oleh siswa lain. Kegiatan menempel stiker sangat disenangi oleh siswa sehingga semua siswa menempelkan semua stiker, walau masih ditemukan jawaban yang belum benar (Gambar . SIMPULAN DAN SARAN Gambar 7. Dokumentasi kegiatan edukasi Permasalahan mitra yang belum pernah terpapar dengan Edukasi Konsumsi Pangan Halal. Thoyyib, dan Bergizi ala Rasululloh SAW melalui Buku Cerita Stiker menjadikan materi pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan siswa/i serta para guru kelompok bermain. Para guru sangat senang dilakukannya kegiatan ini karena sesuai dengan kebutuhan siswa dan berharap akan terdapat kegiatan-kegiatan lainnya yang diadakan di Kelompok Bermain AuPlaydate KitaAy. Saran masyarakat yang melibatkan anak usia dini adalah agar dapat dibuatkan media edukasi yang mudah dilihat bersama-sama untuk kemudian diikuti oleh siswa Selain itu, rentang usia sasaran yang berkisar antara 3 sampai dengan 5 tahun, menjadikan kemampuan memahami materi terlalu bervariasi. Sehingga, diperlukan usia sasaran yang lebih homogen sesuai dengan pemahaman materi yang Dari segi sarana dan prasarana, diperlukan ruangan yang lebih nyaman dan kondusif sehingga konsentrasi siswa dapat Gambar 4. Contoh Evaluasi Pemahaman Salah Satu Siswa Adab Makan Rosululloh SAW Benar Belum benar Tidak mengisi lengkap Gambar 6. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Edukasi Konsumsi Pangan Halal. Thoyyib, dan Bergizi ala Rasululloh SAW melalui Buku Cerita Stiker untuk Anak Usia Dini Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 UCAPAN TERIMA KASIH Fitria. Edukasi Gizi Seimbang Melalui Media Buku Cerita Digital Bagi Orangtua Anak Usia Dini. In Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat, 76Ae80. Garcya Cruz. Factors Associated with Stunting among Children Aged 0 to 59 Months from the Central Region of Mozambique. Nutrients, 9. Rahmat. Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Melalui Keterampilan Membuat Media Buku Cerita Anak Usia Dini. DIKMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 87Ae92. Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada LP2M Universitas Al-Azhar Indonesia atas pendanaan Hibah Internal Skema Competitive Public Service Grant 2022 dan kepada Ibu Ninik beserta para guru yang telah menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA