Kepemilikan keluarga sebagai determinan kinerja JBB 12, 2 perusahaan dengan biaya keagenan sebagai moderasi Bayu Swastika Saputra. Muazaroh Muazaroh *. Suhartono Suhartono Universitas Hayam Wuruk Perbanas. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia Received 24 Juli 2022 Revised 25 Oktober 2022 Family ownership still dominates the companiesAo ownership structure in Indonesia. Accepted 26 Oktober 2022 However, family ownership can also have a positive or negative impact on the companyAos performance the previous studies related to the impact of family ownership JEL Classification: on the companyAos performance provides different results. The purpose of the study was D22. G32. G34 to examine the family ownership as determinant of the companyAos performance with agency cost as a moderating variable. It took the sample of 13 manufacturing companies in the industrial and consumption sectors listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2020 periods. They were taken using a purposive sampling method. The data were DOI: analyzed using multiple linear regressions. The results showed that family ownership has 10. 14414/jbb. a positive effect on the companyAos performance, which means the greater the percentage of family ownership, the better the companyAos performance. It also showed that agency cost did not moderate the effect of family ownership on company performance. It can be implied that family ownership has a strong motivation to supervise company management to improve company performance. ABSTRACT ABSTRAK Struktur kepemilikann perusahaan di Indonesia masih didominasi oleh kepemilikan Kepemilikan keluarga dapat berdampak positif maupun negative pada kinerja Hasil penelitian sebelumnya terkait pengaruh kepemilikan keluarga pada kinerja perusahaan menunjukkan hasil yang berbeda beda. Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji kepemilikan keluarga sebagai determinan kinerja perusahaan dengan biaya keagenan sebagai variabel moderasi. Sampel diambil dari 13 perusahaan manufkatur sektor industri dan konsumsi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020. Sample tersebut dambil dengan menggunakan metode purposive Datanya kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda. Hasil peneilitian menunjukan kepemilikan keluarga berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang berarti semakin besar prosentase kepemilikan keluarga akan semakin bagus kinerja perusahaan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa biaya keagenan tidak memoderasi pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan. Implikasi hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa kepemilikan keluarga mempunyai motivasi yang kuat untuk mengawasi manajemen perusahaan untuk meningkatkan kinerja Journal of Keyword: Family Ownership. Biaya Keagenan. Firm Performance Business and Banking ISSN 2088-7841 PENDAHULUAN Volume 12 Number 2 Kinerja perusahaan adalah suatu ukuran tingkat keberhasilan suatu November 2022 - April organisasi dalam memeroleh keuntungan melalui aktivitas yang 2023 dilakukan oleh perusahaan (Petta & Tarigan, 2. Adapun kinerja itu sendiri dapat diartikan sebagai gambaran dari pencapaian pelaksanaan pp. satu kegiatan dalam mencapai sasaran, tujuan, visi, dan misi. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan adalah struktur kepemilikan, misalnya kepemilikan keluarga. Kemdian, struktur A STIE Perbanas Press kepemilikan ini kahirnya dapat memengaruhi kinerja karena pemilik 2020 Kinerja Perusahaan perusahaan dapat menempatkan anggota keluarganya pada posisi dewan komisaris maupun eksekutif perusahaan. Penempatan anggota keluarga pada posisi komisaris dan dewan direksi ini, pada akhrinya, dapat memengaruhi baik kebijakan maupun pengambilan keputusan Dalam kenyataannya, karakteristik struktur kepemilikan perusahaan di Indonesia masih didominasi oleh keluarga, baik keluarga pendiri maupun bukan pendiri perusahaan. Dalam perusahaan keluarga, seringkali terdapat anggota keluarga pemilik perusahaan yang ikut serta dalam pengelolaan perusahaan. Kehadiran perwakilan keluarga ini dapat mengurangi