Khatulistiwa Nursing Journal (KNJ) Vol. No. Januari, 2024. Hal. p-ISSN: 2655-772X, e-ISSN: 2798-3897. DOI: 10. 53399/knj. Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader Tentang Rendam Kaki Air Jahe Hangat Pada Pasien Hipertensi Larasati Dini Hapsari1. Suyanto2*. Suryanti3 Poltekkes Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia agneslarasati99@gmail. com, suyanto. mkes@gmail. com, suryantisolo1@gmail. Info Artikel ABSTRAK Submit, 30 Oktober 2023 Review, 08 November 2023 Diterima, 10 Januari 2024 Latar Belakang: Pendidikan kesehatan memiliki beberapa metode, salah satunya metode diskusi yang disebut buzz group. Metode ini mempunyai banyak keuntungan salah satunya mendorong anggota yang kurang aktif menjadi aktif, menciptakan suasana acara yang menyenangkan dan efisien. Sehingga perlu dikaji apakah metodebuzz group saat melakukan pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan. Tujuan: Mendapatkan gambaran efektifitas pendidikan kesehatan dengan metode buzz group terhadap tingkat pengetahuan kader kesehatan dalam menangani hipertensi di kelurahan mojosongo. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment dengan menggunakan rancangan penelitian one group pre-test and post-test design without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi sejumlah 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji validitas dan uji reliabilitas oleh peneliti. Analisis data menggunakan Uji Shapiro Wilk dan juga menggunakan Uji Wilcoxon dengan nilai p-value <0,05. Hasil: Analisis data Uji Normalitas menggunakan Uji Shapiro Wilk menunjukan p-value 0,000. Uji Wilcoxon pada pre post test menunjukan p value 0,000. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengetahuan kader dapat menggunakan metode buzz group efektif. Kata Kunci: Buzz group. Kader. Pendidikan Kesehatan Keywords: Buzz group. Cadre. Health Education ABSTRACT Background: There are several methods for health education, one of which is the buzz group method because this method has many advantages, one of which is encouraging less active members to be come active, creating a fun and efficient event atmosphere. So it is necessary to study whether the buzz group method when conducting health education can increase the knowledge of health cadres. Purpose: To obtain an over view of the effectiveness of health education using the buzz group method on the level of knowledge of health cadres in treating hypertension in the Mojosongo sub-district. Method: The research design used was pre-experimental using a one group pre-test and post-test design without control. The sampling technique used a total population of 50 respondents. The instrument used is a questionnaire which has been tested for validity and reliability by researchers. Data analysis used the Shapiro Wilk Test and also used the Wilcoxon Test with a p value <0. Result: Normality Test data analysis using the Shapiro Wilk Test showed a p value of 0. The Wilcoxon test in the pre-post test shows a p value of 0. Conclusion: To increase cadres' knowledge, the p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 buzz group method can be used effectively. Khatulistiwa Nursing Journal is licensed under A Creative Commons Attribution 4. 0 International License Copyright A2024 STIKes YARSI Pontianak. All rights reserved PENDAHULUAN Menurut World Health Organization (WHO), peningkatan tekanan darah tinggi merupakan salah satu factor risiko utama kematian global. Diprediksi menjadi penyebab kematiaan sebanyak 9,4 juta orang dan 7% dari beban penyakit. Jika dibiarkan tidak terkontrol dapat menyebabkan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Prevalensi global 140/90 mmHg pada orang dewasa berusia 18 tahun keatas sekitar 22% pada tahun 2014. Penduduk dunia memiliki proporsi penduduk dengan tekanan darah tinggi tidak terkontrol mengalami penurunan antara tahun 1980 dan 2010. Namun dengan adanya pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah dan penuaan, jumlah orang dengan hipertensi yang tidak terkontrol mengalami peningkatan selama bertahun-tahun (WHO, 2. Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatkan tekanan darah melebihi batas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan angka kematian (Rispawati et al. , 2023. Suryani, 2. Penatalaksanaan hipertensi yang diberikan salah satunya dengan memberikan terapi komplementer salah satunya terapi rendam kaki air jahe hangat. Terapi rendam kaki air jahe hangat merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan secara mandiri. Rendam kaki air jahe hangat memiliki manfaat relaksasi, mengurangi pegal-pegal terutama pada bagian kaki, membuka pori-pori. Secara umum terdapat tiga jenis tanaman jahe yaitu jahe putih, jahe merah, jahe gajah (Setyaningrum & Saparinto, 2. Prinsip kerja terapi rendam kaki dengan air hangat jahe adalah dengan mekanisme konduksi dimana terjadi perpindahan suhu hangat dari air hangat kedalam tubuh yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan penurunan ketegangan otot. Akibatnya peredaran darah lancar dan mempengaruhi tekanan arteri oleh baroreseptor pada sinus kortikus dan arkus aorta yang dibawa menyampaikan ransangan terhadap serabut pembawa isyarat dari semua bagian tubuh untuk menginformasikan kepada otak perihal tekanan darah (Nurpratiwi et , 2. Jahe sangatlah popular di daerah Indonesia khususnya daerah jawa, maka dari itu manfaat jahe sangatlah banyak. Begitu juga dengan kegiatan para kader kesehatan yang rutin melakukan pemeriksaan dan cek kesehatan pada lansia khususnya hipertensi di Kelurahan Mojosongo. Surakarta. Beberapa kegiatan terapi, komplementer sering dilaksanakan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Kader kesehatan masyarakat adalah masyarakat baik pria maupun wanita yang bersedia dan dipilih oleh masyarakat kemudian memperoleh pelatihan untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja social dalam hubungan yang amat dekat dengan pelayanan kesehatan (Herlinawati& Pujianti, 2. Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader. (Larasati Dini Hapsar. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Tugas-tugas kader kesehatan masyarakat meliputi tugas pelayanan dan pembangunan masyarakat, biasanya juga sering menghadiri kegiatan pengbdian masyarakt seperti pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan ada beberapa metode, namun salah satu metode yang peneliti ambil yaitu Buzz Group. Alasan peneliti mengambil Buzz Group digunakan sebagai mana mestinya. Pengertian dari Buzz Group sendiri adalah grup kecil atau kelompok kecil yang dibentuk untuk diskusi mengenai tugas tertentu seperti menghasilkan ide, memecahkan masalah atau memperoleh sudut pandang yang sama tentang suatu tema masalah dalam jangka waktu tertentu. Grup besar dapat dibagi menjadi grup Buzz untuk mencakup aspek yang berbeda dari suatu topic atau memaksimalkan partisipasi. Metode ini mempunyai banyak keuntungan salah satunya mendorong anggota yang kurang aktif menjadi aktif, menciptakan suasana acara yang menyenangkan dan efisien (Milaningrum & Mulyanto, 2. Penelitian lain yang pernah dilakukan tentang efektivitas rendam kaki air jahe hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti werdha Pucang Gading Semarang mendapatkan hasil bahwa tekanan darah semula rata-rata sebesar 150/90 mmHg. Setelah dilakukan terapi komplemener rendam kaki air jahe hangat tekanan darah menjadi 140/80 mmHg (Nurahmandani et al. , 2. Berdasarkan hasil studi dengan teknik wawancara oleh peneliti pada tanggal16 September 2021 pada salah satu kader kesehatan di kelurahan Mojosongo yang sedang melakukan acara pengabdian masyarakat mengenai upaya peningkatan kualitas hidup pada lansia hipertensi dengan jumlah responden kader 20 orang. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah penderita hipertensi di daerah Kelurahan Mojosongo tidak sedikit. Daerah tersebut juga belum pernah mendapat pendidikan kesehatan tentang manfaat dari rendaman pada kaki menggunakan air jahe hangat dengan metode Buzz Group, terutama pada kader kesehatan yang belum mengetahui salah satu terapi komplementer ini. METODE Desain penelitian Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Postest without control. Rancangan eksperimen ini tidak menggunakan kelompok pembanding . Peneliti hendak menguji tentang perbedaan tingkat pengetahuan para kader sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan rendaman air jahe hangat menggunakan metode Buzz Group. Metode yang banyak memiliki keuntunganini seperti mendorong anggota yang kurang aktif menjadi aktif, menciptakan suasana acara yang menyenangkan dan efisien akan Perlakuan Peneliti memberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan tentang rendaman air hangat jahe menggunakan metode Buzz Group. Sebelum perlakuan diberikan responden diukur tingkat pengetahuanya menggunakan kuesioner dalam bentuk Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader. (Larasati Dini Hapsar. