Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. EFEKTIVITAS DAUN KELOR (Moringa Oleifer. SEBAGAI AGEN TERAPI ANTIOBESITAS : LITERATURE REVIEW Herlin Sulita1*. Herlina2. Neti Afriyani 3. Ariesa Oktamauri 4 1,2,3,4 Program Studi D3 Farmasi. STIKES AL-FATAH Bengkulu *Email: herlinsulita780@gmail. ABSTRAK Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat serta berhubungan dengan berbagai penyakit metabolik, seperti diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Keterbatasan efektivitas serta efek samping obat antiobesitas konvensional mendorong pencarian terapi alternatif berbasis herbal. Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas daun kelor (Moringa oleifer. sebagai agen terapi antiobesitas melalui systematic literature review sesuai pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed. ScienceDirect. Google Scholar, dan ResearchGate dengan rentang publikasi 2021Ae2025. Sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun kelor mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, saponin, dan tanin yang bekerja melalui modulasi jalur AMPK dan PPAR. Berbagai studi praklinis dan klinis membuktikan pemberian ekstrak daun kelor dalam dosis 200Ae2400 mg/hari mampu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, serta memperbaiki profil lipid dengan tolerabilitas baik. Mekanisme antiobesitas meliputi penghambatan adipogenesis, stimulasi lipolisis, regulasi hormon metabolik, serta peningkatan sensitivitas insulin. Secara keseluruhan, daun kelor menunjukkan potensi kuat sebagai terapi komplementer antiobesitas yang aman dan efektif. Meski demikian, penelitian lanjutan berupa uji klinis fase i dengan jumlah sampel lebih besar masih diperlukan untuk memastikan validitas dan penerapannya dalam praktik klinis. Kata Kunci : Antiobesitas. Daun kelor. Moringa oleifera. Senyawa bioaktif. Terapi herbal kesehatan, meningkatkan risiko penyakit PENDAHULUAN Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang mengkhawatirkan dengan prevalensi yang terus meningkat di seluruh dunia dalam beberapa dekade World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa obesitas tidak negara-negara maju, tetapi juga negara berkembang dan . ouble burden of diseas. Kondisi ini berlebihan yang dapat mengganggu kardiovaskular, diabetes mellitus tipe 2. Pendekatan konvensional dalam menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan dan biaya yang tinggi, sehingga mendorong pencarian alternatif terapi yang lebih aman dan terjangkau (Chavan & Dhalpe, 2. Moringa oleifera Lam. , yang dikenal sebagai "miracle tree" atau pohon ajaib, telah menarik perhatian para peneliti Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. sebagai kandidat potensial dalam terapi menunjukkan bahwa ekstrak daun dari berbagai wilayah kultivasi menunjukkan terutama dalam dekade terakhir, karena aktivitas antioksidan dan antiobesitas yang signifikan (Ikhsani & Setyaningsih. Tanaman aktivitas biologisnya yang beragam. Daun Systematic mengungkapkan bahwa Moringa oleifera polifenol, asam klorogenat, dan quercetin memiliki efek terapeutik pada stres yang memiliki aktivitas antioksidan dan oksidatif dan enzim metabolik kunci anti-inflamasi yang kuat. Berdasarkan yang terkait dengan obesitas, dengan metanolik daun Moringa oleifera pada dosis 200 dan 400 mg/kg berat badan (MC4R) terbukti efektif dalam menurunkan berat proliferator-activated (PPAR-) receptor-alpha parameter kardiometabolik abnormal. homeostasis energi dan metabolisme (Nahar et al. , 2. Bukti ilmiah yang berkembang