Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. PERANCANGAN SISTEM PEMESANAN DAN PEMBAYARAN MAKANAN PADA KANTIN BINA MEDIA BERBASIS WEB BERINTEGRASI QRIS Lauren Patricia Sagala, 2Rido Santo Lukas Simatupang. Steavent Joan Parsaoran Panjaitan, 4Romualda Sitanggang, 5Marsindra Yanti Lase. Samuel Hot Martua Butar-Butar, 7Teon Ernesman Loi Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Katolik Santo Thomas Medan Jl. Setia Budi No. 479 F. Tanjung Sari Medan. Sumatera Utara laurensagala52@gmail. com, ridosimatupang18@gmail. com, joanpanjaitanjr@gmail. aldasitanggang25@gmail. com, qn. sindalase@gmail. com, aokeyofinejob@gmail. loiteon7@gmail. Abstrak Dengan kemajuan teknologi digital, ada peluang besar untuk meningkatkan layanan pemesanan dan pembayaran di kantin. Banyak kantin masih melakukan transaksi secara manual, yang menyebabkan antrean panjang, kesalahan pencatatan, dan informasi transaksi yang tidak akurat. Sistem pemesanan dan pembayaran makanan berbasis web yang terintegrasi dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar. dan dibangun menggunakan metode pengembangan Agile berbasis Sprint bertujuan untuk mempercepat proses layanan, meningkatkan pengalaman pengguna, dan mengurangi kesalahan operasional. Metode Agile dipilih karena lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan perubahan dengan cepat melalui beberapa sprint berulang. Dengan menggunakan teknologi web dan QRIS, sistem ini memungkinkan pemesanan online langsung dari perangkat pengguna dan pembayaran non-tunai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang dapat mempercepat proses pemesanan, mengurangi tingkat kesalahan input data, dan mempermudah transaksi pembayaran melalui QRIS, sehingga meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kantin. Kata kunci : sistem pemesanan, pemabayaran digital. QRIS, web application. Agile Sprint. Abstract The development of digital technology provides significant opportunities to improve ordering and payment services in canteens. Many canteens still use manual processes, which result in long queues, recording errors, and transaction inaccuracies. This study aims to design and develop a web-based food ordering and payment system integrated with QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. using the Agile development method based on Sprints to accelerate service processes, enhance user experience, and reduce operational errors. The Agile method is chosen because it can increase flexibility and quickly adapt to changes through several iterative sprints. This system utilizes web technology and QRIS to facilitate online ordering directly from usersAo devices and cashless payments. The results of the study show that the designed system can improve ordering efficiency, minimize data entry errors, and simplify payment transactions through QRIS, thereby supporting the enhancement of service quality in the canteen. Keywords: food ordering system, digital payment. QRIS, web application. Agile Sprin Pendahuluan . r Introductio. Hampir setiap aspek kehidupan telah diubah oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk industri makanan. Perbaikan digital diperlukan untuk mengelola pemesanan dan pembayaran Banyak kantin masih mencatat pesanan dan pembayaran secara manual. Ini menyebabkan antrean panjang, kesalahan input data, dan proses pelayanan yang lambat. Sistem pemesanan berbasis web muncul untuk meningkatkan produktivitas, akurasi, dan kenyamanan pelanggan. Pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui perangkat elektronik dengan sistem ini, sementara manajer kantin dapat menerima, mengawasi, dan memproses pesanan digital. Menurut Gulo. Triayudi, dan Iskandar . 3, 154-. , penerapan sistem pemesanan berbasis web yang menggunakan metode pengembangan agile dapat meningkatkan efisiensi operasional restoran, mengurangi kesalahan input, dan meningkatkan kualitas layanan dapur. Selain itu, pembayaran tunai memiliki beberapa kelemahan. Ini termasuk masalah keamanan, kesalahan manusia, dan waktu transaksi yang lebih lama. Teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang menggabungkan berbagai penyedia sistem pembayaran dalam satu kode standar, menjadi alternatif pembayaran digital yang cepat, aman, dan terintegrasi. Menurut Anggreani. Wolor, dan Marsofiyati . 