Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja YAYU KUSDIANA Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahaputra Riau Jalan Arifin Paus Pekanbaru E-mail : yayu0677@gmail. Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of occupational safety and health on employeesAo performance at PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS - Tanjung Pauh Sengingi Hilir. Kuantan Sengingi. The method used in this research was quantitative descriptive method. The sample in this study were 58 people from 141 employees. The sample were taken by using random sampling (Random Samplin. The hypothesis in this study consist of F test, and T test. Based on F test result, it proved that safety and health has significantl effect to employee performance, indicated by value of Fcount which was bigger than Ftable . ,061> 3,. Based on t test proved that the safety of work has significant effect to employeesAo performance which was shown by Tcount was bigger than Ttable . ,187> 2,. and occupational health has significant effect to employeesAo performance at PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS - Tanjung Pauh Sengingi Hilir- Kuantan Sengingi. It was shown by Tcount value was greater than Ttable . ,224> 2,. Keywords: Safety. Occupational Health. Performance Upaya perusahaan salah satunya adalah dengan mempunyai karyawan dengan kinerja yang Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas yang diberikan Karyawan penentu keberhasilan perusahaan. Untuk itu setiap karyawan selain dituntut untuk memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan, juga harus mempunyai pengalaman, motivasi, disiplin diri dan semangat kerja tinggi, sehingga jika kinerja karyawan perusahaan baik maka kinerja perusahaan juga akan meningkat yang Keberhasilan dinilai dari suksesnya perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Mangkunegara . , bahwa kinerja itu adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sumber daya manusia yang berkualitas dan professional cenderung memiliki kinerja yang lebih baik, sehingga upaya peningkatan kualitas SDM sangat penting untuk diperhatikan oleh perusahaan. Keberhasilan perusahaan sangat erat kaitannya dengan kualitas perusahaan di tuntut tidak hanya memperhatikan kinerja kayawannya saja namun juga tingkat keselamatan dan kesehatan karyawan. Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dalam perusahaan tidak terlepas dari adanya masalah yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Hal ini merujuk pada perlindungan tenaga kerja dari bahaya, penyakit dan kecelakaan akibat (Grahanintyas, dkk: 2. Bahaya kecelakaan akibat kerja yang menimpa para karyawan jika tidak dicegah dan ditanggulangi secara baik dan benar maka tentunya akan mengganggu jalannya perusahaan yang pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap kinerja Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. Perusahaan perlu menerapkan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerj. Karena bila adanya jaminan tersebut maka karyawan akan lebih meningkatkan kinerjanya. Dengan program K3 yang baik, maka kecelakaan kerja dapat pengeluaran biaya dapat ditekan. Biaya yang dikeluarkan untuk keselamatan kerja dan kesehatan kerja cukup besar, terutama biaya tuntutan dari pihak Ae pihak yang tidak puas, termasuk dalam hal ini biaya untuk meningkatkan citra perusahaan yang terlanjur kurang baik akibat kelalaian kerja. Perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan diperusahaan dapat diwujudkan melalui pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja agar tenaga kerja bisa terhindar dari resiko kecelakaan kerja, karena setiap tenaga berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerjanya, seperti yang dinyatakan dalam pasal 86 Undang Ae Undang RI No. 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan. Menurut Anwar . , dari hasil penelitiannya menyebutkan bahwa semakin tinggi perusahaan dalam memperhatikan keselamatan kerja karyawan maka akan meningkatkan kinerja karyawan. Smith Sonesh mengemukakan bahwa pelatihan kesehatan dan kelelamatan kerja (K. mampu menurunkan resiko terjadinya kecelakaan Semakin karyawan akan K3 maka semakin kecil demikian sebaliknya semakin minimnya pengetahuan karyawan akan K3 maka semakin besar resiko terjadinya kecelakaan Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Rahayu . , secara parsial program keselamatan kerja di lakukan oleh perusahaan terhadap karyawan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Menurut para ahli Ratih . Sari . dan Rahyu . mengatakan Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. bahwa keselamatan dan kesehatan kinerja signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan menurut Sari . Haerni, dkk . Juwitasari, dkk . Ilfani . Putri . Anwar . dan Indriasari . mengatakan bahwa keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Menurut Armstrong dan Baron, kinerja mempunyai makna lebih luas, bukan hanya menyatakan hasil kerja, tetapi juga bagaimana proses kerja Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya (Wibowo, 2. Menurut Mangkunegara . , bahwa kinerja itu adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Kasmir . , bahwa kinerja adalah hasil kerja dan perilaku menyelesaikan tugas Ae tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Moeheriono dalam MaAoruf . , mengatakan bahwa kinerja karyawan mempunyai 6 indikator, yaitu: . Efektif. Efesien. Kualitas. Ketepatan . Produktivitas. Keselamatan dan kesehatan organisasi secara keseluruhan serta lingkungan kerja para karyawan ditinjau dari aspek Widodo mempengaruhi kinerja karyawan, sarana pendukung, yaitu hal yang berhubungan dengan lingkungan kerja . eselamatan kerja, kesehatan kerja, sarana produksi, dan teknolog. dan hal Ae hal yang pegawai . pah/gaji, jaminan sosial, keamanan kerj. Menurut Hendraman . , mengatakan bahwa keselamatan kerja ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi karyawan yang bekerja diperusahaan yang bersangkutan. Slamet . dalam Widodo . , berpendapat bahwa keselamatan kerja dapat diartikan sebagai keadaan terhindar dari bahaya selama melakukan Dengan kata lain keselamatan kerja merupakan salah satu faktor yang harus dilakukan selama bekerja. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Hartatik . , mengatakan bahwa keselamatan kerja adalah salah satu faktor yang harus dilakukan selama bekerja. Tidak ada seseorang pun didunia ini yang keselamatan kerja sangat bergantung pada jenisnya, bentuk dan lingkungan dimana pekerjaan itu dilaksanakan. Keselamatan kerja menyatakan bahwa sebagai keadaan terhindar dari bahaya selama melakukan pekerjaan dan salah satu faktor yang harus dilakukan selama bekerja. (Hartatik, 2. Pendapat tersebut juga di perkuat oleh Kasmir . , bahwa keselamatan kerja adalah aktivitas karyawan yang secara menyeluruh. Artinya perusahaan berusaha untuk menjaga jangan sampai karyawan mendapatkan suatu Menurut Mengginson Mangkunegara . kesehatan kerja adalah suatu kondisi yang menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atas rasa sakit yang disebabkan lingkungan kerja. Pendapat tersebut dipertegas lagi oleh Kasmir . , dalam teorinya bahwa kesehatan kerja adalah upaya untuk menjaga agar karyawan tetap sehat selama Artinya, jangan sampai kondisi lingkungan kerja akan membuat karyawan tidak sehat. Karyawan harus bisa menjaga kesehatan baik secara jasmani, rohani, maupun sosial agar pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan dapat dikerjakan dengan baik. Dengan adanya usaha Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit, karyawan akan merasa baik dalam melakukan pekerjaannya. Untuk terhindarnya dari bahaya akibat kerja karyawan ataupun masyarakat yang lainnya harus bisa menjaga kesehatan sebaik mungkin agat tidak adanya gangguan pada aktifitas dalam melakukan pekerjaan. Menurut Soedirman dan SamaAomur . , berpendapat bahwa kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan secara praktiknya dalam pemeliharaan kesehatan secara kuratip, proventif, promosional, dan rehabilitive agar masyarakat tenaga kerja dan masyarakat umum terhindar dari bahaya akibat kerja, serta dapat memperoleh derajat kesehatan setinggi Ae tingginya untuk dapat bekerja dengan baik. Kesehatan kerja merupakan suatu kondisi kesehatan yang bertujuan agar pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi Ae tingginya, baik jasmani, rohani, maupun sosial, dengan usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja maupun penyakit umum (Hartatik, 2. Menurut Kasmir . , tujuan dari keselamatan kerja dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut ini: . Membuat karyawan merasa nyaman. Memperlancar proses kerja. Agar karyawan berhati Ae hati dalam bekerja. Mematuhi aturan dan rambu Ae rambu . Tidak mengganggu proses kerja. Menurut Satria dalam Widodo . , mengatakan bahwa tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah: Melindungi para pekerja dan orang lain ditempat kerja. Menjamin agar disetiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efesien. Menjamin proses produksi berjalan dengan lancar. Menurut Mangkunegara . , keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut ini: . Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis. Agar setiap digunakan sebaik Ae baiknya, seefektif . Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi karyawan. Agar meningkat kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan kerja atau kondisi kerja. Agar setiap karyawan merasa aman dan terlindungi dalam bekerja. Menurut Widodo . , dsalam rangka peningkatan keselamatan kerja dan kesehatan kerja perlu dibuat suatu program . Libatkan manajemen dan karyawan dalam menyusun program keselamatan kerja dan kesehatan . Tentukan siapa yang betanggung jawab dalam melaksanakan program kerja. Tentukan kebutuhan keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang dibutuhkan pada bagian masing Ae masing. Ketahui bagian mana dari fasilitas perusahaan yang . Perbaiki bagian Ae bagian yang berbahaya. Latih karyawan dalam teknik keselamatan kerja dan kesehatan kerja. Ciptakan suatu mind Ae set para karyawan bahwa peruasahaan harus bebas dari potensi bahaya. Secara terus menerus perbaiki dan sempurnakan program keselamatan kerja dan keseahatan kerja yang ada. Menurut Hartatik . , upaya untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja bisa dilakukan sebagai berikut ini: . Mencegah dan mengurangi . Mencegah, mengurangi, . Mencegah . Memberikan kesempatan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian Ae kejadian lain yang . Memberikan pertolongan pada kecelakaan. Memberikan alat Ae alat pelindung diri pada para pekerja. Memperoleh penerangan yang cukup dan Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban. Menurut Kusdyah . , usaha untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja bisa . Pemeriksa . Pemeriksaan kesehatan berkala untuk . Pendidikan karyawan secara kontiniu. Penerangan dan penjelasan sebelum bekerja. Pakaian pelindung misalnya masker, kacamata, sarung tangan, sepatu, topi pakaian kerja, dan sebagainya. Isolasi yaitu mengisolasi operasi atau proses produksi dalam memperoleh yang mengisolasi mesin yang sangat berisik agar tidak menjadi mengaggu kinerja pekerja lainnya. Ventilasi setempat ialah alat untuk menghisap udara disuatu tempat kerja tertentu, agar bahan Ae bahan dari suatu tempat dihisap dan dialirkan . Substitusi, yaitu mengganti bahan yang lebih bahaya dangan bahan yang kurang bahaya sama sekali, misalnya Carbontetrachorida trichlor etilen. METODE Penelitian ini dilakukan di PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi Provinsi Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh yang berjumlah 141 orang. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel secara acak (Random Samplin. dengan menggunakan rumus Yamane atau sebanyak 51 orang. Metode pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara langsung pada pimpinan perusahaan tentang berbagai informasi/data yang diperlukan. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang disebarkan kepada seluruh karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi. Untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan, keselamatan kerja dan kesehatan kerja dengan menggunakan skala Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomenal sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang diukur dan dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item Ae item instrument yang dapat berupa pernyataan dan pertanyaan. Jawaban setiap item yang menggunakan skala likert mempunyai gradiasi dan sangat positif sampai sangat negatif (Sugiyono, 2. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tentang ringkasan variabelvariabel penelitian tanpa mengkaitkan atau membandingkan dengan variabel yang Jadi menjelaskan karakterisitk statistik suatu variabel secara mandiri. Statistik inferensial sering juga disebut statistik induktif atau statistik probalititas, adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Analisis linear regresi berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel bebas Keselamatan (X. dan Kesehatan (X. dengan variabel terikat Kinerja Karyawan (Y). Model regresi berganda dikembangkan untuk melakukan estimesi/prediksi nilai variabel dependen (Y) dengan menggunakan lebih dari satu variabel indenpenden (X1. X2. X3,ds. Persamaan regresi linear berganda adalah : Y = a b1X1 b2X2 e Keterangan : = Variabel terikat (Kinerj. = Konstanta b1b2 = Koefisien Berganda = Error = Keselamatan = Kesehatan Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. HASIL Rekapitulasi tanggapan responden terhadap keselamatan kerja (X. dengan jawaban sangat setuju sebanyak 130 responden dengan bobot 650, jawaban untuk setuju sebanyak 115 responden dengan bobot 460, sedangkan jawaban untuk netral sebanyak 124 responden dengan bobot 372, jawaban untuk tidak setuju sebanyak 134 responden dengan bobot 268, dan sangat tidak setuju menjawab sebanyak 19 responden dengan Maka dapat disimpulkan bahwa rata Ae rata jawaban responden adalah sebesar 3,38. Ini termasuk dalam kategori setuju bahwa faktor lingkungan, faktor manusia, dan faktor alat berpengaruh terhadap keselamatan kerja mereka. rekapitulasi tanggapan responden terhadap kesehatan kerja (X. dengan jawaban sangat setuju sebanyak 159 responden dengan bobot 795, jawaban untuk