Jurnal Testing dan Implementasi Sistem Informasi Vol 3. 2025 : 1-11 TESTING OF WEB-BASED LEARNING MEDIA INFORMATION SYSTEMS WITH WHITE BOX AND BLACK BOX TESTING PENGUJIAN SISTEM INFORMASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB DENGAN WHITE BOX DAN BLACK BOX TESTING Muhammad Luthfi Hamzah*. Viki Kurniawan. Suryani. Septi Kenia Pita Loka. Yulia Ikhsani. Siti Badriah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau luthfi@uin-suska. Received: 01 January 2025. Revised: 05 May 2025. Accepted: 01 June 2025 *Corresponding Author ABSTRACT Learning media is a tool in the process of delivering learning materials to students both inside and outside the classroom. Current technological developments have also brought developments in learning media. The most widely used learning media today is website-based information systems. Testing is a stage in the software development life cycle. Testing is conducted to determine the feasibility and quality of the information system. Based on this, this study aims to test a website-based learning information system using white box and black box methods based on equivalence partitions. Testing was conducted on four features: login, material input, attendance, and logout. Based on the testing conducted on these four features, the results indicate that the features are functioning as expected. Keywords: Black Box Testing. Equivalence Partitions. Learning Media. White Box Testing ABSTRAK Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam proses penyampaian materi belajar kepada siswa di dalam maupun luar kelas. Perkembangan teknologi saat ini turut membawa perkembangan pada media Media pembelajaran yang banyak digunakan saat ini adalah sistem informasi berbasis Sebagai tahapan dalam software developtment life cycle adalah pengujian. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan kualitas pada sistem informasi. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap sistem informasi pembelajaran berbasis website menggunakan metode white box dan black box berbasis equivalence partitions. Pengujian dilakukan kepada empat fitur yaitu login, input materi, absensi dan fitur logout. Berdasarkan pengujian dilakukan terhadap empat fitur tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa fitur sudah berjalan sesuai dengan Kata Kunci: black box testing, equivalence partitions, media pembelajaran, white box testing Introduction Pertumbuhan teknologi yang cepat pada era revolusi 4. 0 telah menciptakan perubahan di berbagai bidang kehidupan (Saman et al. , 2. Perubahan ini menciptakan pola pikir yang positif terhadap penggunaan teknologi di berbagai aktivitas. Hal ini di dasari dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi yang dapat membantu menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan lebih cepat, tepat, dan akurat dibandingkan dengan cara manual (Prastomo et , 2. Pola pikir ini juga dirasakan pada bidang pendidikan. Pendidikan di Indonesia sudah mulai menerapkan teknologi sebagai media pembelajaran (Saman et al. , 2. Media pembelajaran adalah alat bantu tambahan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar di dalam maupun diluar kelas (Rodianto, n. Media pembelajaran juga diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan peserta didik untuk belajar (Ikhsani et al. , 2022. Media pembelajaran yang banyak digunakan adalah berbentuk sistem informasi yang berbasis website. Penggunaan media pembelajaran yang berbasis website ini akan mambantu siswa dan guru dalam proses Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 penyampaian informasi dalam pembelajaran. Sehingga media pembelajaran dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses belajar-mengajar. Untuk mengetahui apakah website media pembelajaran sudah dibangun dengan baik, benar dan terbebas dari error, perlu dilakukan pengujian untuk memeriksa semua kesalahan yang ada pada program tersebut agar tidak terjadi kerugian yang akan ditimbulkan dari kesalahan tersebut (Dwi Wijaya et al. , n. Pengujian perangkat lunak merupakan serangkaian proses yang dirancang untuk memastikan kode program sudah melakukan sesuai dengan apa yang telah dirancang dan untuk memeriksa apakah produk perangkat lunak bebas cacat atau error (Sie et