Al-Abyadh Volume 7. No 2. DEsember 2024 . MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI PERMAINAN ESTAFET BOLA DI PAUD SAGARA CENDIKIA Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa. Febra Putri Nazarina. Lizza Suzanti Prodi PGPAUD. Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang ganismaharani13@upi. edu, ridarizki@upi. edu, asifasifa05@upi. edu, febraputri@upi. lizzasuzanti@upi. Abstrak Permainan estafet bola di PAUD Sagara Cendikia menjadi bagian dari strategi yang bisa diterapkan oleh guru dan orang tua untuk membentuk keterampilan sosial emosional anak. Rendahnya keterampilan sosial ditunjukkan oleh kesulitan anak dalam berinteraksi sosial dan mengungkapkan perasaan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik diperlukan untuk mendukung perkembangan anak. Metodologi studi penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dikombinasikan metode deskriptif. Adapun tujuan studi penelitian ini untuk mendeskripsikan permainan estafet bola sebagai strategi untuk mengembangkan interaksi sosial-emosional anak, seberapa baik anak-anak belajar, dan seberapa dekat pencapaian tujuan permainan terkait mempengaruhi pengembangan keterampilan sosial emosional. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian anak tidak memiliki rasa percaya diri, sulit dalam bersosialisasi dengan teman sebaya, dan rentang perhatian yang rendah selama di kelas. Oleh sebab itu, upaya yang dilakukan harus dengan cara yang menarik dan interaktif untuk membantu mengembangkan keterampilan sosial emosional anak. Dengan demikian, permainan estafet bola dirancang untuk mengembangkan keterampilan anak dalam aspek sosial emosionalnya. Kata kunci: Anak Usia Dini. Estafet Bola. Kualitatif. Perkembangan Sosial Emosional. Developing Social Emotional Skills Through Ball Relay Games at Sagara Cendikia PAUD Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa. Febra Putri Nazarina. Lizza Suzanti Prodi PGPAUD. Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang ganismaharani13@upi. edu, ridarizki@upi. edu, asifasifa05@upi. edu, febraputri@upi. lizzasuzanti@upi. Abstract Ball relay games at Sagara Cendikia PAUD are part of the strategies that can be applied by teachers and parents to shape children's social-emotional skills. Low social skills are shown by children's difficulties in social interaction and expressing their feelings. This suggests that a holistic approach is needed to support children's development. The methodology of this research study uses qualitative methods combined with descriptive methods. The purpose of this research study was to describe the ball relay game as a strategy to develop children's socialemotional interactions, how well the children learnt, and how closely achieving the objectives of the game affected the development of social-emotional skills. Observations showed that some children lacked self-confidence, had difficulty socialising with peers, and had low attention spans during class. Therefore, efforts should be made in an interesting and interactive way to help develop children's social-emotional skills. Thus, a ball relay game was designed to develop children's skills in their social emotional aspects. Keywords: Ball Relay. Development of Emotional and Social. Early Childhood. Qualitative. Al-Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Mengembangkan Keterampilan Sosial EmosionalAOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll Pendahuluan melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut Pendidikan anak usia dini mengacu Hurlock dalam (Dachlan & dkk, 2. pada pelekatan dasar pada pertumbuhan dan keterampilan sosial emosional merupakan perkembangan fisik yang terdiri dari. kesanggupan seseorang untuk berperilaku motorik halus dan kasar, perkembangan kognitif yang terdiri dari. daya pikir, daya sosial masyarakat. Keterampilan sosial dan cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan emosional saling berdampingan. Fokus spiritual, selanjutnya perkembangkan sosial keterampilan sosial adalah kecakapan anak emosional yang terdiri dari. sikap, perilaku, untuk berperilaku sesuai dengan kebutuhan dan beragama, serta perkembangan bahasa sosial, sedangkan keterampilan emosional dan