Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF BAGI GURU Ali Imran1* & Wahyu Hananingsih2 Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat. Universitas Pendidikan Mandalika. Jalan Pemuda Nomor 59A. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Mataram. Jalan Gajah Mada Nomor 100. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83116. Indonesia *Email: aliimran@undikma. Submit: 03-07-2025. Revised: 10-07-2025. Accepted: 13-07-2025. Published: 14-07-2025 ABSTRAK: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru SMA dalam menyusun perangkat pembelajaran inovatif berbasis Kurikulum Merdeka. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop intensif selama satu hari di SMA Islam Raudlatul Jannah An Nur Darek. Lombok Tengah, dan diikuti oleh 15 guru dari berbagai rumpun mata pelajaran. Materi pelatihan mencakup konsep perangkat ajar inovatif, model pembelajaran abad 21 . eperti ProjectBased Learning dan Problem-Based Learnin. , serta praktik penyusunan RPP dan media ajar digital menggunakan aplikasi Canva dan Wordwall. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui observasi partisipasi dan kualitas produk yang dihasilkan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru, dimana seluruh peserta mampu menyusun RPP yang memuat tujuan pembelajaran berbasis capaian, pembelajaran aktif, serta penilaian berbasis HOTS. Selain itu, pelatihan mendorong sikap positif terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan pentingnya desain ajar yang kontekstual. Pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan praktis dan partisipatif dapat meningkatkan kompetensi guru secara efektif dalam waktu singkat. Model pelatihan ini layak untuk direplikasi sebagai upaya pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru di berbagai daerah. Kata Kunci: Guru. Pelatihan. Perangkat Pembelajaran. ABSTRACT: This community service activity aims to improve the capacity of high school teachers in developing innovative learning tools based on the Independent Curriculum. The training took the form of a one-day intensive workshop at Raudlatul Jannah An Nur Darek Islamic High School in Central Lombok, and was attended by 15 teachers from various subject groups. The training materials covered the concept of innovative teaching tools, 21st-century learning models . uch as Project-Based Learning and Problem-Based Learnin. , and practical lessons and digital teaching media development using Canva and Wordwall. Formative evaluation was conducted through participant observation and the quality of the products produced by participants. Results showed a significant increase in teacher understanding and skills, with all participants able to develop lesson plans that included achievement-based learning objectives, active learning, and HOTS-based Furthermore, the training fostered positive attitudes toward the use of technology in learning and the importance of contextual instructional design. This training demonstrated that a practical and participatory approach can effectively improve teacher competency in a short time. This training model is worthy of replication as a continuous professional development effort for teachers in various regions. Keywords: Teachers. Training. Learning Tools. How to Cite: Imran. , & Hananingsih. Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Inovatif bagi Guru. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 158-166. https://doi. org/10. 36312/nuras. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks global saat ini, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks sebagai dampak dari Revolusi Industri 4. 0 dan pergeseran menuju era Society 5. 0, yaitu era yang menekankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan (Indriyani et al. , 2. Pendidikan tidak lagi hanya difokuskan pada transfer pengetahuan semata, tetapi harus mampu membentuk keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikasi yang baik (Fauzi et al. , 2. Oleh karena itu, guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam mendesain pembelajaran yang mampu merespon kebutuhan zaman. Perubahan paradigma pembelajaran saat ini menuntut guru untuk tidak lagi menggunakan pendekatan konvensional yang bersifat satu arah dan berpusat pada guru . eacher-centere. , tetapi harus mengarah pada pendekatan yang berpusat pada peserta didik . tudent-centere. Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan di Indonesia merupakan respons atas kebutuhan tersebut, dengan memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi guru dan sekolah dalam menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan konteks dan karakteristik peserta didik (Ali, 2. Dalam kurikulum ini, guru dituntut untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan kontekstual yang tidak hanya mencakup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tetapi juga bahan ajar, media pembelajaran, dan alat evaluasi yang mendukung pencapaian profil pelajar Pancasila. Namun, di lapangan masih ditemukan banyak guru, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif. Hasil observasi dan diskusi dengan beberapa guru menunjukkan bahwa keterbatasan pemahaman tentang model-model pembelajaran inovatif, keterbatasan waktu, dan kurangnya