Mekanisme kerja daun kelor dalam menunjukkan bahwa daun kelor dapat mengatasi obesitas melibatkan berbagai menjadi alternatif terapi herbal yang jalur molekuler yang kompleks. Moringa menjanjikan untuk mengatasi obesitas oleifera dapat menurunkan berat badan dengan profil keamanan yang baik dan dan memperbaiki profil lipid melalui mekanisme kerja yang komprehensif, down-regulasi ekspresi protein terkait menjadikannya layak untuk diteliti lebih adipogenesis dan up-regulasi ekspresi lanjut sebagai intervensi terapeutik dalam (Grandika meningkatkan toleransi glukosa dan Andromeda, 2024. Saeful Amin & Lidiasari, 2. Sifat Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, penelitian ini berfokus melalui kerja langsung pada adipokin pada tinjauan literatur sistematis untuk jaringan adiposa viseral. Ekstrak minyak biji mengurangi leptin dan resistin yang oleifera . aun kelo. sebagai terapi Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Tujuan Moringa Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. penelitian ini adalah mengidentifikasi mekanisme kerja molekuler, menentukan dosis efektif yang direkomendasikan. ScienceDirect. Google Scholar, dan PubMed. ResearchGate dengan rentang waktu publikasi 2021-2025 untuk memastikan keamanan dan efikasi daun kelor sebagai relevansi dan aktualitas informasi yang Hasil Keywords yang digunakan penelitian ini diharapkan memberikan dalam pencarian meliputi kombinasi kontribusi signifikan secara teoretis "Moringa "weight management", "herbal therapy", pengetahuan ilmiah mengenai potensi dan "bioactive compounds" dengan terapeutik daun kelor, serta secara praktis menyajikan dasar evidence-based untuk memperluas cakupan pencarian. Kriteria pengembangan produk dan rekomendasi inklusi mencakup artikel penelitian asli klinis dalam manajemen obesitas yang berbahasa Inggris dan Indonesia yang membahas aktivitas antiobesitas daun Boolean "anti-obesity". AND/OR kelor melalui studi in vitro, in vivo, maupun uji klinis, sedangkan kriteria METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 untuk menganalisis efektivitas daun kelor (Moringa oleifer. sebagai terapi herbal (Page Pendekatan sistematis ini dipilih untuk memberikan analisis komprehensif dan objektif terhadap bukti ilmiah yang tersedia mengenai potensi terapeutik daun kelor dalam penanganan obesitas. Strategi pencarian literatur dilakukan eksklusi meliputi artikel review, case report, abstrak konferensi tanpa full text, dan publikasi yang tidak relevan dengan topik penelitian. Seleksi artikel dilakukan secara bertahap melalui screening title, abstrak, dan full text oleh dua peneliti independen untuk meminimalkan bias seleksi, dengan total 25 artikel yang karakteristik sampel, metodologi, dosis. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. sehingga hanya 56 jurnal yang dapat dinilai kelayakannya secara menyeluruh. Setelah lebih lanjut dengan berbagai alasan. Alasan mengakibatkan 11 jurnal dikeluarkan dari analisis. Akhirnya, hanya 25 jurnal yang memenuhi semua kriteria dan termasuk dalam tinjauan sistematis ini. Proses Gambar 1. Flowchart Prisma literatur yang dianalisis dalam tinjauan Berdasarkan diagram alur PRISMA dalam mengidentifikasi dan menyeleksi studi yang relevan. Proses identifikasi dimulai dengan pencarian melalui basis data dan register yang menghasilkan 309 Setelah sebanyak 102 jurnal duplikat dihapus, menyisakan 207 jurnal untuk tahap Pada dilakukan penilaian kelayakan terhadap 207 jurnal yang tersisa. Dari proses ini, 95 jurnal dikecualikan karena tidak memenuhi kriteria inklusi, meninggalkan 112 jurnal untuk dievaluasi lebih lanjut. Evaluasi kelayakan dilakukan dengan mengakses full-text artikel, namun 56 jurnal tidak dapat diambil atau diakses. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Sintesis Systematic Literature Review Author Judul Metode Sample Hasil Temuan Peneliti (Tjong et al. Kandungan Antioksidan Pada Daun Kelor (Moringa Oleifer. dan Potensi Sebagai Penurun Kadar Kolesterol Darah Literature Antioksidan pada daun kelor dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah secara signifikan melalui kandungan (Marhaeni. Daun Kelor (Moringa oleifer. Sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan Experimen tal study Pencarian PubMed. ClinicalKe y, dan Google Scholar Ekstrak dengan dua (Pratiwi et , 2. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor Sebagai Terapi Komplementer Terhadap Kadar Kolesterol Pada Pasien Hipertensi Di Kota Tomohon Experimen e dengan pre-post (Mardhotillah et al. , 2. Pengaruh pemberian isocaloric fructose restriction dan kapsul daun kelor (Moringa Oleifer. terhadap nilai antropometri pada kelompok obesitas usia 19-50 tahun Single pre-post 24 subjek . asingmasing n=. Kelompok perlakuan (Simvastatin 500mg ekstrak daun kelo. penurunan kolesterol 4 mg/dl vs kelompok kontrol 12. mg/dl Penurunan berat badan dan IMT lebih signifikan pada kelompok perlakuan yang diberikan kapsul daun kelor 2400mg/hari selama 9 hari . <0,. (Wahid et al. Uji Senyawa Komponen Bioaktif dan Kadar Total Flavonoid Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifer. Experimen tal study KLT Ekstrak etanol daun Ekstrak daun kelor mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, triterpenoid dengan kadar total mgQE/g ekstrak (Mahesa et , 2. Efektifitas Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifer. dalam Ransum terhadap Tingkat Konsumsi dan Pertambahan Berat Badan Itik Mojosari Rancangan Acak Lengkap (RAL) 60 ekor itik, 4 3 ulangan Penambahan tepung daun kelor 10% memberikan hasil terbaik dalam mengatur konsumsi ransum dan pertambahan berat badan optimal Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Ekstrak kelor dengan pengeringan blower matahari memperoleh nilai antioksidan 234. ppm, sedangkan pengeringan matahari tutup kain 223. 12 ppm Relevansi dengan Topik Relevan penurunan obesitas dan Relevan aktivitas yang berkaitan berat badan Relevan hipertensi dan mia sering dengan obesitas Sangat Relevan - menunjukkan efek langsung daun kelor penurunan berat badan dan IMT pada subjek Relevan senyawa bioaktif ini yang berkaitan Relevan menunjukkan efek daun kelor dalam mengatur makanan dan Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Wulan et al. Potensi Ekstrak Etanol Daun Kelor Sebagai Antiinflamasi dan Penetapan Kadar Flavanoid Total Experimen tal study Mencit dosis 35, 70, 140 mg/KgBB Review Kadar flavonoid ratarata 8. 33mg/100gr, dosis efektif 35mg/KgBB setara dengan Na Diklofenak untuk aktivitas Ekstrak daun M. oleifera dapat mengatur metabolisme lipid dan secara signifikan mengurangi berat lemak serta ukuran adiposit pada tikus obesitas (Grandika Andromeda. Manfaat Moringa Oleifera sebagai Manajemen Terapi Obesitas Literature (Dewa Julio Angga Purnama. Potensi dan Mekanisme Kerja Berbagai Tanaman Herbal dalam Membantu Mengatasi Obesitas Literature 35 artikel Analisis Senyawa Bioaktif Daun Kelor (Moringa Oleifera L. Sebagai Agen Hipokolesterolemik Potensial Literature Jurnal Tanaman herbal termasuk kelor dapat membantu mengatasi obesitas melalui modulasi faktor kaskade pensinyalan seluler AMPK. PPARE. PPAR dan protein Ekstrak daun kelor menurunkan kolesterol total. LDL, dan meningkatkan HDL melalui flavonoid . , saponin, dan tanin (Saeful Amin & Lidiasari, (Sadiah & Indiarto. Karakteristik dan Senyawa Fenolik Mikrokapsul Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifer. dengan Kombinasi Maltodekstrin dan Whey Protein Isolat Experimen tal study Ekstrak daun kelor Ekstrak daun kelor memiliki kandungan 25A1. 