VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 PROTOTYPE DESIGN OF PLATE ROLLER MACHINE Danang Murdiyanto1. Bernardus Crisanto Putra Mbulu 2. Bernadus Daniel Wahyu Prasetya3 1,2,3 Program Studi Teknik Mesin-Fakultas Teknik-Universitas Widya Karya-Malang-Jawa Timur Email: danang_t. mesin@widyakarya. id, chris_bernardo666@widyakarya. id, aryadaniel08@gmail. INFORMASI ARTIKEL ABSTRACT Naskah Diterima: Mei 2023 Current development of manufacturing industry is expected to have a good and innovative system. Machine planning is a very important part in determining the manufacturing process. Machine prototypes are very important in model and product development, because they can help a designer to evaluate processes, machine performance, and product In this study, a prototype design of a plate roll machine was made. One of the manufacturing processes that is widely used in companies and home industries is the rolling process. Plate roll machine prototype design to find suitable dimensions. The plate roll machine prototype will be made using a 3D printing machine with Polylatic Acid (PLA) material. The prototype plate rolling machine uses a synchronous electric motor type 60KTYZ which has a power of 14 watts and a rotation of 15 rpm. The prototype of this plate rolling machine was tested using aluminum plate as raw material with a length of 820 mm, a width of 10 mm and a thickness of 2 mm. The test results with a given compressive force of 75 N, namely a deflection of 9 mm with a rolling speed of 0. m/s. In the equilibrium test, it is produced by calculating structural statics that the action forces and reaction forces are proven to be balanced. Keywords: Machine Design. Prototypes. Machine Rolls. Plates Naskah Disetujui: Juni 2023 Naskah Diterbitkan: Juni 2023 satu pembuatan prototipe fisik dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi dengan proses cetak 3D atau dengan mesin CNC. Pada penelitian ini prototipe akan digunakan dalam membuat miniatur dari mesin rol pelat. Prototipe mesin rol pelat ini diawali dengan menggunakan software 3D yaitu dengan menggunakan software solidwork. Desain dengan menggunakan softaware 3D bertujuan untuk melakukan dengan mudah, fleksibel dan presentative sehingga bentuk dari model prototipe dapat dirancang dengan baik. Dalam mengkonversikan bentuk 3D ke mesin cetak 3D . D Printtin. , maka diperlukan software Cura supaya dapat diteruskan dalam mesin cetak 3D. Pada penelitian ini mengambil judul AuDesain Prototipe Mesin Rol PelatAy yang betujuan dari hasil desain prototipe pada penelitian ini mendapatkan bentuk dari mesin rol pelat dan mekanisme proses kerja mesin yang sesuai. Mekanisme proses pengerolan baik kecepatan putaran pengerolan dan menentukan kedalaman dimensi diameter pengerolan merupakan bagian parameter yang perlu Pada desain prototipe mesin rol ini benda yang akan dilakukan proses rol yaitu bahan baku dalam bentuk pelat. Penentuan parameter pengerolan pelat dalam proses rol PENDAHULUAN Perkembangan industri manufaktur sekarang ini mengalami kemajuan pesat seiring dengan perkembangan teknologi terbarukan. Industri manufaktur selain menciptakan lapangan kerja perekonomian, industri manufaktur berperan dalam meningkatkan keunggulan produk. Dalam hal ini suatu proses perencanaan, inovasi kreatif dan evaluasi menjadi bagian penting untuk pengembangannya. Proses yang efisien dalam perencanaan dan pengembangan produk salah satunya adalah dengan metode pembuatan