5, hlm. 1Ae. , penerapan QRIS di kantin kampus dapat mempercepat transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, dan membuat pelanggan lebih mudah membayar. Ada keyakinan bahwa penggabungan sistem pemesanan web dengan QRIS akan memberikan pengalaman pembelian yang praktis dan efektif bagi pelanggan, sekaligus memudahkan pengelola untuk mengawasi data penjualan dan laporan transaksi secara real-time. Keberhasilan sistem bergantung pada metode pengembangan perangkat lunak. Pendekatan sprint untuk pengembangan iteratif memungkinkan pengembangan sistem secara iteratif dengan menghasilkan modul atau fitur yang dapat diuji dan diperbaiki sesuai masukan pengguna. Kurniawan dan Kautsar . 4, hlm. 1Ae. menyatakan bahwa metode Agile berbasis sprint cocok untuk sistem e-kantin berbasis web karena dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pengguna dan mampu meningkatkan kualitas sistem secara konsisten. Metode ini memungkinkan pengembangan modul pemesanan, pembayaran QRIS, dan laporan transaksi secara bertahap dan fokus. Ini akan membuat produk akhir lebih stabil dan sesuai kebutuhan pengguna. Studi menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi layanan dapat dicapai melalui penerapan sistem berbasis web dan QR Code/QRIS. Untuk restoran Nuansa By Lawa. Nusi. Mohidin, dan Hermawanto . 5, hlm. 1Ae. membuat sistem pemesanan makanan yang menggunakan QR Code melalui internet dan telepon. Hasilnya meningkatkan kecepatan pemesanan dan mengurangi kesalahan pencatatan secara signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Faradila dan Ibrahim . 5, hlm. menemukan bahwa aplikasi pemesanan berbasis web yang menggunakan QR Code di Youth Cafe dapat This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. meningkatkan efisiensi waktu pemesanan hingga 50% dan mengurangi kesalahan transaksi hingga Rangkaian penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan sistem pemesanan makanan berbasis web yang menggabungkan teknologi QR Code dan metode Agile berbasis sprint terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas, akurasi, dan kepuasan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem pemesanan dan pembayaran makanan untuk Kantin Bina Media berbasis web yang terintegrasi QRIS dengan metode Agile berbasis Diharapkan sistem ini dapat menyelesaikan masalah seperti antrean, kesalahan manusia, dan proses pembayaran yang lambat sambil meningkatkan layanan dan pengalaman Tinjauan Literatur . r Literature Revie. 1 Pemesanan Makanan berbasis web Sistem pemesanan makanan berbasis web adalah solusi teknologi yang dimaksudkan untuk memudahkan proses pemilihan menu, pemesanan, dan pengelolaan pesanan digital melalui jaringan Sistem ini memungkinkan pelanggan memesan makanan tanpa harus antre secara langsung, dan pengelola kantin dapat memantau semua pesanan secara real-time. Menurut Gulo. Triayudi, dan Iskandar . 3, hlm. , penerapan metode pengembangan agile untuk sistem pemesanan berbasis web dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan pencatatan, dan mempercepat pengiriman informasi pesanan ke pihak dapur. Sistem berbasis web juga sangat fleksibel karena dapat digunakan di berbagai perangkat tanpa menginstal aplikasi tambahan. Ini membuatnya ideal untuk kantin dengan banyak pelanggan dan layanan cepat. Falah . 4, hlm. 1Ae. menyatakan bahwa sistem web berbasis QR Code di area Food Court mempercepat proses pemesanan karena pelanggan dapat memilih menu secara digital tanpa bantuan staf, yang mengurangi waktu tunggu dan mengurangi kemungkinan kesalahan. Teknik Kode QR dan QRIS untuk Sistem Pembayaran QR Kode adalah teknologi yang memungkinkan penyimpanan dan pertukaran data dengan cepat melalui pemindaian. Dalam sistem pemesanan makanan. QR Kode dapat menampilkan menu digital dan memungkinkan pembayaran. Karena pelanggan dapat mengakses menu dan melakukan transaksi secara mandiri, penggunaan kode QR pada sistem e-kantin berbasis web dapat mempercepat proses pemesanan dan mengurangi antrean, menurut Kurniawan dan Kautsar . 