Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance Volume 3 Nomor 1. Mei 2020 p-ISSN 2621-6833 e-ISSN 2621-7465 PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNALTERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2014 Ae 2018 Setia Ningsih Fakultas Agama Islam (FAI). Universitas Islam Riau (UIR) Email: setia7933@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap profitabilitas pada bank umum syariah di Indonesia periode 2014-2018. Populasi penelitian ini adalah bank umum syariah yang terdaftar di Bank Indonesia yaitu sebanyak 14 perusahaan. Berdasarkan teknik purposive sampling didapatkan sampel penelitian sebanyak 12 perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi yang di dapat dari laporan keuangan yang dipublikasikan di website w. id dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa : . CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA, . Inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA, . suku bunga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA, dan CAR, inflasi dan suku bunga berpengaruh secara simultan terhadap ROA. Kata Kunci : Capital Adequacy Ratio (CAR). Return On Asset (ROA). Inflasi. Suku Bunga. ABSTRACT This study was conducted to examine the influence of external and internal factors on profitability in Islamic Commercial Banks in Indonesia for the period 2014 - 2018. The population of this study is Islamic commercial banks registered at Bank Indonesia, as many as 14 companies. Based on a purposive sampling technique, a sample of 12 companies was obtained. This research uses the documentation method obtained from the published financial statements on the website w. and w. The results showed that: . CAR had a negative and not significant effect on ROA, . Inflation had a positive and not significant effect on ROA, . Interest Rates had a negative and not significant effect on ROA, and CAR. Inflation and Interest Rates had an effect simultaneously with ROA. Keywords: Capital Adequacy Ratio (CAR). Return On Assets (ROA). Inflation. Interest Rates 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 internal dan faktor eksternal. Faktor internal bank bisa diukur dengan menggunakan rasio keuangannya, karena dalam menganalisa laporan keuangan akan mudah jika menghitung rasio-rasio keuangan suatu Faktor eksternal yang digunakan dalam penelitian ini dilihat dengan indikator inflasi dan suku bunga. PENDAHULUAN Perbankan bisa dikatakan sebagai tonggak perekonomian di Indonesia. Menurut Undang-Undang Negara Republik indonesia Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan tarif hidup masyarakat. Bank Umum Syariah (BUS) adalah bank secara penuh bertransaksi secara syariah dan bukan merupakan unit usaha. Bank Umum Syariah menerapkan sistem independen pada sistem perbankan syariah dan Bank Umum Syariah terbukti mampu bertahan saat krisis moneter tahun 1997. Capital Adequacy Ratio (CAR), yang juga dikenal sebagai rasio kecukupan modal untuk mengatasi kemungkinan risiko suatu perbankan melalui CAR digunakan untuk melindungi para nasabah dan menjaga stabilitas maupun efisiensi sistem keuangan di seluruh dunia. Capital Adequacy Ratio (CAR) dalam penelitian Ghozali . menunjukkan Dalam beberapa tahun terakhir, industri perbankan syariah di Indonesia menunjukkan suatu trend yang positif. Hal tersebut dapat di lihat dari pesatnya pertumbuhan perbankan syariah yang Dari data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada tahun 2018, di Indonesia telah berdiri 14 Bank Umum Syariah (BUS). Perkembangan bank syariah dari tahun ketahun terus menigkat, meskipun di beberapa tahun fluktuasi. Dalam segi kinerja, perbankan syariah masih berada dibawah kinerja bank konvesional. Kenaikan daya beli tersebut akan mengakibatkan kenaikan laba perusahaan, akibat bertambahnya permintaan dan akan lebih baik untuk mengembangkan usaha bisnisnya dengan melakukan pinjaman atau kredit bank yang meningkatkan profitabilitas Suku bunga dalam konteks hubungan dengan perbankan, yaitu saat akan membuka deposito atau akan mengajukan pinjaman . plikasi kredi. Ketika suku bunga rendah, masyarakat