JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 STRATEGI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK USIA DINI MENURUT AMSAL 22:6 TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DAN IMPLIKASI BAGI ORANG PERCAYA 1Sanjay M. K Nadeak, 2Eva Sharon Prodi Teologi. Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam Email: sanjay@st3b. id, eva. sharon85@gmail. Abstract Spiritual intelligence is one of the important things possessed by early childhood as the nation's successor who is expected to make a positive contribution to the development of the Indonesian nation in the future. Developing spiritual intelligence needs to start from an early age as a foundation for development at the next stage. The research entitled "The Parental Strategy to Educate Early Childhood according to Proverbs 22:6 towards The Spiritual Intelligence Development and Its Implementation At Batam Mandarin Service (Manho. Indonesian Bethel Church", has a problem formulation of how to develop spiritual intelligence and how the strategy of parents in educating children early age according to Proverbs 22:6. The purpose of this research is to find out how to develop spiritual intelligence of early childhood and how the strategy of parents in educating early childhood according to Proverbs 22:6. This study uses a qualitative method with a literature review and descriptive approach with the process of collecting data through interviews, observations, and documentation of six participants. Based on the results of research and data analysis conducted, it is concluded that the strategy of parents in educating early childhood has an influence on the development of children's spiritual intelligence. In setting a strategy for educating children according to Proverbs 22:6, it takes understanding from parents about the importance of developing spiritual intelligence in early childhood and parental examples in everyday life. Keywords: Educating Strategy. Parent. Early Childhood. Spiritual Intelligence Abstrak Kecerdasan spiritual merupakan salah satu hal penting dimiliki oleh anak usia dini sebagai penerus bangsa yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih positif bagi perkembangan bangsa Indonesia dimasa mendatang. Mengembangkan kecerdasan spiritual ini perlu dimulai sejak anak berusia dini sebagai pondasi bagi perkembangan ditahap selanjutnya. Penelitian dengan judul AuStrategi Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini menurut Amsal 22:6 terhadap Perkembangan Kecerdasan Spiritual dan Penerapannya Pada Gereja Masa Kini, memiliki rumusan masalah bagaimana mengembangkan kecerdasan spiritual dan bagaimana strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini menurut Amsal 22:6. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengembangkan kecerdasan spiritual anak usia dini dan bagaimana strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini menurut Amsal 22:6. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini memiliki pengaruh terhadap perkembangan kecerdasan spiritual anak. Dalam menetapkan strategi mendidik anak menurut Amsal 22:6, dibutuhkan pemahaman dari orang tua tentang pentingnya perkembangan kecerdasan spiritual anak usia dini dan teladan orang tua didalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Strategi Mendidik. Orang Tua. Anak Usia Dini. Kecerdasan Spiritual JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 PENDAHULUAN Setiap mengalami tahap-tahap pertumbuhan didalam hidupnya, termasuk manusia. Tahap pertumbuhan yang dialami oleh manusia ini terjadi dari waktu ke waktu. Paling pertumbuhan didalam kehidupan manusia mulai dari fase dalam kandungan . hingga pada fase lansia . ewasa akhi. Dalam setiap fase-fase pertumbuhan tersebut terdapat faktorfaktor perkembangannya, salah satunya adalah faktor pendidikan (Rifda Arum, n. Dalam hal pendidikan, di Indonesia terdapat jenjang atau tingkat pendidikan yang dimulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga jenjang pendidikan Dalam hal ini. Pemerintah Indonesia mengatur sistem pendidikan yang ada didalam Undang-undang nomor dua puluh tahun dua ribu tiga tentang Sistem Pendidikan Nasional. Didalam Undang-undang tersebut dikatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah: (Lembaran Negara Republik Indonesia 2. Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Dengan adanya aturan yang mengatur tentang pendidikan anak usia dini di Indonesia menunjukkan bahwa anak usia dini merupakan bagian yang penting bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021 terdapat 30,83 juta jiwa anak usia dini di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 13,56% merupakan anak yang berusia kurang dari satu tahun, 57,16% merupakan anak dengan rentang usia satu sampai empat tahun, dan 29,28% meruapakan anak dengan rentang usia 29,28%. (Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat. Profil Anak Usia Dini 2. Berdasarkan provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau menempati urutan kedelapan dengan persentase anak usia dini yang berdomisili P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 di wilayah Kepulauan Riau sebesar 13,06% (Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat. Profil Anak Usia Dini 2. , sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik Kota Batam pada tahun 2020, dari jumlah warga kota Batam sebanyak 450 orang terdapat 124. 917 anak yang berusia nol sampai empat tahun atau sebanyak 13,09% warga kota Batam berusia nol sampai empat tahun dan merupakan kategori kelompok umur Batam. ttps://batamkota. Data tersebut menunjukkan populasi anak usia dini yang cukup besar di kawasan kota Batam. Hal ini tentu akan menarik memperhatikan perkembangan anak usia dini sehingga anak-anak ini dapat bertumbuh dengan layak dan diharapkan dapat memiliki sumbangsih yang positif bagi kota Batam dimasa mendatang. Kategori anak usia dini adalah kategori anak dengan rentang usia nol sampai usia enam tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Pada usia ini, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga usia ini disebut sebagai usia emas . olden ag. (Eliyyil Akbar 2. Usia dini juga dibutuhkan perhatian khusus bagi para orang tua dalam mendidik anak usia dini agar anak memiliki dasar-dasar atau pondasi yang benar dan kuat untuk ketahap perkembangan yang lebih tinggi. Dalam hal mendidik anak usia dini. Pemerintah Indonesia menuangkannya dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini aspek-aspek perkembangan pada anak usia dini, yang meliputi aspek nilai agama dan moril, fisikmotorik, sosialemosional, dan seni (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Keenam aspek perkembangan tersebut akan membentuk kecerdasan pada diri seseorang. Pada umumnya, terdapat tiga jenis JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang memberdayakan kinerja otak, hati, dan jasmani untuk berhubungan dengan orang lain secara fungsional (Jusrin Efendi Pohan 2. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang dalam mengenal, mengelola, dan mengontrol emosi diri sendiri, serta kemampuan untuk berempati dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Menurut Psychreg, kecerdasan seseorang yang paling mendasar, dimana kapasitas seseorang dalam mencari makna, visi, dan nilai hidupnya (Geofanni Nerissa Arviana 2. Spiritualitas pengalaman pribadi bagi setiap orang. Cara kecerdasan spiritual juga berbeda-beda. Kecerdasan kecerdasan yang erat kaitannya dengan kemampuan spiritual yang membantu seseorang untuk hidup lebih baik. Bahkan ada beberapa studi yang memperlihatkan ada hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan kehidupan sosial yang lebih baik. Alkitab juga menuliskan strategi dalam mendidik anak, salah satunya terdapat didalam kitab yang ditulis oleh Raja Salomo dalam kitab Amsal 22:6 yang berbunyi,Ay Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada menyimpang dari pada jalan itu. Ay (LAI Ayat ini menjelaskan adanya hubungan sebab akibat dari proses didikan anak. Mengajarkan nilai-nilai spiritual kepada anak usia dini bukanlah menjadi tanggung jawab tenaga pendidik saja tetapi terdapat peran orang tua Seperti diketahui, bahwa anak merupakan karunia yang Allah berikan dalam kehidupan sebuah keluarga (Mazmur 127:. Oleh sebab itu, sebagai orang tua P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 mendidik dan mengarahkan anaknya agar hidup didalam kebenaran Firman Tuhan dari sejak masih kecil. Apabila anak diajarkan prinsip-prinsip kebenaran dari sejak usia dini, maka kemungkinan besar anak tersebut tidak akan berpaling dari Jalan Tuhan ketika sudah beranjak Berdasarkan masalah di atas, penulis ingin mengkaji lebih lanjut tentang bagaimana strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini spiritual anak yang berkaitan dengan Amsal 22:6. Judul penelitian ini adalah AuStrategi Orang Tua Dalam Mendidik Anak Usia Dini Menurut Amsal 22:6 Terhadap Perkembangan Kecerdasan Spiritual Anak Dan Implikasi Bagi Orang PercayaAy. METODE PENELITIAN Penelitian metode kualitatif dengan pendekatan literatur review dan deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap enam partisipan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Kecerdasan Spiritual (SQ) Anak Usia Dini Pengertian Kecerdasan Spiritual Kecerdasan merupakan hal yang menunjukkan kemampuan seseorang yang menonjol dari orang lain. Menurut para ahli, ada banyak kecerdasan yang diberikan Tuhan kepada manusia, namun secara garis besar, paling tidak ada tiga macam jenis kecerdasan, yaitu IQ. EQ, dan SQ. Pertama, kecerdasan intelektual Intelligence Quotient (IQ). Kecerdasan ini merupakan kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari sesuatu dengan menggunakan alat-alat Kecerdasan ini bisa diukur dari sisi kekuatan verbal dan logika seseorang. Secara teknis, kecerdasan intelektual ini digagas dan ditemukan pertama kalinya oleh Alfred Binet (Akhmad Muhaimin Azzet 2. Kecerdasan kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ). kecerdasan ini setidaknya JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 terdiri dari lima komponen pokok, yaitu motivasi, empati, dan mengatur sebuah hubungan sosial. Kecerdasan ini pertama kali digagas oleh Daniel Goleman (Akhmad Muhaimin Azzet 2. Kecerdasan yang ketiga adalah Spiritual Quotient (SQ). Kecerdasan ini merupakan kecerdasan jiwa yang membantu manusia untuk menjadi pribadi yang dapat memaknai hidup ini secara utuh. Secara teknis, kecerdasan ini pertama kalinya digagas oleh danah Zohar dan Ian Marshall (Danah Zohar dan Ian Marshal Danah Zohar, dalam bukunya yang berjudul SQ: Spiritual Intelligence. The Ultimate Intelligence, menilai bahwa kecerdasan spiritual merupakan bentuk kecerdasan tertinggi dan merupakan memfungsikan secara efektif kedua bentuk kecerdasan sebelumnya, yaitu kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Kecerdasan spiritual dinilai sebagai kecerdasan yang tertinggi karena erat kaitannya dengan kesadaran seseorang untuk bisa memaknai segala sesuatu dan merupakan jalan untuk bisa merasakan sebuah kebahagiaan (Sukidi 2. Kecerdasan kemampuan seseorang untuk mengambil hikmah dari sebuah kejadian. Atau kemampuan seseorang untuk mengerti kehendak Allah dari sebuah peristiwa yang Kemampuan seseorang untuk Kemampuan seseorang untuk belajar hal yang positif atas sebuah peristiwa negatif (Wijanarko 2. Peneliti kemampuan seseorang untuk menemukan jati dirinya yang sesungguhnya dan merespon dengan benar setiap peristiwa yang terjadi didalam hidupnya. Dalam hal ini, gaya hidup atau perilaku orang yang memiliki kecerdasan spiritual dapat dilihat atau dinikmati oleh orang-orang yang berada disekitarnya. Karakteristik Kecerdasan Spiritual Kecerdasan spiritual menyangkut kepedulian terhadap sesama. Karakteristik yang dimiliki seseorang yang memiliki P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 kecerdasan spiritual itu akan jelas tampak dari sikap tenggang rasa dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini disebabkan adanya keyakinan seseorang terhadap Tuhan yang Maha Esa (Jusrin Efendi Pohan 2. Menurut peneliti, seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual akan memiliki respon yang benar atas setiap peristiwa atau kejadian yang dialami olehnya. Hal ini tidak luput dari bagaimana seseorang memiliki pengalaman pribadi dengan Sang Penciptanya. Oleh sebab itu, berikut ini ada lima karakteristik dari kecerdasan spiritual (Jalaluddin Rakhmat 2007. Kemampuan untuk mentransendensikan yang fisik dan material . he capacity to transcend the physical and materia. Kemampuan untuk mengalami tingkat kesadaran yang memuncak . he ability to Kemampuan pengalaman sehari-hari . he ability to sanctify everyday experienc. Kemampuan sumber-sumber menyelesaikan masalah . he ability to utilize spiritual resources to solve Kemampuan untuk berbuat baik . he capacity to be virtuou. Kelima karakteristik di atas dapat dimiliki oleh orang yang memiliki kecerdasan spiritual dengan kepribadian sebagai Integritas Integritas merupakan suatu sifat kepribadian seseorang dimana apa yang dikatakan sejalan dengan perbuatannya. Orang berkomitmen untuk melakukan apa yang dikatakan, apa yang dijanjikan. Orang yang memiliki integritas, melakukan apa yang dia ajarkan dan mengajarkan apa yang dia lakukan (Wijanarko 2. Sebagai orang tua, keberhasilan terbesar dalam mendidik anak bukan hanya membawa anak untuk memperoleh integritas didalam kehidupannya. Karakter Kecerdasan spiritual seseorang dapat dilihat dari karakter yang melekat JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 didalam diri seseorang, seperti: Jujur, dapat dipercaya, tabah, baik hati atau murah hati, ceria, dan optimis (Jarot Wijanarko dan Ester Setiawati, n. Perkembangan terbantuk dari beberapa faktor, salah satu faktor penentu perkembangan karakter anak adalah orang tua (John Yates dan Susa Alexander Yates 2. Dalam hal ini, orang tua mempunyai peranan penting dalam membantu anak untuk menjadi pribadi yang memiliki karakter seperti karakter Kristus. Nilai Hidup Nilai hidup ini diperoleh dan bertumbuh sepanjang jalan hidup ini. Bagaimana seseorang merespon dan pengalamannya bersama dengan Tuhan akan menentukan nilai hidup didalam Nilai hidup berkaitan dengan cara pandang terhadap sesuatu hal yang terjadi didalam hidup ini. Nilai hidup dipengaruhi oleh budaya keluarga, budaya masyarakat dan terlebih lagi adalah nilai-nilai hidup dari agama yang diyakininya dan kedalaman keyakinannya (Jarot Wijanarko dan Ester Setiawati, n. Orang yang cerdas secara spiritual, tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. kehidupan secara spiritual. Ia mengacu pada warisan spiritual seperti kitab suci atau wejangan orang-orang suci untuk memberikan penafsiran pada situasi yang dihadapinya, untuk melakukan definisi situasi (Jalaluddin Rakhmat 2007. Dari penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa ada kaitannya antara kecerdasan spiritual dengan hubungan pribadi dengan Tuhan, dimana orang yang mengenal Tuhan dan mengalami pengalaman pribadi dengan Tuhan akan memiliki kecerdasan spiritual yang baik. Tahap-Tahap Perkembangan Kecerdasan Spiritual Manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu tubuh, jiwa, dan roh, dimana ketiga bagian ini harus diperlihara disepanjang hidup ini. Kecerdasan spiritual berkaitan dengan roh yang ada didalam diri Roh Allah yang menguduskan roh manusia akan memampukan manusia untuk mengalami pengalaman dengan P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Tuhan dan menjalani hidup ini dengan karakter-karakter Kristus (Padriadi Wiharjokusumo 2. Dengan kata lain bahwa seseorang bisa mempunyai kecerdasan spiritual yang tinggi apabila hidupnya telah diubahkan oleh Roh Allah dan memiliki hati untuk terus berjalan bersama dengan Roh Allah yang mengajarkan tentang segala sesuatu (Yohanes 14:. Kecerdasan spiritual merupakan pondasi yang sangat penting bagi anak, karena memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupannya dimasa depan. Dalam mengembangkan kecerdasan spiritual terdapat tahap-tahap sebagai berikut (Triantoro Safaria 2. Tahap masa kanak-kanak 0-3 tahun (Primal Faith: kepercayaan eksistensial yang tidak terdiferensias. Tahap ini merupakan tahap perkembangan dasar anak berdasarkan kualitas hubungan anak dengan lingkungan sekitarnya yang akan Tahap pertengahan balita 3-7 (Intuitive-Projective Faith: kepercayaan Intuitif-Proyekti. Pada tahap ini, daya imajinasi anak sudah mulai berkembang dan memiliki persepektif yang egosentris. Namun pada tahap ini, anak sudah bisa mengenal konsep dimensi spiritual, dimana anak sudah bisa mengenal keberadaan Tuhan didalam hidup ini. Tahap pertengahan masa kanak 7-12 tahun (Mistic-Literal Faith: Kepercayaan Mistis-Harfia. Pada tahap ini anak sudah egosentrisnya dan mampu membedakan perspektif dirinya dengan orang lain. Pada tahap ini, bentuk-bentuk pemahaman akan kecerdasan spiritual diperoleh dan semakin berkembang dengan mapan apabila anak mendapat masukan yang positif dari lingkungannya. Tahap remaja 12-20 tahun (SyntheticConvetional Faith: Kepercayaan SintetisKonvensiona. Pada tahap ini remaja mulai tertarik dengan ideologi dan agama yang digunakan untuk menemukan identitas dirinya. Tahap remaja akhir sampai dewasa awal 20-35 tahun (Individuative-Reflektive JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 Faith: Kepercayaan Individuatif-Reflekti. Tahap ini seseorang sudah bisa merefleksikan dirinya dan menunjukkan nilai spiritiual yang diyakininya. Tahap dewasa 35-44 tahun (Conjunctive Faith: Kepercayaan EksistensialKonjungti. Pada tahap ini terjadi keterbukaan dan perhatian baru terhadap polaritas didalam hidupnya serta adanya kesadaran untuk melayani orang lain. Tahap dewasa akhir 45-meninggal (Universalizing Faith: Kepercayaan yang mengacu pada Universalita. Pada tahap ini merupakan tahap kecerdasan spiritual dimana seseorang berhasil melepaskan sifat egosentrisnya dan hanya memusatkan diri kepada Tuhan Sang Pencipta. Tahap-tahap yang telah dipapar diatas merupakan teori yang dikembangkan oleh Fowler dimana kesuksesan anak dalam mencapai tahap dipengaruhi oleh kesuksesan pada tahap sebelumnya (Triantoro Safaria 2. Dalam hal ini anak memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang tua agar perkembangan kecerdasan spiritual anak dapat berkembang dengan maksimal. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 harus berdasar pada Alkitab. Sikap hidup yang benar sebagai orang Kristen harus dibangun diatas dasar kebenaran Alkitab, baik itu pikiran, perilaku, dan tutur kata (Marthen Mau 2. Ketika seseorang mempunyai kecerdasan spiritual yang Alkitabiah maka kerangka berpikir dan perilakunya pasti akan mencerminkan kemuliaan Allah dalam seluruh aspek kehidupannya dan dalam kesadarannya ia sesamanya sebagai gambar Allah. Hal ini tentunya bermuara pada tujuan Allah menciptakan manusia sejak semula, yaitu Ilahi segambar dan serupa dengan Allah sang Didalam Perjanjian Lama beberapa tokoh yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, seperti (Deslana R. Hapsarini dan Wahyu Suprihari 2. Bezaleen bin Uri bin Hur (Keluaran 31:1-. yang mampu dalam membuat kemah pertemuan sesuai dengan rancangan Tuhan. Daniel. Hananya. Misael, dan Azarya (Daniel . yang didapati memiliki kecerdasan sepuluh kali dari pada semua orang berilmu. Salomo . Raja 10:. , seorang raja yang terkenal diseluruh dunia karena hikmat yang ada padanya dalam Kecerdasan spiritual berbicara tentang bagaimana seseorang untuk tetap berjalan dan terus maju dan menjalani hidup ini dari perspektif rohani, bukan hanya dari perspektif jasmani dan emosional (Alan E. Nelson 2. Dalam Kitab Perjanjian Baru. Yesus adalah contoh atau teladan bagaimana manusia menjadi pelaku firman Allah, sehingga Ia memancarkan kemuliaan Allah. Alkitab jelas menulis AuAdan karena kesalehanNya. Ia telah didengarkan oleh Allah Bapa. Dan sekalipun Ia adalah Anak. Ia telah belajar taat dari apa yang dideritaNyaAy (Ibrani 5:7-. Disini sangat jelas bahwa Yesus memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Dia hidup bukan bagi hidup-Nya sepenuhnya dijalani untuk melakukan kehendak Bapa. Hal ini juga dipertegas Yesus dengan mengatakan Aumakanan-Ku Pandangan Alkitab terhadap Perkembangan Kecerdasan Spiritual Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam perkembangan kecerdasan spiritual, terlebih dalam kaitannya terhadap iman atau nilai kecerdasan spiritual yang Alkitabiah. Kecerdasan spiritual dari sudut pandang Alkitab adalah keberadaan seseorang yang tahu bagaimana ia harus berelasi dengan Tuhan, sesama, dirinya sendiri dan ciptaan lain dan hidup berdasarkan apa yang ia tahu tersebut. Kemampuan seseorang dalam merespon Firman Allah memungkinkan terjadinya transformasi pada diri seseorang untuk menjadi serupa dengan Kristus. Pengalaman Rasul Paulus dalam Galatia 2:20 yang telah mengalami Tuhan Allah bersaksi dalam tindakan dan kata-kata (Santy Sahartian 2. Dalam Kekristenan, kecerdasan spiritual JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 ialah melakukan kehendak Dia yang Aku pekerjaan-NyaAy (Yohanes 4:. Yesus adalah prototipe atau model dari manusia yang dikembalikan kerancangan Allah Kehadiran Yesus mengubah manusia yang telah diwarnai dunia untuk menjadi manusia sesuai rancangan Manusia telah melukis dirinya sendiri dan tidak segambar dengan Allah, maka Allah yang harus memberi warna supaya manusia dapat memiliki model seperti model yang Allah kehendaki. Oleh Yesus mengubah manusia. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 bercerita dan hidup berdasarkan cerita Dengan menceritakan kisah-kisah yang ada didalam kitab suci atau tokoh-tokoh spiritual, orang tua dapat memberikan makna atau nilai-nilai positif kepada anak, sehingga diharapkan anak dapat mengerti dan meneladani nilai positif dari kisah yang didengarnya. Berdiskusi tentang berbagai persoalan dengan perspektif rohani. Maksudnya persoalan dari perspektif rohani yang merujuk kepada rencana Allah atas kehidupan manusia Melibatkan anak dalam kegiatankegiatan ritual keagamaan. Dengan melibatkan anak dalam kegiatan keagamaan, akan membuat anak untuk menemukan pengalaman pribadi dengan Sang Pencipta. Membacakan puisi-puisi atau lagu-lagu yang bersifat spiritual dan inspirasional. Kecerdasan spiritual ini perlu dilatih dan salah satu latihannya adalah dengan mendengarkan atau menyanyikan lagulagu rohani. Membawa anak untuk menikmati keindahan alam. Dengan membawa anak untuk menikmati keindahan alam yang alami, maka anak bisa merasakan dan menikmati indahnya karya ciptaan Tuhan di bumi ini. Membawa anak ke tempat orang-orang yang menderita Salah satu cara untuk memunculkan rasa iba dari diri anak dan melatih anak untuk melakukan kegiatan sosial adalah dengan membawa anak ke tempat-tempat orang yang menderita, seperti panti asuhan, panti jompo, dan lain sebagainya. Mengikut kegiatan social. Melibatkan anak dalam kegiatan sosial akan membuat anak untuk menjadi pribadi yang peduli dengan sesama dan menjadi anak yang baik. Menurut peneliti hal terpenting dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak pada masa usia dini adalah teladan yang diberikan oleh orang tua kepada Hal ini sejalan dengan strategi nomor satu yang telah disebutkan di atas. Strategi Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Usia Dini Kecerdasan spiritual bukan hanya mencakup hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal Tuhan (Winarno Darmoyuwono 2. Untuk itu kecerdasan spiritual perlu ditanamkan sejak dini kepada anak. Adapun strategi yang dapat digunakan orang tua dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak adalah sebagai berikut (Jalaluddin Rakhmat 2007. Orang tua Menjadi AuGembala spiritualAy yang baik Untuk menjadi gembala spiritual yang baik anak, maka orang tua juga harus sudah memiliki spiritual yang baik terlebih dahulu. Hal ini tercermin dengan bagaimana orang tua dapat merasakan kehadiran dan peranan Tuhan didalam hidupnya. Membantu anak untuk merumuskan AumisiAy hidupnya. Dalam hal ini, orang tua menjelaskan kepada anak bahwa di dalam hidup ini ada berbagai tingkat tujuan hidup, mulai dari yang jangka pendek hingga jangka panjang sampai akhir hidup kita. Membaca kitab suci bersama-sama serta menjelaskan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap agama mempunyai kitab suci, memperbincangkan kitab suci kepada anak-anaknya. Menceritakan kisah-kisah agung dari tokoh-tokoh spiritual. Manusia adalah makhluk yang suka JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 dimana orang tua menjadi gembala spiritual bagi anaknya. Untuk menerapkan strategi ini, menjadi gembala berarti orang tua menuntun dan mengajar anaknya untuk mengenal Tuhan dan memiliki iman yang benar. Oleh karena itu, sebagai orang tua mesti mengenal Tuhan terlebih dahulu sehingga nilai-nilai kerohanian yang diterapkan oleh orang tua didalam kehidupannya bisa diajarkan kepada Dalam hal mendidik anak, orang tua bisa melibatkan anak dalam kegiatan kerohanian yang diadakan dirumah . oa bersam. dan mengajarkan anak untuk mempunyai rasa simpati dan empati terhadap sesama, sehingga anak dapat memaknai hidup ini dengan pemahaman yang benar. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 dasar-dasar berupa perilaku, etika, sopan santun, pembentukan karakter, dan berakhlak baik sebagai fitrah manusia yang hakiki. Fungsi Selektif Fungsi menyaring pengalaman anak dan tingkat sosial dalam lingkungan belajar. Artinya, pengawasan terhadap diri anak berbagai informasi yang diterima anak, mengingat anak yang berusia nol sampai lima tahun pengalaman yang mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Oleh sebab itu, keluargalah yang berkewajiban memberikan informasi dan pengalaman yang bermakna terutama pengalamanpengalaman belajar yang secara langsung maupun tidak langsung. Fungsi Pedagogik Fungsi pedagogik adalah mewariskan nilai-nilai norma-norma aspek-aspek kepribadian anak. Hasil didikan keluarga akan tercermin dalam sikap, perilaku dan kepribadian . anak dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat maupun sekolah. Pada umumnya, masih banyak orang tua mengakibatkan anak kurang mampu mengembangkan jati diri tanpa bimbingan orang tua. Orang tua menjadi apatis dalam mendidik anak disebabkan oleh fungsi keluarga itu tidak diterapkan dalam kehidupan nyata. Usia dini merupakan usia yang paling tepat untuk membentuk karakter seseorang. Jika pada masa ini karakter setiap anak dapat terbentuk, maka kelak di masa dewasa dia akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Semakin baik kualitas pendidikan usia dini, semakin kukuh bangunan pondasi kecerdasan anak bangsa. Sebaliknya, semakin lemah kualitas pendidikan pada jenjang ini, maka semakin lemah pula kemungkinan karakter anak bangsa di masa depan (John Dewey Adica, n. Tugas dan Tanggung Jawab Orang Tua Tugas utama orang tua tidak hanya sekedar memberikan fasilitas dan sarana Strategi Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Pengertian Orang Tua Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan orang tua adalah ayah ibu kandung atau . rang tu. orang yang dianggap tua . erdik pandai, ahli, dan sebagainy. orang-orang yang dihormati . di kampung. emdikbud, n. Dari pengertian di atas, dimaksud dengan orang tua adalah pribadi yang dihormati serta dianggap memiliki kebijaksanaan dan wibawa baik itu didalam lingkungan keluarga . yah, ibu, orang tua asuh, orang tua angka. okoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agam. Keluarga merupakan tempat dimana anak berkembang sesuai dengan didikan dari orang tua. Dalam hal ini, orang tualah yang menjadi benteng utama yang bertanggung jawab atas keberhasilan anak dimasa yang akan datang. Orang tua membimbing, memberi contoh teladan, dan mewariskan nilai-nilai kehidupan untuk anak. Mollehnhaur menjelaskan ada tiga fungsi keluarga dalam pendidikan anak, yaitu (Jusrin Efendi Pohan 2. Fungsi kuantitatif Fungsi kuantitatif adalah menyediakan pembentukan perilaku dasar. tidak hanya menyediakan kebutuhan dasar fisik anak berupa pakaian, makanan dan minuman, tempat tinggal yang baik, . rang JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 belajar saja, melainkan memberikan gambaran masa depan anak. untuk itu, orang tua memberikan pembimbingan, motivasi, dan fasilitas terhadap anak sesuai potensi yang dimiliki anak. hal ini, tingkat pendidikan orang tua secara tidak langsung sangat mempengaruhi pola pikir anak, karena cara mendidik pasti berbeda dengan orang tua yang berpendidikan rendah. Hal ini sejalan Nilawati menyatakan bahwa pendidikan orang tua akan memberikan pengaruh terhadap pola berpikir dan orientasi pendidikan yang diberikan kepada anaknya. Semakin tinggi pendidikan orang tua, maka semakin luas cara orang tua mendidiknya (Jusrin Efendi Pohan 2. Orang tua sebagai wakil Tuhan dalam rumah tangga bertanggungjawab untuk memanifestasikan kasih Tuhan kepada anak-anaknya melalui kasih sayang serta kelembutan yang penuh kasih dari sikap seorang ibu. Ayah bertanggung jawab untuk menegakkan otoritasnya yang harus ditaati seperti gambaran Tuhan. Bapa yang juga memiliki wewenang yang Maha Agung dan Mulia yang menuntut ketaatan dari anak-anak-Nya (Jarot Wijanarko dan Gideon Apit Sunanto, n. Pada dasarnya orang tua adalah sebagai pendidik yang utama dan pertama dalam kehidupan anak. Hal ini dikarenakan tempat pertama dimana anak memperoleh pendidikan adalah dirumah sendiri. Pembentukan kepribadian, moral, akhlak anak lebih banyak terjadi dirumah dibandingkan dengan tempat formal yang lain seperti sekolah atau lembaga pendidikan yang lain. Maka dari itu orang tua diharapkan memiliki nilai pedagogis untuk perkembangan anak. Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Orang tantangan atau hambatan dalam mendidik anak usia ini, dimana tantangan ini berasal dari faktor internal dan juga faktor Berikut ini faktor-faktor yang menjadi tantangan orang tua dalam mendidik anak usia dini: Ketidakmampuan orang tua Salah satu tantangan yang dihadapi oleh orang tua adalah kurangnya kemampuan orang tua dalam mendidik anak akibat P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 tingkat pendidikan orang tua. Tingkat pendidikan orang tua akan mempengaruhi proses pendidikan yang diberikan kepada anak, dimana semakin tinggi pendidikan orang tua, maka semakin luas cara orang tua memberikan arahan dan bimbingan kepada anaknya (Jusrin Efendi Pohan Menurut peneliti ketidakmampuan orang tua dalam mendidik anak bukan dilihat dari tingkat pendidikan orang tua, tetapi dilihat dari seberapa besar wawasan / pengetahuan yang dimiliki oleh orang tua, karena ada orang tua yang tidak bisa memiliki pendidikan yang tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi berhasil dalam mendidik anaknya. Ketidakmauan orang tua dan kurang kompaknya orang tua dalam mendidik Disisi lain tidak adanya kemauan dari orang tua dalam mendidik anak sejak usia dini dimana orang tua hanya bersikap acuh atau cuek terhadap perkembangan anak dari setiap tahapannya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang tua terhadap pentingnya mendidik anak sejak usia dini, sehingga orang tua cenderung membiarkan anak untuk bermain dan mengabaikan nilai-nilai edukasi didalam lingkungan keluarga. Selain sikap cuek atau acuh tersebut, tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak adalah adanya ketidak kompakan orang tua dalam mendidik anak, dimana adanya suami yang tidak peduli terhadap proses mendidik anak dan menyerahkan sepenuhnya kepada isterinya atau adanya sikap saling menyalahkan diantara sesama orang tua dalam mendidik anak (Jarot Wijanarko dan Gideon Apit Sunanto, n. Perkembangan teknologi Perkembangan teknologi yang begitu cepat terkadang menjadi kendala bagi orang tua dalam mendidik anak. Banyak anaknya yang masih berusia dini, bahkan ada yang sudah memperkenalkannya Ketika anak berusia kurang dari satu tahun (Jarot Wijanarko dan Gideon Apit Sunanto, n. Perubahan teknologi yang sangat cepat dewasa ini tidak bisa membendung sebuah informasi yang bisa diserap oleh anak, seperti adanya budaya JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 kekerasan yang dikonsumsi melalui media P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 perkembangan anak usia dini (Jusrin Efendi Pohan 2. Kategori Tahapan Perkembangan Anak Usia Dini Tahap Bayi 0 - 12 bulan Tahap Kanak-kanak / Balita 1 Ae 3 tahun Tahap Prasekolah 3 Ae 5 tahun Tahap Sekolah Dasar 6 Ae 8 tahun Berbeda dengan fase usia lainnya, anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, diantaranya adalah (Syefriani Darnis 2. Memiliki rasa ingin tahu Anak usia dini sangat ingin tahu yang besar tentang dunia sekitarnya. Anak ingin mengetahui segala sesuatu yang terjadi Pertanyaan mereka dalam bahasa sederhana biasanya diwujudkan dengaan kata apa dan mengapa. Unik Setiap anak yang terlahir ke dunia ini memiliki keunikan tersendiri. Ini meliputi sifat bawaan, minat, latar belakang dan Aktif dan Energik Anak usia dini memiliki kecenderungan untuk selalu bergerak kian kemari. Mereka seperti tidak memiliki sifat lelah seperti orang dewasa. Untuk itulah pendidik dituntut untuk mampu mengakomodir keaktifan dan energi mereka yang berlimpah itu. Egosentris Anak usia dini pada umumnya hanya pandangnya sendiri, bukan sudut pandang menganggap ayah dan ibu hanya milik dia dan bukan milik saudaranya yang lain. Eksplorasi dan jiwa petualang Pada masa ini menjadi masa yang paling peka dan potensial bagi anak untuk memberikan berbagai stimulasi yang tepat agar masa peka ini tidak terlewatkan begitu saja, tetapi di isi dengan hal-hal yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Spontan Inilah sifat asli anak yang dapat kita ketahui ketika mereka berbicara dengan ceplas ceplos tanpa ada sikap rekayasa Imajinatif Anak Usia Dini Pengertian Anak Usia Dini Usia Dini merupakan masa emas . olden berkembang dengan sangat pesat. Sehingga memberikan stimulasi pada masa tersebut merupakan keharusan bagi orang tua untuk dapat mengoptimalkan Batasan tentang anak usia dini yang disampaikan oleh NAECY (National Association for The Education of Young Childre. mengatakan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-8 tahun, yang tercakup dalam program pendidikan di taman penitipan anak, penitipan anak pada keluarga . amily child care hom. , pendidikan pra sekolah baik swasta maupun negeri. Taman kanak-kanak, dan Sekolah Dasar (John Dewey Adica, n. Sedangkan menurut Montesori merupakan periode sensitif atau masa peka pada anak, yaitu suatu periode ketika suatu fungsi tertentu perlu dirangsang dan diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya (John Dewey Adica. Dari pemaparan di atas, menurut peneliti, anak usia dini merupakan periode awal pertumbuhan atau perkembangan anak yang paling penting dan menjadi dasar Bagaimana pola asuh atau didikan yang diterima oleh anak pada usia perkembangan di usia selanjutnya baik itu dari sisi afektif, kognitif, dan psikomotorik anak tersebut, sehingga masa usia dini ini disebut sebagai masa yang krusial atau golden age. Kategori dan Karakteristik Anak Usia Dini Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai tingkat usia anak dapat kita amati. Ada yang baru lahir yang kita sebut dengan bayi, anak batita . awah tiga tahu. , anak balita . awah lima tahu. , anak TK sampai usia sekolah dasar. Semua kategori umur anak tersebut dikelompokkan sebagai fase anak usia dini. Berikut ini ketagori tahapan JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 Anak biasanya suka terhadap hal-hal yang imajinatif dan kaya dengan fantasi. Mereka tidak hanya senang mendengar orang lain bercerita tapi juga senang senang bercerita kepada orang lain. Rentang daya konsentrasi yang pendek Anak usia dini cenderung mempunyai rentang perhatian yang sangat pendek sehingga perhatiannya mudah teralihkan pada kegiatan lain. Hal ini terjadi terutama apabila kegiatan sebelumnya dirasa tidak menarik perhatiannya lagi. Anak sebagai makhluk sosial Anak usia dini mulai suka bergaul dan bermain dengan teman sebayanya. mulai belajar berbagi, mengalah dan antri menunggu giliran saat bermain dengan teman-temannya. Anak juga belajar bersosialisasi dan belajar untuk dapat diterima dilingkungannya. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 dan perubahan lingkungan membuat otaknya selalu berhubungan sentuhan, perasaan, pandangan, pendengaran, dan Hal ini membuat otak akan terus berkembang dan meningkat semakin Orang tua perlu membangkitkan kepekaan anak terhadap lingkungan dan perasaan orang lain agar kemampuan otaknya dapat berkembang seoptimal Dalam hal ini, orang tua hendaknya mampu menciptakan kondisi yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya, dengan cara memberikan permainan sambil belajar yang memunculkan kepekaan Kepekaan yang diberikan kepada anak sejak dini akan mempengaruhi kepekaan anak sampai dewasa. Tahap Egosentris (Egocentric Phas. Tahap ini merupakan tahapan munculnya ego anak yang tinggi . yang merupakan cikal bakal perkembangan jati diri anak. Pada tahap ini, munculnya keegoisan anak yang ditandai dengan sikap-sikap yang paling benar dan menang sendiri. Tumbuhnya ego anak harus dipahami orang tua agar dapat memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi Orang tua harus mampu untuk memahami dan mengerti kepribadian anak yang membangkang, susah disuruh, belajar sesuka hatinya, dan sebagainya. Dalam hal ini, diperlukan sikap orang tua yang kehendak orang tua, tetapi membujuk dengan kasih sayang. Tahap Meniru (Imitating Phas. Pada tahap ini anak meniru apa yang dilihat dan diperagakan orang-orang maupun tidak langsung. Proses peniruan ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia anak. Anak dapat meniru apa yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari yang bersumber dari televisi, gadget, youtube, maupun media lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian serius dari pihak orang tua dalam mengontrol perkembangan anak, karena hal ini dapat membawa dampak negatif bagi anak jika tanpa pengawasan dari pihak orang tua dalam memilih Perkembangan Anak Usia Dini Perkembangan anak usia dini dari satu tahap ke tahap selanjutnya mengalami perbedaan karakteristik yang bisa terlihat dengan jelas dari satu tahap ke tahap perkembangan berikutnya. Dalam hal ini, hendaknya orang tua dapat memberikan perlakuan dan perhatian kepada anaknya sesuai tahap perkembangannya agar berkembang secara optimal. Untuk itu, orang tua harus mengetahui masa perkebangan anak agar Tahapan perkembangan anak dapat dijelaskan sebagai berikut (Syefriani Darnis 2. Tahap Kepekaan (Sensitivity Phas. Tahap ini merupakan tahapan munculnya berbagai potensi kejiwaan anak yang membutuhkan rangsangan tertentu untuk Dalam ilmu neurologi, menyatakan bahwa pertumbuhan sel-sel saraf pada seorang bayi harus difungsikan atau dirangsang untuk dapat digunakan Untuk menumbuhkan sel-sel saraf, dibutuhkan penyerapan yang dilakukan agar tidak mati. Sejak lahir sampai usia berhubungan dengan objek fisik. Pikiran dalam fase ini masih kosong dan bebas menyerap informasi yang masuk tanpa Kepekaan anak terhadap peristiwa JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 perkembangan anak. Pada tahap ini, orang tua diharapkan dapat menjadi panutan atau contoh bagi anak dalam berperilaku agar anak dapat meniru perilaku yang positif. Keterlibatan orang tua harus langsung memberikan wawasan kepada anak tentang etika, adab, dan akhlak melalui ajaran agama. Tahap Berkelompok (Group Phas. Pada tahap ini, anak usia dini lebih cenderung membangun suatu kelompok tanpa struktur dan belum jelas. Tahap ini juga disebut sebagai tahap prasosial Tahap ini merupakan tahap pembelajaran anak dalam pergaulan, dimana anak dapat bersosialisasi dan beradaptasi sesuai dengan perilaku lingkungan sosialnya. Tahap Bereksplorasi (Exploration Phas. Tahap ini, anak akan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya untuk Hal ini bagus dilakukan karena kebutuhan sel saraf anak untuk berkembang ditunjukkan oleh anak melalui aktivitas Gerakan tangan, kaki, mulut, dan Tahap Pembangkangan (Deviance Phas. Pada tahap ini, anak tidak mau menuruti apa yang diperintahkan orang tua dengan menunjukkan sikap atau tindakan menolak atau sikap yang bertolak belakang dengan yang diinginkan orang tua. Pada tahap ini sebaiknya diberikan waktu pendinginan berupa penghentian aktivitas anak dan membiarkan anak sendiri, kemudian mengajak anak bicara dengan meminta penjelasan anak mengapa melakukan tindakan tersebut. Dengan pendinginan ini, anak akan kembali kepada situasi seperti semula untuk mau memenuhi apa yang diperintahkan orang tuanya. Tahap pembangkangan ini termasuk masa sesungguhnya untuk masa perkembangan P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 secara teori saja, tetapi dipraktekan didalam kehidupan sehari-hari. Di dalam Ulangan 6:7-9 mencatat: Auharuslah berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmuAy Ayat ini menjelaskan bagaimana Musa memperingatkan kepada bangsa Israel untuk mengajarkan Firman Tuhan dengan berulang-ulang anak-anak disegala waktu dan tempat. Dalam hal ini, bangsa Israel memberikan contoh dan mewariskan kepada anak-anaknya nilainilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan bangsa Israel berawal dari rumah dimana peran ibu sangat penting. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita (Areyne Christi 2. Salah satu contoh tokoh di dalam Alkitab yang memiliki dampak positif dari pendidikan usia dini adalah Musa. Musa merupakan tokoh besar didalam sejarah bangsa Israel. Perjalanan hidup Musa menjadi seorang pemimpin yang berkenan di hadapan Tuhan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masa kecilnya bersama dengan orangtuanya (Keluaran 1:16. Keluaran 6:19. Ibrani 11:. Musa merupakan salah satu contoh pentingnya didikan yang diterima selama masa usia dini, dimana Musa mendapat pendidikan dari orang tuanya ketika masih berusia dini (Keluaran 2:8-. Tradisi bangsa Mesir pada zaman itu, anak disapih hingga berumur tiga sampai empat Setelah masa menyusui selesai. Musa diserahkan kepada puteri Firaun untuk menjadi anaknya (Yeni Krismawati dan Adventrianis Daeli 2. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh ibu Musa pada waktu kecil membawa dampak yang besar didalam kehidupan Musa ketika Strategi Orang Tua Mendidik Anak menurut Alkitab Di dalam kitab Perjanjian lama dapat dilihat bagaimana kehidupan bangsa Israel yang peduli dengan dunia pendidikan dimana mereka tidak hanya berbicara JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 Musa panggilan Tuhan dan menjadi pemimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Kemudian didalam kitab Mazmur 78:5-6 yang berbunyi: AuTelah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel. nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anakanak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anakanak, yang akan lahir kelak, bangun dan anak-anak merekaAy Ayat ini menjelaskan adanya sebuah perintah untuk terus menerus mendidik anak dalam pengenalan akan Tuhan dan proses didikan ini lakukan dari generasi satu ke generasi berikutnya (Maria Lidya Wenas dan I Putu Ayub Darmawan 2. Di dalam Perjanjian Baru, salah satu tokoh yang terkenal kehidupan salehnya sebagai Timotius. Keberhasilan Timotius pelayanannya dimasa muda merupakan hasil dari proses didikan yang diterimanya sejak masih kecil, bagaimana ibu dan Timotius mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai kekristenan kepadanya. Di dalam 2 Timotius 1:5 mencatat keimanan dari nenek dan ibu Timotius. Hal ini menjelaskan bagaimana iman orang tua mempengaruhi pertumbuhan iman anak (Yeni Krismawati dan Adventrianis Daeli Penelitian ini lebih menekankan tentang strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini menurut kitab Amsal. Berikut ini mendidik anak yang dapat diambil dari Kitab Amsal, sebagai berikut (Paul 2. Mengajarkan didikan Hal-hal yang diajarkan dalam didikan ini adalah mengajarkan perilaku yang baik, menjelaskan tentang perilaku yang buruk, konsekuensikonsekuensi negatif dari ketidakpatuhan terhadap didikan. Mengulangi didikan Langkah ini digunakan dalam hal memberikan peringatan kepada anak apabila orang tua melihat tindakan anak yang perlu diubah agar anak dapat mengerti mana yang benar dan mana P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 yang salah. Menegakkan disiplin atas didikan Menegakkan disiplin kepada anak dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: Teguran tanpa hukuman Anak-anak dapat menangkap dengan baik setiap teguran yang berhubungan dengan perilaku buruk mereka. Teguran dengan hukuman fisik yang tidak kasar Hal ini dapat dilakukan apabila langkahlangkah sebelumnya belum berhasil Namun, orang tua tidak boleh menerapkan disiplin ini Ketika sedang marah, karena bisa berdampak negatif dalam perkembangan anak (Efesus 6:. Orang tua yang bijaksana mengenal anak mereka dengan baik dan mengetahui bentuk hukuman yang terbaik bagi anaknya dan menggunakan pukulan sebagai pilihan terakhir. Dari penjelasan di atas tentang strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini menurut kitab Amsal dapat dilihat adanya tingkatan-tingkatan dalam mendidik anak yang dimulai dari dengan memberikan ajaran hingga dalam hal memberikan teguran atau disiplin terhadap anak. Strategi mendidik anak dalam kitab Amsal ini dapat juga diterapkan bagi anak usia dini, dimana pada pada usia tersebut anak mulai belajar untuk mengenal dunia disekitarnya dan bersosialisasi dengan Dalam hal ini dibutuhkan peran dari para orang tua untuk memberikan bimbingan dan ajaran yang tepat bagi anak-anaknya yang berusia dini dimana pada masa-masa ini anak mengalami tahap-tahap perkembangan, sehingga didikan yang benar dapat diterima oleh anak dengan optimal. Eksegese Amsal 22:6 AuDidiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. Ay (Amsal 22:. Penulis Kitab Amsal Nama Salomo tercatat pada ayat Kitab Amsal menjelaskan bahwa kitab ini ditulis oleh Salomo, dimana dalam 1 Raja-raja 4:32 mencatat bahwa Raja Salomo telah menulis tiga ribu amsal dan seribu Namun Salomo bukanlah JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 penulis tunggal kitab ini, tercatat beberapa nama penulis lain di kitab ini, yaitu Agur (Amsal 30:. dan Lemuel (Amsal 31:. (Robert L. Alden 2. Sedikit informasi yang didapat mengenai penulis kitab Amsal yang bernama Agur dan Lemuel Masa. Ada mengatakan bahwa mereka merupakan anggota dari suku Masa di Arabia Utara, keturunan salah seorang anak Ismael (Kej. 25:14. 1 Taw 1:. (Andrew E. Hill dan John H. Walton 2. Terdapat penulispenulis lain yang disebut secara tidak langsung dalam Ams 22:17 dan Ams 24:23. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 dalam hal tingkah laku yang benar. Sebagai pengajaran, amsal-amsal ini merupakan hikmat yang praktis dan bermanfaat yang berakar dalam berbagai pengalaman hidup yang lazim bagi Sifat menjelaskan nilai abadi Kitab Amsal bagi semua umat manusia tanpa memandang agama (Andrew E. Hill dan John H. Walton 2. Peristiwa-peristiwa aktual dari sejarah Ibrani hampir tidak memainkan peranan dalam Kitab Amsal. Sastra hikmat berada diluar lingkup sejarah dalam pengertian bahwa tujuannya adalah untuk mengajar orang-orang dalam prinsip-prinsip perilaku yang benar. Hikmat yang bersifat pengajaran berpusat pada tiga lembaga, yaitu keluarga atau marga, istana raja, sekolah-sekolah Taurat. Berhasilnya peran serta Israel dalam masyarakat internasional sebagai AuterangAy Allah bagi bangsa-bangsa bergantung pada kepemimpinan yang benar dan Orang-orang bijaksana diserahi tanggung jawab untuk mengajar para pejabat kerajaan mengenai hikmat agar mereka dapat menjadi medan pemimpin yang berhasil guna yang menjadi panutan dalam watak dan perilaku yang saleh. Pelaksanaan hikmat memiliki kegunaan timbal balik bagi raja-raja Ibrani maupun bagi masyarakat Ibrani. Pemerintahan raja menjadi lebih aman dan pasti oleh pengajaran, yang menanamkan rasa hormat pada wibawa orang tua dan raja, penduduk Ibrani ditingkatkan sewaktu raja menjalankan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan (Amsal 20:28. 24:21. 25:2-. (Andrew E. Hill dan John H. Walton 2. Waktu Penulisan Sebagian besar Amsal ini digubah pada abad ke-10 SM, waktu terdini yang mungkin bagi selesainya penyusunan kitab ini adalah masa pemerintahan Hizkia . aitu sekitar 700 SM). Keterlibatan para pegawai Hizkia dalam menyusun AmsalAmsal Salomo (Ams 25:1-29:. dapat diberi tanggal tahun 715-686 SM sementara masa kebangunan rohani yang dipimpin raja yang takut akan Allah ini. Sangat mungkin Amsal-Amsal gubahan Agur. Lemuel, dan "Amsal-Amsal dari orang bijak" lainnya terkumpul juga pada waktu itu. Latar Belakang Kitab Amsal Perjanjian Lama Ibrani secara khusus terbagi atas tiga bagian: Hukum. Kitab Para Nabi, dan Tulisan-Tulisan. Termasuk dalam bagian ketiga ialah kitab-kitab Syair dan Hikmat seperti Ayub. Mazmur. Amsal, dan Pengkhotbah. Demikian pula. Israel kuno mempunyai tiga golongan hamba Tuhan: para imam, para nabi, dan para bijak ("orang berhikmat"). Kelompok orang bijak khususnya dikaruniai hikmat dan nasihat ilahi mengenai masalah-masalah kehidupan yang praktis dan filosofis. Amsal merupakan hikmat para bijak yang terilhamkan (AuSejarah - Pengantar Full Life Amsal,Ay n. Kata Ibrani untuk AuAmsalAy mengandung banyak arti yang luas, termasuk gagasan pembandingan, peraturan tingkah laku. Pada dasarnya kitab Amsal adalah sekumpulan perbandingan atau dasar pengamatan dan pemikiran yang bermaksud untuk mengajar orang-orang Analisa Kesusteraan Tujuan Penulisan Kitab Tujuan kitab ini dinyatakan dengan jelas dalam Amsal 1:2-7: memberi hikmat dan pengertian mengenai perilaku yang bijak, kebenaran, keadilan, dan kejujuran (Amsal 1:2-. sehingga orang yang tidak berpengalaman dapat menjadi orang bijak (Amsal 1:. , kebijaksanaan (Amsal 1:. , dan orang bijak bisa menjadi lebih bijak lagi (Amsal JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 1:5-. org, n. Peneliti berpendapat bahwa tujuan penulisan kitab Amsal ini adalah untuk memberikan pedoman bagi umat Tuhan agar dapat hidup dengan bijak didalam dunia ini. Pendapat ini sejalan dengan Robert Alden AuTujuan kitab Amsal ialah untuk membuat kita menjadi lebih bijaksana dan meningkatkan keseluruhan daya guna hidup kita. Ay (Robert L. Alden 2. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 prinsip-prinsip ini dapat diterapkan kepada semua angkatan dan kebudayaan. Hikmat praktis, ajaran saleh, dan prinsip-prinsip hidup mendasar disajikan dalam bentuk pernyataan singkat dan mengesankan yang mudah dihafalkan dan diingat oleh kaum muda sebagai garis pedoman bagi hidup mereka. Keluarga menduduki tempat penting yang menentukan dalam Amsal, bahkan seperti dalam perjanjian Allah dengan Israel . Kel 20:12,14,17. Ul 6:1-. Dosa-dosa yang melanggar maksud Allah bagi keluarga disingkapan secara khusus dan diberi peringatan. Ciri sastra yang menonjol dalam AmsalAmsal ialah banyak menggunakan bahasa kiasan yang hidup . simile dan metafor. , perbandingan dan perbedaan, ajaran singkat, dan pengulangan. Istri digambarkan pada akhir kitab . Amsal 31:1-. adalah unik dalam sastra kuno karena pandangannya yang tinggi dan mulia tentang seorang wanita bijak. Nasihat Amsal merupakan pendahulu PL bagi banyak nasihat praktis yang terdapat dalam suratsurat PB. Gaya Bahasa Kitab Amsal merupakan kitab dengan jenis sastra puisi dan hikmat (Brian Simmons 2. Amsal 22:6 merupakan bagian dari Amsal 10:1 dengan judul perikop kumpulan amsalamsal Salomo. Amsal 10:1-22:16 terdiri dari kumpulan kalimat hikmat satu atau dua baris yang aslinya tidak berhubungan satu sama lain. Bagian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu (Risnawati Sinulingga 2. AAmsal 10:1-15:33, umumnya terdiri dari kalimat hikmat parallel antitesis AAmsal 16:1-22:16, umumnya berisi campuran hikmat parallel identik, sitesis, dan antitesis. Struktur Kitab Kitab Amsal mempunyai struktur sebagai berikut (Robert L. Alden 2. Pujian bagi hikmat (Amsal 1:1-9:. Kata pendahuluan (Amsal 1:1-. Peringatan agar jangan bersatu dengan pencuri (Amsal 1:8-. Panggilan hikmat (Amsal 1:20-. Pahala hikmat (Amsal 2:1-4:. Peringatan terhadap perzinahan (Amsal 5:1-. Peringatan terhadap kompromi, kemalasan, dan penipuan (Amsal 6:1-. Peringatan lagi terhadap perzinahan (Amsal 6:20-7:. Pujian bagi hikmat (Amsal 8:1-. Dua pilihan: hikmat atau kebodohan (Amsal 9:1-. Amsal-Amsal Salomo (Amsal 10:122:. Amsal-amsal yang kontras (Amsal 10:115:. Amsal-amsal yang sinonim (Amsal 16:122:. Perkataan orang berhikmat (Amsal Ciri Utama Kitab Delapan ciri utama menandai kitab Hikmat, bukannya dikaitkan dengan kepandaian atau pengetahuan yang luas, tetapi dihubungkan langsung dengan "takut akan Tuhan" (Amsal 1:. jadi orang berhikmat adalah mereka yang mengenal Allah dan menaati perintah-perintah-Nya. Takut akan Tuhan ditekankan berulangulang dalam kitab ini (Amsal 1:7,29. Amsal 2:5. Amsal 3:7. Amsal 8:13. Amsal 9:10. Amsal 10:27. Amsal 14:26-27. Amsal 15:16,33. Amsal 16:6. Amsal 19:23. Ams 22:4. Amsal 23:17. Amsal 24:. Sebagian besar nasihat bijaksana dalam Amsal ini adalah dalam bentuk nasihat seorang ayah yang saleh kepada anak atau anak-anaknya. Amsal merupakan kitab yang paling praktis dalam Perjanjian Lama karena menyentuh lingkup prinsip-prinsip dasar yang luas untuk hubungan dan perilaku hidup sehari-hari yang benar, dimana JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 22:17-24:. Tiga puluh perkataan hikmat (Amsal 22:17-24:. Perkataan lanjutan dari orang berhikmat (Amsal 24:23-. Amsal-amsal Salomo yang disalin oleh hamba-hamba Hizkia (Amsal 25:129:. Perkataan Agur (Amsal 30:1-. Perkataan Lemuel (Amsal 31:1-. Wanita yang agung (Amsal 31:10-. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Apabila kita melihat lebih jauh ke dalam Perjanjian Baru. Efesus 6:4 menjelaskan bahwa pada hakekatnya didikan yang diberikan oleh orang tua bertujuan untuk membuat anak tersebut bertumbuh imannya, bukan untuk membuat anak menjadi jengkel atau marah, sehingga dalam hal ini sebagai orang tua dibutuhkan kesabaran dan kasih dalam Yesus orang-orang dikasihi-Nya (Life Application Study Bible Analisa Konteks Analisa Konteks Dekat Amsal 22:6 Amsal 22:1-16 memiliki struktur yang dikemukakan oleh Risnawaty sebagai berikut (Risnawati Sinulingga 2. Kekayaan dan pentingnya didikan hikmat . Orang kaya dibandingkan dengan orang miskin . Pentingnya pengetahuan . Pemalas dan pelacur serta didikan hikmat bagi orang muda . Sikap terhadap orang miskin dan orang kaya . Dari penjabaran struktur di atas. Amsal 22:1-16 ini memiliki pikiran utama untuk memiliki sikap yang benar terhadap kekayaan dan pentingnya didikan serta pengetahuan bagi anak muda. Didalam Amsal ini berisi tentang nasihat-nasihat yang diberikan oleh Salomo kepada generasi muda dalam menjalankan kehidupannya, dimana dalam konteks ini Salomo mengingatkan agar generasi muda memiliki karakter takut akan Tuhan . Selain Salomo menjelaskan alasan pentingnya orang tua mendidik anak muda dengan benar pada ayat kelima belas dimana dikatakan bahwa didikan orang tua mampu membawa orang muda untuk terhindar dari kebodohan yang melekat padanya. Analisa Konteks Jauh Amsal 22:6 Amsal 22 merupakan kelanjutan dari perikop Kumpulan amsal-amsal Salomo yang dimulai dari Amsal 10, dimana didalamnya berisi pandangan Raja Salomo tentang nilai-nilai kehidupan bagaimana seharusnya orang benar menjalani kehidupan yang sesuai dengan Firman Tuhan, termasuk didalamnya pandangan atau hikmat Salomo dalam mendidik anak. Analisa Makna Kata Amsal 22:6 Dalam melakukan analisa makna kata, maka peneliti melihat ayat berdasarkan teks aslinya yaitu Bahasa Ibrani sebagai berikut: Makna kata AuDidikAy dalam Amsal 22:6 Kata AuDidikAy dalam Bahasa Ibrani memakai kata AuA( Ay oAchanak, dieja dengan sebutan khaw-nak') yang memiliki arti dalam Bahasa Inggris Auto train up, dedicateAy yang apabila diterjemahkan Bahasa Indonesia mentahbiskan, menempatinya, didiklah . org, n. Kata AuA Ay oAini merupakan kasus kata Verb Qal Imperactive Masculine Singular. Verb adalah kata kerja, berarti kata AudidiklahAy merupakan kata kerja. Qal Imperactive atau Qal dengan tenses imperactive merupakan bentuk kata kerja Masculine Singular menerangkan bahwa kata kerja ini bentuk katanya maskulin tunggal. Dari penjelasan kasus diatas, maka kata AudidiklahAy menjelaskan makna perintah untuk mendidik anak muda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata AuDidiklahAy berasal dari kata AuDidikAy dengan kata kerja AumendidikAy yang berarti memelihara dan memberi Latihan . jaran, tuntunan, pimina. mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran . id, n. Penggunaan kata akhir AuLahAy Bahasa Indonesia mempunyai dua arti, yaitu: untuk menghaluskan permintaan dan untuk menguatkan perintah . Berdasarkan arti kata di atas. JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 maka AuDidiklahAy ini merupakan suatu perintah untuk mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Kata Au A Ay oAdi Alkitab juga digunakan pada ayat-ayat sebagai berikut . org, n. ) : Ulangan 20:5 Siapakah orang yang telah mendirikan rumah baru, tetapi belum menempatinya? 1 Raja-raja 8:63 Demikianlah raja dan segenap Israel mentahbiskan rumah TUHAN itu. 2 Tawarikh 7:5 Demikianlah raja dan seluruh bangsa mentahbiskan rumah Allah. Dari relevansi kata Au A Ay oAdi atas, kita dapat melihat bahwa mendidik mempunyai korelasi atau bisa diibaratkan seperti orang yang menempati rumah atau mentahbiskan rumah. Dalam hal ini. Kelelufna menjelaskan didalam jurnalnya bahwa proses mendidik anak ini perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh orang tua karena didikan yang benar akan mempengaruhi masa depan anak tersebut (J. Kelelufna 2. Dalam menjalankan proses Pendidikan. Tanyid memberikan pendapat bahwa selain pengetahuan kepada anak, penerapan etika yang baik juga perlu diterapkan didalam proses mendidik untuk menjadi bekal bagi masa depan anak (Maidiantius Tanyid 2. Dalam terjemahan lain menggunakan kata selain AudidiklahAy, menggunakan kata ajarilah dan latihlah. Sedangkan dalam Bahasa Inggris menggunakan kata train, teach, start a child on the right road, and point. Dari penjabaran di atas, peneliti menarik sebuah kesimpulan bahwa dalam bimbingan orang tua untuk mengajar, melatih, dan menunjukkan kepada anak jalan yang benar sesuai firman Tuhan. Selain bimbingan, dibutuhkan juga arahan dari orang tua yang menuntun anak untuk dapat mencari Allah secara pribadi pengalaman rohani yang akan menjadi pondasi dalam kehidupannya. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Dalam Bahasa aslinya, kata Ayorang mudaAy memakai kata A( u AlanAnaoa. yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris a boy, lad, youth, retainer. Kata A( u AlanAnaoa. berasal dari kata A( Anah'-a. yang memiliki definisi arti kata a boy . s activ. , from the age of infancy to adolescence. by implication, a also . y interch. Of se. , a girl . f similar latitude in ag. -- babe, boy, child, damsel . rom the margi. , lad, servant, young . Apabila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi anak, orang muda, muda, bujang, orang-orang muda, budak, orang-orang, seorang muda, anak buahku, anak-anak, anak buahnya, hamba, orang-orangmu, masih kecil betul kanak-kanak, seorang anak, penjaganya, pemuda, anak buah, sangat muda, penjaga-penjaga, seorang kanakkanak. Orang-orang muda, budaknya, seorang yang masih muda, muda belia, pengerja-pengerja, bujangmu, pengerjapengerja lelaki, orang-orang yang muda . org, n. Struktur kata A( u AlanAnaoa. adalah Preposition L Article Noun Masculine Singular. Proposition L Article merupakan kata penghubung atau frasa yang menunjuk kepada kata benda yang Noun merupakan kata Masculine Singular menerangkan bahwa kata benda ini bentuk katanya maskulin tunggal. Bila kita melihat arti kata AuboyAy International Standard Bible Encyclopedia dijelaskan bahwa kata AuA A, naAuarAy ini mengacu kepada anak untuk segala usia dan tanpa memandang jenis kelaminnya. Dijelaskan juga, dalam tradisi orang Yahudi. Pendidikan keagamaan anak dimulai saat berumur empat tahun. Sang anak kemudian mempelajari Kitab Suci pada usia lima tahun. Mishna pada usia sepuluh tahun, dan memenuhi seluruh hukum pada usia tiga belas tahun. Pada usia dua belas tahun, dia diharapkan untuk belajar keterampilan, dan mencapai sesuatu kemandirian pada usia itu, meskipun dia tidak memiliki hak penuh sebagai warga negara sampai dia berusia dua puluh tahun . ible-study, n. Berdasarkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud Auorang mudaAy adalah orang yang masih muda. Makna kata AuOrang mudaAy dalam Amsal JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 A( e cuiar-ks. berasal dari kata Ae oA . eh'-re. yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris sebagai way, road, distance, journey, manner . Apabila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia perjalanan, arah, kelakuan, melalui, jalanmu, tingkah laku, menuju, petunjuk, ke arah, kelakuanmu, tindakan, jurusan, sebelah, bagian, jalan besar, keadaanmu, pergi, hidupku, cara hidup, menjalankan Kutunjukkan . org, n. Kata A( e cuiar-ks. dalam Amsal 22:6 memiliki morfologi sebagai berikut: Noun (Kata Bend. Common. Singular. Genitival Pronoun, 3rd Person. Masculine Singular. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, jalan mempunyai beberapa arti, yaitu: tempat untuk lalu lintas orang . endaraan dan sebagainy. , perlintasan . ari suatu tempat ke tempat lai. , yang dilalui atau dipakai untuk keluar masuk, orbit . entang benda di ruang angkas. , gerak maju atau mundur . entang kendaraa. , putaran jarum, . entang perundingan, rapat, cerita, dan sebagainy. dari awal sampai akhir, ara . kal, syarat, ikhtiar, dan sebagainy. engerjakan, mencapai, mencar. sesuatu, kesempatan . ntuk mengerjakan sesuat. , lantaran. ang menjadi alat atau jalan kelangsungan hidup . entang organisasi, perkumpulan, dan sebagainy. Dari penjelasan diatas, arti kata AujalanAy disini bukan menjelaskan tentang makna jalan yang bisa kita lihat secara kasat mata, tetapi jalan yang dimaksud disini adalah suatu cara hidup yang diajarkan sejak masih muda, dimana apabila anak muda menerapkan cara hidup ini sejak awal, maka hal ini akan berdampak pada masa depannya. Seperti yang dikemukakan oleh Risnawaty, bahwa dalam kehidupan orang muda hanya ada satu jalan yang menuju kebenaran, yaitu jalan hikmat yang dapat membawa orang muda ini kepada kehidupan yang benar, yaitu kehidupan pemuda . id, n. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Tahun Perlindungan Anak, pasal 1 Ayat 1 yang dimaksud dengan Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 . elapan bela. tahun, termasuk anak yang masih dalam Sedangkan menurut definisi WHO, batasan usia anak adalah sejak anak di dalam kandungan sampai usia 19 tahun (Kementerian Kesehatan RI 2. Dari penjelasan pengertian ini, maka yang disebut oleh orang muda atau anak muda adalah mereka yang masih berusia di bawah delapan belas atau sembilan belas Kata A( Anah'-a. di dalam Alkitab digunakan sebanyak 238 kali dalam 221 ayat, berikut ini beberapa kutipan ayat yang menggunakan kata A( Anah'-a. org, n. Kel. AuA. dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis,. Ay Hak. 13:5 Au. sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir ,AAy Hak. 13:7 Au. anak itu akan menjadi seorang nazir Allah. Ay 1 Sam 4:21 Au. Ia menamai anak itu Ikabod AAy Dari penjelasan di atas, maka yang dimaksud dengan Auorang mudaAy disini mencakup anak muda pada umumnya mulai dari anak usia dini hingga golongan pemuda yang membutuhkan bimbingan dari orang yang lebih tua. Sejalan dengan Kelelufna menerangkan gambaran orang muda sebagai orang yang dapat membuat keputusan sendiri tetapi cenderung negatif sehingga dibutuhkan bimbingan dari orang yang lebih tua dalam mengarahkan orang muda untuk mencapai kehidupan yang baik (J. Kelelufna 2. Pendidikan yang dilakukan sejak dini akan membawa anak memiliki pondasi iman yang teguh dan tidak menyimpang dari prinsip keimanannya (Dadan Wahyu 2. Makna kata AuJalan yang PatutAy dalam Amsal 22:6 Dalam Bahasa Ibrani, kata AuJalan yang patutAy menggunakan kata A( e cui oApy aar-ks. Kata tersebut terbagi menjadi dua kata sebagai berikut : JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 yang berkelimpahan baik secara materi ataupun non materi (Risnawati Sinulingga A( oAp. berasal dari kata A( iApe. commandment, edge, according, word, hole, end, appointment, portion, tenor, sentence, misc. Kata ini diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai Mulut, keterangan, sepakat, firman, titahnya, keputusan, membual, membawa pesan, patut, nazar . org, n. Dalam Amsal 22:6, kata A( oAp. merupakan kata benda dengan kategori gramatikalnya berupa Masculine. Singular. Genitival Pronoun. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, arti kata AupatutAy mempunyai beberapa makna, yaitu . id, n. ) : masuk akal. epantasnya, tentu saja. Dari penjelasan di atas, maka yang dimaksud dengan Aujalan yang patutAy adalah suatu cara hidup yang sesuai dengan ajaran Firman Tuhan. Dalam hal ini orang tua memberikan pengajaran atau pendidikan kepada anak mereka untuk berperilaku sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Firman Tuhan sejak dari kecil sehingga didikan tersebut menjadi pondasi bagi karakter anak dimasa depan (Oyen Marpaung 2. Dalam hal ini adanya peran orang tua untuk mencari tahu jalan yang harus ditempuh oleh anak yang sesuai dengan kehendak Tuhan didalam diri anak Oleh sebab itu, orang tua bukan mendidik anak sesuai dengan keinginan orang tua tetapi berdasarkan ajaran Firman Tuhan sehingga anak mengerti jalan yang harus ditempuh sesuai dengan kehendak Allah, karena apa yang dididik atau diajarkan sejak masih muda akan melekat hingga anak tersebut menjadi Ada dikemukakan oleh Robert L. Alden, dimana pandangan ini mengatakan bahwa apabila orang tua mendukung anak untuk P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 melakukan apa yang yang disukai oleh anak, maka ketika anak menjadi dewasa, ia akan memiliki kemahiran dalam hal tersebut (Robert L. Alden 2. Beberapa Yahudi menjelaskan bahwa maksud dari ayat ini adalah orang tua memahami talenta yang ada didalam diri anak dan pastikan anak menuju ke bidang tersebut (Brian Simmons 2. Pandangan-pandangan apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tentu akan berdampak positif bagi perkembangan anak. Dalam hal ini, orang tua harus mengetahui dan memahami apa yang disukai oleh anak atau bakat yang ada di dalam diri anak, kemudian orang tua mengarahkannya itu sesuai dengan ajaran-ajaran kebenaran Firman Tuhan, sehingga anak dapat mengerti dan memahami bahwa sesuatu yang disukainya ini apabila dijalankan dengan cara yang benar akan membawa nilai positif bagi kehidupannya. Makna kata AuMasa tuanyaAy dalam Amsal Kata Aumasa tuanyaAy dalam bahasa asli menggunakan kata A( yon oAyaz-qyn,) yang berasa dari kata A( n AAzaw-kane') dari kata kerja yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi Auto be or become oldAy yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai tua, menjadi tua, atau masa tuanyapun . org, n. Dalam Amsal 22:6, kata A( yon oAyazqyn,) merupakan kata kerja . dengan kategori gramatikalnya berupa Verb Hifil Imperfect Masculine Singular . com, n. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata Aumasa tuanyaAy mempunyai arti waktu dalam hidup seorang individu masyarakat mulai berkembang (KBBI. Didalam Perjanjian Lama, kata An AA . aw-kane') muncul duapuluh enam kali, berikut ini beberapa kutipan ayatnya: Kej. 18:12 AuA sedangkan tuanku sudah Kej. 19:31 AuAAyah kita telah tua,AAy 1 Sam 8:1 AuSetelah Samuel menjadi tuay Amsal 23:22 AuAkalau ia sudah tua. JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 Dari penjelasan di atas, maka maksud dari Aumasa tuanyaAy dalam ayat ini adalah suatu periode waktu hidup seseorang dimana pada masa itu seseorang dianggap sudah memiliki pengetahuan atau pengalaman yang lebih matang atau dewasa. Pendapat ini sejalan dengan yang diutarakan oleh Pailang dalam jurnal yang mengatakan: AuJadi di masa tua berarti sudah lanjut umur, umur yang panjang. Sudah banyak memiliki pengalaman hidup. Ay (Herianto Sande Pailang dan Ivone Bonyadone Palar 2. Keleufna berpendapat bahwa masa tua bukan ditentukan oleh usia seseorang tetapi melainkan menunjukkan suatu keadaan berpengalaman menjadi berpengalaman, dari yang belum dewasa menjadi dewasa (J. Kelelufna 2. P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 suatu keadan yang membelok atau Kata AiA . sebanyak tiga ratus delapan kali didalam dua ratus delapan puluh tiga ayat Alkitab. Berikut ini beberapa cuplikan ayat yang menggunakan kata tersebut: 2 Sam 7:15 AuTetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanyaA Au Mzm 119:29 AuJauhkanlah jalan dustaA Au Mzm 119:102 AuAku tidak menyimpang dari hukum-hukum-MuA Au Rat 3:11 AuIa membelokkan jalan-jalankuAu 2Taw 30:14 AuLalu bangunlah mereka menjauhkan mezbah-mezbahA Ay Douglas Stuart menjelaskan dalam Eksegese Perjanjian Lama bahwa maksud dari Amsal 22:6 ini adalah bahwa apabila pada masih muda seorang anak dibiarkan untuk mementingkan diri sendiri, maka pada masa dewasanyapun anak tersebut akan tetap mementingkan diri sendiri (Douglas Stuart 2. Dari penjelasan di atas, maka Autidak menyimpangAy di ayat ini adalah bahwa apabila anak diajarkan sesuai dengan ajaran yang benar berdasarkan kebenaran Fimran Tuhan, maka anak tersebut akan terus berjalan dijalan tersebut dan tidak akan membelok dari jalan tersebut. Makna kata AuMenyimpangAy dalam Amsal Kata AuMenyimpangAy dalam tulisan aslinya menggunakan kata A( o uiAyA-s. dengan kata dasarnya adalah A( iAsoo. yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi to turn aside . com, n. dan apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjauhkan . org, n. Kata A( o uiAyA-s. mempunyai struktur kata verb qal imperfect 3rd masculine singular. Dalam bahasa Indonesia kata AumenyimpangAy berasal dari kata AusimpangAy yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti sesuatu yang . embelok, melencong, dan sebagainy. dari yang lurus . tempat berbelok atau bercabang dari yang lurus . entang jala. id, n. Dalam tata bahasa Indonesia, apabila kata dasar diberi imbuhan Aume-Au dalam kalimat aktif, maka akan memiliki beberapa arti, seperti melakukan suatu pekerjaan, menuju ke, menyatakan keadaan, menggunakan alat, perasaan, dan menyatakan sebuah peristiwa . com, n. Dari penjelasan di atas, maka kata AumenyimpangAy ini memiliki arti menyatakan Teologi Amsal 22:6 terhadap Strategi Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Amsal 22:6 menyiratkan bahwa orang tua harus mampu melihat kepribadian dan kelebihan khusus yang Allah berikan kepada tiap-tiap anak. Dalam hal ini, orang tua juga dapat meminta bantuan atau saran dari pihak luar, seperti para guru, orang tua lain, dan kakek nenek, untuk bisa melihat dan mengembangkan dengan lebih baik kemampuan individu masing-masing anak (Life Application Study Bible 2. Dalam proses mendidik anak untuk dapat berjalan di jalan yang benar, orang tua harus mampu membedakan beragam jalan untuk setiap anak, karena setiap anak memiliki karakter dan jalan yang berbeda-beda, sehingga memerlukan suatu strategi yang berbeda juga untuk setiap anak. JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 Dari eksegese ayat Amsal 22:6 yang telah dipaparkan di atas, maka strategi orang tua dalam mendidik anak kecerdasan spiritualnya adalah dengan cara mendidik anak menurut jalan hikmat yaitu jalan hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Matthew Henry mengatakan bahwa tugas