Prototipe ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur atau oleh seorang desainer yang berfungsi untuk melihat hasil model miniatur dari rancangan, untuk mengevaluasi proses mekanik dan fungsinya sebelum produk tersebut akan dikerjakan dalam skala dan material yang sesungguhnya. Selain itu, prototipe sebuah produk juga berfungsi sebagai alat komunikasi dan presentasi yang dapat ditunjukkan ke pihak lain tentang kinerja Pembuatan prototipe dapat meminimalis kesalahan dan menekan kerugian biaya dan waktu pada saat sebelum dilakukan proses produksi dalam skala besar. Pembuatan mesin prototipe dalam pembuatan prototipe fisiknya sekarang ini banyak sekali alternatifnya, salah VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 manual sering terjadi kesulitan untuk menghasilkan nilai yang tepat. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan: desain prototipe mesin rol pelat dan model 3D Sehingga rumusan dalam penelitian ini: . Perencanaan perhitungan desain prototipe, . model 3D dari hasil desain dengan menggunakan alat 3D Printing dengan bahan baku yang digunakan filamen PLA (Polylactic Aci. Bahan baku filamen PLA untuk digunakan bahan baku 3D printer seperti pada gambar 1. Pada penelitian ini, tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium prestasi mesin Universitas Katolik Widya Karya Malang, sedangkan tahapan-tahapan sebagai metode penelitian pada desain prototipe mesin rol pelat dilakukan seperti pada diagram alir pada gambar 3. Gambar 1. Filamen PLA Penelitian terdahulu yaitu rancang bangun alat roll press untuk mengolah batang tanaman rumput payung menjadi serat bahan baku komposit . dan dilanjutkan dalam penelitian berikutnya yaitu proses pengerolan batang rumput payung untuk menghasilkan serat melalui metode reduksi menggunakan gearbox . pada dua penelitian tersebut menghasilkan konstruksi menggunakan 3 rol dengan 1 rol penggerak, 1 rol penekan, dan 1 rol sebagai penyeimbang seperti pada gambar 2. Gambar 3. Diagram Alir Penelitian Sesuai gambar diagram alir penelitian yang digunakan, uraian dari tahapan metode penelitian yang dilakukan adalah sebagai Studi Literatur Tahap awal dalam penelitian ini adalah melakukan dengan studi literatur, hal ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan pengetahuan yang relevan berkaitan dengan desain prototipe mesin rol pelat. Studi literatur berguna dalam memahami teori-teori tentang penelitian seperti dari buku literatur yang Selain itu studi literatur dilakukan dari penelitian terdahulu dari jurnal, artikel tentang prototipe dan mesin rol sehingga dapat membantu dalam penyelesaian masalah. Identifikasi Masalah Tahapan kedua yang dilakukan yaitu identifikasi masalah yang berguna dalam menganalisa dan mengidentifikasi kebutuhan data dan pertanyaan-pertanyaan yang perlu Rumusan Masalah Tahapan atau alur berikutnya yaitu rumusan masalah. Pada tahapan ini untuk menetapkan pernyataan yang jelas dalam Keterangan gambar: Tuas penekan Rangka Rol Penekan Rol Pengarah Rol Penggerak Gambar 2. Desain Roll Pres pada penelitian terdahulu . METODE PENELITIAN VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 langkah penelitian, sehingga dapat membantu peneliti mengenai masalah tentang desain prototipe mesin rol pelat. Perencanaan dan Desain Setelah identifikasi masalah dan rumusan masalah ditentukan, maka tahap selanjutnya dalam metode ini yaitu lekukan perencanaan dan desain dari prototipe mesin rol pelat, sehingga akan didapatkan parameter