cenderung termotivasi untuk mengajukan pinjaman, sedangkan jika suku bunga tinggi maka masyarakat akan enggan meminjam pada bank. Dalam lingkup makro, efek perubahan suku bunga dapat meluas hingga menjangkau semua sektor pada suatu Profitabilitas merupakan kemampuan suatu bank untuk memperoleh kuntungan, baik yang berasal dari kegiatan operasional maupun yang berasal dari kegiatan-kegiatan non operasional. Profitabilitas salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam menilai sehat tidaknya suatu bank selain faktor modal, kualitas aktiva, manajemen, dan Hasil perhitungan profitabilitas ini kemudian dibandingkan dengan bank lain yang peringkatnya satu kelas, kinerja tahun Ae tahun sebelumnya atau dengan rencana laba bank yang telah dibuat. Ukuran profitabilitas yang digunakan adalah Return On asset (ROA) pada industri perbankan. Pada penelitian Husnia . menyatakan bahwa Pembiayaan murabahah berpengaruh signifikan dan positif terhadap ROA, suku bunga berpengaruh signifikan dan negatif terhadap ROA dan Inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap ROA. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Apakah Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh Terhadap Return On Asset Menurut penelitian yang di lakukan oleh Anatariksa . , faktor penentu profitabilitas dibagi menjadi dua yaitu, faktor 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 (ROA) pada Bank Umum Syariah 20142018 ? Inflasi Merupakan meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus . berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi . Apakah Inflasi berpengaruh Terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Umum Syariah 2014-2018 ? . Apakah Suku Bunga berpengaruh Terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Umum Syariah 2014-2018 ? . Apakah Capital Adequacy Ratio(CAR). Inflasi dan suku bunga secara berpengaruh simultan terhadap Retrun On Asset (ROA) pada Bank Umum Syariah periode 2014-2018 ? Inflasi = ( Indeks Harga Konsumen Terbaru - Indeks Harga Konsumen Lam. x 100% Indeks Harga Konsumen Terbaru TINJAUAN PUSTAKA Capital Assets Ratio (CAR) Suku Bunga Suku bunga adalah persentase tertentu yang diperhitungkan dari pokok pinjaman yang harus dibayarkan oleh debitur dalam periode tertentu, dan diterima oleh kreditur sebagai imbal jasa. CAR merupakan rasio keuangan untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki oleh suatu bank. Semakin tinggi CAR maka semakin kuat kemampuan bank untuk menanggung risiko, dan bank mampu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas bank (ROA). Rasio CAR sebagaimana terdapat dalam SE Nomor: 6/23/DPNP dapat dirumuskan sebagai Suku Bunga = Saldo Pokok Pinjaman x Suku bunga pertahun x bulan = 30 har. 360( 1 tahun = . Hubungan Antara variabel Laba setelah Pajak CAR = x 100% Capital adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Asset (ROA) Total Asset Menurut Dendawijaya . Capital adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio dari hasil perbandingan antara modal dan aktiva Rasio menggambarkan penggunaan aktiva bank . enyeretan, kredit, surat berharga dan tagihan pada ban. ikuti di biayai oleh dana modal bank selain di biayai pada bank lain seperti dana masyarakat, pinjaman . , dan lain-lain. Profitabilitas (ROA) Profitabilitas atau Return On Asset (ROA) ini merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari Penilaian kinerja keuangan bank yang dapat dinilai oleh pendekatan analisis rasio keuangan inilah juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu Semakin besar Return On Asset (ROA) menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik, karena return semakin besar. Maka CAR menggambarkan semakin besar modal yang dimiliki bank sehingga mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat yang berujung pada peningkatan laba bank (ROA). Kecukupan modal yang dimiliki oleh bank membuat para nasabah merasa aman Laba Bersih setelah Pajak ROA = Total Aktiva 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 untuk mempercayakan dananya. Dapat disimpulkan bahwa CAR berbanding lurus atau sejalan dengan