12 mg GAE/g, flavonoid 96A1. 57 mg QE/g. IC50 52. 74 AAg/mL (Sadiah & Indiarto. Moringa oleifera is a Prominent Source of Nutrients with Potential Health Benefits Literature Review (Pareek et al. Moringa oleifera: An Updated Comprehensive Review of Its Pharmacological Activities. Ethnomedicinal. Phytopharmaceutical Formulation. Clinical. Literature Review oleifera kaya makro dan mikronutrien serta senyawa bioaktif dengan sifat antioksidan yang penting untuk fungsi tubuh normal Lebih dari 100 senyawa bioaktif teridentifikasi termasuk alkaloid, anthraquinon, vitamin, glikosida dengan efek antioksidan, antikanker. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Relevan - efek terapi obesitas dan kondisi inflamasi terkait Sangat Relevan - memberikan kerja daun kelor dalam terapi Relevan menjelaskan kerja daun kelor dalam konteks tanaman herbal secara umum Relevan penurunan obesitas dan Relevan kandungan fenolik dan flavonoid tinggi Relevan - sifat antidiabetes dan obesitas dan Relevan - efek Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Gharsallah et al. , 2. (Alkhudhayri et al. , 2. Phytochemical, and Toxicological Aspects Moringa oleifera: Processing, composition, and industrial applications Literature Review Moringa peregrina leaf extracts produce antiobesity, hypoglycemic, anti-hyperlipidemic, and hepatoprotective effects on high-fat diet fed rats Experimen tal study 48 tikus sehat, 6 . (Dini Prastyo Wati & Endang Setyaningsih. Moringa oleifera Leaf Extract and (Amorphophallus muelleri Blume. Glucomannan Effects on Obese White Rat Feed Intake and Body Weight Experimen tal method 24 tikus Wistar usia 8 minggu, (Kashyap et , 2. Recent Advances in Drumstick (Moringa oleifer. Leaves Bioactive Compounds: Composition. Health Benefits. Bioaccessibility, and Dietary Applications Literature Review studi in vivo dan in (Pal et al. Exploring the Anticancer Potential and Phytochemistry of Moringa oleifera: A Multi-Targeted Medicinal Herb from Nature Literature Review (Joseph & Opeyemi. Effect of Clinical Study of Moringa oleifera on Body mass index. Low density lipoprotein and Triglyceride level in Patients on Tenofovir/lamivudine/efa virenz Combination Therapy Longitudin Randomiz Comparati ve Trial (LRCT) 140 subjek HIV pria, 84 Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Kandungan fitokimia tinggi seperti fenolik, flavonoid, tanin, saponin, sterol, tokoferol berkontribusi pada aktivitas Ekstrak daun Moringa peregrina dosis 600 mg/kg secara signifikan mengurangi asupan makanan, kenaikan berat badan, berat lemak visceral, subkutan, epididymal, kadar glukosa, insulin, leptin, resistin Kombinasi ekstrak daun oleifera dengan glucomannan secara signifikan mengurangi berat badan dan asupan Kelompok . mg/kgBW:120mg/k gBW) paling efektif mengurangi asupan . dan berat badan . Daun kelor mengandung senyawa bioaktif, karotenoid, glukosinolat dengan aktivitas antidiabetes, antikanker yang bermanfaat untuk Senyawa bioaktif termasuk fenolik, glukosinolat memiliki efek antiproliferatif. Kapsul M. 200mg