al. Terdapat 2 metode yang sering digunakan dalam pengujian yakni black boc dan white box. Metode pengujian white box adalah salah satu cara untuk menguji suatu aplikasi atau software dengan cara meneliti dan menganalisa kode dari program yang dibuat ada yang salah atau tidak (Suprapti et al. , n. Jika model yang sudah dihasilkan berupa output yang tidak sesuai dengan yang diharapkan maka akan dikompilasi ulang dan dicek kembali kode tersebut hingga sesuai dengan yang diharapkan (Anggi Andriyadi et al. , 2. Black box testing merupakan pengujian kualitas perangkat lunak yang berfokus pada fungsionalitas perangkat lunak. Pengujian black box bertujuan untuk menemukan fungsi yang tidak benar, kesalahan antarmuka, kesalahan pada struktur data, kesalahan performansi, kesalahan inisialisasi dan terminasi (Dwi Wijaya et al. , n. Teknik yang digunakan dalam pengujian black box ini adalah teknik equivalence partitions. Equivalence partitioning adalah sebuah metode pengujian berdasarkan masukan data pada setiap form yang ada pada sistem aplikasi informasi data kinerja, dimana setiap menu masukan akan dilakukan pengujian dan juga dikelompokkan berdasarkan fungsinya baik itu bernilai valid maupun tidak valid (Widhyaestoeti et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan pengujian terhadap perangkat lunak untuk memastikan tidak adanya kesalahan saat sistem informasi ataupun aplikasi digunakan. Untuk itu, penelitian ini fokus dalam pengujian sistem informasi media pembelajaran berbasis website dengan menggunakan white box testing dan black box testing dengan metode equivalence partitioning (Raihan & Voutama, 2023. Suharyono et al. , 2024. Hardika et al. , 2024. Ansfridus et al. , 2. Literature Review White box Testing White box testing adalah salah satu cara untuk menguji suatu aplikasi atau software dengan memeriksa dan menganalisa kesalahan yang ada dari kode program yang telah dibuat. Jika model output tidak sesuai dengan harapan, kode akan dikompilasi ulang dan diperiksa lagi sampai mencapai apa yang diharapkan (Anggi Andriyadi et al. , 2. Singkatnya white box testing ini menguji dengan cara melihat pure code dari suatu aplikasi atau software yang diuji tanpa memperdulikan tampilan atau UI dari aplikasi tersebut (Suprapti et al. , 2. Black Box Testing Black box testing merupakan pengujian kualitas perangkat lunak yang berfokus pada fungsionalitas perangkat lunak. Pengujian black box bertujuan untuk menemukan fungsi yang tidak benar, kesalahan antarmuka, kesalahan pada struktur data, kesalahan performansi, kesalahan inisialisasi dan terminasi (Hardianto et al. , 2. Pengujian black box bertumpu pada memastikan tiap proses sudah berfungsi sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan. Penguji dapat menartikan himpunan kondisi masukan dan menjalankan pengujian pada pengkhususan fungsi dari sistem. Sehingga pengujian merupakan suatu cara pelaksanaan program yang bertujuan menemukan kesalahan atau error kemudian memperbaikinya sehingga sistem dapat dikatakan layak untuk digunakan (Syarif et al. , 2. Equivalence Partitioning Equivalence partitioning adalah sebuah metode pengujian berdasarkan masukan data pada setiap form yang ada pada sistem aplikasi informasi data kinerja, dimana setiap menu masukan Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 akan dilakukan pengujian dan juga dikelompokkan berdasarkan fungsinya baik itu bernilai valid maupun tidak valid. Pengujian equivalence partitioning untuk perangkat lunak dapat dirancang dengan memeriksa keluaran dan masukan data (Widhyaestoeti et al. , 2. Research Methods Research Design Metodologi adalah penjelasan tahapan yang dilakukan dalam penelitian. Metodologi penelitian ditunjukkan pada Gambar 1. Fig 1. Metodologi Penelitian Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan observasi objek penelitian berupa Sistem Informasi Media Pembelajaran Berbasis Website. Observasi dilakukan dengan tujuan identifikasi dan merumuskan permasalahan sebagai latar belakang penelitian. Berdasarkan identifikasi masalah, dilakukan pengujian menggunakan metode black box dan white box testing. Berdasarkan hasil pengujian selanjutnya dilakukan analisis. Hasil analisis dijabarkan dalam Results and Discussions White Box Testing Pengujian white box testing dilakukan terhadap beberapa fungsi, diantaranya adalah sebagai berikut: Pengujian Login Login merupakan fungsi yang bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi dan penentuan hak akses user. Flowchart fungsi login ditunjukkan pada Fig. Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 Fig 2. Flowchart Login Fig 3. Flowgraph Login Berdasarkan flowchart login yang ditunjukkan pada Fig. 2, selanjutnya dilakukan konversi menjadi flowgraph. Flowgraph login ditunjukkan pada Fig. Selanjutnya dilakukan perhitungan cyclomatic complexity berdasarkan flowgraph login. V(G) = 6-6 2 = 2 Berdasarkan perhitungan cyclomatic complexity didapatkan dua independent path yang kemudian dideskripsikan dalam tabel test case berikut. Table 1. Test Case Login Path Jalur Skenario Inputan Benar Hasil Pengujian Path Jalur Skenario Inputan Salah 1-2-3-4-5-6 Mulai Input username dan password Klik tombol login Validasi Data Benar Menampilkan halaman utama Selesai Berhasil 1-2-3-4-2-3-4-5-6 Mulai Input username dan password Klik tombol login Validasi data salah Input username dan password Klik tombol login Validasi data benar Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 Hasil Pengujian Menampilkan halaman utama Selesai Berhasil Pengujian Menu Materi Skenario penginputan materi ditunjukkan dengan flowchart pada Fig. Fig 4. Flowchart Input Materi Fig 5. Flowgraph Input Materi Berdasarkan flowchart yang ditunjukkan pada Fig. 4, selanjutnya dilakukan konversi menjadi flowgraph. Flowgraph login ditunjukkan pada Fig. Selanjutnya dilakukan perhitungan cyclomatic complexity berdasarkan flowgraph input materi. V(G) = 10-10 2 = 2 Berdasarkan perhitungan cyclomatic complexity didapatkan dua independent path yang kemudian dideskripsikan dalam tabel test case berikut. Table 2. Test Case Input Materi Path Jalur Skenario 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10 Mulai Tampilan halaman utama Pilih menu Materi Apakah ingin menambahkan data materi Jika ya, pilih input materi Halaman input materi Input Kode Kurikulum. Kode Materi. Mata Pelajaran. File Materi Klik tombol save Menampilkan halaman list materi Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 Hasil Pengujian Path Jalur Skenario Berhasil 1-2-3-4-9 Hasil Pengujian Berhasil Selesai Mulai Tampilan halaman utama Pilih menu materi Apakah akan menambahkan materi? Jika tidak, pilih list materi Menampilkan halaman list materi Selesai Pengujian Menu Absensi Flowchart menu absensi ditunjukkan pada Fig 7. Fig 6. Flowgraph Input Absensi Fig 7. Flowchart Input Absensi Berdasarkan flowchart yang ditunjukkan pada Fig. 7, selanjutnya dilakukan konversi menjadi flowgraph. Flowgraph login ditunjukkan pada Fig. Selanjutnya dilakukan perhitungan cyclomatic complexity berikut V(G) = 10-10 2 Berdasarkan perhitungan cyclomatic complexity didapatkan dua independent path yang kemudian dideskripsikan dalam tabel test case berikut. Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 Table 3. Test Case Menu Absensi Path Jalur Skenario 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10 Mulai Tampilan halaman utama Pilih menu Absensi Apakah ingin menambahkan data absensi? Jika ya, pilih input absensi Halaman input absensi Input Nama. NISN. Status Kehadiran. Jam. Tanggal Klik tombol save Menampilkan halaman list absensi Selesai Hasil Pengujian Path Jalur Skenario Berhasil 1-2-3-4-9 Hasil Pengujian Berhasil Mulai Tampilan halaman utama Pilih menu absensi Apakah akan menambahkan absensi? Jika tidak, pilih list absensi Menampilkan halaman list absensi Selesai Pengujian Menu Logout Flowchart logout user ditunjukkan pada Fig 9. Fig 9. Flowgraph Logout User Fig 8. Flowchart Logout User Berdasarkan flowchart yang ditunjukkan pada Fig. 9, selanjutnya dilakukan konversi menjadi flowgraph yang ditunjukkan pada Fig. Selanjutnya dilakukan perhitungan cyclomatic Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 V(G) = 6-6 2 = 2 Berdasarkan perhitungan cyclomatic complexity didapatkan dua independent path yang kemudian dideskripsikan dalam tabel test case berikut. Table 4. Test Case Logout User Path Jalur Skenario 1-2-3-4-5-6 Mulai Halaman utama Pilih menu Logout Validasi (Ye. Menampilkan halaman login Selesai Hasil Pengujian Path Jalur Skenario