4, hlm. 1Ae. Menurut Putri. Kusmintarti, dan Jaswadi . 4, hlm. 4155Ae4. , menambahkan kode QR ke sistem pemesanan makanan web memungkinkan pengelola untuk melacak pesanan secara real-time dan meningkatkan kecepatan pengolahan data transaksi. Selain itu, standar pembayaran nasional berbasis QR Code yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. menyatukan berbagai penyedia pembayaran dalam satu kode, sehingga transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan praktis. Menurut Anggreani. Wolor, dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Marsofiyati . 5, hlm. 1Ae. , penerapan QRIS pada kantin kampus mempercepat proses transaksi non-tunai, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, dan meningkatkan kenyamanan pelanggan. Penggunaan QRIS pada sistem pemesanan makanan berbasis web memungkinkan integrasi seamless antara pemesanan dan pembayaran, yang menghasilkan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan efisiensi operasional pengelola kantin. 3 Metode Pengembangan Agile Berbasis Sprint Metode Agile adalah cara untuk membuat perangkat lunak yang dapat berubah sesuai dengan kebutuhan Sprint, atau jangka waktu tertentu untuk mengembangkan dan menyempurnakan fitur sistem secara bertahap, adalah teknik utama Agile. Agile berbasis sprint memungkinkan tim pengembang menerima umpan balik cepat dari pengguna, yang memungkinkan perbaikan sistem berkelanjutan pada setiap iterasi, menurut Gulo et al. 3, hlm. Metode ini sangat cocok untuk membuat sistem pemesanan dan pembayaran berbasis web karena kebutuhan pengguna dapat berubah seiring dengan pengembangan sistem di tempat kerja. Menurut Kurniawan dan Kautsar . 4, hlm. 1Ae. Agile Development dapat digunakan dengan baik dalam sistem e-kantin karena dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pengguna tanpa mengganggu sistem secara keseluruhan. Pengembangan modul pemesanan, pembayaran QRIS, dan laporan transaksi dapat dilakukan secara terstruktur dan fleksibel dengan metode ini. 4 Integrasikan Sistem Pembayaran dan Pemesanan Pelanggan dan pengelola kantin mendapat manfaat besar dari integrasi sistem pemesanan dan pembayaran dalam satu platform. Menurut Faradila dan Ibrahim . 5, hlm. , sistem pemesanan makanan berbasis web yang terintegrasi dengan kode QR dapat meningkatkan layanan dan mengurangi tingkat kesalahan transaksi secara signifikan. Selain itu, laporan otomatis dan pemantauan transaksi menjadi lebih mudah dengan integrasi ini. Menurut Zainal dkk. 5, hlm. 478Ae. , penerapan sistem berbasis web dengan kode QR di restoran juga membantu meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan. Dengan menggabungkan sistem pemesanan berbasis web, pembayaran digital QRIS, dan metode Agile berbasis sprint, sistem yang dirancang diharapkan dapat menyelesaikan masalah seperti antrean, kesalahan manusia, dan pembayaran lambat di kantin. Buku-buku yang telah dibahas menunjukkan bahwa kombinasi teknologi dan metode pengembangan ini memiliki fondasi teoritis dan empiris yang Oleh karena itu, ini relevan untuk Kantin Bina Media. 7 Keterkaitan Tinjauan Literatur dengan Penelitian Studi sebelumnya menunjukkan bahwa sistem pemesanan makanan, pembayaran digital, sistem informasi, dan integrasi QRIS dapat meningkatkan efisiensi layanan kantin. Sistem pemesanan berbasis web dan pembayaran digital juga dapat mempercepat transaksi, mengurangi antrean, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, sistem pemesanan dan pembayaran makanan yang dibuat untuk Kantin Bina Media This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. berbasis web terintegrasi QRIS memiliki dasar teoritis yang kuat dan relevan untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam sistem pelayanan kantin yang masih menggunakan manual. Metode Penelitian . r Research Metho. 1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian terapan . pplied researc. ini menggunakan metode rekayasa perangkat lunak . oftware Penelitian terapan dipilih karena penelitian ini tidak hanya menganalisis masalah saat ini tetapi juga menghasilkan solusi praktis: sistem pemesanan dan pembayaran makanan berbasis web yang dapat digunakan secara langsung oleh Kantin Bina Media. Metode rekayasa perangkat lunak memastikan bahwa sistem yang dibuat memiliki struktur yang jelas, mudah digunakan, dan memenuhi kebutuhan pengguna. 