secara signifikan menurunkan kadar LDL dan trigliserida serum pada pasien terapi TLE selama 12 minggu Sangat Relevan - secara antiobesitas dan Sangat Relevan - membuktikan Sangat Relevan - menunjukkan efektivitas daun kelor dalam berat badan dan makanan pada model obesitas Relevan aktivitas antidiabetes dan obesitas dan Relevan - efek antioksidan dan r berkaitan inflamasi kronis pada obesitas Relevan penurunan LDL dan trigliserida obesitas dan profil lipid Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. (Chio et al. Bioactive Compounds in Moringa oleifera: Mechanisms of Action. Focus on Their AntiInflammatory Properties Literature Review (Alqurashi & Alholaibi. Polyphenols from Moringa Oleifera and Mulberry Exhibit AntiObesity and AntiHyperlipidemic Effects in Rats Fed a High-Fat Diet Experimen tal study Tikus sehat, 5 6 minggu (Mahaveerch and & Abdul Salam, 2. Environmental, industrial, and health benefits of Moringa oleifera Literature Review (VillegasVazquez et , 2. Unveiling the Miracle Tree: Therapeutic Potential of Moringa oleifera in Chronic Disease Management and Beyond Literature Review oleifera memiliki efek antiobesitas melalui modulasi stres oksidatif dan inflamasi, sensitivitas insulin, mengatur profil lipid dan tekanan darah (Pop et al. A Comprehensive Review of Moringa oleifera Bioactive CompoundsAi Cytotoxicity Evaluation and Their Encapsulation Literature Review (Sonewane et , 2. Pharmacological. Ethnomedicinal, and Evidence-Based Comparative Review of Moringa oleifera Lam. (Shigr. and Its Potential Role in the Management of Malnutrition in Tribal Regions of India. Especially Chhattisgarh Literature Review ilmiah dan karbohidrat, senyawa fenolik, karotenoid, asam lemak, asam amino esensial, peptid fungsi yang berpotensi untuk kesehatan manusia dan hewan oleifera memiliki properti Balya . dan Medohara . dalam Ayurveda, dengan aktivitas antiinflamasi yang terbukti secara ilmiah Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Senyawa bioaktif M. uercetin, isothiocyana. memiliki efek antiinflamasi melalui inhibisi enzim COX, modulasi jalur NF-B, aktivitas Suplementasi daun M. oleifera 10% pada diet tinggi lemak secara signifikan mengurangi berat badan, kolesterol total, trigliserida. LDL, glukosa dan meningkatkan HDL oleifera kaya fitokimia dan senyawa bioaktif, berfungsi sebagai superfood dengan nilai nutrisi tinggi dan potensi pengembangan obat dengan efek samping Relevan - efek terapi obesitas karena obesitas inflamasi kronis Sangat Relevan - membuktikan antiobesitas dan mia daun kelor pada model diet tinggi lemak Relevan - status nutrisi tinggi berat badan Sangat Relevan - menjelaskan daun kelor obesitas sebagai penyakit kronis Relevan kandungan bioaktif lengkap dan manajemen berat badan Sangat Relevan n penggunaan tradisional dan bukti ilmiah modern untuk daun kelor Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Kandungan Senyawa Bioaktif Daun Kelor Karakteristik Studi Hasil Analisis Profil Analisis memenuhi kriteria inklusi menunjukkan distribusi publikasi yang merata dari tahun 2020 hingga 2025, dengan peningkatan signifikan pada tahun 2023-2024 yang Moringa Distribusi menunjukkan dominasi literature review . %), diikuti oleh studi eksperimental pada hewan . %), uji klinis pada manusia . %), dan penelitian in vitro . %). Karakteristik populasi penelitian bervariasi mulai dari model hewan coba (Rattus norvegicus, itik, menci. hingga subjek manusia dengan berbagai kondisi . besitas, hipertensi. HIV. Metodologi controlled trial, pre-post