pelatihan yang mendalam menjadi kendala utama yang menghambat guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman. Padahal, perangkat pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan inovatif seperti Problem-Based Learning (PBL). Project-Based Learning (PjBL). STEM-Based Learning, dan Discovery Learning terbukti dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, serta mendorong pencapaian hasil belajar yang lebih bermakna (Rusman, 2019. Saputri et al. , 2022. Widiyanti & Mizan, 2. Lebih jauh lagi, dalam pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif, guru dituntut tidak hanya memahami teori-teori pembelajaran, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan Learning Management System (LMS), media interaktif berbasis digital, serta aplikasi penunjang pembelajaran, seperti Canva. Quizizz, dan Google Classroom kini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran abad 21 (Miranda & Mustika, 2. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru secara Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur agar guru mampu beradaptasi dan berkembang sesuai tuntutan zaman. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Perguruan Tinggi melakukan kegiatan pelatihan dengan judul AuPelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Inovatif bagi GuruAy. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program Merdeka Belajar, serta sebagai respon terhadap kebutuhan nyata guru di sekolah. Pelatihan dilaksanakan dalam waktu satu hari dengan metode pelatihan interaktif . nteractive worksho. yang mengintegrasikan ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran. Materi pelatihan difokuskan pada pengembangan RPP yang mengintegrasikan pendekatan inovatif, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi sederhana, serta penyusunan instrumen penilaian yang mengukur kompetensi berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru SMA yang memiliki latar belakang mata pelajaran beragam, baik dari rumpun IPA. IPS, maupun Bahasa. Meskipun durasi pelatihan hanya satu hari, kegiatan dirancang secara intensif dan fokus pada hasil akhir berupa produk perangkat pembelajaran inovatif. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk: . meningkatkan pemahaman guru tentang karakteristik dan prinsip pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. memberikan keterampilan praktis kepada guru dalam menyusun RPP, bahan ajar, dan instrumen evaluasi berbasis pendekatan inovatif. mendorong guru untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi dalam pengembangan media pembelajaran. meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya refleksi dan evaluasi dalam proses penyusunan perangkat pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini juga merupakan implementasi dari prinsip pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat . eeds-based servic. , dimana desain kegiatan didasarkan pada hasil asesmen awal terhadap kebutuhan Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik . erguruan tingg. dan dunia praktik pendidikan . , sehingga hasil pelatihan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan intensif selama satu hari penuh dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi pada produk. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis agar mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif. Pelaksanaan kegiatan melibatkan beberapa tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan inti pelatihan, dan evaluasi kegiatan. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 24 Mei tahun 2025. Lokasi kegiatan bertempat di SMA Islam Raudlatul Jannah An Nur Darek. Kecamatan Praya Barat Daya. Kabupaten Lombok Tengah. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. Sasaran dan Peserta Kegiatan Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru di SMA Islam Raudlatul Jannah An Nur Darek. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 15 orang guru. Narasumber dan Materi Kegiatan Kegiatan menghadirkan dua orang narasumber dengan kompetensi di bidang pembelajaran inovatif, yaitu: . narasumber 1: Wahyu Hananingsih. Pd. yang membawa materi AuKonsep Pembelajaran InovatifAy. narasumber 2: Ali Imran. Pd. Pd. Si. , yang menyampaikan materi AuModel dan Strategi Pembelajaran Abad 21Ay. Materi pelatihan meliputi pengembangan RPP berbasis capaian pembelajaran, penggunaan model PjBL dan PBL, integrasi media ajar digital (Canva dan Wordwal. , serta penyusunan instrumen evaluasi berbasis HOTS. Kegiatan dilaksanakan dalam format workshop yang terdiri dari penyampaian materi dan sesi diskusi. Peserta workshop dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk memudahkan interaksi dan pertukaran ide. Setiap kelompok didampingi oleh fasilitator yang membantu mengarahkan diskusi secara efektif. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh peserta untuk mendapatkan masukan dan tanggapan. Desain Kegiatan Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam beberapa sesi tematik sebagai berikut: registrasi dan pembukaan kegiatan. sesi I: konsep perangkat pembelajaran . sesi II: model dan strategi pembelajaran abad 21. sesi i: praktik penyusunan RPP inovatif dan media digital. refleksi kegiatan dan penutupan. Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan secara formatif melalui observasi partisipasi peserta, kualitas produk perangkat ajar yang disusun, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman guru. Penilaian produk perangkat ajar menggunakan indikator kelengkapan komponen RPP, kesesuaian model pembelajaran, integrasi teknologi, dan keterukuran penilaian berbasis HOTS. HASIL DAN DISKUSI Kegiatan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran inovatif telah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana. Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu hari penuh, dan diikuti oleh 15 orang guru dari SMA Islam Raudlatul Jannah An Nur Darek. Pelatihan dirancang dalam bentuk workshop tematik yang melibatkan partisipasi aktif peserta pada setiap sesinya. Secara umum, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis guru dalam merancang perangkat pembelajaran inovatif. Rangkaian pelatihan dimulai dengan registrasi dan pembukaan kegiatan yang dilanjutkan dengan pengantar mengenai tujuan dan output pelatihan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal, tercermin dari kehadiran penuh dan kesiapan mengikuti kegiatan. Pada sesi pertama, fasilitator menyampaikan materi tentang konsep perangkat pembelajaran inovatif, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Peserta mendapatkan pemahaman baru terkait penyusunan RPP berdiferensiasi, penguatan profil pelajar Pancasila, dan integrasi nilai-nilai pembelajaran abad 21. Diskusi berlangsung dinamis, dengan banyak peserta Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. menyampaikan bahwa selama ini mereka masih menggunakan format perangkat pembelajaran lama dan belum mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel dan Sesi kedua berfokus pada model dan strategi pembelajaran abad 21, seperti Project-Based Learning. Problem-Based Learning, dan Discovery Learning. Peserta diajak menganalisis kelebihan dan tantangan dari masing-masing model, serta menentukan model yang paling relevan untuk diterapkan dalam konteks mata pelajaran dan karakteristik siswa mereka. Hasil diskusi kelompok menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memilih PjBL dan PBL, karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Sesi ketiga merupakan sesi praktik, dimana peserta secara langsung menyusun RPP inovatif dan membuat media ajar digital sederhana menggunakan aplikasi seperti Canva. Google Slides, dan Wordwall. Peserta didampingi oleh fasilitator dalam proses perancangan hingga penyempurnaan. Meskipun sebagian peserta belum familiar dengan aplikasi digital yang digunakan, mereka mampu mengikuti pelatihan dengan baik dan menyelesaikan produk yang diminta. Setiap peserta berhasil menghasilkan satu draft RPP satu pertemuan yang memuat tujuan pembelajaran berbasis capaian, langkah pembelajaran aktif, serta instrumen evaluasi berbasis HOTS. Beberapa peserta juga menghasilkan media ajar interaktif seperti poster digital dan kuis daring. Pada akhir kegiatan, dilakukan sesi refleksi dan penutupan. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan, pengalaman, dan masukan terhadap pelaksanaan pelatihan. Hampir seluruh peserta menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat besar, terutama dalam hal menambah wawasan, memperkaya strategi pembelajaran, serta meningkatkan keterampilan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman. Beberapa peserta bahkan mengusulkan agar pelatihan serupa dilaksanakan secara berkala dan dilengkapi dengan program tindak lanjut, seperti pendampingan atau pembentukan komunitas guru pembelajar. Dokumentasi kegiatan pelatihan ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. Evaluasi kegiatan dilakukan secara formatif melalui observasi terhadap partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil observasi menunjukkan bahwa: . sebanyak 90% peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi . seluruh peserta menyelesaikan produk RPP dan media ajar sesuai . kualitas diskusi dan interaksi dalam kelompok sangat tinggi, mencerminkan pemahaman yang meningkat. peserta menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berbasis Produk yang dihasilkan selama pelatihan dapat langsung diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas masing-masing, dan berpotensi meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta hasil belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis workshop tematik dan praktik langsung, efektif dalam membangun kompetensi profesional guru, baik dalam aspek konseptual maupun praktis. Salah satu poin penting dari pelatihan ini adalah, terjadinya pergeseran paradigma peserta mengenai perangkat pembelajaran. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta masih mengacu pada format lama yang menekankan aspek administratif dan tidak Setelah mengikuti sesi tentang prinsip-prinsip pengembangan perangkat ajar dalam Kurikulum Merdeka, peserta memahami pentingnya diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, serta integrasi nilai-nilai profil pelajar Pancasila. Hal ini mendukung temuan Romadhon & Irfan . , bahwa pemahaman guru terhadap kerangka kurikulum baru sangat berpengaruh terhadap kualitas perangkat ajar yang dikembangkan. Peningkatan keterampilan guru dalam menyusun RPP inovatif menunjukkan bahwa praktik langsung . ands-on learnin. merupakan pendekatan yang efektif dalam pelatihan guru. Pelibatan peserta secara aktif dalam setiap sesi memberi ruang bagi mereka untuk mengonstruksi pengetahuan, berdiskusi, dan saling berbagi pengalaman. Model pelatihan semacam ini sesuai dengan pendekatan andragogi yang dikemukakan oleh Aji et al. , yaitu bahwa orang dewasa belajar paling efektif ketika mereka terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran, terhubung dengan pengalaman mereka sendiri, dan melihat manfaat langsung dari materi yang dipelajari. Kemampuan peserta dalam menggunakan media digital untuk menunjang pembelajaran juga mengalami peningkatan. Beberapa peserta bahkan mampu menghasilkan media pembelajaran menggunakan Canva. Google Slides interaktif, serta kuis berbasis Wordwall dan Google Forms. Keterampilan ini penting dalam konteks pendidikan abad 21, dimana integrasi teknologi menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki guru (Adiba et al. , 2. Pelatihan ini membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat, guru mampu mengadopsi teknologi sederhana untuk memperkuat desain pembelajaran yang menarik dan Lebih lanjut, keterlibatan aktif peserta dalam diskusi kelompok, penyusunan perangkat, dan presentasi menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil menumbuhkan sikap positif terhadap inovasi pembelajaran. Guru yang semula merasa ragu atau Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. tidak percaya diri dalam merancang RPP berbasis PBL atau PjBL mulai menunjukkan keyakinan dan kemauan untuk mencoba. Hal ini memperkuat temuan Melisa . yang menyatakan bahwa pelatihan yang dirancang secara kolaboratif dan relevan dengan kebutuhan nyata guru, akan meningkatkan motivasi dan keterbukaan mereka terhadap perubahan. Evaluasi kegiatan melalui pendekatan formatif selama pelatihan memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang dinamika belajar peserta. Observasi menunjukkan bahwa suasana belajar berlangsung kondusif, partisipatif, dan mendukung proses refleksi. Menurut Marwiyah . , keberhasilan pelatihan guru tidak hanya diukur dari peningkatan skor kognitif, tetapi juga dari perubahan perilaku, sikap, dan kemampuan untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di tempat kerja. Dalam konteks ini, pelatihan tidak hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga membangun kesiapan guru untuk menerapkan pendekatan pembelajaran inovatif di kelas mereka masing-masing. Meskipun demikian, pelatihan ini juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan digital peserta. Beberapa guru membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami alur logika kurikulum atau mengoperasikan aplikasi pembelajaran. Kendala ini menunjukkan pentingnya program tindak lanjut, seperti pendampingan intensif atau pembentukan komunitas belajar guru . rofessional learning communit. yang memungkinkan guru untuk terus berkembang dan saling mendukung (Wardani et al. , 2. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil menjawab kebutuhan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya sesuai regulasi, tetapi juga relevan secara pedagogis dan kontekstual. Pelatihan ini juga dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh institusi pendidikan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya untuk mendukung pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru di berbagai wilayah. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun perangkat ajar yang kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Melalui pelatihan intensif selama satu hari, para peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam merancang RPP berbasis capaian, pembelajaran aktif, serta penilaian berbasis HOTS. Selain itu, pelatihan ini mendorong sikap positif terhadap pemanfaatan teknologi dan pendekatan pembelajaran abad 21. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan perangkat ajar yang memuat tujuan pembelajaran berbasis capaian, langkah pembelajaran yang aktif, serta penilaian berbasis HOTS. Selain itu, pelatihan ini berhasil menumbuhkan sikap positif terhadap pentingnya pembelajaran inovatif dan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Secara keseluruhan, pelatihan ini efektif membekali guru dengan keterampilan praktis dan mindset inovatif dalam waktu singkat. Model pelatihan ini dapat direplikasi oleh institusi pendidikan tinggi. Dinas Pendidikan, maupun komunitas guru sebagai bagian dari strategi pengembangan profesional berkelanjutan di berbagai daerah. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 3. July 2025. Page, 158-166 Email: nurasjournal@gmail. SARAN Berdasarkan hasil dan refleksi dari pelaksanaan kegiatan, maka peneliti dapat memberikan rekomendasi agar hasil pelatihan lebih berdampak dan berkelanjutan, disarankan adanya pendampingan lanjutan bagi peserta dalam mengimplementasikan perangkat ajar yang telah disusun. Selain itu, pelatihan serupa sebaiknya direplikasi secara berkala di wilayah lain, serta dikembangkan menjadi program pengembangan profesional guru melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dinas pendidikan, dan komunitas guru. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar. REFERENSI