komunikasi yang disesuaikan dengan memahami, mengutarakan, dan melakukan perkembangan setiap anak. Anak-anak di pengendalian emosi pada perasaan mereka. PAUD American Academy of Pediatrics (Wati nilai-nilai moral agama, sosial emosional. Anzani kognitif, linguistik, motorik, fisik, mental, memberikan penjelasan tentang bagaimana dan spiritual, yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam mempengaruhi kemampuan anak untuk pendidikan selanjutnya. Anak-anak usia memahami dan mencurahkan emosi dengan jelas baik secara positif ataupun negatif, membangun ikatan yang baik dengan teman ciri khas mereka (Sujiono, 2. Pendidik seusianya dan orang yang berusia lebih tua memiliki peran penting dalam berkontribusi di sekitarnya, dan secara aktif belajar dari untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional anak-anak dari usia 0 hingga 6 Menurut Khairul Insan. Soendjoyo . alam tahun, saat fungsi fisik dan psikologis anak Tirtayani dkk, 2. Emosi adalah dasar dipengaruhi oleh rangsangan lingkungan. Mengembangkan Manusia sosial emosional sejak usia dini menjadi hal membuat keputusan, mempertahankan diri, yang sangat penting untuk dilakukan karena berkomunikasi, menciptakan batasan, dan Emosi mempengaruhi cara anak dengan aktivitas sehari Ae hari. Emosi yang berperilaku dan menyesuaikan diri dengan kurang baik akan menyebabkan tubuh lingkungan sosial emosionalnya. Penilaian menggunakan lebih sedikit energi untuk lingkungan sosial anak didasarkan pada Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional AOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll tingkah laku emosinya. Menurut Yawinda alami harus berperilaku baik terhadap , . alam Tirtayani dkk, 2. interaksi anggota keluarga mereka, dan mereka harus dalam lingkungan akan membantu anak diajari manfaat sosialisasi untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Perasaan Menurut adalah proses otomatis yang masuk ke (Saleh, 2. dikarenakan manusia hampir semua aspek pribadi (Selpiyani & merupakan makhluk sosial yang selalu Darmayanti, 2. memerlukan interaksi dengan insan lainnya. Hasil keterampilan sosial selalu dimulai dengan bahwa keterampilan sosial emosional anak proses belajar dari pengalaman sebelumnya. kelas A dan B di PAUD Sagara Cendikia Maka dari itu, anak juga membutuhkan masih sangat rendah. Kenyataannya di interaksi yang intensif dengan orang yang PAUD Sagara Cendikia masih terdapat keluarga, dan teman-teman sebayanya. bersosialisasi dengan baik. Dari 20 anak Seberapa mengungkapkan perasaan mereka adalah kemampuan sosial emosional yang masih salah satu keterampilan sosial yang sangat Di kelas A, 4 dari 9 anak Ketika seorang anak sakit atau tidak menerima sosialisasi yang tepat sejak usia dini, itu dapat menyebabkan banyak emosional mereka, dan di kelas B, 7 dari 11 masalah sosial dengan orang lain. Maka dari itu, sangat penting bagi anak untuk emosional mereka. Pada saat pembelajaran lingkungannya dengan baik. Perkembangan anak dipengaruhi secara signifikan oleh anak-anak memperhatikan guru, kurang percaya diri, dan sering kali terlihat murung. proses komunikasi dan bimbingan yang Berdasarkan proses pembelajaran terjadi antara guru dan anak-anak dalam yang terjadi di PAUD Sagara Cendikia, atau masyarakat. Dalam keterampilan sosial bermain estafet bola. Pada masa emas, bermain menjadi kebutuhan anak sejak usia lingkungan sosial tempat anak belajar tentang dirinya sendiri sangatlah penting. Menurut etika sosial, anak-anak secara Al-Abyadh Volume 7 . No 2 . Desember 2024 Dengan Mengembangkan Keterampilan Sosial EmosionalAOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll termasuk aspek sosial emosional. Seorang permainan estafet bola. Tujuan penelitian anak dapat belajar tentang dunia dan ini adalah guna menentukan interaksi sosial lingkungan sekitarnya dengan bermain. emosional anak, seberapa baik anak-anak Anak-anak belajar, dan seberapa dekat pencapaian tujuan permainan terkait mempengaruhi rancangan kegiatan seperti bermain estafet emosional anak. Untuk itu diperlukan bola atau ball relay. Estafet bola merupakan permainan AuMengembangkan Keterampilan Sosial kooperatif yang dilakukan di dalam tim di Emosional Melalui Permainan Estafet Bola mana setiap tim atau kelompok terdiri dari di PAUD Sagara CendikiaAy. 