Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Kompensasi. Kepemimpinan terhadap Etos Kerja dengan Kepuasan Kerja sebagai Intervening: Studi pada Hotel Sartika Yogyakarta Puri Muhammad Fathurrahman1. Kusuma Chandra Kirana2 Didik Subiyanto3 1,2,3Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Yogyakarta pmuhammadfathurrahman@gmail. com1, kusumack@ustjogja. didiks@ustjogja. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of compensation, leadership, on work ethic and determine the effect that occurs indirectly on job satisfaction which acts as a mediator in Hotel Sartika. The method used in this research is quantitative. Primary data from a questionnaire with 50 respondents using the saturated sample method, where all members of the population will be sampled. The validity and reliability tests were used by researchers to test the quality of the data, with data analysis. The techniques used were the classical assumption test, multiple linear regression test, hypothesis testing and sobel test. Based on the results of the research that has been done, this shows that compensation does not have a positive and significant effect on work ethic, leadership does not have a positive and significant effect on work ethic, compensation has a positive and significant effect on job satisfaction, leadership has a positive and significant effect on satisfaction job, satisfaction has a positive and significant influence on work ethic. Keywords : compensation, leadership, work ethic, and job satisfaction. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi, kepemimpinan, terhadap etos kerja dan mengetahui pengaruhnya yang terjadi secara tidak langsung pada kepuasan kerja yang berperan sebagai mediator dalam Hotel Sartika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Data primer dari kuisioner dengan 50 responden dengan menggunakan metode sampel jenuh, dimana semua anggota populasi akan dijadikan sampel. Uji validitas dan reliabilitas digunakan peneliti untuk menguji kualitas data, dengan analisis data Teknik yang digunakan yaitu uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis dan uji sobel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hal ini menunjukkan bahwa kompensasi tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja, kepemimpinan tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja, kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja. Kata kunci : kompensasi, kepemimpinan, etos kerja, dan kepuasan kerja. PENDAHULUAN Manajemen sumber daya manusia pada dasarnya memiliki peran penting untuk membantu meancarkan suatu tujuan. Maka dengan itu, perlu dilakukan pengembangan dan pelatihan yang baik demi menunjang keberhasilan suatu tujuan 649 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dalam menciptakan karyawan yang produktif. Menurut Susan . 8:1, 2. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah suatu individu yang produktif dan bekerja sebagai penggerak organisasi, baik itu dalam suatu instansi atau dalam perusahaan yang memiliki fungsi sebagai asset sehingga harus di kembangkan kemampuannya agar dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan. Semakin bermutu dan berkualitas suatu karyawan di perusahaan, tentu saja akan meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut. Dalam penelitian (Indonesia, 2. Kompensasi merupakan kontra prestasi terhadap penggunaan tenaga atau jasa yang telah diberikan oleh tenaga kerja. Kompensasi merupakan jumlah paket yang ditawarkan organisasi kepada pekerja sebagai imbalan atas penggunaan tenaga kerjanya. Kompensasi dapat berupa upah, gaji, insentif, penghargaan atau reward, ataupun berupa tunjangan lainnya. Kepemimpinan merupakan suatu konsep yang abstrak, tetapi hasilnya nyata. Kadangkala kepemimpinan mengarah pada seni, tetapi seringkali pula berkaitan dengan ilmu. Pada kenyataannya. Kepemimpinan merupakan seni sekaligus ilmu. Terdapat banyak definisi mengenai kepemimpinan, tergantung dari perspektif yang Robbins mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok anggota agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan (Basna, 2. Menurut Priansa . menyatakan bahwa etos kerja merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan, menjadi prinsip- prinsip pergerakan dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja Berdasarkan beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa etos kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang karyawan untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan, sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya dalam organisasi (Fitri et