sesuai Analisa dan Pembahasan Tahap analisa dan pembahasan merupakan tahap evaluasi dengan menganalisa data yang telah direncanakan dengan menghubungkan ke permasalahan penelitian. Dari hal tersebut maka akan dapat ditentukan apakah dapat dilanjutkan ke proses tahap selanjutnya . alam jawaban di diagram alur AuYaA. atau akan diproses kembali ke tahap sebelumnya pada tahap perencanaan dan desain . alam jawaban AuTidakAy. Proses Cetak 3D Setelah pembahasan dipastikan dan dapat dilanjutkan, maka tahap selanjutnya yaitu memproses ke alat cetak 3D . D printe. Pada tahap ini desain yang dihasilkan dengan program CAD akan dilakukan konversi ke sistem CAM dengan software Cura. Setelah proses konversi maka langkah selanjutnya data akan dimasukkan ke mesin cetak 3D untuk dicetak masing-masing komponen dari prototipe mesin rol pelat. Tuas Penekan Pulley Peggerak Rol Penggerak Sistem Transmisi Motor Penggerak Gambar 5. Prototipe Mesin Rol Pelat Uji coba prototipe mesin rol Setelah proses perakitan, maka tahap selanjutnya yaitu melakukan uji coba mesin rol pelat untuk memastikan bahwa mesin dapat bekerja dan berfungsi dengan baik. Selain itu untuk menguji performa mesin rol pelat seperti kecepatan, tekanan dan parameter lainnya. Kesimpulan Tahap terakhir setelah seluruh tahapan dilakukan, maka akan dilakukan dengan merangkum hasil penelitian. Prinsip Kerja Mesin Rol Pelat Prinsip kerja mesin dapat dilakukan pada proses mekanisme prototipe mesin rol pelat hasil rakitan seperti pada gambar 5, sedangkan untuk prinsip kerja mesin rol pelat adalah seperti gambar 6. Filament Cooling Fan Rol Penekan Rangka Nozzle Display Screen Printer Bed Gambar 4. Mesin Cetak 3D. Perakitan Pada tahap perakitan merupakan tahap penggabungan bagian-bagian yang telah di cetak menggunakan mesin cetak 3D disusun sesuai urutan dan fungsi yang telah ditentukan sesuai desain prototipe mesin rol pelat. Gambar 6. Mekanisme Kerja Mesin Rol Pelat Mekanisme atau prinsip kerja dari prototipe mesin rol pelat ini yaitu menggunakan sumber utama dari motor listrik sebagai motor Putaran yang dihasilkan motor listrik sebagai motor penggerak akan diteruskan menuju dua poros dengan menggunakan pulley VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 belt seperti pada gambar 5 sebagai sistem transmisi mesin rol pelat. Kedua poros tersebut akan menggerakkan pulley penggerak. Pada mesin rol pelat ini terdiri dari dua bagian yaitu rol bagian bawah dan rol bagian atas. Rol bagian bawah ada 2 rol yang berfungsi sebagai tumpuan pelat dan sebagai rol penggerak, sedangkan rol bagian atas berfungsi sebagai rol penekan yang digerakkan kebawah dengan tuas v = 0,0019 yco/yc OO 0,002 m/s Daya Rencana (P. Dari data Gaya yang bekerja yang telah didapat maka dapat dihitung Daya rencana (P. dengan persamaan . Pd = Fc. Ft . Dimana : Fc = factor keamanan berdasarkan jenis beban dengan beban dinamis = 3 Ft = Gaya yang bekerja keseluruhan v = 0,002 m/s Pd = 3 . 9N . 0,002 m/s = 0,54 watt Dari hasil perhitungan Daya tersebut, maka motor yang digunakan dipilih motor synchoronous 60 KTYZ dengan putaran 15 rpm dan Daya 14 watt sesuai tabel 1 dengan pertimbangan mudah didapat. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Alat Tahap awal dari penelitian ini adalah melakukan perencanaan dengan perhitunganperhitungan untuk menemukan parameter prototipe mesin rol pelat. Data spesifikasi motor yang akan digunakan adalah seperti pada tabel Tabel 1. Spesifikasi motor No. Spesifikasi Daya Putaran motor Tegangan Torsi motor Diameter poros Berat Keterangan 14 watt 15 rpm 100 N. 7 mm Kecepatan sudut putar (O) Dalam mengitung kecepatan sudut putar karena pulley yang digunakan berbeda maka akan dilakukan perhitungan menggunakan persamaan . d1 = n2 . Dimana : n1 = putaran motor penggerak = 15rpm n2 = putaran poros rol bawah d1 = diameter pulley motor penggerak = 25mm d2 = diameter pulley penggerak rol bawah = d1 = n2 . 25mm = n2 . 37 mm n2 = 10,1 rpm OO 10 rpm dan kecepatan sudut putar dapat dihitung: A . 3,14 . O = 1,04 ycycaycc/yc Gaya yang bekerja Dari data tabel 1, maka akan dilakukan dengan menghitung kembali kebutuhan gaya yang bekerja dengan menggunakan persamaan Gaya yang bekerja . F=m. Dimana : F = Gaya yang bekerja (Newto. m = massa rol . a = percepatan grafitasi = 9,81m/s2 Massa rol diketahui 300 g atau 0,3 kg, maka Gaya yang bekerja F = 0,3kg . 9,81 m/s2 = 3 kg. m/s2 = 2,94NOO 3N Pada desain mesin rol pelat menggunakan 3 rol, maka total Gaya (F. = F. 3 = 3N . 3 = 9N Kecepatan linier timing belt Dalam menghitung kecepatan linier timing belt . menggunakan persamaan kecepatan . ycu Diketahui d1 merupakan diameter pulley penggerak dengan diameter 25 mm dan n1 adalah putaran pulley penggerak sebesar = 15 Maka dapat dihitung: 3,14 . 15 ycycyyco Perhitungan proses pengerolan Pada penelitian ini menggunakan pelat sebagai bahan uji coba atau benda uji dengan data seperti pada tabel 2. Tabel 2. Data benda uji Tebal Lebar Panjang Berat VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 Perhitungan massa tekan rol dilakukan sebesar 7,6 kg percepatan gravitasi . 9,81 m/s2, maka Gaya tekan rol pelat (F. dapat Fr = m . = 7,7 kg . 9,81 m/s2 = 74,55N OO 75N Sedangkan untuk defleksi benda . dalam mencari nilai jenis material yang di rol: V =p. V = volume benda uji p = panjang benda uji = 820 mm b = lebar benda uji = 10 mm d = tebal benda uji = 2 mm volume benda uji. V = 820mm. 2mm = 16. 400mm3=16,4cm3 y = 9,1 mm OO 9 mm Analisa gaya tekan yang diberikan dapat dianalisa dengan hukum Newton i yaitu tentang keseimbangan benda atau pembuktian Gaya Aksi sama dengan Gaya Reaksi. Untuk membuktikan keseimbangan benda uji dalam pengerolan pelat seperti pada gambar 7. Maka berat jenis benda (A), yco 16,4ycayco Gambar 7. Analisa Konsep keseimbangan Benda Uji. Mencari nilai Gaya Reaksi Vertikal pada titik A (RVA) dan nilai Gaya REaksi Vertikal pada titik B (RVB) dapat dilakukan dengan menganalisa Momen yang terjadi pada kedua titik tersebut. Diketahui a merupakan jarak horisontal dari titik tumpuan A menuju Gaya Tekan (F. sebesar 70mm atau 0,07m, b adalah jarak antara Gaya Tekan (F. menuju titik tumpuan B sebesar 0,07m, dan c adalah jarak antara titik tumpuan A dan titik tumpuan B sebesar 0,07m 0,07m = 0,14m. A = 3 g/cm dari hasil perhitungan berat jenis benda uji sebesar 3 g/cm3, maka untuk berat jenis material yang mendekati dipilih sebagai benda uji dengan material alumunium dengan berat jenis 2,7 g/cm3. Inersia penampang bahan dapat dihitung dengan persamaan: ycc I = Inersia penampang beban . b = lebar benda uji = 10 mm d = tebal benda uji = 2 mm OcMA = 0 Dalam menganalisa Momen dari titik A, maka persamaan yang didapat: 0 = (RVB . Ae (Fr . = (RVB . 0,14. Ae . N . 0,07. = (RVB . 0,14. Ae . ,25N. (RVB . 0,14. = 5,25Nm 5,25 Nm RVB = 0,14m RVB = 37,5N (Ic arah Reaksi keata. maka inersia penampang beban, 10ycoyco . = 6,66 mm4 OO 6,7 mm4 Sehingga defleksi yang terjadi pada bahan akibat tekanan . dapat dihitung dengan ya . E . L = jarak antara rol bawah = 140 mm F = Gaya tekan = 75 N E = Modulus elastisitas=70GPa=70. 