setuju sebanyak 125 responden dengan bobot 500, sedangkan jawaban untuk netral sebanyak 159 responden dengan bobot 477, jawaban untuk tidak setuju sebanyak 69 responden dengan bobot 138, dan sangat tidak setuju menjawab sebanyak 10 responden dengan bobot 10. Maka dapat disimpulkan bahwa rata Ae rata jawaban responden adalah sebesar 3,68. Ini termasuk dalam kategori setuju bahwa lingkungan kerja secara medis, sarana kesehatan tenaga kerja, dan pemeliharaan keselamatan kerja mereka. Dari responden terhadap kinerja (Y) pada tabel 3, jawaban sangat setuju sebanyak 216 dengan bobot 1080, jawaban untuk setuju 210 dengan bobot 840, jawaban untuk netral 203 dengan bobot 609, jawaban untuk tidak setuju 50 dengan bobot 100, dan jawaban untuk sangat tidak setuju 16 dengan bobot 16. Maka dapat disimpulkan bahwa rata Ae rata jawaban responden adalah sebesar 3,80. Ini termasuk kedalam kategori pelaksanaan tugas, dan tanggung jawab berpengaruh terhadap kinerja. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. Berdasarkan tabel 4, maka persamaan regresi sebagai berikut: Y = a b1x1 b2x2 e Y = 12,387 0,504x1 0,538x2 e Analisisnya : Konstanta . bernilai 12,387 jika variabel keselamatan dan kesehatan kerja sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y) diperoleh 12,387. Nilai koefisien regresi dari variabel keselamatan (X. sebesar 0,504 artinya jika variabel kinerja karyawan naik 1 satuan maka variabel kinerja karyawan akan mengalami kenaikan 0,504. Nilai koefisien regresi dari kesehatan kerja (X. sebesar 0,538 artinya jika variabel kinerja karyawan naik 1 karyawan akan mengalami kenaikan 0,538. Nilai K-S-Z keselamatan kerja adalah sebesar 0,475 dengan signifikansi sebesar 0,978. Nilai K-SZ untuk variabel kesehatan kerja adalah sebesar 0,721 dengan signifikansi sebesar 0,676. Nilai K-S-Z untuk variabel kinerja adalah sebesar 0,691 dengan signifikansi 0,726. Nilai K-S-Z semua variabel tersebut diatas 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa semua variabel secara statistik telah berdistribusi secara normal dan layak digunakan sebagai data penelitian. Bahwa masing Ae masing nilai thitung dan signifikan variabel bebas, diketahui nilai ttabel dengan persamaan n Ae k = 58 Ae 2 = 56, alpha/2 = 0,05/2 = 0,0025 = 2,003, pada taraf signifikan 5% dengan demikian diperoleh sebagai berikut ini : Keselamatan Kerja (X. Diketahui thitung . > ttabel . dengan signifikan . < . artinya variabel keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kesehatan Kerja (X. Diketahui thitung . > ttabel . dengan signifikan . < . artinya variabel kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Dari perhitungan bahwa hasil fhitung Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. sebesar 31,061 dengan signifikan 0,000. ftabel dengan persamaan n Ae 1 = 58 Ae 2 Ae 1 = 55 = 3,165, ftabel pada signifikan 5%. Dengan demikian diketahui fhitung = 31,061 > ftabel = 3,165 dengan signifikan . < . maka H0 ditolak atau signifikan. Ini berarti secara bersama Ae sama keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Perhitungan determinasi (Ajust R Squar. diperoleh nilai sebesar 0,513. Hal ini menunjukkan bahwa memberikan pengaruh sebesar 51,3% terhadap kinerja karyawan PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi. Sisanya 48,7% merupakan variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian. PEMBAHASAN Variabel keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi. Hasil regresi secara parsial variabel keselamatan kerja thitung sebesar . > ttabel sebesar . Dengan begitu faktor keselamatan kerja secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi. Dan variabel kesehatan kerja thitung . > ttabel sebesar . Dengan begitu faktor kesehatan kerja secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi. Hasil regresi secara simultan semua variabel ftabel sebesar . > fhitung sebesar . maka hipotesis nol (H. diterima atau signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara bersama Ae sama faktor keselamatan dan kesehatan kerja mempengaruhi kinerja karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. Berdasarkan (R. pengaruh variabel (X1 dan X. berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,513 atau 51,3% berarti berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi, sedangkan sisanya 48,7% dipengaruhi oleh faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Diharapkan pihak perusahaan lebih melengkapi penyusunan lay out mesin, fasilitas dan suasana kerja, dan peralatan kerja agar keselamatan kerja lebih terjaga. Diharapkan melengkapi alat Ae alat kesehatan, melakukan kesehatan agar para karyawan merasa lebih terjamin kesehatannya dalam bekerja. Semua pihak yang terlibat dalam oerasional perusahaan selalu mengutamakan dan