al. Kepuasan kerja mempunyai peran penting dalam suatu organisasi. Kepuasan kerja merupakan salah satu penilaian dan sikap karyawan pada pekerjaannya dan berhubungan dengan lingkungan kerja, jenis pekerjaan, hubungan antar teman kerja, dan hubungan sosial di tempat kerja. Kepuasan kerja atau job satisfaction dapat disimpulkan sebagai hal yang membuat seseorang menyenangi pekerjaan yang dilakukan karena mereka merasa senang dan puas dalam melakukan pekerjaannya. (Subiyanto & Utami, 2. TINJAUAN LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kompensasi (X. (Y. Ginting. Tumbel. , 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap etos kerja. Hasil penelitian dengan nilai signifikan sebesar 0,439 hasil ini dapat memberikan bukti bahwa kompensasi tidak memiliki hubungan dan pengaruh negative dan tidak terajadi pengaruh signifikan terhadap etos kerja. 650 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kepemimpinan (X. Hasil penelitian yang dilakukan (Siregar, 2. menyatakan kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap etos kerja. Dalam Syaharuddin . , kepemimpinan juga dikatakan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan para anggota kelompok. Etos Kerja (Z) Menurut Sutrisno . , bahwasannya etos kerja menganggap seseorang sebagai suatu hal yang dapat meningkatkan harga dirinya sebagai manusia, maka orang tersebut dalam bekerja cenderung giat, rajin dan mau mendayagunakan seluruh potensi dirinya. Kepuasan Kerja (Y) (Pengaruh et al. , 2. menunjukan pada hasil nilai koefisien korelasi sebesar 0,654 yang berarti bahwa kepuasan terhadap etos kerja karyawan sangat kuat. Ini menunjukan bahwa kepuasan berpengaruh positif signifikan terhadap etos kerja PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengaruh Kompensasi Terhadap Etos kerja Hasil penelitian (Indonesia, 2. menunjukkan, bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompensasi terhadap etos kerja. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan kebijakan pemberian kompensasi yang tepat maka etos kerja akan H1 : Kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap Etos Kerja Karyawan. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Etos Kerja Kepemimpinan salah satu hal terpenting dalam organisasi ataupun perusahaan karena kepemimpinan merupakan norma perilaku seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mengembangkan moralitas dan motivasi yang tingg (Afsari, 2. Kepemimpinan adalah seseorang memiliki karakteristik yang dapat mengarahkan bawahaan agar memiliki kemampuan yang unik untuk menuai tujuan H2 : Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif signifkan terhadap Etos Kerja Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Kepuasan kerja atau dalam arti yang lebih khusus yaitu kepuasan karyawan dalam bekerja merupakan suatu pengertian yang didefinisikan oleh Brown and Leigh . sebagai keadaan emosional yang positif sebagai hasil dari penilaian karyawan terhadap situasi kerjanya. (Saputro & Prasetyo, 2. 651 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. H3 : Kompensasi berpengaruh positif signiflikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Menurut (Ardiansyah et al. , 2. adanya kepemimpinan dan etos kerja akan membuat kepuasan kerja karyawan dapat tercipta dengan baik. Terpenuhinya kebutuhan karyawan akan membuat karyawan merasa nyaman dengan pekerjaannya, sehingga dapat meningkatkan rasa puas dalam bekerja. H4 : Kepemimpinan berpengaruh positif signifkan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Etos kerja Istilah Aukepuasan kerjaAy dikemukakan oleh Hoppock . yang menyatakan bahwa kepuasan kerja berarti sikap dan emosi karyawan terhadap pekerjaan mereka, dan reaksi subjektif mereka terhadap pekerjaan-pekerjaan mereka. (Dami, 2. H5 : Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Etos Kerja Karyawan. METODE PENELITIAN DAN TEKNIK PENGAMBILAN DATA Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu sampel jenuh, dimana semua anggota populasi akan dijadikan sampel. Karyawan Hotel Sartika menjadi populasi pada penelitian ini dengan total populasi sebanyak 50 Karyawan lalu di jadikan diambil semua sebagai sampelnya. Sumber data primer dipakai untuk penelitian ini. Data tersebut diperoleh berdasarkan kuesioner yang telah disebar kepada seluruh sampel Peneliti juga menggunakan data primer yaitu profil Hotel dan karyawan Hotel Sartika. Skala Likert menjadi teknik pengumpulan data yang diterapkan oleh peneliti dan terdiri dari 5 . Penelitian ini menerapkan 4 . metode uji untuk menganalisis data yang diperoleh selama penelitian berlangsung yakni uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis, dan tes sobel. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data Item Pernyataan Tabel 1 Hasil Uji Validitas r Hitung r Tabel Kompensasi (X. 0,574 0,2787 0,625 0,2787 0,735 0,2787 0,867 0,2787 0,795 0,2787 Kepemimpinan (X. 0,784 0,2787 652 | Volume 6 Nomor 2 2024 Keterangan VALID VALID VALID VALID VALID VALID Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. 0,833 0,825 0,557 0,696 0,755 0,2787 0,2787 0,2787 0,2787 0,2787 Etos Kerja (Y) 0,749 0,2787 0,710 0,2787 0,805 0,2787 0,719 0,2787 0,770 0,2787 Kepuasan Kerja (Z) 0,738 0,2787 0,713 0,2787 0,544 0,2787 0,483 0,2787 0,631 0,2787 Sumber data primer diolah pada, 2023 VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID Dari tabel diatas uji validitas keseluruhan menunjukkan bahwa data tersebut r hitung lebih besar daripada r tabel, yaitu 0,2787. Dengan demikian dapat disimpulkan dari uji validitas diatas bahwa seluruh butir pernyataan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen untuk mengukur data penelitian. Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Kompensasi 0,777 Kepemimpinan 0,837 Etos Kerja 0,806 Kepuasan Kerja 0,601 Sumber data primer diolah pada, 2023 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa data yang diuji adalah reliabel atau Hal ini dikarenakan Cronbach Alpha > 0. 60 yang artinya data yang diuji adalah 653 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Normalitas Uji Histogram Gambar 1 Uji Histogram Persamaan Pertama Gambar 2 Uji Histogram Persamaan Kedua Berdasarkan kedua grafik persamaan yang ada di atas, yaitu membentuk pola seperti lonceng dan tidak condong ke kanan maupun ke kiri, maka dapat di simpulkan bahwa data berdistribusi normal. P-Plot Gambar 3 P-Plot Persamaan Pertama 654 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Gambar 4 P-Plot Persamaan Kedua Berdasarkan data yang telah di analisis menggunakan SPSS 24, gambar kedua p-plot di atas menunjukkan bahwa data masing-masing variabel sudah terdistribusi secara normal. Hal ini dapat di lihat dari penyebaran titik-titik yang terdapat di sekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis tersebut. Dengan demikian data telah terbukti memenuhi asumsi normalitas Uji Kolmogrov-Smirnov Tabel 4 Uji Kolmogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Dari hasil pengujian One Sample Kolmogrov-Smirnov Test di atas menunjukkan bahwa Asymp. Sig . -taile. adalah sebesar 0,200 yang dapat di artikan data observasi Kolmogrov-Smirnov dalam penelitian yang berjumlah 50 orang ini adalah normal karena Asymp. Sig . -taile. lebih dari 0,05 655 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji Multikolinearitas Tabel 5 Uji Multikolinearitas Persamaan Pertama Coefficientsa Standardi Unstandardized Coefficien Collinearity Coefficients Statistics Std. Tolera Model Error Beta Sig. VIF 1 (Constan. Kompensa Kepeminpi Dependent Variable: Kepuasan Kerja Dari tabel di atas dapat dilihat 2 variabel dalam Collinearitty Statistic yang pertama kompensasi tolerance 0,653 > 0,1 dan VIF . ariance inflaction facto. 1,531 < 10, variabel kepemimpinan tolerance 0,653 > 0,1 dan VIF . ariance inflaction facto. 1,531 < 10. Dari semua hasil uji multikolinearitas yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa masing-masing variabel independen tidak terjadi Tabel 6 Uji Multikolinearitas Persamaan Kedua Dari tabel 4. 13 di atas dapat di lihat 3 variabel dalam Collinearity Statistic yang Coefficientsa Standardi Unstandardized Coefficien Collinearity Coefficients Statistics Std. Tolera Model Error Beta Sig. VIF (Constan. Kompensas 117 -. Kepeminpi 011 -. Kepuasan Kerja Dependent Variable: Etos Kerja pertama kompensasi dengan tolerance 0,446 > 0,1 dan VIF . ariance inflaction facto. 2,241 < 10,variabel kepemimpinan tolerance 0,578 > 0,1 dan VIF . ariance inflaction facto. 1,730 < 10, dan variabel kepuasan kerja dengan tolerance 0,425 VIF . ariance inflaction facto. 2,353 < 10. Dari semua hasil uji multikolinearitas yang telah 656 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dilakukan dapat di simpulkan bahwa masing-masing variabel independen tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Gambar 5 Scatterplot Persamaan Pertama Gambar 7 Scatterplot Persamaan Kedua Berdasarkan dari kedua gambar Scatterplot diatas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedasitas. Hal ini di buktikan dengan penyebaran titik titik sempurna berada di atas maupun di bawah angka nol . pada sumbu Y. semua variabel bebas tidak terjadi heterokedasitas dan layak digunakan untuk memprediksi produktivitas karyawan berdasarkan variabrrl dukungan Kompensasi. Kepemimpinan. Etos Kerja, dan Kepuasan Kerja. 