2 Metode Pengembangan Sistem Teknik pengembangan sistem yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode Agile berbasis Sprint. Agile dipilih karena sangat fleksibel dan mengutamakan kerja sama aktif antara pengembang dan pengelola kantin. Metode ini cocok untuk membangun sistem pemesanan dan pembayaran makanan di Kantin Bina Media karena memungkinkan penyempurnaan fitur berdasarkan umpan balik pengguna setiap kali pengembangan dilakukan. Pendekatan Agile mendukung pengembangan sistem secara bertahap dan inkremental, dengan setiap sprint menghasilkan komponen sistem yang dapat diuji dan dinilai lebih awal. Dengan demikian, kesalahan desain dan implementasi dapat diminimalkan sejak awal. Karena setiap sprint menghasilkan keluaran . yang diukur dan dicatat, metode Agile juga mempermudah dokumentasi penelitian dan laporan akademik. Langkah-langkah metode Agile berbasis Sprint yang diimplementasikan dalam studi ini meliputi: Analisis Kebutuhan ( Sprint Awal ) Analisis kebutuhan dilakukan melalui observasi langsung proses pemesanan dan pembayaran makanan yang masih dilakukan secara manual, serta wawancara singkat dengan pengelola kantin dan calon pengguna sistem. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menemukan masalah dan kebutuhan sistem pemesanan dan pembayaran makanan di Kantin Bina Media. Tahap ini menghasilkan daftar persyaratan fungsional dan non-fungsional. Persyaratan fungsional meliputi manajemen data menu makanan dan minuman, proses pemesanan pelanggan, perhitungan harga total, pembuatan tagihan, integrasi pembayaran QRIS, verifikasi pembayaran oleh kasir, dan manajemen laporan penjualan oleh admin. Persyaratan non-fungsional termasuk keamanan data transaksi, antarmuka yang mudah digunakan, kecepatan respon sistem, dan kompatibilitas sistem dengan berbagai perangkat. Perancangan Sistem (Sprint Perencanaa. Pembuatan arsitektur sistem, perancangan data dasar , dan perancangan antarmuka pengguna dilakukan pada tahap perancangan sistem. ERD menunjukkan hubungan entitas seperti pengguna, menu, pesanan, dan pembayaran. Untuk menunjukkan interaksi antara individu yang menggunakan sistem, seperti This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. admin, kasir, dan pelanggan, gunakan Use Case Diagram. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memastikan bahwa sistem yang dibangun memenuhi harapan pengguna dan memiliki struktur yang mudah dikembangkan dan dipelihara. Implementasi (Sprint Pengembanga. Proses mengubah hasil desain menjadi sebuah sistem berbasis web yang disebut tahap Tahap implementasi dilakukan dalam beberapa pengembangan sprint , dengan setiap sprint fokus pada pembangunan modul tertentu. Selama sprint awal, modul autentikasi pengguna dan menu manajemen data dibuat. Sprint berikutnya adalah pembuatan modul pemesanan, keranjang belanja, dan perhitungan total harga. Sprint berikutnya adalah integrasi pembayaran QRIS, verifikasi pembayaran oleh kasir, dan manajemen status pesanan. Pada tahap ini, seluruh komponen inti sistem dibangun sehingga pelanggan dan pengelola kantor dapat menggunakannya. Pengujian (Sprint Evaluas. Langkah-langkah pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa semua fungsi sistem berfungsi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Uji fungsional juga dikenal sebagai uji kotak hitam adalah titik utama pengujian untuk memverifikasi kesesuaian input dan output pada setiap fitur penting sistem. Fitur login pengguna, menu pemesanan , pembuatan tagihan, pembayaran QRIS, verifikasi pembayaran oleh kasir, dan pembuatan laporan penjualan oleh admin semuanya diuji. Dilakukan juga evaluasi sistem dengan skenario operasional pengguna akhir . Pemeliharaan dan Penyempurnaan (Sprint Lanjuta. Setelah sistem diuji dan dianggap layak digunakan, pemeliharaan dilakukan. Ini mencakup perbaikan kesalahan yang ditemukan selama penggunaan dan penyesuaian kecil jika diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas sistem. Selain itu, tahap ini mencakup sprint lanjutan untuk mengembangkan fitur tambahan, seperti fitur promosi atau diskon, riwayat transaksi pelanggan, dan integrasi dengan sistem inventori kantin. 