1 hingga 4 pemain. Bola yang digunakan dalam permainan ini menyesuaikan umur Metode Penelitian Dengan permainan kooperatif ini. Metodelogi penelitian ini dilakukan anak dapat mengembangkan keterampilan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sosial mereka karena permainan estafet bola merupakan permainan yang membutuhkan dilakukan di PAUD Sagara Cendikia, banyak orang. Selain itu, permainan ini dengan 20 anak kelas A dan B dan 1 wali pula dapat mengembangkan keterampilan kelas B sebagai subjek penelitian. Adapun emosional anak dengan melatih regulasi tujuan dari penelitian ini adalah untuk emosi mereka. Anak dapat meningkatkan sosial emosional anak melalui permainan sebayanya dengan kerja sama dalam tim. estafet bola. Untuk mengumpulkan data. Dengan permainan estafet bola inilah, anak Studi keterampilan sosial emosional mereka. mengumpulkan data melalui foto yang Adanya kerja sama dalam tim membuat diambil selama pengamatan dan dokumen permainan lebih mudah untuk diselesaikan . pendekatan observasi, yaitu dengan cepat mengamati, mengumpulkan, dan mencatat (Selpiyani & Darmayanti, semua kegiatan PAUD yang berkaitan Melalui permainan estafet bola. Penelitian Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 emosional anak. Metode wawancara: Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional AOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll Responden . ali kelas B) diwawancarai anak untuk meningkatkan pertumbuhannya secara langsung (Ratnasari dkk, 2. dalam semua aspek pertumbuhan dan Menurut Miles Huberman perkembangan yang relevan dengan tahap analisis data perkembangan mereka. Anak-anak yang kualitatif dilakukan dalam tiga langkah, masih dalam tahap perkembangan motorik antara lain. mengorganisasi data untuk serta memiliki kepercayaan diri yang rendah dapat menjadi lebih percaya diri jika peneliti selama proses pengumpulan data. mereka menerima pendidikan yang baik di . Penyajian data digunakan peneliti dalam usia dini (Aulia & Sudaryanti, 2. dalam (Nursyafitri, 2. menguraikan hasil dan pembahasan dengan Keterampilan sosial emosional anak mengkategorikan data yang didapat pada usia dini sangat penting karena merupakan saat observasi di PAUD Sagara Cendikia. dasar untuk interaksi dan hubungan mereka . Penarikan kesimpulan digunakan dalam di masa depan. Melalui keterampilan sosial emosional anak mulai memahami dan permainan estafet bola sebagai strategi untuk mengembangkan keterampilan sosial berkomunikasi dan bersosialisasi dengan emosional anak. orang lain secara efektif, dan biasanya memiliki lebih banyak kesempatan untuk Hasil Penelitian dan Pembahasan Kemampuan membangun ikatan yang positif dengan Jika seorang anak memiliki ciri- ciri tertentu, seperti memiliki teman tetapi juga dapat bermain dengan orang lain, lingkungan, kesehatan, nutrisi, dan lainnya, kelompok bermain mereka tidak selalu kecil dan terorganisir, dan mereka sering Berbagai stabilitas emosi dan kesanggupan sosialnya. Pendidik kehilangan minat mereka dalam permainan, keterampilan sosial. Jika seorang anak memiliki karakteristik tertentu, mereka pengetahuan tentang perkembangan anak dianggap mencapai kematangan sosial, yang sedang berlangsung. Dengan melihat seperti kemampuan untuk mengekspresikan perkembangan anak, orang dapat membuat emosinya dengan cara yang tenang dan konsep baru tentang apa yang dibutuhkan lembut, secara konsisten memperhatikan Al-Abyadh Volume 7 . No 2 . Desember 2024 stimulasi pada anak yang disesuaikan Mengembangkan Keterampilan Sosial EmosionalAOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll gurunya, dan diterima oleh masyarakat dengan baik (Nurjannah, 2. Dari hasil teman sebayanya. pengamatan yang peneliti lakukan di PAUD Selain PAUD Sagara Sagara Cendikia bahwa terdapat 11 anak Cendikia beberapa anak masih mengalami dari 20 anak memiliki keterampilan pada kesulitan dalam mengontrol emosi mereka aspek sosial emosional yang rendah. PAUD pengamatan peneliti, pada kelas A terdapat mengalami kesulitan berinteraksi dengan 3 anak yang sulit dalam mengendalikan teman sebayanya. Pada kelas B terdapat 3 emosi mereka. Sedangkan, kelas B terdapat anak dan kelas A hanya