Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 7-13 | 7 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 PEMANFAATAN URBAN FARMING TOGA SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA Muhammad Nurul Fadel. Intan Adevia Rosnarita. Bintari Tri Sukoharjanti . Riana Putri Rahmawati. Muhamad Khudzaifi. Emma Jayanti Besan*. Hasriyani. Galih Kurniawan Universitas Muhammadiyah Kudus. Kudus. Indonesia. Jl. Ganesha Raya No. Purwosari. Kec. Kota Kudus. Kabupaten Kudus. Jawa Tengah 59316 *Corresponding author: emmajayanti@umkudus. Info Artikel Abstrak DOI org/10. 26751/jai. Terbatasnya lahan pertanian khususnya di kota-kota besar menjadi masalah dan peluang bagi masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman dengan metode urban farming. Salah satu inisiatif penggunaan obat tradisional adalah TOGA . anaman obat keluarg. dengan memanfaatkan lahan yang ada sebagai urban farming. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar masyarakat paham mengenai manfaat dan kegunaan TOGA dalam kehidupan sehari-hari serta pemanfaatan urban farming. Kegiatan Pengabdian dilakukan Desa Kalisegoro. Kecamatan Gunungpati. Kabupaten Semarang. Tim pengabdi mencoba memberikan materi pemahaman kepada Ibu PKK, kelompok lansia dan karang taruna. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa diskusi dan tanya jawab menggunakan media proyektor selama 120 menit. Materi yang diberikan adalah cara meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penerapan urban farming TOGA, baik dalam penanaman maupun pemanfaatannya serta diskusi mengenai pentingnya pemanfaatan bahan alam dan TOGA sebagai alternatif pilihan pengobatan untuk minor ilness. Hasil kegiatan pengabdian memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat yang dilihat melalui hasil evaluasi yang berupa pretest dan postest. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat dalam memanfaatkan tanaman tradisional. Article history: Received 2024-05-27 Revised 2024-07-19 Accepted 2024-08-03 Kata kunci: Urban farming. TOGA. Swamedikasi. Obat Abstract Limited agricultural land, especially in big cities, is a problem and opportunity for people to cultivate plants using urban farming methods. One of the initiatives for using traditional medicine is TOGA . amily medicinal plant. by utilizing existing land as urban farming. The aim of this community service is so that people understand the benefits and uses of TOGA in everyday life as well as the use of urban Service activities were carried out in Kalisegoro Village. Gunungpati District. Semarang Regency. The service team tried to provide understanding material to PKK mothers, elderly groups and youth organizations. The method for carrying out community service activities is in the form of discussions and questions and answers using projector media for 120 minutes. The material provided is a way to increase public knowledge in the application of TOGA urban farming, both in planting and A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 7-13 | 8 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 using it, as well as discussions about the importance of using natural materials and TOGA as an alternative treatment option for minor illnesses. The results of service activities provide an increase in community knowledge which can be seen through evaluation results in the form of pretest and posttest. By carrying out this activity, it is hoped that it can have a positive impact on the community in utilizing traditional plants. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN AuRuangAy menjadi sangat penting bagi individu dan masyarakat dalam hal optimalisasi lahan atau pengembangan Ruang semakin langka dan terbatas, sehingga dimensinya menjadi penting. Ruang merupakan sebidang lahan tanah yang memiliki berbagai sumber daya di atas dan di dalamnya (Rasmikayati et al. , 2. Tindakan yang tepat diperlukan untuk diusahakan karena ketersediaannya semakin Pemanfaatan lahan di kota besar, seperti di Kota Bandung pada tahun 2012 dan 2014 terjadi penurunan jumlah lahan yang tidak diusahakan . ahan koson. Salah satu penyebab penurunan ini adalah berbagai komunitas berkebun yang mulai muncul di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung sudah memulai urban farming di lahan tidur pada tahun 2014. Kegiatan ini memiliki hasil yang cukup baik, karena 70% warga Kota Bandung pada setiap tingkat RW sudah Oleh karena itu, lahan yang digunakan untuk urban farming harus digunakan secara konsisten (Badan Pusat Statistik, 2. Salah satu kota besar di Jawa Tengah, yakni ibu kota Provinsi Jawa Tengah yakni kota Semarang, pemanfaatan lahan kosong dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2020, penggunaan lahan di Kota Semarang adalah 95. 