IN ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. p-ISSN: 2963-8569 , e-ISSN:2722-774X ANALISIS PENGARUH IMPOR. JUMLAH UANG BEREDAR. SUKU BUNGA. HARGA KOMODITAS TERHADAP INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2020-2023 Ahmad Roviq1. Muhammad Zidanaim Ashari2. Muhammad Roichan Hanafi3. Ali Dwi Nugroho4. Bintis Tianatud Dimyati5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung aroviq56@gmail. com1, znaim822@gmail. com2 , roichan. hanafi@gmail. nugrohoalidwi@gmail. com4, bintis. diniati@gmail. ABSTRACT Inflation is a condition in which there is a general and continuous increase in the price of goods and services in an economy, resulting in a decrease in people's purchasing power as measured using the Consumer Price Index (CPI) and the Producer Price Index (CPI), which reflect price changes in various sectors. economic conditions, inflation can be influenced by several factors such as imports, money supply, interest rates, and commodity prices by obtaining reference data from official websites such as the Central Statistics Agency (BPS) which focuses on monthly data from 2020 to 2023. The author's research was carried out using secondary data with multiple linear regression analysis Based on the results of the study, it is known that: . the results of statistical tests show that imports partially have a significant effect on the dependent variable of Inflation, this is because the increase in imports tends to reduce inflationary pressure, because imports help balance the domestic inventory of goods. The results of the statistical test show that the money supply partially does not have a significant effect on the inflation variable, meaning that an increase or decrease in the amount of money in circulation in 2020 to 2023 does not necessarily cause inflation, so it can be concluded that there are factors that affect inflation more during that period, such as mobility restrictions due to the pandemic. The results of the statistical test show that interest rates do not have a significant effect on inflation variables This occurs because in the 2020-2023 period, inflation is more influenced by external factors such as the global supply crisis, import inflation, and expansionary fiscal policy as a form of pandemic countermeasures. The results of statistical tests show that the existence of commodity prices has no effect on inflation, meaning that when commodity prices increase, inflation tends to decrease with the possibility of the influence of insignificant commodity prices individually caused by other factors that are more dominant to affect inflation such as a decrease in aggregate demand. Keywords: Imports. Money Supply. Interest Rates. Commodity Prices. Inflation Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. ABSTRAK Inflasi adalah kondisi di mana terjadi kenaikan umum dan terus-menerus pada harga barang dan jasa dalam suatu ekonomi, yang mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat yang diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP), yang mencerminkan perubahan harga dalam berbagai sektor. Dalam kondisi perekonomian inflasi dapat dipengaruhi oleh beberpa faktor seperti adanya impor, jumlah uang beredar, suku bunga, dan harga komoditas dengan memperoleh data acuan dari website resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) yang terfokus pada data bulanan dari 2020 hingga 2023. Penelitian penulis dilakukan menggunakan data sekunder dengan metode analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : . hasil uji statistik menunjukkan bahwa Impor secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Inflasi hal ini diisebabkan peningkatan impor cenderung mengurangi tekanan inflasi, karena impor membantu menyeimbangkan persediaan barang dalam negeri. hasil uji statistik menunjukkan bahwa jumlah uang beredar secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel inflasi artinya peningkatan atau penurunan jumlah uang yang beredar dalam 2020 hingga 2023 tidak serta-merta menyebabkan inflasi sehingga dapat disimpulkan terdapat faktor-faktor yang lebih mempengaruhi inflasi dalam kurun waktu tersebut seperti pembatasan mobilitas akibat . hasil uji statistik menunjukkan