ROA. periode 2014-2018 yaitu sebanyak 16 Bank Umum syariah. Pemilihan sampel dalam penelitian sampling, menurut Usman dan Akbar . metode ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus metode ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitian yaitu memilih karakteristik tertentu sebagai kunci untuk dijadikan sampel, sedangkan yang tidak masuk dalam karakteristik yang dijadikan sampel, sedangkan yang tidak dijadikan sampel. Adapun kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini, yaitu : . Bank Indonesia menyediakan laporan keuangan secara lengkap selama periode 2014-2018 terkait dengan adanya nilai inflasi dan suku bunga, . Bank Umum Syariah menyediakan laporan keuangan secara lengkap selama periode 2014-2018 terkait dengan nilai CAR, . Laporan keuangan yang disediakan merupakan laporan keuangan tahunan pada periode 2014-2018 yang telah di publikasi di Bank Indonesia atau di Otoritas Jasa Keuangan, . Bank Umum Syariah di Indonesia memiliki data yang dibutuhkan terkait pengukuran variabel-variabel yang digunakan untuk penelitian selama periode 2014-2018. Berdasarkan metode purposive sampling tersebut, ada dua belas sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Bank Umum Syariah yang dijadikan sampel dalam penelitian ini tercatat pada tabel berikut : H1 : CAR berpengaruh signifikan positif terhadap ROA. Inflasi terhadap Return On Asset (ROA) Menurut Djohanputro . Inflasi merupakan sebagai kecenderungan naik harga secara umum. Kecenderungan yang di maksud adalah bahwa kenaikan tersebut bukan terjadi sesaat. Naiknya inflasi yang tinggi maupun rendah tidak terkendalikan dapat mengganggu upaya perbankan syariah dalam mengerahkan dana masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tingkat inflasi yang tinggi menyebabkan tingkat suku bunga riil menjadi menurun. H2 : Inflasi berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA. Suku bunga terhadap Return On Asset (ROA) Menurut Amalia . , suku bunga berpengaruh terhadap ROA pada bank syariah 2008 Ae 2009. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suku bunga memiliki pengaruh negatif terhadap ROA pada bank syariah di Indonesia ditahun 2014. H3 : Suku bunga berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA METODE PENELITIAN Berdasarkan kerangka penelitian di atas dapat dilihat suatu hipotesis dalam penelitian ini yaitu . CAR berpengaruh tidak signifikan dan negatif terhadap ROA, . Inflasi berpengaruh tidak signifikan positif terhadap ROA, . Suku Bunga berpengaruh tidak signifikan negatif terhadap ROA Bank Umum Syariah. Populasi adalah kumpulan dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti . ahan Penelitia. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua Bank umum Syariah di Indonesia yang terdaftar direktori Bank Indonesia 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 Tabel 1. Nama-Nama Bank Umum Syariah Nama Bank Umum Syariah PT. BANK MUAMALAT INDONESIA PT. VICTORIA SYARIAH PT. BANK BRI SYARIAH PT. JABAR BANTEN SYARIAH PT. BANK BNI SYARIAH PT. BANK SYARIAH MANDIRI PT. BANK MEGA SYARIAH PT. BANK PANIN DUBAI SYARIAH PT. BANK SYARIAH BUKOPIN PT. BANK BCA SYARIAH PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN SYARIAH PT. MAYBANK SYARIAH Sumber : w. statistik perbankan syariah pada Bank Umum Syariah. Analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal 2. Menurut Sugiyono . persamaan regresi linier berganda yang ditetapkan adalah sebagai Teknik Analisis data Untuk Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dan teknik regresi linier berganda. Metode analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolonieritas, uji t . , uji Sample terdapat 12 bank umum syariah yang menjadi sampel yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang bersifat sekunder. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan histori yang telah tersusun dalam arsip . ata dokume. yang Data penelitian ini diperoleh langsung dari laporan situs resmi otoritas jasa keuangan(OJK) seperti data Y = a b1x1 b2x2 b3x3 C Keterangan : Y = ROA a = Koefisien konstanta b = Koefisien regresi x1 = CAR x2 = Inflasi x3 = Suku Bunga C = error Analisis Deskriptif Variabel Tabel 2. Analisis Deskriptif Variabel CAR Nama Bank BANK BRI SYARIAH BANK MUAMALAT INDONESIA BANK SYARIAH MANDIRI BANK MEGA SYARIAH BANK SYARIAH BUKOPIN BANK BNI SYARIAH BANK BJB SYARIAH BANK BCA SYARIAH BANK VICTORIA SYARIAH BANK MAYBANK SYARIAH BANK PANIN DUBAI 12,89 CAR (X. Rata - rata 19,494 13,155 14,626 20,764 17,324 17,222 17,858 32,01 17,75 19,764 Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 SYARIAH BANK BTPN SYARIAH Maksimum Minimum Rata Ae rata 12,89 21,94 20,47 12,74 22,66 11,51 24,38 12,34 33,95 29,286 Sumber : Data Olahan Microsft Excel, 2019 Berdasarkan data pada diatas maka disimpulkan bahwa, data rasio CAR terendah . adalah 11,51% berasal dari CAR Bank Panin Dubai Syariah periode 2017, sedangkan rasio CAR tertinggi . adalah 16,3% berasal dari CAR Maybank Syariah periode 2018. Dengan melihat nilai rata-rata . CAR sebesar 33,95% maka dapat disimpulkan bahwa secara statistik tingkat CAR Bank Umum syariah di Indonesia pada tahun 2014-2018 berada jauh di atas standar Bank Indonesia yaitu 8%, artinya Bank Umum Syariah memiliki kondisi yang baik dari segi permodalan. Analisis Deskriptif Variabel Inflasi Tabel 3. Deskriptif Variabel Inflasi Inflasi (X. Nama Bank Rata - rata 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK BRI SYARIAH BANK MUAMALAT INDONESIA 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK SYARIAH MANDIRI 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK MEGA SYARIAH 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK SYARIAH BUKOPIN 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK BNI SYARIAH 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK BJB SYARIAH 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK BCA SYARIAH 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK VICTORIA SYARIAH 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK MAYBANK SYARIAH BANK PANIN DUBAI SYARIAH 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 BANK BTPN SYARIAH 8,36 3,35 3,02 3,61 3,13 4,294 Sumber : Data Olahan Microsft Excel, 2019 Berdasarkan data pada diatas maka disimpulkan bahwa, data rasio Inflasi terendah . adalah 3,02% berasal dari inflasi di tahun 2016, sedangkan rasio Inflasi tertinggi . adalah 8,36% berasal dari inflasi di tahun 2014. Maka dapat disimpulkan bahwa secara statistik tingkat Inflasi Bank Indonesia yaitu 8,5%. Jadi bahwa menunjukan bahwa tingkat Inflasi di Indonesia stabil pada tahun 20142018. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 Analisis Deskriptif Variabel Suku Bunga Tabel 4. Deskriptif Variabel Suku Bunga Nama Bank 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 BANK BRI SYARIAH BANK MUAMALAT INDONESIA BANK SYARIAH MANDIRI BANK MEGA SYARIAH BANK SYARIAH BUKOPIN BANK BNI SYARIAH BANK BJB SYARIAH BANK BCA SYARIAH BANK VICTORIA SYARIAH BANK MAYBANK SYARIAH BANK PANIN DUBAI SYARIAH BANK BTPN SYARIAH Suku Bunga (X. 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 4,75 4,25 Rata rata 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 6,05 Sumber : Data Olahan Microsft Excel, 2019 Berdasarkan data pada tabel diatas maka disimpulkan bahwa, data suku bunga terendah . adalah 4,25% di tahun 2017, sedangkan suku bunga tertinggi . adalah 7,75% di tahun 2014. Maka dapat disimpulkan bahwa secara statistik tingkat suku bunga Bank Indonesia pada tahun 2014- 2018 sangat baik karena semakin suku bunga semakin kecil bunga yang di tetapkan. Analisis Deskriptif Variabel Inflasi Tabel 5. Deskriptif Variabel Inflasi Nama Bank BANK BRI SYARIAH BANK MUAMALAT INDONESIA BANK SYARIAH MANDIRI BANK MEGA SYARIAH BANK SYARIAH BUKOPIN BANK BNI SYARIAH BANK BJB SYARIAH BANK BCA SYARIAH BANK VICTORIA SYARIAH BANK MAYBANK SYARIAH BANK PANIN DUBAI SYARIAH BANK BTPN SYARIAH Maksimum Minimum Rata Ae rata 0,08 0,17 -0,04 0,29 0,27 0,69 0,69 -1,87 1,99 4,23 4,23 -1,87 0,91 ROA (Y) 0,51 0,77 0,95 0,11 0,22 0,59 0,56 0,59 1,56 2,63 0,02 0,79 0,76 1,31 1,43 1,44 0,25 -8,08 -5,69 1,17 0,96 1,13 0,36 -2,36 -2,18 -20,1 -9,51 -10,8 1,12 0,37 5,24 5,24 -20,1 -9,51 -10,8 -0,91 -0,22 0,489 0,43 0,08 0,88 0,93 0,02 