020 hektar. Tahun 2016 hingga 2019, luas lahan yang belum dimanfaatkan turun sebesar 2,75 km2, dan semakin turun di tahun 2019 hingga 2022 yakni sebesar 2,48 km2 (Badan Pusat Statistik, 2. Desa Kalisegoro adalah desa yang terletak di kecamatan Gunungpati. Kota Semarang. Desa ini merupakan desa padat penduduk dan lahan hijau telah dialihfungsikan menjadi lahan yang digunakan untuk pembangunan, seperti perumahan. Lahan yang seharusnya menjadi lahan produktif menjadi tidak produktif karena lahan yang dimaksudkan untuk jalur hijau telah diubah menjadi lahan yang digunakan untuk bangunan. Oleh karena itu, semakin banyak lahan hijau yang digunakan untuk pembangunan, masyarakat didorong untuk berperan aktif memanfaatkan keterbatasan lahan untuk tujuan produktif. Tabel 1. Data di kecamatan Desa Kalisegoro, terjadi perubahan lahan yang signifikan. Ring 1 km (H. Ring 2,5 km (J. Kecamatan Banyumanik 0,003 0,006 Gunungpati 0,005 0,026 Gajahmungkur Total 270,296 0,004 0,02 Tabel 1 menunjukkan luas lahan yang telah dibangun di Banyumanik. Gunungpati, dan Gajahmungkur. Pada tahun 2015. Kecamatan Banyumanik memiliki luas 47,6 ha, tetapi naik 0,003% menjadi 52,1 ha pada Kecamatan Gunungpati memiliki luas 223,2 ha, tetapi naik 0,005% menjadi 230,5 ha pada tahun 2022. Ring buffer 1 Kilometer memiliki luas total 270,2 hektar pada tahun 2015 dan menjadi 282,6 hektar pada tahun 2022, meningkat 0,004% dari data sebelumnya. Urban farming adalah konsep berkebun di tengah pinggiran kota atau perkotaan dengan menggunakan teknik tertentu. Konsep ini A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 merupakan jawaban atas semakin langkanya lahan pertanian di kota-kota besar. Pertanian memproses, dan mendistribusikan makanan di dalam atau sekitar kota. Pertanian perkotaan juga dapat mencakup peternakan, akuakultur, wanatani dan hortikultura. Dalam arti luas, pertanian perkotaan mengacu pada keseluruhan sistem produksi pangan yang terjadi di wilayah perkotaan. Pertanian perkotaan merupakan kegiatan pertanian yang dilakukan secara eksklusif oleh masyarakat perkotaan pada lahan di kawasan pemukiman seperti perkantoran, kampus, perumahan, dan gedung sekolah. Pertanian perkotaan dianggap sebagai salah ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan Kegiatan memperhitungkan bahwa lahan pertanian tidak perlu luas karena beberapa teknik sederhana dan minimal seperti budidaya pohon birch dan pot tablan telah tersedia dan dapat dioperasikan oleh siapa saja dimana saja dengan biaya yang murah sehingga tidak akan berdampak bahkan pada kelompok yang terbatas daerah. (Wijaya. Permana. Wibowo. Program pertanian perkotaan ini sangat cocok untuk dicantumkan sebagai salah satu solusi kota berkelanjutan. Karena melalui model ini kita bisa memperoleh tanah . alam hal ini ruan. yang menjadi milik seluruh warga (Permana, 2. Ketersediaan pangan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang Di tengah pesatnya urbanisasi dan perubahan iklim yang membawa berbagai tantangan, konsep urban farming atau berkebun di perkotaan menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan pangan dan akses terhadap tanaman obat . Urban farming toga tidak hanya memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat diolah menjadi produk unggulan desa. Kesehatan kebutuhan pokok manusia dan mempunyai peranan strategis dalam upaya peningkatan kesejahteraan manusia. Masalah kesehatan Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 7-13 | 9 Pengobatan dari bahan alam sering menjadi pertanyaan oleh pasien dan masyarakat. Penggunaan pengobatan di masyarakat terus meningkat dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan Salah satu inisiatif penggunaan obat tradisional adalah TOGA . anaman obat Mengingat bahwa masyarakat belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang manfaat tanaman obat rumahan sebagai obat tradisional, maka perlu adanya edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kegunaan TOGA dalam kehidupan sehari-hari. (Septianingrum. Fitriana Yuliastuti and Widarika Santi Hapsari, 2. Target luaran utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya produktivitas dan keberdayaan warga terhadap pemanfaatan urban farming terutama tanaman obat keluarga (TOGA) dan juga meningkatkan empati serta kepedulian apoteker dan tenaga kefarmasian dalam memberikan edukasi dan swamedikasi tanaman obat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kegunaan TOGA dalam kehidupan sehari-hari serta pemanfaatan urban farming sebagai produk unggulan desa. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbentuk diskusi tanya jawab, bertempat di Aula balai desa Kalisegoro. Kecamatan Gunungpati. Semarang pada hari JumAoat, 01 Maret 2024. Kegiatan ini dilakukan sebanyak dua sesi dalam satu hari kegiatan dengan durasi per sesi 30-40 menit dengan rincian sebagai berikut : Sesi 1: yaitu persentasi terkait AuUrban Farming Tanaman ObatAy. Sesi 2: Sesi diskusi dan tanya-jawab dilakukan antar peserta dan pemateri yang berkaitan dengan Tim pelaksana pengabdian meliputi akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera (STIFERA) Semarang dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dan praktisi (PAFI Semaran. Sasaran kegiatan webinar adalah Anggota PAFI Kota Semarang Iuran untuk Perolehan SKP Pengmas. Perangkat Kelurahan A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 7-13 | 10 