secara parsial suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel inflasi hal ini terjadi karena pada periode 2020-2023, inflasi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti krisis pasokan global, inflasi impor, dan kebijakan fiskal ekspansif sebagai bentuk penanggulangan pandemi. hasil uji statistik menunjukkan bahwa keberadaan harga komoditas tidak berpengaruh terhadap inflasi, artinya ketika harga komoditas meningkat inflasi cenderung menurun dengan kemungkinan pengaruh harga komoditas yang tidak signifikan secara individual disebabkan oleh faktor lain yang lebih dominan untuk mempengaruhi inflasi seperti penurunan permintaan agregat. Kata Kunci : Impor. Jumlah Uang Beredar. Suku Bunga. Harga Komoditas. Inflasi PENDAHULUAN Dalam fenomena ekonomi terdapat suatu kondisi yang sangat kompleks dan berdampak luas terhadap perekonomian yang disebut dengan istilah inflasi atau Pengertian inflasi menurut A. Lerner adalah suatu kondisi di mana terjadi kelebihan permintaan agregat pada tingkat harga penuh pekerjaan. Berarti bahwa inflasi terjadi ketika tingkat permintaan dalam ekonomi melampaui kapasitas produksi, sehingga memicu kenaikan harga barang dan jasa. Sedangkan menurut Samuelson & Nordhaus mendefenisikan inflasi sebagai kenaikan harga umum secara terus menerus. Inflasi terjadi ketika ada peningkatan biaya yang terjadi secara luas dalam perekonomian, sehingga menyebabkan harga barang dan jasa terus meningkat. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. Mengenai inflasi terdapat sebuah teori yang disebut dengan Teori Kuantitas Uang (Quantity Theory of Mone. yang menyatakan bahwa inflasi terjadi akibat peningkatan jumlah uang yang beredar yang tidak diimbangi dengan peningkatan Ketika jumlah uang meningkat, permintaan terhadap barang dan jasa cenderung naik, sehingga harga-harga juga mengalami peningkatan. Selain itu, juga terdapat sebuah teori Permintaan Tarikan (Demand-Pull Inflatio. menyebutkan bahwa inflasi juga bisa dipicu oleh meningkatnya permintaan agregat yang melampaui kapasitas produksi. Terdapat juga sebuah teori Biaya Dorong (Cost-Push Inflatio. menunjukkan bahwa inflasi bisa terjadi ketika biaya produksi naik, seperti kenaikan harga komoditas yang menjadi bahan baku utama. Dalam kategori inflasi terdapat beberapa jenis inflasi yang terbentuk berdasarkan tingkatanya. Diantaranya yang pertama terdapat inflasi dalam tingkat ringan yaitu inflasi yang berada pada nilai kurang dari 10%. Yang kedua terdapat inflasi sedang yaitu kisaran antara 10% hingga 30%. Selanjutnya tedapat tingkat inflasi yang ketika yaitu inflati yang berada pada kisaran 30% hingga 100%. Dan yang terahir terdapat tingkat inflasi yang paling parah dan memiliki ancaman yang fatal terhadap perekonomian suatu negara yang disebut dengan hyperinflasi dimana tingkat keparahanya berada pada lebih dari 100%. sehingga hal ini akan menjadi tantangan pemerintah guna menjaga perekonomian negara tetap berada pada tingkat kestabilan. Dalam inflasi terdapat sebuah faktor yang memiliki hubungan yang disebut dengan istilah impor. Adam Smith dalam bukunya "The Wealth of Nations" mengartikan impor sebagai pembelian barang dan jasa dari negara lain. Ia berpendapat bahwa impor dapat meningkatkan kesejahteraan nasional karena memungkinkan negara untuk mengkhususkan diri dalam produksi barang yang lebih efisien dan kemudian menukarnya dengan barang lain dari negara lain. 1 Sedangkan menurut David Ricardo tentang keuntungan komparatif menjelaskan impor menguntungkan kedua negara yang terlibat dalam perdagangan internasional, karena masing-masing negara dapat fokus pada produksi barang yang memiliki keunggulan komparatif. 1 Priyono dan Zainuddin Ismail. Teori Ekonomi, 2017, hal. 2 Priyono dan Zainuddin Ismail, hal. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. Dalam hubungan antara impor terhadap inflasi memiliki dampak yang berbeda tergantung kondisi yang terjadi. Yang artinya adanya impor dapat memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap inflasi. Impor akan berdampak positif . enurunkan inflas. jika berada dalam konteks seperti pada peningkatan persaingan dimana Impor yang lebih banyak dapat meningkatkan persaingan di pasar dalam negeri, memaksa produsen lokal untuk menurunkan harga agar tetap kompetitif. Ini bisa mengurangi tekanan inflasi. Selanjutnya peningkatan pasokan dimana Impor yang lebih banyak berarti lebih banyak barang dan jasa tersedia di pasar, yang bisa mengurangi kelangkaan dan menekan harga. Selain itu pada konteks efisiensi dimana negara bisa fokus pada produksi barang yang lebih efisien dan mengimpor barang yang lebih mahal untuk diproduksi di dalam negeri. Ini bisa mengurangi biaya produksi dan menurunkan harga. Selanjutnya impor akan dapat berdampak negatif . eningkatkan inflas. jika berada dalam konteks seperti depresiasi mata uang dimana depresiasi mata uang membuat barang impor lebih mahal, yang dapat diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Selanjunya pada konteks peningkatan biaya produksi yang memiliki arti Jika bahan baku atau barang modal yang diimpor menjadi lebih mahal, produsen domestik dapat menaikkan harga produk mereka. kemudian peningkatan permintaan dimana Impor yang lebih banyak dapat meningkatkan permintaan agregat, yang bisa mendorong inflasi jika pasokan tidak bisa mengikuti. Selanjutnya inflasi juga memiliki hubungan terhadap tingkat suku bunga. Irving Fisher dalam bukunya AuThe Theory Of InterestAy berpendapat bahwa suku bunga ditentukan oleh keseimbangan orang untuk menabung dan kebutuhan untuk investasi suku bunga menjadi semacam harga untuk memotivasi orang agar mau menabung dan menjadi pertimbangan bagi investor. Sedangkan menurut John Maynard Keynes dalam karyanya AuThe General Theory Of Employment. Interest, and MoneyAy yang sering disebut dengan teori preferesi likuiditas. Ia berpendapat bahwa suku bunga ditentukan oleh bagaimana orang memutuskan untuk antara memegang uang tunai dengan 3 Dengan kata lain, suku bunga merupakan harga yang harus dibayar untuk melepaskan uang tunai itu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi inflasi yaitu suku 3 Priyono dan Zainuddin Ismail, hal. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. bunga acuan Bank Indonesia yang menjadi acuan bagi perbankan untuk meningkatkan tingkat bunga tabungan, deposit maupun kredit. Perubahan yang terjadi pada suku bunga Bank Indonesia mempengaruhi beberapa variabel makroekonomi diantaranya Variabel selanjutnya yang berhubungan dengan inflasi yaitu uang beredar. Menurut Paul A. Samuelson dalam bukunya AuEconomicsAy uang beredar merupakan total uang yang tersedia dalam suatu perekonomian yang melibatkan mata uang kertas dan mata uang koin yang beredar di semua kalangan masyarakat. Menurut Samuelson, uang beredar memainkan peran penting dalam mempengaruhi sebuah aktivitas ekonomi karena hubungannya dengan konsumsi dan investasi. Uang beredar sangat berdampak pada naik turunya inflasi hal ini disebabkan besarnya peredaran jumlah uang yang ada pada masyarakat. Apabila uang yang beredar pada masyarakat tinggi, hal tersebut akan menyebabkan inflasi cenderung tinggi dan dapat melumpuhkan perekonomian sehingga jumlah uang beredar harus senantiasa stabil. Bisa kita ambil contoh pada saat mendekati hari raya idul fitri biasanya jumlah uang beredar sangat tinggi sehingga daya beli masyarakat umumnya meningkat, hal ini memicu masyarakat untuk berbelanja lebih banyak dan meningkatkan konsumsi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Bank Indonesia biasanya menurunkan tingkat suku bunga agar masyarakat tertarik untuk menyimpan sebagian uangnya di bank sehingga jumlah uang beredar menurun. Selanjutnya inflasi memiliki hubungan terhadap harga komoditas. Alfred Marshall dalam bukunya AuPrinciples of EconomicsAy mendefinisikan bahwa harga komoditas ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Marshall juga memperkenalkan kurva penawaran dan permintaan sebagai alat analisis, menunjukkan bahwa harga suatu komoditas akan mencapai keseimbangan ketika jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan. 5 Sedangkan menurut John Keynes pada teorinya ia berpendapat bahwa harga komoditas dapat dipengaruhi oleh 4 Bani Hensami Tanial. Fazhar Sumantri, and Permata Aulia Zahrani. AuPengaruh Jumlah Uang Beredar. Tingkat Suku Bunga Dan Indeks Harga Konsumen Terhadap Inflasi Periode 2017- 2021,Ay Jurnal Bisnis Kompetitif 1, no. : 246Ae52, https://doi. org/10. 