1,42 0,54 1,17 0,32 -6,86 0,26 -6,86 0,96 Rata rata 0,548 0,156 0,516 1,142 0,372 1,258 -2,458 1,046 -1,146 -5,48 -1,406 8,408 8,408 -5,48 0,246 Sumber : Data Olahan Microsft Excel, 2019 Berdasarkan data pada tabel diatas maka disimpulkan bahwa, data rasio ROA terendah . adalah -20,1% berasal dari ROA Bank Maybank Syariah periode 2015, ini menunjukkan bahwa kemampuan Bank Maybank Syariah periode 2015 dalam miningkatkan kemampuan paling buruk dari Bank Umum Syariah lainnya. sedangkan rasio ROA tertinggi . adalah 12,4% berasal dari ROA Bank BTPN Syariah periode tahun 2018. Ini menujukkan bahwa kemampuan Bank BTPN Syariah periode 2018 dalam meningkatkan 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 keuntungan paling baik diantara Bank Indonesia yaitu 1,5% ini menunjukkan Umum Syariah lainnya. dengan melihat bahwa Bank Umum Syariah masuk dalam nilai rata Ae rata . ROA sebesar ketegori tidak sehat yang kurang mampu 0,246% maka dapat disimpulkan bahwa menghasilkan keuntungan yang besar. secara statistika tingkat ROA Bank Umum Syariah di Indonesia pada tahun 2014HASIL PENELITIAN DAN 2018 tidak mencapai standar Bank PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Statistik Tabel 6. Analisis Deskriptif Statistik Mean Std. Deviation Sumber : Data Olahan Microsft Excel, 2019 Dengan data statistik di atas dapat disimpulkan bahwa: mengidentifikasikan hasil sebaran data yang cukup baik. Hal ini di karenakan standar deviasi adalah penyimpanan yang sangat tinggi, sehingga data menunjukkan hasil yang normal dan tidak menyebabkan bias. Jumlah observasi perusahaan perbankan adalah sebanyak 60 data selama periode Nilai rata-rata . ROA 0,2463, deviasinya sebesar 4,60377, yang artinya nilai mean lebih kecil daripada mengindikasikan hasil yang tidak baik karena semakin besar nilai standar kemungkinan nilai riil menyimpang dari yang diharapkan. Nilai rata-rata . Suku Bunga 6,0500 deviasinya sebesar 1. 42079, yang artinya nilai mean lebih besar dari pada nilai standar deviasinya sehingga mengidentifikasikan hasil sebaran data yang cukup baik. Hal ini di karenakan standar deviasi adalah penyimpanan yang sangat tinggi, sehingga data menunjukkan hasil yang normal dan tidak menyebabkan bias. Nilai rata-rata . CAR sebesar 24,6777, maka Standar deviasinya sebesar 21,58912, yang artinya nilai mean lebih besar dari pada nilai standar mengindentifikasikan hasil sebaran data yang cukup baik. Hal tersebut dikarenakan standar deviasi adalah pencerminan penyimpangan yang sangat tinggi, sehingga data menunjukkan hasil yang normal dan tidak menyebabkan Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data Uji normalitas sebaran titik yang dimaksud adalah untuk mengetahui apakah skor variabel yang diteliti mengikuti distribusi normal atau tidak normal. Untuk mengetahui normal atau tidak normalnya sebaran titik datanya, data dikatakan berdistribusi normal jika signifikan > 0,05 , sebaliknya jika nilai signifikannya < 0,05 maka sebarannya dinyatakan tidak normal. Nilai rata-rata . inflasi sebesar 4,2940 dengan standar deviasinya sebesar 2,06024, yang artinya nilai mean lebih besar dari pada nilai standar 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 Dan dari penelitian ini dari data CAR. Inflasi. Suku Bunga terhadap ROA pola distribusi tidak normal, karena titik tidak mendekati garis diagonal. Uji Multikolonieritas Tabel 7. Uji Multikolonieritas Variabel Tolerance VIF Ket 0,995 0,651 1,005 1,537 Tidak Multikolonieritas Tidak Multikolonieritas 0,652 1,534 Tidak Multikolonieritas Sumber : Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai Tolerance dan VIF untuk masing-masing sebagai berikut : . Nilai tolerance untuk variabel X1 sebesar 0,995> 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,005 < 10, sehingga variabel X1 multikolonieritas, . Nilai tolerance untuk variabel X2 sebesar 0,651 > 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,537 < 10, sehingga variabel X2 multikolonieritas, . Nilai tolerance untuk variabel X3 sebesar 0,652 > 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,534 <10, sehingga variabel X3 Uji Heterokedasitas