terdapat 1 anak 3 anak mengalami kesulitan yang sama, 2 dari 3 anak terus berteriak selama kegiatan Pada kelas B pula terdapat 1 belajar berlangsung, dan terdapat 1 anak anak yang tidak mau berbagi maianan yang terlihat murung selama kegiatan dengan temannya. Squires. Bricker & pembelajaran berlangsung. Sagara Cendikia. Twombly . alam Noviasari. Berdasarkan membagi keterampilan sosial emosional Tabel 1. Tabel Anak di PAUD Sagara anak usia dini ke dalam tujuh dimensi yaitu: Cendikia Dengan Keterampilan Sosial self-regulation . egulasi dir. , compliance Emosional Yang Masih Rendah . , communication . , . ungsi Jumlah Anak autonomy . , affect . , dan Dengan Kelas Jumlah Anak Keterampilan interaction with people . nteraksi dengan Sosial Emosional Berdasarkan ketujuh dimensi pada Yang Rendah perkembangan sosial emosional anak yang Squires. Bricker Twombly . , anak di PAUD Sagara Cendikia interaction with people, di mana anak-anak kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain terutama teman sebayanya. Terdapat kesulitan dalam bersosialisasi yang lain pada kelas A dan B masih terdapat anak yang tidak ingin meminjamkan mainan dan Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 Kegiatan salah satu yang mempengaruhi rendahnya Pembelajaran mengakibatkan anak menjadi jenuh dan Namun, di balik rendahnya anak dalam mengembangkan keterampilan Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional AOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll tersebut, masih ada beberapa anak yang satu per dan dibimbing oleh gurunya. baik dalam bersosialisasi dan mengontrol Setelah sesi pertama kegiatan pembelajaran emosi mereka. selesai, anak-anak diberikan waktu untuk Pada beristirahat selama sepuluh menit dan observasi di PAUD Sagara Cendikia, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas A dan kelas B berbeda, namun terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan sesi kedua disesuaikan dengan kelas masing-masing. kegiatan pembelajaran, sebelum melakukan Pada kegiatan pembelajaran pada sesi kedua guru melakukan Ice Breaking kepada anak-anak melakukan doa bersama, menyanyi bersama, yang nantinya akan bersangkutan dengan materi pembelajaran. Materi pembelajaran pembelajaran pada sesi pertama, yaitu guru yang diberikan oleh guru berupa jumlah memberikan kertas bergambar pada siswa rakaat dalam sholat. Setelah itu, guru untuk menentukan dan menghitung ada membagikan selembar kertas kepada anak- beberapa gambar yang sama pada kertas, anak mencocokkan jumlah rakaat pada lalui sesi kedua kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan guru memberikan buku pembiasaan untuk salim kepada guru. yang sudah diberikan contoh tulisan yang Pada Setelah anak-anak akan diikuti oleh siswa. Pada akhir kelas pembelajaran, peneliti memiliki solusi yang siswa diminta berbaris untuk menyetorkan dapat diterapkan di PAUD Sagara Cendikia doAoa dihadapan guru sebelum keluar kelas. Hampir sama dengan kelas A, pada kelas B sebelum mulai pembelajaran guru emosional anak. Salah satu metode untuk memimpin doa dan bernyanyi bersama sebelum memulai pembelajaran. Kegiatan kasar anak sejak usia dini adalah dengan memainkan bola estafet. Studi sebelumnya dicondongkan pada pembelajaran agama telah menunjukkan bahwa teknik ini efektif terkait puasa, pada sesi pertama guru menuliskan 5 kata yang berhubungan perubahan pada alat, gerak, dan alur dengan puasa, lalu anak diperintahkan Untuk menyesuaikan tindakan untuk menuliskan kata-kata tersebut pada yang dilakukan dengan situasi dan kondisi buku masing-masing. Jika setiap anak yang subjek penelitian, perubahan dilakukan telah selesai terlebih dahulu akan membaca pada alat, gerak, dan alur permainan. Ini Al-Abyadh Volume 7 . No 2 . Desember 2024 Mengembangkan Keterampilan Sosial EmosionalAOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll dilakukan untuk memaksimalkan hasil. Pada penelitian ini, permainan estafet bola diubah agar anak-anak dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan kemampuan (Lestari Puspitasari, 2. Gambar 2. Sumpit Kayu Modifikasi yang peneliti lakukan terhadap permainan estafet bola ini adalah dengan memodifikasi alat dan alur dari Alat yang dibutuhkan untuk memainkan estafet