35446/bisniskompetif. 5 Priyono dan Zainuddin Ismail. Teori Ekonomi, hal. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. spekulasi dan perilaku pelaku pasar yang memperkirakan perubahan harga di masa Harga komoditas sangat berdampak pada tingkat inflasi. Kenaikan harga komoditas mempengaruhi pengeluaran biaya produksi suatu perusahaan, jika biaya produksi semakin meningkat otomatis perusahaan menaikkan harga jual suatu barang yang berdampak pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap harga komoditas dan pengelolaan kebijakan moneter menjadi peran penting pemerintah untuk menjaga kestablian ekonomi dan mengendalikan inflasi. Dari uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan impor dengan inflasi dalam konteks ekonomi nasional, serta mengetahui peran suku bunga dalam mengendalikan inflasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh JUB terhadap tingkat inflasi di Indonesia, serta mempelajari pengaruh fluktuasi harga komoditas inflasi dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan yang komprehensif tentang faktor-faktor utama yang mempengaruhi inflasi di Indonesia METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif ditarik dari data asli oleh BPS ( Badan Pusat Statistik ) 4 tahun terakhir yaitu pada 2020-2023, dan menggunakan metode Uji T. Variabel yang terdapat dalam penelitian penulis diantaranya adalah variabel inflasi (Y), sedangkan untuk variabel independen (X) terdiri dari variabel impor (X. , variabel jumlah uang beredar (X. , variabel suku bunga (X. , variabel harga komoditas (X. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian penulis adalah dengan menggunakan data runtut waktu tahunan selama 4 tahun. Data tersebut diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun data yang didapat melalui BPS terdiri dari data inflasi, jumlah uang beredar, suku bunga, dan harga komoditas 6 Priyono dan Zainuddin Ismail, hal. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. selama periode 2020 hingga 2023. Sementara itu, data impor diperoleh dari data kemendagri periode tahun 2020-2023. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian, dilakukan menggunakan model regresi linier berganda dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Square. OLS). Uji asumsi klasik pertama adalah uji normalitas yang menunjukkan nilai Asymp. Sig. 115, lebih besar dari 0. 05, sehingga residual berdistribusi normal. Uji multikolinearitas mengindikasikan tidak adanya multikolinearitas di antara variabel independen, dengan semua nilai VIF di bawah 10. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas karena titiktitik pada data P-Plot tidak membentuk pola tertentu, sementara uji autokorelasi menggunakan Durbin Watson (DW) menghasilkan nilai 2. 133,apabila nilai Du < Durbin Watson < 4 Ae Du maka penelitian tersebut terbebas dari autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai statistik sebesar 1,7206 < 2,133 < 2,2794 sehingga dapat dipahami jika penelitian tidak mengalami gejala autokorelasi baik positif maupun negatif. Uji F menunjukkan signifikansi 0. 000, berarti variabel impor, jumlah uang beredar, suku bunga, dan harga komoditas signifikan terhadap inflasi di indonesia Hasil Uji T mengindikasikan bahwa hanya impor yang berpengaruh signifikan . = . , sementara variabel lain tidak berpengaruh. Nilai Adjusted R Square sebesar 0473 menunjukkan bahwa 47,4% variasi inflasi dapat dijelaskan oleh variabel Persamaan regresi yang diperoleh adalah Inflasi = 1. 402 Ae 0. 000 (Jumlah Uang Bereda. (Suku Bung. Ae 0. arga komodita. Interpretasi koefisien menunjukkan bahwa peningkatan satu unit impor diharapkan mengurangi infasi sebesar 0. 004%, sementara pada variabel jumah uang beredar menunjukkan nilai 0. 000 maka dapat disimpulkan bahwa uang beredar berpengaruh sangat kecil terhadap inflasi. Peningkatan suku bunga diharapkan dapat menurunkan inflasi sebesar 0. Terakhir, setiap penurunan harga komoditas diharapkan mengurangi jumlah inflasi sebesar 0. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Uji Asumsi Klasik . Uji Normalitas Tabel 1 Hasil Uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 Uji yang digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak dalam statistik parametrik disebut uji normalitas. Pendekatan KolmogorovSmirnov digunakan untuk menentukan bahwa data berdistribusi normal. Ketentuan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov (KS-Z) menyatakan bahwa jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal. Namun jika nilai signifikansinya kurang dari 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi normal. Dalam data uji Kolmogorov Smirnov diatas signifikannya menunjukkan > 0. 115 > 0. , jadi dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa data dalam uji Kolmogorov Ae Smirnov tersebut dikatakan . Uji Multikolenieritas Dapat dikatakan tidak terjadi multikolinieritas apabila VIF < 10, dan Tolerance Value > 0. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. Tabel 2 Hasil Uji Multikolinieritas Model Unstandardized Coefficients (Constan. SQRT_X1 Std. Error SQRT_X2 SQRT_X3 SQRT_X4 Standardized Coefficients Sig. Beta Collinearity Statistics Toler VIF Dependent Variable: Inflasi Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 Berdasarkan tabel data diatas dapat dikatakan lolos uji multikolinieritas karena Impor, jumlah uang beredar,suku bunga dan harga komoditas memiliki nilai VIF dibawah 10 yang berarti semua variable tidak ada masalah multikoloniaritas. Uji Heteroskedastisitas . Jika terdapat pola tertentu seperti titik Ae titik yang ada membentuk pola tertentu . ergelombang, mengindikasikan bahwa terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak tedapat pola yang jelas, maupun titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, karena titk-titik pada data P-Plot diatas tidak membentuk ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. pola tertentu dan titik-titik pada data P-Plot diatas menyebar secara acak diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Uji Autokorelasi Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi Model Std. Error of Durbin-Watson the Estimate Predictors: (Constan. SQRT_X4. SQRT_X3. SQRT_X1. SQRT_X2 Dependent Variable: Y1 R Square Adjusted R Square Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 Untuk memahami ada atau tidaknya keterkaitan dalam bentuk regresi linier antara spurious error periode t dan spurious error periode t-1 atau periode berikutnya, dilakukan uji autokorelasi. Dimana autokorelasi sendiri merupakan korelasi yang terjadi antar elemen observasi yang disusun secara berurutan dan biasanya terjadi pada data time series atau data runtun waktu. Mengenai aturan uji Durbin Watson (DW), apabila nilai Du < Durbin Watson < 4 Ae Du maka penelitian tersebut terbebas dari Hasil penelitian menunjukkan nilai statistik sebesar 1,7206 < 2,133 < 2,2794 sehingga dapat dipahami jika penelitian tidak mengalami gejala autokorelasi baik positif maupun negatif. Uji Hipotesis . UJI T Tabel 4 Hasil Uji T Model (Constan. SQRT_X1 SQRT_X2 SQRT_X3 SQRT_X4 Dependent Variable: Y1 Unstandardized Coefficients Std. Error Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Standardized Coefficients Beta Sig. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. Uji T dilakukan untuk mengetahui keterpengaruhan satu persatu variabel independent terhadap variable dependent. Syarat lolos dari uji T adalah apabila nilai signifikasinya < 0. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa : Impor dinyatakan berpengaruh terhadap inflasi,karena nilai signifikannya sebesar 0,002 < 0,05. Jumlah Uang beredar dinyatakan tidak berpengaruh terhadap inflasi, karena nilai signifikannya sebesar 0,98 > 0,05. Suku bunga dinyatakan tidak berpengaruh terhadap inflasi, karena nilai signifikannya sebesar 0,234 > 0,05. harga komoditas dinyatakan tidak berpengaruh terhadap inflasi, karena nilai signifikannya sebesar 0,168 > 0,05 . Uji F Untuk mengetahui pengaruh variable independent berpengaruh terhadap variabel dependent secara bersamaan . dilakukan uji F. Sepanjang nilai kebenaran < 0,05 maka variable bebas berpengaruh pada variable dependent secara Tabel 5 Hasil Uji F Model Regression Sum of Squares Mean Square Residual Total Sig. Dependent Variable: Y1 Predictors: (Constan. SQRT_X4. SQRT_X3. SQRT_X1. SQRT_X2 Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 pengolahan data diatas dapat disimpulkan bahwa Impor, jumlah uang beredar, suku bunga, harga komoditas secara bersama-sama berpengaruh pada inflasi karena nilai signifikasinya < dari 0,05. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. Uji Koefisiensi Determinasi Koefisien Determinasi (R Squar. digunakan untuk menunjukkan kemampuan kesamaan regresi berganda dalam menunjukkan tingkat penjelasan model terhadap variabel terikat. Tabel 6 Hasil Uji Koefisien Detrminasi Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate Predictors: (Constan. SQRT_X4. SQRT_X3. SQRT_X1. SQRT_X2 Dependent Variable: Y1 DurbinWatson Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 Berdasarkan hasil pengolahan data diatas nilai (Adjusted R Squar. diperoleh sebesar 0,474, sehingga dapat disimpulkan jika variabel independent dalam data pada tabel diatas mempunyai data kapasitas menjelaskan sebesar 0. 4%) terhadap variable dependent. Nilai tersebut lebih mendekati 0 dibanding 1. Maka artinya kemampuan menjelaskannya adalah kurang baik. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 7 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. SQRT_X1 SQRT_X2 SQRT_X3 SQRT_X4 Dependent Variable: Y1 Standardize Coefficients Beta Sig. Sumber : Olah data SPSS. Tahun 2024 Dari data tersebut dapat diketahui nilai koefisien regresinya adalah Constant 402 Impor = -0. Jumlah Uang beredar = 0. Suku bunga = 0. Harga komoditas = -0. 125 Jadi hasil persamaan regresi yang diperoleh adalah 1. 402 Ae 004X1 0. 000X2 0. 425X3-0. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. Nilai konstanta yang diperoleh adalah sebesar 1. 402 maka dapat diartikan jika variable independent bernilai 0 . maka variable dependen bernilai 1. Nilai koefisien regresi impor bernilai negative sebesar -0. 004, maka dapat diartikan bahwa jika variable impor meningkat maka variable inflasi akan menurun, begitu pula sebaliknya. Nilai koefisien regresi Jumlah Uang beredar bernilai positif sebesar 0. 000, maka berpengaruh/berpengaruh Uang berpengaruh/berpengaruh sangat kecil. Nilai koefisien regresi Suku bunga bernilai positif sebesar 0. 425, maka bisa diartikan bahwa jika Suku bunga meningkat maka inflasi akan meningkat, begitu pula . Nilai koefisien regresi harga komoditas bernilai negatif sebesar -0. 125, maka bisa diartikan bahwa jika Harga komoditas meningkat maka inflasi akan menurun pula, begitu juga sebaliknya. Pengaruh Impor. Jumlah Uang Beredar. Suku Bunga. Harga Komoditas Terhadap Inflasi Di Indonesia Tahun 2020-2023 Pengaruh Impor Terhadap Inflasi di Indonesia Berdasarkan hasil uji statistik yang kami lakukan menunjukkan bahwa variabel independen Impor secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Inflasi. Disini impor memiliki peran yang cukup penting dalam mengendalikan tingkat Peningkatan impor cenderung mengurangi tekanan inflasi, karena impor membantu menyeimbangkan persediaan barang dalam negeri. Ini menunjukkan bahwa keterbukaan perdagangan dan kebijakan impor yang tepat bisa membantu menjaga stabilitas harga di pasar domestik. Selain itu, memahami peran Impor ini dapat membantu para pembuat kebijakan dalam mengelola inflasi secara efektif, terutama di tengah kebutuhan ekonomi yang bergantung pada barang-barang impor. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Melia Yunita Sari dkk yang menyatakan bahwa impor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. di Indonesia. 7 Hal ini juga sesuai dengan teori penawaran agregat Ketika barang dan jasa impor meningkat, penawaran di pasar domestik bertambah. Hal ini dapat menurunkan harga barang dalam negeri, terutama jika impor mencakup barang-barang konsumsi atau bahan baku yang penting bagi produksi. Dengan bertambahnya penawaran, harga barang dapat ditekan, sehingga menurunkan tekanan inflasi atau bahkan membantu mengendalikan tingkat inflasi. Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi di Indonesia Berdasarkan hasil uji statistik yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa variabel independen uang beredar secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel inflasi. Dari hal tersebut dapat diartikan bahwa adanya peningkatan atau penurunan jumlah uang yang beredar di masyarakat dalam kurun waktu 2020 hingga 2023 di Indonesia tidak serta-merta menyebabkan perubahan yang berarti dalam tingkat inflasi. Atau juga dapat diartikan bahwa terdapat faktor-faktor yang lebih mempengaruhi inflasi dalam kurun waktu tersebut. Adanya hasil yang tidak signifikan tersebut bertolak belakang terhadap teori kuantitas uang yang menyatakan bahwa AuJumlah uang beredar dalam suatu perekonomian berbanding lurus dengan tingkat hargaAy. Artinya, jika jumlah uang beredar meningkat, maka tingkat harga juga akan naik, yang kemudian mendorong inflasi. Namun adanya ketidaksesuaian antara hasil penelitian terhadap teori tersebut dapat memiliki alasan yang logis terkait beberapa faktor sejarah yang terjadi Indonesia. Salah satu faktor tersebut adalah Pandemi COVID-19 dan Penurunan Permintaan dimana selama pandemi, terdapat banyak sektor ekonomi yang mengalami penurunan aktivitas. Pembatasan mobilitas dan penurunan daya beli berdampak pada tingkat konsumsi rumah tangga berkurang drastis. Meskipun jumlah uang yang beredar pada masyarakat bertambah melalui stimulus dan bantuan sosial, permintaan terhadap barang dan jasa tidak meningkat secara signifikan karena terdapat ketidakpastian ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat. Akibatnya, peningkatan jumlah uang beredar tidak banyak memengaruhi inflasi karena permintaan yang rendah. Hal ini dapat terjadi karena, sebagian besar dari stimulus ditujukan untuk kebutuhan dasar 7 Melia Yunita Sari and Maulidiyah Indira Hasmarini. AuPengaruh Nilai Ekspor Dan Impor Migas- Nonmigas Dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi Di Indonesia Periode 1996-2021,Ay Ekonomis: Journal of Economics and Business 7, no. : 140, https://doi. org/10. 33087/ekonomis. ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. atau tabungan, bukan untuk peningkatan konsumsi barang atau jasa yang dapat meningkatkan inflasi. Subsidi energi dan pangan juga membantu menekan harga-harga, sehingga meskipun uang yang beredar meningkat, inflasi tetap terkendali. Pengaruh Suku Bunga Terhadap Inflasi di Indonesia Berdasarkan hasil uji statistik yang kami lakukan menunjukkan bahwa variabel independen suku bunga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Meskipun Suku Bunga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Inflasi, terdapat indikasi bahwa kenaikan suku bunga dapat mendorong inflasi ke arah yang lebih tinggi dalam konteks yang lebih luas. Pada periode 2020-2023, inflasi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti krisis pasokan global, inflasi impor, dan kebijakan fiskal ekspansif yang diterapkan oleh pemerintah untuk menanggulangi dampak pandemi. Oleh karena itu, meskipun suku bunga mengalami penyesuaian, dampaknya terhadap inflasi kurang signifikan dibandingkan kondisi normal. Hal ini menunjukkan bahwa untuk periode tersebut, inflasi lebih dipengaruhi oleh faktor struktural dan ekspektasi daripada sekadar permintaan agregat yang biasanya dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Fitri Amaliyah dan Aryanto . Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel suku bunga tidak memiliki pengaruh atas laju inflasi di indonesia. Tidak adanya pengaruh suku bunga atas laju inflasi disebabkan belum maksimalnya proses transmisi kebijakan moneter dari . ggregate deman. melalui suku bunga. Pengaruh Harga Komoditas Terhadap Inflasi di Indonesia Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa keberadaan harga komoditas tidak berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia, artinya ketika harga komoditas meningkat inflasi cenderung menurun. kemungkinan besar, pengaruh harga komoditas yang tidak signifikan secara individual disebabkan olrh faktor lain yang lebih dominan untuk mempengaruhi inflasi. Dalam sebuah teori yang disebut dengan Teori Biaya Dorong (Cost-Push )yang berpendapat bahwa inflasi akan terjadi ketika biaya produksi mengalami peningkatan yang pada ahirnya menyebabkan produsen menaikkan harga jual mereka untuk menjaga keuntungan atau dengan kata lain Kenaikan harga komoditas merupakan salah ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. satu faktor utama yang dapat mendorong biaya produksi. sehingga dapat diambil kesimpulan