Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Penguatan Literasi Keagamaan dan Kesadaran Lingkungan Berbasis Masjid Melalui Program KKN di Desa Titi Payung. Kecamatan Air Putih. Kabupaten Batubara Suhardi1. Hubban Rangkuti2. Syawaluddin Damanik3. Wardah4. Hasan Basri5 1,2,3,4,5 IAIDU Asahan. Indonesia Corresponding Author : Suhardi@iaidu-asahan. ABSTRACT Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Desa Titi Payung. Kecamatan Air Putih. Kabupaten Batubara, memiliki potensi sosial-keagamaan yang kuat, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek literasi Al-QurAoan di kalangan remaja serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis keberlanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keagamaan melalui program Tahsin Al-QurAoan berbasis masjid serta menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan selama 40 hari melalui tahapan pemetaan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan program, serta refleksi dan evaluasi bersama masyarakat. Program Tahsin dilaksanakan secara rutin menggunakan metode talaqqi bagi remaja masjid, sedangkan program lingkungan difokuskan pada edukasi pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce. Reuse, dan Recycle . R) serta pembentukan bank sampah tingkat dusun yang melibatkan kelompok PKK. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan kualitas bacaan Al-QurAoan remaja masjid dengan tingkat keberhasilan mencapai 85% serta revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat pendidikan nonformal. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong lingkungan, terbentuknya unit bank sampah, serta meningkatnya kesadaran ekologis berbasis nilai keislaman. Pengabdian ini juga berkontribusi pada penguatan tata kelola administrasi desa, stabilitas sosial, toleransi antarumat beragama, dan literasi ekonomi Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan integratif berbasis masjid dan partisipasi masyarakat efektif dalam mendorong transformasi sosial dan pembangunan desa berkelanjutan. Keywords Literasi Keagamaan. Kesadaran Lingkungan. Pengabdian Kepada Masyarakat PENDAHULUAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu instrumen strategis dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu kesatuan praktik sosial. Dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Islam. KKN tidak hanya berfungsi sebagai wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai medium transformasi sosial yang berlandaskan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 nilai-nilai keislaman dan pemberdayaan masyarakat. Bagi Institut Agama Islam Daar Al-Uluum (IAIDU) Asahan, pelaksanaan KKN Angkatan xVII menjadi manifestasi tanggung jawab sosial-intelektual dalam mendiseminasikan nilai keagamaan, keilmuan, dan etika sosial di tengah masyarakat pedesaan (Aminuddin, 2. Desa Titi Payung. Kecamatan Air Putih. Kabupaten Batubara, dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki modal sosial dan religius yang kuat, namun masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, khususnya dalam aspek literasi Al-QurAoan dan pengelolaan lingkungan desa secara berkelanjutan. Salah satu permasalahan utama yang teridentifikasi adalah menurunnya kualitas bacaan Al-QurAoan di kalangan generasi muda. Literasi keagamaan, khususnya kemampuan Tahsin Al-QurAoan, merupakan prasyarat fundamental bagi pelaksanaan ibadah yang sah dan sesuai dengan tuntunan syariat (Asnita et al. , 2. Kesalahan dalam pelafalan makharijul huruf dan penerapan kaidah tajwid tidak hanya berdampak pada aspek estetika bacaan, tetapi juga berpotensi mengubah makna ayat Al-QurAoan (Fitriani & H. , 2. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lemahnya pembinaan Tahsin di tingkat akar rumput sering kali disebabkan oleh keterbatasan figur pendidik dan belum optimalnya fungsi masjid sebagai pusat pendidikan nonformal remaja (Rosyidi & Hasanah, 2. Kondisi ini juga ditemukan di Desa Titi Payung, di mana masjid lebih banyak berfungsi sebagai ruang ritual daripada pusat penguatan literasi keagamaan generasi muda. Di sisi lain, permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga, menjadi tantangan serius yang belum mendapatkan perhatian memadai di wilayah pedesaan. Krisis lingkungan sering kali dipersepsikan sebagai persoalan sekunder dibandingkan isu ekonomi, padahal dalam perspektif Islam, menjaga kelestarian lingkungan . ifzhul biAoa. merupakan bagian integral dari