657 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Teknik Analisis Data Regresi Liner Berganda Tabel 7 Uji Persamaan Pertama Coefficientsa Standardi Unstandardized Coefficien Collinearity Coefficients Statistics Std. Tolera Model Error Beta Sig. VIF (Constan. Kompensa Kepeminp Dependent Variable: Kepuasan Kerja Berdasarkan tabel hasil regresi yang diperoleh, maka dapat disimpulkan persamaan pertama regresinya adalah : Z = a b1X1 b2X2 e Z = 7,042 0,549X1 0,291X2 e Ket: Z = Kepuasan Kerja a = Konstanta X1 = Kompensasi X2 = Kepemimpinan e = error Tabel 8 Uji Persamaan Kedua Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. Kompensasi 117 -. Kepeminpinan 011 -. Kepuasan Kerja Dependent Variable: Etos Kerja Sig. Collinearity Statistics Tolera VIF Berdasarkan hasil dari yang di peroleh, makas dapat di simpulkan hasil persamaan keduanya adalah : 658 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Y = a bX1 bX2 bZ e Y = 12. 378 Ae 0,117X1 Ae 0,011X2 0,622Z e Ket : Y = Etos Kerja X1 = Kompensasi X2 = Kepemimpinan Z = Kepuasan Kerja e = Error Uji Parsial (T) Tabel 9 Uji Parsial . Persamaan Pertama Coefficientsa Standardi Unstandardized Coefficien Coefficients Std. Error Beta Sig. Model (Constan. Kompensa Kepeminp Dependent Variable: Kepuasan Kerja Collinearity Statistics Tolera VIF Berdasarkan perhitungan diatas angka signifikasi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak H1 diterima, maka dapat disimpulkan hopotesis ke3 yang berbunyi Au Kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Kerja Au Terbukti. Lalu Berdasarkan perhitungan diatas angka signifikasi sebesar 0,017 < 0,05 sehingga Ho ditolak H1 diterima, maka dapat disimpulkan hopotesis ke3 yang berbunyi Au Kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Kerja Au Terbukti. Tabel 10 Uji Parsial . Persamaan Kedua Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Tolera Model Error Beta Sig. VIF 1 (Constan. Kompensasi 117 -. Kepeminpin 011 -. 659 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kepuasan Kerja Dependent Variable: Etos Kerja Berdasarkan perhitungan diatas angka signifikasi sebesar 0,534 > 0,05 sehingga Ho diterima H1 ditolak, maka dapat disimpulkan hopotesis ke1 yang berbunyi Au Kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap Etos Kerja Au Tidak Terbukti. Lalu perhitungan angka signifikasi sebesar 0,949 > 0,05 sehingga Ho diterima H1 ditolak, maka dapat disimpulkan hopotesis ke1 yang berbunyi Au Kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap Etos Kerja Au Tidak Terbukti. Dan terakhir perhitungan signifikasi sebesar 0. 002 < 0,05 sehingga Ho ditolak H1 diterima, maka dapat disimpulkan hopotesis ke1 yang berbunyi Au Kepuasan Kerja berpengaruh positif signifikan terhadap Etos Kerja AuTerbukti. Uji Simultan (F) Tabel 11 Hasil Simultan (F) Persamaan Pertama ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Kepuasan Kerja Predictors: (Constan. Kepeminpinan. Kompensasi Sig. Berdasarkan hasil uji ANOVA atau uji F pada tabel diatas menghasilkan nilai F hitung sebesar 31,788 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kompensasi dan kepemimpinan secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Tabel 4. 21 Uji Simultan (F) Persamaan Kedua ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Etos Kerja Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Kepeminpinan. Kompensasi Sig. Berdasarkan hasil uji ANOVA atau uji F pada tabel diatas menghasilkan nilai F hitung sebesar 6. 229 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 660 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. maka dapat disimpulkan bahwa kompensasi, kepemimpinan dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh terhadap etos kerja. Koefisien Determinasi (R. Tabel 13 Hasil Uji Koefisien Determinasi Persamaan Pertama Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Kepeminpinan. Kompensasi Dependent Variable: Kepuasan Kerja Hasil koefisien pada model regresi adalah sebesar adalah sebesar 0,575, maka dapat di artikan bahwa 57,5% Kepuasan Kerja (Z) dapat di jelaskan pada variabel Kompensasi (X. dan Kepemimpinan (X. Sementara sisanya sebesar 42,5% dijelaskan oleh variabel laon yang tidak di masukkan kedalam model penelitian ini. Tabel 14 Hasil Uji Koefisien Determinasi Persamaan Kedua Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Kepeminpinan. Kompensasi Dependent Variable: Etos Kerja Hasil koefisien pada model regresi adalah sebesar 0,289, maka dapat di ketahui bahwa 28,9% Etos Kerja (Y) dapat dijelaskan pada variabel Kompensasi (X. Kepemimpinan (X. dan Kepuasan Kerja (Z). Sementara sisanya sebesar 71,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak di masukkan kedalam model penelitian ini. Uji Sobel Gambar 4. 