bahwasanya hasil penelitian yang dilakukan berbanding terbalik terhadap teori yang ada. Alasan mengapa diantara tahun 2020 hingga 2023 di indonesia mengenai harga komoditas yang tidak berpengaruh terhadap inflasi mungkin dapat terjadi karena beberapa faktor seperti adanya pandemi covid-19 yang mampu mengganggu keseimbangan perekonomian diberbagai negara. dampak adanya pandemi tersebut menyebabkan penurunan permintaan secara global dan penurunan domestik. Adanya kondisi tersebut mengakibatkan Penurunan Aktivitas Industri seperti Penutupan bisnis dan pabrik akibat pandemi menyebabkan yang menjadikan penurunan produksi dan permintaan terhadap bahan baku, sehingga menekan harga selain hal tersebut juga terdapat Pembatasan Mobilitas seperti lockdown di berbagai negara, termasuk Indonesia, menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan Hal ini secara langsung mengurangi permintaan global dan domestik terhadap berbagai barang dan jasa, termasuk komoditas. Dan juga berdampak pada penurunan sektok Pariwisata yang sebelumnya menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia namun mengalami penurunan drastis akibat pembatasan perjalanan Hal ini juga mengurangi permintaan terhadap berbagai komoditas yang terkait dengan industri pariwisata. KESIMPULAN Inflasi adalah kondisi di mana terjadi kenaikan umum dan terus-menerus pada harga barang dan jasa dalam suatu ekonomi, yang mengakibatkan penurunan daya beli Ketika inflasi meningkat, setiap unit mata uang dapat membeli barang dan jasa yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, sehingga menyebabkan dampak signifikan pada ekonomi, termasuk pengurangan standar hidup dan ketidakpastian ekonomi. Inflasi diukur dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP), yang mencerminkan perubahan harga dalam berbagai sektor. Penyebab inflasi dapat bervariasi, termasuk faktor peningkatan impor barang dan jasa, pengaruh suku bunga,dan harga komoditas. Inflasi dapat bersifat moderat, di mana kenaikan harga terkontrol, atau dapat menjadi hiperinflasi, di mana harga melonjak dengan cepat dan tidak terkendali. Kebijakan moneter dan fiskal pemerintah memainkan peran penting dalam mengendalikan inflasi, dengan tujuan menjaga stabilitas ekonomi dan ESTAMA : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 11 Nomor 01 (Maret, 2. Roviq. Ashari. Hanafi. Nugroho. Dimyati / Analisis Pengaruh Impor. Jumlah Uang A. mempertahankan daya beli masyarakat. Dalam hasil penelitian penulis mengenai tingkat inflasi yang ada di Indonesia selama 4 tahun dimulai dari tahun 2020 hingga Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan. Pertama, dalam uji hasil statistik yang dilakukan menunjukkan Impor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia, hal ini berperan dalam menyeimbangkan persediaan barang domestik dan menekan harga. Kebijakan perdagangan yang terbuka dan tepat dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasar domestik, memberikan panduan bagi pembuat kebijakan dalam mengelola inflasi. Kedua, dalam konteks penelitian yang dilakukan penulis, menunjukkan bahwa variabel independen jumlah uang beredar secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel inflasi. Dari hal tersebut dapat diartikan bahwa adanya peningkatan atau penurunan jumlah uang yang beredar di masyarakat dalam kurun waktu 2020 hingga 2023 di Indonesia tidak serta-merta menyebabkan perubahan yang berarti dalam tingkat inflasi. Ketiga, berdasarkan hasil uji statistik yang kami lakukan menunjukkan bahwa variabel independen suku bunga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel inflasi. Meskipun Suku Bunga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Inflasi, terdapat indikasi bahwa kenaikan suku bunga dapat mendorong inflasi ke arah yang lebih tinggi dalam konteks yang lebih luas. Keempat, berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa keberadaan harga komoditas tidak berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia, artinya ketika harga komoditas meningkat inflasi cenderung menurun. Kemungkinan besar, pengaruh harga komoditas yang tidak signifikan secara individual disebabkan olrh faktor lain yang lebih dominan untuk mempengaruhi inflasi. DAFTAR PUSTAKA