pengaruh negatif masalah keagenan yang disebabkan oleh direktur non-keluarga (Wirawan & Diyanty, 2. Anggota keluarga yang berada dalam manajemen juga. Oleh sebab itu, mereka patuh menyampaikan informasi lengkap tentang perusahaan kepada pemilik perusahaan. Itu sebabnya, keberadaan mereka dapat megurangi kemungkinan terjadinya konflik kepentingan dan asimetri informasi antara agen dan prinsipal. Anggota keluarga memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan karena ingin mempertahankan perusahaan lebih baik untuk diwariskan generasi berikutnya. Oleh karena itu, perusahaan keluarga cenderung memiliki kinerja yang lebih unggul daripada perusahaan non-keluarga (Muttakin dkk. , 2014. Anita dkk. Di sisi lain, keluarga yang mengendalikan perusahaan atau proporsi kepemilikan memegang mayoritas sering melakukan tindakan yang mementingkan keuntungan mereka sendiri. Namun, hal ini menyebabkan kerugian yang dibebankan kepada pemegang saham mioritas pihak lainnya. Misalnya, usaha mereka dalam mempertahankan anggota keluarganya yang tidak kompeten. Hal ini mengakibatkan kinerja perusahaan menjadi tidak efektif dan efisien. Akibatnya, perusahaan tidak dapat menghasilkan kinerja yang baikdan berdampak pada penurunan profitabilitas perusahaan (Subekti & Sumargo, 2. Berdasarkan adanya perbedaan hasil penelitian sebelumnya, pada penelitian ini, peneliti menguji kembali pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan dengan memasukkan variabel moderasi biaya keagenan. Biaya keagenan adalah biaya yang ditimbulkan oleh pemilik perusahaan yang melakukan kontrak dengan manajer untuk menjalankan bisnisnya. Apabila manajer yang ditunjuk bukan dari pemilik perusahaan, maka ini akan menyebabkan adanya konflik kepentingan antara manajer dengan pemilik. Pada akhirnya, ini berdampak pada besarnya biaya keagenan. Apabila pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan positif, denan adanya biaya keagenan yang besar, maka ini akan memperlemah pengaruh tersebut. Namun, jika pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja negative, maka biaya keagenan makin memperburuk pengaruh negatife tersebut. Dengan perkataan lain, kondisi ini dpat memeperkuat pengaruh negatif tersebut. Hasil penelitian Astuti dkk. menunjukkan bahwa kepemilikan keluarga berpengaruh positif pada kinerja perusahaan dan agency cost memperlemah pengaruh tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemilikan Keluarga terhadap Kinerja Perusahaan dengan Biaya Keagenan sebagai Variabel Moderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri konsumsi pada Bursa Efek Indonesia. RERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan adalah pengukuran tingkat keberhasilan suatu organisasi dalam memeroleh keuntungan melalui aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan (Petta & Tarigan, 2. Kinerja juga dapat diartikan sebagai gambaran dari pencapaian pelaksanaan sautu kegiatan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi. Pengukuran kinerja perusahaan adalah parameter bagi manajemen perusahaan untuk menentukan kebijakan perusahaan. Unutk mengetahui keadaan kinerja perusahaan, bisa tercermin pada prestasi kerja dalam periode tertentu dalam segi keuangan maupun non keuangan. Biaya Agensi Biaya Agensi adalah suatu biaya tambahan yang muncul saat principal sebagai pemegang saham menunjuk manajer sebagai agent untuk membuat keputusan mewakili kepentingan mereka (Jensen. , & Meckling, 1. Masalah keagenan potensial terjadi apabila bagian kepemilikan manajer atas saham perusahaan sangat kecil. Kepemilikan sebagian dari perusahaan membuat manajer cenderung untuk memaksimalkan kepentingan pribadi dan bukan untuk memaksimumkan Tindakan ini dapat menyebabkan biaya agensi atau biaya keagenan menjadi besar. Biaya agensi adalah sebagian jumlah biaya yang dikeluarkan principal untuk melakukan pengawasan terhadap agen (Lam & Lee, 2. Pada kenyataannya, hampir tidak mungkin bagi perusahaan tidak ada biaya agensi. Kepemilikan Keluarga Struktur kepemilikan keluarga didefinisikan sebagai kepemilikan dan keluarga memiliki mayoritas sahamnya atau keluarga memiliki peran dalam