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Pada pertemuan kedua diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan tentang rendaman kaki air jahe hangat menggunakan metode Buzz Group. Responden dibagi dalam 5 kelompok, setiap kelompok beranggota 5 orang. Setiap kelompok diberikan intervensi selama 50 menit sebanyak dua kali pertemuan dengan jeda waktu satu minggu. Selama jeda waktu, responden diberi kesempatan untuk bertanya pada peneliti melalui grup WhatsApp jika ada materi dalam slide yang telah dibagikan ada yang belum jelas Pada pertemuan berikutnya sebagai langkah terakhir peneliti melakukan postest menggunakan kuesioner yang sama untuk mengukur pengetahun kader tentang rendaman kaki air jahe hangat. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah kader kesehatan di desa Mojosongo Kota Surakarta sebanyak 50 orang. Pengambilan samplenya menggunakan purposive sampling. Purposive sampling. Berdasarkan kriteria inklusi dan esklusi seluruh kader sebagai populasi memenuhi kriteria sehingga dijadikan sebagai seluruhnya sebanyak 50 orang kader di jadikan sampel. Variabel Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah tingkat pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang terapi rendam kaki air jahe hangat menggunakan metode Buzz Group. Instrumen Instrumen penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan terapi rendam kaki air jahe hangat sebanyak 10 pertanuyaan yang telah peneliti uji coba pada kader PKK sebanyak 30 orang di Kampung Sewu Kota Surakarta dan Ngringo Indah Palur. Hasil uji validitas sebanyak dua kali diperoleh nilai r hitung >0,361 dan Uji realiabilitasnya memperoleh nilai Alpha Cronbach 0,762. Kuesioner ini merupakan modifikasi kuesioner yang telah dibuat untuk penelitian di puskesmas wilayah Kota Semarang (Mulyo, 2. Pengumpulan Data Pengambilan data diawali dengan pengisian inform consent yang didahului dengan menjelaskan tujuan penelitian, tata cara pengisian kuesioner. Pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dengan cara mengumpulkan responden sebanyak dua kali dalam bentuk pretest dan postest. Analisa Data Analisis dilakukan berupa analisa univariat untuk menjelaskan karakteristik responden dan rerata skor pre-test dan post-test tingkat pengetahuan responden. Kemudian analisis bivariat dilakukan untuk membandingkan skor pengetahuan responden sebelum dan sesudahintervesi dengan metode Buzz Group memakai uji Wilcoxon. Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader. (Larasati Dini Hapsar. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 KelayakanEtik Persetujuan etik penelitian ini diperoleh pada tanggal 27 Januari 2022, dengan nomor: 83/I/HREC/2022. HASIL Berikut ini adalah hasil penelitian yang telah dilakukan meliputi: Data karakteristik responden yaituusia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan disajikan dalam tabel sebagai berikut: Analisa Univariat Tabel. Karakteristik Responden Penelitian . Karakteristik Usia < 50 Tahun 50-60 Tahun >60 Tahun Tingkat Pendidikan SMP SMA Diploma Sarjana Jenis Pekerjaan PNS KaryawanSwasta Wiraswasta IRT Pensiunan Gender Men Woman Frekuensi Prosentase (%) Pada tabel 1 terlihat bahwa sebagain besar usia responden berada pada rentang50-60 tahun sebanyak 37 responden . %), tingkat pendidikan responden mayoritas adalah SMA sebesar35 responden . %) dan sebagai besar berprofesi sebagai IRT yaitu sebesar 46 % ( 23 oran. Tabel. Tingkat Pengetahuan Kader Berdasarkan Usia Sebelum dan Sesudah Menerima Pendidikan Kesehatan Menggunakan Buzz Group . Sebelum Tingkat Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah Sesudah <50 >60 Jumlah Prosentase <50 >60 Jumlah Prosentase Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader. (Larasati Dini Hapsar. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Mayoritas sebelum dilakukan pendidikan kesehatan pengetahuan kader berada pada tingkat kurang . %) kemudian setelah menerima pendidikan kesehatan mayoritas menjadi baik . %). Walaupun demikian masih terdapat 26 % tingkat pengetahuan kader yang cukup setelah diberi pendidikan kesehatan. Analisa Bivariat Tabel. Hasil Uji Beda Tingkat Pengetahuan Kader Sebelum dan Setelah Menerima Pendidikan Kesehatan . = . Mean Mode Median Std. MinMax CI 95% P Value Dev Pre Test Post Test Selisih 0,000 Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon tentang perbedaan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan menggunakan BuzzGroup diperoleh hasil bahwa terjadi adanya peningkatan rerata sebesar25,5 dengan nilai p value adalah 0,000. Kemudian terlihat bahwa intervensi berupa pendidikan kesehatan rendaman kaki air jahe hangat menggunakan Buzz Group berpengaruh secara bermakna dengan nilai p value 0,000< 0,05 terhadap pengetahuan responden sebagai kader PEMBAHASAN Merendam kaki dengan air hangat adalah salah satu terapi yaitu dengan cara merendam kaki dalam air hangat hingga batas 10-15 m diatas mata kaki. Secara ilmiah terapi ini dapat memperbaiki mikro sirkulasi pembuluh darah dan Adapun efek dari rendam kaki dalam air hangat menghasilkan energy kalor yang dapat mendilatasi pembuluh darah dan melancarkan aliran dan peredarandarah juga merangsang saraf kaki sehingga mengaktifkan saraf parasimpatis dan dapat menyebabkan perubahan tekanan darah (Parmana & Siringoringo, 2. Metode ini dapat diajarkan pada kader kesehatan dengan menggunakan metode Buzz Group sebagaimana yang sudah peneliti lakukan dengan hasil sebagai berikut: Tingkat Pendidikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan responden dalam penelitian ini sebagian besar berpendidikan terakhir SMA. Pendidikan adalah suatu proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau suatu kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui pendekatan pengajaran dan pelatihan (Notoadmodjo, 2. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader. (Larasati Dini Hapsar. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan yang cukup dan dimiliki oleh responden akan mendukung responden untuk memahami informasi dari pendidikan kesehatan sehingga meningkatan pengetahuan mereka tentang posyandu lansia(Kurniawan et al. , 2. Status Pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) adalah status pekerjaan terbanyak responden dalam penelitian ini. Kondisi tersebut sesuai dengan persyaratan dari pemerintah tentang kader kesehatan. Disebutkan bahwa kader harus memiliki keluangan waktu yang lebih untuk dapat aktif berperan di dalam masyarakat. Salah satunya yaitu syarat calon kader adalah wanita yang mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan semua tugas kader yang telah ditetapkan, sebab berbagai program kegiatan di Posyandu biasanya dilaksanakan pada jam kerja. Usia Kader Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas usia responden ada di rentang usia 50Ae 60 tahun. Sebagai mana diketahui bahwa usia seseorang sangat erat hubungannya dengan tingkat pengetahuan seseorang. Hal ini telah jelas dan sebagaimana dikemukakan bahwa usia menjadi salah satu factor yang mempengaruhi Dalam tabel 2 dapat dilihat bahwa usia kader 50-60 tahun mengalami perubahan terbesar tingkat pengetahuannya dari kurang baik sebanyak 24 orang menjadi baik sebanyak 28 orang. Hal ini menerangkan bahwa jika usia semakin bertambah maka semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya sehingga tingkat pengetahuan yang diperoleh akan semakin banyak juga semakin membaik dan semakin bertambah (Notoadmodjo, 2. Penelitian sebelumnya yang sejalan dengan penelitian ini menyatakan bahwa distribusi umur dalam penelitian menunjukkan mayoritas responden merupakan kelompok dewasa yang telah memiliki tugas dan tanggungjawab terhadap anggota keluarga atau orang lain (Kurniawan et al. , 2. Jenis Kelamin Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakan responden berjeniskelamin perempuan, namun pada penelitian ini ditemukan kader yang berjenis kelamin lakilaki. Kondisi ini bukan merupakan masalah karena kader kesehatan masyarakat berjenis kelamin laki-laki atau wanita yang telah dipilih oleh masyarakat juga telah dilatih untuk menangani masalah- masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja membantu masalah masalah yang berhubungan dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan (Heru, 1. Pengetahuan Responden Sebelum dan Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Buzz Group Batasan mengenai pengetahuan adalah hasil dari tahun yang terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap suatu obyek tertentu (Alitonang, 2020. Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader. (Larasati Dini Hapsar. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Notoadmodjo, 2012. Sunartono, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan metode buzz group sebagan besar memiliki pengetahuan yang kurang dengan frekuensi . %). Pemahaman kader kesehatan masyarakat mengenai hipertensi perlu ditingkatkan karena seorang kader harus tetap memiliki pengetahuan yang cukup mengenaihipertensi baik dari pengertian, tanda dan gejala, cara menangani dan cara Pengetahuan responden setelah menerima pendidikan kesehatan dengan metode buzz group menunjukkan kebanyakan memiliki pengetahuan yang baik dengan frekuensi . %). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara pre-test dan post-test. Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian lain yang menyatakan bahwa keadaan ini dapat membantu peserta untuk bisa menyampaikan gagasan atau pendapat di dalam kelompok, menumbuhkan suasana akrab dan menyenangkan, mendorong tiap anggota untuk berpartisipasi dalam diskusi (Wardani et al. , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lain yang menemukan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan warga binaan tentang HIV/AIDS sebelum dan setelah dilakukan pendidikn kesehatan dengan metodebuzz group discussion (Ikromah et al. , 2. Sedangkan penelitian lain menemunkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Faktor yang mempengaruhi diantaranya pendidikan responden yang sebagian besar adalah SMA. Tingkat pendidikan SMA termasuk pendidikan menengah sesuai dengan syarat pendidikan 9 tahun, dimanaa pada tahap pendidikan tersebut seseorang dianggap telah memiliki kemampuan untuk memahami informasi serta kemampuan pemecahan masalah (Kurniawan et al. Margiyati & Wulan Sari, 2. Hasil Uji Beda Pengetahuan Responden Sebelum dan Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Buzz Group Berdasarkan hasil sebaran data tidak normal maka uji yang dipilih menggunakan uji Wilcoxon. Hasil tersebut menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 <0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Hipotesis alternative Menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan metodebuzz group. Hasil penelitian lain sebelumnya yang pernah dilakukan mendapatkan bahwa ada beda pengetahua lebih besar dari dua, maka dapat disimpulkan bahwa secara klinis ada beda rerata pengetahuan yang bermakna sebelum dan setelah dilakukan diskusi buzz group (Fauzia, 2. Hasil penelitian lain yang juga pernah dilakukan menunjukan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode buzz group dengan rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 10,79 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan 13,46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa diskusi buzz group secara nyata berpengaruh dan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan sebagai responden (Limbun, 2. Efektivitas Metode Buzz Group Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kader. (Larasati Dini Hapsar. p-ISSN: 2655-772X e-ISSN: 2798-3897 Metode selain buzz group juga dapat digunakan sebagai penelitian, tetapi metode buzz group terdapat beberapa kelebihan seperti dapat menciptakan situasi dan suasana yang membuat rasa senang dan mendorongpeserta yang malumalumenjadi lebih aktif berinteraksi. Hal ini bersesuaian dengan hasil penelitian sebelumnya bahwa metode buzz group lebih efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan akumulasi nilai post test . %) lebih besar dari pretest . %). Hal ini berarti terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode buzz group. Penelitian ini sejalan dengan penelitian lain yang menyebutkan bahwa ada pengaruh metode buzz group terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah Menurut penelitian (Kurniawan et al. , 2. menyebutkan tingkat pengetahuan kader meningkat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan,usia,dan KESIMPULAN Penelitian ini telah dilakukan terhadap50 kader sebagai responden penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang rendaman kaki air jahe hangat menggunakan metode BuzzGroup. Diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kader dan keterampilan pada kader di Kelurahan Mojosongo Kota Surakarta dan dapat ditarik kesimpulan sebagaiberikut: Diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode buzz group. Diharapkan penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan dengan inovasi terkini menggunakan metode buzz group dan dapat meningkatkan informasi pada penelitian lanjutan dengan variable yang lebih luas. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas kerjasama dan bantuan serta kesediaanya kepada para kader kesehatan kelurahan Mojosongo Kota Surakarta atas kerjasama dan bantuan dalam penelitian ini. REFERENSI