ajaran moral dan iman (Arisona, 2. Praktik pembuangan sampah sembarangan yang masih dijumpai di Desa Titi Payung mencerminkan adanya kesenjangan antara pemahaman teologis dan perilaku ekologis masyarakat. Sejumlah studi menegaskan bahwa pendekatan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui konsep Reduce. Reuse, dan Recycle . R) efektif diterapkan apabila disinergikan dengan nilai-nilai lokal dan religius (Atmajayanti & Hermawanto, 2. Penelitian sebelumnya banyak membahas penguatan literasi Al-QurAoan atau pengelolaan lingkungan secara parsial. Namun, kajian yang mengintegrasikan penguatan literasi keagamaan dan kesadaran lingkungan secara simultan berbasis masjid masih relatif terbatas, khususnya dalam konteks pengabdian masyarakat di pedesaan. Padahal, masjid memiliki posisi Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 strategis sebagai pusat pembinaan spiritual, sosial, dan kultural masyarakat. Kesenjangan inilah yang menjadi dasar kebaruan . tulisan ini, yaitu menawarkan model pengabdian masyarakat berbasis masjid yang mengintegrasikan pembinaan Tahsin Al-QurAoan dengan edukasi lingkungan melalui pemberdayaan komunitas lokal. Berangkat dari permasalahan tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIDU Asahan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini dipilih karena menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses identifikasi masalah, perumusan solusi, pelaksanaan program, dan evaluasi hasil (Permana. Fokus pengabdian diarahkan pada pemberdayaan remaja masjid dalam penguatan literasi keagamaan serta pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam peningkatan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan model pengabdian masyarakat yang integratif, partisipatif, dan berkelanjutan, serta memperkuat peran masjid sebagai motor penggerak transformasi sosial di tingkat desa. METODE PENELITIAN Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode penelitian partisipatif yang menempatkan peneliti dan masyarakat sebagai mitra sejajar dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi tindakan Pendekatan ini dipilih karena relevan untuk konteks pengabdian berbasis komunitas, di mana perubahan sosial yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui keterlibatan aktif subjek pengabdian dalam setiap tahapan kegiatan (Permana, 2. Lokasi pengabdian adalah Desa Titi Payung. Kecamatan Air Putih. Kabupaten Batubara, dengan durasi pelaksanaan selama 40 hari dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Populasi dalam pengabdian ini meliputi seluruh masyarakat Desa Titi Payung, dengan fokus partisipan pada dua kelompok sasaran utama, yaitu remaja masjid sebagai subjek penguatan literasi Al-QurAoan dan ibu-ibu PKK sebagai subjek peningkatan kesadaran lingkungan. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam aktivitas keagamaan dan pengelolaan rumah tangga. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi partisipatif, panduan wawancara semiterstruktur, modul Tahsin Al-QurAoan, serta instrumen evaluasi berupa tes lisan bacaan Al-QurAoan dan catatan dokumentasi kegiatan pengelolaan sampah. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 Prosedur pengabdian dilaksanakan melalui siklus PAR yang mencakup pemetaan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan, serta refleksi dan Pemetaan masalah dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan perangkat desa, tokoh agama, dan pengurus PKK untuk mengidentifikasi kondisi literasi Al-QurAoan remaja masjid serta pola pengelolaan sampah rumah tangga yang ada (Mulasari & Rahmawati, 2. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, disusun rencana aksi berupa pendampingan Tahsin Al-QurAoan dengan penekanan pada perbaikan makharijul huruf dan penerapan tajwid dasar (Fajri et al. , 2. , serta edukasi pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce. Reuse, dan Recycle . R) melalui pembentukan bank sampah sederhana yang dikelola oleh kelompok PKK (Asyari & Hadi, 2. Pelaksanaan pendampingan langsung. Program Tahsin dilaksanakan secara rutin di masjid desa dengan metode talaqqi, sedangkan edukasi lingkungan dilakukan melalui lokakarya pemilahan sampah dan simulasi pengelolaan bank sampah bersama masyarakat (Dewi & Susanti, 2. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan evaluasi program. Validitas data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sedangkan reliabilitas diperkuat dengan keterlibatan berkelanjutan peneliti selama proses Adapun keterbatasan metode ini terletak pada durasi pengabdian yang relatif singkat sehingga keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen masyarakat dan dukungan pemerintah desa pasca-KKN. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian masyarakat selama 40 hari di Desa Titi Payung menghasilkan sejumlah temuan penting yang menunjukkan adanya transformasi sosial, keagamaan, dan lingkungan berbasis partisipasi Temuan utama pengabdian ini adalah meningkatnya kualitas literasi Al-QurAoan remaja masjid, tumbuhnya kesadaran ekologis masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas, membaiknya tata kelola administrasi desa, serta teridentifikasinya modal sosial yang kuat dalam menjaga stabilitas dan toleransi sosial. Hasil ini secara langsung menjawab tujuan pengabdian, yaitu menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang integratif berbasis masjid dan partisipasi warga. Peningkatan Literasi Al-Qur'an dan Standardisasi Tahsin Hasil pelaksanaan program Tahsin Al-QurAoan selama masa pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kualitas bacaan Al- Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 QurAoan remaja masjid di Desa Titi Payung. Evaluasi pascaprogram melalui penilaian lisan menunjukkan bahwa sekitar 85% peserta mengalami perbaikan dalam ketepatan makharijul huruf dan penerapan kaidah tajwid dasar. Temuan ini mengonfirmasi bahwa metode talaqqi yang menekankan interaksi langsung antara pembimbing dan peserta efektif dalam meningkatkan akurasi pelafalan, sebagaimana juga ditemukan oleh Asnita et al. Selain peningkatan kemampuan teknis, program ini turut merevitalisasi fungsi masjid sebagai pusat pendidikan nonformal. Aktivitas pembelajaran rutin pasca-Isya meningkatkan partisipasi remaja masjid yang sebelumnya relatif pasif. Secara sosiologis, kondisi ini menunjukkan adanya modal sosial laten yang dapat diaktifkan melalui kehadiran figur pendamping dan program yang terstruktur. Temuan ini sejalan dengan Rosyidi dan Hasanah . yang menegaskan bahwa penguatan literasi Al-QurAoan berkontribusi langsung terhadap pembentukan karakter dan autentisitas praktik keagamaan masyarakat desa. Gambar 1. Kegiatan ZIS di Masjid Desa Titi Payung Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara Gambar 2. Kegiatan Maulid di Masjid Desa Titi Payung Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 Gambar 3. Lomba Adzan dan Baca Surah Pendek Dalam Festival Anak Soleh Internalisasi Kesadaran Ekologis Berbasis Komunitas Pada aspek lingkungan, pengabdian ini menghasilkan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Sebelum intervensi, praktik pembuangan sampah cenderung tidak terkelola dan belum berbasis prinsip keberlanjutan. Melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. yang dikaitkan dengan nilai hifzhul biAoah, masyarakat menunjukkan peningkatan kesadaran ekologis, khususnya di kalangan ibu-ibu PKK. Terbentuknya kegiatan gotong royong rutin, pemilahan sampah domestik, serta inisiasi bank sampah tingkat dusun menjadi indikator perubahan tersebut. Pendekatan religius terbukti mempermudah proses internalisasi nilai lingkungan karena kesadaran ekologis dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Temuan ini menguatkan pandangan Arisona . bahwa integrasi nilai keislaman dalam edukasi lingkungan meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap praktik pelestarian lingkungan. Gambar 4. Kegiatan Penyuluhan Sampah Gambar 5. Gotong Royong Membersihkan Lapangan Voli Bersama Warga Desa Desa Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 Gambar 6. Penanaman Toga Tumbuhan Obat Optimalisasi Tata Kelola Administrasi dan Pelayanan Desa Hasil pemetaan kelembagaan menunjukkan adanya keterbatasan akses informasi publik di lingkungan kantor desa. Intervensi mahasiswa melalui penyediaan denah desa, papan struktur organisasi, dan plang layanan publik berkontribusi terhadap meningkatnya transparansi dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Pendampingan administrasi selama masa KKN juga berdampak pada percepatan pelayanan surat-menyurat. Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, penataan sarana informasi fisik merupakan bentuk penguatan komunikasi kelembagaan yang efektif. Temuan ini selaras dengan OECD . dan UNDP . yang menyatakan bahwa kejelasan struktur dan informasi publik merupakan prasyarat bagi terwujudnya pelayanan desa yang akuntabel dan responsif. Peran mahasiswa sebagai mediator aspirasi turut memperkuat relasi antara masyarakat dan perangkat desa, sebagaimana dikemukakan oleh Ansell dan Torfing . Gambar 7. Pembagian Bantuan Beras Kepada Masyarakat di Balai Desa Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 Gambar 8. Kegiatan Bersama Perangkat Desa Gambar 9. Posyandu Dinamika Sosial: Stabilitas Keamanan dan Toleransi Pengabdian ini juga mengungkap adanya ketahanan sosial yang kuat di Desa Titi Payung. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan kasus kriminalitas, terutama di Dusun V, yang menunjukkan efektivitas sinergi antara perangkat dusun dan pemuda dalam menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, interaksi harmonis antara warga Muslim dan Nasrani di lingkungan pendidikan mencerminkan praktik moderasi beragama yang telah mengakar. Fenomena ini menunjukkan bahwa toleransi antarumat beragama tidak selalu dibentuk melalui kebijakan formal, melainkan tumbuh dari interaksi sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan ini konsisten dengan Lestari et . dan Sumi et al. yang menekankan peran modal sosial dalam menjaga stabilitas dan kohesi sosial masyarakat multireligius. Gambar 10. Silahturahmi Dengan Pemuda Desa Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 Gambar 11. Kedatangan BABINSA ke Posko KKN Gambar 12. Foto Bersama Lomba 17 Agustus 2025 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Potensi Diversifikasi Agraria Pada dimensi ekonomi, hasil pengabdian menunjukkan bahwa struktur ekonomi Desa Titi Payung masih didominasi sektor pertanian padi yang bersifat monosektoral. Kondisi ini meningkatkan kerentanan ekonomi masyarakat, terutama saat terjadi gangguan iklim. Melalui sosialisasi literasi ekonomi syariah dan pendampingan manajemen UMKM, masyarakat mulai memahami pentingnya diversifikasi sumber pendapatan. Pemanfaatan Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) diperkenalkan tidak hanya sebagai instrumen filantropi, tetapi juga sebagai modal produktif untuk pemberdayaan ekonomi umat. Temuan ini sejalan dengan Beik dan Arsyianti . serta Tambunan . yang menegaskan bahwa penguatan UMKM dan optimalisasi ZIS berpotensi meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga Gambar 13. UKM Ternak Ikan Lele Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 Gambar 14. UKM Ternak Ayam Gambar 15. Sawah Masyarakat KESIMPULAN Pengabdian berbasis masjid yang mengintegrasikan peningkatan literasi keagamaan dan kesadaran lingkungan di Desa Titi Payung menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif berbasis nilai keislaman mampu menjawab tantangan sosial secara kontekstual dan berkelanjutan. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa penguatan literasi AlQurAoan melalui pendampingan Tahsin tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas bacaan, tetapi juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan sosial dan intelektual masyarakat desa. Pada saat yang sama, internalisasi kesadaran ekologis melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas membuktikan bahwa nilai religius dapat berfungsi sebagai medium efektif dalam mendorong perubahan perilaku lingkungan. Integrasi kedua aspek tersebut menghasilkan dampak sosial yang lebih luas, termasuk penguatan tata kelola desa, stabilitas sosial, dan kohesi antarwarga. Secara konseptual, tulisan ini memperkaya praktik pengabdian kepada masyarakat dengan menunjukkan bahwa masjid dapat bertransformasi menjadi simpul strategis pemberdayaan multidimensional. Kontribusi ini relevan bagi akademisi, praktisi pengabdian, dan pemangku kebijakan sebagai rujukan pengembangan model pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada solusi Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 421-432 teknis, tetapi juga berakar pada nilai, partisipasi, dan kemandirian masyarakat PENGAKUAN Apresiasi dan terima kasih kepada Institut Agama Islam Daar Al-Uluum (IAIDU) Asahan atas dukungan kelembagaan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Angkatan xVII. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Titi Payung, perangkat desa, tokoh agama, pengurus masjid, serta kelompok PKK yang telah memberikan dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada seluruh masyarakat Desa Titi Payung atas keterbukaan dan kontribusi nyata yang memungkinkan terlaksananya program pengabdian ini dengan baik. DAFTAR PUSTAKA