memprioritaskan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. SIMPULAN Terbukti bahwa keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan ditunjukkan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel . ,187 > 2,. dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Kebun Pantai Raja (KPR) PKS Ae Tanjung Pauh Kec. Sengingi Hilir Kab. Kuantan Sengingi ditunjukkan dengan nilai thitung lebih besar dari ttabel . ,224 > 2,. DAFTAR RUJUKAN Grahanintyas. Dewinta. Sritomo Wignjosoebroto dan Effi Latiffianti. Analisa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Dalam Meningkatkan Produktivitas (Studi Kasus: Pabrik The Wonosari PTPN Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. XII). Jurnal Teknik omits. Vol. No. 1 Ae 6. Hartatik. Puji Indah. Mengembangkan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Laksana. Hearni. Rizkya. Kusdi Raharjo dan Gunawan Eko Nurtjahjono 2014. Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara (Perser. Pabrik Gula Toelangan Sidoarjo. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume 15. Nomor. Oktober 2014. Hendraman. Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Akibat Hubungan Kerja Ditempat Kesehatan Kerja. http://w. Ilfani. Grisma. Analisis Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada PT. Apac Inti Corpora Bawen Jawa Tengah Spinning . Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. Indriasari. Nia. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan Bagian Produksi PT. Surabaya Agung Industri Pulp dan Kerta. Skripsi. Fakultas Ilmu Administrasi Jurusan Administrasi Niaga Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Brawijaya Malang. Juwitasar. Veronica Muqista Aji. Muchammad Al Musadieq dan Arik Prasetya, 2014. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. pada Karyawan Produksi PT. Inti Luhur Fuja Abadi. Baji Pasuruan. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume Nomor 2. Oktober 2014. Kasmir. Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Prakti. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Kartikasari. Ratih Dwi 2017. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan Bagian Produksi PT. Surya Asbes Cement Group Malang. Skripsi. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. Kusdyah. Ike Rachmawati. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Andi. MaAoruf. Abdullah. Manajemen dan Evaluasi Kinerja Karyawan. Yogyakarta: Aswaja Presindo. Mahendra. Rahman. Hubungan Jaminan Keselamatan Kesehatan Kerja dengan Motivasi Kerja (Survey pada Karyawan bagian Produksi PT. Bentor Prima Malang. Skripsi. Fakultas Ilmu Administrasi. Malang. Universitas Brawijaya. Mangkunegara. Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Mangkunegara. Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Putri. Rozi Anggela 2015. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bridgestone Tire Indonesia. Bekasi Plant. Skripsi. Fakultas Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. Ekonomi Universitas Persada Jakarta. Rahayu. Darma Ira Wati, 2013. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Indonesia Asahan Alumunium (INALUM), Kuala Tanjung. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan. Rizky. Murody Anwar, 2012. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kusuma Dipa Nugraha Mojokerto. Skripsi. Fakultas Ekonomi Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Sari. Adyasti Andika. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada PT. Guna Mekar Industri. Semaran. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sedarmayanti. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Yogyakarta : Pustaka Belajar. Smith. , and Sonesh. How Hazards and safety Trainning Influence Learning Performance. Journal of Alied Psychology. American Psycological Association. Vol. No. 46 Ae 70 0021 Ae 9010/11/$12. DOI: 1037/a0021838. Tulane University. Amerika. Soedirman dan SamaAomur. Kesehatan Kerja Dalam Perspektif Hiperkers dan Keselamatan Kerja. Jakarta : Erlangga ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kebun Pantai Raja (Yayu Kusdian. Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. ALFABETA Rizky. Murody Anwar, 2012. Pengaruh Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kusuma Dipa Nugraha Mojokerto. Skripsi. Fakultas Ekonomi Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Sari. Putri Lutfi Anjar 2015. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Bridgestone Tire Indonesia. Bekasi Plant. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Darma Persada Jakarta. Wibowo, 2011. Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajawali Pers. Widodo. Eko Suparno. Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Pustaka Belajar. Jurnal Daya Saing (Vol. No. 2 Jun 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356