Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 278-286 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dengan Kompetensi Guru Dalam Mengajar di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Lembah Melintang Mardhotillah1. Zulminiati2 Info Artikel Abstract Keywords: Releationship. Principal Leadership Style. Teacher Competence. This study was motivated by the efforts of school principals to improve the pedagogical competence of kindergarten teachers in Lembah Melintang Subdistrict, which have not yet reached optimal results. In the classroom, some teachers were found using mobile phones while teaching or relying on them due to a lack of mastery of teaching This research employed a quantitative approach with a correlational method to examine the relationship between the democratic leadership style of school principals and the pedagogical competence of teachers in kindergarten. The subjects consisted of all principals and teachers at kindergartens in Lembah Melintang Subdistrict. The results showed a positive and significant correlation between the democratic leadership style of school principals and teachersAo pedagogical competence, with a significance value of 0. 000 < 0. This indicates a strong relationship: the higher the level of democratic leadership, the higher the teachersAo pedagogical competence, and vice versa. These findings highlight the importance of democratic leadership in enhancing teachersAo pedagogical competence through participation, support, and a collaborative and professional working environment. Kata kunci: Hubungan. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kompetensi Guru. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di Taman Kanak-kanak kecamatan Lembah melintang ini masih belum makasimal. Ketika melakukan proses pembelajar an di kelas masih ada guru yang mengajar sambil bermain hp saat, atau kurang menguasai bahan ajar sehingga membuat guru membuka hp untuk membantu beliau mengajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitiannya korelasi. Untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan Demokratis kepala sekolah dengan kompetensi pedagogik guru dalam mengajar di taman kanak-kanak kecamatan Lembah Melintang. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh Kepala sekolah dan guru yang mengajar di taman kanak-kanak kecamatan Lembah Melintang. Hasil dari penelitian ini adalah korelasi yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Demokratis kepala sekolah dengan kompetensi pedagogik guru dalam mengajar adalah korelasi positif dengan nilai signifikansi yang diperoleh yaitu. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Padang. Padang Indonesia Email: mardhotillah2000@gmail. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia Email: zulminiati@fip. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 0,000 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi pedagogik guru dalam mengajar dimana tingkat korelasi atau hubungannya adalah hubungan yang tinggi. Artinya semakin tinggi gaya kepemimpinan Demokratis kepala sekolah maka semakin tinggi kompetensi pedagogik guru dalam mengajar. Sebaliknya, semakin rendah gaya kepemimpinan Demokratis kepala sekolah maka semakin rendah juga kompetensi pedagogik guru dalam mengajar. Temuan ini menegaskan pentingnya gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui partisipasi, dukungan, dan lingkungan kerja yang kolaboratif dan profesional. Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 26 Juni 2025 30 Juli 2025 09 Agustus 2025 11 Agustus 2025 Cara Mensitasi Artikel: Mardhotillah, & Zulminiati. Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kompetensi Guru dalam Mengajar di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Lembah Melintang. Jurnal Ar-Raihanah, . , 278-286, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Mardhotillah, mardhotillah2000@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap pendidikan yang esensial bagi pembentukan dasar karakter, kognitif, sosial-emosional, dan fisik anak sejak lahir hingga usia enam tahun (Kemendikbudristek, 2. Pendidikan ini bertujuan menstimulasi perkembangan anak secara menyeluruh agar mereka siap melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar. Banyak studi menunjukkan bahwa pengalaman belajar anak di usia dini memiliki dampak jangka panjang terhadap kesuksesan akademik dan sosial di masa depan (Sulistyorini et al. , 2. Dalam konteks ini. Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi lembaga pendidikan formal yang memfasilitasi perkembangan anak usia 4Ae6 tahun secara terstruktur dan terarah (Rahayu & Latifah, 2. Kompetensi guru di jenjang PAUD, khususnya TK, sangat menentukan keberhasilan proses Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, kompetensi guru mencakup empat aspek, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional (Kemendikbudristek, 2. Dalam hal ini, kompetensi profesional menjadi titik tekan, karena menyangkut kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran, metodologi, serta strategi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini (Susanti & Rahmawati, 2. Guru profesional diharapkan mampu mengelola kelas secara efektif, kreatif, dan reflektif untuk mengoptimalkan potensi anak. Di sisi lain, kepemimpinan kepala sekolah berperan signifikan dalam mendorong peningkatan kompetensi profesional guru. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan memiliki tanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia, memotivasi guru, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran (Fitria & Martha, 2. Model kepemimpinan transformatif, misalnya, terbukti mampu meningkatkan profesionalisme guru melalui pendekatan visioner dan pemberdayaan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 (Nasution, 2. Dalam konteks PAUD, kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif sangat dibutuhkan karena karakteristik guru dan peserta didik yang unik, serta tantangan dalam implementasi kurikulum Merdeka Belajar (Yuliana & Handayani, 2. Beberapa studi telah mengkaji hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru, namun masih terbatas pada jenjang SD. SMP, atau SMA, sementara kajian pada konteks PAUDAiterutama di wilayah-wilayah pinggiran seperti Kecamatan Lembah MelintangAimasih Studi oleh Hasanah et al. menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di daerah perkotaan berdampak langsung terhadap profesionalisme guru, namun belum banyak penelitian yang mengeksplorasi fenomena serupa di daerah rural dengan kondisi SDM dan sarana yang terbatas. Research gap yang diidentifikasi dalam kajian ini adalah belum adanya penelitian yang secara kompetensi profesional guru TK di wilayah Lembah Melintang. Padahal, berdasarkan pengamatan lapangan, banyak guru masih menunjukkan kurangnya penguasaan materi atau melakukan kegiatan mengajar sambil menggunakan ponsel, yang mengindikasikan lemahnya profesionalisme dalam Hal ini menunjukkan urgensi untuk meneliti hubungan antara dua variabel ini dalam konteks lokal guna memberikan rekomendasi berbasis data bagi peningkatan mutu PAUD di daerah Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan literatur yang ada dan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran kepala sekolah dalam membina dan meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam konteks geografis dan sosial seperti Lembah Melintang. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan manajemen pendidikan PAUD serta praktis bagi peningkatan mutu pengelolaan pendidikan di daerah. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dalam bentuk deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai fenomena yang sedang terjadi, tanpa memanipulasi variabel (Novidiantoko, 2. Sementara itu, penelitian korelasional bertujuan untuk menguji derajat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa adanya intervensi dari peneliti terhadap variabel tersebut (Arikunto, 2. Pemilihan metode korelasional didasarkan pada tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi profesional guru di lingkungan TK Kecamatan Lembah Melintang, sehingga pendekatan ini dianggap paling sesuai karena dapat mengukur kekuatan dan arah hubungan kedua variabel tersebut secara objektif. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus hingga 03 September 2024 di seluruh Taman Kanak-Kanak yang berada di Kecamatan Lembah Melintang. Populasi penelitian terdiri dari seluruh guru TK di wilayah tersebut, yaitu sebanyak 82 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified proportional random sampling, dengan mempertimbangkan penyebaran guru berdasarkan unit sekolah dan status . egeri atau swast. , sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel representatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket tertutup yang disusun berdasarkan indikator teoritis dari masing-masing variabel. Untuk variabel kepemimpinan kepala sekolah, instrumen disusun berdasarkan teori kepemimpinan pendidikan yang mencakup dimensi: . kemampuan memberi arahan, . pemberian motivasi, . pengawasan terhadap pelaksanaan tugas guru, dan . dukungan terhadap pengembangan profesional guru (Bass & Riggio, 2006. Wahjosumidjo, 2. Sedangkan untuk variabel kompetensi profesional guru, instrumen didasarkan pada indikator yang ditetapkan dalam PP No. 19 Tahun 2005, yaitu: . penguasaan materi ajar, . (Kemendikbudristek, 2. Instrumen disusun dalam bentuk skala Likert 5 poin, yaitu: sangat tidak setuju . , tidak setuju . , ragu-ragu . , setuju . , dan sangat setuju . Sebelum digunakan dalam penelitian utama, uji validitas isi dilakukan melalui expert judgment oleh tiga dosen ahli di bidang manajemen pendidikan dan PAUD. Selanjutnya, dilakukan uji validitas empiris terhadap 25 responden uji coba dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment, dan item dengan nilai r Ou 0,30 dinyatakan Untuk mengetahui reliabilitas instrumen, dilakukan uji Alpha Cronbach dengan bantuan program SPSS versi 19, yang menunjukkan nilai reliabilitas sebesar 0,872 untuk instrumen kepemimpinan kepala sekolah dan 0,891 untuk instrumen kompetensi profesional guru. Kedua nilai tersebut berada di atas standar minimal 0,70, sehingga instrumen dinyatakan reliabel (Sugiyono. Teknik analisis data dimulai dengan uji normalitas untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, yang merupakan prasyarat dalam analisis korelasi. Uji normalitas dilakukan menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test melalui SPSS versi 19. Setelah itu, dilakukan analisis korelasi Product Moment Pearson untuk menguji hubungan antara kedua variabel penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Data deskripsi gaya kepemimpinan kepala sekolah (X) data diraih lewat penggunaan angket yang memuat atas 12 butir yang ditanyakan dan sudah melalui pengujian kevalidan dan telah Selannjutnya dibagikan terhadap 82 orang guru yang menjadi responden supaya meraih Dari data penelitian diraih informasi dimana sebaran nilai menyebar dari skor minimum 35 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dan yang paling besar yakni 58. Dari sebaran tersebut ini diraih rata-rata . yang nilainya 51,01 dan simpang baku . tandar devias. 4,0749. Data deskripsi kompetensi guru dalam mengajar (Y data diraih lewat penggunaan angket yang memuat atas 12 butir yang ditanyakan dan sudah melalui pengujian kevalidan dan telah Selannjutnya dibagikan terhadap 82 orang guru yang menjadi responden supaya meraih Dari data penelitian diraih informasi dimana sebaran nilai menyebar dari skor minimum 39 dan yang paling besar yakni 58. Dari sebaran tersebut ini diraih rata-rata . yang nilainya 340 dan simpang baku . tandar devias. 4,19. Pada proses analisis data memberikan informasi dimana angka signifikansi probilitas variable X diraih 0,155 dan Y pada angka 0,325 yang melampaui angka 0,05. Dari temuan penetapan keputusan tersebut, hasilnya diraih Ha di terima dan H0 di tolak. Maka dari itu, bisa diraih Kesimpulan yakni data semua variable pada penelitian ini diraih mempunyai distribusi yang normal. Tabel 1. Test of Normality Kolmogorov-Smirnova Hasil_Angket_Kepsek_ dan_Guru Shapiro-Wilk Variabel Statistic Sig. Statistic Sig. Variabel Variabel Lilliefors Significance Correction This is a lower bound of the true significance. Dari pengujian korelasi yang dilaksanakan, angka signifikan yang diraih sesudah melakukan analisis memakai SPSS versi 19 ialah 0,000<0,05. Maka bisa diraih Kesimpulan yakni dari gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi guru ketika menagjar mempunyai suatu hubungan. Tabel 2. Correlations Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Hipotesis yang dilaksanakan yakni diraih adanya hubungan yang signifikan dari gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kompetensi guru dalam mengajar pada TK kecamatan Lembah Dari temuan proses hitung diraih koefisien korelasi X dengan Y pada angka 0,538. Hasil Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 hitung memperlihatkan koefisien korelasi dari gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi guru ketika mengajar diraih 0,538 disertai p . = 0. 00