Kalisegoro Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang 10 orang. Ibu-Ibu PKK 20 peserta. FKK, kelompok lansia. Toma. Karang Taruna 10 peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan pretest dan postest pengetahuan pemanfaatan TOGA pada peserta sasaran. Analisis data menggunakan deskriptif pada masing-masing nilai pretest dan post-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini diawali dengan orientasi wilayah Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, dan silahturahmi dengan Bu Lurah Kalisegoro. Pada pertemuan ini disepakati bahwa Tim Pengabdian memberikan masukan akan pentingnya tumbuhan pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti Emponempon, serai, bayam, kubis, cabai yang mudah tumbuh dan dapat dikonsumsi masyarakat secara segar dengan harapan memberikan kesehatan pada masyarakatnya. Pada tanggal 1 maret 2024, di Aula balai desa Kalisegoro. Kecamatan Gunungpati. Semarang, tim pengabdian memaparkan pekarangan dengan konsep urban farming Kegiatan dilaksanakan pukul 13. 00 WIB dan dihadiri oleh Perangkat Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang 10 peserta. Ibu-Ibu PKK 20 peserta. FKK, kelompok lansia. Toma. Karang Taruna 10 Dalam kegiatan ini terdapat empat Penanya pertama menanyakan tentang cara menyimpan tanaman obat yg Penanya kedua menanyakan tentang adakah tips dalam menyimpan tanaman obat yang benar. Penanya ketiga menanyakan tentang cara minum obat herbal jika ada pasien yg asam urat dan kolesterol, tapi tekanan darahnya (TD) normal. Penanya keempat menanyakan tentang cara mengecek bagaimana dikatakan tanaman obatnya sudah kering sempurna digunakan untuk pembuatan ramuan herbal. A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Gambar 1. Foto bersama peserta dengan Tim PKM Gambar 2. Penyerahan bibit tanaman TOGA Gambar 3. Spanduk Kegiatan Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 7-13 | 11 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Tabel. Data Hasil Evaluasi Kode Peserta Nilai Pretest Rata-rata Nilai Postest Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa terjadi kenaikan rataAerata hasil evaluasi melalui pretest dan posttest dari 57,4 menjadi 80,2. Detail kenaikan skor tiap peserta disajikan pada gambar sebagai HASIL EVALUASI 1 4 7 10 13 16 19 22 25 28 31 34 37 40 Nilai Pretest Nilai Postest Gambar 4. Kenaikan Hasil Evaluasi Peserta Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan skor pretest dan posttest setiap Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang tentang manfaat dan kegunaan TOGA dalam kehidupan seharihari serta pemanfaatan urban farming sebagai produk unggulan desa. Penggunaan lahan pekarangan, lahan perkotaan, sayuran organik, empon-empon, dan ketahanan pangan rumah tangga dibahas dalam materi. Selanjutnya, tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus melakukan monitoring dan evaluasi. Tidak diragukan lagi, ekonomi setiap rumah akan dipengaruhi oleh penerapan urban farming di dalam rumah mereka. Pada akhirnya, kebutuhan sayur-mayur dan apotek hidup dapat dipenuhi secara mandiri, sehingga harganya akan turun. Khasanah . menjelaskan bahwa rumah tangga yang melaksanakan urban farming akan mampu melakukan penghematan, sehingga pendapatannya dapat dialokasikan untuk hal ini (Khasanah, 2. Pertanian perkotaan atau pertanian perkotaan dapat berfungsi sebagai solusi alternatif dan merupakan upaya penghijauan (Maulana et al. , 2. Salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat adalah dengan memperkenalkan konsep urban farming dalam paparannya di tengah-tengah diskusi. Pertanian perkotaan, juga dikenal sebagai pertanian perkotaan, merupakan bagian dari pembangunan sistem pangan masyarakat yang berkelanjutan. Penerapan pertanian perkotaan ini dapat menuntaskan masalah ketahanan pangan diperkotaan jika dirancang A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 7-13 | 12 dengan benar, pasca panen yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk menyehatkan dan menggunakan penanaman organik tanpa menggunakan bahan kimia maupun bahan sintetis lainnya (Alamiyah et al. , 2. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema memanfaatan urban farming toga memberikan dampak menambah pengetahuan masyarakat mengenai tanaman dilaksanakan penanaman serentak tanaman obat sambiloto, kemangi dan kumis kucing di Kalisegoro. Kecamatan Gunungpati. Semarang. Perlu diadakan kegiatan edukasi dan pelatihan secara pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang TOGA dan urban farming sekaligus masyarakat dalam pengembangan urban farming sebagai produk unggulan desa. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pengabdian mengucapkan banyak Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera (STIFERA) dan PAFI PC Kota Semarang yang telah memberikan dukungan dalam bentuk Ucapan terimakasih juga kepada PAFI PC Kota Semarang karena telah memberikan kesempatan kolaborasi bersama kegiatan ini dengan beberapa pihak serta sudah mempersiapkan kegiatan dan menjadi tuan rumah untuk kegiatan ini dengan baik. DAFTAR PUSTAKA