besar yang dilimpahkan kepada orang tua adalah mengajarkan anak-anak tentang hikmat . sabda, n. Dari Amsal 1 kita dapat mengetahui bahwa hikmat itu berarti gaya hidup dan cara berpikir yang sesuai dengan kebenaran, jalan, dan pola Allah . sabda, n. Jalan hikmat ini akan membawa pengertian tentang kebenaran, kejujuran, dan setiap tindakan yang baik, serta melindungi orang bijak dari kejahatan dan kelepaskan merak dari hal yang jahat. Orang yang berjalan sesuai dengan jalan hikmat ini akan mendapat reputasi dan perkenanan yang baik dalam pandangan Tuhan dan manusia (Amsal 3:. (Andrew Hill dan John H. Walton 2. Dengan kata lain, tugas orang tua adalah mendidik anak untuk hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Pada umunya orang tua ingin membuat semua pilihan untuk anak mereka, tetapi hal ini menyakiti si anak pada akhirnya. Bila orang tua mengajar anak bagaimana mengambil keputusan dengan tepat, maka orang tua tidak perlu memperhatikan setiap langkah yang dia ambil, karena orang tua mengetahui bahwa anak mereka akan tetap berada dijalan yang benar karena mereka pernah membuat pilihan itu sendiri. Untuk itu, bagi para orang tua diharapkan dapat melatih anak-anak untuk memilih jalan yang benar (Life Application Study Bible 2. Dalam membantu anak untuk memilih jalan yang benar, diperlukan juga sikap disiplin dari orang tua, dimana orang tua mulai memberikan arahan terhadap pilihan anak yang mungkin tidak sesuai dengan ajaran Firman Tuhan (Andrew Wommack 2. Pendidikan rohani akan lebih efektif apabila mulai diberikan pada sekitar usia dini. Anak usia lima-enam tahun, sudah pasti bisa mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dihatinya secara pribadi, walaupun P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 penalarannya belum sekuat anak 10-12 tahun, namun ia bisa merasakan dengan hatinya dan mengaku dengan mulutnya (Wijanarko and Sunanto 2. Perihal mendidik anak. Matthew Henry juga menjelaskan agar anak dididik berpengalaman, untuk melindungi mereka dari dosa dan jebakan dosa. Dengan kata lain, anak dididik ketika masih dalam usia belajar . sabda, n. Dalam mendidik, orang tua dapat mengajarkan anak dan memperkenalkan kepada mereka ajaran yang sesuai dengan Firman Tuhan, kemudian latihlah anak untuk dapat mentaati ajaran tersebut, seperti mengajak anak untuk beribadah dan mengajar anak untuk Memberi contoh sikap yang benar dan memberi teladan kepada anak merupakan salah satu strategi mendidik anak yang sangat efektif, sehingga apa yang telah diterima oleh anak sejak usia dini, bisa terus melekat didalam diri anak tersebut ketika kelak menjadi dewasa. Implikasi Bagi Orang Percaya Implikasi Teoritis Dari hasil penelitian Strategi Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Amsal Perkembangan Kecerdasan Spiritual, menunjukkan bahwa orang tua yang menerapkan strategi dalam mendidik anak usia dini sesuai dengan Amsal 22:6, yaitu strategi yang sesuai dengan karakter dan minat anak akan membawa dampak positif bagi perkembangan kecerdasan spiritual anak. Implikasi Manajerial Penelitian ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi pihakpihak yang terkait, antara lain: Bagi Orang tua: Adanya wawasan atau pemahaman kecerdasan spiritual mulai dikembangkan sejak anak masih berusia dini. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi para orang tua dalam mendidik anak usia dini yang sesuai dengan Firman Tuhan dalam mengembangkan kecerdasan spiritual. Bagi Gereja Hasil penelitian ini dapat digunakan bagi JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 bimbingan atau pelatihan bagi jemaat yang memiliki anak usia dini agar para jemaat dapat mempersiapkan anaknya untuk memiliki kecerdasan spiritual sejak masih berusia dini. Implikasi Metodologis Dari hasil penelitian Strategi Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini Amsal Perkembangan Kecerdasan Spiritual, berikut ini pendapat peneliti terhadap strategi mendidik anak: Mendidik anak bukan hanya tugas dan merupakan tanggung jawab kedua orang Dalam hal ini, dibutuhkan komitmen dan kerjasama dari kedua orang tua dalam mendidik anak usia dini. Dalam mendidik anak usia dini pada zaman sekarang dimana pengaruh teknologi menjadi tantangan yang perlu dihadapi para orang tua, maka para orang tua perlu juga mengikuti atau memiliki hal-hal menerapkan strategi yang tepat dalam proses mendidik anak. Hal utama dalam strategi mendidik anak adalah menjadi teladan bagi anak. Hal ini berarti apa yang dikatakan orang tua kepada anak, itu juga yang dilakukan oleh orang tua, sehingga anak dapat melihat model yang benar dari kedua orang P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 tersebut beranjak dewasa. Berikut ini cara mengembangkan kecerdasan spiritual anak usia dini yang dapat diterapkan kepada anak : Melakukan kegiatan kerohanian secara bersama-sama, seperti berdoa sebelum makan, berdoa saat sebelum dan sesudah bangun tidur, berdoa sebelum pergi sekolah, berdoa sebelum melakukan Alkitab Memperkenalkan nilai-nilai kepada anak melalui media audio visual, seperti mendengarkan lagu rohani anakanak dan menyaksikan film rohani anakanak. Membawa anak untuk mengikuti ibadah Sekolah Minggu. Strategi Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini menurut Amsal 22:6 Penulis hanya meneliti tentang strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini yang terkandung di dalam Amsal 22:6 yang berbunyi AuDidiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu. Ay Kata AudidikAy dalam ayat ini mengandung suatu perintah yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mendidik anaknya menurut jalan yang patut baginya. Makna kata Aujalan yang patut baginyaAy adalah jalan yang harus ditempuh oleh anak yang sesuai dengan kehendak Allah didalam diri anak tersebut. Adapun tujuan akhir dari didikan ini adalah anak tetap memiliki keyakinan iman yang teguh didalam Tuhan. Berdasarkan atas pemahaman tersebut, maka strategi dalam mendidik anak menurut Amsal 22:6 yang diterapkan oleh para partisipan adalah orang tua mesti memahami apa yang menjadi bakat atau minat anak yang muncul sejak masa usia dini untuk menentukan strategi mendidik yang sesuai dengan anaknya. Strategi yang disesuaikan dengan karakter si anak. Dalam menerapkan strategi dibutuhkan kreatifitas orang tua dan kerjasama diantara orang tua dalam mendidik Strategi yang paling efektif dalam mendidik anak usia dini adalah orang tua menjadi AugembalaAy yang baik bagi anak dengan menjadi contoh atau teladan yang benar bagi anak didalam SIMPULAN Dari hasil penelitian ini penulis dapat menyimpulkan beberapa hal : Cara Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Usia Dini Kecerdasan spiritual merupakan suatu kemampuan seseorang dalam memaknai hidupnya selaras dengan Firman Tuhan. Mengembangkan kecerdasan spiritual sejak anak usia dini merupakan pondasi yang akan mempengaruhi karakter anak Dalam kecerdasan spiritual anak usia dini terdapat harapan orang tua agar anaknya tetap memiliki keyakinan iman kepada Kristus, memiliki karakter Ilahi dan berjalan di jalan yang benar ketika kelak anak JURNAL TABGHA Volume 3 No. 2 Oktober 2022 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 AuAlkitab. Ay https://alkitab. org/article. ook=20&id=152. AiAiAi. AuStrong. Ay https://alkitab. org/strong. d=01870. AuAmsal Pasal. Ay https://alkitab. org/bible. php?bo ok=Ams&chapter=1#n4. AiAiAi. AuCommentary. Ay https://alkitab. org/commentary. php?book=20&chapter=22&verse=6. AiAiAi. AuCommentary Chapter 2. Ay https://alkitab. org/commentary. php?book=20&chapter=22&verse=6. Andrew E. Hill dan John H. Walton. Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas. Andrew Wommack. Amsal 16-31. Jakarta: Light Publihsing. Areyne Christi. AuTantangan Dan Pengembangan Pendidikan Kristen Untuk Anak Usia Dini. Ay Excelsis Deo: Jurnal Teologi. Misiologi. Dan Pendidikan Vol. 3 No. bible-study. AuKing-James. Ay http://w. king-james-biblestudy. com/dictionaries/internationalstandard-bible-encyclopedia/boy/. AuBible. Ay https://biblehub. com/hebrew/1870. AiAiAi. AuHebrew. Ay https://biblehub. com/hebrew/5493. AiAiAi. AuProverbs. Ay https://biblehub. com/text/proverbs/226. Brian Simmons. Amsal-Hikmat Yang Dari Atas. Terjemahan The Passion. Jakarta: Light Publishing. Dadan Wahyu, dkk. AuKajian Praktis Tentang Pola Asuh Orang Tua Dalam Meningkatkan Minat Belajar Alkitab Anak Berdasarkan Amsal 22:6. Ay STT Kadesi Yogyakarta Vol. No. Danah Zohar dan Ian Marshal. SQ: Kecerdasan Spiritual. Bandung: Mizan Pustaka. Deslana R. Hapsarini dan Wahyu Suprihari. AuPeran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Di Era Masa Kini. Ay Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara: Veritas Lux Mea (Jurnal segala aspek kehidupan, sehingga anak dapat meneladani sikap dari orang tuanya. Strategi Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini menurut Amsal 22:6 terhadap Perkembangan Kecerdasan Spiritual Dari hasil penelitian dan pemaparan di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan adanya hubungan antara strategi orang tua dalam mendidik anak usia dini menurut Amsal 22:6 terhadap perkembangan kecerdasan spiritual, dimana dengan menerapkan strategi mendidik yang tepat bagi anak usia dini dalam menanamkan nilai-nilai kecerdasan spiritual yang baik terjadi Dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak usia dini dibutuhkan strategi dalam mendidik anak dimana diharapkan dengan menangkap dengan efektif setiap nilai-nilai Dalam menerapkan strategi mendidik dalam perkembangan kecerdasan spiritual anak usia dini dibutuhkan pemahaman orang tua terhadap pentingnya perkembangan kecerdasan spiritual anak sejak dini yang akan mempengaruhi penentuan strategi dalam mendidik anak. Penentuan strategi dalam mendidik anak usia dini didasarkan pada karakter dan minat si anak agar mendapatkan hasil yang maksimal dari proses didikan tersebut. Strategi yang perkembangan kecerdasan spiritual anak adalah orang tua menjadi contoh atau teladan bagi anak. Dalam hal ini masa usia dini merupakan masa dimana anak meniru tindakan dan perkataan dari orang disekitarnya, sehingga peran orang tua untuk menjadi contoh yang baik bagi anak sangat penting bagi perkembangan kecerdasan spiritual anak. DAFTAR PUSTAKA