000N/mm2 y = Defleksi . maka perhitungan Defleksi: 000N/ycoyco2 . 6,7 ycoyco4 OcMB = 0 Dalam menganalisa Momen dari titik B, maka persamaan yang didapat: 0 = (RVA . Ae (Fr . = (RVA . 0,14. Ae . N . 0,07. = (RVA . 0,14. Ae . ,25N. (RVA . 0,14. = 5,25Nm 5,25 Nm RVA = 0,14m VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 RVA = 37,5N (Ic arah Reaksi keata. Setelah hasil RVA dan RVB, maka dapat dibuktikan dengan : OcFVertikal = 0 Fr = RVA RVB 75N = 37,5N 37,5N 75N = 75N Dapat diartikan bahwa konsep keseimbangan pada benda uji antara Gaya Aksi dan Gaya Reaksi terbukti seimbang. Kecepatan pengerolan Kecepatan pengerolan . dapat dihitung yuU. ycu d2 = diameter yang digerakkan = 37 mm n2 = putaran yang digerakkan = 10 rpm 3,14. 10ycycyyco Gambar 8. Skema proses desain-cetak 3D-perakitan. Keterangan gambar 8: Proses desain dengan solidwork Proses slicing dengan ultimaker cura Proses dengan mesin cetak 3D Proses perakitan Proses uji coba alat v = 0,02 m/s Waktu pengerolan Perhitungan waktu pengerolan dihitung dengan persamaan: Ea yc 0,82yco 0,02 yco/yc t = 41 s Skema proses desain, slicing, cetak 3D, hingga proses perakitan dan kemudian akan dilakukan uji coba alat berguna dalam pengamatan atas hasil perencanaan yang Tahap desain dilakukan dengan software solidwork dengan toleransi gambar A2mm. Setelah seluruh komponen selesai pada tahap desain, maka selanjutnya file-file komponen tersebut akan dikonversikan menjadi tipe file stl supaya terbaca di software ultimakaer cura. Tahap kedua akan dilakukan proses slicing. Proses slicing disini berguna untuk mengatur kepadatan hasil cetakan, pemberian adhesion, dan kecepatan gerak nozzle dari mesin cetak Karena proses pengerolan dilakukan 2 kali, maka waktu hasil pengerolan dikalikan 2 yaitu 2 = 82s Sehingga didapat waktu pengerolan sebenarnya 82s atau selama 1 menit 22 detik. Desain dan Proses Cetak 3D Proses perencanaan dengan perhitungan-perhitungan, maka selanjutnya dilakukan proses desain menggunakan software desain yaitu solidwork dan dilanjutkan dalam konversi file menjadi tipe file stl yang akan dimasukkan ke program lain yaitu software ultimaker cura agar kodekode ordinat dapat terbaca dalam mesin cetak Hasil seluruh komponen prototipe mesin rol pelat kemudian akan dirakit, untuk skema alurnya dapat dilihat pada gambar 8. VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 Gambar 11. Proses perakitan komponen. Uji Coba Prototipe Mesin Rol Pelat Pada uji coba pengerolan dengan menggunakan benda uji yang telah disiapkan dan dari data yang ada, maka dapat diketahui radius kelengkungan pelat seperti pada gambar Gambar 9. Proses desain komponen dengan software Tahap ketiga setelah selesai proses slicing yaitu komponen telah diatur posisi cetak, kerapatan hasil cetak, kecepatan gerak nozzle, dan pemberian adhesion atau pengaturan hasil cetak supaya dapat menempel dengan baik, maka Langkah selanjutnya akan diproses untuk cetak 3D. Gambar 12. Radius lengkung pelat. Dari gambar 12 diketahui: - Jarak defleksi pelat BD = 9mm = 0,9cm - Jarak rol 1 ke rol 2 atau titik AE = 140mm = - Jarak titik AD = 70mm = 7cm Maka untuk mendapatkan nilai AB: Gambar 10. Proses cetak 3D. AB = AD BD AB = 7 0,9 AB = 7,058cm Sehingga sudut Proses Cetak 3D disini untuk menghasilkan bentuk komponen seperti yang telah di desain. Setelah mesin cetak 3D dinyalakan, maka data desain akan