Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PEMBIASAAN MUKHADHARAH UNTUK MEMBINA POTENSI DAN AHLAKUL KARIMAH SISWA DI MTs MAAoARIF KALIGOWONG Samsul Musafa. Fibriyan Irodati IAINU KEBUMEN e-mail: samsulmusyafa002@gmail. Abstract This study examines the habituation of mukhadharah as a means of developing studentsAo potential and noble character at MTs MaAoarif Kaligowong. The purpose of this research is to: . identify the process of implementing character and potential development through mukhadharah, . determine the outcomes of this habituation, and . explore supporting and inhibiting factors. This research employs a qualitative field study design with data collected from the head of the madrasah, mukhadharah coaches, teachers, and students through observation, interviews, documentation, and triangulation, followed by data reduction, display, conclusion drawing, and The findings reveal that mukhadharah effectively fosters studentsAo self-confidence, public speaking skills, discipline, and noble character. Supporting factors include institutional encouragement, teacher participation, and student motivation, while inhibiting factors consist of studentsAo lack of confidence and uneven teacher involvement. Mentoring and activity variation helped overcome these barriers. In conclusion, mukhadharah serves as an essential strategy for the sustainable development of studentsAo religious and social character. Keywords: Character. Mukhadharah. Noble Character. Student Potential Abstrak Penelitian ini mengkaji pembiasaan mukhadharah sebagai sarana pembinaan potensi dan akhlakul karimah siswa di MTs MaAoarif Kaligowong. Tujuan penelitian ini adalah untuk: . mengetahui proses pelaksanaan pembinaan potensi dan akhlakul karimah melalui pembiasaan mukhadharah, . mengetahui hasil pembinaan potensi dan akhlakul karimah melalui pembiasaan mukhadharah, dan . mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, pembina mukhadharah, guru, dan peserta didik MTs MaAoarif Kaligowong. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mukhadharah menjadi media efektif dalam menumbuhkan kepercayaan diri, keterampilan berbicara di depan umum, kedisiplinan, dan akhlakul karimah siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan madrasah, keterlibatan guru, serta motivasi siswa, sedangkan hambatannya berupa kurangnya rasa percaya diri dan keterlibatan guru yang belum merata. Dengan strategi pendampingan dan variasi kegiatan, hambatan tersebut dapat diatasi. Oleh karena Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. itu, pembiasaan mukhadharah berperan penting dalam membentuk karakter religius dan sosial siswa secara berkelanjutan. Kata Kunci: Akhlakul Karimah. Karakter. Mukhadharah. Potensi Siswa PENDAHULUAN Pendidikan mengembangkan potensi peserta didik agar mampu menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dalam konteks bangsa Indonesia, tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Namun, realitas sosial dewasa ini memperlihatkan fenomena menurunnya kualitas moral generasi muda. Pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, serta pergeseran budaya membawa dampak negatif seperti menurunnya sopan santun, melemahnya kepedulian sosial, serta berkurangnya semangat religiusitas di kalangan remaja. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pendidik, sebab krisis moral jika dibiarkan akan melahirkan generasi yang kehilangan jati diri dan tercerabut dari nilai-nilai keislaman. Dalam perspektif pendidikan Islam, pembinaan akhlakul karimah menempati posisi Al-Ghazali menegaskan bahwa pendidikan adalah upaya untuk menghilangkan akhlak tercela dan menanamkan akhlak terpuji, agar manusia dekat kepada Allah serta mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 2 Sementara itu. Ibnu Khaldun memandang pendidikan sebagai proses kesadaran manusia untuk menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa alam sepanjang zaman, sehingga pendidikan tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran formal. Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Jakarta: Sekretariat Negara, 2. Zubairi. Ilmu Pendidikan Islam . ndramayu: Penerbit Adab, 2. Ibnu Khaldun. Muqaddimah Ibnu Khaldun, terj. Ahmadie Thoha (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2. , 121. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Dasar pembinaan akhlak dalam Islam bersumber dari Al-QurAoan dan Sunnah. Allah Swt. berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 125: AuSerulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat Ay4 Dalam konteks ini. Mahmud Yunus menjelaskan bahwa pokok-pokok akhlak dalam Islam bersumber dari Al-QurAoan, sebagaimana Aisyah r. menyebutkan bahwa akhlak Nabi Muhammad Saw. adalah Al-QurAoan itu sendiri. Dalam pelaksanaan pembinaan sebisa mungkin para pendidik menggunakan metode yang mudah diterima. Penerimaan terjadi ketika peserta didik tidak hanya memahami, tetapi juga menyetujui secara internal pesan yang diberikan. Tahap ini menjadi pintu masuk perubahan perilaku, sebab penolakan menunjukkan ketidak sepakatan terhadap pesan yang diterima6 Salah satu metode pembinaan akhlak yang relevan adalah kegiatan mukhadharah, yaitu latihan berbicara di depan umum yang banyak dipraktikkan di lembaga pendidikan Islam. Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian, meningkatkan keterampilan retorika, serta menginternalisasi nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan siswa. Di MTs MaAoarif Kaligowong, pembiasaan mukhadharah diwajibkan bagi seluruh siswa sebagai sarana membentuk kepercayaan diri, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sekaligus sebagai media pembinaan karakter religius dan sosial. Rumusan tujuan penelitian ini adalah: . mendeskripsikan proses pelaksanaan pembiasaan mukhadharah di MTs MaAoarif Kaligowong, . mengetahui hasil pembinaan potensi dan akhlakul karimah yang dicapai melalui kegiatan tersebut, dan . menganalisis faktor pendukung serta penghambatnya. Penelitian ini diharapkan berkontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam, baik secara teoritis maupun praktis, serta memperkuat peran lembaga QS. An-Nahl . : 125 Husin Nafarin dkk. AuAkhlakul Karimah,Ay Journal Islamic Education 1 . : 247Ae58 Aninda Rahmawati and Rose Kusumaning Ratri. AuStrategi Komunikasi Guru Dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik,Ay Jurnal Kawruh: Jurnal Kajian Syariah. Ushuludin. Dan Dakwah 3, no. : 46Ae56. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pendidikan dalam mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan . ield Rancangan penelitian ini dipilih karena permasalahan yang dikaji menuntut pemahaman mendalam mengenai proses pembiasaan mukhadharah dalam membina potensi dan akhlakul karimah siswa, sehingga diperlukan keterlibatan langsung peneliti di lapangan untuk memperoleh data yang kontekstual. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini berperan sebagai instrumen utama sekaligus pengumpul data, dengan menjaga objektivitas serta membangun komunikasi intensif bersama informan. Sasaran penelitian ini adalah komunitas akademik di MTs MaAoarif Kaligowong yang meliputi kepala madrasah, pembina mukhadharah, guru, serta siswa sebagai subjek utama. Pemilihan informan dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam kegiatan mukhadharah. Jumlah informan yang diwawancarai dan diobservasi disesuaikan dengan kebutuhan penelitian hingga mencapai titik kejenuhan data . ata saturatio. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa cara, yaitu: . observasi terhadap pelaksanaan mukhadharah dan aktivitas siswa di madrasah, . wawancara mendalam dengan kepala madrasah, pembina mukhadharah, guru, dan siswa untuk menggali pandangan mereka mengenai manfaat dan tantangan kegiatan mukhadharah, . dokumentasi berupa arsip kegiatan, jadwal, dan catatan program madrasah, serta . triangulasi sebagai upaya memadukan berbagai sumber data untuk meningkatkan validitas temuan penelitian. 9 Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan daftar periksa dokumentasi yang disusun berdasarkan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara interaktif sesuai model Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahap, yaitu: . reduksi data, yaitu pemilihan, pemusatan perhatian, penyederhanaan, dan transformasi data mentah menjadi informasi yang relevan dengan fokus Abdul Fattah Nasution. Metode Penelitian Kualitatif, ed. MA Dr. Hj. Meyniar Albina. CV. Harfa Creative, 1st ed. , vol. (Bandung: CV. Harfa Creative, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Kuantitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , 85 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Kuantitatif, dan R&D, 224. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. penelitian, . penyajian data dalam bentuk uraian deskriptif untuk memudahkan penarikan kesimpulan, serta . penarikan kesimpulan dan verifikasi, yakni proses menginterpretasi data dan memverifikasi temuan berdasarkan bukti yang konsisten di lapangan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan beberapa teknik, antara lain: perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, triangulasi sumber dan metode, diskusi dengan sejawat, serta pemeriksaan kembali data kepada informan . ember chec. 11 Penelitian dilakukan di MTs MaAoarif Kaligowong dalam rentang waktu beberapa bulan sesuai jadwal pelaksanaan program mukhadharah, sehingga memungkinkan peneliti mengamati proses pembinaan secara Dengan metode penelitian ini, diharapkan data yang diperoleh dapat menggambarkan secara utuh mekanisme pembiasaan mukhadharah, hasil yang dicapai dalam pembinaan potensi dan akhlakul karimah siswa, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Proses Pelaksanaan Mukhadharah di MTs MaAoarif Kaligowong Pelaksanaan mukhadharah di MTs MaAoarif Kaligowong merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pagi, dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas VII hingga IX. Berdasarkan wawancara dengan Mukhyidin selaku pembina mukhadharah, kegiatan ini sebenarnya sudah berjalan sejak sebelum tahun 2008, namun baru pada tahun tersebut diresmikan sebagai bagian dari kurikulum madrasah. 12 Dengan demikian, mukhadharah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan tambahan, melainkan sebagai program resmi madrasah untuk membina kemampuan siswa. Kegiatan diawali dengan persiapan dua hari sebelumnya, ketika siswa berlatih bersama wali kelas dan pembina. Observasi menunjukkan bahwa siswa kelas IX mendapat peran utama Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan R & D, 19th ed. (Bandung: Alfabeta, 2. Abdul Fattah Nasution. Metode Penelitian Kualitatif, ed. MA Dr. Hj. Meyniar Albina. CV. Harfa Creative, 1st ed. , vol. (Bandung: CV. Harfa Creative, 2. Muhyidin. AuAwal Mula Pembiasaan MukhadharahAy,Wawancara, 15 Juli 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. sebagai petugas, sementara IPNU-IPPNU serta guru turut mendampingi jalannya acara. Kegiatan dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-QurAoan, sambutan, pidato utama, tahlil, dan doa penutup. Pada akhir acara, guru memberikan evaluasi kepada siswa yang tampil. Pembiasaan ini menjawab permasalahan penelitian mengenai bagaimana proses pembinaan potensi dilakukan, sekaligus memperlihatkan strategi madrasah dalam memadukan keterampilan berbicara dengan penanaman nilai religius. Hal ini sejalan dengan teori habituasi dalam pendidikan Islam yang menekankan pembiasaan berulang sebagai sarana pembentukan Hasil Pembinaan Potensi Siswa Potensi Berbicara di Depan Umum Hasil wawancara dengan beberapa siswa memperlihatkan perkembangan keberanian dan rasa percaya diri. Destia Mutika siswi kelas IX, menyatakan bahwa dirinya kini lebih berani tampil di depan umum, bahkan pernah dipercaya mengisi khitodah di madin tempat dia mengaji. al mustofa, siswa kelas IX, menegaskan bahwa mukhadharah memberinya kesempatan untuk belajar berbicara didepan khlayak umum serta melatih keberanian. Observasi mendukung hal tersebut: siswa yang pada awalnya tampak malu-malu, kini mampu berbicara dengan intonasi lebih jelas, menggunakan bahasa yang lebih teratur, dan menunjukkan ekspresi yang meyakinkan. 17 Dengan demikian, mukhadharah terbukti menjadi media pengembangan potensi public speaking siswa. Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Selain berbicara, siswa juga belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Menurut Mukhyidin, siswa yang mendapat jadwal tampil biasanya lebih disiplin dalam menyiapkan teks pidato serta lebih tepat waktu hadir di sekolah. 18 Hal ini diperkuat dengan adanya perubahan sedikit demi sedikit siswa mulai menjaga kerapihan dalam berseragam dan Azhari. AuPelaksanaan Pembiasaan MukhadharahAy. Wawancara, 16 Juni 2025 Observasi Pelaksanaan Mukhadharah di MTs MaAoarif Kaligowong, 19 Juli 2025 Destiana. Dampak Mukhadharah. Wawancara, 21 Juni 2025 Al Mustofa. Dampak Mukhadharah. Wawancara, 21 Juni 2025 Observasi Pelaksanaan Mukhadharah di MTs MaAoarif Kaligowong, 19 Juli 2025 Mukhyidin. AuDampak Pembiasaan Mukhadharah bagi SiswaAy. Wawancara, 15 Juli 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. beberapa anak sudah bisa diberikan amanah dalam melakukan tugas dari bapak ibu guru. Pembentukan Akhlakul Karimah Hasil penelitian menunjukkan bahwa mukhadharah tidak hanya meningkatkan potensi berbicara, tetapi juga membentuk akhlakul karimah siswa. Guru Akidah Akhlak. Siti Mutiatun, menegaskan bahwa melalui mukhadharah, siswa belajar adab mendengarkan, menghargai temannya yang sedang berbicara, serta terbiasa memimpin tahlil. Kepala madrasah. Siti Malihatun Jamilah, menambahkan bahwa banyak alumni yang dulu aktif dalam mukhadharah kini menjadi pribadi yang percaya diri dan aktif dalam kegiatan keagamaan di masyarakat maupun di perguruan tinggi. 