manajemen perusahaan. Degan begitu, kepentigan keluarga turut andil dalam keputusan perusahaan (Astuti dkk. , 2. Sebuah perusahaan adalah perusahaan milik keluarga jika pemegang saham pengendali memiliki setidaknya 20% dari hak suara dan persentase tertinggi hak suara relatif terhadap pemegang saham lain (Anderson & Reeb, 2. Selain itu, perusahaan keluarga adalah suatu perusahaan yang kepemlikan terbesarnya adalah keluarga atau terdapat kepemilikan dari seorang individu sebesar 20%. Kepemilikan Keluarga terhadap Kinerja Perusahan Perusahaan dengan struktur kepemilikan keluarga cenderung memberikan perusahaan untuk generasi penerus perusahaan nantinya. Dengan demikian, generasi penerus perusahaan memiliki janji kepada keluarga untuk mempertahankan perusahaan agar tetap bersaing dengan perusahaan lain. Keterlibatan keluarga menyebabkan keselarasan kepentingan antara pemegang saham dengan agent sehingga mengurangi masalah keagenan (Lam & Lee, 2. Demikian juga, kontribusi keluarga JBB 12, 2 Kinerja Perusahaan juga mendorong pengawasan terhadap manajer untuk membuat langkah atau tindakan yang merugikan perusahaan. Oleh karena itu, manajer dapat bekerja dengan efektif dan efisien. Kinerja perusahaan yang efektif dan efisien akan membangun produktivitas perusahaan (Anderson & Reeb, 2. Di sisi lain, keluarga yang mengendalikan perusahaan sering bertindak dengan mementingkan keuntungan mereka sendiri dengan keruhian yang di bebankan kepada perusahaan atau pihak lainnya. Ontohnya adalah mempertahankan anggota keluarganya yang tidak kompeten. Hal ini mengakibatkan kinerja perusahaan menjadi tidak efektif dan efisien sehingga perusahaan tidak dapat menghasilkan kinerja yang baik. Langkah-langkah yang berbeda, misalnya, memberikan kompensasi yang lebih tinggi kepada keluarga daripada perwakilan yang berbeda. Tindakan ini dpat menurunkan profitabilitas pada perusahaan (Subekti & Sumargo, 2. Hasil penelitian oleh Anita . menyatakan, bahwa kepemilikan keluarga berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Begitu juga, hasil penelitian Wiranata & Nugrahanti . , kepemilikan keluarga berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. Dikatakan bahwa perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga mempunyai kepentingan pribadi yang bertentangan dengan pihak manajemen yang tidak berasal dari keluarga. Adapun peneliti lain, yaitu Srivasta and Bhatia . menemukan, bahwa pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja pengaruhnya bersifat nonlinear artinya sampai batas tertentu kepemilikan keluarga berpengaruh positif. Namun, apabila sudah optimal tambahan kepemilikan keluarga, maka kepemilikan ink dapat menurunkan kinerja Berdasarkan argument di atas, hipotesis pertama penelitian ini adalah sebagi berikut: H1: Kepemilikan Keluarga beprengaruh terhadap kinerja perusaahaan. Biaya Keagenan sebagai Moderasi Hubungan Kepemilikan Keluarga dengan Kinerja Perusahaan Biaya keagenan merupakan inti mekanisme tatakelola perusahaan yang bertugas untuk meminimalisir masalah keagenan dalam perusahaan. Biaya keagenan yang sedikit menunjukkan masalah keagenan yang sedikit Dengan demikian, kinerja perusahaan makin efisien dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki biaya keagenan yang besar. Biaya keagenan yang besar menyebabkan banyaknya masalah keagenan dalam perusahaan. Dengan kepemilikan keluarga yang memiliki saham dominan dalam persahaan, kontrol manajemen akan lebih layak daripada struktur kepemilikan lainnya. Biaya keagenan dapat dibatasi dengan setidaknya biaya keagenan yang dibawa oleh perusahaan dapat dikurangi (Komalasari, 2. Biaya keagenan yang makin tinggi mencerminkan bahwa makin kompleks konflik keagenan di dalam perusahaan. Hal tersebut menyebabkan ketidakstabilan dalam mengoperasikan perusahaan. Akhirnya, ini berdampak negatif pada kinerja perusahaan. Ketika keluarga menjadi pemegang saham, mereka akan memiliki insetif untuk meminimalisasi masalah keagenan dan mengawasi keputusan keputusan manajerial yang berkaitan dengan proyek perusahaan yang efektif. Hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Kinerja