Data Uji heterokedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual atau pengamatan kepengamatan lain. Jika varian dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau yang tidak terjadi Maka dalam penelitian ini bahwa titik menyebar baik di atas maupun dibawah angka nol dan tidak membentuk suatu pola tertentu maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 8. Uji Autokorelasi Variabel X1 X2 X3 2,136 Kesimpulan Tidak Terjadi Autokorelasi Sumber : Data Olahan SPSS, 2019 Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah ada korelasi antara variabel itu sendiri. untuk menguji keberadan autokorelasi dalam penelitian ini di gunakan metode Durbin-Watson Test, dimana pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah sebagai berikut : . Angka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif, . Angka DAeW di antara -2 sampai 2, maka tidak ada autokorelasi, . Angka DAeW di atas 2 berarti ada autokorelasi negatif. Jadi dalam penelitian ini nilai DAeW yaitu 2,316, melebihi 2 maka model regresi linier berganda dalam penelitian ini terjadi Uji Kelayakan Model Uji F (Uji Simulta. Tabel 9. Uji Simultan Variabel X1 X2 X3 Thitung 0,448 Sig. 0,720 Sumber : Data Olahan SPSS, 2019 Kesimpulan TidakSignifikan 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 Berdasarkan tabel di atas, di dapat Fhitung sebesar 0,448 dengan profitabilitas sebesar 0,720 yang nilainya di bawah 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independen yaitu CAR. Inflasi dan Suku Bunga berpengaruh tidak signifikan secara simultan . ersama-sam. terhadap ROA pada Bank Umum Syariah dan Bank Indonesia. Uji Koefisien Determinasi Tabel 10. Koefisien Determinasi Variabel X1 X2 X3 Rsquare 0,023 Persen Sumber : Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan tabel di atas variabel CAR. Inflasi dan Suku Bunga berpengaruh terhadap ROA sebesar 0,023 atau 2,3% sedangkan sisanya sebesar 97,72% di pengaruhi oleh faktor lain yang dimasukkan kedalam model misalnya BOPO. NIM. LDR. NPL dan sebagainya. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 11. Analisis Regeresi Linear Berganda Variabel (Constanta. CAR Inflasi Suku Bunga 1,457 -0,025 0,259 -0,282 Kesimpulan Berpengaruh positif Berpengaruh negatif Berpengaruh positif Berpengaruh negatif Sumber : Data Olahan SPSS, 2019 Y = a b1x1 b2x1 b3x3 C -0,025, . Inflasi berpengaruh positif terhadap ROA sebesar 0,259 artinya setiap kenaikan satu satuan Inflasi akan meningkat ROA sebesar 0,259. Dan sebaliknya, setiap penurunan Inflasi, akan menurun Inflasi sebesar 0,259, . Suku bunga berpengaruh negatif terhadap ROA sebesar -282 artinya setiap kenaikan satu satuan Suku Bunga akan Meningkatkan ROA sebesar -282. Dan sebaliknya, setiap penurunan Suku Bunga, akan menurunan Suku Bunga sebesar -282 Y = 1,457 - 0,025X1 0,259X2 Ae 282X3 C Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa : . Konstanta sebesar 1,457 artinya CAR. Inflasi dan Suku Bunga tidak ada maka ROA sebesar 1,457, . CAR berpengaruh negatif terhadap ROA sebesar 0,025 ini dapat diartikan setiap kenaikan satu satuan CAR akan penyusutan ROA sebesar 0,025. Dan sebaliknya, setiap penurunan satu satuan ROA, akan menurunkan ROA sebesar Uji Hipotesis (Uji . Tabel 12. Uji T Variabel -0,879 0,707 -0,533 Sig. 0,605 0,482 0,596 Sumber : Data Olahan SPPS, 2019 Kesimpulan Tidak signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan 2020. Jurnal TabarruAo : Islamic Banking and Finance 3 . : 57 - 67 Berdasarkan angka ttabel dengan keetntun = 0,05 sehingga diperoleh nilai ttabelsebesar 2,002, maka dapat diketahui pengaruh masing-masing variabel sebagai berpengaruh signifikan positif terhadap Retrun On Asset (ROA). Kontribusi seluruh variabel bebas (CAR, inflasi dan suku bung. terhadap Retrun On Asset (ROA). Variabel CAR terhadap ROA Dari tabel koefesien diperoleh nilai thitung = -0,879 yang artinya thitung< ttabel (-0,879 < 2,. dengan signifikan 0,383 > 0,05 maka Ho diterima dan H di tolak artinya secara parsial tidak dapat pengaruh signifikan antara CAR terhadap ROA atau CAR berpengaruh signifikan positif terhadap ROA. DAFTAR PUSTAKA