dimasukkan dalam mesin cetak 3D dan dapat diproses pencetakan. Setelah seluruh komponen tercetak, maka Langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan sesuai gambar 5. Pada gambar 11 dapat dilihat proses perakitan dan ujicoba alat. Tan = = ycNycaycu Tan = = 7,350 maka sudutOABC = 1800-. = 82,650 dari sudut tersebut dapat dicari untuk diameter pelat setengah lingkaran dari benda uji material alumunium dari prototipe mesin rol pelat yaitu panjang titik AC sebagai berikut: Tan = VOLUME 1 NOMOR 1 TAHUN 2023 JURNAL METAL p-ISSN 2988-2206, e-ISSN 2988-2214 artikel 2, hal 7 Ae 14. Juni 2023 Bahan prototipe dapat mendekati bahan yang akan digunakan mesin rol pelat. 7,058cm AC = Tan 82,650 . 7,058cm AC = 7,75 . 7,058cm = 54,7 OO 55cm Tan 82,65 = REFERENSI . Danang Murdiyanto and T. Redationo. Ranjang Bangun Alat Roll Press untuk Mengolah Batang Tanaman Rumput Payung (Cyperus Alternifoliu. Menjadi Serat Bahan Baku Komposit. JRM Vol. No. Tahun 2016, pp. 137Ae146. ISSN 0216-468X. Danang Murdiyanto and Bernardus C. The Rolling Process of The Stem of Umbrella Grass to Produce Fiber Through the Reduction Method Using Gearbox. SJME KINEMATIKA Vol. 6 No. 2, 25 Desember 2021, pp 129-142, e-ISSN: 2655-903X. Samhuddin. Hasbi, and Jamiluddin. AuPerencanaan Sistem Transmisi Alat Peniris Pada Mesin Pengering Helm,Ay ENTHALPY-Jurnal Ilm. Mhs. Tek. Mesin Perenc. 3, no. 1, pp. 1Ae7, 2018. Sularso and S. Kiyokatsu. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta:Pradya Paramita, 1994. Sato. Takeshi, 2000. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Cetakan ke-9. PT. Pradya Paramita. Jakarta . Gultom and J. Heksa Galuh W. AuPerancangan Mesin Rol Plat Dengan Metode. Cold Rolling Skala Home Industry,Ay Ind. Inov. Tek. Ind. , vol. 9, no. 2, pp. 31Ae36, 2019. Mukhtar. Pratama, and A. Hermawan. AuRancang bangun gearbox untuk turbin angin savonius vertikal . menggunakan metode fea . ,Ay Elem. Tek. Mesin, vol. 7, no. 2, pp. 128Ae137, 2020. Deutschman. Aaron D. , 1975. Machine Design: Theory and Practice. New York: Macmillan Publishing Co. Inc. Suci W. and Qalam. Rancang Bangun Mesin Pengeroll Sandal dengan Kapasitas 360 Buah/Jam. Teknik Mesin ITS. Surabaya, 2014. Ir. Hery Sonawan. MT. Perancangan Elemen Mesin, alfabeta. Bandung, 2010. Shygley. Joseph E, 1986. Perencanaan Teknik Mesin jilid 1 & 2. Erlangga. Jakarta. John Skelton. The Dynamic of a Roll Press Nip. University of Delaware. Newark. DE USA June 7-11. Dan Panjang titik CD: CD = AC Oe AD CD = 55 Oe 7 CD = 55,4cm Sehingga pelat yang di rol menghasilkan radius: BC = CD BD BC = 55,4cm 0,9cm = 56,3cm Gambar 13. Hasil uji coba benda uji SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat Proses perencanaan prototipe mesin rol pelat dari proses desain dengan menggunakan software desain, output file tipe stl untuk digunakan pada proses slicing menggunakan software ultimaker cura, proses cetak 3D masing-masing komponen hingga proses assembly telah didapatkan model prototipe mesin rol pelat Hasil perhitungan didapat untuk penggerak prototipe mesin rol pelat adalh motor listrik dengan daya sebesar 14 watt dan kecepatan transmisi 15 rpm, kecepatan putar 0,02 m/s dan kecepatan sudut putar 1,04 rad/s. Hasil Gaya keseimbangan Gaya sebesar 75 Newton. Hasil uji coba alat Prototipe Mesin Rol Pelat dengan benda uji pelat Panjang 820 mm, tebal 2 mm, dan lebar 10 mm yaitu bahwa lingkaran dengan radius 56,3cm sudut 82,650 dan waktu pengerolan selama 1 menit 22 detik. Saran