22 Uji Sobel Persamaan Pertama Berdasarkan hasil sobel test persamaan pertama diatas yaitu Kompensasi (X. terhadap Etos Kerja (Y) melalui Kepuasan Kerja (Z) memiliki statistik tes 3,381 dimana nilai tersebut lebih besar dari 1,98 maka dapat disimpulkan bahwa variabel 661 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kepuasan kerja mampu memediasi variabel Kompensasi (X. terhadap Etos Kerja (Y). Gambar 4. 23 Uji Sobel Persamaan Kedua Berdasarkan hasil sobel test persamaan pertama diatas yaitu Kepemimpinan (X. terhadap Etos Kerja (Y) melalui Kepuasan Kerja (Z) memiliki statistik tes 2,795 dimana nilai tersebut lebih besar dari 1,98 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kepuasan kerja mampu memediasi variabel Kepemimpinan (X. terhadap Etos Kerja (Y). PEMBAHASAN Pengaruh Kompensasi terhadap Etos Kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja. Hal ini di buktikan dari hasil uji t yang menunjukkan t hitung sebesar -0,627 dengan nilai t tabel dengan uji satu sisi pada signifikasi 5% . dan df=48 . adalah 1,677. Sehingga nilai . hitung > t tabe. yaitu -0,627 < 1,677 dengan nilai signifikasi 0,534 > 0,05. Karena t hitung negatif maka menunjukkan bahwa besarnya kompensasi tidak berpengaruh pada etos kerja karyawan hotel sartika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan H1 di Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Etos Kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja. Hal ini di buktikan dari hasil uji t yang menunjukkan t hitung sebesar -0,065 dengan nilai t tabel dengan uji satu sisi pada signifikasi 5% . dan df=48 . adalah 1,677. Sehingga nilai . hitung > t tabe. yaitu -0,065 < 1,677 dengan nilai signifikasi 0,949 > 0,05. Karena t hitung negatif maka menunjukkan bahwa besarnya kepemimpinan tidak berpengaruh pada etos kerja karyawan hotel sartika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan H2 di Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini di buktikan dari hasil uji t yang menunjukkan t hitung sebesar 4,670 dengan nilai t tabel dengan uji satu sisi pada signifikasi 5% . dan df=48 . adalah 2,010. Sehingga nilai . hitung > t tabe. yaitu 4,670 > 2,010 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Karena t hitung lebih besar 662 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 . 649-665 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dari t tabel dan signifikasinya lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh pada kepuasan kerja karyawan hotel sartika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 di terima dan Ho di tolak. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini di buktikan dari hasil uji t yang menunjukkan t hitung sebesar 2,474 dengan nilai t tabel dengan uji satu sisi pada signifikasi 5% . dan df=48 . adalah 2,010. Sehingga nilai . hitung > t tabe. yaitu 2,474 > 2,010 dengan nilai signifikasi 0,017 < 0,05. Karena t hitung lebih besar dari t tabel dan signifikasinya lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh pada kepuasan kerja karyawan hotel sartika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 di terima dan Ho di tolak Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Etos Kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja. Hal ini di buktikan dari hasil uji t yang menunjukkan t hitung sebesar 3,259 dengan nilai t tabel dengan uji satu sisi pada signifikasi 5% . dan df=48 . adalah 2,010. Sehingga nilai . hitung > t tabe. yaitu 3,259 > 2,010 dengan nilai signifikasi 0,002 < 0,05. Karena t hitung lebih besar dari t tabel dan signifikasinya lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh pada etos kerja karyawan hotel sartika. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H5 di terima dan Ho di tolak. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis yang telah di lakukan maka dapat di Tarik kesimpulan : Pada hasil uji t diatas menunjukkan bahwa kompensasi tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja karyawan Heotel Sartika. Pada hasil uji t diatas menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja karyawan Hotel Sartika. Pada hasil uji t diatas menunjukkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Sartika. Pada hasil uji t diatas menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Sartika. Pada hasil uji t diatas menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap etos kerja karyawan Hotel Sartika. DAFTAR PUSTAKA