test design, hingga menggunakan berbagai basis data ilmiah seperti PubMed. ScienceDirect, dan Google Scholar (Tjong et al. , 2021. Marhaeni, 2021. menunjukkan kompleksitas senyawa bioaktif Kandungan flavonoid bervariasi 155,61-234,79 mgQE/g pengeringan yang digunakan (Marhaeni. Wahid et al. , 2. Senyawa fenolik tercatat mencapai 590,25A1,12 mg GAE/g dengan aktivitas antioksidan yang ditandai nilai IC50 sebesar 52,74 AAg/mL (Sadiah & Indiarto. Analisis menunjukkan keberadaan lebih dari 100 . uercetin, triterpenoid, tanin, sterol, dan tokoferol (Pareek et al. , 2023 . Gharsallah et al. , 2. Standardisasi variabilitas yang signifikan berdasarkan metode ekstraksi, dengan ekstraksi etanol menghasilkan kandungan bioaktif tertinggi dibandingkan ekstraksi air (Wahid et al. Wulan et al. , 2. Pratiwi et al. , 2. Tabel II. Distribusi Karakteristik Studi Berdasarkan Jenis Penelitian Jenis Penelitian Sampel Ratarata Jumlah Studi Persenta se (%) Literature Review Experimental Study Clinical Trial 35 subjek 65 subjek In Vitro Study Total Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Tabel i. Kandungan Senyawa Bioaktif Daun Kelor dari Berbagai Studi Senyawa Bioaktif Total Flavonoid Total Flavonoid Senyawa Fenolik Konsentrasi mgQE/g 79 ppm 25A1. mg GAE/g Metode Ekstraksi Etanol Pengeringa n blower Enkapsulasi Sumber (Wahid et , 2. (Marhaeni, (Sadiah & Indiarto. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. 74 AAg/mL IC50 Antioksida Ekstrak (Sadiah & Indiarto. Mekanisme kerja antiobesitas daun kelor melibatkan jalur molekuler yang kompleks dan terintegrasi dalam regulasi metabolisme lipid dan karbohidrat. Modulasi faktor receptor-alpha proliferator(PPAR) AMP-activated protein kinase (AMPK) menjadi kunci utama dalam penghambatan adipogenesis dan aktivasi lipolysis (Dewa Julio Angga Purnama, 2. Ekstrak daun kelor terbukti mampu mengatur metabolisme lipid secara signifikan dengan mengurangi (Alkhudhayri et al. , 2021 . Grandika Andromeda, 2. Regulasi appetite dan satiety terjadi melalui modulasi hormon leptin dan resistin, dimana pemberian ekstrak daun Moringa peregrina dosis 600 mg/kg mengurangi kadar leptin dan resistin secara signifikan (Alkhudhayri et al. , 2021. Peningkatan Bukti klinis menunjukkan efektivitas daun kelor dalam menurunkan parameter Mekanisme Kerja Antiobesitas Efektivitas Terapi Antiobesitas perbaikan glucose homeostasis difasilitasi oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang bekerja pada level seluler (Villegas-Vazquez et al. , 2. antropometri dan biomarker obesitas secara Studi randomized controlled trial oleh Mardhotillah et al. , . pada 24 subjek obesitas menunjukkan penurunan berat badan dan indeks massa tubuh yang . <0,. kapsul daun kelor 2400mg/hari selama 9 Kombinasi ekstrak daun kelor dengan glucomannan menghasilkan efek sinergis yang lebih optimal, dengan penurunan berat rata-rata 36,67g pengurangan asupan makanan 4,29g pada 80mg/kgBW:120mg/kgBW (Dini Prastyo Wati & Endang Setyaningsih, 2. Perbaikan profil lipid tercatat konsisten pada berbagai studi, dengan penurunan kolesterol total 30,4 mg/dl, low-density lipoprotein (LDL), dan trigliserida, serta peningkatan high-density lipoprotein (HDL) (Pratiwi et , 2025 . Alqurashi & Alholaibi, 2. Dosis efektif bervariasi antara 200-2400 mg/hari untuk manusia dan 35-600 mg/kgBB untuk hewan uji, dengan durasi optimal (Mardhotillah et al. , 2024 . Joseph & Opeyemi, 2. Tabel IV. Efektivitas Terapi Antiobesitas Daun Kelor pada Berbagai Parameter Parameter Berat Badan IMT Kolesterol Total LDL Perubahan Ie signifikan . <0. Ie signifikan . <0. Ie 30,4 mg/dl Ie signifikan Dosis 2400 mg/hari 2400 mg/hari 500 mg/hari 200 mg/hari Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Durasi 9 hari 9 hari 4 minggu 12 minggu Sumber (Mardhotillah et al. , 2024. (Mardhotillah et al. , 2024. (Pratiwi et al. , 2. (Joseph & Opeyemi, 2. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Ie signifikan Ie 4,29g Trigliserida Asupan Makanan 10% suplementasi 80:120 mg/kgBW Profil Keamanan dan Efek Samping Evaluasi 6 minggu (Alqurashi & Alholaibi, 2. (Dini Prastyo Wati & Setyaningsih, 2. Endang studi menunjukkan bahwa daun kelor menunjukkan bahwa daun kelor memiliki signifikan dalam penanganan obesitas tingkat keamanan yang baik dengan efek melalui mekanisme multitarget yang samping minimal pada dosis terapeutik. Keunggulan utama terapi Uji toksisitas akut dan kronis pada model herbal ini terletak pada kemampuannya hewan menunjukkan tidak adanya tanda- mengatur berbagai aspek metabolisme tanda toksisitas signifikan pada dosis secara simultan, tidak seperti terapi hingga 600 mg/kgBB (Alkhudhayri et al. umumnya bersifat spesifik target tunggal Studi (Villegas-Vazquez dengan tidak adanya efek samping serius Kandungan pengamatan 9 hari hingga 12 minggu bekerja pada level molekuler melalui (Mardhotillah et al. , 2024 . Joseph & modulasi jalur AMPK dan PPAR, level Opeyemi, 2. Kandungan fitokimia yang kaya seperti flavonoid, saponin, dan adipogenesis, dan level sistemik melalui tanin justru memberikan efek protektif regulasi hormon metabolik (Grandika tambahan terhadap stres oksidatif dan Andromeda, 2. Efek sinergis antara inflamasi (Pop et al. , 2. Rekomendasi berbagai senyawa bioaktif menghasilkan dosis aman untuk konsumsi jangka aktivitas antiobesitas yang lebih potent panjang berkisar 200-500 mg/hari untuk dibandingkan senyawa tunggal, dengan dewasa, dengan monitoring safety profile yang superior karena berkala terhadap fungsi hati dan ginjal minimnya efek samping dibandingkan sebagai tindakan preventif (Sonewane et obat sintetik (Islam et al. , 2021 . Pareek et , 2022 . Mahaveerchand & Abdul , 2. Salam, 2. Variabilitas PEMBAHASAN Implikasinya Potensi Terapeutik Daun Kelor dalam Penanganan Obesitas Variabilitas Metodologi signifikan antar studi menjadi tantangan Analisis komprehensif terhadap 25 Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. terutama dalam hal standardisasi ekstrak, sebagian besar studi eksperimental masih variasi dosis, dan durasi intervensi. terbatas pada model hewan atau uji klinis Perbedaan skala kecil (Alkhudhayri et al. , 2021 . menghasilkan variasi kandungan bioaktif Dini yang substansial, dimana ekstraksi etanol Setyaningsih, 2. Variasi geografis dengan metode maserasi menghasilkan mempengaruhi kandungan bioaktif belum dibandingkan ekstraksi air (Wahid et al. dieksplorasi secara mendalam, padahal Marhaeni, 2. Heterogenitas faktor ini dapat berkontribusi signifikan populasi studi, mulai dari model hewan sehat hingga subjek manusia dengan (Gharsallah et al. , 2023 . Pop et al. komorbiditas, mempengaruhi interpretasi Standardisasi produk herbal yang hasil dan aplikabilitas klinis (Alkhudhayri et al. , 2021 . Pratiwi et al. , 2. Durasi perbandingan antar studi dan aplikasi studi yang relatif singkat . hari hingga 12 mingg. belum memberikan gambaran ekstrak dan metode formulasi dapat komprehensif mengenai efek jangka Prastyo Wati Endang efikasi (Kashyap et al. , 2022 . Chio et al. Penelitian mengenai interaksi penelitian longitudinal dengan