5 Hasil Penelitian Hasil penelitian ini mencakup pengembangan sistem pembayaran berbasis web di Kantin Bina Media yang terintegrasi dengan metode pembayaran digital QRIS . Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pembelian pelanggan , mempermudah transaksi pembayaran , dan membantu pelanggan dalam memproses data pembelian dan laporan penjualan secara terkomputerisasi . Sistem sistemyang sedang dikembangkan memiliki tiga aktor utama : admin, kasir , itupelanggan Sistem yang sedang dikembangkan memiliki tiga aktor utama : admin, kasir, dan pelanggan. Mengelola This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. data menu makanan, harga, kategori , dan laporan transaksi adalah tanggung jawab admin. Kasir menghadapi tantangan dalam memverifikasi QRISpembayaran pembayarandan memproses permintaan yang masuk . dan memproses permintaan yang masuk . Pelanggan dapat Lihat menu , lakukan pembelian, dan lakukan pembayaran non-tunai menggunakanpembayaran QRIS. menggunakan QRIS. Pengujian telah selesaisistem menggunakanmenggunakan metode pengujian kotak hitam untuk memastikan bahwa pengujian kotak hitamfungsi beroperasi sesuai dengan kebutuhan yang telah Metode untuk memastikan bahwa setiap fungsi beroperasi sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan . Beberapa sedikitskenario pengujian yang dilakukan meliputi proses login pengguna , pemilihan menu , pembuatan tagihan , integrasi QRIS pengujiandan konfirmasi pembayaran . Skenario yang dijalankan meliputi proses login pengguna , pemilihan menu , pembuatan tagihan , integrasi QRIS , dan konfirmasi pembayaran . Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua fungsi utama dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi sistem . Kelas Uji Registrasi Kode Uji FR-01 Login Pengguna FR-02 Lihat Menu Makanan dan Minuman FR-03 Pemesanan Menu FR-04 Pembayaran Via FR-05 QRIS Konfirmasi Pembayaran Otomatis FR-06 Tabel 1. Tabel Pengujian Web Kasus Uji Prosedur Pengujian Hasil Yang Diharapkan Pengujian Registrasi Sistem menyediakan fitur registrasi pendaftaraan akun baru menggunakan email atau no. Pengujian Login Pengguna Pengujian Lihat Menu Makanan Minuman Pengujian Pemesanan Menu Pengujian Pembayaran Via QRIS Sistem menyediakan fitur login bagi penjual/pembeli menggunakan no. hp atau Sistem menampilkan daftar menu makanan dan minuman yang tersedia lengkap dengan harga Pengguna makanan/minuman pemesanan secara online Sistem pemabayaran dan menampilkan kode QRIS dan mengubah status pesanan Sistem secara otomatis memverivikasi Pengujian Konfirmasi pembayaran yang berhasil melalui QRIS Pembayaran dan mengubah status pesanan Otomatis This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Registrasi Berhasil Sesuai Validitas Data Login Pengguna Berhasil Sesuai Validitas Data Lihat Menu Makanan Minuman Berhasil Sesuai Validitas Data Pemesanan Menu Berhasil Sesuai Validitas Data Pembayaran Via QRIS Berhasil Sesuai Validitas Data Konfirmasi Pembayaran Otomatis Berhasil Sesuai Validitas Data Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 Riwayat Pesanan P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. FR-07 Pengujian Pengguna dapat melihat riwayat Riwayat transaksi dan status pemesanan Pesanan Ulasan Pengguna FR-08 Kelola Menu FR-10 Riwayat Transaksi FR-11 Manajemen Akun FR-12 Pengujian Ulasan Pengguna Pengujian Kelola Menu Pengujian Riwayat Transaki Pengguna dapat memberikan ulasan terhadap produk yang telah diterima Pengujian Manajemen Akun Admin dapat mengelola data pengguna . ambah/hapus aku. Admin dapat menambah, mengubah, atau menghapus menu makanan , minuman dan harga Admin dan Pengguna dapat melihat laporan transaksi harian, mingguan, dan Riwayat Pesanan Berhasil Sesuai Validitas Data Ulasan Pengguna Berhasil Sesuai Validitas Data Kelola Menu Berhasil Sesuai Validitas Data Laporan Penjualan Berhasil Sesuai Validitas Data Manajemen Akun Berhasil Sesuai Validitas Data Hasil dan Pembahasan . r Results and Analysi. BMDsmart, sistem