21 Fakta ini memperlihatkan bahwa nilai yang ditanamkan dalam mukhadharah tidak berhenti di sekolah, melainkan berlanjut pada kehidupan sosial siswa di masyarakat. Dari temuan ini, terlihat bahwa mukhadharah menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana pembinaan akhlakul karimah dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Faktor Pendukung Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan mukhadharah. Pertama, dukungan penuh dari kepala madrasah yang menjadikan kegiatan ini sebagai program inti madrasah. Kedua, keterlibatan guru yang konsisten memberikan bimbingan dan evaluasi. Ketiga, antusiasme siswa yang merasa bangga setelah berhasil tampil di depan umum. Temuan ini menguatkan teori lingkungan belajar . upportive learning environmen. yang menekankan pentingnya dukungan institusi dan pembina dalam membentuk karakter siswa. Faktor Penghambat Selain faktor pendukung, penelitian ini menemukan kendala yang menghambat efektivitas mukhadharah. Beberapa siswa masih merasa minder dan enggan tampil. 23Ada juga kendala berupa keterbatasan guru dalam mendampingi siswa sehingga evaluasi tidak maksimal. Observasi Pelaksanaan Pembiasaan Mukhadharah Dalam Membina Siswa, 19 Juli 2025 Siti Mutiatun. AuMukhadharah Cara Menggali PotensiAy. Wawancara, 16 Juli 2025 Siti Malihatun Jamilah. AuMukhadharah Cara Menggali PotensiAy. Wawancara, 16 Juli 2025 Observasi Pelaksanaan Mukhadharah di MTs MaAoarif Kaligowong, 19 Juli 2025 Malihah. AuFaktor Penghambat Pembiasaan MukhadharahAy. Wawancara, 16 Juli 2025 Mukhyidin. AuFaktor Penghambat Pembiasaan MukhadharahAy. Wawancara, 15 Juli 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Di sisi lain, format kegiatan yang monoton membuat sebagian siswa merasa jenuh. Hal ini menegaskan perlunya inovasi dalam pelaksanaan mukhadharah, misalnya melalui variasi bentuk kegiatan seperti debat, drama Islami, atau lomba pidato. Dengan inovasi tersebut, mukhadharah dapat terus relevan dan menarik bagi siswa. Diskusi Teoretis Hasil penelitian ini menegaskan kembali teori Al-Ghazali bahwa akhlak tidak dapat ditanamkan hanya melalui pengajaran teori, melainkan harus dengan pembiasaan yang konsisten. Temuan ini juga selaras dengan pandangan Ibnu Khaldun tentang pentingnya pengalaman nyata dalam pendidikan. Selain itu, teori pendidikan karakter modern yang dikemukakan Thomas Lickona semakin memperkuat bahwa pembinaan karakter harus ditopang oleh lingkungan yang konsisten serta teladan dari guru. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengkonfirmasi teori yang sudah ada, tetapi juga menawarkan modifikasi berupa penekanan pada mukhadharah sebagai bentuk pembelajaran karakter berbasis tradisi Islam yang tetap relevan dalam konteks pendidikan modern. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembiasaan mukhadharah dilaksanakan dalam membina potensi dan akhlakul karimah siswa di MTs MaAoarif Kaligowong. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan mukhadharah telah terintegrasi dalam kurikulum madrasah sejak tahun 2008 dan dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pagi. Kegiatan ini dirancang dengan sistematis melalui persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta didampingi guru dan pengurus IPNU-IPPNU. Kedua, mukhadharah berkontribusi signifikan dalam mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam keberanian berbicara di depan umum, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, siswa terbiasa menyampaikan pidato, memimpin doa, serta belajar disiplin dan menghargai orang lain. Ketiga, kegiatan ini juga terbukti efektif dalam membentuk akhlakul karimah siswa. Nilai-nilai seperti sopan santun, kedisiplinan, dan tanggung jawab terinternalisasi melalui Azhari. AuFaktor Penghambat Pembiasaan MukhadharahAy. Wawancara, 16 Juli 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 464-472 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pembiasaan yang konsisten. Dampaknya tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam keterlibatan siswa dan alumni di masyarakat. Keempat, keberhasilan program ini ditopang oleh dukungan kepala madrasah, konsistensi guru dalam membimbing, serta antusiasme siswa. Namun demikian, masih terdapat hambatan seperti rasa minder sebagian siswa, keterbatasan pendampingan guru, dan format kegiatan yang cenderung monoton. Pokok pikiran baru dari penelitian ini adalah bahwa mukhadharah bukan hanya sarana latihan berbicara, melainkan strategi pendidikan karakter yang kontekstual, berbasis tradisi Islam, dan mampu menjawab tantangan pembinaan akhlak generasi muda di era modern. Dengan demikian, mukhadharah layak dipertahankan dan dikembangkan sebagai kegiatan alternatif karakter yang efektif dalam pendidikan Islam. DAFTAR PUSTAKA