yang meningkat ditandai dengan profit perusahaan yang makin tinggi melalui pengurangan beban operasional. Hasil penelitian Astuti dkk. , . menyatakan, bahwa ada pengaruh positif Kepemilikan Keluarga terhadap kinerja perusahaan. Biaya keagenan sebagai variable moderating memperlemmah hubungan kepemilikan keluarga dan kinerja perusahaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan, bahwa perusahaan keluarga dapat meningkatkan kinerja perusahaan tetapi biaya keagenan menjadi lebih besar dikarenakan masalah agensi antara pemegang saham mayoritas dan minoritas. Berdasarkan argumen di atas, maka hipotesis kedua penelitian ini adalah sebagai berikut: H2: Biaya Keagenan memoderasi pengaruh Kepemilikan Keluarga terhadap Kinerja Perusahaan. METODE PENELITIAN Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri dan kosnumsi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 20172020. Peneliti mngambil sample dengan menggunakan teknik purposive sampling Kriteria sampel pada penelitian ini yaitu . Perusahaan pada sektor industri barang konsumsi yang menerbitkan annual report pada periode tahun 2017-2020. Perusahaan yang memiliki kepemilikan keluarga Data diperoleh melalui situs resmi perusahaan dan situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada alamat website w. Mengenai rincian sampel penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Gambar 1 Rerangka Pemikiran Tabel 1 Proses Pemilihan Sampel Peneltian No. Keterangan 1 Perusahaan manufaktur sektor Industri Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2017 Ae Perusahaan Industri Konsumsi yang tidak mengungkapkan annual report yang terdafatar di Bursa Efek Indonesia selama pada 2017 Ae 2020. Perusahaan manufaktur sektor Industri Konsumsi yang tidak mengungkapkan kepemilikan keluarga di annual report pada 2017 Ae 2020. Perusahaan manufaktur yang memenuhi kriteria sampel Total Observasi Penelitian . x4 tahu. Sumber: w. id dan ICMD, diolah Jumlah . JBB 12, 2 Kinerja Perusahaan Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan merupakan kemampuan sebuah perusahaan dalam megelola sumber daya yang ada sehingga dapat memberikan nilai kepada Kinerja Perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rumus berikut: ROA= Net Income/Total Asets a. Biaya Keagenan Biaya keagenan adalah suatu biaya tambahan yang muncul saat principal sebagai pemegang saham menunjuk manajer sebagai agent untuk membuat keputusan mewakili kepentingan pemegang saham. Dalam penelitian ini, biaya keagenan diukur dengan menggunakan rumus biaya operasi yang tercantum pada rumus berikut: Biaya Keagenan=Biaya Administrasi. Umum, dan Pemasaran / Total Penjualan atau Pendapatan. Kepemilikan Keluarga Kepemilikan keluarga adalah persentase saham yang dimiliki oleh keluarga. Dalam penelitian ini kepemilikan kelaurga dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Presentase= Jumlah saham yang dikuasai keluarga / Jumlah saham yang . Teknik Analisis Data Pada penelitian ini Teknik yang digunakan yaitu menggunakan alat uji statistic yaitu analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS. Persamaan regresi linear berganda yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 1X 2Z 3X*Z a. Keterangan: = Kinerja Perusahaan = Konstanta = Kepemilikan Keluarga = Biaya Agensi = Kepemilikan Keluarga x Biaya Agensi = Error ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Kepemilikan keluarga dihitung dengan menggunakan jumlah saham yang dimiliki keluarga dibagi jumlah saham yang beredar. Berdasarkan Tabel 2, tampak nilai minimum untuk variabel kepemilikan keluarga (Family Ownershi. yang memiliki nilai sebesar 0,0029 atau 0,29% yang dimiliki oleh PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) pada 2020. Hal ini menunjukan, bahwa presentase saham yang dimiliki keluarga dengan kode SKBM paling rendah di antara sampel lainnya. Adapun nilai maksimum denga nilai sebesar 0,8137 atau 81,37% yang dimiliki oleh PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) pada 2020. Nilai rata Ae rata . dari kepemilikan keluarga adalah sebesar 0,2750, artinya bahwa rata rata kepemilikan keluarga pada sampel