pemesanan dan pembayaran makanan berbasis web yang sedang dikembangkan, memiliki diagram use case yang menunjukkan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem. Diagram ini juga menunjukkan bagaimana aktor berinteraksi dengan kemampuan . Use case diagram juga berguna untuk membantu pengembang menentukan ruang lingkup sistem dan memastikan bahwa semua kebutuhan fungsional pengguna telah terakomodasi dengan baik. Mereka juga digunakan sebagai acuan selama proses perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 1. Use case diagram Tiga aktor utama ditampilkan dalam diagram use case BMDsmart: Pelanggan. Admin Kantin, dan Kasir/Dapur. Sesuai dengan fungsi sistem operasional , masing-masing aktor memiliki peran dan akses yang berbeda. Sistem pemesanan Kantin Bina Media terdiri dari entitas Pengguna. Warung. Produk. Pesanan. Detail Pesanan, dan Harga. Pengguna memilih warung dan memesan produk, dengan detail produk dan harga total untuk setiap pesanan. Digitalisasi transaksi dan lebih cepat dengan pembayaran QRIS. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 2. Entity Relationship Diagram (ERD) 1 Pembahasan antarmuka system Tampilan dari sistem perancangan pemesanan dan pembayaran maknana berbasis web berintegrasi QRIS sebagai berikut: Tampilan Halaman Pengenal ( Landing Pag. Halaman pengenal adalah halaman di mana fitur dan keunggulan aplikasi disajikan untuk menarik minat pengguna. Dengan menampilkan pesan pemasaran dan visual yang menarik, halaman ini berfungsi sebagai jembatan awal sebelum pengguna melakukan login atau registrasi. Fokus utamanya adalah memberi pengguna, baik sebagai pelanggan maupun pemilik, instruksi yang jelas melalui tombol Call to Action (CTA). This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 3. Tampilan Halaman Pengenal Tampilan Pemilihan Peran ( Role Selection ) Halaman yang disebut Pemilihan Peran (Pemilihan Pera. memungkinkan Anda mengidentifikasi identitas pengguna di dalam sistem dengan memilih antara kategori Pelanggan (Pelangga. atau Penjual (Pemilik Warun. Pemilihan ini sangat penting untuk memungkinkan aplikasi memiliki fitur dan akses yang tepat, seperti menampilkan menu pesanan untuk pembeli atau alat manajemen operasional untuk Halaman ini memiliki navigasi yang mudah digunakan untuk memastikan bahwa setiap pengguna diarahkan ke alur kerja yang relevan sesuai dengan kebutuhan Gambar 4. Tampilan Pemilihan Peran This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Tampilan Registrasi ( registration ) Pengguna baru menggunakan halaman registrasi sebagai login antarmuka untuk mendapatkan akses ke fitur aplikasi. Halaman ini menyediakan kolom yang memasukkan nama, alamat surel, dan kata sandi berdasarkan peran yang dipilih. Tujuan dari proses ini adalah untuk memverifikasi identitas pengguna dan memastikan bahwa setiap akun yang terdaftar memiliki izin akses yang sah, baik sebagai pelanggan maupun pemilik warung. Gambar 5. Tampilan Registrasi Tampilan Pemilihan Kantin Tampilan Pilihan Kantin berfungsi sebagai antarmuka utama di mana pengguna dapat melihat daftar toko atau unit kantin yang tersedia di Bina Media. Halaman ini memiliki fitur pencarian yang memungkinkan Anda menemukan warung tertentu dengan cepat, serta kartu informasi yang menampilkan nama warung dan penilaian Tujuan utamanya adalah untuk membuat pelanggan lebih mudah memilih vendor makanan sebelum mereka memesan menu, sehingga proses transaksi menjadi lebih terorganisir dengan mempertimbangkan masing-masing pemilik kantin. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 6. Tampilan Pemilihan Kantin Tampilan Akun warung Tampilan profil warung menampilkan identitas pengelola atau pemilik kantin yang terdaftar di sistem BMDSmart. Halaman ini menampilkan nama pemilik, nama warung, alamat surel atau email, dan peran pengguna di sistem. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa pengelola adalah orang yang benar dan memungkinkan mereka menggunakan fitur manajemen warung, seperti mengubah foto profil dan keluar dari sistem untuk menjaga keamanan akun. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 7. Tampilan Akun Warung Tampilan Pemilihan Menu makanan Tampilan pemilihan menu makanan berfungsi untuk menyajikan daftar hidangan yang tersedia di warung yang telah dipilih oleh pengguna. Halaman ini berisi informasi rinci tentang setiap item di menu. Ini termasuk nama makanan, harga, status ketersediaan, dan gambar untuk melihat produk. Tujuan utamanya adalah memberi kemudahan pelanggan dalam menentukan pesanan dan pengalaman berbelanja yang praktis melalui fitur keranjang belanja yang terintegrasi secara langsung. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Tabel 8. Tampilam Pemilihan Menu Tampilan Pemesanan Menu Sebelum pembayaran dilakukan, tampilan rangkuman pesanan memberikan informasi terakhir tentang daftar makanan yang telah dipilih pengguna. Pengguna dapat meninjau kembali barang pesanan, mengubah jumlah, dan melihat total biaya yang harus dibayar di halaman ini. Sebelum sistem menghasilkan kode QRIS untuk pembayaran, tujuan utamanya adalah untuk memastikan pesanan benar-benar akurat. Gambar 9. Tampilam Pemesanan Menu This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Tampilan Tambah Pemesanan Menu Tampilan tambah menu makanan membantu pemilik warung mengelola dan memperbarui daftar hidangan yang akan disajikan kepada pelanggan. Untuk memastikan informasi yang jelas dan akurat tentang setiap produk, halaman ini menyediakan formulir input data yang lengkap. Tujuan utamanya adalah memberikan pengelola kantin kendali penuh atas sistem untuk mengatur stok, harga, dan ketersediaan menu secara mandiri. Gambar 10. Tampilan Tambah Pemesanan Menu Tampilan Pembayaran QRIS Pengguna melakukan transaksi digital melalui tampilan pembayaran QRIS di akhir proses pemesanan makanan. Informasi akhir tentang barang yang dipesan, total biaya, kolom catatan tambahan, dan opsi pembayaran disajikan di halaman ini. Tujuan utamanya adalah untuk membuat sistem pembayaran nontunai yang cepat dan aman yang memudahkan pemilik kantin dan pelanggan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 11. Tampilan Pembayaran QRIS Tampilan Status Pesanan Tampilan kelola status pesanan yang menyajikan dan memperbarui kemajuan pesanan pelanggan dalam waktu nyata. Halaman ini menampilkan petunjuk untuk setiap tahap proses, mulai dari tahap penerimaan pesanan hingga tahap pengambilan pelanggan. Tujuan utamanya adalah untuk membuat informasi menjadi jelas bagi pelanggan dan membuat operasi lebih mudah bagi pemilik warung untuk mengelola antrean pesanan yang masuk ke sistem. Gambar 12. Tampilan Status Pesanan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Tampilan Riwayat Transaksi Tampilan riwayat transaksi mencatat semua pembayaran yang dilakukan pelanggan dan diterima pemilik toko. Halaman ini berisi informasi penting tentang setiap Ini termasuk tanggal, metode pembayaran, nominal pendapatan, dan status akhir pesanan. Tujuan utamanya adalah sebagai alat audit dan transparansi bagi pengelola kantin. Mereka dapat mengatur arus kas masuk . dan secara teratur memverifikasi bahwa pembayaran digital yang dilakukan melalui sistem QRIS berjalan dengan baik. Gambar 13. Tampilan Riwayat Transaksi Tampilan Ulasan Pelanggan dapat memberikan umpan balik . terhadap layanan dan kualitas makanan yang mereka beli melalui tampilan ulasan pesanan. Untuk menyampaikan pengalaman konsumen yang lebih mendalam, halaman ini menawarkan fitur penilaian menggunakan skala bintang dan kolom komentar teks. Tujuan utamanya adalah untuk membantu pemilik warung meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan referensi bagi pelanggan lain untuk memilih menu atau warung kantin terbaik. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Gambar 14. Tampilan Ulasan 2 Keunggulan Web Aplikasi Sistem pemesanan dan pembayaran makanan Kantin Bina Media berbasis web terintegrasi QRIS memiliki beberapa keunggulan utama, termasuk menyelesaikan masalah dalam proses pemesanan dan transaksi yang selama ini dilakukan secara manual. Pertama, sistem ini menyediakan layanan pemesanan makanan secara terintegrasi dan ringkas melalui platform berbasis web. Pelanggan dapat mengakses semua menu makanan, harga, dan status ketersediaan dalam satu sistem, mengurangi kesalahan informasi yang sering terjadi pada pemesanan Kedua, keunggulan utama sistem ini adalah integrasi pembayaran digital menggunakan QRIS. Dengan QRIS, pelanggan dapat melakukan pembayaran secara non-tunai dengan berbagai aplikasi dompet digital, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan aman sekaligus mengurangi risiko pengembalian uang dan penggunaan uang tunai yang tidak perlu. Ketiga, sistem ini memudahkan pengelolaan data pesanan dan transaksi karena seluruh data pemesanan dan pembayaran disimpan dalam basis data. Ini memudahkan pemilik kantin untuk mencatat penjualan, melacak transaksi setiap hari, dan membuat laporan dengan lebih akurat dan efisien. Keempat, sistem berbasis web memudahkan implementasi sistem di lingkungan Kantin Bina Media dengan berbagai perangkat karena memungkinkan akses yang fleksibel bagi pelanggan dan pengelola kantin tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Kelima, dari perspektif pengembangan, penerapan metode perancangan sistem yang terstruktur memungkinkan sistem dibangun sesuai kebutuhan pengguna dan mudah dikembangkan di masa depan untuk menambahkan fitur menu, laporan keuangan, dan layanan digital lainnya. 3 Keistimewaan Penelitian Ini Dibandingkan Penelitian Lain Penelitian ini unik karena fokus dan metode yang digunakan untuk membuat sistem pemesanan dan pembayaran makanan di kantin. Pertama, penelitian ini tidak hanya fokus pada pembuatan sistem pemesanan makanan berbasis web, tetapi juga mengintegrasikan pembayaran digital QRIS sebagai solusi transaksi non-tunai yang sesuai dengan kebijakan pembayaran nasional Indonesia. Integrasi ini memberikan nilai tambah dibandingkan dengan penelitian serupa yang masih menggunakan metode pembayaran manual atau transfer. Bukan sekedar menerapkan sistem umum di kantin, penelitian ini menyesuaikan alur pemesanan, menu, dan pembayaran dengan kebutuhan operasional kantin. Kedua, solusi yang dihasilkan bersifat aplikatif dan kontekstual karena sistem dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata Kantin Bina Media. Ketiga, alur penelitian yang terstruktur meliputi perancangan sistem , implementasi, dan pengujian Metode ini memberikan gambaran yang jelas tentang kelayakan sistem sebelum diterapkan secara penuh. Keempat, penelitian ini melihat sistem sebagai sarana untuk meningkatkan efisiensi layanan kantin daripada menganalisis perilaku konsumen . Dengan batasan ini, penelitian tetap fokus pada tujuan utama: menjaga kredibilitas dan kebenaran ilmiah hasil, dan meningkatkan kemudahan pemesanan dan pembayaran makanan secara digital. Kesimpulan . r Conclusio. Sebuah sistem pemesanan dan pembayaran makanan di Kantin Bina Media yang berbasis web dan terintegrasi dengan QRIS telah dirancang dan dikembangkan dalam penelitian ini . Proses ini sebelumnya dilakukan secara manual, yang kurang efisien dan dapat menyebabkan kesalahan pencatatan transaksi. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem mampu menyediakan layanan pemesanan makanan secara terstruktur, mulai dari penyajian menu informasi , proses pemesanan, hingga pembayaran digital melalui QRIS. Integrasi pembayaran non-tunai membuat transaksi lebih mudah bagi pelanggan dan membantu kantin mengurangi ketergantungan pada pembayaran tunai. Selain itu, sistem ini memiliki kemampuan untuk mengelola data pesanan dan transaksi secara database dan terdokumentasi dengan baik. Dengan pencatatan otomatis dalam basis data, pengelola kantin dapat memantau aktivitas penjualan dan transaksi dengan lebih mudah, akurat, dan akurat. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa semua fitur penting sistem dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Akibatnya, sistem pemesanan dan pembayaran makanan berbasis web terintegrasi QRIS ini dianggap layak digunakan di Kantin Bina Media untuk meningkatkan layanan, efisiensi pengelolaan transaksi, dan kualitas layanan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. http://journal. id/index. php/JMIJayakarta Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta Volume 6. Nomor . Februari 2026: halaman 68-88 P-ISSN: 2746-5985 e-ISSN: 2797-0930 DOI: https://doi. org/10. 52362/jmijayakarta. Referensi (Referenc.