follow-up dengan obat konvensional dan efek pada yang lebih panjang untuk memvalidasi populasi khusus . nak-anak, ibu hamil, efektivitas dan keamanan jangka panjang lansi. masih terbatas. (Mardhotillah et al. , 2024 . Joseph & Implikasi Klinis dan Translasi ke Opeyemi, 2. Praktik Tantangan Penelitian Terkini Identifikasi Keterbatasan Potensi aplikasi klinis daun kelor manajemen obesitas didukung oleh bukti penting dalam penelitian terkini yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas dengan terapi konvensional. Praktisi bukti ilmiah. Minimnya uji klinis fase i dengan jumlah sampel besar menjadi pemberian ekstrak daun kelor pada dosis hambatan utama dalam translasi hasil 200-500 mg/hari sebagai adjuvant therapy penelitian ke praktik klinis, dimana untuk pasien obesitas dengan profil risiko Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. rendah, terutama pada kasus dengan nutrisi selama program penurunan berat (Islam hiperkolesterolemia dan resistensi insulin Mahaveerchand & Abdul Salam, 2. (Pratiwi et al. , 2025 . Saeful Amin & Posisi Lidiasari, 2. Implementasi dalam sistem pelayanan kesehatan memerlukan terdokumentasi dalam sistem Ayurveda dengan properti Balya . dan monitoring parameter keamanan, dan Medohara . , yang kini telah evaluasi respons terapi secara berkala divalidasi secara ilmiah melalui penelitian (Sonewane et al. , 2. Edukasi pasien modern (Sonewane et al. , 2. mengenai penggunaan yang tepat, potensi Rumusan Hipotesis interaksi, dan pentingnya modifikasi gaya Berdasarkan hidup tetap menjadi komponen penting komprehensif dan temuan dari 25 studi dalam evidence-based herbal medicine approach (Mahaveerchand & Abdul hipotesis penelitian untuk investigasi Salam, 2. lanjutan: "Pemberian ekstrak daun kelor Perbandingan dengan Terapi Herbal Antiobesitas Lainnya (Moringa oleifer. pada dosis 400-600 Analisis komparatif menunjukkan menghasilkan penurunan berat badan bahwa daun kelor memiliki keunggulan yang signifikan (Ou5%) dan perbaikan profil lipid pada subjek obesitas (IMT Ou30 mg/hari antiobesitas lainnya dalam hal spektrum kg/mA) aktivitas biologis dan profil keamanan. AMPK/PPAR dan regulasi hormon Dibandingkan dengan Garcinia cambogia leptin-adiponektin dibandingkan dengan atau green tea extract, daun kelor " Hipotesis ini didasarkan pada menawarkan pendekatan holistik melalui kombinasi efek antiobesitas, antidiabetes, antiinflamasi, dan hepatoprotektif secara efektivitas konsisten pada rentang dosis simultan (Pal et al. , 2023 . Chio et al. tersebut (Mardhotillah et al. , 2024 . Keunggulan nutrisional sebagai Alkhudhayri et al. , 2. dan mekanisme superfood dengan kandungan makro dan kerja molekuler yang telah teridentifikasi mikronutrien yang lengkap memberikan (Dewa Julio Angga Purnama, 2023 . nilai tambah dalam mendukung status Grandika Andromeda, 2. Hipotesis Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. sekunder meliputi: "Ekstrak daun kelor Meskipun akan menunjukkan tolerabilitas yang baik dengan efek samping minimal (<5% subje. dan tidak akan menimbulkan minimnya uji klinis berskala besar. perubahan signifikan pada parameter Dengan demikian, daun kelor berpotensi fungsi hati dan ginjal selama periode " Rumusan hipotesis ini memberikan dasar untuk desain uji klinis manajemen obesitas, namun diperlukan randomized controlled trial fase i yang diperlukan untuk memvalidasi efektivitas memastikan efektivitas dan keamanan dan keamanan daun kelor sebagai terapi jangka panjangnya. herbal antiobesitas yang berbasis bukti DAFTAR PUSTAKA