penelitian ini sebesar 27,5%. Ini berarti mereka belum mampu mengontrol pengambilan keputusan dalam hal dilakukan voting. Adapun nilai standar deviasi dari kepemilikan keluarga adalah sebesar 0,3217 yang artinya penyimpangan data pada kepemilikan keluarga sebesar 32,17% dari nilai rata rata. Nilai standar deviasi, kepemilikan keluarga lebih besar daripada nilai rataAeratanya. Jadi, data kepemilikan keluarga memiliki data yang heterogen dikarenakan sebaran data yang bervariasi. Nilai minimum untuk variabel kinerja perusahaan (ROA) memiliki nilai sebesar 0,0004 yang dimiliki oleh PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) pada 2019. Kinerja perusahaan (ROA) maximum yang bernilai sebesar 0, 2415 yang dimiliki oleh PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada Hal ini menunjukan perusahaan dapat menghasilkan laba melalui asetnya sebesar 0, 2415 atau 24,15%. Laba bersih yang dihasilkan oleh PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sebesar 929. 757 juta rupiah dan jumlah total aset yang di miliki PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sebesar 516 juta rupiah. Nilai rata Ae rata . dari kinerja perusahaan atau ROA adalah sebesar 0, 0762, sedangkan nilai standart deviasi dari kinerja perusahaan (ROA) adalah sebesar 0, 0537. Nilai standar deviasi dari kinerja perusahaan lebih kecil daripada nilai rata Ae ratanya, maka data kinerja perusahaan memiliki data yang homogen dikarenakan sebaran data tidak bervariasi. Hal ini menunjukan bahwa rataAerata variabel kinerja peruusahaan mempunyai tingkat penyimpangan yang rendah. Biaya agensi atau agency cost dapat dihitung dengan menggunakan beban penjualan, beban umum, beban administrasi dibagi dengan total penjualan bersih. Berdasarkan cara tersebut, dapat diketahui nilai maksimal dan minimum dari biaya agensi atau agency cost. Hasil analisis berdasarkan Tabel 2 menunjukan bahwa nilai minimum untuk variabel Biaya Agensi (Agency Cos. memiliki nilai sebesar 0,0490 atau yang dimiliki oleh PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) pada 2019. Rasio Tingkat biaya agensi tersebut mennunjukkan, bahwa PT Buyung Poetra Sembada memiliki perbandingan biaya penjualan operasional dan umum dengan tingkat penjualan yang paling kecil dibandingkan perusahaan perusahaan lainnya. Tercatat bahwa total penjualan bersih pada 2019 PT Buyung Poetra Sembada adalah 1. juta yang jauh lebih besar dibandingkan biaya biaya . alam hal ini biaya yang mengindikasikan biaya agens. adalah sebesar 81. 017 juta rupiah. Tabel 2 Hasil Analisis Deskriptif N Minimum Maximum Mean 0,0029 0,8137 0,2750 Kepemilikan Kinerja 0,0004 0,2415 Perusahaan Biaya Agensi 0,0490 0,5548 Sumber: w. id dan ICMD, data diolah Std. 0,3217 0,0762 0,0537 0,2043 0,1458 JBB 12, 2 Kinerja Perusahaan Tingkat biaya agensi yang minimum bagi perusahaan tersebut merupakan suatu opportunity bagi perusahaan yang harus dipertahankan bahkan dapat lebih diminimalkan lagi. Biaya agensi maksimum dimiliki oleh PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) pada 2017 sebesar 0,5548. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan tersebut memiliki biaya biaya . ang termasuk dalam biaya agens. yang jika dibandingkan dengan tingkat penjualannya masih dirasa besar daripada perusahaan lainnya. Nilai rata Ae rata . dari biaya agensi atau agency cost adalah sebesar 0,2043 artinya rata rata biay agensi . eban penjualan, biaya administrasi dan umum dari total penjuala. pada perusahaan sampel sebesar 20. sedangkan nilai standart deviasi dari biaya agensi adalah sebesar 0,1458. Ini artinya ada penyimpangan data dari rata rata biaya agency 14,58%. Nilai standar deviasi dari biaya agensi atau agency cost lebih kecil daripada nilai rata Ae ratanya, maka data biaya agensi memiliki data yang homogen dikarenakan sebaran data tidak bervariasi. Hal ini menunjukan bahwa rata Ae rata variabel biaya agensi mempunya tingkat penyimpangan yang rendah. Analisis Regresi Linear Berganda Kepemilikan Keluarga sebagai Determinan Kinerja Perusahaan Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan, bahwa kepemilikan keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan yang diproksikan dengan return on asset (ROA). Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa kepemilikan keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perushaan. Ini berarti, bahwa makin tinggi proporsi kepemilikan keluarga dalam perusahaan makin tinggi juga kinerja perusahaan yang ditunjukkan dengan ROA. Perusahaan dengan kepemilikan keluarga memiliki kecenderungan untuk menghasilkan kinerja terbaik bagi perusahaanya. Hal tersebut disebabkan karena keluarga mempunyai motivasi yang tinggi untuk meningkatkan perusahaan menjadi perusahaan yang dapat terus bertahan dan menjadi makin besar. Keeratan yang tinggi antaranggota keluarga untuk memajukan perusahaan sangat diupayakan sebagai warisan bagi generasi generasi berikutnya. Hasil penelitian sesuai dengan penelitian Astuti dkk. yang berpendapat, bahwa kepemilikan keluarga mempunyai pola yang efisien karena mereka lebih fokus dengan transfer kekayaan yang mereka punyai untuk regenerasi. Daripada mengkonsumsi kekayaan mereka sendiri semasa hidupnya, mereka membutuhkan perusahaan mempertahankan suatu hubungan yang baik masyarakat investasi untuk memfasilitasi peningkatasn kas masa yang akan datang. Dengan perkataan lain, mereka dalam masa depannya memperoleh biaya modal Tabel 3 Hasil Pengujian Hipotesis Pertama Model Sign. (Constan. 0,054 Kepemilikan Keluarga 0,083 4,016 A2. 0,000 Fhitung = 16,131 Ftabel = 4,03 R = 0,250 Sig = 0,000 Sumber: w. id dan ICMD, data diolah 0,058 yang lebih rendah mendorong keputusan Ae keputusan optimal bagi perusahaan yang diharapkan akan berpengaruh positif terhadap kinerja Apabila dikaitkan dengan hasil penelitian Srivastava & Bhatia,. yang menyatakan, bahwa pengaruh kepemilikan keluarga bersifat non linear, maka hasil penelitian ini mendukung pernyataan bahwa persentase kepemilikan keluarga dalam sampel penelitian masih di bawah jumlah yang wajar. Oleh sebab itu, kehadiran kepimilikan keluarga masih berdampak positif. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Wiranata & Nugrahanti . yang menyatakan, bahwa kepemilikan keluarga berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan karena perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga mempunyai kepentingan pribadi yang bertentangan dengan pihak manajemen yang tidak berasal dari keluarga. Hubungan Kepemilikan Keluarga dan Kinerja Perusahaan dengan Biaya Keagenan sebagai Variabel Moderasi Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4, tampak bahwa, secara parsial, biaya agensi tidak memoderasi pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian. Hipotesis kedua tidak diterima> Jadi, biaya keagenan tidak memperlemah pengaruh positif kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian, biaya keagenan tidak dapat mengurangi pengaruh positif kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan. Perannya sebagai variabel moderasi yang tidak memperlemah pengaruh kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan dimungkinkan karena biaya agensi bukan merupakan biaya utama bagi Itu sebabnya, perusahaan, dengan kepemilikan keluarga baik dengan memperhatikan biaya agensi maupun tidak, manajemen perusahaan oleh keluarga tetap dapat menjalankan kegiatan operasional perusahaan dan tetap dapat meningkatkan profitabilitas yang diukur dengan ROA. Bukti di atas didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Astuti dkk. , . 5 ) yang menunjukan, bahwa biaya keagenan sebagai variabel moderasi interaksi kepemilikan keluarga x biaya agensi tidak dapat memperlemah hubungan antara perusahaan milik keluarga dan kinerja dalam perusahaan. Hal ini disebabkna antara lain adanya asimetri informasi yang kecil yang memuicu timbulnya biayaAebiaya keagenan tidak terjadi pada perusahaan keluarga. Tabel 4 Hasil Pengujian Hipotesis Kedua Model Sig. (Constan. 0,066 Kepemilikan Keluarga 0,025 0,403 A2. 0,689 0,058 Biaya Agensi -0,068 -1,122 A2. 0,268 -0,160 KK x Biaya Agensi 0,302 1,002 A2. 0,321 0,143 Fhitung = 5,772 Ftabel = 2,80 R = 0,265 Sig = 0,000 Sumber: w. id dan ICMD, data diolah JBB 12, 2 Kinerja Perusahaan SIMPULAN. IMPLIKASI. SARAN.