bola ini yaitu sumpit kayu dan kardus yang dijadikan sebagai box. Alur permainan ini, peneliti membagi anakanak menjadi kelompok atau tim dengan empat anak di masing-masing tim, lalu setiap tim diminta untuk saling berpasangan dan memegang sumpit yang di atasnya kemudian bola tersebut dimasukkan ke dalam box yang disediakan. Permainan ini dimodifikasi dengan menambahkan unsur perkembangan emosi pada akhir permainan, peneliti menggunakan stiker note yang bergambar sesuai perasaan anak yang nantinya akan ditempelkan pada papan tulis setelah anak memainkan permainan estafet Salah satu cara untuk membantu emosional adalah bermain kooperatif, yang merupakan permainan yang dimainkan oleh sekelompok anak. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional dan koordinasi anak-anak. Pada anak-anak Hal ini dapat membantu Anak untuk belajar bagaimana mereka dapat bersosialisasi dan berbaur dengan teman sebayanya. Selain itu, permainan estafet bola memiliki keuntungan lainnya yaitu anak-anak dapat mengenal temannya lebih baik dan melatih sportivitas mereka agar tidak curang. Permainan estafet bola memberikan mengembangkan keterampilan komunikasi Mereka dapat belajar bagaimana cara berkomunikasi secara efektif dengan tim mereka, mengajak teman untuk bermain, dan menyelesaikan masalah permainan yang sederhana. Selain itu, permainan Gambar 1. Bola Plastik Berwarna Al-Abyadh Volume 7. No 2. Desember 2024 platform untuk mengajarkan prinsip-prinsip Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional AOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll penting seperti toleransi, kerja sama, dan Selain itu, peneliti memberikan Tidak hanya mengembangkan beberapa saran dan solusi, antara lain yaitu: kemampuan sosial saja, tetapi permainan guru di PAUD Sagara Cendikia dapat ini pula dapat mengembangkan kemampuan memberikan kegiatan pembelajaran yang emosional mereka. Dengan permainan ini lebih menarik guru dapat meningkatkan dapat melatih kesabaran anak untuk tetap interaksi dan komunikasi kepada anak menyeimbangkan bola hingga masuk ke secara keseluruhan dan tidak hanya fokus dalam box warna yang telah disediakan. terhadap individual saja, agar anak tidak Permainan estafet bola berguna melakukan validasi setiap perasaan anak yang muncul, dan guru dapat memberikan emosional mereka dalam beberapa cara: . pemahaman menggunakan bahasa yang Mengajak anak-anak untuk berbagi dan sederhana terkait sosial emosional membantu, permainan ini dapat membantu mereka belajar berbagi dan membantu kegiatan mendongeng. teman-temannya menyelesaikan permainan. Ini Simpulan dan Saran keterampilan sosial emosional anak seperti Pengembangan keterampilan sosial komunikasi, empati, dan kerja sama. emosional melalui permainan estafet bola di Permainan bola estafet dapat digunakan PAUD untuk mengajarkan anak tentang aturan - betapa pentingnya memulai pendidikan aturan yang harus dipatuhi dalam sebuah anak sejaj usia dini dengan benar. Peneliti Hal ini dapat membantu anak merancang kegiatan permainan estafet bola dalam menumbuhkan keterampilan sosial emosional mereka, seperti kepercayaan diri dan pemahaman aturan. Permainan bola emosional mereka. estafet dapat dilakukan dengan mengatur Cendikia, ditemukan bahwa beberapa anak . Selain itu, permainan ini dapat mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan memahami perasaan mereka. Ini anak-anak Sagara Cendikia anak-anak Di PAUD Sagara menunjukkan bahwa pendekatan holistik emosional mereka, seperti pengendalian diri perkembangan anak usia dini. Permainan dan empati. estafet bola tidak hanya olahraga fisik. juga membantu anak belajar keterampilan Al-Abyadh Volume 7 . No 2 . Desember 2024 Mengembangkan Keterampilan Sosial EmosionalAOe Ganis Maharani. Rida Rizki Nurfarida. Asifa, dll sosial seperti bekerja sama, berbicara, dan berempati satu sama lain. Anak-anak mendukung satu sama lain, dan memahami aturan melalui interaksi permainan. Mereka juga mendapat bantuan dalam mengatur waktu, mengontrol emosi, dan memahami Kegiatan bermain yang terorganisir dan mendukung diharapkan akan memberikan anak-anak emosional mereka serta menjadi orang yang lebih percaya diri, mandiri, dan mampu berinteraksi dengan dunia luar. DAFTAR PUSTAKA