Berhasil 1-2-3-4-3-4-5-6 Mulai Halaman utama Pilih menu logout Validasi (N. Menampilkan halaman utama Pilih menu logout Validasi (Ye. Menampilkan halaman login Selesai Hasil Pengujian Berhasil Black Box Testing Pengujian black box testing menggunakan metode equivalence partitioning dengan butir-butir uji yang ditunjukkan pada tabel. Table 5. Pengujian Black Box No. Form Uji Uji Keterbatasan Skenario Uji Hasil Yang Diharapkan Menu Login User Admin. User Guru dan Siswa yang sudah di aktifkan Masukkan data Username dan password yang User Admin. Guru dan Siswa Masukkan data Username dan password yang Ketika masuk ke dalam menu login akan muncul form login dan ketika form login di isi dengan username dan password yang benar maka akan muncul notifikasi berhasil login lalu akan ke menu Dashboard. Ketika masuk ke dalam menu login akan muncul form login dan ketika form login di isi dengan username dan password yang salah maka akan muncul notifikasi gagal login lalu akan kembali ke menu login Ketika data telah terisi klik save, maka akan muncul list akun yang telah terdaftar dan aktif Menu Kelola Akun User Admin Isi field kelola Hasil Uji [O. Berhasil [] Gagal [O. Berhasil [] Gagal [O. Berhasil [] Gagal Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 User Admin Form tambah, edit, dan hapus untuk data akun Ketika di klik tombol Add New makan akan diarahkan lagi ke form kosong untuk pengisian data akun baru. [O. Berhasil [] Gagal Ketika di klik tombol hapus makan data yang terinput akan terhapus. Ketika di klik tombol edit maka akan diarahkan ke form untuk mengedit akun yang telah terdaftar. Ketika tombol di klik maka akan muncul perintah print dengan format yang telah disediakan. Menu Laporan Absensi User Admin Klik print atau cetak Menu Isi Absensi User Guru dan Siswa aktifkan akunnya Isi field absensi yang disediakan Ketika data telah terisi klik save, maka akan muncul list absensi User Guru yang Form tambah, edit, dan hapus Ketika di klik tombol Add New makan akan diarahkan lagi ke form kosong untuk pengisian absensi. [O. Berhasil [] Gagal [O. Berhasil [] Gagal [O. Berhasil [] Gagal Ketika di klik tombol hapus makan data yang terinput akan terhapus. Menu Input Materi User Guru yang Isi field materi yang disediakan User Guru Form tambah, edit, dan hapus Ketika di klik tombol edit maka akan diarahkan ke form untuk mengedit Ketika data materi telah terisi klik save, maka akan muncul list materi dan penugasan jika ada pada hari itu Ketika di klik tombol Add New makan akan diarahkan lagi ke form kosong untuk pengisian materi dan penugasan. [O. Berhasil [] Gagal [O. Berhasil [] Gagal Ketika di klik tombol hapus makan data yang terinput akan terhapus. Menu Nilai User Guru Isi field materi yang disediakan Ketika di klik tombol edit maka akan diarahkan ke form untuk mengedit materi dan penugasan. Ketika data nilai telah terisi klik save, maka akan muncul list nilai siswa. User Guru Form tambah, edit, dan hapus untuk data nilai Ketika di klik tombol Add New makan akan diarahkan lagi ke form kosong untuk pengisian nilai. [O. Berhasil [] Gagal [O. Berhasil [] Gagal Ketika di klik tombol hapus makan data yang terinput akan terhapus. Menu Laporan Nilai User Guru Klik print atau cetak Ketika di klik tombol edit maka akan diarahkan ke form untuk mengedit Ketika tombol di klik maka akan muncul perintah print dengan format yang telah disediakan. [O. Berhasil [] Gagal Hamzah et alA Vol 3. 2025 : 1-11 Menu Materi User Siswa Klik Ketika menu materi diklik maka akan muncul materi ataupun penugasan yang diinput oleh user guru pada hari Menu Logout User Admin. User Guru, dan User Siswa Klik Ketika menu logout diklik maka user akan diarahkan kembali ke laman login [O. Berhasil [] Gagal [O. Berhasil [] Gagal Conclusion Berdasarkan pengujian pada sistem informasi media pembelajaran berbasis website menggunakan whitebox dan blackbox testing berbasis equivalence partitions, menunjukkan bahwa sistem ini sudah berjalan sesuai harapan. Hal ini ditunjukkan dengan tidak ditemukannya masalah fungsionalitas pada fitur yang tersedia. Dengan demikian, sistem ini dapat digunakan namun membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk memaksimalkan fungsinya, khususnya pada fitur menu materi. References